Beranda blog Halaman 332

Ketua Grand MBA beri Kuliah Umum di Sekolah Daiyah Hidayatullah Bone

0

BONE (Hidayatullah.or.id) — Ketua Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al Quran (Grand MBA) Pusat menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Umum di Aula Sekolah Daiyah Hidayatullah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu, 8 Rabbiul Akhir 1444 (2/11/2022).

Narasumer dalam materinya memaparkan perihal keutamaan dan kemuliaan menjadi guru. Bahkan Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam adalah seorang pendidik. Oleh sebab itu, menjadi guru berarti meneladani kehidupan Nabi.

Instrukur nasional Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al Quran juga menerangkan keutamaan, kemuliaan, dan keberkahan penjaga Al Quran. Jangankan menghafalkannya, bahkan membacanya saja akan mengalirkan pahala yang besar.

Ia mengharapkan para mahasantri memiliki motivasi yang kuat untuk mengajar dan belajar Al Qur’ an dengan sistem akselerasi menggunakan metode dan materi Grand MBA.

“Grand MBA telah teruji sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dalam hal membaca dan memahami Al Qur’an serta mengajarkannya sebagai suatu metode ditengah masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan taujihnya, ia juga menekankan materinya dengan mengulas sebuah ayat dalam Al-Qur’an pada surat Al Furqon ayat 52, bahwa jihad pertama Rasulullah pertama kali adalah dengan Al-Qur’an, dengan membacakannya, mengajarkannya, memahamkannya, mentadabburinya serta mengamalkannya.*/

Lomba Logo Silatnas Diikuti 200 Lebih Peserta, 10 Karya Masuk Final

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Lomba Desain Logo Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 diikuti dengan begitu antusias oleh para peserta. Berdasarkan catatan panitia, terdapat lebih dari 200 karya yang dikirimkan oleh 200 lebih peserta.

“Alhamdulillah! Panitia mencatat lebih dari 200 karya yang dikirimkan pada perlombaan ini. Masya Allah! Karya-karya itu bagus-bagus,” ujar Ketua Media Center Panitia Silatnas Hidayatullah 2023, M A Syakur, di Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (01/11/2022).

Dari 200-an karya tersebut, dewan juri memilih 10 karya terbaik sebagai finalis. Para finalis itu pun memasuki babak final.

Pada babak final ini, ke-10 finalis dipersilakan melakukan perbaikan logo. Dewan juri memberikan feedback kepada karya-karya yang dianggap perlu perbaikan.

“Karya yang tidak diberikan feedback berarti dinilai sudah tidak perlu dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Selain itu, pada babak final, para finalis diwajibkan mengirimkan surat pernyataan keaslian logo. Hal tersebut bagian dari proses perlombaan pada babak final.

Ia mengatakan, proses mencari 10 finalis tersebut tidaklah mudah. Para juri harus bekerja keras dan telaten mempelototi ratusan karya yang nangkring di Instagram lewat tagar #Lombalogosilatnashidayatullah2023.

“Setelah bekerja keras mencari yang terbaik dari yang terbagus, Dewan Juri Lomba Desain Logo Silatnas Hidayatullah 2023 akhirnya memilih 10 karya sebagai finalis. Pemilihan karya ini berdasarkan berbagai pertimbangan dan penilaian sesuai syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan pada perlombaan ini,” jelas M A Syakur yang juga salah seorang juri.

Dari 10 karya finalis itu, dewan juri akan memilih 4 karya sebagai pemenang. Insya Allah, keempat pemenang (juara 1, 2, 3, dan 4) akan diumumkan pada Jumat (04/11/2022) sesuai jadwal perlombaan yang telah ditentukan.

“Keputusan dewan juri pada perlombaan ini tidak bisa diganggu gugat,” ujarnya menegaskan.

Panitia pun meminta kepada para finalis dan pemenang agar berhati-hati terhadap segala jenis modus penipuan.

Bagi sahabat-sahabat para peserta sekalian yang belum terpilih sebagai finalis dimohon tidak berkecil hati. “Masih ada kesempatan lain untuk berkarya lebih baik lagi,” imbuhnya.

“Terima Kasih atas segala partisipasinya! Jazakumullah khair!” pungkasnya.

Silakan lihat karya logo para finalis di Instagram @ummulqurahidayatullah dan @silatnashidayatullah atau klik pada TAUTAN INI DAN TAUTAN INI!

Hidayatullah akan kembali melaksanakan Silatnas insya Allah di Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada November 2023.

Sebagaimana disampaikan Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, silatnas mendatang merupakan Silatnas Emas Hidayatullah, kerena bertepatan dengan usia 50 tahun kedua perkumpulan itu.

Dalam rangkaian “Road to Silatnas Hidayatullah 2023″, digelar berbagai perlombaan, di antaranya Lomba Desain Logo Silatnas Emas Hidayatullah 2023. Hadiahnya uang tunai total Rp 10 juta.

“Lomba ini terbuka untuk umum semua WNI. Secara khusus, lomba ini sekaligus mewadahi talenta desain grafis para santri/kader/warga/jamaah/pengurus Hidayatullah di seluruh penjuru dunia,” ujar Syakur.

Pengiriman karya logo pada lomba desain logo Silatnas Hidayatullah 2023 dimulai pada 9 Oktober 2022 hingga 28 Oktober 2022 sebagai babak penyisihan.* (SKR/MCU)

[Khutbah Jumat] Parameter Keislaman Merujuk Manhaj Ilahi & Nabawi

0

MANUSIA yang paling mulia disisi Allah adalah yang bertakwa. Sumber daya muttaqin ini kehadirannya adalah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Dan orang yang bertakwa orientasi hidupnya (wijhatul hayah) hanya kepada Allah Subhanahu wa-ta’ala.

