Beranda blog Halaman 220

Berperan dalam Perbaikan untuk Indonesia sebagai Darut Tarbiyah wa Dakwah

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah sebagai bagian dari komponen bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berkewajiban mewarnai pembangunan karakter bangsa dengan nilai-nilai Islam kaffatan linnas wa rahmatan lil’alamin di segala bidang kehidupan termasuk di bidang politik.

Karena itu, sebagai sebuah gerakan tarbiyah dan dakwah, Hidayatullah telah menempatkan Indonesia sebagai darut tarbiyah wa dakwah sehingga harus mengambil peran dan memberi kontribusi untuk bangsa dengan memanfaatkan setiap potensi, peluang dan kesempatan yang ada di Indonesia untuk kepentingan Islam dan kaum muslimin.

Demikian dikutip dari Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah tentang Sikap Politik Hidayatullah Terhadap Pemilihan Presiden Dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif Serta Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.

“Pemanfaatan tersebut termasuk peluang untuk melakukan perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, pemilihan anggota legislatif serta pemilihan kepala daerah di tahun 2024,” demikian keputusan tersebut.

SK itu juga menekankan bahwa kepentingan Islam dan kaum muslimin dalam konteks sistem politik di Indonesia hanya dapat dicapai ketika sistem politik tersebut dilandasi oleh nilai-nilai Islam yang kuat, adanya kepastian hukum, kejujuran dan keadilan.

Hal itu dapat diwujudkan apabila sebagian besar gerakan, organisasi, lembaga Islam mampu bersinergi dan berkolaborasi untuk mencerahkan, mencerdaskan dan mengarahkan umat untuk mencapai tujuan bersama.

Hidayatullah akan terus berinisiatif, mendukung dan berpartisipasi dalam setiap upaya mewujudkan kelembagaan syura umat Islam yang terdiri dari para ulama, tokoh umat, pimpinan ormas dan lembaga Islam, baik melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun kelembagaan lainnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Rangsang Minat Al Qur’an Sejak Usia Dini, SD Integral Tegal Gelar Lomba Tahfidz Juz 30

0

TEGAL (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka merangsang minat anak sejak usia dini untuk memahami, mencintai , dan menciptakan generasi muda yang dekat dengan al-Qur’an, Sekolah Dasar (SD) Integral Hidayatullah Tegal menggelar lomba tahfidz juz 30 Tingkat TK Se-Kabupaten dan Kota Tegal, Ahad, 23 Rajab 1445 (4/2/2024).

Kegiatan ini digelar di komplek SD Integral Hidayatullah Tegal yang beralamat di Jalan Jali Selatan IV, Dampyak, Kramat, Kabupaten Tegal.

Kepala SD Integral Hidayatullah Tegal, Ust. Bagas Kurniawan, mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi anak-anak khususnya jenjang TK untuk mulai memahami kemuliaan dan mengetahui tentang Al-Qur’an.

Selain itu, dengan timbulnya kecintaan kepada kitabullah, maka akan lahir kesukaan atau rasa kecintaan sejak dini untuk menjaga dengan menghafalkannya.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta anak-anak dari berbagai utusan sekolah TK Se-kabupaten dan kota Tegal.

“Alhamdulillah, sangat antusias peserta untuk mengikuti kegiatan ini,” kata Bagas yang juga aktif bergiat di organisasi Pemuda Hidayatullah Jawa Tengah ini.

Sebelum dimulainya lomba, ada beberapa penampilan dari anak-anak murid SD Integral Hidayatullah Tegal yaitu di antaranya penampilan pembacaan shalawat, menyanyikan lagu islami, dan pembacaan tilawah Al Qur’an.

“Alhamdulillah, respon dari anak-anak peserta bahkan orang tua sangat antusias dengan diadakannya kegiatan ini, banyak dari orang tua yang bangga dengan anak-anaknya yang berani ikut dan tampil di depan,” kata Bagas.

