Beranda blog Halaman 219

Bagaimana Kita Membedakan Antara Ujian dan Azab?

0

UJIAN, musibah, dan kesulitan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia di dunia. Ada banyak ayat dan hadits yang menjelaskannya.

Hanya saja, ada pula banyak ayat dan hadits yang menunjukkan bahwa musibah-musibah tertentu merupakan azab dari Allah akibat kedurhakaan manusia. Lantas, bagaimana kita membedakannya?

Allah berfirman,

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah-payah.” (QS. Al-Balad: 4).

Di ayat lain, Allah juga berfirman,

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Dalam konteks lain, Allah menjelaskan bahwa azab-Nya bisa turun kontan di dunia ini. Ketika membicarakan kaum munafik, Allah berfirman:

“Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.” (QS. At-Taubah: 85).

Jadi, penampakan lahiriah suatu musibah bisa saja sama, namun hakikatnya di sisi Allah sangat berbeda. Yang satu adalah ujian yang berbuah ridha-Nya, sedang lainnya merupakan azab yang bermula dari murka-Nya.

Agar kita bisa memilahnya dengan benar, maka ada beberapa poin penting yang harus kita pahami.

Pertama, ujian diberikan sesuai level penerimanya. Allah lebih mengetahui kadar keimanan kita masing-masing, sehingga “pertanyaan” seperti apa yang dikeluarkan-Nya di “lembar soal” sudah ditakar dan diverifikasi sedemikian rupa.

Sa’ad bin Abi Waqqash pernah bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berat cobaannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi, kemudian setingkat demi setingkat (di bawahnya). Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kokoh, maka semakin hebat pula cobaannya. Jika agamanya ringkih, maka ia akan diuji sesuai kadar agamanya itu. Cobaan akan terus-menerus menimpa seorang hamba sampai ia meninggalkan hamba itu berjalan di muka bumi tanpa membawa dosa sedikit pun.” (Hadits hasan-shahih. Riwayat at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan ad-Darimi).

Dengan kata lain, ciri musibah yang merupakan ujian dari Allah adalah jika sesuai dengan kadar agama penerimanya. Maka, bila seseorang yang agamanya berantakan mendapat musibah yang sangat berat, ada kemungkinan itu merupakan azab.

Kedua, ujian adalah satu diantara sekian banyak cara Allah untuk menghapuskan dosa dari hamba-hamba yang dicintai-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seorang muslim melainkan dengan itu ada dosa yang dihapuskan darinya, bahkan melalui sebatang duri yang menusuknya.” (Riwayat Muslim, dari ‘Aisyah).

Terkadang, ada dosa-dosa kecil yang tidak disadari, terlupa, atau dianggap sepele. Hampir pasti dosa-dosa semacam ini tidak akan pernah dimintakan ampunan kepada Allah, sebab seseorang hanya minta ampun jika ia merasa bersalah dan ingat.

Maka, melalui musibah itu Allah hendak menghapuskannya dari seorang hamba tanpa ia menyadarinya. Sebaliknya, bila kehidupan seseorang dilumuri dosa-dosa besar dan ia tidak tergerak untuk bertaubat, lalu musibah datang menimpa, sangat mungkin itu merupakan azab.

Ketiga, ujian merupakan salah satu tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu disertai dengan besarnya ujian pula. Sungguh bila Allah mencintai suatu kaum, Dia pasti menguji mereka. Barangsiapa yang ridha maka baginya keridhaan (dari Allah), dan barangsiapa yang marah maka baginya kemarahan pula (dari Allah).” (Riwayat at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dari Anas. Hadits hasan).

Maka, bila seseorang diketahui banyak beramal shalih namun hidupnya diliputi aneka musibah, ketahuilah bahwa itulah cara Allah untuk membuatnya tetap dan semakin dekat kepada-Nya.