“Anta maqshuduna, ridhaka mathlubuna, dunyana wa ukhrana” (Engkaulah tujuan puncak kami, keridhaan-Mu yang aku cari, demi menggapai kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat kami). Bukan yang lain. Bukan karena ilmu kita, jabatan kita, kepandaian kita, harta kita, atau orientasi dunia lainnya. Dengan takwa, manusia selalu mentauhidkan Allah Subhanahu wa-ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya. Selalu mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya. Selalu mensyukuri karunia-Nya dan tidak mengingkari-Nya. Selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan tidak menjauhi-Nya,

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya, unduh sekarang:

Yonarmed 1 Kostrad Gelar Bakti Sosial di Ponpes Hidayatullah Salahutu

0

MALTENG (Hidayatullah.or.id) — Satuan Tugas Batalyon Artileri Medan (Satgas Yon Armed) 1/ Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) melakukan bakti sosial sekaligus memberikan bantuan sembako di Pondok Pesantren Hidayatullah yang berlokasi di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa, 7 Rabiul Akhir 1444 (1/11/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Dansatgas Yonarmed 1 Kostrad Letkol Arm Arief Budiman. Dansatgas turut menyapa santro dan warga.

Dijelaskan Dansatgas bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Satgas kepada para anak yatim piatu yang berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Salahutu Maluku Tengah asuhan Ust Naharuddin.

“Ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan perhatian kami kepada masayarakat di wilayah desa binaan Pos Satgas Yonarmed 1 Kostrad, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan,” ujar Dansatgas Letkol Arm Arief Budiman.

Adapun yang hadir dalam kegiatan tersebut yaitu Dansatgas didampingi Pabintal Satgas Kapten Arm Ibrahim dan Danpos Ramil Waai Letda Arm Masjid serta santri dan pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Salahutu Maluku Tengah Ust Naharuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Satgas Yonarmed 1 Kostrad atas bantuan yang diberikan.

“Ini sangat bermanfaat bagi kami dan semoga Bapak-bapak TNI senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan lindungan Allah SWT selama melaksanakan penugasan di wilayah kami,” kata Ust. Naharuddin memungkasi.*/Arief Ismail

DPP Hidayatullah Terima Kunjungan Koperasi Energi Nusantara Desa Indonesia

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Pengembangan dan Pembinaan Organisasi (PPO) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Asih Subagyo, yang didampingi oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) I Abdul Ghofar Hadi dan Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi, menerima kunjungan silaturrahim tim dari Koperasi Energi Nusantara Desa Indonesia (Kendi) yang dipimpin oleh Dewan Pengawas Kendi Bidang Pengembangan Usaha Tedy Tri Tjahjono di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jakarta, Selasa, 7 Rabbiul Akhir 1444 (1/11/2022).

Asih Subagyo mengatakan kunjungan Kendi yang dalam hal ini diwakili Tedy Tri Tjahjono bersama rombongan dari Bukit Algoritma alias Koperasi 9 Garuda menjadi momentum sangat berharga bagi pihaknya.

“Hal ini karena ada terobosan pemikiran sekaligus aksi yang telah mereka lakukan dan secara global. Kami melihat ada sisi yang bisa disinergikan dan kolaborasi, terutama pada sektor ekonomi, bagaimana Indonesia bangkit,” terang Asih Subagyo kepada redaksi Hidayatullah.or.id usai pertemuan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan berjalan hampir dua jam itu, tim dari Koperasi 9 Garuda, dalam hal ini Ketua Umum Kendi Arif sempat mendemonstrasikan hasil produksi dalam hal energi yakni penyimpanan energi dari panel surya dengan kekuaan 200 watt.

Diskusi juga mengulas tema ekonomi Islam, yakni zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang ketika Asih Subagyo paparkan dengan ringkas dan padat menarik minat Tedy Tri Tjahjono.

“Saya terkesima, luar biasa, dari sekian lama sya belajar tentang economic structure, penjelasan Syaikh Asih ini sangat gamblang, jelas. Saya jadi paham betapa kerennya ekonomi Islam,” ungkap Tedy yang juga orang dekat tokoh aktifis 98 Budiman Sudjatmiko ini.

Pertemuan dua unsur yang sama-sama berbuat untuk Indonesia dengan kekhasan masing-masing itu akhirnya menyepakati beberapa poin penting untuk ditindaklanjuti.

Pertama ialah menyepakati tentang bagaimana membangkitkan kekuatan ekonomi rakyat sebagaimana spirit dalam UUD 45 Pasal 33 ayat 1 di berbagai sektor ekonomi.

“Kalau ekonomi kita sudah seperti itu, kita akan bisa menggungguli cara kerja-kerja ekonomi kekuatan oligarki,” kata Tedy.

Kedua, kedua pihak menyepakati penguatan program pengembangan ekonomi Indonesia berbasis koperasi.

Ketiga, komitmen saling mendukung pelaksanaan ekonomi Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Sepertinya pertemuan ini menjadi awal untuk pertemuan selanjutnya guna menindaklanjuti kebaikan yang ternyata bertemu dan bisa saling menguatkan,” tutup Asih Subagyo.*/Yacong B. Halike

Inilah Hikmah tak Biasa dari Kisah Nabi Adam dan Iblis

DI DALAM Al-Qur’an, salah satu kisah yang sering diulang adalah kisah Adam ‘alaihis salam dan Iblis. Kisah keduanya, baik terangkai maupun terpisah, dipotret dari sudut pandang berbeda-beda.

