Beranda blog Halaman 333

Walikota Buka Kejuaraan Berkuda dan Memanah di Pesantren Hidayatullah

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Walikota Balikpapan yang juga Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kalimantan Timur, H. Rahmad Mas’ud, SE., ME, membuka secara resmi kejuaraan Horseback Archery Dandito Cup 2022 bertempat di Aula Pendopo, Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Sabtu, 4 Rabbiul Akhir 1444 (29/10/2022).

“Kejuaraan Horseback Archery Dandito Cup Tahun 2022 saya nyatakan dibuka secara resmi, semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya kepada kita, tentunya dalam mewujudkan kota Balikpapan yang nyaman dihuni yang maju modern dan sejahtera dalam bingkai Madinatul Iman,” petiknya dalam sambutan.

Dalam sambutannya, Rahmad menceritakan pengalamannya bergabung di dunia olahraga berkuda. Awalnya, ia mengaku mendatangkan kuda lokal dari Jeneponto, Sulawesi Selatan. “Waktu itu tiga ekor memulainya,” ucapnya.

Di hadapan ratusan peserta kejuaraan terbuka tersebut, Rahmad mengajak untuk bersama-sama berkomitmen membesarkan olahraga berkuda di Kalimantan Timur. Ia mengatakan ada semacam mitos yang harus dikalahkan, yaitu kuda tidak bisa hidup di Kalimantan Timur.

“Kata orang, kuda tidak bisa hidup di Kalimantan Timur, kita mau patahkan mitos itu, Kita punya prinsip jangankan kuda manusia saja mati kalau tidak dirawat. Jadi sepanjang kita rawat, insyaAllah kuda itu bisa hidup,” terang Walikota Balikpapan ke-10 ini bersemangat.

Sejumlah tamu undangan tampak hadir dalam acara pembukaan tersebut. Di antaranya, Ketua Pordasi Balikpapan Rudi Dandito, Wakil Ketua DPRD Balikpapan Subari, Kemenag Balikpapan H. Johan Marpaung, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vinicius Thirdy Hadmiarso, Komandan Lanud Balikpapan, Komandan Lanal Balikpapan, Dandim Balikpapan, dan sejumlah unsur Forkompinda Balikpapan lainnya. Tampak hadir pula Jose, tokoh berkuda Balikpapan sebagai tamu undangan.

Dari informasi yang dihimpun, ada tiga kategori yang diperlombakan pada Dandito Cup 2022 tersebut. Yaitu, lomba Archery Ground Dewasa (laki laki dan wanita), Archery Ground Anak (laki laki dan wanita), serta Horseback Archery (HBA) dewasa dan anak (laki-laki).

“Untuk kategori dewasa, aduan panahan terjauh hingga 90 meter. Sedang buat anak sampai 20 meter dan terjauh akhwat 30 meter,” ucap Adi Prianto, Ketua Panitia Pelaksana Dandito Cup 2022 yang juga Ketua Divisi Horseback Archery Pordasi Kaltim dalam kesempatan terpisah.

Pantauan Media Center @UmmulquraHidayatullah (MCU), seluruh warga dan santri tampak antusias menyaksikan perlombaan tersebut. Khususnya di lokasi pacuan HBA. Panitia juga telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan dua tenda terpisah dan berjarak cukup jauh, buat penonton laki laki dan wanita.

“Abaikan terik (matahari) siang ini, kapan lagi bisa lihat beginian live kaan,” ucap Ema, guru Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) Putri.

Selama ini Hannah, putrinya yang masih berumur 3 tahun seringkali diajak menunggang kuda (fun riding) di lokasi stable Ummulqura Sariyyah, milik Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.* (Abu Jaulah/MCU)

Silaturrahim Guru Besar IIUM Prof Jamal Ahmed Bashier Badi ke DPP Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Guru Besar International Islamic University Malaysia (IIUM) Prof. Dr. Jamal Ahmed Bashier Badi silaturrahim ke Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jatinegara, Jakarta Timur, DKI Jakarta, beberapa waktu dan ditulis, Senin, 6 Rabbiul Akhir 1444 (31/10/2022).

Kedatangan Prof. Dr. Jamal Ahmed Bashier Badi diterima oleh pengurus DPP Hidayatullah yaitu Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Asih Subagyo dan Wakil Sekretaris Jenderal I Abdul Ghaffar Hadi.

Hadir pula pula Ketua Dewan Mudzakarah Fathul Adhim, Anggota Dewan Mudzakarah Abdul Khalik, Pemimpin Redaksi majalah Suara Hidayatullah Ahmad MA. Damanik, beserta staf Departemen Hubungan Anatrabangsa DPP Hidayatullah, dan interpreter.

Pada kesempatan tersebut Prof. Dr. Jamal Ahmed Bashier Badi memuji kiprah Hidayatullah yang jaringannya telah tersebar ke penjuru negeri termasuk di mancanegara.

Baginya, Hidayatullah memiliki kekhasan tersendiri berupa nilai utama dimiliki dengan apa yang disebutnya sebagai “islahut ta’lim”.