Sebaliknya, jika seseorang diketahui banyak bermaksiat dan hidupnya dilanda beragam musibah, kita sudah tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Keempat, ujian merupakan cara Allah untuk menaikkan derajat seseorang di sisi-Nya. Sudah barang tentu ujian seperti ini sangat memperhatikan kemampuan penerimanya dan demi keuntungannya pula.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Bila seorang hamba telah diketahui oleh Allah akan mencapai suatu kedudukan tertentu yang tidak akan bisa dicapai oleh amalnya, maka Allah akan mengujinya pada badannya atau hartanya atau anaknya, kemudian Allah akan membuatnya bersabar sehingga Dia akan membawanya sampai kepada kedudukan yang telah diketahui-Nya itu.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, al-Baihaqi dalam al-Kubra, Abu Ya’la, dan ath-Thabrani dalam al-Ausath dan al-Kabir. Hadits hasan li-ghairihi).

Bisa jadi seorang hamba itu dalam pandangan Allah sebenarnya layak menduduki derajat tertentu di sisi-Nya. Namun, entah karena kemalasan, keterbatasan, atau sebab-sebab lain sehingga amalnya tidak mungkin membawanya sampai ke sana.

Maka, ujian pun turun untuk “membantunya” naik pangkat secara instan. Di sini, Allah turun tangan dan tidak membiarkannya sendirian. Maka, diantara ciri musibah semacam ini adalah jika penerimanya dikaruniai kesabaran.

Sebab, entah besar atau kecil, setiap musibah sebenarnya berpotensi merontokkan pertahanan mental manusia. Alhasil, ketika seseorang diberi musibah lalu ia berputus asa, bisa jadi itu menjadi penanda azab dari-Nya.

Wahai orang-orang yang tengah dilanda musibah dan dukacita, di manakah posisi kita sekarang? Adakah yang Anda alami merupakan ujian atau azab?

Perhatikan diri kita sendiri! Semoga Allah memberi kita kebaikan di balik setiap musibah yang diberikan-Nya, sebab Dia tidak akan pernah menzhalimi siapa pun. Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

16,7 Juta Warga Suriah Butuhkan Bantuan Kemanusiaan, Tertinggi Sejak 2011

0

SURIAH (Hidayatullah.or.id) – Satu dari tiga anak yang kehilangan rumah mereka akibat gempa bumi dahsyat di Turkiye setahun yang lalu masih tinggal di tempat penampungan sementara.

Di sisi lain, anak-anak di Turkiye dan Suriah masih berjuang melawan cemas dan masalah kesehatan mental lainnya sejak musibah tersebut, seperti dilansir Save the Children dan diterjemahkan Sahabat Al Aqsha, Selasa, 25 Rajab 1445 (6/2/2024).

Dua gempa bumi besar dan rangkaian gempa susulan di Turkiye dan Suriah utara pada bulan Februari tahun lalu menewaskan lebih dari 56.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi, serta sekira 6,2 juta anak terkena dampaknya.

Di Turkiye, sekira 2,4 juta orang, termasuk 660.000 anak-anak, terpaksa meninggalkan rumah mereka ke permukiman sementara dan tinggal di tenda atau kontainer yang sempit. Setahun kemudian, lebih dari 761.000 orang, termasuk 205.000 anak-anak, masih belum dapat kembali ke rumah mereka.

Di saat pihak berwenang Turkiye terus berupaya memindahkan para pengungsi tersebut ke kawasan permukiman formal, hampir separuh (355.000) dari mereka masih berada di lokasi informal; yang seringkali berupa tenda kecil atau kontainer, beberapa di antaranya berukuran hanya 3×7 meter.

Sementara itu, di Suriah, anak-anak yang selamat dari gempa bumi menghadapi krisis ekonomi dan peningkatan konflik, yang semakin merusak sekolah dan pusat kesehatan.

Ribuan orang kini tidak memiliki akses terhadap tempat tinggal dan makanan, dan sebagian besar bantuan dari Program Pangan Dunia PBB di daerah yang terdampak gempa telah ditangguhkan.

Anak-anak juga kesulitan memproses dan mengatasi semua yang mereka alami. Pasca gempa bumi, 85% anak-anak penyandang disabilitas yang berbicara dengan mitra Save the Children di Suriah melaporkan kesulitan berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan orang lain karena pengalaman mereka saat gempa bumi.

Hampir 70% responden di lima wilayah yang dikuasai rezim diktator Suriah melaporkan kesedihan yang melanda anak-anak, dan sekira 30% di antara mereka mengatakan bahwa anak-anak mengalami mimpi buruk dan/atau kesulitan tidur, menurut Save the Children.

