Beranda blog Halaman 183

DMW Persiapkan Kader Hidayatullah Menapaki Peran Kepemimpinan

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Kader Hidayatullah Batam mengikuti Daurah Marahlah Wustha (DMW) yang diselenggarakan di Kampus Utama Pesantren Hidayatullah, Jalan R. Soeprapto, Kibing, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, 22-23 Dzulhijah 1445/ 29 Juni – 1 Juli 2024.

Daurah ini menghadirkan materi mengenai manhaj perjuangan, strategi dakwah, serta pengembangan diri. Kehadiran Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Muhammad Shaleh Usman, M.I.Kom, memberikan motivasi dan arahan langsung kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Shaleh Usman menekankan pentingnya peran kader dalam mewujudkan visi dan misi Hidayatullah. I

Selama daurah berlangsung, para peserta mendapatkan materi yang komprehensif tentang berbagai aspek kepemimpinan. Materi tersebut meliputi manhaj perjuangan Hidayatullah dimana peserta mempelajari visi, misi, dan nilai-nilai fundamental Hidayatullah sebagai landasan dalam menjalankan kepemimpinan.

Peserta yang merupakan calon dai sarjana Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) Batam ini juga mendapatkan materi strategi dakwah sebagai dibekali pengetahuan dan keterampilan dakwah yang efektif untuk menyebarkan Islam dan membangun peradaban mulia.

Selain itu, peserta juga mendapatkan bekal pengembangan diri dimana mereka dibimbing untuk meningkatkan kualitas diri mereka dalam berbagai aspek, seperti akhlak, intelektualitas, dan kepemimpinan.

Shaleh Usman memberikan motivasi dan arahan langsung kepada para peserta. Ia menekankan pentingnya kader untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar menjadi pemimpin yang kompeten dan berkarakter.

Shaleh Usman juga mengingatkan para peserta untuk selalu berpegang teguh pada manhaj perjuangan Hidayatullah dalam menjalankan kepemimpinan.

Ketua Panitia Lailman Abdullah mengatakan acara ini menjadi momen penting dalam mempersiapkan kader menjadi pemimpin umat yang berintegritas dan berwawasan luas.

Daurah Marahlah Wustha, jelas Ilman, adalah merupakan program unggulan Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah yang berfokus pada peningkatan kapasitas kepemimpinan kader.

Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. Ia berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berorganisasi maupun bermasyarakat.

Lailman juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Daurah Marahlah Wustha.

Kegiatan ini jelas dia merupakan upaya Hidayatullah persiapkan kader menapaki peran kepemimpinan yang menjadi bukti nyata komitmen Hidayatullah dalam mencetak generasi pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Para kader yang telah mengikuti daurah ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam membangun peradaban mulia,” kata Ilman.

Ilman menekankan bahwa Daurah Marahlah Wustha merupakan salah satu langkah penting dalam upaya Hidayatullah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kader.

“Dengan terus meningkatkan kualitas kadernya, Hidayatullah optimis dapat mencapai visi dan misinya dalam menyebarkan Islam dan membangun peradaban,” tandas dia.*/Herim

Bersama Kemenag Tarakan Menebar Cahaya Kebahagiaan di Bulan Muharram

0

TARAKAN (Hidayatullah.or.id) — Semangat menyambut, mengisi, memeriahkan, dan berbagi kebahagiaan di bulan Muharram 1446 yang mulia semakin terasa di Kota Tarakan.

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama dengan lembaga zakat lainnya, bergandengan tangan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan tengah aktif mempersiapkan program “Lebaran Yatim” yang akan digelar pada Selasa, 10 Muharam 1446 (16/7/2024) mendatang.

Pertemuan hangat di kantor Kemenag Tarakan menjadi awal dari kolaborasi penuh makna ini. Bersama-sama, mereka merancang program yang akan memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim di Tarakan.

Bantuan yang direncanakan berupa paket sembako dan perlengkapan sekolah, diharapkan dapat meringankan beban mereka dan memberikan semangat untuk terus belajar.

