Beranda blog Halaman 323

Rakerwil Hidayatullah Kaltim Sambut Target IKN dan Wilayah Khusus

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Kalimantan Timur yang berlangsung di Aula Pangeran Antasari Kantor DPW Hidayatullah Kaltim, Samarinda selama 3 hari turut membahas Ibu Kota Nusantara (IKN) dan komitmen Hidayatullah benua Etam ini untuk memantapkan kiprah. Diantara ikhtiar tersebut adalah memantapkan formulasi sambut target IKN dan menjadikan Kaltim sebagai wilayah khusus.

Diketahui, pembahasan IKN terus menjadi berita di berbagai media massa. Ada yang pro dengan berbagai argumentasinya. Begitu juga ada yang kontra dengan berbagai latar belakangnya.

Terlepas dari pro dan kontra yang melingkupinya, Hidayatullah perlu ambil langkah untuk itu. Apalagi IKN sudah menjadi kebijakan yang resmi dari pemerintah.

“Langkah yang akan diambil oleh organisasi dirumuskan oleh Pokja IKN yang dibentuk oleh DPP Hidayatullah,” kata Ketua DPW Hidayatullah Kaltim Ust. H. Uswandi.

Uswandi menyampaikan bahwa Kaltim akan mendapat amanah baru untuk merealisasikan poin-poin yang dirumuskan oleh Pokja IKN. Ia juga menekankan pentingnya sukseskan Silatnas dan perjuangkan H. Naspi Arsyad dalam pemilihan anggota DPD RI.

Acara Rakerwil Hidayatullah Kaltim kali ini lebih istimewa karena dirangkai dengan Sosialisasi dari Pokja IKN dan Wilayah Khusus Kaltim, dibuka Jum’at, 13 Jumadal Akhirah 1444 H (6/1/2023).

Selain itu juga, sebagai implementasi dari target Pokja IKN. Rakerwil kali ini juga sosialisasi dan pemenangan Ustadz Naspi Arsyad sebagai Calon DPD RI dari Kalimantan Timur.

Sebagai perwakilan dari DPP, acara Rakerwil dibuka oleh Ust. Nursyamsa Hadits. Dalam kesempatan tersebut, Nursyamsa membacakan sambutan dari Ketua Umum Hidayatullah.

Peserta Rakerwil juga mendapat pencerahan dan penguatan dari Pemimpin Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad.

Pemimpin umum mengingatkan para kader untuk senantiasa menjaga ruhiyahnya. Dengan menjadikan spirit GNH sebagai karakter keseharian.

Setelah kekuatan ruhiyah dimiliki, maka perlu diikuti dengan mengasah kekuatan intelektual. Inspirasi dan gagasan akan tumbuh pada kader yang memiliki ruhiyah yang kuat dan intelektual yang matang.

Pemimpin umum juga mengingatkan bahwa Pengurus DMW merupakan Soko Guru Wilayah, yang harus memastikan bahwa Visi dan Misi Hidayatullah menjadi spirit perjuangan para kader.*/Muzayyin

Rakerwil DKI Jakarta, Ketum Pesan Jadikan Jatidiri Hidayatullah Landasan Utama

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA, membuka Rapat Kerja wilayah (Rakerwil) Hidayatullah DKI Jakarta di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Jum’at, 13 Jumadal Akhirah 1444 H (6/1/2023).

Dalam sambutannya ia menekankan bahwa gerakan-gerakan kebaikan yang sejatinya akan diupayakan Hidayatullah DKI Jakarta harus selalu berlandaskan oleh enam jati diri Hidayatullah.

“Sebagai seorang kader, terlebih utama lagi seorang pengurus, seharusnya selalu menjadikan jati diri Hidayatullah sebagai landasan utama dalam gerakan kebaikan yang kita lakukan ” jelasnya.

Adapun enam jati diri Hidayatullah itu adalah Sistematika Wahyu (SW) sebagai manhaj tarbiyah dan dakwah, Ahlus Sunnah wal Jamaah, Alharakah Al Jihadiyah Al Islamiyah, Imamah dan Jamaah, Jama’atun minal muslimin, dan sikap Wasathiyah.

Nashirul menjelaskan bahwa enam jati diri Hidayatullah telah sejatinya telah mencakupi seluruh elemen penting dalam kehidupan daru yang terkecil hingga yang terbesar.

“Jati diri Hidayatullah sejatinya telah mencakupi banyak hal yang kita perlukan sebagai spirit perjuangan gerakan kebaikan yang akan kita lakukan target yang kita usung tidaklah paragmatis maka jati diri Hidayatullah adalah landasan kuatnya,” terang Nashirul.

Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta akan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 5-6 Januari 2023 dengan mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri Organisasi dan Wawasan Menuju Terwujudnya Standarisasi Sentralisasi dan Integrasi Sistemik”.*/Amanji Kefron, Arbi Ramli

Renungan dari Tanah Merah

0

CATATAN kecil penyaluran bantuan sumur bor di Tanah Merah, Bintan bersama BMH Kepri.

Amanah-amanah dari lembaga perjuangan yang kami emban mengantarkan pada sebuah perenungan bahwa amanah adalah ujian sekaligus anugerah. Di medan tugas yang terbentang, kami mencoba mengais makna yang tersirat.

Bahwa kami bukan “hero” tetapi hanyalah sekelompok orang yang khawatir ketika matahari terbenam, umur kami berkurang tapi amal kami tidak bertambah sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu.

‎قال ابن مسعود رضي الله عنه
‎ما ندمت على شيء ندمي على يوم غربت شمسه نقص فيه أجلي ولم يزد فيه عملي

“Tidaklah aku menyesali sesuatu pada hari yang matahari tenggelam padanya melainkan berkurangnya umurku namun tidak bertambah amalanku.”

Kami hanyalah sekelompok orang yang lemah dan penuh khilaf namun berharap amal dari betis-betis kecil kami yang menyusuri kampung-kampung, kelak timbangannya lebih berat dari gunung Bintan yang menjulang.

Setiap derap langkah kami adalah usaha keras untuk menjadi bagian dari apa yang diucapkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Kami ikut bahagia ketika menyaksikan saudara-saudara kami terlepas dari kesulitan air bersih yang bertahun-tahun mereka alami. Ada resonansi kasih sayang Allah Ta’ala pada air yang mengucur ketika untuk pertamakalinya ibu-ibu di kampung ini memutar keran dengan wajah bahagia.

Dengan langkah-langkah kecil itu, kami berharap Allah Ta’ala memberikan rasa nikmat di hati kami, sebagaimana rasa nikmat yang Allah Ta’ala berikan ketika rukuk dan sujud di hadapan-Nya, ketika kami membaca ayat-ayat-Nya yang mulia, ketika bermunajat, berdzikir dan bersholawat kepada manusia agung, nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga dari ribuan kubik air yang mengucur berkat bantuan para muhsinin, ada juga bagian kami untuk menjadi saksi yang meringankan kelak di yaumul hisab, semoga dari air yang mengucur ada yang mengalir menghanyutkan dosa-dosa yang pernah kami lakukan menuju muara ampunan-Nya. Aamiin yaa Rabb.

Mujahid M. Salbu, penulis adalah pengurus DPW Hidayatullah Kepulauan Riau (Kepri)

[Khutbah Jumat] Perjalanan Menuju Takwa

PESAN utama setiap khutbah adalah ajakan untuk meningkatkan ketakwaan. Seruan takwa ini disampaikan berulang-ulang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya persoalan tersebut.

Tetapi, di sisi lain ajakan kepada takwa seringkali menjadi klise, diulang-ulang tetapi kehilangan makna. Seolah-olah ia bisa diperoleh dengan mudah, bahkan siapapun yang mengaku muslim sudah dianggap sebagai orang yang bertakwa, tanpa usaha sungguh-sungguh untuk meraihnya.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya, unduh sekarang:

Warga Tanah Merah Bahagia Sambut Fasilitas Air Bersih dari BMH Kepri

0

BINTAN (Hidayatullah.or.id) — Mengawali tahun 2023, warga kampung muslim Tanah Merah, Penagah, kecamatan Teluk Bintan, kabupaten Bintan mendapat kado istimewa berupa fasilitas air bersih; sumur bor dan terminal pengambilan air bantuan dari para muhsinin.

Pada, Rabu, (4/12) 2023, sumur bor dan terminal air bersih secara resmi diserahkan kepada warga muslim Tanah Merah, general manager BMH Kepri, uastadz Abdul Aziz menyerahkan secara simbolis kepada ketua RW 02, Nasri.

Menurut Nasri, di lingkungan RW 02 terdapat sekitar 170 KK atau 700 jiwa, untuk sumur bor ketiga ini akan dimanfaatkan sekitar 400 KK termasuk dialirkan untuk kebutuhan masjid sehingga warga tidak kesulitan lagi ketika akan berwudhu untuk menunaikan sholat lima waktu.