Di empat wilayah yang terkena dampak gempa di Turkiye, setengah dari rumah tangga yang disurvei (51%) melaporkan perubahan psikologi atau perilaku anak-anak mereka setelah gempa bumi, dengan 49% menunjukkan tanda-tanda kecemasan dan 21% menunjukkan perilaku agresif, masih menurut Save the Children.

Asli*, 9 tahun, yang tinggal di pengungsian dekat Adiyaman, Turkiye, bersama orang tuanya mengatakan: “Saya berumur 9 tahun. Saya tinggal di tenda bersama ayah dan ibu saya. Terjadi gempa bumi dan rumah kami hancur… Terkadang tenda menjadi sangat gerah atau justru sangat dingin… Oleh karena itu, ini bukan tempat tinggal yang baik. Kamar mandinya ada di luar. Saya ingin rumah kami [kembali].”

Survei yang dilakukan oleh Save the Children terhadap keluarga-keluarga yang tinggal di tempat formal maupun informal di Turkiye menemukan bahwa 60% keluarga kesulitan mendapatkan barang-barang kebersihan dasar.

Menurut PBB, masyarakat yang tinggal di satu dari empat lingkungan di kawasan informal mengatakan, mereka tidak mempunyai akses yang cukup terhadap air.

Meskipun sebagian besar keluarga pengungsi mampu menyekolahkan anak-anak mereka kembali di Turkiye, 30% orang tua kesulitan memenuhi biayanya.

Hampir 1,5 juta orang di Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun ini–45% di antaranya adalah anak-anak.

Ini berarti total 16,7 juta orang–nyaris 90% dari total populasi–kini membutuhkan bantuan, dan merupakan jumlah tertinggi sejak perang dimulai di Suriah 13 tahun lalu.

Di negeri itu, banyak anak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka, seringkali lebih dari satu kali. Ribuan orang tinggal di tenda darurat dan kamp pengungsian bersama orang tua mereka yang terus berjuang untuk menyediakan cukup makanan, air bersih, dan pakaian hangat.

Marah*, 12 tahun, yang tinggal di sebuah kamp di Suriah utara, pertama-tama mengungsi karena kekerasan, kemudian karena gempa bumi.

“Kami mengungsi karena pengeboman, peluru, dan gempa bumi. Sekolah hancur akibat gempa bumi dan pengeboman. Tidak ada cahaya, gelap (di kelas). Kami tidak dapat melihat papan tulis. Setiap kali guru menulis di atasnya, papan itu terjatuh. Itu adalah tempat yang mengerikan.”

Setelah setahun tidak bersekolah, Marah bisa mendaftar di sekolah yang didukung oleh mitra Save the Children.

“Situasinya sekarang lebih baik karena saya bisa belajar dan bermain bersama teman-teman, dan saya punya akses terhadap pendidikan. Karena gempa dan bom, saya berhenti belajar, berhenti sekolah selama hampir setahun,” ujarnya.

Rasha Muhrez, Direktur Save the Children untuk Suriah, mengatakan:

“Suriah sedang berjuang melawan krisis di atas krisis. Gempa bumi, konflik, perekonomian. Kini kita melihat semakin banyak orang yang membutuhkan bantuan. Belum ada tanda-tanda pemulihan di sini. Kami sangat membutuhkan lebih banyak dana untuk memenuhi kebutuhan anak-anak. Namun, pendanaan saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut.”

“Tahun demi tahun, kita melihat situasi kemanusiaan semakin memburuk. Kita harus memfokuskan kembali kesungguhan kita untuk mendukung mereka dan keluarga mereka guna membangun kembali apa yang telah hilang, untuk hidup damai dan aman.”

Sementara itu, Sasha Ekanayake, Direktur Save the Children untuk Turkiye, mengatakan:

“Gempa bumi mungkin tidak lagi menjadi berita utama, namun dampaknya masih terasa di Turkiye. Kami sedang dalam proses pemulihan. Namun, kenyataannya satu dari tiga anak-anak yang terkena dampak gempa masih terjebak di tenda-tenda dan kontainer kecil. Bukan hanya perumahan yang hancur, namun juga situasi berat yang terpaksa dialami anak-anak ini.”

