Beranda blog Halaman 332

Perwakilan BMH Kepri Targetkan Perolehan 12 Milyar di Tahun 2023

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Perwakilan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan perolehan 12 milyar di tahun 2023. Target perolehan itu mengemukan pada Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BMH Perwakilan Kepulauan Riau di Kota Batam, 23-25 November 2022.

Pada gelaran kali ini diikuti juga manajemen dari gerai BMH Tanjung Pinang dan perwakilan dari amal usaha di lingkup Kepulauan Riau.

BMH Perwakilan Kepri yang baru saja meraih award pada rakernas BMH medio November lalu untuk kategori Inovasi Marketing Terbaik, menuntaskan rakerwil dengan sejumlah program penghimpunan dan penyaluran. Salah satu yang menjadi skala prioritas adalah para muallaf di pulau-pulau terpencil yang belum tersentuh bantuan.

Dalam sambutan kepala perwakilan BMH Kepri, Abdul Aziz Elhaqqy mengungkapkan bahwa potensi zakat, infaq, sedekah dan wakaf di Kepri ini sangat besar, sehingga perlu kerja keras dan maksimal untuk meningkatkan pencapaian.

“Tekad harus terus dikuatkan agar target tercapai, dan kuncinya adalah harmonisasi antar sektor dan stakeholder agar dapat meraih kesuksesan,” kata Aziz.

Rakerwil kali ini dihadiri juga pendamping BMH Kepri, Ust. Darmansyah dan utusan dari BMH Pusat yaitu Direktur Marketing, Tri Winarno, untuk melakukan pendampingan selama rakerwil.

Selain melakukan supervisi Winarno juga berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait strategi marketing kepada jajaran manajemen dan staf amil BMH Kepri.

“Apa yang sudah kita azamkan di Rakerwil ini hendaknya menjadi komitmen bersama, satu hal yang perlu diyakini bahwa rezeki itu tidak selamanya bersumber dari tempat kita berusaha, sebagaimana air zam-zam tidak keluar di tempat sa’i tetapi justru di hijr Ismail, sehingga yang perlu dilakukan adalah terus berikhtiar menunaikan apa yang sudah disepakati,” tutur pria asal Jawa Tengah ini.

Sementara itu, Ust. Darmansyah sebagai pendamping pada acara penutupan berpesan agar jajaran manajemen dan staf amil senantiasa berjuang dengan pendekatan profesionalisme dan profetik, selain mengetuk pintu-pintu kebaikan di bumi hendaknya juga mengetuk pintu-pintu langit dengan melazimkan ibadah nawafil.*/Mujahid M. Salbu

Semarak Halaqah Kubra Hidayatullah Sulbar untuk Kuatkan Stamina Dakwah

0

POLMAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat (Sulbar) baru saja menuntaskan agenda silaturrahim dai bertajuk Halaqah Kubra mengangkat tema “Urgensi Halaqah dalam Tarbiyah dan Dakwah” digelar di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Basseang, Jalan Poros Pinrang-Polman, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar, Sabtu-Ahad, 25-26 Rabiul Akhir 1444 (19-20/11/2022).

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Mardhatillah, dalam keterangannya mengatakan agenda ini merupakan momentum istimewa untuk menginjeksi stamina para kader dai dalam menyambut seruan dakwah dan tarbiyah umat.

“Selain bersilaturrahim untuk mengkonsolidasi gerakan kesempatan ini diharapkan juga menjadi semacam recharge agar stamina dan kebugaran tetap terjaga. Karena kerja kerja dakwah ini memang butuh nafas panjang,” kata Mardhatillah.

Mengutip salah satu misi Hidayatullah, Mardhatillah menegaskan bahwa melahirkan kader yang berkualitas memang memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.

“Membangun komunitas unggul tidak hanya puas dengan keberhasilan pribadi dan keluarga, tetapi dia dipersiapkan untuk bisa ekspansi bukan hanya secara regional dan nasional, tetapi juga komunitas unggul dipersiapkan untuk bisa go-internasional,” katanya.

