Beranda blog Halaman 182

Semarak Halaqah Kubro Kemah Dai Hidayatullah Jawa Timur Perkuat Semangat Dakwah

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Timur (Jatim) menghelat kegiatan Halaqah Kubro Kemah Dai Hidayatullah dalam rangka mengeratkan simpul ukhuwah dan memperkuat semangat dakwah seraya menimba ilmu dari sesama peserta dan para asatidz yang hadir mengisi acara pada acara yang berlangsung selama 3 hari ini.

Sekretaris DPW Hidayatullah Jawa Timur, Muhammad Idris, mengatakan Kemah Dai Hidayatullah yang berlangsung semarak ini merupakan momen istimewa untuk mengisi ulang (recharge) spirit sumber daya dai untuk semakin memantapkan kiprahnya di mana mereka bertugas.

Dia menjelaskan, Halaqah Kubro Kemah Dai Hidayatullah Jatim yang berlangsung dari 3 hingga 5 Juli 2024 ini dalam rangka menjalin ukhuwah agar semakin kokoh, lebih menajamkan kembali semangat dakwah sebagai bentuk khidmat kepada umat, dan menyerap ilmu dari para peserta khususnya para senior yang hadir menyampaikan materi.

“Kemah ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama. Ukhuwah yang kuat menjadi landasan utama dalam menjalankan dakwah secara kolektif dan efektif,” kata Idris dalam keterangannya kepada media ini, Jum’at, 28 Dzulhijah 1445 (5/7/2024).

Kemah dai yang digelar ditengah dinginnya udara kawasan wisara air terjun Coban Rondo, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, juga untuk mempertajam semangat dakwah.

“Dakwah merupakan amanah mulia yang harus dijalankan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Kemah ini diharapkan dapat memotivasi para dai untuk terus berkarya dan menyebarkan dakwah Islam dengan penuh semangat,” imbuhnya.

Kemah yang dihadiri oleh 700 peserta ini juga menjadi ajang untuk menyerap spirit ilmu dari para peserta dan asatidz. Halaqah Kubro Kemah Dai Hidayatullah Jatim ini menghadirkan para asatidz dan dai senior termasuk Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, untuk menyampaikan materi dan berbagi ilmu dengan para peserta.

Para peserta diharapkan dapat menyerap ilmu dan pengalaman dari para asatidz dan dai senior untuk meningkatkan kualitas dakwah mereka.

Idris berharap Kemah Dai Hidayatullah ini dapat menghasilkan berbagai terobosan dan inovasi baru dalam dakwah Hidayatullah. Kontribusi Hidayatullah dalam pembangunan, khususnya di Jawa Timur, diharapkan semakin kuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kemah Dai ini merupakan salah satu program DPW Hidayatullah Jatim dalam rangka meningkatkan kualitas dakwah para dai di tempat pengabdiannya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para dai untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” tukas Idris.

Kemah Dai Hidayatullah menghadirkan berbagai kegiatan menarik dan bermanfaat bagi para peserta, antara lain kajian dan pembinaan. Peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang berbagai topik dakwah, juga tema keislaman, kebangsaan, dan keindonesiaan.

Dengan konsep kemah yang diangkat, para peserta juga diajak untuk mengikuti kegiatan rekreasi dan outing sebagai sarana untuk membangun kebersamaan dan kekompakan.

Idris menjelaskan, Hidayatullah adalah organisasi Islam yang memiliki komitmen untuk menyebarkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Hidayatullah memiliki berbagai program dan kegiatan dakwah yang ditujukan untuk berbagai kalangan masyarakat.

“Kemah Dai Hidayatullah ini merupakan salah satu komitmen Hidayatullah dalam meningkatkan kualitas dakwah para dai. Hidayatullah terus berupaya untuk mengembangkan berbagai program dan kegiatan dakwah yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Posko Hangat BMH

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) turut hadir memeriahkan acara ini dengan menyediakan posko hangat dan layanan cek kesehatan gratis bagi para peserta.

“BMH ingin mendukung penuh para dai muda dalam berdakwah, sehingga mereka dapat fokus dalam menimba ilmu dan memperkuat semangat dakwah,” ujar Imam Muslim, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur.

Posko hangat BMH menjadi tempat istirahat bagi para peserta yang lelah setelah mengikuti berbagai kegiatan kemah.

Di posko ini, para peserta dapat menikmati minuman hangat, makanan ringan, dan tempat untuk bersantai. Selain itu, BMH juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis untuk memastikan kesehatan para peserta.

BMH juga menyediakan ambulance untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga. “Kami ingin memastikan bahwa keselamatan dan kesehatan para peserta terjaga,” ujar Imam Muslim.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan BMH. Posko hangat dan layanan cek kesehatan ini sangat membantu kami,” ujar salah satu peserta kemah. “Dengan kondisi fisik yang prima, kami dapat mengikuti semua kegiatan kemah dengan semangat”. (ybh/hidayatullah.or.id)

Impian Santri Suku Bajoe Segera Terwujud, Rumah Qur’an di Pulau Kangean Hampir Rampung

0

KANGEAN (Hidayatullah.or.id) — Semangat belajar Al-Qur’an begitu terasa di Dusun II, Desa Sabuntan, Pulau Kangean, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Anak-anak suku Bajoe di sini tak sabar menantikan selesainya Rumah Qur’an Wahab Mansur yang kini telah mencapai 85% pembangunan.