Tentu saja, ada hikmah-hikmah tertentu yang hendak Allah ajarkan kepada kita, sebagaimana umumnya kisah-kisah Qur’ani. Salah satu topik yang ditonjolkan adalah kesombongan Iblis dan keputusasaannya, serta kerendahhatian Adam dan pertaubatannya. Mari kita ikuti bagaimana Al-Qur’an menggambarkannya.

Tatkala Allah telah menciptakan Adam dan mengajarinya nama-nama, para malaikat dan Iblis pun diperintahkan untuk bersujud kepadanya. Para malaikat tunduk, sedangkan Iblis menolak dan menyombongkan diri. Akibatnya, Allah murka.

Iblis pun dilaknat serta diusir dari surga. Mengetahui hal ini, Iblis bukannya menyadari kesalahan dan memohon ampunan, namun justru marah dan menyalahkan Adam. Ia mendendam kepada Adam, bahkan kepada seluruh anak keturunannya, dan bersumpah akan menyeret mereka ke dalam kemurkaan Allah, sama dengan dirinya.

Al-Qur’an menceritakannya:

“Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka (yakni, manusia) dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Qs. al-A’raf: 16-17)

Allah pun memperingatkan Adam dan istrinya agar berhati-hati terhadap permusuhan nyata dari Iblis ini. Namun, ternyata keduanya lengah dan berhasil digelincirkan. Mereka memakan buah pohon terlarang, dan akhirnya dimurkai Allah serta diusir dari surga-Nya.

Hanya saja, sikap mereka berdua sangat bertolak belakang dengan Iblis. Ketika Allah menegur mereka atas pelanggaran serius ini, mereka merendahkan diri, bertaubat, dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh.

Al-Qur’an menyatakan:

“Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. al-A’raf: 22-23)

Kisah ini menggambarkan dua sikap mental yang saling bertolak-belakang. Kepada Iblis, Allah sebenarnya telah memberikan “perpanjangan waktu”. Tidak tanggung-tanggung, mereka diberi tempo sampai Hari Kiamat. Tentunya, waktu selapang ini dapat dimanfaatkan untuk mengoreksi diri dan memohon belas-kasih Allah.

Namun, Iblis keliru bersikap. Didorong oleh kemarahan, ia justru menjatuhkan diri semakin dalam, tenggelam dalam samudera dosa, dan tersesat sangat jauh. Maka, nama sebutan mereka sendiri telah mencerminkan sifat tersebut. Iblis artinya putus asa, sedangkan syetan bermakna terjauh dari rahmat Allah.

Sayangnya, dalam kenyataan hidup kita, ada manusia-manusia yang sikapnya mengekor Iblis. Ketika melihat dirinya berada dalam satu kesalahan atau ditegur atas suatu pelanggaran, ia justru marah dan semakin menjadi-jadi. Ia putus asa, berpikir pendek, dan tidak menyadari betapa lapangnya rahmat Allah.

Oleh karenanya, keputusasaan disebut sebagai karakter orang kafir, para pengikut Iblis. Al-Qur’an menyitir: “…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Qs. Yusuf: 87)

Kita menyaksikan orang-orang berkarakter Iblis yang terbenam dalam prostitusi, korupsi, penipuan, premanisme, atau singkatnya “kehidupan yang gelap”. Ketika menyadari keberadaannya di jalan “berlumpur”, alih-alih insyaf dan berupaya kembali ke jalan “yang bersih”, mereka justru sibuk mencari sejuta dalih untuk membenarkan diri.

Inilah makna pernyataan syetan yang direkam oleh Al-Qur’an: “Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (kemaksiatan) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (Qs. al-Hijr: 39).

Jika syetan berhasil menggiring manusia untuk memandang baik kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukannya, maka manusia seperti itu takkan pernah bertaubat. Dengan demikian, ia akan menemani syetan di neraka yang menyala-nyala. Na’udzu billah!

Alternatif lain ditunjukkan oleh Allah dalam kisah tersebut, yakni kerendahhatian Adam dan istrinya, serta pertaubatan mereka. Sebagai manusia, sebenarnya kita jauh lebih layak meniru leluhur kita sendiri, bukan menuruti ajaran musuh kita. Kita memang tidak dijamin bersih dari kesalahan maupun dosa, namun rahmat Allah teramat luas.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Seandainya orang mukmin tahu hukuman yang ada di sisi Allah niscaya tidak seorang pun mengharapkan surga, dan seandainya orang kafir tahu rahmat yang ada di sisi Allah niscaya tidak seorang pun berputus asa dari surga. Allah telah menciptakan seratus rahmat, lalu Dia meletakkan satu macam rahmat diantara makhluk-Nya dimana dengannya mereka saling mengasihi satu sama lain. Di sisi Allah masih ada 99 rahmat lainnya.” (Riwayat Ahmad, dari Abu Hurairah. Sanad-nya shahih ‘ala syarthi muslim).

Maka, alternatif manakah yang hendak kita pilih? Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Sulawesi Selatan Sukses Gelar Jambore Wilayah III Pramuka Hidayatullah

MAROS (Hidayatullah.or.id) — Jambore Wilayah (Jamwil) III Sako Pramuka Hidayatullah Sulawesi Selatan (Sulsel) berjalan sukses dan resmi berakhir pada Ahad, 5 Rabiul Akhir 1444 (30/10/2022). Upacara penutupan dilaksanakan di arena Jamwil lapangan Ponpes Ummul Quro Hidayatullah Tompobulu Pucak Maros.

Pandu Ponpes Al-Bayan Islamic School Hidayatullah kampus Makassar dan Tompobulu Pucak menjadi yang terbaik dan meraih juara umum untuk seluruh kategori.