“Alhamdulillah, kehadiran fasilitas air bersih menjadi solusi atas problem yang selama bertahun-tahun dialami warga kampung muslim Tanah Merah, yaitu sulitnya mendapatkan air bersih, semoga bisa dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga di kampung ini,” tutur ustadz Abdul Aziz, semringah.

Pada acara serah terima, sejumlah ibu-ibu tampak antusias, sebab kehadiran fasilitas air bersih ini sudah sangat lama mereka impikan. Sumur resapan yang selama ini menjadi tumpuan tidak dapat lagi mencukupi kebutuhan warga. BMH Kepri masih akan terus menggalang bantuan untuk pembangunan fasilitas air bersih di kampung muslim Tanah Merah agar seluruh warga bisa menikmati air bersih.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan sumur bor ini, kami tak susah lagi mencari air, kadang kami ke desa sebelah pakai gerobak atau dipikul untuk dapat air bersih,” kenang ibu Nurjannah.*/Mujahid M. Salbu

Laznas BMH Bangun Shelter sebagai Hunian Sementara di Daerah Terdampak Gempa Cianjur

CIANJUR (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) tengah mengusahakan pembangunan shelter sebagai hunian sementara (huntara) bagi pengungsi warga terdampak gempa Cianjur di Kampung Pasir Gombong, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

“Saat ini satu unit shelter pas berlangsung untuk pembangunan. Dengan ukuran 6 X 18 meter, yang nantinya akan dihuni 10 KK lengkap dengan 1 dapur umum dan 2 MCK,” terang Koordinator Program Cianjur Bangkit dari BMH, Dhiyauddin, baru baru ini.

Dhiyauddin menyebutkan, total KK di Kampung Pasir Gombong adalah 180 KK. “Jadi kita masih membuka peluang masyarakat terlibat dalam pembangunan shelter ini,” katanya.

Shelter ini bersifat penting mendesak, karena sudah sebulan lamanya warga tinggal di dalam tenda-tenda darurat. Sementara musim dingin masih berlangsung.

Dengan adanya shelter, lanjut Dhiyauddin, diharapkan kesehatan warga terpelihara. Pada saat yang sama aktivitas yang memberikan kenyamanan lahir dan batin bisa dihadirkan.

Tokoh masyarakat Kampung Pasir Gombong, H. Jajang, mengatakan bahwa warga sangat berharap semua KK dapat menempati shelter, sehingga merata dan sama yang warga rasakan.

“Warga berharap semua bisa tinggal di shelter yang BMH bangun nantinya. Tetapi kami tetap bersyukur, Alhamdulillah. Berapapun nanti yang bisa warga nikmati, semoga itu menjadi berkah bagi kita semua,” ungkapnya.*/Herim

Santri Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar Gelar Doa untuk Kebaikan Bangsa dan Negara

TAKALAR (Hidayatullah.or.id) — Untaian doa untuk kebaikan bangsa dan negara bersama santri dan pengurus dilaksanakan Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah, Desa Paddinging, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, belum lama ini (30/12/2022).

Santri dan walinya bersama pengurus Ponpes hadir dalam acara ini. Turut hadir Haji Achmad Daeng Se’re tokoh masyarakat setempat bersama keluarga. Menurut Aji De’de panggilan akrab beliau, do’a penghafal Qur’an itu makbul.

“Rangkaian do’a bersama ini, selain untuk bangsa dan negara kita khususkan juga untuk bapak Panglima TNI yang baru-baru dilantik juga Bapak Kepala Staf Angkatan Laut, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas mulianya,” ucapnya seperti dilansir laman Hidayatullah Sulsel.

Sementara itu Pimpinan Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Hidayatullah Takalar Ust. Arham mengaku senang atas kehadiran Bapak Achmad Daeng Se’re di Pondok terlebih ikut bersama wali santri dan pengurus dalam doa bersama untuk kebaikan bangsa dan negara

“Senang rasanya dengan kehadiran A’jiku yang selama ini telah membersamai kita, beliau selalu memberikan dukungan juga kepercayaan dalam berbagai kegiatan syiar agama di pondok, dari dulu di awal-awal pondok tahfidz ahlul jannah ini baru dirintis dan waktu itu beliau masih menjabat sebagai wakil bupati. Beliau hadir dan menyaksikan secara langsung kegiatan di tempat yang begitu sederhana ini, hingga sekarang masih tetap membersamai kita alhamdulillah,” pungkasnya

Ada harapan dalam doa yang dipimpin langsung Pengasuh Pondok Ust. Mansur kiranya bangsa ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT, menjadi bangsa yang “Baldatun Toyyobatun Warobbun Ghafuur”.*/Mansyur

Terus Melangkah karena Allah adalah Sebaik-baik Pengatur Rencana

KETIKA menyadari betapa luas dan kokohnya hegemoni kaum kafir di seluruh dunia dewasa ini, seorang tokoh nasional berdoa di Masjidil Haram, “Ya Allah, menangkan Islam dengan caramu!”.