Perjalanan panjang dan medan yang sulit tak menyurutkan semangat dai yang didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) untuk mewujudkan mimpi para santri.

“Kami tahu betapa besar harapan mereka,” ujar Imam Muslim, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim dalam keterangannya kepada media ini, Kamis, 27 Dzulhijah 1445 (4/7/2024).

“Kami terus berjuang agar mereka segera memiliki tempat belajar yang layak,” tegas Muslim.

Ustadz Sumardi, dai tangguh yang membina para santri, tak bisa menyembunyikan rasa harunya.

“Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan lancar. Anak-anak sudah tak sabar ingin segera belajar di Rumah Qur’an ini,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Rumah Qur’an ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi juga simbol harapan dan cita-cita bagi masyarakat Suku Bajoe.

Mereka berharap, dengan adanya fasilitas yang memadai, anak-anak mereka dapat lebih mendalami ilmu agama dan menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia.

Kehadiran Rumah Qur’an ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama di Pulau Kangean.

Masyarakat setempat pun turut antusias membantu proses pembangunan, karena mereka percaya bahwa ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak mereka.

Muslim berharap semoga Rumah Qur’an Wahab Mansur dapat segera rampung dan menjadi tempat yang nyaman bagi para santri untuk menuntut ilmu.

“Mari kita bersama-sama doakan agar semangat belajar mereka terus berkobar, dan kelak mereka menjadi generasi penerus bangsa yang membanggakan,” tutup Muslim.*/Herim

Bergandeng Tangan dengan Bapas Kediri Hadirkan Harapan Baru bagi Klien Pemasyarakatan

0

KEDIRI (Hidayatullah.or.id) — Suasana hangat dan penuh harapan terpancar di kantor Balai Pemasyarakatan (BAPAS) Kelas II Kota Kediri, Jawa Timur, saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) berlangsung pada Selasa, 25 Dzulhijah 1445 (2/7/2024).

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas bimbingan kepribadian bagi klien pemasyarakatan, memberikan mereka kesempatan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan.

Kepala Bapas Kelas II Kediri Yuyun Nurliana, S. IP., M.AP mengungkapkan rasa syukurnya atas kerjasama ini.

“Kami percaya, dengan dukungan dari BMH, program bimbingan kepribadian akan semakin efektif dan menyentuh hati klien kami,” ujarnya dengan penuh semangat.

Senada dengan Kabapas Kediri, Imam Muslim, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, juga menyampaikan harapan besarnya.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin membantu klien pemasyarakatan menemukan kembali jati diri mereka, mengembangkan potensi, dan meraih masa depan yang lebih cerah,” ungkapnya.

Griya Abhipraya Bapas Kediri akan menjadi saksi dari perjalanan transformasi para klien pemasyarakatan. Di tempat ini, mereka akan mendapatkan bimbingan dan dukungan yang komprehensif, mulai dari konseling, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan spiritual.

Imam Muslim mengatakan, kerjasama antara Bapas Kediri dan BMH ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas bimbingan kepribadian bagi klien pemasyarakatan serta memberikan mereka kesempatan untuk bangkit dan menata kembali kehidupan.

“Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang, diharapkan para klien pemasyarakatan dapat kembali ke masyarakat dengan kepala tegak, siap menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama,” tutup Muslim.*/Herim

Meraba Hati Kita dan Mengintip Cerminan Jiwa dari Lisan

PERNAH melihat orang memasak? Di hadapannya tergelar kompor yang menyala dan panci-panci yang mendidih isinya. Satu per satu bahan dan bumbu dimasukkannya, hingga ia merasa perlu untuk memastikan bagaimana rasanya: apakah sudah cukup asin, manis, asam, gurih, atau lainnya.

Ia menciduk sedikit, kemudian mencicipinya. Boleh jadi sesaat kemudian ia akan mematikan kompor dan mengangkat panci, karena rasanya sudah pas. Tapi boleh jadi juga ia akan menambahkan lagi sedikit bumbu, karena ada yang kurang.

Tahukah Anda, bahwa demikian pulalah perumpamaan hati manusia? Sebagaimana dikatakan oleh Yahya bin Mu’adz ar-Razi (w. 258 H):

“Hati itu seperti periuk-periuk di dalam dada yang mendidih isinya. Sendok-sendok penciduknya adalah lisan. Tunggulah sampai seseorang bicara, sebab lisannya akan mencidukkan apa yang ada di dalam hatinya untukmu: antara manis dan asam, tawar dan asin. Cidukan lisannya akan memberitahumu citarasa hatinya.” (Hilyatul Auliya, X/63)

Maka, sebenarnya tidak sulit mengenali isi hati seseorang. Tunggulah dia bicara, dan Anda akan mengerti bagaimana isi hatinya. Mereka yang berlisan pahit, sudah tentu berhati pahit pula.