“Save the Children bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk mendukung anak-anak agar dapat melanjutkan pendidikan mereka dan mengakses layanan dasar. Namun, kebutuhan akan hal ini masih tetap tinggi. Komunitas internasional tidak boleh melupakan Turkiye.”.[]

Majelis Ormas Islam Ajak Pilih Pemimpin dengan Pertimbangkan 5 Kriteria

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Majelis Ormas Islam (MOI) dimana Hidayatullah tergabung di dalamnya mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih. MOI mengimbau masyarakat memilih berdasarkan 5 kriteria utama pemimpin 2024.

“Ada lima kriteria pemimpin yang perlu menjadi pertimbangan umat Islam dalam memilih. Pertama, pemimpin yang akan dipilih harus Pancasilais. Yakni calon pemimpin yang menjalankan kelima nilai Pancasila,” kata Ketua Umum MOI KH. Nazar Haris, dalam keterangan tertulis yang diterima, Ahad, 23 Rajab 1445 (4/2/2024).

“Kedua, pemimpin harus jujur, amanah dan komunikatif. Ketiga, menegakkan keadilan bagi semua anak Bangsa, menciptakan rasa aman di dalam negeri dan turut serta menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas muka bumi, serta efektif mengupayakan perdamaian dunia,” tuturnya.

Keempat, lanjut dia, efisien dalam penggunaan aset negara dan fokus meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat kebanyakan.

“Kelima, memajukan pendidikan untuk menumbuhkan SDM berdaya saing tinggi yang mengangkat harkat dan martabak Bangsa Indonesia di tingkat dunia,” sambungnya.

Disebutkan, pernyataan sikap MOI ini dirumuskan dan disetujui bersama seluruh anggota MOI, yaitu Hidayatullah, Mathlaul Anwar, Al Ittihadiyah, ⁠Al Wasliyah, Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam (Persis), Syarikat Islam, ⁠Al Irsyad, Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) , Wahdah Islamiyah dan Ikatan Dai Indonesia (IKADI).*/

BMH Salurkan 1/4 Ton Beras untuk Santri Pedalaman Savanajaya Pulau Buru

0

PULAU BURU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) terus mengalirkan kebaikan melalui pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah dari para donatur.

Hal itu kembali menciptakan jejak kebaikan melalui program Sedekah Beras Santri. Program ini telah menjadi andalan BMH dalam menyentuh kehidupan santri penghafal Alquran di pesantren-pesantren binaan, yang terus berlanjut secara rutin setiap bulan.

Pada Senin, 24 Rajab 1445 (5/2/2024), BMH Maluku menyalurkan 1/4 ton beras ke Pondok Pesantren Hidayatullah Savanajaya yang terletak di Desa Savanajaya, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku.

Bantuan itu dapat memenuhi kebutuhan beras harian bagi 65 santri putra dan putri, serta 11 pengasuh pesantren.

“Alhamdulillah, hari ini kami berhasil menyalurkan 1/4 ton beras ke pondok Pesantren Hidayatullah Savanajaya. Kebutuhan beras harian santri sebanyak 15 kg untuk dikonsumsi 65 santri putra dan putri serta 11 pengasuh,” ungkap Zulkarnain, Kadiv Program dan Pendayagunaan BMH Maluku.

Penerima manfaat, Ketua Yayasan Hidayatullah Savanajaya, Ust. Muhammad Hidayatullah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.

“Kami dari pondok pesantren Hidayatullah Savanajaya mengucapkan jazakumullah khairan katsiran. Terima kasih banyak kepada dermawan yang telah memberikan beras untuk santri-santri kami. Semoga amalnya dilipatgandakan dan dimudahkan rezekinya serta dijauhkan dari marabahaya,” ucapnya

Kebaikan ini sungguh terasa begitu luar biasa bagi mereka yang menerima dan tentu saja untuk kebaikan masa depan para santri.