Beliau merasa segala daya dan kekuatan kaum muslimin seperti tiada artinya di hadapan musuh-musuhnya. Kita kalah dalam berbagai bidang, tertinggal dalam segala segi. Seolah-olah, tiada jalan lagi untuk menang. Kita bagaikan hidangan prasmanan yang dikeroyok dari segala penjuru.

Namun, beliau juga mengerti, dunia ini tidaklah berjalan begitu saja. Ada Tuhan Maha Perkasa yang mengaturnya. Dan, alhamdulillah, kita beriman kepada Tuhan itu, sedangkan mereka memusuhi-Nya. Maka, kita punya satu poin penentu, yakni dukungan Allah.

Renungkanlah, berapa banyak bayi yang disembelih Fir’aun untuk melenyapkan seorang anak yang diramalkan bakal meruntuhkan kerajaannya. Namun, Allah justru mengantar bayi itu ke pangkuan Fir’aun sendiri. Dikirimkan-Nya bayi Musa, yang terhanyut di sungai tidak diketahui siapa orangtuanya, kepada seorang wanita yang sendirian tanpa anak.

Siapa yang mengendalikan aliran Sungai Nil sehingga tidak menenggelamkan kotak (tabut) itu sebelum ditemukan? Siapa yang menjatuhkan simpati dan kasih sayang ke dalam hati istri Fir’aun sehingga bersedia mengasuhnya? Siapa yang mengendurkan kewaspadaan Fir’aun sehingga tidak mencurigai bayi yang dipungutnya? Maka, sempurnalah takdir yang telah ditetapkan, dan Allah-lah sebaik-baik pengatur rencana. (Al-Fawa’id, karya Ibnu Qayyim).

Ingatlah kata-kata Sultan Nuruddin Mahmud Zanki (w. 569 H), seorang penguasa muslim yang shalih dan gemar berjihad melawan tentara Salib. Suatu kali seorang penasehatnya berkata, “Demi Allah, jangan membahayakan diri Anda sendiri. Jika Anda tertimpa sesuatu yang tidak diinginkan di medan perang, maka tidak ada seorang muslim pun melainkan pasti terkena akibat buruknya.”

Sultan Nuruddin Mahmud Zanki menjawab, “Siapa Mahmud ini, sehingga pantas dikatakan seperti itu pada dirinya? Siapa yang telah menjaga negeri-negeri ini sebelum itu? Bukankah Dia Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain-Nya?” (Ad-Daris fi Tarikh al-Madaris, I/468-469).

Benar. Kita tidak boleh lupa: dunia ini bukan arloji; setelah selesai dibuat pabrik, ia dilepaskan berdetak sendiri. Tetapi, ada Allah yang selalu memperhatikan dan mengurusnya. Dia tidak pernah mengantuk atau tidur, dekat dengan hamba-hamba-Nya, mendengar setiap permohonan mereka, dan bahkan Dia lebih dekat dibanding urat leher mereka sendiri. Dia tidak akan diam membiarkan agama-Nya dinistakan. (Qs. ar-Rahman: 29; al-Baqarah: 186, 255; Ghafir: 19; al-An’am: 59-61; Qaaf: 16-18; ar-Ruum: 47).

Perhatikanlah, betapa rencana Allah tak tertandingi rekayasa manusia. Ketika tokoh-tokoh muslim dan para da’i diusir oleh penguasa sekuler dari negeri asalnya dan terpaksa berhijrah, atau jutaan imigran muslim memasuki Dunia Barat dengan berbagai sebab, sebenarnya sebuah sejarah baru sedang ditulis.

Disana mereka tinggal, eksis, berkembang, dan terus berdakwah. Maka, ketika para wanita kafir enggan hamil dan melahirkan karena takut kehilangan keseksian tubuhnya, di saat bersamaan jutaan generasi muslim lahir disana. Ketika para remaja Barat terjerat seks bebas, narkoba, dan terlena oleh kemewahan, di saat bersamaan remaja-remaja muslim tekun mendidik dirinya, dan optimis menatap masa depan.