Dalam sambutannya, Bagas juga menyampaikan bahwa kegiatan ini juga salah satunya bertujuan untuk memperkenalkan sekolah dan kegiatan KBM SD Integral Hidayatullah Tegal agar semakin dikenal masyarakat. (ybh/hidayatullah.or.id)

Relawan Kemanusiaan Ungkap Beratnya Kelaparan Massal yang Dialami Warga Gaza

GAZA (Hidayatullah.or.id) – Waleed*, relawan salah satu LSM di Gaza, mengatakan situasi di Gaza utara “sangat sulit”. Sebagian warga bahkan belum mendapatkan sepotong roti selama lebih dari sebulan.

Berikut laporan terbarunya mengenai kelangkaan pangan di Gaza utara:

“Banyak yang hanya makan satu kali sehari… Tidak ada sayuran yang tersedia; Saya belum pernah melihat tomat, mentimun, atau kentang selama sekira 90 hari.“

“Kalaupun ada sesuatu yang tersedia, Anda tetap tidak mampu membelinya. Sekantong tepung, yang sebelumnya dihargai 35 shekel (150 ribu rupiah) sekarang menjadi 600 shekel (hampir 2 juta 900 ribu rupiah). Harga beras, yang dulunya 6 shekel (29 ribu rupiah) per kilo, sekarang menjadi 17 shekel (73 ribu rupiah). (Meroketnya harga) ini terjadi untuk semua item.”

“Sebaliknya, Anda harus menunggu truk bantuan di dekat tank-tank (penjajah ‘Israel’) untuk mendapatkan makanan. Setiap hari orang-orang pergi berharap mendapatkan bantuan, namun tank-tank itu menembaki mereka, yang mengakibatkan korban jiwa.”

“Secara pribadi, sejak awal perang hingga saat ini, keluarga saya belum menerima bantuan apa pun. Kami sekarang makan hanya sekali sehari dan mencukupkan diri dengan itu.”

“Truk bantuan yang mencapai wilayah utara sangat sedikit. Karena tidak ada orang yang bertanggung jawab atas proses distribusi, keadaan menjadi sangat kacau. Orang sering mencegat truk-truk ini dan langsung mengambil barang dari truk tersebut, karena mereka tahu mereka tidak akan mendapatkan apa pun jika tidak melakukannya.”

“Baru-baru ini, saya pergi mengamati pembagian bantuan. Situasinya sangat menyedihkan. Ribuan orang menunggu di tepi pantai dengan harapan truk bantuan masuk. Dan setelah menunggu berjam-jam, hanya dua truk yang masuk–untuk ribuan orang yang kelaparan.”

“Orang-orang yang berkerumun begitu padat sehingga saya menyaksikan dua orang mati lemas karena berdesak-desakan.”

“Kebanyakan orang tidak mendapatkan bantuan apa pun karena mereka tidak mau mengambil risiko pergi ke tempat-tempat yang kemungkinan besar menjadi sasaran. Atau karena mereka tidak mampu bersaing dengan begitu banyak orang yang mencoba mendapatkan bantuan.” (Sumber: Aljazeera via Sahabat Al Aqsha)

*Waleed adalah nama samaran yang digunakan untuk melindungi keselamatannya dan keluarganya. Dia berlokasi di Kota Gaza.

Laznas BMH Sukses Cetak Generasi Amil Muda Berjiwa Pejuang

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) melalui Sekolah Amil Hidayatullah sukses cetak generasi amil muda beriwa peuang. Hal itu ditandai dengan penugasan peserta Amil Leader II yang berlangsung di Pesantren Hidayatullah Depok, Kamis, 20 Rajab 1445 (1/2/2024).

Menurut Kepala Sekolah Amil BMH, Firjun Zaelani, program ini penting dan mendukung kemajuan BMH.

“Ini adalah program pelatihan yang dirancang untuk mencetak generasi amil muda yang profesional dan berjiwa pejuang. Mereka akan menjadi penguat kiprah BMH di dunia zakat, infak dan sedekah di Indonesia,” tuturnya.

Program Amil Leader II diikuti oleh 10 peserta. Dalam prosesnya mereka mesti menjalani praktik kerja lapangan selama 4 bulan, dari awal Februari hingga awal Mei 2024.

Penempatan praktik kerja lapangan meliputi berbagai wilayah di Indonesia, seperti Bogor, Lampung, Sumatera Selatan, dan Jakarta.