“Buliran beras mungkin tak seberapa bagi yang mampu, tapi jika beras tersebut dimasak dan dinikmati oleh para santri, akan menjadi semangat, tenaga, dan kekuatan dalam menuntut ilmu, tilawah Quran. Takbir dan sujudnya menjadi keberkahan bagi yang menginfakkan berasnya untuk para santri penghafal Quran, dimanapun dan kapanpun,” ungkap Zulkarnain.*/Herim

Ketua DPRD Kaltim Sampaikan Miliki Kedekatan Moral dengan Hidayatullah

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, mengatakan memiliki kedekatan tersendiri dengan Hidayatullah.

Ia mengatakan selama ini sudah memiliki kedekatan moral dan personal dengan Pondok Pesantren Hidayatullah sejak lama.

“SMA kelas dua saya sudah masuk Pondok Hidayatullah. Saya merasa berterima kasih banyak” akunya seperi dinukil laman DPRD Pemprov Kaltim.

Hal itu disampaikan Hasanuddin saat menghadiri undangan silaturrahim sekaligus meresmikan Asrama Santri Putri Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak (Gutem), Kelurahan Teritip, Balikpapan, Kamis, 29 Jumadil Akhir 1445 (11/1/2024).

Pada kesempatan itu, Hasanuddin Mas’ud mengapresiasi atas dibangunnya gedung tersebut. Ia pun tak menyangka jika acara penyambutan dirinya digelar secara meriah.

“Saya kira tadi tidak semeriah ini,” ujarnya pada saat memberikan kata sambutan.

Ia pun menjanjikan untuk turut serta memberikan sumbangsih terhadap pembangunan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, baik secara personal maupun dalam posisinya sebagai Ketua DPRD Kaltim.

“Harapannya ke depan pemerintah provinsi dan kota bisa membantu pembangunan di Pondok Pesantren Hidayatullah karena ini adalah pusat peradaban di Kalimantan Timur,” ujar politisi partai Golkar ini.

Asrama Dibangun Mandiri

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan, Ust. H. Hamzah Akbar menerangkan bahwa gedung senilai Rp 3,2 miliar yang diresmikan itu dibangun secara mandiri dan kolektif oleh para wali santri Hidayatullah Gutem.

Dia menyebutkan bangunan representatif ini terdiri dari dua lantai yang diperuntukkan sebagai asrama.

“Harapan kita semuanya jadi berkah, semuanya jadi tanda mata, jadi catatan sejarah,” ucapnya mengapresiasi peresmian tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunn gedung dimulai sejak masa pandemi Covid-19 lalu dan berlangsung sekitar 3 tahun lamanya.

“Nilainya tentu tidak sedikit untuk kerja-kerja kemandirian. Alhamdulillah bisa diresmikan hari ini,” ujar Hamzah.

Acara yang dihadiri ratusan santriwati Hidayatullah tersebut berlangsung di area putri Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gutem, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan.

Turut hadir pada kegiatan itu antara lain Pemimpin Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad, Anggota DPRD Kota Balikpapan H Subari, Camat Balikpapan Timur Mustamin, para pembimbing Hidayatullah, pengurus yayasan, dan para guru pengajar.

Secara simbolis, peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian di bawah tenda acara kemudian pengalungan surban dan penyerahan proposal Asrama Tahfizul Qur’an Bani Mas’ud serta pengguntingan pita di depan pintu masuk gedung asrama tersebut oleh Hasanuddin Mas’ud dan Ust. H. Hamzah Akbar. (ybh/hidayatullah.or.id)

Simpul Sinergi Bantu Warga Penyintas Banjir di Pekanbaru

0

PEKANBARU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersama dengan simpul sinergi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Forum Zakat (FOZ) Riau menggelar aksi kemanusiaan untuk mengunjungkan bantuan kepada warga penyintas banjir di Pekanbaru, Senin, 24 Rajab 1445 (5/1/2024).

Lebih dari 1000 warga berbondong-bondong menghadiri lokasi bakti sosial yang diadakan, dimana mereka tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berobat gratis, tetapi juga menerima bantuan paket sembako.

Kepala BMH Perwakilan Riau, M. Tauhid, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas koordinasi yang baik antara berbagai pihak.