Ketika gereja-gereja dijual karena ditinggalkan jemaatnya, di saat bersamaan masjid-masjid terus diperluas karena tidak sanggup lagi menampung jamaah. Tatkala jumlah pemeluk agama-agama lain menyusut, berbagai kota disana justru menyaksikan bersyahadatnya belasan sampai puluhan warga asli setiap pekan.

Bahkan, dengan nada bergurau seseorang berkata, “Ketika sebagian dari mereka mulai sadar dari kegilaannya, ternyata sebagian dari kita justru yang mulai sinting.” Bukankah sekularisasi, westernisasi, dan pemurtadan malah semakin mengganas di negeri-negeri yang mayoritas ditinggali kaum muslimin? La haula wa la quwwata illa billah.

Dalam konteks inilah Badi’uzzaman Said Nursi (ulama’ Turki penentang gigih sekularisme) berkata, “Daulat Usmaniyah – yakni: negeri-negeri Islam – adalah seorang wanita yang sedang mengandung janin Eropa yang akan lahir pada suatu hari. Sedangkan Eropa adalah seorang wanita yang sedang mengandung janin Islam yang akan lahir pada suatu hari.”

Maka, mari memusatkan diri membina umat yang ada dalam jangkauan kita, dengan segenap kesungguhan, keyakinan, dan adab yang baik. Adapun orang-orang kafir itu, biarlah Allah yang mengurusnya.

Al-Qur’an telah memproklamirkan:

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal shalih, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nuur: 55).

Ini bukan janji kampanye dalam Pemilu yang seringkali dusta, namun pernyataan Allah yang tak mungkin meleset. Maka, tidak pada tempatnya menuntut janji yang pasti ditepati.

Yang justru harus betul-betul diperhatikan adalah: sudahkah kita memenuhi syarat untuk mendapatkan janji-Nya? Sungguh, pengaturan Allah takkan pernah terkalahkan; maka bersiap-siagalah! Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Kabid Tarbiyah: Pemantapan Kualitas Personalia Percepat Laju Gerak Roda Organisasi, Perkuat Dakwah Tarbiyah

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Kabid Tarbiyah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ir. Abu A’la Abdullah, M.HI mengatakan perubahan (penyegaran) dan pemantapan kualitas personalia akan mempercepat laju gerakan roda organisasi.

“Dengan susunan personalia yang baru, diharapkan dapat mempercepat roda organisasi. Sehingga, teman-teman siap menempati tugas dan peran yang ada yaitu peran fungsional, kultural, professional. Jadi, suatu saat bisa diperankan jika bertugas di daerah lain,” kata Abu A’la Abdullah.

Hal itu disampaikan Abu A’la Abdullah dalam acara upgrading meningkatkan pelayanan kualitas mutu pendidikan dan dakwah kepada masyarakat Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok (YPPH Depok) disela rangkaian Rapat Kerja Yayasan (Rakeryas) Hidayatullah (YPPH) Depok tahun anggaran 2023, belum lama ini (17-18/12/2022).

Ketua Pembina YPPH Depok menerangkan, peralihan tugas merupakan sebagai upaya perkaderan, penyegaran, dan percepatan dalam mempersiapkan kepemimpinan dan kepengurusan di masa yang akan datang.

Peralihan tugas ini juga, kata Abu ‘Ala, diharapkan dapat memperkuat di berbagai aspek, salah satunya adalah bidang tarbiyah dan dakwah sebagai inti dari Hidayatullah.

Ia mengungkapkan, perlunya menguatkan Departemen Tarbiyyah, Departemen Dakwah dan Perkaderan dalam sebuah sinergi terprogram sebagai core business pesantren.

“Sehingga pencapaian murid dapat mencapai target dan income bertambah. Guru dan pegawai semakin sejahtera, dihormati, dan dihargai sebaik-baiknya,” paparnya.

Lebih lanjut, Abu ‘Ala menyampaikan bahwa perubahan struktural merupakan tambahan energi dan semuanya dapat bersinergi dengan pendekatan sistemik, sistematis, dan suistainable (berkelanjutan).

“Perubahan struktural di unit merupakan tambahan energi, semuanya berbenah dan maju bersama baik secara profetik (menjalani konsep-konsep, kultur manhaj dan jati diri Hidayatullah), dan profesional (sesuai sistem standar ISO, assesmen internal dan eksternal),” tuturnya.