Siapa saja yang lidahnya suka mencela dan meremehkan orang lain, maka jangan ragukan lagi adanya kesombongan di hatinya. Orang yang sebentar-sebentar lisannya “misuh” dan melontarkan sumpah serapah, tidak bisa mengelak bahwa isi hatinya jauh lebih kotor dan menjijikkan.

Sebaliknya ucapan tahlil, tahmid, tasbih, takbir, istighfar hanyalah refleksi dari apa yang memakmurkan hati. Ketika dzikir menyelimuti nurani, ilmu bersemayam di dalam jiwa, dan akhlak mulia berakar di dada, sudah tentu aroma keharumannya akan menyebar melalui seluruh bagian tubuhnya yang lain. Buah-buahnya akan lebat dan bergelayut, mudah dipetik dan dinikmati siapa saja yang ada di dekatnya.

Akan tetapi, bagaimana jika seseorang dikenal sebagai ahli ilmu dan faqih, akan tetapi lisannya pahit dan sering menyakiti? Mudah saja, berarti ilmunya tidak berdiam di hati, akan tetapi hanya sekedar menempel di lisan dan mampir di pikiran.

Sebab, sudah menjadi tabiat ilmu bahwa jika menyentuh hati maka ia akan memperbaikinya. Jika seseorang diketahui memiliki banyak ilmu, namun perilakunya buruk dan menyebalkan, kita pun mengerti di mana sebenarnya ilmunya bersemayam.

Al-Hasan al-Bashri berkata:

“Dulu, bila seseorang telah mempelajari satu bab ilmu, maka tidak lama kemudian (pengaruhnya) akan terlihat pada kekhusyu’annya, tatapan matanya, lidahnya, tangannya, kezuhudannya, keshalihannya, dan seluruh tubuhnya. Bila seseorang benar-benar mempelajari satu bab ilmu (yang seperti itu), maka sungguh itu lebih baik dari dunia seisinya.” (Riwayat Ibnu Batthah dalam Ibthalul Hiyal).

Bila tidak seperti itu, maka penyebabnya sudah jelas. Sebagaimana dikatakan pula oleh al-Hasan al-Bashri, “Ilmu ada dua macam: ilmu yang bersemayam di hati, itulah ilmu yang bermanfaat; dan ilmu yang hanya di lidah, itulah hujjah Allah (untuk menuntut) anak Adam.” (Riwayat ad-Darimi).

Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meminta kita agar pandai-pandai menjaga lisan. Pada awalnya, kata-kata adalah tawanan kita, selama belum diungkapkan. Namun, begitu terucap seketika kondisinya berbalik. Kitalah yang menjadi tawanannya.

Maka, betapa banyak seseorang yang diseret ke mana-mana oleh kata-katanya sendiri. Tidak sedikit tokoh yang terjatuh martabatnya akibat salah bicara, dan tidak jarang pula yang tiba-tiba disanjung setinggi langit akibat komentarnya yang terpuji.

Suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan sejumlah perkara kepada Mu’adz bin Jabal. Lalu beliau bertanya, “Maukah engkau aku beritahu hal yang paling kokoh dan pondasi dari semua itu?” Mu’adz menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.”

Rasulullah pun memegang lidahnya dan bersabda, “Kendalikanlah ini!” Mu’adz keheranan dan bertanya, “Wahai Nabi Allah, apakah kita akan dihukum (oleh Allah) akibat ucapan yang kita katakan?” Beliau menjawab, “Aduh kasihan ibumu, hai Mu’adz! Bukankah yang membuat manusia tersungkur ke neraka itu hanyalah buah dari lisan-lisan mereka sendiri?” (Riwayat at-Tirmidzi, dari Mu’adz. Hadits hasan shahih).

Dalam konteks modern, di antara perkara yang mesti diwaspadai adalah posting dan komentar di medsos (media sosial). Betapa banyak kata-kata buruk yang bertebaran dalam kolom-kolom komentar di berbagai situs, yang isinya hanya caci-maki dan sumpah serapah.

Mungkin pelakunya bisa dengan mudah menyembunyikan identiasnya, sehingga tidak seorang pun dari kita yang tahu. Akan tetapi, malaikat Raqib dan ‘Atid tidak pernah lalai, senantisa siaga, dan terus-menerus mencatat perbuatan serta kata-kata manusia. Tunggulah hingga kelak Allah menggelar pengadilannya. Siapa yang bisa mangkir dan melarikan diri?

Demikian pula, postingan-postingan yang tidak bermanfaat di Medsos, mestinya dihindari semaksimal mungkin. Apalagi jika menjurus kemaksiatan dan dosa bagi kita pribadi, atau mendatangkan kemaksiatan dan dosa bagi orang lain.