Informasi tentang kehadiran 32 perhimpunan dokter, termasuk spesialis anak, kulit, obgyn, penyakit dalam, jiwa, jantung, THT, dan lainnya, menarik perhatian masyarakat sehingga banyak yang datang untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tersebut.

“Hampir 100 dokter dari berbagai spesialisasi turut ambil bagian dalam memberikan bantuan kepada warga penyintas banjir,” kata Tauhid.

Selain Laznas BMH dan IDI, Forum Zakat (FOZ) Riau yang terdiri dari BMH, RZ, Lazismu, dan IZI juga ikut serta dalam memberikan dukungan.

Keberadaan pemerintah, baik tingkat Kota Pekanbaru maupun Dinas Kesehatan, RT RW setempat, pemuda setempat, dan Camat Rumbai turut melengkapi keseluruhan kegiatan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, drg Sri Sadono Mulyanto M.Han, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.

“Kami dari Pemprov Riau khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Riau menyampaikan apresiasi dan terima kasih terhadap kegiatan IDI Wilayah Riau dan Cabang,” katanya, menekankan betapa pentingnya dukungan dan inisiatif dari lembaga-lembaga seperti IDI dan FOZ.

Ketua IDI Wilayah Riau, dr Marhan Effendi MH, menuturkan keberhasilan terselenggaranya kegiatan ini. Antusiasme masyarakat yang melampaui perkiraan menjadi bukti bahwa bantuan kesehatan dan sembako ini sangat dibutuhkan.

“Untungnya dokter dan juga obat-obatan sangat memadai, sehingga masyarakat bisa dilayani dengan baik,” ungkapnya.

Inisiatif bersama Laznas BMH, IDI, dan FOZ ini bukan hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga menunjukkan kebersamaan dalam membantu warga yang terdampak banjir.*/Herim

Rakerwil Mushida Jambi Perkuat Peran Muslimat untuk Membangun Peradaban Islam

0

MUARO JAMBI (Hidayatullah.or..id) — Kampus Madya Pesantren Hidayatullah Muaro Jambi menjadi saksi rangkaian kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Provinsi Jambi yang berlangsung selama 2 hari.

Acara ini resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah Jambi, Ust. Aidil Abror Rams, S.Sos.I, yang sekaligus menyampaikan pengarahan kelembagaan, Sabtu, 22 Rajab 1445 (3/2/2024).

Rakerwil Mushida Hidayatullah Jambi ini dihadiri juga Dewan Murabbiyah Wilayah (DMW) serta diikuti oleh unsur PW, dan PD Mushida se-Jambi.

Dalam arahannya, Aidil menyampaikan pesan pentingnya menguatkan peran muslimat untuk kemajuan agama dan bangsa melalui mainstream gerakan yang telah dicanangkan.

Aidil menekankan urgensi memperkuat peran muslimah dalam membangun peradaban Islam.

Ia menyampaikan keyakinan bahwa dengan memfokuskan upaya pada peran muslimah, kita dapat mencapai kemajuan agama dan bangsa secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua PW Muslimat Hidayatullah Jambi, Ustadzah Ermawati S.Pd.I, turut memberikan arahan yang bernas tentang 5 kunci sukses organisasi.

Melalui pandangannya, Ermawati menggarisbawahi pentingnya membangun mindset yang baik terhadap manhaj lembaga, serta menerapkan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH), teamwork solid, menjaga silaturrahim, dan memperkuat peran keluarga.

Kelimanya menurut Ermawati merupakan kunci sukses perjalanan organisasi untuk mencapai tujuannya. Ermawati menekankan perlunya memiliki mindset yang sehat terhadap prinsip-prinsip organisasi.

“Dengan pemahaman mendalam terhadap manhaj lembaga, setiap anggota Muslimat Hidayatullah dapat berkontribusi secara maksimal dalam mencapai tujuan bersama,” katanya.

Dia juga menekankan keutamaan pengamalan Gerakan Nawafil Hidayatullah untuk meraih keberhasilan.

Dengan bekal dan internalisasi GNH, kata Ermawati, Muslimat Hidayatullah dapat menyebarkan nilai-nilai positif Islam kepada masyarakat dan menjalin koneksi yang lebih kuat dengan komunitas sekitar.