“Kami sangat antusias dengan kolaborasi ini,” ujar M. Noer Komara, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Kaltara, dalam keterangannya diterima media ini, Rabu, 26 Dzulhijah 1445 (3/7/2024).

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di bulan yang penuh berkah ini,” imbuhnya.

BMH mengajak para donatur dan masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam program “Lebaran Yatim” ini.

Noer Komara mengatakan setiap bantuan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi anak-anak yatim yang membutuhkan.

“Mari bersama-sama kita hadirkan senyum bahagia di wajah mereka, dan jadikan Lebaran tahun ini penuh makna bagi mereka,” tutup Komara.*/Herim

Hadir di Sulawesi Barat, BTH Wujud Komitmen Kembangkan Ekonomi Syariah

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH) Sulawesi Barat (Sulbar) resmi melakukan soft launching bertempat di kantor Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulbar.

Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua BTH Sulawesi Barat, Abdul Majid, dan dihadiri oleh para pengurus DPW, pertengahan Juni lalu, Selasa, 11 Dzulhijah 1445 (18/06/2024).

Soft launching ini menandai langkah awal dari operasional BTH Sulawesi Barat, yang berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi syariah di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Abdul Majid menyampaikan harapannya bahwa BTH akan menjadi lembaga keuangan yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat Sulawesi Barat, khususnya dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berbasis syariah.

“BTH Sulawesi Barat hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” kata Abdul Majid, seperti dilansir laman Hidayatullahsulbar.com.

Dia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan mendukung pertumbuhan ekonomi umat melalui berbagai produk keuangan yang inovatif dan berlandaskan syariah.

Acara soft launching ini juga diisi dengan penjelasan singkat mengenai produk dan layanan yang akan ditawarkan oleh BTH Sulawesi Barat, seperti pembiayaan syariah, simpanan, dan layanan keuangan lainnya yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu, dilakukan pula sesi tanya jawab untuk memberikan pemahaman lebih mendalam kepada para undangan mengenai operasional BTH.

Penanggungjawab program, Muh. Taufik Malik, selaku Ketua Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Sulbar menyatakan bahwa pendirian BTH di Sulawesi Barat sudah menjadi komitmennya sejak menjabat.

“Pendirian BTH di Sulbar sudah masuk dalam item program, sehingga diupayakan apapun rintangannya kita tetap memperjuangkannya,” tutur Taufik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Sulbar, Mardhatillah, mengapresiasi inisiatif pendirian BTH dan berharap agar lembaga ini dapat berjalan dengan lancar serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat khususnya internal komunitas Hidayatullah Sulbar.

“Kami mendukung penuh dan mensupport kehadiran BTH Sulawesi Barat dan berharap ini menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi syariah di wilayah kita,” ujarnya.

Dengan soft launching ini, BTH Sulawesi Barat siap memulai operasionalnya dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat khususnya bagi internal komunitas Hidayatullah Sulbar.

Seluruh pihak yang hadir dalam acara ini menyambut baik kehadiran BTH dan berharap dapat berkolaborasi untuk memajukan perekonomian syariah di Sulawesi Barat.*/Massiara

Inilah 6 Kebiasaan Sehat untuk Menjaga Kadar Kolesterol Tetap Stabil

Sahabat Sehat, kali ini kita akan mengupas tuntas kebiasaan sehat yang dapat membantu menjaga kadar kolesterol jahat (LDL) tetap stabil dan terhindar dari berbagai risiko kesehatan yang mengintai.

  1. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah Kaya Serat

Langkah pertama adalah dengan menjadikan sayur dan buah sebagai sahabat baru di piring makan Anda. Kandungan serat yang tinggi pada sayur dan buah, seperti oatmeal, apel, pir, dan kacang-kacangan, mampu membantu mengikat kolesterol jahat di pencernaan dan membuangnya keluar tubuh. Tak hanya itu, serat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan melancarkan buang air besar.