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh menimpakan bahaya (kepada orang lain) dan tidak boleh pula saling menimpakan bahaya satu sama lain.” (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, dari ‘Ubadah bin ash-Shamit dan Ibnu ‘Abbas. Hadits shahih).

Maka, seorang mukmin akan berbicara yang baik atau diam, sebagaimana hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Ia juga menghindari hal-hal yang tidak urgen bahkan membahayakan dirinya.

Beliau bersabda, “Di antara (tanda) baiknya keislaman seseorang adalah: dia meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” (Riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah dan ‘Ali bin al-Husain. Hadits shahih). Wallahu a’lam.

*) Ust. M. Alimin Mukhtar, penulis adalah pengasuh Yayasan Pendidikan Integral (YPI) Ar Rohmah Pondok Pesantren Hidayatullah Batu, Malang, Jawa Timur

Silaturrahim Antar Ormas Islam Kuatkan Ukhuwah sebagai Energi Membangun Negeri

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Para pimpinan organisasi Islam DKI Jakarta melakukan silaturrahim sekaligus Rapat Koordinasi Bidang Ukhuwwah dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta, beberapa waktu lalu dan ditulis pada Kamis, 27 Dzulhijjah 1445 (4/7/2024).

Silaturrahim dan rapat koordinasi yang digelar di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Jalan Utan Kayu Raya, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, berlangsung hangat dan penuh khidmat.

Hadir pada pada kesempatan tersebut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH. Samsul Ma’arif beserta pengurus MUI DKI Jakarta Bidang Ukhuwwah dan Kerukunan Umat Beragama dan para pimpinan ormas tingkat wilayah DKI Jakarta lainnya.

Dalam sambutannya KH. Samsul Ma’arif menekankan pentingnya pentingnya menjaga silaturrahim agar ukhuwwah Islamiyah terjaga dan bertumbuh menjadi sebuah energi dalam membangun bangsa dan negara, khususnya di Jakarta.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta, Ust. Muhammad Isnaini. Ia pun menyambut gembira usaha usaha bersama antar elemen umat untuk menguatkan jalinan persaudaraan dalam kiprah kolektif ormas Islam dalam berkhidmat membangun umat, bangsa, dan negara.

Pentingnya Eratkan Ukhuwah

Kepada media ini, Isnaini menjelaskan, silaturrahim yang terjalin antar sesama elemen umat memiliki peranan penting dalam mempererat jalinan ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, ukhuwah yang kokoh akan menjadi energi pendorong untuk membangun peradaban Islam yang lebih baik.

“Soliditas antar ormas Islam akan semakin menguatkan peran umat Islam dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” terangnya.

Ukhuwah Islamiyah yang berarti persaudaraan sesama Muslim, jelas Isnaini, adalah merupakan konsep penting dalam Islam. Konsep ini menekankan pentingnya persatuan, kasih sayang, dan solidaritas di antara umat Islam.

“Ukhuwah yang kuat akan melahirkan sinergi dan kolaborasi yang efektif dalam menghadapi berbagai tantangan,” imbuh Anggota Komisi Ukhuwwah dan Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia Jakarta ini.

Isnaini memandang berbagai tantangan umat dan bangsa dewasa ini termasuk konflik geopolitik yang melanda dunia selama beberapa tahun terakhir telah menjadi ujian bagi umat manusia. Karenanya, kata dia, solidaritas dan ukhuwah Islamiyah yang kuat menjadi modal penting dalam melewati masa-masa sulit tersebut.

“Kini, ditengah residu konflik yang masih ada itu, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.

Dia menegaskan, ormas Islam memiliki peran penting dalam menjaga ukhuwah Islamiyah dan menjadi pelayan umat. Melalui berbagai program dan kegiatan yang diselenggarakan, ormas Islam turut berkontribusi dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan kemanusiaan.

Oleh karena itu, terbangunnya kolaborasi lintas ormas Islam tentunya akan semakin mengoptimalkan peran ormas Islam. Dengan bersatu padu, jelas Isnaini, ormas Islam dapat mewujudkan program-program yang lebih komprehensif dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Isnaini berharap terjalinnya sinergi yang kuat dan berkelanjutan antar ormas Islam di Jakarta. Kolaborasi yang erat ini, selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, juga diharapkan dia akan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik, adil, dan sejahtera.

“Dengan bersatu padu, ormas Islam dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan bangsa dan negara, serta membawa kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia,” kata Isnaini menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Inilah Empat Penyebab Utama Kerusakan Ginjal yang Patut Diwaspadai

GINJAL merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang berperan penting dalam menyaring darah, membuang racun, dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

Organ mungil ini bekerja tanpa henti untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, ginjal pun rentan terhadap kerusakan akibat berbagai faktor.

Melalui tips dan informasi kesehatan yang rutin dibagikan oleh Islamic Medical Service, kita akan membahas empat penyebab utama kerusakan ginjal: diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan anoreksia nervosa.