Berikutnya, Ermawati juga menegaskan tentang pentingnya teamwork yang solid. Teamwork yang solid, jelas dia, menjadi fondasi kuat bagi kelancaran organisasi.

Ermawati menegaskan bahwa dengan bekerja sama secara efektif, anggota dapat mencapai tujuan bersama dan menghadirkan dampak positif yang lebih besar.

Lebih jauh Ermawati menguraikan perihal tradisi silaturrahim sebagai kunci sukses berikutnya. Menurutnya, silaturrahim menjadi jembatan untuk membangun kekompakan dan kebersamaan.

“Dalam suasana silaturrahim yang akrab dalam bingkai dakwah dan maslahah, Muslimat Hidayatullah Jambi diharapkan dapat mengukuhkan hubungan internal dan eksternal yang memperkuat eksistensinya,” tukasnya.

Kemudian yang tak kalah penting adalah peran keluarga dalam kesuksesan organisasi. Ustadzah Ermawati memberikan penekanan pada peran keluarga sebagai elemen krusial dalam keberhasilan organisasi.

Menurutnya, dengan dukungan penuh dari keluarga, setiap individu dapat memberikan kontribusi optimalnya dalam mencapai visi dan misi organisasi.

Sebagai wadah pertemuan rutin, Rakerwil Muslimat Hidayatullah Provinsi Jambi juga menjadi landasan untuk menerapkan strategi-strategi baru demi meningkatkan kualitas peran muslimat khususnya di Jambi.

Dengan semangat yang diinspirasi oleh arahan dari Ust. Aidil Abror Rams dan Ustadzah Ermawati, diharapkan Muslimat Hidayatullah Jambi dapat menjadi pionir dalam membangun masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk organisasi mereka sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan peradaban Islam secara luas. (ybh/hidayatullah.or.id)

Silaturrahim untuk Kemajuan Umat dan Bangsa, Sikap Politik Hidayatullah Hadapi Pemilu 2024

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dalam menghadapi helatan nasional Pemilihan Umum 2024, Hidayatullah menyatakan kedepankan politik silaturahim dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar untuk kemuliaan dan kemajuan umat, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai darut tarbiyah wa dakwah.

Karena itu, Hidayatullah harus mengambil peran dan memberi kontribusi untuk bangsa dengan memanfaatkan setiap potensi, peluang dan kesempatan yang ada di Indonesia untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.

Pemanfaatan tersebut termasuk peluang untuk melakukan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota legislatif serta pemilihan kepala daerah di tahun 2024.

“Hidayatullah mengedepankan politik silaturahim melalui kerja sama, sinergi dan kolaborasi dengan berbagai komponen umat dan bangsa dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar untuk kemuliaan dan kemajuan umat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Demikian dikutip dari Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah tentang Sikap Politik Hidayatullah Terhadap Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif Serta Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.

Surat Keputusan itu juga menyatakan bahwa dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024, implementasi politik silaturahim Hidayatullah dilaksanakan secara proporsional melalui komunikasi dan silaturahim yang intens dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang memiliki integritas dan kapabilitas serta memberikan gambaran sebagai representasi umat Islam terbesar di Indonesia.

Demikian pula dalam pemilihan legislatif dan pemilihan kepala daerah tahun 2024, Hidayatullah akan bersikap proaktif membangun komunikasi dan silaturahim dengan berbagai organisasi politik, organisasi, dan lembaga Islam untuk memperjuangkan keterpilihan anggota legislatif serta kemenangan kepala daerah dengan syarat muslim yang saleh dan berpihak kepada kepentingan Islam dan rakyat. (ybh/hidayatullah.or.id)

Solidaritas Indonesia Bergema, Donasi Palestina via Program Berbagi Kebaikan BMH Capai Rp 471 Juta

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pada tanggal 22 Rabi’ul Awal 1445 (8/10/2023), laman web program berbagikebaikan.or.id dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) membuka pintu bagi para dermawan Indonesia untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara di Gaza, Palestina.

Hingga saat ini, Senin, 24 Rajab 1445 (5/2/2024) donasi yang terkumpul mencapai angka, yakni Rp 471.148.174 dari 3.421 orang dengan hati yang tulus.