  1. Ganti Gorengan dengan Rebus atau Panggang

Kebiasaan menggoreng makanan memang lezat, tetapi sayangnya metode memasak ini dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan kolesterol jahat dalam makanan. Sebagai alternatif yang lebih sehat, cobalah ubah kebiasaan memasak dengan merebus atau memanggang makanan. Memasak dengan metode ini membantu mengurangi kandungan lemak berlebih pada makanan dan menjaga nutrisi makanan tetap terjaga.

  1. Kelola Stres dengan Baik

Stres tak hanya berdampak buruk pada kesehatan mental, tetapi juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Ketika stres, tubuh memproduksi hormon kortisol yang dapat memicu peradangan dan meningkatkan produksi kolesterol jahat. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik melalui berbagai cara, seperti menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, olahraga, menghindari lingkungan yang toxic, membiasakan berdzikir, atau mendengarkan lantunan Al Qur’an yang menenangkan.

  1. Tidur Cukup dan Berkualitas

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk kadar kolesterol. Saat tidur, tubuh berkesempatan untuk memperbaiki sel-sel yang rusak dan meregenerasi organ-organ vital, termasuk hati yang berperan penting dalam metabolisme kolesterol. Pastikan Anda mendapatkan tidur 7-8 jam setiap malam untuk menjaga kesehatan tubuh dan kadar kolesterol tetap stabil.

  1. Hindari Rokok dan Minuman Beralkohol

Selain dilarang agama, kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat merusak pembuluh darah dan mengganggu fungsi hati, sehingga meningkatkan risiko kolesterol jahat dan berbagai penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, hindari kebiasaan merokok dan jauhi untuk konsumsi minuman beralkohol untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

  1. Perbanyak Minum Air Putih

Air putih bukan hanya penting untuk menghidrasi tubuh, tetapi juga membantu melancarkan metabolisme dan membuang racun dari dalam tubuh. Pastikan Anda minum air putih minimal 8 gelas per hari untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi organ-organ vital, termasuk hati yang berperan penting dalam metabolisme kolesterol.

Dan, meskipun pada bagian paragraf ini hanya tambahan, namun ini tidak kalah penting, yaitu rutinlah memeriksakan kesehatan untuk memantau kadar kolesterol dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kadar kolesterol Anda dan mendapatkan saran yang tepat untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan menerapkan 6 kebiasaan sehat di atas, kita dapat menjaga kadar kolesterol jahat tetap stabil dan terhindar dari berbagai risiko kesehatan yang serius. Ingatlah bahwa kesehatan adalah harta yang paling berharga, rawatlah dengan baik dan nikmati hidup dengan penuh semangat.

================

Publikasi layanan edukasi kesehatan masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).

Jangan lupa follow:
Instagram: @imscenter
Facebook: @imscenter
Tik-tok: @imscenter
Web: www.imscenter.id

Klinik IMS: Jl. Bekasi Timur IV No.130, RT.5/RW.7, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410

Mengapa Kita Harus Memperjuangkan Kesempurnaan Shalat?

SALAH satu “industri” yang berkembang pesat dewasa ini adalah kuliner. Kreativitas di dalamnya luar biasa. Beragam bahan makanan diolah sedemikian rupa, baik dalam hal pemilihan dan penyiapan bahan, meracik bumbu, proses memasak, sampai teknik penyajiannya.

Maka, apa yang semula biasa-biasa saja seketika terasa sangat istimewa. Tidak terhitung lagi varian dari olahan beras, gandum, kedelai, susu, coklat, daging, ikan, sayuran, buah-buahan, dsb. Jumlah penggemarnya pun semakin meningkat, bahkan telah terbentuk komunitas-komunitas pemburu kuliner yang fanatik!

Ditinjau dari sisi tertentu, fenomena ini memperlihatkan watak dasar manusia yang gemar mencoba hal-hal baru dan terus-menerus menyempurnakan kehidupannya. Sangat tepat bila Al-Qur’an menyebut manusia – salah satunya – dengan “an-naas”, dan kata ini muncul setidaknya 240 kali.