SD Integral Al Bayan meraih Juara Umum kategori SD/MI, SMP Integral Al Bayan Juara Umum kategori SMP/MTs, dan SMA Tahfidz Putra Ponpes Ummulquro Hidayatullah Tompobulu sebagai Juara Umum kategori SMA/MA/SMK.

Trofi juara umum diserahkan langsung oleh Dewan Pertimbangan Hidayatullah Ust Dr Ir H Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Ketua DPW Hidayatullah Sulsel Ust Drs Nashri Bukhari MPd dan Sekjen Sako Pramuka Hidayatullah Pusat Ahmad Khamim.

Penutupan Jamwil yang diikuti dan dihadiri 1000an peserta dan pengunjung tersebut oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulsel, Ust Drs Nashri Bukhari MPd.

“Jambore dengan segala tantangan dan kesulitan yang dialami untuk melatih kesabaran dan ketangguhan sebagai seorang kader Hidayatullah. Jika mencari kenyamanan itu namanya pelatihan biasanya di hotel,” ujarnya.

Ust Nashri turut mengapresiasi santri Pandu Hidayatullah yang telah menjadi peserta Jamwil dan pengurus DPD dan yayasan kampus yang mensuport. Demikian pula apresiasi kepada panitia dan tuan rumah Yayasan Al Bayan Hidayatullah kampus utama Makassar dan Hidayatullah Tompobulu.

Sebelumnya Ketua Sako Wilayah Pramuka Hidayatullah Sulsel, Alyas SPd, dalam sambutannya juga memastikan kehadiran dan diutusnya santri Pandu sebagai peserta Jamwil sebagai bentuk ketaatan kepada program kelembagaan.

“Perjuangan kontingen Jamwil sangat menginspirasi, seperti halnya ditunjukan oleh kontingen Hidayatullah Palopo walau terhalang di perjalanan tapi tetap hadir di arena Jamwil,” ujarnya.

Pada upacara penutupan yang disemarakkan oleh penampilan fiah/group Pandu Al Bayan Hidayatullah Makassar dan Hidayatullah Tompobulu.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Towuti Ust Irwan Mujahid mengungkapkan kesiapan untuk menjadi tuan rumah Jamwil IV Pramuka Hidayatullah Sulsel di Luwu Timur.

“Kami akan perjuangkan untuk menjadi keputusan Sakoda Pramuka Hidayatullah Sulsel agar menetapkan Towuti Luwu Timur tuan rumah Jamwil IV. Insyallah pelaksanaan akan lebih sukses dan kami bertekad merebut kembali juara umum,” ujarnya.

Ust Alyas yang dikonfirmasi terpisah tentang kesiapan Towuti sebagai tuan rumah juga mengaku sudah ada komunikasi awal dengan Ponpes Hidayatullah Towuti. “Karena memang secara persyaratan dan prasarana pendukung Towuti paling siap menurut pengamatan awal kami,” ujarnya

Pada Jamwil I Bungadidi Luwu dan Jamwil II di Bone berturut-turut Pandu Ponpes Hidayatullah Towuti mendominasi juara umum. Namun pada Jamwil III hanya bisa puas sebagai terbaik ketiga untuk kategori SMP dan SMA.

Peserta Jamwil dari Ponpes Hidayatullah Luwu Timur awalnya optimis bisa mempertahankan gelar juara umum pada kegiatan tersebut, namun harus berbesar hati menyerahkan juara kepada tuan rumah kampus utama Ponpes Hidayatullah Al Bayan setelah mereka mendapat kemenangan lebih banyak dengan memperoleh 44 piala.

Sementara itu Hidayatullah Towuti yang merupakan juara bertahan dengan dua kali berturut meraih juara umum pada Jamwil sebelumnya, hanya memperoleh 21 piala setelah panitia mengumumkan hasil kemenangan dalam penutupan Jamwil.

Pelatih Pramuka Hidayatullah Towuti, Ustadz Abu Huraira menyampaikan bahwa kemenangan yang diraih oleh Santri Ponpes Hidayatullah Towuti sudah cukup memuasakan karena juara yang diraih telah melampau target yang direncanakan.

“Alhamdulillah kemenangan yang santri kita dapatkan pada Jamwil ini sudah cukup memuaskan. Meski tidak bisa mempertahankan juara umum, tapi hasil yang mereka peroleh sudah melebihi target yang direncanakan.” ungkap Ustadz Abu

Disamping itu, Al Bayan sebagai tuan rumah sangat wajar mendapatkan hasil tersebut sebab persiapan mereka pasti lebih matang, terlebih jumlah fiah merekapun lebih banyak, yaitu sembilan fiah semetara Ponpes Hidayatullah Towuti hanya menurunkan tujuh fiah.

“Tapi secara umum Pesantren Hidayatullah Al Bayan pantas mendapatkan juara Umum, kami optimis akan berupaya kembali merubut juarah umum paga kegiatan Jamwil selanjutnya,” tegas Ustadz Abu.*/Ridwan Gagah, Firmansyah Lafiri

Rakor BUMO Wujudkan Tata Kelola Sehat Tumbuh dan Berkembang

SIDOARJO (Hidayatullah.or.id) — Bidang Perekonomian Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah melaksanakan rapat koordinasi Badan Usaha Milik Organisasi (Rakor BUMO) tahun 2022 dengan tema “Membangun Konsolidasi Badan Usaha Milik Organisasi dalam Mewujudkan Tata Kelola Perusahaan Yang Sehat, Tumbuh dan Berkembang” selama 2 hari di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu-Kamis, 1-2 Rabbiul Akhir 1444/ 26-27 Oktober 2022.

Ketua Bidang Perekonomian Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Drs. Wahyu Rahman, MM, mengatakan rakor ini sebagai agenda konsolidasi dan koordinasi tahunan, perumusan program kerja dan target 2023 dan untuk membangun kesepakatan-kesepakatan nasional.