Sementara itu Dr Eko Muliansyah, selaku Direktur Operasional Laznas BMH mendorong amil muda antusias mengamalkan ilmu.

“Seluruh amil harus siap mengamalkan ilmu dengan sabar, tekun dan penuh dedikasi,” ucapnya.

Bagi para peserta program ini sangat strategis dalam membentuk mindset juang.

Peserta Amil Leader II, Arfan, menyampaikan kesan dan pesannya selama 4 bulan belajar di Sekolah Amil.

“Dari sini kami sangat merasakan manfaat ilmu yang disampaikan oleh guru-guru kita. Ditempatkan di satu tempat yang sama dengan berbagai karakter, latar belakang, suku, bahkan dari kampus yang berbeda yang dari STIE, Hidayatullah, UIN, STEI SEBI sampai dengan Muhammadiyah inilah yang dinamakan ukhuwah islamiah yang harus kita jalin,” ucapnya.

Pada puncak acara Nurhadiansyah, Ketua Departemen SDM Laznas BMH, membacakan hasil rangkaian surat keputusan penugasan Amil Leader II.

Para peserta akan ditempatkan di berbagai divisi di Laznas BMH, seperti Marketing, Crowdfunding, Publikasi/Markom, dan Implementator.

Acara ini ditutup dengan dokumentasi dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Hafidz, pembimbing halaqah subuh Amil Leader Angkatan II.*/Herim

Bantuan untuk Palestina BMH Disinergikan dengan Kedubes Indonesia untuk Mesir di Kairo

KAIRO (Hidayatullah.or.id) — Delegasi kemanusiaan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) telah tiba di Mesir. Di sana delegasi BMH bertemu jajaran Kedubes RI untuk Mesir di Kairo pada Kamis waktu setempat, 20 Rajab 1445 (1/2/2024).

Delegasi BMH bertemu dengan Ibu Dian Ratri Astuti selaku Koordinator Fungsi Politik, kemudian Bapak Rahmat Aming Lasim sebagai Koordinator Fungsi Pensosbud. Dan, Bapak Mochamad Khafid sebagai Perbinlu.

Tim Delegasi Kemanusiaan BMH untuk Palestina, Dhiyauddin, mengatakan Alhamdulillah upaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza Palestina tidak pernah surut, sekalipun dari 1000 truk bantuan yang siaga, perhari hanya 100 truk yang bisa masuk.

“Ini tentu berat, tetapi ini tidak menyurutkan langkah Indonesia yang BMH di dalamnya untuk terus membantu warga Palestina di Gaza,” terang Dhiyauddin.

Ibu Dian juga senang dengan kehadiran BMH ke Mesir yang baginya menandakan bangsa Indonesia semakin aktif membantu Palestina.

“Saya bangga terhadap kepedulian bangsa Indonesia untuk Palestina. Kita berharap ke depan bisa membangun rumah sakit kembali untuk Gaza,” kata Dian.

“Tentu ini butuh waktu yang memungkinkan. Sekarang kita fokus untuk mendirikan dapur umum di perbatasan untuk menyalurkan bantuan makanan,” jelasnya menambahkan.*/Herim

[Khutbah Jum’at] Merawat 4 Langkah Persatuan, Melahirkan Pemimpin Terbaik

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن. قال الله تعالى في كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Kaum muslimin jama’ah Jum’at yang sama berbahagia

Segala puji kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, atas setiap nikmat yang telah dianugerahkan.

Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, keluarganya, sahabatnya, dan segenap pengikutnya hingga hari akhir kelak.

Lebih dahulu khatib berwasiat kepada pribadi dan jamaah untuk berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dengan takwa yang sebenar-benarnya. Ibnu Masúd radhiyallahu ánhu mendefinisikan takwa antara lain:

أَنْ يُّطَاعَ فَلَا يُعْصَى، وَأَنْ يُّذْكَرَ فَلَا يُنْسَى، وَأَنْ يُّشْكَرَ فَلَا يُكْفَر

“Takwa itu ialah senantiasa taat tanpa membangkang/ bermaksiat, senantiasa berdzikir mengingat Allah SWT tanpa lalai/ lupa, dan senantiasa bersyukur tanpa ingkar/ kufur”

Jama’ah Jum’at Rahimakumullah,

Di antara beberapa nikmat yang paling agung ini ialah nikmat hidayah Islam. Nikmat diteguhkan hati kita untuk mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dan bersatu padu di bawah panji agama Islam serta terhindar dari perpecahan dan permusuhan.