Dalam bahasa Arab, aslinya berasal dari “nawasa”, artinya bergerak gerak dan tidak menetap pada satu kondisi dalam keadaan menjuntai ke bawah; seperti kepang/kuncir rambut atau setandan anggur yang menggantung dan bergerak-gerak ditiup angin (Lisanul ‘Arab, IX/245)

Singkatnya, ketika manusia disebut “naas”, yang ditunjuk adalah kecenderungan mereka untuk terus berubah, bergerak, tidak menetap pada satu keadaan, atau berkembang dan dinamis.

Mungkin, ini pula yang menjadi rahasia mengapa dalam Al-Qur’an istilah “naas” diperlawankan dengan “jinnah” (artinya: bangsa jin), sebab jin cenderung statis dan tidak berkembang kehidupannya. Contohnya, pada ayat terakhir surah an-Naas.

Manifestasi dari tabiat manusiawi ini sangat nyata di era kontemporer. Misalnya, setiap bulan kita dibombardir oleh kehadiran gadget elektronik terbaru yang menawarkan fitur-fitur mutakhir, dengan kemampuan yang lebih baik dibanding versi sebelumnya tetapi dengan harga yang cukup terjangkau.

Semua produk terbaru yang kita kenal pasti menghadirkan aspek-aspek penyempurna atas varian pendahulunya, seperti televisi, mobil, motor, tablet, smartphone, komputer, dan juga beragam software yang telah ditanamkan di dalamnya. Manusia memang pemburu kesempurnaan nomor wahid di alam semesta!

Kesempurnaan Shalat

Hanya saja, tabiat seperti yang disebutkan tadi sangat jarang dibawa ke dalam dunia religius. Kalau untuk urusan makanan dan kendaraan, kita terus-menerus meningkatkan citarasa maupun fiturnya; namun untuk urusan shalat kita merasa cukup dengan sekedarnya. Shalat dikerjakan dengan cepat, asal gugur kewajiban.

Shalat ditunaikan di akhir waktu, asal terbebas dari rasa bersalah. Shalat dilakukan sendirian, tidak peduli pahala berjamaah. Kalau pun berjamaah, barisannya renggang dan bengkok, dengan alasan rapatnya barisan bukan rukun shalat sehingga tanpanya shalat tetap sah. Subhanallah!

Memang, shalat cepat mungkin saja tetap sah. Dikerjakan di akhir waktu pun boleh. Ditunaikan sendirian juga benar. Barisan yang renggang dan bengkok pun tidak membuat shalat kita batal. Akan tetapi, tidak maukah kita mengejar kesempurnaan?

Mengapa kita sangat detil dan cerewet dalam urusan gadget atau rumah, tetapi kurang peduli pada masalah shalat? Mengapa kita menyukai bahkan memburu makanan-makanan yang lebih enak, meski sebenarnya berasal dari bahan yang itu-itu juga; namun enggan mengejar kondisi shalat yang lebih sempurna?

Sejenak, mari mendengarkan sabda-sabda Rasulullah junjungan kita, yang mendorong umatnya untuk mengejar kesempurnaan dalam shalat; tidak asal sah, selesai, atau gugur kewajiban.

Semoga hati kita dilunakkan untuk menerima nasihat beliau, dan bukannya membenarkan kemalasan kita dengan dalil dalil yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk itu.

Pertama, tentang barisan shalat berjamaah. Beliau bersabda, “Luruskan shaf-shaf kalian, sebab lurusnya shaf sebagian dari kesempurnaan mendirikan shalat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, dari Anas). Dalam riwayat lain: “…sebagian dari kebagusan shalat.” (Riwayat Muslim, dari Abu Hurairah).