Agenda rutin tahunan ini juga membahas peluang perluasan jangkauan pasar dan mengkatalisis sektor ekonomi informal melalui teknologi dibawah PT Hidayatullah Global Corporindo (HGC) sebagai perusahaan induk (holding hompany) BUMO Hidayatullah.

Rakor juga juga memantapkan kesepahaman tentang fungsi, peran, dan kewenganan Hidayatullah Global Corporindo serta kesepakatan mekanisme dan koordinasi antar Hidayatullah Global Corporindo dengan seluruh anak perusahaan.

“Atas rahman dan rahim-Nya, kita semua memiliki kemampuan menyebarkan rahmat pada sekalian alam, mengkonsolidasikan, mengorganisir, dan membangun peradaban untuk kemaslahan dan mendukung seluruh potensi yang ada,” katanya dalam keterangannya kepada media ini, Senin, 7 Rabbiul Akhir 1444 (1/10/2022).

Ia menjelaskan, sebagai Badan Usaha Milik Organisasi, PT Hidayatullah Global Corporindo merupakan representasi dari organisasi Hidayatullah yang berkoordinasi dengan Bidang Perekonomian dalam menggerakkan dan menumbuhkembangkan perekonomian dengan investasi diberbagai anak perusahaan di berbagai bidang usaha.

Meski terbilang baru, HGC memiliki tantangan dalam memenuhi kebutuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi tingkat pusat, sekaligus peluang yang dalam menyerap pasar captive yang terbentang diberbagai bidang seperti dakwah, social, pendidikan dan ekonomi.

Rakor juga dalam rangka memantapkan bangunan system dan manajemen serta tatakelola beberapa badan usaha milik organisasi lainnya.

“Beberapa perusahaan tersebut dikonsolidasikan agar tata kelola perusahaan sesuai dengan peraturan organisasi tentang Badan Usaha Milik Organisasi, juga agar semakin sehat, mengalami pertumbuhan serta berkembang dan berkontribusi terhadap organisasi,” imbuhnya.

Diharapkan dari Rakor BUMO tahun 2022 perusahaan-perusahaan yang ada semakin solid dalam satu gerakan yang sama dalam integrasi manajemen yang terpusat.

“Juga agar program kerja tahunan BUMO lebih tertata secara sistematis baik program jangka panjang maupun program jangka pendek,” tandasnya.

Rakor ini juga diikuti oleh unsur pengurus Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yaitu Ketua Departemen Ekonomi Kelembagaan/ BUMO Miftahurrahman, Ketua Departemen Keuangan Saiful Anwar, SE, M.E, dan Ketua Departemen Ekonomi Keumatan Ruhyadi.*/Yacong B. Halike

Beginilah Gelapnya Fitnah Akhir Zaman

“Cepat-cepatlah kalian beramal sholih (sebelum datang) fitnah seperti malam gulita. Seseorang pada saat itu pagi-pagi dalam keadaan beriman dan sore hari menjadi kafir, atau sore hari dalam keadaan beriman namun bangun pagi menjadi kafir. Dan menjual agamanya dengan harga dunia yang murah” (HR. Muslim)

Fitnah seperti malam gulita

Para ulama kita memberi nasehat, bahwa agar kaum muslimin tetap memenuhi seruan taqwa kepada Allah di mana saja dan kapan saja. Sebab anjuran taqwa selalu disampaikan oleh Rasulullah hampir dalam setiap kesempatan.

Dan, hendaknya waspada serta berhati-hati terhadap fitnah baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Berhati-hatilah terhadap hal-hal yang bisa memalingkan dari agamamu yang lurus ini. Baik berupa harta, keluarga, maupun anak-anak.

“Dan ketahuilah bahwasanya harta-harta kalian, anak-anak kalian adalah fitnah, dan sesungguhnya di sisi Allah terdapat pahala yang agung” (QS Al-Anfal: 28)

Sudah tahu fitnah sebagai ujian, namun banyak yang tidak berhati-hati dengannya, dan acuh tak acuh. Betapa banyak yang justru cuek dengan fitnah, bahkan menjerumuskan diri ke dalam fitnah harta, anak-anak dan keluarga.

Saking cintanya kepada harta banyak orang berani spekulasi, akhirnya terjerat korupsi, gara-gara cintanya akan anak dan istri banyak manusia terjangkit bakhil, terlibat kriminaitas. Maka berhati-hatilah akan fitnah!

Berhati-hatilah di zaman yang penuh fitnah ini, yakni terhadap fitnah perkataan. Telah banyak orang-orang menjelek-jelekkan ulama’ dengan ucapannya, berceloteh dengan mudahnya tentang menghalalkan yang haram, mengharamkan yang halal, menghujat kebenaran al-Qur’an dan As-Sunnah dengan ilmunya yang dangkal, lisannya banyak mengucapkan kebatilan, ghibah, namimah, dusta, kutukan dan sungguh ajaib jika sebagai lisan muslim.

Takutlah pula akan fitnah amalan. Telah menyebarnya perselisihan, berpecah-belah, dan bercerai berai, menjadi saling berkelompok-kelompok dan masing-masing kelompok berbangga diri dengan yang ada pada kelompoknya. Telah akutnya wabah cinta dunia, gila ketenaran, hasad, kedzoliman, dan beraneka ria kejahatan.

Seorang muslim hendaknya mewaspadai perkembangan aqidahnya, menjaga diri dari kontaminasi pemikiran-pemikiran sesat, dari aqidah yang melenceng, dari seruan orang-orang yang menjungkir balikkan Islam dari kemurniannya, dan kesemuanya agar seorang muslim tetap mengembalikan urusan kepada Allah dan rasul-Nya, agar supaya beribadah dengan ikhlas karena Allah, serta sesuai dengan sunnah-sunnah Rasulullah.