Memahami penyebab-penyebab ini merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan ginjal dan mencegah komplikasi serius.

  1. Diabetes

Diabetes, ditandai dengan kadar gula darah tinggi, dapat merusak ginjal secara signifikan. Gula darah tinggi dapat merusak saringan dan pembuluh darah kecil di ginjal, sehingga ginjal tidak dapat berfungsi dengan optimal dalam menyaring darah dan membuang racun. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam tubuh, serta kerusakan ginjal permanen.

Diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis di Indonesia. Diperkirakan, sekitar 30% hingga 40% penderita diabetes akan mengalami komplikasi ginjal.

  1. Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, dapat merusak ginjal dengan cara melemahkan pembuluh darah di ginjal. Pembuluh darah yang lemah ini tidak dapat mengalirkan darah dengan baik ke ginjal, sehingga ginjal tidak dapat berfungsi dengan optimal dalam menyaring darah dan membuang racun.

Tekanan darah tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pada glomerulus, yaitu struktur kecil di ginjal yang bertanggung jawab untuk menyaring darah. Kerusakan glomerulus dapat menyebabkan protein dan sel darah merah bocor ke dalam urin, yang merupakan tanda kerusakan ginjal.

  1. Kolesterol Tinggi

Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah ginjal. Plak ini dapat menyempitkan pembuluh darah dan membatasi aliran darah ke ginjal, sehingga ginjal tidak dapat berfungsi dengan optimal.

Kolesterol tinggi juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, yang merupakan dua penyebab utama kerusakan ginjal lainnya.

  1. Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk makan dan mempertahankan berat badan yang sangat rendah. Kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi yang parah, termasuk kekurangan air dan elektrolit.

Kekurangan air dan elektrolit dapat menyebabkan dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit, yang dapat merusak ginjal. Anoreksia nervosa juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah dan denyut jantung lambat, yang dapat memperburuk kerusakan ginjal.

Mencegah Kerusakan Ginjal

Mencegah kerusakan ginjal lebih mudah dibandingkan mengobati kerusakan yang sudah terjadi. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal:

  • Kelola diabetes dengan baik. Kontrol kadar gula darah dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, seperti diet sehat dan olahraga teratur.
  • Jaga tekanan darah agar tetap normal. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat penurun tekanan darah jika diperlukan.
  • Jaga kadar kolesterol dalam batas normal. Konsumsi makanan sehat, berolahraga teratur, dan jika perlu minum obat penurun kolesterol.
  • Jaga berat badan ideal. Hindari obesitas dan kelebihan berat badan.
  • Minum air putih yang cukup. Pastikan untuk minum air putih minimal 8 gelas per hari.
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol.
  • Konsumsi makanan sehat. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan protein tanpa lemak. Batasi konsumsi makanan olahan, makanan tinggi garam, dan makanan tinggi gula.
  • Rutin berolahraga. Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
  • Periksakan kesehatan ginjal secara rutin. Konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan ginjal, terutama jika Anda memiliki risiko kerusakan ginjal, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau kolesterol tinggi.

Ginjal merupakan organ vital yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan memahami empat penyebab utama kerusakan ginjal dan menerapkan langkah-langkah pencegahan, Anda dapat menjaga kesehatan ginjal dan mencegah komplikasi serius. Ingatlah, kesehatan ginjal adalah kunci untuk hidup sehat dan berkualitas.

================

Publikasi layanan edukasi kesehatan masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).

Jangan lupa follow:
Instagram: @imscenter
Facebook: @imscenter
Tik-tok: @imscenter
Web: www.imscenter.id

Klinik IMS Pusat: Jl. Bekasi Timur IV No.130, RT.5/RW.7, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410

Sumur Bor Berikan Secercah Harapan Atasi Krisis Air Bersih di Desa Pasilian

0

TANGERANG (Hidayatullah.or.id) — Di pelosok Desa Pasilian, Kronjo,Kabupaten Tangerang, Banten, krisis air bersih bagaikan mimpi buruk yang tak kunjung usai. Tak terkecuali bagi anak-anak di Taman Baca Masyarakat (TBM) Nurus Sibyan. Mimpi mereka untuk belajar dan mengaji dengan nyaman terhalang oleh keterbatasan air.

Namun, secercah harapan mulai menyapa. Bekerja sama dengan Kang Maman Suherman, seorang penggiat literasi ternama, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dan Andri Gunawan selaku penggerak literasi se-Tangerang, semua bergerak sigap meringankan beban mereka.

Berawal dari perbincangan ringan, ide untuk membantu Taman Baca Masyarakat Nurus Sibyan keluar dari krisis air bersih pun bergulir.

“Alhamdulillah, hari ini mimpi itu mulai terwujud,” ungkap Andri Gunawan, salah satu penggerak TBM se-Tangerang yang turut mengawal proses awal pengeboran sumur bor di lokasi, seperti dalam keterangan yang diterima media ini, Kamis, 27 Dzulhijjah 1445 (4/7/2024).