Kedua, tentang shalat di awal waktu. Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah, “Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada awal waktunya.” Dia bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Kemudian berbakti kepada kedua orangtua.” Dia bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Ketiga, tentang menyempurnakan ruku’ dan sujud. Beliau bersabda, “Pencuri paling buruk adalah orang yang mencuri shalatnya.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa dia mencuri shalatnya?” Beliau menjawab, “Dia tidak menyempurnakan ruku’ serta sujudnya. Dan, orang yang paling pelit adalah yang pelit mengucapkan salam.” (Riwayat ath-Thabrani dalam tiga Mu’jam-nya, dari ‘Abdullah bin Mughaffal. Menurut al-Haitsami: para perawinya bisa dipercaya).

Keempat, tentang shalat berjamaah. Beliau bersabda, “Shalat berjamaah itu keutamaannya melebihi shalat sendirian dengan (kelebihan) 27 derajat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, dari ‘Abdullah bin ‘Umar). Dalam riwayat lain, “Shalat berjamaah itu lebih utama dibanding shalat kalian sendirian dengan (keutamaan) 25 bagian.” (Riwayat Muslim, dari Abu Hurairah). Riwayat semakna juga dinukil dari Abu Sa’id al-Khudriy dalam Shahih al-Bukhari.

Di sini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang memotivasi kaum muslimin untuk menyempurnakan shalatnya. Beliau tidak bicara tentang sah/batal atau syarat/rukun shalat. Semangat inilah yang mestinya kita tangkap, dan bukannya merasa cukup dengan “asal sah dan gugur kewajiban”.

Kita juga harus sadar bahwa para Ahli Fiqh memang berbicara dalam bahasa hukum. Sudah menjadi kewajiban mereka untuk menjelaskan kadar minimal sebuah ibadah yang dianggap sah, bersandarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Tetapi, dalam pelaksanaan, mestinya kita tidak cukup dengan Fiqh. Harus ditambahkan pula Adab dan Mujahadah (kesungguhan). Tanpa itu, agama ini hanya akan menjadi mainan dan senda-gurau belaka! Wallahu a’lam.

*) Ust. M. Alimin Mukhtar, penulis adalah pengasuh Yayasan Pendidikan Integral (YPI) Ar Rohmah Pondok Pesantren Hidayatullah Batu, Malang, Jawa Timur

Khitan Berkah Membawa Senyum dan Kebahagiaan di Dusun Kayu Enak

0

LUMAJANG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) berkolaborasi dengan Rumah Sakit (RS) Al-Irsyad Surabaya dan Yayasan Seribu Cinta (YSC) mengadakan khitan massal gratis bagi anak-anak di Dusun Kayu Enak, Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Ahad, 23 Dzulhijah 1445 (30/7/2024).

Tidak semua orang dapat melakukan khitan dengan mudah, dan BMH hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui kolaborasi yang membahagiakan ini.

Selain memberikan layanan khitan, kegiatan ini juga menghadirkan keceriaan bagi anak-anak dengan berbagai hadiah seperti tas sekolah, sarung, makanan, snack, bingkisan, dan uang saku.

Total kuota yang disediakan untuk khitan berkah ini mencapai 60 anak, yang semuanya merasa sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

dr. Syarwani dari RS Al-Irsyad Surabaya menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat senang bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat dan memberikan layanan kesehatan yang bermanfaat.”

Ketua Yayasan Seribu Cinta, Anna Triana, juga menambahkan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi anak-anak serta keluarga mereka.

“Terima kasih kepada BMH dan RS Al-Irsyad Surabaya atas kerjasamanya yang luar biasa,” katanya.

Imam Muslim, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, menekankan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan sosial seperti ini.

Kata Imam, kolaborasi ini menunjukkan bahwa bersama-sama, kita bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi semua pihak yang terlibat, terutama bagi anak-anak yang telah menjalani khitan,” tutup Muslim.*/Herim

Dengan Semangat Ukhuwah Cahaya Dakwah Menyinari Nusa Tenggara Barat

SUMBAWA (Hidayatullah.or.id) — Semangat dakwah terus menyala di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Para dai dengan hati yang tulus dan ikhlas, terus menebarkan cahaya Islam di tengah masyarakat.