Di akhir arahannya, Abu ‘Ala berpesan agar setiap kader dapat mendalami dan merenungi manhaj sistematika wahyu sebagai kerangka berpikir dalam berlembaga di Hidayatullah.

“Kita harus membangun konsolidasi pemikiran dengan membangun paradigma sistematika wahyu, harus terus didalami dan direnungkan oleh setiap kader di halaqah dan diskusi-diskusi, serta selalu menjalankan GNH sebagai upaya konsolidasi ruhiyah,” pungkasnya.

Kegiatan selama 2 hari itu bertempat di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, dan diikuti oleh seluruh struktur inti dari unit pendidikan, amal usaha, pengawas, dan pembina YPPH Depok.

Rakeryas tahun ini, YPPH Depok mengangkat tema “Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik untuk Peningkatan Mutu Pendidikan dan Dakwah YPPH Depok Tahap II”.

Pada kesempatan tersebut, dibacakan surat keputusan (SK) Tour of Duty (peralihan tugas), baik di tingkat pengurus maupun unit pendidikan. SK itu dibacakan oleh Anggota Pembina YPPH Depok, Ustadz Drs. Wahyu Rahman, M.M.*/Mahfudz, Dadang Kusmayadi

Suksesi Silatnas 2023, Majelis Muzakarah Hidayatullah Balikpapan Dorong Optimalkan Waktu

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Kemuliaan satu generasi ditentukan oleh keberhasilan mereka dalam memanfaatkan waktu. Baik buruknya zaman bukan karena faktor zamannya, tetapi tergantung bagaimana memaksimalkan zaman itu untuk kebaikan.

Demikian nasihat Ust. Ahmad Rifai, Ketua Majelis Muzakarah Hidayatullah Balikpapan. Di hadapan pengurus dan fungsionaris Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Gunung Tembak, ia diminta untuk memberi taushiah awal tahun 2023 di meeting room WKP, Balikpapan Kalimantan Timur, Senin, 9 Jumadal Akhirah 1444 H (02/01/2023).

Dalam taujihnya, Ustadz Rifai menyampaikan bahwa masa-masa sekarang ini setiap orang disebut punya perasaan yang sama. Yaitu sama-sama merasa waktu berlalu begitu cepat.

Bahkan seolah tanpa terasa. Eh, ternyata sudah lewat lagi masa satu tahun, dan berganti kepada tahun berikutnya.

“La taqumu as-sa’atu hatta taqaraba az-zaman,” ucapnya menirukan bunyi hadits Nabi Muhammad tentang cepatnya perjalanan waktu. Tidaklah Hari Kiamat itu tiba hingga zaman terasa berdekatan.

“Satu tahun terasa satu bulan, satu bulan terasa satu Jumat, Jumat terasa satu hari,” jelasnya panjang lebar.

Masih kaitan dengan waktu, menurut dosen senior Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah itu, Nabi Nuh Alaihi as-Salam (As) termasuk sosok panutan dalam memanfaatkan waktu secara optimal. Ia disebut al-Qur’an sebagai orang yang mengisi waktu dengan amal kebaikan.

“Inniy da’autu qaumiy lailan wa naharan, siang dan malam semua untuk berdakwah dan kebaikan,” jelasnya menceritakan sosok teladan Nabi Nuh.

Selanjutnya, kepada puluhan pengurus, dai, dan guru serta dosen yang berkumpul, Ustadz Ahmad Rifai mengingatkan tentang makna waktu yang terkadang terasa pendek tersebut.

“Bisa jadi itu disebabkan hilangnya barakah pada waktu. Banyak waktu yang dimiliki tapi tersalurkan pada hal yang tidak bermanfaat,” lanjutnya.

Seperti diketahui, seluruh warga dan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan sedang bersiap sebagai tuan rumah perhelatan Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah pada November 2023 mendatang.

Diperkirakan, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan akan kebanjiran tamu dan pengunjung hingga mencapai dua puluh ribu orang.

Untuk itu, sejak beberapa bulan belakangan, berbagai giat persiapan telah digalakkan.

Meski masih berjarak satu tahun kurang, namun banyaknya pekerjaan dan persiapan membuat para warga dan santri diimbau benar-benar bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk suksesnya acara Silatnas nanti.

“Kita semua adalah panitia dan kita semua akan bekerja keras menyambut dai-dai pejuang dakwah dari seluruh penjuru daerah,” ucap Ustadz Arfan, Ketua Panitia Pelaksana Silatnas, dalam kesempatan terpisah.*/ Abu Jaulah/MCU