Mardhatillah menyatakan bahwa sami’na wa atha’na itu memang sangat berat bagi orang-orang yang tidak mempunyai imam dan keyakinan. Sehingga bagi para kader harus dimodali dengan keberadaan konsep dan aplikasi dengan pola sistematika wahyu.

Kemudian, sambungna, bahwa ketaatan juga harus berada dalam bingkai jamaah dan kepemimpinan yang terstruktur tanpa menafikan kultural.

“Tantangan yang kita hadapi sekarang tidak ada artinya jika dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi oleh para pejuang pendahulu kita,” tutupnya.

Halaqah Kubra kali ini lebih semarak dibandingkan kegiatan yang serupa sebelumnya, sebab, selain dihadiri para kader, juga hadir menyemarakkan ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Nasri Bohari, bersama jajarannya.

Selain itu juga dihadiri ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah Ust. Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I serta Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sulawesi Barat Ust. Drs. Muhammad Na’im Thahir.

Halaqah kubra yang diikuti oleh kader sekitar 80 orang ini juga dimeriahkan dengan kompetisi futsal memperebutkan kembali piala bergilir DPW Hidayatullah Sulbar Cup 2.

Tampil sebagai pemenang adalah tim futsal DPD Pasangkayu yang menumbangkan tim futsal Halaqah Mamuju 3 yang harus puas sebagai runner up dengan skor 5-2. Sedangkan juara 3 adalah tuan rumah DPD Hidayatullah Polman dan juara harapan 1 adalah DPD Hidayatullah Mamuju Tengah.

Tim Futsal DPD Hidayatullah Pasangkayu merebut piala bergilir DPW Hidayatullah Sulawesi Barat Cup 2 yang sebelumnya dipegang oleh Tim Futsal Halaqah Wustha Mamuju 2.

Halaqah kubra yang merupakan program rutin dua kali setahun pada Departemen Perkaderan DPW Hidayatullah Sulawesi Barat.

Lewat tangan dingin ketuanya, Najamuddin, program halaqah kubra berjalan lancar dan sukses yang dimotori oleh Ketua panitia lokal Ketua DPD Hidayatullah Polewali Mandar, Muhammad Taufik Malik.*/Bashori, Massiara

Kapolda Papua Barat Berikan Motivasi Santri Hidayatullah Manokwari agar Raih Sukses

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Manokwari, Rabu, 29 Rabbiul Akhir 1444 (23/11/2022). Selain memotivasi anak didik dan tenaga pendidik agar raih kesuksesan, juga ada penyerahan tali asih.

“Tanpa belajar yang kuat, tanpa belajar yang luar biasa, kita tidak akan bisa menjadi sukses. Tidak ada orang yang sukses tanpa belajar,” kata Daniel.

Daniel menyerukan agar para santri belajar dengan tekun untuk mencapai impian dan cita-cita di masa depan.

“Jangan pernah berhenti berbuat baik karena cerita tidak berhenti sampai di situ. Jangan pandang kondisi kita saat ini. Dunia akan mengubahnya. Kita tidak tahu keadaan kita di masa depan,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan untuk selalu mencintai perbedaan di antara umat beragama.

“Kalau kamu membenci orang yang berbeda dengan kamu atau kalau kamu membenci orang yang berbeda agama dengan kamu, berarti kamu tidak menuhankan Allah subhanahu wa ta’ala Tuhan Yang Maha Kuasa, kamu sedang mempertuhankan agamamu,” tuturnya seperti dilansir Linkpapua.

Selain itu, Daniel menyampaikan pesannya kepada ustaz dan ustazah sebagai pengurus dan tenaga pendidik ponpes.