Spirit tersebut terus disemai dalam acara Lailatul Ijtima’ sebagai rangkaian kegiatan Upgrading Anggota & Kader Hidayatullah perwakilan dari berbagai daerah ini.

Mereka adalah para pejuang dakwah yang tak kenal lelah, meski dalam keterbatasan, terus berjuang untuk merajut ukhuwah dan membangun peradaban Islam yang penuh kasih sayang.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kampus Yayasan Hifzil Qur’an Hidayatullah Sumbawa selama 2 hari ini mengangkat tema “Mengokohkan Kekuatan Jama’ah Untuk Membangun Peradaban Islam”, pada Ahad-Senin, 23-24 Dzulhijah 1445/ 30 Juni – 1 Juli 2024.

Para dai dari Pulau Lombok dan Sumbawa ini berkumpul, saling berbagi ilmu dan pengalaman, serta memperkuat semangat untuk terus berdakwah di daerah masing-masing.

Ustadz Muslihudin Mustaqim, M.Pd, selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah NTB, bersama dengan para ustadz lainnya, turut memberikan materi dan bimbingan kepada para dai.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para dai dalam menjalankan tugas mulia mereka, yaitu menyebarkan nilai-nilai Islam dan membangun peradaban yang lebih baik.

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) lembaga amil zakat yang peduli terhadap pendidikan dan dakwah, turut mendukung semangat para dai ini.

Melalui program “Upgrading Dai Hidayatullah Se-Nusa Tenggara Barat”, BMH memberikan wadah bagi para dai untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat ukhuwah di antara mereka.

BMH mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama para donatur, yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga dukungan ini menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan menjadi jalan kemudahan bagi para dai dalam menjalankan tugas dakwah di daerah,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH NTB, M. Zuhri.

Melalui BMH, Zuhri mengajak bersama-sama dukung semangat para dai dalam merajut ukhuwah dan membangun peradaban Islam yang penuh kasih sayang.

“Semoga langkah kecil ini dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan umat dan bangsa,” tuturnya.*/Herim

Impian Santriwati PPTQ Nurul Hasna Jadi Nyata, Air Mata Bahagia Warnai Wisuda

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Tawa riang bercampur tangis haru mewarnai wisuda kedua 14 santriwati Rumah Qur’an (RQ) Nurul Hasna, mitra binaan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH). Acara yang penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan doa mengundang pertolongan Allah.

Digelar di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Nurul Hasna, Arcamanik, Bandung, Jawa Barat, Ahad, 23 Dzulhijah 1445 (30/6/2024) wisuda ini bukan sekadar perayaan kelulusan, melainkan puncak perjuangan para santriwati dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Uup Saepullah, Ketua Yayasan PPTQ Nurul Hasna, mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi yang terjalin dengan BMH.

“Semoga ilmu yang telah didapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia,” katanya.

Di antara wajah-wajah berseri, Siti Nadia Fitri Yanti, salah satu wisudawati yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran, tak kuasa menahan air mata bahagia.

“Terima kasih kepada semua yang telah mendukung saya, terutama Ibu Arita Dewi dan BMH. Ini adalah mimpi yang menjadi nyata,” ucapnya lirih.

Ir. Muchdar Umar, Penasehat PPTQ Nurul Hasna yang juga meminjamkan rumahnya sebagai tempat belajar, memandang wisuda ini sebagai simbol semangat menghafal Al-Quran yang terus berkobar di lingkungan Arcamanik.

“Semoga para hafizah ini menjadi cahaya bagi bangsa dan agama,” doanya tulus.

Acara wisuda ini semakin meriah dengan penampilan pentas seni dari para santri, serta pembacaan SK Penugasan yang menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan hidup mereka.