Waspadailah di zamanmu kini akan kenyataan yang buruk, karena semua itu bisa memalingkanmu dari agama dan dapat mendatangkan kehancuran bagimu. Sesungguhnya nabi telah mengabarkan kepada umatnya tentang kenyataan-kenyataan yang bakal terjadi sampai hari kiyamat.

Dengan kasih sayangnya, nabi mengabarkan tentang fitnah-fitnah itu semua, bahwa fitnah itu meliputi segala hal, bagai gelapnya malam kelam yang artinya seorang muslim sulit keluar darinya. Maka kita diperintahkan untuk lekas-lekas beramal sholih, yaitu amal perbuatan yang bersesuaian dengan petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Pagi hari dalam keadaan beriman, sore hari menjadi kafir

Dahsyatnya fitnah yang terjadi seakan-akan menjerat siapapun tak terkecuali, dan nyaris tiada yang mampu menghindari jeratannya yang membinasakan. Termasuk memalingkan keimanan menjadi kekafiran.

Di antara yaitu; diangkatnya amanah dari pundak-pundak manusia, sehingga hampir tiada kita dapatkan orang-orang yang betul-betul menunaikan amanahnya. Rasulullah bersabda;

“Seseorang tidur sejenak sehingga diangkatlah amanah dari hatinya, dan manusia terus malakukan bisnis jual beli, dan hampir tidak ada di antara mereka yang menunaikan amanah”, maka dikatakan: “sesungguhnya di tempat Bani fulan terdapat orang yang amanah dan dikatakan padanya; alangkah berakalnya dia, alangkah beruntungnya dia, alangkah kuatnya dia, alangkah baiknya dia, padahal di dalam hatinya tidak ada keimanan walau sebesar biji dzarroh” (Muttafaqun alaih)

Benarlah apa yang dikabarkan Rasulullah, bahwa telah diambil sifat amanah dari hati manusia, sehingga kita saksikan suasana zaman yang banyak orang sudah tidak dapat dipercaya, yang dapat benar-benar diandalkan kejujurannya.

Demikian pula dalam hal kepemimpinan, ia merupakan amanah yang besar, Rasulullah bersabda;

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang digembalakannya” (HR. Bukhory)

Pemimpin yang adil dan sholih merupakan dambaan semua rakyat, yang tentunya ia adalah figur yang benar-benar faham terhadap hak dan kewajibannya, serta faham terhadap apa yang harus dilakukannya dalam membimbing, melayani, dan melindungi masyarakat lemah, yakni mengantarkan masyarakat yang mengikuti petunjuk kebenaran Islam, hidup aman sentausa, sejahtera, mentauhidkan Allah dan menjauhi kemusyrikan.

Namun apa faktanya? Masih ada yang menjadikan manusia bak sapi perah, sementara yang lain menjadi lintah darat, yang diberikan hanyalah tauladan cinta materi, kesyirikan diagungkan, dan semakin membuat keimanan masyarakat gonjang-ganjing.

Nabi mengabarkan tentang fitnah merajalelanya kebodohan, banyak diwafatkannya para ulama’ robbany, berpalingnya manusia dari ilmu yang bermanfaat, malah menekuni ilmu-ilmu yang hanya untuk mengumpul harta, dan melemahnya loyalitas keimanan.

Sungguh ilmu telah dicabut dan kian sedikit para ulama’ hakiki. Padahal ilmu syari’at adalah ilmu yang bermanfaat, yang akan menjadikan pemiliknya menjadi suri tauladan dalam perkara kebaikan, kezuhudan, kewaro’an, qona’ah, syukur, ridho, ikhlas, sabar, tawadhu’ dan dalam mengikuti keutamaan-keutamaan Rasulullah, para sahabat dan khulafaur rosyidin.

Dengan demikian, nyatalah kondisi yang banyak manusia tidak lagi mengingkari kemungkaran, tidak taslim kepada kema’rufan, dan hanya berkutat pada pelampiasan hawa nafsu. Kelalaian menjadi kendaraan dan syetan sebagai jurumudi.

Nabi mengabarkan tentang fitnah kerakusan, dan kekacauan. Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Zaman telah mendekat, ilmu dicabut, muncul banyak fitnah, tersebar kebakhilan, banyak terjadi Al-Haraj. Para sahabat bertanya: “apakah Al-Haraj itu ya Rasulullah ?” Rasulullah menjawab: “Pembunuhan” (Muttafaqun alaihi)

“Sesungguhnya termasuk tanda-tanda kiyamat adalah diangkatnya ilmu, kebodohan merajalela, arak menjadi minuman biasa, zina semakin terang-terangan, jumlah kaum laki-laki menjadi sedikit, wanita menjadi banyak, hingga 50 waita berebut 1 pria” (HR. Bukhory)

Sungguh telah muncul beraneka fitnah dari berbagai sisi. Banyak munculnya pemimpin-pemimpin sufaha’ yang dipilih oleh orang-orang juhala’, banyaknya polisi (yang menandakan semakin banyaknya kejahatan), jual beli hukum, semakin banyaknya jumlah pasar-pasar hingga di trotoar-trotoar hingga penjual keliling, putusnya silaturahmi dan dijadikannya masjid untuk tempat nyanyian.