“Lakukan yang terbaik untuk anak-anak ini karena mereka adalah aset bangsa. Ajarilah mereka dengan baik, ajarilah mereka dengan sepenuh hati. Biarlah mereka bertumbuh dan berkembang menjadi anak yang luar biasa yang akan menggantikan orang-orang sukses, yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin saat ini,” ucapnya.

Dalam kunjungan ini, Daniel juga melaksanakan penyerahan tali asih sebanyak 100 bingkisan sembako. (lpc/mft)

[Khutbah Jumat] Pedagang Jujur Mendapat Derajat Tinggi Bersama Nabi

0

SEBAGAI makhluk sosial, kita melakukan berbagai aktifitas muamalah dalam rangka mencari nafkah, dan ini adalah bagian dari Ibadah. Allah SWT mengajarkan kita agar dalam proses bermuamalah, tidak dilakukan dengan melanggar syariah. Karena muamalah yang melanggar syariah pasti akan berdampak kezaliman baik langsung maupun tidak langsung. Dan kedzaliman telah diharamkan oleh Allah SWT.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya, unduh sekarang:

Bupati Hadiri Pembukaan Daurah Marhalah Ula di Karimun

0

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Muslimat Hidayatullah Kabupaten Tanjungbalai Karimun menggelar Daurah Marhalah Ula (DMU) yanh diikuti 30 kader Hidayatullah selama dua hari, 18-19 November 2022 di Masjid Kampus Hidayatullah Karimun.

Bupati Tanjungbalai Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si berkenan hadir membuka acara, dalam sambutannya ia berpesan agar para peserta sungguh-sungguh dalam mengikuti daurah karena kegiatan ini bagian dari peningkatan kualitas sumber daya insani.

Materi daurah dibawakan oleh instruktur dari Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Kepulauan Riau yaitu Ust. Muhammad Hasan, Ust. Sumarno, Ust. Darmansyah, Ust. Khumeydi dan Ust. Rahmat Ilahi Hadis dan Ketua Dewan Murabbi Wilayah Mushida Kepri Ustazah Elizar.

“Ini merupakan wujud komitmen kita dalam ber-Hidayatullah, apa didapatkan dari para pemateri bukan saja sekadar menjadi tambahan ilmu tapi hendaknya diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar ketua DPW Hidayatullah Kepri, Darmnasyah.

Hal senada disampaikan Ketua DPD Hidayatullah Tanjungbalai Karimun, Ust. Husein, berharap para peserta mampu menyerap Ilmu dan spirit dari para pemateri sebagail bekal dalam perjuangan.

Para peserta menyambut antusias kegiatan daurah ini seperti disampaikan salah seorang peserta, Nabila Rahmadani, mahasiswi STIT Mumtaz, yang menuturkan, bahwa materi-materi yang disampaikan para instruktur mampu membangun kesadaran kami sebagai generasi muda bahwa masih banyak tugas-tugas keummatan yang harus kami tunaikan.*/Mujahid M. Salbu

Intensif Gelar Upgrading Kapasitas Dai untuk Kuatkan Kiprah di Kaltim

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur (Timur) intensif menggelar upgrading untuk meningkatkan kapasitas mutu dan kualitas dai dalam rangka menguatkan kiprah di kawasan. Tahun ini Kaltim telah menggelar berbagai agenda penguatan kader, termasuk diantarannya digelar di tingkat provinsi sebanyak 3 kali.

“Ini salah satu upaya kami di Kaltim menguatkan mainstream gerakan Hidayatullah untuk menguatkan dakwah dengan menjumpai umat di berbagai titik simpul sinergi,” kata Ketua DPW Hidayatullah Kaltim, Ust. H. Uswandi dalam keterangannya usai pembukaan gelaran Daurah Marhalah Wustha (DMW) ke-3 di Aula Pangeran Antasari Kantor DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Samarinda, Kaltim.