Partisipasi besar datang dari kaum Muslimin Indonesia, yang dengan penuh semangat mengirimkan bantuannya melalui Laznas BMH. Donasi bervariasi mulai dari 25 ribu hingga 5 juta Rupiah, mencerminkan kepedulian dan keberagaman masyarakat Indonesia.

Sherin Dwi Utami, salah satu donatur, menyampaikan rasa syukurnya melalui pesan WhatsApp, “Bismillah . . Izin konfirmasi sedikit rezeki untuk donasi Palestina kk.”

Ungkapan kebaikan hati seperti ini menjadi cermin dari kesadaran bersama dalam membantu sesama.

Kristi, seorang donatur lainnya, menyampaikan terima kasih kepada BMH atas bantuan dalam menyalurkan kontribusi mereka untuk saudara-saudara di Palestina. Sebuah bentuk apresiasi atas upaya nyata dalam membantu mereka yang membutuhkan.

BMH rutin memberikan laporan tertulis dan video kepada para donatur, menunjukkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan. Saat ini, BMH telah mencapai tahap ke-10 dalam proses penyaluran dana dan bantuan.

Data tambahan menggambarkan situasi sulit yang dihadapi oleh penduduk Gaza, Palestina, dengan 17 tahun blokade, tingkat pengangguran yang tinggi, dan tingginya persentase keluarga yang bergantung pada bantuan. Situasi ini semakin mendesakkan pentingnya bantuan dari berbagai pihak.

Selain menyampaikan dana, kebutuhan mendesak untuk musim dingin di Gaza juga telah diidentifikasi. Winter pack, hygiene kit, paket logistik keluarga, dan bingkisan Lebaran Palestina menjadi prioritas untuk membantu mereka menghadapi tantangan di musim dingin yang tiba.

Solidaritas yang terus berkembang ini membuktikan bahwa Indonesia peduli dan bersatu untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara di Palestina.

“Semoga bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat besar dan meringankan beban mereka di tengah situasi sulit,” terang Direktur Marketing BMH Pusat, Zainal Abidin.*/Herim

Raihan Audit Mutu 9001:2015 BMH Balikpapan Tingkatkan Kualitas Kinerja Lembaga

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) yang berkomitmen dalam pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dengan nilai-nilai syariah, telah meraih keberhasilan dalam melaksanakan audit mutu internal ISO 9001:2015.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya terus-menerus BMH untuk menjaga profesionalisme dan kualitas kerja sesuai dengan peraturan, regulasi, dan standarisasi manajemen modern. Pada tanggal 25 Januari lalu, audit mutu internal dilakukan di kantor Perwakilan BMH Kaltim di Balikpapan.

Auditor internal dari Lembaga Penjamin Mutu (LPM) BMH Pusat, Jakarta, memimpin audit tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh kepala perwakilan dan seluruh jajaran manajemen BMH Perwakilan Kaltim.

Kepala Perwakilan BMH Kaltim, M. Rofiq, menjelaskan bahwa audit mutu internal dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan performa lembaga.

“Kami melakukan audit mutu internal setiap semester, atau dua kali setahun, sementara audit mutu eksternal dilakukan setiap tahun. Agenda ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan performa lembaga secara berkelanjutan,” ujar M. Rofiq dalam keterangannya, Senin.

Kata Rofiq, tujuan utama dari audit mutu internal ini adalah untuk menelusuri implementasi prosedur mutu yang telah ditetapkan oleh lembaga.

Selain itu, audit ini bertujuan memastikan bahwa sistem manajemen yang diterapkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Rofiq, hasil audit ini tidak hanya membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang tepat, tetapi juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas lembaga.

Selain itu, audit membantu memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan kebijakan, serta mengidentifikasi risiko dan memberikan saran tindakan mitigasi.

Keberhasilan BMH Kaltim dalam audit mutu internal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjalankan amanah masyarakat dengan standar tinggi, memberikan kepercayaan kepada para donatur dan penerima manfaat.

“Dengan terus menjaga kualitas kinerja, BMH semakin menjadi pilihan yang terpercaya dalam pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah,” imbuhnya. (ybh/hidayatullah.or.id)