Kedatangan BMH bagaikan oase di tengah padang pasir. Rasa syukur membuncah di hati Andri dan anak-anak TBM Nurus Sibyan. Tak sabar rasanya menyambut aliran air bersih yang akan mengubah keseharian mereka.

“Dengan adanya sumur bor ini, kami berharap TBM Nurus Sibyan dapat dikunjungi lebih banyak masyarakat,” tutur Andri penuh semangat.

“Bukan hanya untuk mendapatkan air bersih, tetapi juga untuk aktif membaca, belajar, dan mengaji,” tambahnya.

Doa dan harapan pun dipanjatkan agar proses pembangunan sumur bor berjalan lancar. Mimpi anak-anak TBM Nurus Sibyan untuk menggapai masa depan cerah kini sedikit demi sedikit mulai terukir.

Roni Hayani, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Banten, berharap semoga dengan hadirnya sumbur bor sebagai sumber air bersih tak hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk terus belajar dan berkarya.

“Mari kita doakan bersama, semoga kebaikan air bersih ini dapat menemani tumbuh kembang anak-anak di TBM Nurus Sibyan,” ungkap Roni Hayani.

Bersama BMH, lanjut dia, langkah kecil demi langkah kecil terus diupayakan untuk menghadirkan keceriaan dan membuka gerbang masa depan yang lebih gemilang bagi anak-anak di pelosok negeri, termasuk seperti mereka yang aktif membaca dan mengaji di TBM Nurus Sibyan.*/Herim

Pengabdian Penuh Dedikasi Umi Kulsum Diganjar Hadiah Umrah ke Baitullah

SALATIGA (Hidayatullah.or.id) — Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan yang penug dinamika dan beragam tantangannya, kisah inspiratif Umi Kulsum, S.Pd., bagaikan melodi indah yang menyentuh kalbu. Dedikasi dan pengabdiannya selama 17 tahun di Yayasan Imaduddin Hidayatullah Salatiga telah mengantarkannya pada sebuah hadiah istimewa yaitu ibadah umrah ke Baitullah.

Seolah untaian doa terukir indah dalam setiap langkahnya, Umi Kulsum dikenal sebagai guru terlama di Yayasan Imaduddin Hidayatullah Salatiga.

Sejak tahun 2007, ia tanpa lelah mendedikasikan waktunya untuk mendidik generasi muda, menanamkan benih-benih ilmu pengetahuan dan nilai-nilai luhur dalam diri para muridnya.

Kesabaran dan disiplinnya menjadi legenda di sekolah, bagaikan pelita yang menerangi lorong-lorong ilmu. Umi Kulsum adalah sosok inspiratif yang tak hanya mengajar, tetapi juga mendidik dengan sepenuh hati.

Pengumuman pemberdian hadiah umrah ini diberikan untuk pada Umi Kulsum saat momen istimewa di Family Gathering Yayasan Imaduddin Salatiga, di Taman Kyai Langgeng Magelang Ecopark, Jalan Cempaka, Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, Senin, 24 Dzulhijjah 1445 (1/7/2024).

Saat diumumkan menerima hadiah terindah berupa Ibadah Umrah, Umi Kulsum tak kuasa menahan rasa haru. Air mata kebahagiaan membasahi pipinya, tanda syukur atas karunia Ilahi yang begitu istimewa.

Apresiasi untuk Guru

Acara Family Gathering Yayasan Imaduddin Hidayatulah Salatiga tersebut tak hanya menjadi momen spesial bagi Umi Kulsum, tetapi juga bagi para guru dan karyawan berprestasi lainnya.

Mereka adalah Novia Sudarsih, S.Pd., yang terpilih sebagai Guru Tergiat (SD Integral Hidayatullah Salatiga), Muhammad Alwi Syarif, S.Pd., sebagai Guru Tergigih (SD Integral Hidayatullah Salatiga), dan Zainal Muvid, S.H., sebagai Guru Terloyal (SD Integral Hidayatullah Salatiga).

Berikutnya ada Umi Faizah, S.Pd., yang meraih penghargaan sebagai Guru Terempati (RA KB Yaa Bunayya Salatiga), dan Diantina Basiroh, S.Pd., sebagai Guru Terlengkap (RA KB Yaa Bunayya Salatiga).

Mohamad Ali Shodikin, M.Pd., selaku Ketua Yayasan Imaduddin Salatiga, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para guru dan karyawan. Pihaknya menyampaikan sangat berterima kasih atas dedikasi dan pengabdian para guru dan karyawan di lembaga ini.

“Sebagai bentuk komitmen, kami berazzam akan memberangkatkan Umrah bagi guru dan karyawan di lembaga ini, minimal 1 orang tiap tahunnya,” tegas beliau.

Wuryantoro, Bendahara Yayasan, menambahkan bahwa acara ini tak hanya untuk mempererat tali kekeluargaan, tetapi juga sebagai ajang penghargaan bagi para guru yang telah memberikan dedikasi terbaiknya bagi lembaga.