Uswandi menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap para instruktur yang bersemangat untuk mentranformasikan nilai-nilai manhaj kepada para kader Kaltim dalam acara DMW yang berlangsung menjadi sebelas sesi oleh beberapa instruktur nasional.

Hal senada diungkapkan Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah, Ust. H. Muhammad Sholeh Usman, M.Kom, menyampaikan bahwa DMW adalah salah satu tahapan terpenting dalam pengkaderan di Hidayatullah.

“Di dalamnya dipaparkan secara mendalam atidiri Hidayatullah,” kata Sholeh seraya mengapresiasi DPW Hidayatullah Kaltim yang sukses melaksanakan sejumlah gelaran upgrading termasuk 3 kali kegiatan DMW tingkat Provinsi tahun ini.

“Kaltim adalah wilayah dengan hubungan DMW dan DPW yang paling harmonis,” tukas Sholeh semringah.

DMW yang bertemakan “Meneguhkan Jati diri Kader Menuju Sukses Tarbiyah dan Dakwah” ini berlangsung selama 4 hari yang dihadiri juga oleh Ust. Muhammad Tang selaku ketua Dewan Murabbi Wilayah Kalimantan Timur.

Tang menyambut positif kegiatan ini. Tang berpesan peserta hendaknya menyerap seluruh materi yang akan disampaikan oleh para instruktur.

Acara ini diikuti oleh 46 peserta. Mereka semua adalah kader-kader yang telah mengemban amanah di tempat tugasnya masing-masing.*/Muzayyin

Laznas BMH-BRILiaN Serahkan Motor Dakwah untuk Dai di Papua

0

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH bersama BRILiaN sinergi dalam program penguatan dakwah tapal batas dengan menyerahkan bantuan berupa motor dakwah untuk dai tangguh di Jayapura, Papua, Selasa, 28 Rabbiul Akhir 1444 (22/11/2022).

“Alhamdulillah Laznas BMH dan BRILiaN akhirnya sukses dalam sinergi program dakwah berupa bantuan motor untuk dai yang bertugas di tapal batas Indonesia. Motor ini diserahkan kepada Ustadz Afendi yang telah tugas malang melintang di Papua,” terang Sekretaris Lembaga BMH Pusat, Dr. Eko Muliansyah, SE, MM di Jayapura.

Usai menerima bantuan motor dakwah tersebut, Ustadz Afendi sempat sedikit berbagi kisah.

“Jadi pertama ke Jayapura ini, saya mendapat tugas dakwah cukup jauh dari kota. Jaraknya kurang lebih 350 Km. Istri sempat takut dan karena itu tidak mau ikut tugas dakwah. Saya berdoa siang malam, akhirnya istri mau ikut ke tempat tugas sampai sekarang di Kabupaten Sarmi,” ungkap Ustadz Afendi.

Lika-liku dakwah Ustadz Afendi sudah sangat penuh warna. Bahkan ia pernah didatangi oleh para suku pemangku hak ulayat tanah. Mereka mengatakan bahwa kalau mau buat pesantren harus membayar Rp. 4,5 miliar.

“Alhamdulillah izin Allah, para suku sekarang jadi orang yang mendukung pesantren,” imbuh Ustadz Afendi bahagia.

Hadirnya bantuan motor dakwah ini memudahkan Ustadz Afendi dalam berdakwah. Tahun ini kala mendapat amanah khutbah Idul Adha, pria murah senyum itu dapat amanah khutbah di daerah yang jauh, tidak kurang dari 300 kilo meter, pulang pergi.

“Semua kami layani, karena situasi pelosok memang seperti ini,” imbuhnya.

“Semoga bantuan motor dakwah untuk dai tangguh Laznas BMH ini mendorong produktivitas dakwah dan efisiensi dakwah dalam membina masyarakat,” ungkap Seklem BMH Pusat lebih lanjut.