Kehadiran para wali santri, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari amal usaha Hidayatullah se-Bandung Raya semakin menambah kehangatan suasana.

Bagi kita yang telah bekerja dan berpenghasilan, momen ini mengingatkan akan pentingnya terus belajar dan berkarya.

Semangat para santriwati ini mengajarkan bahwa impian dapat diraih dengan tekad dan dukungan dari orang-orang terdekat.

“Kisah inspiratif ini tersaji berkat kesadaran umat dalam zakat, infak dan sedekah, sehingga menjadikan kiprah BMH dapat mendorong kebaikan tetap menyala, terutama dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan Alquran,” tutup Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Barat, Yusep Suhendar.*/Herim

Hadiri Bimtek di Bali, Kadepsos DPP Hidayatullah Tekankan Penguatan Layanan Sosial

0

DENPASAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Sosial (Kadepsos) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Musliadi Raja menekankan pentingnya layanan sosial sebagai khidmat keumatan yang telah dijalankan Hidayatullah sejak awal perlangkahannya.

Karena itu, ia menegaskan khidmat Hidayatullah di bidang sosial termasuk di dalamnya program pengayoman anak melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), penyantunan janda, dan juga jaminan sosial kader (Jamsoskad) perlu selalu dikuatkan.

“Melalui LKSA ini, bahwa sejatinya tugas utama kita adalah menggairahkan panti panti yang ada di Hidayatullah. Supaya hidup dan berdaya memberikan manfaat untuk anak-anak yatim serta masyarakat secara umum,” kata Musliadi.

Hal itu disampaikan Musliadi dalan rangkaian acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Hidayatullah Bali yang digelar DPW Hidayatullah Bali selama 2 hari di Kampus Madya Hidayatullah Kota Denpasar, pada Sabtu-Ahad, 22-23 Dzulhijah 1445 (29-30/6/2024).

Pada lanjutan kegiatan tersebut secara hibrid hari ini di Denpasar, digelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan LKSA Hidayatullah seluruh Indonesia via Zoom Meeting.

Pada kesempatan tersebut, Musliadi tidak hanya menekankan pentingnya profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan penguatan tata kelola LKSA untuk memastikan pelayanan terbaik terhadap anak.

Pada kesempatan itu, Direktur Sahabat Anak Indonesia (SAI) ini juga mendorong terus ditingkatkannya kinerja dan profesionalisme yang berbasis data (database) pada pelayanan terhadap janda dan jaminan sosial kader.

Sehingga dengan kinerja dan profesionalisme yang berbasis data ini, terang dia, pelayanan terhadap janda dan penguatan program jaminan sosial kader dapat berjalan secara optimal, tetap sasaran, dan berdampak.

“Permasalahan sosial di Hidayatullah ada banyak, salah satunya adalah janda. Data janda kader di kantong saya ini banyak, bagaimana janda dalam data ini bisa diselamatkan. Serta masih banyak lagi masalah sosial lainnya,” katanya.

Di sisi lain, menurut Musliadi, Hidayatullah selama ini belum sepenuhnya memanfaatkan potensi pembiayaan dari pemerintah sebagaimana diatur dalam regulasi yang mengalokasikan anggaran pada komunitas terutama untuk penyantunan anak, termasuk pelayanan terhadap janda atau lansia.

Karena itu dia berharap LKSA Hidayatullah dan lembaga penyantunan terkait yang ada agar memanfaatkan peluang ini untuk membantu dalam menjalankan program sosial keumatan tersebut, disamping agar dana pemerintah tersebut dapat terserap dengan baik.

Musliadi menyebutkan, data dari Dinas Sosial (Dinsos) bahwa dana sosial pemerintah yang tidak terserap senilai 300 miliar. Hal ini terjadi, menurut dia, salah satunya adalah karena Hidayatullah seluruh Indonesia tidak menyerap anggaran itu.

“Sebenarnya, dengan tertib adminsitrasi dan laporan rutin yang sesuai standar saja, maka kita sudah bisa mendapatkan anggaran tersebut,” katanya.