Allah Subhanahu wa ta’ala telah menganugerahkan kepada kita ketentraman hidup berbangsa, rasa aman dalam hubungan bermasyarakat, di lingkungan kerja, hingga dalam lingkup terkecil di dalam keluarga.

Bagi kita yang mungkin memiliki aneka problematika pun masih dapat berkumpul, berjamaah dengan saudara-saudara kita di dalam masjid yang mulia ini.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 103:

وَٱعْتَصِمُوا بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَٱذْكُرُوا نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”

Kaum muslimin jama’ah Jum’at yang sama berbahagia

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Qur’an surah Al-Anbiya’ ayat 92-93:

إِنَّ هَٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَأَنَا۠ رَبُّكُمۡ فَٱعۡبُدُونِ وَتَقَطَّعُوٓاْ أَمۡرَهُم بَيۡنَهُمۡۖ كُلٌّ إِلَيۡنَا رَٰجِعُونَ

“Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kalian, agama yang satu, dan Aku adalah Rabb kalian, maka sembahlah Aku. Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami.”

Tadabbur makna ayat tersebut adalah, persatuan dapat tercapai dengan hanya menyembah Allah Ta’ala satu-satunya, Dzat yang Maha Esa, karena demikian itulah persatuan yang sesungguhnya, tidak menyekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu apapun.

Itulah langkah pertama untuk membangun persatuan. Dengannya, musuh-musuh Allah Ta’ala akan ketakutan melihat kaum muslimin bersatu, yang membesarkan, menyembah, dan mentauhidkan Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman tentang perkataan Nabi Yusuf ‘alaihissalam,

يَٰصَىٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ ءَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ

“Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang berpecah-pecah itu ataukah Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa?” (Qs. Yusuf: 39)

Langkah persatuan yang kedua adalah dengan cara meningkatkan rasa empati terutama antar sesama muslim, karena kita bagaikan tubuh yang satu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Orang-Orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya)” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Kaum muslimin rahimakumullah

Langkah persatuan yang ketiga adalah dengan mengembalikan seluruh perselisihan kepada al-Quran dan as-Sunnah. Allah Ta’ala berfirman,

فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Qs. An-Nisa’: 59)

Dan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa akan terjadi perselisihan yang banyak, dan beliau memberikan solusi agar selamat dari perselisihan itu yakni memegang erat sunnah beliau dan sunnah para al-Khulafa ar-Rasyidin.

قَالَ الْعِرْبَاضُ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ

“Irbadh berkata, “Suatu ketika Rasulullah ﷺ salat bersama kami, beliau lantas menghadap ke arah kami dan memberikan sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat untuk perpisahan! Lalu apa yang engkau wasiatkan kepada kami?’ Beliau mengatakan, ‘Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, senantiasa taat dan mendengar meskipun yang memerintah adalah seorang budak habsyi yang hitam. Sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku, sunnah para khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid ‘ah dan setaip bid ‘ah adalah sesat.’” (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Langkah persatuan yang keempat adalah dengan melakukan perbaikan antara saudara kaum muslimin yang saling bermusuhan. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (Qs Al-Hujurat: 10)

Sidang shalat Jum’at yang sama berbahagia

Sering sekali perbedaan di tengah-tengah umat kebanyakannya adalah perbedaan cabang (furu’) dari pokok pokok (ushul) Islam. Kita mesti berlapang dada dengan perbedaan itu, agar umat ini tetap bersatu padu. Dan, setan dan musuh-musuh Islam tidak tertawa terbahak-bahak melihat perkelahian dalam diri umat Islam itu sendiri.

Begitupun dalam konteks Indonesia saat ini. Pemilu, pesta demokrasi, perbedaan pilihan, jangan sampai menjadikan hati kita berpecah, ukhuwah berantakan, dan runtuh marwah sebagai muslim yang beriman.