Sinergi Laznas BMH dan BRILiaN dalam program motor dakwah ini tersebar di 18 Provinsi dengan jumlah total motor sebanyak 34 unit, yang terdiri dari motor bebek, matic dan cross.*/Herim

Kirim Bantuan, BMH – SAR Hidayatullah Tembus Lokasi Terdampak Gempa Cianjur

CIANJUR (Hidayatullah.or.id) — Tim Laznas BMH-SAR Hidayatullah dan Islamic Medical Service (IMS) akhirnya berhasil menembus daerah terdampak gempa Cianjur, Jawa Barat. Sebelumnya, tim relawan telah meninggalkan Depok pukul 17.30. Namun hingga menjelang pergantian hari alias pukul 23.29 WIB (21/11/2022), tim baru bisa tembus Kota Cianjur.

“Beberapa titik dalam perjalanan terkena longsor yang memerlukan waktu cukup lama penanganan, meski telah dikerahkan alat berat untuk memfungsikan kembali jalan secara normal. Satu titik longsor bahkan menutup jalan sampai 300 meter,” terang Korlap SAR Hidayatullah Pusat, Tafdhilul Umam, dari lokasi.

Artinya hingga sekarang tim masih berada di titik jalan utama menuju lokasi, belum benar-benar tiba ke lokasi terdampak gempa itu sendiri.

Hingga berita ini diturunkan, Tim Laznas BMH-SAR Hidayatullah masih berada di Masjid Al-Umm untuk istirahat persiapan shalat shubuh untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan.

“Kami di Masjid Al-Umm di Kampung gunung Lanjung, Desa Cijedil, Cianjur, tidak terlalu jauh dari Jalan Raya Cipanas,” imbuh Tafdhil.

Tim Laznas BMH-SAR Hidayatullah dari Bandung juga telah berada di Kota Cianjur. Namun perjalanan masih butuh kesabaran, mengingat titik longsor dikabarkan cukup banyak.

“Mohon doanya tim dapat tembus ke lokasi agar amanah kebaikan para donatur dan muzakki dapat segera kami tunaikan,” ungkap Korlap SAR Hidayatullah Jawa Barat, Suhendar.

Tim simpul sinergi Hidayatullah Peduli ini melakukan asesmen lokasi dan sekaligus mengantarkan bantuan logistik awal yang mendesak dibutuhkan bagi korban terdampak gempa.

Pendirian posko masih dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPT) dan Basarnas. Suhendar menambahkan, tim akan bertahan sampai diumumkan selesainya tanggap darurat oleh otoritas terkait.*/Herim

Perumpamaan Iman dan Meneguhkan Keikhlasan

0

BANYAK istilah kunci dalam Islam yang bersifat abstrak, seperti iman, takwa, ihsan, dsb, sehingga agak sukar dipahami. Maka, Allah dan Rasul-Nya terkadang menggunakan perumpamaan untuk menjelaskannya. Contohnya, ketika menjelaskan kemusyrikan, Al-Qur’an menyajikan “perumpamaan sarang laba-laba”. Seperti rumah laba-laba yang tidak bisa melindungi pemiliknya dari hujan maupun panas, maka tuhan-tuhan selain Allah pun sebenarnya tidak bisa memberi manfaat apa-apa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga sering membuat perumpamaan. Ada banyak contohnya, seperti perumpamaan shalat 5 waktu dengan sebuah sungai yang mengalir di depan rumah seseorang. Demikian pula para ulama’. Salah satu perumpamaan yang mereka buat berkaitan dengan iman.

Sebagaimana dimaklumi, iman merupakan hakikat abstrak di dalam hati manusia. Kita tidak bisa melihat bentuknya, dan hanya dapat merasakan gejala-gejalanya.

Kali ini kita akan menyimak “perumpamaan iman” yang disajikan oleh Syarafuddin Abun Naja Musa bin Ahmad bin Musa al-Hajjawi al-Maqdisi, seorang faqih yang wafat tahun 968 H.