“Semoga hal ini bisa menambah keberkahan pada lembaga kami,” ungkap Wuryantoro.

Wuryantoro menyampaikan, dedikasi yang telah ditunjukkan Umi Kalsum dan para guru lainnya sebagai mitra juang lembaga adalah bukti nyata bahwa dedikasi dan pengabdian yang tulus akan menuai hasil yang indah.

“Dedikasi beliau tak hanya mengantarkannya ke Negeri Suci, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para guru dan karyawan lainnya untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi Yayasan Imaduddin Salatiga,” katanya.

Di bawah naungan cinta Ilahi, YYayasan Imaduddin Hidayatulah Salatigad diharapkan terus melangkah maju, menebar benih-benih ilmu pengetahuan dan nilai-nilai luhur bagi generasi muda.

“Dedikasi para guru dan karyawannya, bagaikan lentera yang menerangi jalan menuju masa depan yang gemilang,” tandasnya.*/Eviq Erwiandy, M. Ali Shodiqin

[KHUTBAH JUMAT] Momentum Hijrah dari Sistem Jahiliyah

0

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

أما بعد : عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam, Dzat yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesehatan kepada kita semua.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Selanjutnya khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri dan kepada jama’ah shalat Jumat seluruhnya agar senantiasa berusaha untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Berusaha bertakwa kepada Allah di saat senang dan susah, lapang dan sempit, sehat dan sakit, di tengah-tengah banyak orang atau pun di saat sendirian dan di kala masih muda dan setelah kita tua.

Sesungguhnya, bekal terbaik untuk pulang ke akhirat sebagai tempat tinggal abadi adalah ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan dan memampukan kita semuanya agar bisa menjadi orang yang bertakwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya, bukan hanya sekedar di bibir semata.

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Saat ini kita sudah ada di penghujung tahun 1445 Hijriyah. Beberapa hari lagi kita akan memasuki Tahun Baru Hijriyah, 1446. Sebagian umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijrah sebagai momentum untuk melakukan refleksi (perenungan), kontemplasi (muhasabah), bahkan mungkin menetapkan sejumlah resolusi (tuntutan) baru untuk masa depan hidupnya agar lebih baik. Tentu ini hal yang baik.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini mengingatkan kita untuk selalu mengevaluasi diri dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Dalam konteks ini, kita perlu menyadari bahwa masih banyak sistem jahiliyah yang kita praktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan individu, bermasyarakat maupun bernegara.

Namun, dalam perspektif hijrah, semestinya tak cukup hanya itu. Seharusnya, kita melakukan muhasabah secara kolektif. Sudahkah, kita ini hidup dengan Islam, di mana aturan Islam diberlakukan dalam seluruh aspek kehidupan? Baik secara hukum, ekonomi, politik, pendidikan, sosial, dan sebagainya?

Jangan-jangan kita ini jatuh menjadi kaum sekuler, yang taat secara individual tapi ingkar terhadap aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyangkut urusan pengaturan kehidupan manusia. Hijrah akhirnya dimaknai sangat sempit, sangat individual, dan tak membawa perubahan bagi umat ini dari waktu ke waktu.

Jamaah yang berbahagia,

Fenomena kerusakan moral yang jauh dari nilai-nilai Islam telah merebak di masyarakat kita. Riba, pinjaman online yang tidak sesuai syariah, judi online, korupsi, tindakan asusila, dan berbagai perbuatan maksiat lainnya telah menjadi tantangan besar bagi umat Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda:

لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ

“Sungguh kalian akan mengikuti jejak orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka masuk ke lubang biawak sekalipun, niscaya kalian akan mengikutinya juga.” (HR. Muslim : 4822 )

Hadits ini mengingatkan kita akan bahaya taqlid buta dan tanpa sadar mengikuti terhadap sistem dan perilaku jahiliyah. Oleh karena itu, kini saatnya kita berhijrah dan kembali menata kehidupan dalam sistem yang Islami.

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah,

Perubahan harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membentuk generasi yang taat kepada Allah.

Dari keluarga yang Islami, kita dapat membangun masyarakat yang Islami, dan akhirnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dalam konteks bernegara, kita perlu mendorong penerapan regulasi yang kondusif untuk menata kehidupan Islami. Allah SWT berfirman:

وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Ma’idah: 45)

Ayat ini mengingatkan kita akan pentingnya menerapkan hukum Allah dalam kehidupan bernegara. Ini termasuk memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku kejahatan dan maksiat, sebagaimana firman Allah:

قُلْ إِنِّى عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَكَذَّبْتُم بِهِۦ ۚ مَا عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦٓ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَٰصِلِينَ

Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”. (QS Al An’am : 57)

Makna ayat ini adalah bahwa Nabi Muhammad SAW diminta untuk menyatakan bahwa beliau memiliki bukti nyata dari Allah berupa wahyu, sedangkan orang-orang kafir mendustakannya.

Hanya Allah yang berhak menentukan kapan azab yang mereka minta itu akan datang. Allah-lah yang akan memberikan keputusan terbaik berdasarkan kebenaran.