Dengan nilai itu, terang dia, Hidayatullah menjadi diantara pelopor yang mempromosikan penyatuan antara ilmu umum dan ilmu agama serta mengaplikasikan melalui lembaga pendidikannya yang memiliki semboyan Pendidikan Integral berbasis Tauhid.

“Saya tertarik dengan konsep dan penerapan pendidikan integral Hidayatullah,” kata penulis buku Creative Thinking in Islam: Concept and Issues ini seraya berharap kedepannya bisa terjalin kerjasama yang kuat.

Di sisi lain, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi DPP Hidayatullah Asih Subagyo menyambut baik harapan Prof. Dr. Jamal Ahmed Bashier Badi untuk terwujudnya kolaborasi dalam rangka memantapkan berbagai aspek yang menjadi topik inti dalam perbincangan sore itu.

Sebelumnya, pada Rabu (27/10/2022), guru besar yang menyelesaikan pendidikan sarjana/ pascasarjana di Universitas Islam Madinah (Arab Saudi) dan merah gelar bachelor of science di Portland State University (Amerika Serikat) ini menjadi narasumber acara seminar betajuk “Metode Berpikir pada Al Quranul Kariim serta Perannya dalam Tadabbur” digelar STIE Hidayatullah Depok.*/Yacong B. Halike

Inilah 5 Sifat Ulama Akhirat

0

HUJJATUL Islam Abu Hamid Al-Ghazali menulis dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin (I/77), “Ada dikatakan: lima akhlak yang merupakan ciri-ciri ulama akhirat, yang disimpulkan dari lima ayat Kitabullah, yaitu khasyyah, khusyu’, tawadhu’, husnul khuluq, dan lebih mengutamakan akhirat dibanding dunia (zuhud).

Apa sajakah ayat-ayat yang beliau maksud, dan bagaimana penjelasannya? Mari kita kaji satu demi satu.

Pertama, khasyyah, yakni takut kepada Allah. Akhlak ini disimpulkan dari firman Allah, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ‘ulama’.” (Qs. Fathir: 28). Menurut Ibnu Katsir, maksudnya adalah: yang takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya hanyalah para ulama yang mengenal-Nya (al-‘ulama’ al-‘arifuuna bihi).

Sebab, setiap kali pengenalan terhadap Dzat yang Maha Agung, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, yang disifati dengan sifar-sifat kesempurnaan dan disifati pula dengan al-asma’ul husna; setiap kali pengenalan terhadap-Nya lebih sempurna dan ilmu terhadap diri-Nya lebih lengkap, maka rasa takut terhadap-Nya pun lebih besar dan lebih banyak.

Oleh karenanya pula, Ar-Rabi’ bin Anas pernah berkata, “Siapa pun yang tidak takut kepada Allah, maka dia tidak layak disebut sebagai ‘alim.”

Khalifah Umar juga pernah menulis surat kepada Abu Musa al-‘Asy’ari, walinya di Kufah. Di dalamnya beliau menyatakan, “Sesungguhnya fiqh (yakni: kedalaman ilmu) itu bukan dinilai karena banyaknya paparan keterangan, luasnya pembicaraan, atau banyaknya riwayat yang disampaikan. Akan tetapi, yang disebut fiqh itu adalah rasa takut kepada Allah ‘azza wajalla.

Kedua, khusyu’, yakni terpancarnya cahaya ketenangan dan ketundukan kepada Allah dari dirinya. Sifat ini disarikan dari firman Allah, “Sedang mereka khusyu’ kepada Allah dan tidak menukarkan ayat-ayat-Nya dengan harga yang sedikit.” (Qs. Ali ‘Imran: 199).

Dalam kitab Faidhul Qadir, al-Munawi berkata, “Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mendatangkan kekhusyu’an.” Dengan kata lain, jika seseorang memiliki banyak ilmu namun tidak terlihat tanda-tanda kekhusyu’an pada dirinya, ilmunya pasti tidak bermanfaat.

Maka, diantara ciri semakin sedikitnya ulama’ akhirat adalah semakin berkurangnya kekhusyu’an di tengah-tengah umat, bahkan di masjid sekalipun.

‘Ubadah bin ash-Shamit (salah seorang Sahabat) berkata kepada muridnya, “Kalau mau, sungguh aku akan memberitahumu tentang ilmu pertama yang diangkat (dari tengah-tengah manusia). Dialah kekhusyu’an. Sudah dekat waktunya, engkau memasuki masjid sebuah komunitas namun engkau tidak melihat seorang pun yang khusyu’.”

Ketiga, tawadhu’, yaitu rendah hati dan tidak sombong. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.” (Qs. al-Hijr: 88, senada juga Qs. asy-Syu’ara’: 215).

Kerendahhatian adalah teladan para Nabi, sedangkan kebalikannya merupakan ajaran Iblis. Bukankah Allah melaknat Iblis karena ia menyombongkan diri?