Sebagaimana diceritakan as-Safariniy dalam kitab Ghidza’ul Albab, al-Hajjawi berkata, “Ada dikatakan: bahwa perumpamaan iman adalah bagaikan sebuah negeri yang memiliki lima lapis benteng. Lapisan pertama dari emas, kedua dari perak, ketiga dari besi, keempat dari ubin, dan kelima dari batu bata. Selama penghuni benteng itu senantiasa memperhatikan lapisan benteng batu bata, maka musuh tidak akan berharap bisa menguasai lapisan yang kedua. Jika mereka menelantarkannya, musuh pun berharap kepada lapisan yang kedua, kemudian yang ketiga, sampai akhirnya seluruh benteng itu roboh. Demikian pula iman itu berada dalam lima lapis benteng, yaitu keyakinan, kemudian keikhlasan, kemudian melaksanakan yang fardhu-fardhu, kemudian melaksanakan yang sunnah-sunnah, kemudian memelihara adab-adab. Maka, selama adab-adab masih dipelihara dan diperhatikan baik-baik, syetan tidak akan berharap untuk bisa menguasainya. Namun, bila adab-adab telah ditinggalkan, syetan pun berharap terhadap yang sunnah-sunnah, kemudian yang fardhu-fardhu, kemudian keikhlasan, kemudian keyakinan.”

Demikianlah iman di dalam hati manusia. Sebagaimana lazimnya barang yang sangat berharga, mestinya ia dipelihara dalam sistem perlindungan berlapis-lapis. Alasannya jelas: agar ia tidak lenyap dicuri maling, atau rusak oleh berbagai sebab yang tidak diinginkan.

Menurut beliau, inti iman adalah keyakinan. Ketika ia lenyap dari hati, maka sebenarnya sudah tidak ada lagi iman disana. Para Sahabat pun memahaminya demikian, yang didasarkan sabda Baginda Nabi sendiri.

Diceritakan bahwa suatu ketika Abu Bakar ash-Shiddiq naik mimbar, lalu menangis. Beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri diatas mimbar pada tahun pertama (yakni: setelah hijrah), lalu menangis. Beliau bersabda: ‘Mohonlah kalian permaafan dan keselamatan dari Allah. Sungguh tidak seorang pun yang diberi sesuatu yang lebih baik – setelah ia diberi keyakinan – dibanding keselamatan.” (Riwayat Tirmidzi. Hadits hasan-shahih). Yang dimaksud “keyakinan” disini adalah iman, sebagaimana dikatakan oleh penyusun kitab Tuhfatul Ahwadzi.

Maka, inti iman ini harus senantiasa dijaga dengan memperhatikan lapisan-lapisan bentengnya secara seksama. Jika diperhatikan, adab sebagai lapisan terluar mencakup adab lahir dan batin, sehingga – dalam banyak hal – akan menyentuh aspek-aspek yang dapat diobservasi panca indra. Kita diajari adab-adab pribadi seperti makan, minum, tidur, masuk-keluar kamar mandi, dsb.

Kita juga diminta menerapkan adab-adab bergaul seperti berwajah cerah, mengucap salam, menahan pandangan, tidak berduaan dengan non-muhrim, dll. Pendek kata, Islam mengajari kita beradab pada seluruh aspek kehidupan. Sekarang kita baru mengerti mengapa demikian. Rupa-rupanya, adab adalah benteng iman yang paling luar.

Dengan kata lain, ketika Rasulullah menyuruh kita menerapkan adab-adab, beliau sebenarnya sedang mengajari kita bagaimana menjaga iman, dan itu dimulai dari titik terluar yang – bagi mayoritas orang – terkesan tidak ada hubungannya.

Demikian pula halnya amalan-amalan sunnah dan fardhu, yakni benteng kedua dan ketiga. Ketika adab ditinggalkan, syetan pasti menyerang lapisan berikutnya. Maka, dihembuskanlah kelalaian mengerjakan amalan sunnah ke dalam jiwa kita. Ketika rayuan ini telah menancap, maka hidup kita akan kosong dari amalan sunnah. Nyaris kita hanya menjaga yang fardhu-fardhu.