Akan tetapi disisi lain, ayat ini menegaskan bahwa wewenang untuk menghukum dan menentukan waktu azab adalah milik Allah semata, bukan manusia. Hal ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah SAW hanya menyampaikan risalah dan tidak memiliki kendali atas datangnya azab. Sehingga peran negara adalah membuat dan menegakkan regulasi yang sesuai dengan ketentuuan Allah, agar azab tidak segera terjadi.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita jadikan momentum tahun baru Hijriyah ini sebagai titik balik untuk berhijrah dari sistem jahiliyah menuju sistem yang Islami. Mulailah dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, hingga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing dan meridhai langkah-langkah kita dalam menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi ini.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ma’asyiral Muslimin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah

Sebagai penutup, berikut kami sampaikan dalam hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang telah Allah larang.” (HR al-Bukhari)

Dari hadits ini dapat dimaknai bahwa kita harus meninggalkan sistem apapun, selain sistem Islam. Sebab jika tidak berada dalam syariat Allah, sama halnya dengan masuk dalam perangkap sistem jahiliyah. Termasuk sistem kehidupan sekuler yang masih banyak diberlakukan di negeri ini.

Apa tandanya? Syariah Islam tidak diterapkan, kecuali hanya sebagian kecil, seperti dalam urusan nikah, talak, dan rujuk; dalam urusan haji dan zakat; dan sebagainya.

Sebaliknya, dalam berbagai urusan lain yang lebih besar (ekonomi, politik, hukum, peradilan, sosial, politik, pemerintahan, dan lain-lain) syariah Islam tidak digunakan.

DOA PENUTUP

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ.

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Koh Dondy Tan Berbagi Inspirasi Dakwah di Forum Dephab Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ditengah kesibukannya, pendakwah yang juga tokoh apologet Islam Dondy Eko Putro Susanto atau biasa disapa Koh Dondy Tan meluangkan waktu hadir menjadi narasumber dalam gelar wicara yang diselenggarakan oleh Departemen Hubungan Antarbangsa (Dephab) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Rabu, 26 Dzulhijah 1445 (3/7/2024).

Forum yang digelar di Aula Orny Loebis Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jatinegara,Jakarta Timur, ini mengangkat tema “Memperindah Gelombang Balik Islam di Asia Tenggara”.

Dalam pengantarnya memandu acara ini, Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dzikrullah W. Pramudya, menyibak fenomena global yang salah satunya mengajak mengalihkan perhatian pada dinamika perkembangan Islam kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu Koh Dondy Tan menyampaikan rasa syukur atas semakin meluasnya dakwah Islam termasuk kini dengan meningkatnya gelombang masyarakat di kawasan Asia Tenggara untuk kembali kepada Islam.

Dia menegaskan, semua insan terlahir di dunia sejatinya dalam keadaan Islam. Orangtua dan lingkungan yang akan menentukan kemudian apakah ia tetap dalam kefitrahan tersebut atau tidak.

“Saya sendiri tidak mau disebut muallaf, masa selamanya muallaf. Saya ini orang yang kembali kepada Islam,” kata Dondy, yang mantap untuk memeluk agama Islam pada tahun 2014 ini.

Sejak kembali kepada Islam setelah bertahun tahun dipelajarinya itu, Dondy Tan kerap melayani konsultasi bahkan getol melayani debat teologis di berbagai platform dengan saudara saudara kita yang belum kembali kepada Islam.

Tidak berhenti, kini melalui Yayasan Pembina Muallaf At-Tauhid (YPMA) yang diasuhnya, Dondy Tan terus melancarkan kegiatan dakwahnya. Tak sedikit pemirsa yang telah menyimak content miliknya di media sosial tercerahkan dan akhirnya bersyahadat.

Menurut Dondy Tan, dakwah adalah pekerjaan tidak ringan namun harus ditekuni bahkan sepanjang hayat. “Dakwah ini harus kita lakukan bahkan sampai mati,” tegasnya.

Dia menyampaikan, aktititasnya yang menekuni dakwah dunia pemikiran islamic apologetics sebagai usaha untuk mengalirkan pengetahuan kepada umat Islam agar teguh dalam iman dan islamnya. “Agar kita umat Islam tidak gampang gampang amat dibodohi,” katanya.

Dondy Tan menegaskan bahwa dakwah yang benar kepada mereka yang belum Islam adalah dengan tetap menghormati dan menghargai kebenaran yang mereka yakini. Karena itu, dia menekankan pentingnya tetap menjaga persatuan bangsa. “Semoga suatu hari ini mereka kembali kepada Islam,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Dondy Tan juga menyambut baik inisiasi untuk dikuatkannya sinergi dalam rangka menguatkan dakwah di kawasan.

Dia juga menyatakan kesediaan untuk berbagi ilmu kepada para dai dai Hidayatullah yang akan bertugas di daerah rentan dan minoritas. (ybh/hidayatullah.or.id)