Musliadi menyampaikan kerja kerja sosial memang tak ringan dan butuh energi lebih. Karena itu dia berharap kerja kerja sosial ini harus tegak dalam rangka meningkatkan kualitas layanan sosial terutama LKSA Hidayatullah.

Adapun mengenai Jamsoskad, hal ini juga terus dikuatkan sebagaimana amanat implementasi Pedoman Organisasi (PO) Hidayatullah tentang Jamsoskad yang mengatur bahwa ia dijalankan oleh lembaga khusus yang dibentuk oleh organsiasi.

“Lembaga khusus ini belum dibentuk. Namun demikian, program lainnya di PO Jamsoskad tetap dijalankan seperti taawun, BPJS, santunan janda kader, dan lainnya,” imbuh Musliadi.

Dalam acara bimtek ini, juga disajikan materi lainnya seperti arahan strategis agenda Pelayanan Ummat DPP Hidayatullah, validasi data Panti Hidayatullah se-Bali, penajaman pembahasan berupa sosialisasi Jamsoskad, pembahasan implementasi Ta’awun, dan paparan Atensi Yatim Piatu Kementerian Sosial RI.

Ketua DPW Hidayatullah Bali yang diwakili Suwadi selaku Ketua Departemen Organisasi DPW Hidayatullah Bali, menyampaikan bimtek ini memberikan wawasan dan pemahaman untuk membuat dan menyiapkan LKSA di DPD Hidayatullah se-Bali.

“Harapannya bahwa setelah mengikuti bimtek ini, DPD mampu mengambil manfaat yang banyak dengan memperbaiki administrasi dan data LKSA di daerah masing-masing,” tandasnya.*/Pungki Hurmadani

UPZ BPRS HIK Gandeng BMH Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Di tengah kondisi yang terus memburuk di Palestina, di mana penindasan oleh zionis Israel tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, ribuan rakyat Palestina terpaksa mengungsi dari tanah air mereka.

Menyikapi situasi tersebut, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Harta Insan Karimah (BPRS HIK) Parahyangan hadir dengan kepedulian yang mendalam untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina yang sangat membutuhkan.

Dalam langkah nyata untuk meringankan beban mereka, UPZ BPRS HIK Parahyangan menggandeng Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) yang telah lama berpengalaman dan terpercaya dalam menyalurkan bantuan langsung ke Palestina.

Kali ini, bantuan senilai Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah) disalurkan melalui BMH sebagai wujud solidaritas dan empati yang tinggi.

Penyerahan bantuan dilaksanakan bertempat di Kantor BMH Jawa Barat yang berlokasi di Jl. Terusan Jakarta No. 277, Antapani, Kota Bandung, pada hari Jumat, 21 Dzulhijah 1445 (28/6/2024).

Yosep Suhendar, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jabar, menjelaskan bahwa bantuan ini diterima langsung oleh Manajemen BMH Jawa Barat dari Ketua UPZ BPRS HIK, Danang Satriyo.

Selain memberikan bantuan untuk rakyat Palestina, UPZ BPRS HIK Parahyangan juga terbuka untuk berkolaborasi dalam berbagai program keumatan lainnya seperti dakwah dan sosial kemanusiaan.

“Ini adalah langkah awal untuk menjalin sinergi dengan Laznas Baitul Maal Hidayatullah,” ujar Danang Satriyo dengan penuh harap.

Marsono, Kepala Perwakilan BMH Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan BPRS HIK yang telah mempercayakan penyaluran bantuan kemanusiaan ini kepada BMH. “In Syaa Allah, amanah ini akan kami tunaikan sebaik-baiknya,” ungkapnya penuh keikhlasan dan komitmen.

Inilah bukti solidaritas Indonesia bagi rakyat Palestina untuk masa depan yang lebih baik. Dengan semangat kebersamaan, kita dapat terus memberikan dukungan dan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, kapan pun dan di mana pun.*/Herim