Jika demikian, maka syetan semakin mudah menggelincirkan kita. Sebagai misal, shalat lima waktu adalah fardhu, tetapi menunaikannya dengan berjamaah di masjid adalah sunnah. Jika kita merasa cukup dengan shalat sendirian di rumah, dan tidak terbetik keinginan untuk berjamaah di masjid, syetan akan bersorak gembira. Sebentar lagi kita juga akan meremehkan shalat fardhu itu. Mungkin kita akan menunda-nundanya sampai terlewat waktunya, atau mengerjakannya dengan buru-buru dan tidak khusyu’.

Jika sudah demikian, tinggal satu lapisan lagi, yaitu keikhlasan. Karena keikhlasan berarti memurnikan amal hanya untuk Allah, maka kebalikannya adalah “menduakan Allah” alias syirik. Mungkin saja kita tetap beramal, tetapi riya’ (pamer), dan ini syirik kecil. Bagaimana jika kita dilalaikan syetan sehingga menerjang syirik besar? Na’udzu billah.

Jika kemusyrikan tumbuh di hati, maka sia-sialah iman. Sungguh benar sabda Rasulullah yang diceritakan Abu Bakar diatas, bahwa tiada yang lebih berharga setelah iman selain keselamatan. Dan, keselamatan itu harus kita usahakan sendiri semaksimal mungkin, disertai selalu memohon ma’unah Allah. Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Teguh Berkhidmat, DPD Hidayatullah Kabupaten Kudus Kukuhkan 5 DPC

0

KUDUS (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka meneguhkan pengabdian seraya meluaskan kiprah berkhidmat pada umat, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kabupaten Kudus melakukan pengembangan jaringan dakwah dengan mengukuhkan 5 Dewan Pengurus Cabang (DPC) di kota yang asal namanya berasal dari spirit Baitul Maqdis ini.

Ketua DPD Hidayatullah Kudus, Ust. Haniefan secara resmi mengukuhkan 5 Dewan Pengurus Cabang Hidayatullah di Kabupaten Kudus itu belum lama ini, pada Sabtu, 25 Rabiul Akhir 1444 (19/11/2022).

Adapun kelima Dewan Pengurus Cabang itu adalah DPC Kecamatan Gebog, DPC Kecamatan Kaliwungu, DPC Kecamatan Bae, DPC Kecamatan Jekulo, dan DPC Kecamatan Jati.

Dalam sambutannya, Ketua DPD Hidayatullah Kudus, Haniefan, mengatakan kehadiran Hidayatullah tak lain dan tak bukan adalah untuk berdakwah menebarkan risalah Islam yang agung dengan menjunjung tinggi akhlak mulia, merekatkan ukhuwah, silaturrahim terjaga, dan senantiasa menghidupkan gerakan nawafil Hidayatullah sebagai ‘azimat’ meraih keberkahan.

Oleh sebab itu, terang dia, Hidayatullah dimanapun termasuk di Kudus hendaknya tak henti melakukan fungsi pelayanan umat dengan niatan yang tulus ikhlas semata untuk mendapatkan ridha dari Allah Subhanahu Wata’ala.

“Harapannya organisasi di tingkat cabang atau DPC dapat menjalankan dakwah dan tarbiyah yang merupakan mainstreem gerakan Hidayatullah secara nasional,” harap Haniefan menandaskan.

Pengukuhan pengurus DPC Hidayatullah ini digelar di Ruang Aula Kampus Putri SMP/SMK Luqman al Hakim Kudus. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pengurus DPW Hidayatullah Jawa Tengah, pengurus DPD Hidayatullah Kudus dan kader Hidayatullah se-Kabupaten Kudus.*/Ridlon