Akan tetapi, kita semua berkewajiban menghadirkan pemimpin terbaik. Kita harus berikhtiar (berusaha) mencari pemimpin yang terbaik, pemimpin yang amanah, pemimpin berintegritas, pemimpin yang cinta pada rakyat, serta pemimpin yang beriman dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

خِيَارُ اَئِمَّتِكُمُ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْ نَكُمْ وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ

“Sebaik-baik pemimpin adalah orang yang kalian cintai dan mereka mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian juga mendo’akan mereka” (HR. Muslim)

Semoga Allah Ta’ala merahmati kita semua, dan menyatukan hati kita memilih pemimpin yang terbaik buat bangsa negeri kita tercinta Indonesia.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

Kapolda Sulsel Silaturahmi ke Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel, Irjen. Pol. Andi Rian Ryacudu Djajadi, S.I.K., M.H melakukan kunjungan silaturahmi ke kampus utama Pondok Pesantren Al Bayan Hidayatullah Makassar di Jl Tamalanrea Raya BTP Makassar, Selasa, 18 Rajab 1445 (30/1/2024).

Kunjungan putra asli Sulsel, Bone, tersebut diterima langsung Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Bayan Ust Dr Ir H Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar.

Dalam sambutannya, anggota DPD Sulsel tiga periode itu mengaku senang bisa bertemu langsung dengan sosok Kapolda Sulsel yang baru dua bulan bertugas tersebut.

“Masyarakat Indonesia khususnya Sulsel tentunya bangga memiliki putra daerah yang sukses dan viral karena menyelesaikan kasus Sambo. Kita doakan dan dukung untuk kelancaran amanah beliau saat ini,” ujar Ust Aziz, seperti dilansir laman Hidayatullahmakassar.id.

Kepada rombongan Kapolda yang didampingi jajaran pejabat dan perwira utama Polda Sulsel tersebut, Ust Aziz memperkenalkan dan menjelaskan tentang keberadaan Hidayatullah baik di Makassar, Sulsel, dan secara nasional.

“Pesantren Al Bayan Hidayatullah Makassar ini merupakan salah satu dari 600an pesantren Hidayatullah di 400an kabupaten/kota se-Indonesia. Di Sulsel kita juga sudah ada di semua daerah,” tambahnya

Hadir mendampingi Ust Aziz, jajaran Dewan Pembina Yayasan Al Bayan Ust Ir H Abdul Majid MA dan Ust Drs Ahkam Sumadiana MA, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nasri Bukhari MPd, Ketua Yayasan Al Bayan Ust Suwito Fatah MM, Direktur Wadi Barakah Ir Muaz Yahya dan Kadep Dakwah Al Bayan yang juga Ketua STAI Al Bayan Dr Abdul Qadir MA.

Sementara Andi Rian mengaku jika kunjungan ini sudah tertunda tiga kali, menunggu kehadiran Ust Aziz di Makassar.

“‘Saya mau diterima langsung oleh ustadz,” ucap jenderal yang sempat mondok di Pesantren IMMIM dan kuliah di Fakultas Teknologi Industri UMI tersebut.

Pertemuan berlangsung cair dan penuh nuansa kekeluargaan oleh cerita masa kecil dan penugasan Andi Rian di Kalimantan.

Terungkap pula rencana sinergi Polda Sulsel dan Al Bayan Hidayatullah untuk penanganan korban dan pengguna narkoba.

Sebelumnya RS Sayang Rakyat Pemprov Sulsel telah mempercayakan Ponpes Al Bayan sebagai pusat rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.

“Kalau dengan Pemkot Makassar kami telah bekerjasama untuk program Dakwah dan Ngaji Lorong serta tahun ini pembinaan hafidz,” tambah Ust Suwito.

Pada kesempatan kunjungan tersebut rombongan Kapolda berkesempatan meninjau pembangunan Asrama Santri Tahfizh dan menyerahkan bantuan. (rls/fir)

Berkah Panen Jagung Laznas BMH di Lahan 1 Hektar, Wakaf Produktif di Cianjur

0

CIANJUR (Hidayatullah.or.id) — Pada pagi yang sejuk seiring turunnya gerimis yang aleman, ringan dan lembut, di tampuk bulan Januari 2024, tim dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) melesat ke Kampung Baru, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, Cianjur, Jawa Barat, Rabu, 19 Rajab 1445 (31/1/2024).