Menjual agamanya dengan harga dunia yang murah

Ketika zaman sudah mengutamakan sisi materi, budaya hedonisme dan determinisme menjadi sisi pandang hampir semua orang. Kemajuan dan kesuksesan hanya diukur dari sisi perolehan ekonomi. Bukan dari agama. Akhirnya agama tidaklah dinilai sebagai sesuatu yang urgen, kalau perlu dikorbankan saja demi ekonomi, agama dijadikan kedok-kedok saja, jika menghalangi progress pribadi dijual saja.

Maka tidak heran muncul celaan-celaan terhadap agama, bahkan datang dari kelompok yang mengatas namakan Islam. Banyak orang-orang yang memunculkan keragu-raguan di dalam Islam, dan menjadikan manusia berpaling darinya. Sehingga tercabutlah kecintaan para pemeluknya. Ini merupakan musibah yang besar.

Suatu ketika Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah: “Ya Rasulullah apakah setelah kebaikan Islam ini akan muncul kejelekan?” Nabi menjawab: “ya!” Khudzaifah bertanya lagi: “apakah setelah kebaikan itu akan muncul kejelekan lagi?” Nabi: “ya!”, dan di dalamnya ada Dakhn”.

Khudzaifah bertanya lagi: “apakah Ad-Dakhn itu?” Nabi: “suatu kaum yang mengambil sunnah bukan dari sunnahku, mengambil petunjuk selain dari petunjukku, kalian mengetahui hal tersebut dari mereka dan kalian mengingkarinya”.

Khudzaifah bertanya lagi: “lalu apakah setelah itu akan muncul kejelekan lagi?” Beliau menjawab: “Ya, (yaitu) ada da’i-da’i yang berdiri di pinggir-pinggir pintu Jahannam, barangsiapa yang menerima ajakan mereka, akan ikut dicampakkan ke dalamnya”.

Lantaran sebab takutnya, Khudzaifah bertanya lagi: “Gambarkanlah ciri-ciri mereka ya Rasulullah!” Rasulullah menjawab: ”mereka adalah orang-orang seperti kita dan berbicara dengan bahasa kita” (HR. Bukhory. HR Muslim no.1.847, semua dari Khudzaifah ibnu Yaman, Limadza ikhtartu minhajas-Salafy, syeikh Salim bin ‘ied al-Hilaly hal. 14)

Kemudian di antara fitnah yang besar adalah fitnah harta. Sangat sedikit manusia yang selamat dari fitnah ini. Hanya sedikit saja yang bisa mensyukurinya, yang sabar, yang bisa ikhlas, yang ridho, qona’ah, zuhud, dan dengan sebab yang halal dalam mendapatkannya, dan dengan cara yang benar dalam membelanjakannya.

Sungguh telah tertanam pada diri manusia di akhir zaman terjangkit sifat bakhil terhadap harta, dan teramat tamak terhadapnya. Sehingga banyak di antara mereka yang menolak untuk membayar zakat dan nafkah wajib.

Banyak orang yang serakah, yang berusaha sekuat tenaga untuk mendapati sesuatu yang sebenarnya dia tidak berhak, membelanjakannya bukan pada jalan yang haq, maka muncullah kekacauan dan keributan di kalangan mereka. Banyak peperangan dan pembunuhan karenanya.

Sungguh benar Rasulullah, bahwa manusia tidak lagi memperdulikan tentang hartanya, dari mana mendapatkannya, sehingga seolah-olah mereka hidup hanyalah untuk mengumpulkan harta dan kesenangan-kesenangan belaka.

Meski harus menghalalkan segala cara, entah syubhat entah riba’ entah apa, kalau perlu dengan cara berbuat curang, atau menipu, maling, pesugihan, korupsi, spekulasi, dan seterusnya. Sampai-sampai ada yang berprinsip; mencari yang haram saja susah, apalagi yang halal. Wal-‘iyadzu billah.

Manusia tidak lagi ingat bahwa Allah akan menghisab dan memintai pertanggung jawaban dari semua harta-hartanya. Maka berhati-hatilah wahai kaum muslimin. Waspadalah dari fitnah-fitnah ini semua yang selalu mengintai. Allah berfirman:

Maka kecelakaanlah bagi siapa saja yang mengalami fitnah Dajjal, sebab ini adalah fitnah terbesar. Kecuali yang tinggal di bentangan Makkah dan Madinah, yang jika dia mengelilingi bumi selama 40 hari, menyuruh langit hujan maka hujanlah, memerintah panas maka panaslah, 1 hari pada hari itu seperti setahun, sehari seperti sebulan, sehari seperti sepekan dan sisanya seperti hari-hari biasa. Dia menjanjikan surga padahal hakikatnya neraka, serta mengancam manusia dengan siksanya padahal hakikatnya surga.

Solusi agar terlindungi dari fitnah

Inti dari fitnah (:ujian) adalah menguji dan menyeleksi. Siapakah di antara semua manusia hamba-hamba Allah yang lulus ujian, siapakah di antara mereka yang tetap istiqomah dalam ketaatan kepada Allah ta’ala. Sebagaimana frman Allah;

“(Dialah, Allah) yang menciptakn kehidupan dan kematian agar menguji kalian, siapakah di antara kalian yang lebih baik amalannya” (Al-Mulk: 2)

‘Irbadz ibnu Sariyyah berkata: “jika zaman telah muncul dan menyebar api fitnah di sekelilingmu, maka cepat-cepat padamkan ia dengan taqwa”. Karena fitnah tersebut akan melibas semuanya.

Dan sungguh mereka yang lulus ujian adalah yang tetap sanggup bertaqwa, dan yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bertaqwa. Sebagaimana firman-Nya;

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha menyaksikan” (QS Al-Hujurot: 13)

Fitnah juga berarti adzab dan bencana, maka Rasulullah takut apabila angin bertiup kencang, apabila menyaksikan awan hitam bergulung-gulung, gerhana dan petir menyambar. Ketakutannya tampak pada wajahnya yang kemerah-merahan. Sebagaimana fitnah ini telah menghancurkan umat-umat terdahulu. Kaum ‘Aad yang diterpa angin kencang selama 7 malam 8 hari, kaum Tsamud yang disambar petir dari angkasa, kaum Nuh yang dibinasakan dengan banjir bandang, kaum Sodom yang hancur diterpa hujan batu, Fir’aun dan kaum yang ditenggelamkan. Dan seeterusnya. 12) (Ket. QS. Al-Qomar dan awal QS. Al-Haaqqoh)

Sebab lebih banyak manusia yang menyembah kepada selain Allah, dan apabila telah muncul kekejian demi kekejian, bencana demi bencana (di darat, air dan udara), serta tenggelamnya kebaikan demi kebaikan, maka kecelakaanlah bagi orang Arab maupun ‘Ajam jika kelak dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj walaupun sebesar lobang jemari tangan. 13)

“Dan takutlah terhadap fitnah yang tidak menimpa orang yang dholim di antara kalian semata, dan ketahuilah bahwa Allah memiliki adzab yang sangat pedih” (QS Al-Anfal: 25)

Fitnah akan terus ada sampai hari kiyamat nanti. Dan dengan kasih sayangnya Rasulullah memberikan jalan keluar kepada umatnya agar terhindar dari fitnah tersebut. Yaitu sebagaimana yang kita baca setiap saat tahiyat akhir dalam sholat, yakni dengan meminta perlindungan kepada Allah dari empat macam fitnah, yaitu; fitnah api neraka jahannam, fitnah siksaan kubur, fitnah kehidupan dunia, dan fitnah kematian.

Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita dan kaum muslimin semuanya dari segala macam fitnah, baik yang nampak maupun yang tidak nampak. Dan semoga Dia membukakan bagi kita pintu-pintu kebaikan sehingga kita mengikutinya. Dan menunjukkan kepada kita pintu-pintu kejelekan sehingga kita bisa menjauhinya. Amiin.

Ust. Mardiansyah

Walikota Buka Kejuaraan Berkuda dan Memanah di Pesantren Hidayatullah

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Walikota Balikpapan yang juga Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kalimantan Timur, H. Rahmad Mas’ud, SE., ME, membuka secara resmi kejuaraan Horseback Archery Dandito Cup 2022 bertempat di Aula Pendopo, Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Sabtu, 4 Rabbiul Akhir 1444 (29/10/2022).

“Kejuaraan Horseback Archery Dandito Cup Tahun 2022 saya nyatakan dibuka secara resmi, semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita, tentunya dalam mewujudkan kota Balikpapan yang nyaman dihuni yang maju modern dan sejahtera dalam bingkai Madinatul Iman,” petiknya dalam sambutan.

Dalam sambutannya, Rahmad menceritakan pengalamannya bergabung di dunia olahraga berkuda. Awalnya, ia mengaku mendatangkan kuda lokal dari Jeneponto, Sulawesi Selatan. “Waktu itu tiga ekor memulainya,” ucapnya.

Di hadapan ratusan peserta kejuaraan terbuka tersebut, Rahmad mengajak untuk bersama-sama berkomitmen membesarkan olahraga berkuda di Kalimantan Timur. Ia mengatakan ada semacam mitos yang harus dikalahkan, yaitu kuda tidak bisa hidup di Kalimantan Timur.

“Kata orang, kuda tidak bisa hidup di Kalimantan Timur, kita mau patahkan mitos itu, Kita punya prinsip jangankan kuda manusia saja mati kalau tidak dirawat. Jadi sepanjang kita rawat, insyaAllah kuda itu bisa hidup,” terang Walikota Balikpapan ke-10 ini bersemangat.

Sejumlah tamu undangan tampak hadir dalam acara pembukaan tersebut. Di antaranya, Ketua Pordasi Balikpapan Rudi Dandito, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Subari, Kemenag Balikpapan H. Johan Marpaung, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vinicius Thirdy Hadmiarso, Komandan Lanud Balikpapan, Komandan Lanal Balikpapan, Dandim Balikpapan, dan sejumlah unsur Forkompinda Balikpapan lainnya. Tampak hadir pula Jose, tokoh berkuda Balikpapan sebagai tamu undangan.

Dari informasi yang dihimpun, ada tiga kategori yang diperlombakan pada Dandito Cup 2022 tersebut. Yaitu, lomba Archery Ground Dewasa (laki laki dan wanita), Archery Ground Anak (laki laki dan wanita), serta Horseback Archery (HBA) dewasa dan anak (laki-laki).

“Untuk kategori dewasa, aduan panahan terjauh hingga 90 meter. Sedang buat anak sampai 20 meter dan terjauh akhwat 30 meter,” ucap Adi Prianto, Ketua Panitia Pelaksana Dandito Cup 2022 yang juga Ketua Divisi Horseback Archery Pordasi Kaltim dalam kesempatan terpisah.

Pantauan Media Center @UmmulquraHidayatullah (MCU), seluruh warga dan santri tampak antusias menyaksikan perlombaan tersebut. Khususnya di lokasi pacuan HBA. Panitia juga telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan dua tenda terpisah dan berjarak cukup jauh, buat penonton laki laki dan wanita.

“Abaikan terik (matahari) siang ini, kapan lagi bisa lihat beginian live kaan,” ucap Ema, guru Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Putri.

Selama ini Hannah, putrinya yang masih berumur 3 tahun seringkali diajak menunggang kuda (fun riding) di lokasi stable Ummulqura Sariyyah, milik Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.* (Abu Jaulah/MCU)