Dibawah arahan langsung dari Direktur Utama, Supendi, tim yang terdiri dari 8 orang dan membawa dua kendaraan roda empat tersebut memiliki tujuan yang jelas, yakni memanen jagung di lahan wakaf produktif seluas 1 hektar.

“Total berat jagung yang berhasil dikumpulkan mencapai hampir dua ton,” terang Corcomm BMH Pusat, Imam Nawawi.

Imam menyebutkan, jagung ini tidak hanya menjadi sumber keberkahan bagi mereka yang menjalankan program bantuan nutrisi santri, tetapi juga mendukung penuh program pemberdayaan Ibu Hebat BMH.

Selain itu, manfaat dari hasil panen jagung tidak hanya dirasakan oleh penerima bantuan. Beberapa pihak lain juga dapat menikmati kenikmatan jagung yang besar, rapat, dan segar ini.

“Jagungnya enak besar dan segar banget, pagi ini saya rebus, masya Allah. Memang beda jagung yang langsung dipetik saat panen,” ungkap Ibnu Sukiman, seorang warga yang menerima bagian dari panen itu.

Imam menambahkan, program lumbung pangan BMH ini adalah bagian dari bukti nyata bagaimana zakat, infak, sedekah, dan wakaf, ketika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber keberkahan yang melimpah.

“Panen jagung bukan hanya sekadar hasil tanam, melainkan simbol kepedulian dan keberlanjutan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” sambung Imam.

Dengan cara ini, Laznas BMH tidak hanya memberikan bantuan langsung, tetapi juga merangsang pertumbuhan dan kemandirian komunitas. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa kebaikan yang dilakukan dengan tulus dan terencana dapat menghasilkan dampak positif yang jauh lebih besar. (ybh/hidayatullah.or.id)

Pra Raker Hidayatullah Batam Salurkan Bantuan di Pulau Panjang Timur

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Pembinaan masyarakat di pulau-pulau hinterland (penyangga) kota Batam kembali digalakkan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Batam.

Kali ini DPD Hidayatullah yang bersinergi dengan Yayasan Al Qalam dan PD Muslimat Hidayatullah (Mushida) Batam berkunjung ke Rumah Quran Hidayatullah (RQH) Atok Somad di pulau Panjang Timur, Batam, Ahad, 16 Rajab 1445 (28/1/2024).

Kehadiran ketua dan pengurus DPD Hidayatullah, yayasan Al Qalam dan PD Mushida Batam untuk menyalurkan amanah dari para donatur berupa insentif guru ngaji, wakaf Al-Qur’an dan bantuan pakaian layak pakai.

Hampir satu tahun kegiatan silaturahmi dan pemberian gaji guru ngaji terhenti karena terkendala dana operasional.

“Sebagai pengelola rumah Qur’an Hidayatullah kami sangat merasakan dampak atas terhentinya bantuan beberapa guru dan santri satu persatu meninggalkan tempat ngaji,” ujar Atok Somad.

Sosok yang dituakan di Pulau Panjang Timur itu berharap, DPD Hidayatullah Yayasan Al Qalam bisa terus menjalin silaturrahim dan memberikan bantuan untuk RQH khususnya bantuan untuk gaji guru-guru.

Selain agenda pembinaan dan sosial, DPD juga menggelar Pra Raker di RQH Atok Somad yang dihadiri ketua dan pengurus DPD Hidayatullah Batam.

“Alhamdulillah hari ini kami dapat bersilaturrahim dan menyalurkan bantuan ke RQH serta melaksanakan agenda Pra Raker di kediaman Atok Somad yang kami anggap sebagai orang kami yang sekian lama telah menghidupkan RQH di pulau Panjang Timur dan sekitarnya,” pungkas Ust. Dr. Mohammad Ramli, M.Pd.I, ketua DPD Hidayatullah Batam. (ybh/hio)