Oleh karenanya, Maulana al-Husain bin al-Manshur al-Yamani berkata dalam kitab Adabul Ulama’ wal Muta’allimin, “Ketahuilah, jika kesombongan menguasai hati, maka ilmu-ilmu yang berguna akan tersingkir pula dari dalamnya. Sungguh, sebagaimana air yang tidak pernah mengalir ke tempat yang lebih tinggi, maka demikian pula ilmu tidak akan mau memasuki hati yang diwarnai kesombongan.”

Keempat, husnul khuluq, yaitu berakhlak baik. Inilah akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana dinyatakan Al-Qur’an, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Qs. Ali ‘Imran: 159).

Jika Rasulullah saja demikian lemah lembut dan santun kepada umatnya, maka mengapa “sebagian orang” bersikap sangat keras dan kasar kepada sesama muslim?

Sungguh, kekasaran dan kerasnya sikap orang berilmu akan menjauhkan orang bodoh dari ilmu. Akibatnya, mereka akan abadi dalam gelapnya kejahilan, tidak terterangi cahaya hidayah.

Betapa besar dosa orang-orang yang memalingkan manusia dari agama Allah dengan sikap kasarnya itu. Nyaris saja, sikap ini menyerupai kaum kafir yang gemar memalingkan manusia dari Islam dengan uang, intimidasi, dan rekayasanya!

Abdul Malik bin Quraib Al-Asma’i (Basra, 740-828) berkata: dulu kakek dan nenek kami berpesan, “Pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik. Jika engkau tidak ada, mereka merindukanmu. Jika engkau meninggal, mereka memohonkan rahmat Allah atasmu.”

Beliau kemudian bersyair: “Semua perkara akan musnah dan berakhir darimu, kecuali sanjungan karena sesungguhnya ia akan abadi. Seandainya aku disuruh memilih semua keutamaan, pasti aku hanya memilih akhlak-akhlak yang mulia.”

Kelima, zuhud, yaitu mengerti dan mengutamakan akhirat dibanding dunia. Allah berfirman, “Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu! Pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal shalih.” (Qs. al-Qashash: 80).

Konteks utuh ayat ini sebenarnya bercerita tentang kekaguman Bani Israil di zaman Nabi Musa ‘alaihis salam terhadap kekayaan Qarun. Mereka menyangka bahwa kekayaan itu menjadi pertanda keridhaan Allah dan lurusnya kehidupan. Namun, para ulama di kalangan mereka membantahnya.

Sungguh, pahala di sisi Allah itu jauh lebih baik dibanding kemegahan duniawi. Jadi, bila kita termasuk barisan orang berilmu, mari merenung: apakah sifat-sifat tersebut sudah ada dalam diri kita? Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Anggota DPD MPR RI Berkunjung ke Kampus Ponpes Hidayatullah Lingga

0

LINGGA (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) MPR RI, H Dharma Setiawan bersilaturrahim ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kabuoateb Lingga dan lokasi bakal Kampus Tahfidz Putra Hidayatullah Lingga, Kamis, 2 Rabiul Akhir 1444 (27/10/2022).

Pada kesempatan tersebut ketua DPW Hidayatullah Kepri, Ust. Darmansyah dan beberapa pengurus turut mendampingi.

Kehadiran senator yang meraih suara terbanyak kedua pada pemilu 2019 lalu di dapil Kepulauan Riau disambut hangat ketua Yayasan Hidayatullah Lingga, Ust. Awwalin, pengurus, dan para santri.

Di depan para santri, H Dharma Setiawan yang juga seorang pengusaha memberikan motivasi kepada para santri untuk tetap bersemangat dalam menuntut ilmu agama.

“Alhamdulillah abah (saya-red) bisa seperti sekarang semuanya berkat doa dan restu dari orang tua, karena itu anak-anakku semua, jangan sampai lupa meminta doa dan restu dari orang tua jika masih memiliki orang tua,” pesannya kepada para santri putra dan putri.

Di sela silaturrahim di pesantren yang terletak di Jalan Engku Aman Kelang, kecamatan Daik, H Dharma Setiawan menyerahkan bantuan dana.

Sementara saat menengok lokasi calon kampus tahfidz putra, senator yang memiliki tiga anak ini berkomitmen untuk memperjuangkan anggaran di pusat untuk pembangunan gedung asrama dan sekolah.

Ketua yayasan, Ust Awwalin mendoakan agar H Dharma Setiawan senantiasa diberikan kesuksesan dan keberkahan, sementara ketua DPW Hidayatullah Kepri, Ust Darmansyah berharap sinergi ini dapat terus berjalan untuk kemaslahatan ummat.*/Mujahid M. Salbu

Webinar Nasional Sumpah Pemuda Bidik Kesadaran Intelektual dan Kiprah

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pemuda harus mampu membaca dan merebut momentum di berbagai kancah pengabdian dalam setiap aspek kehidupan, tak terkecuali dalam dunia politik. Namun, sebelum memasuki ruang ruang kiprah kebaikan itu pemuda perlu membekali diri dengan ilmu, iman, dan ide penting untuk peradaban.

Demikian diantara benang merah acara webinar nasional peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar Pemuda Hidayatullah bertajuk “Bersatu Padu Menuju Indonesia Maju” dan disiarkan secara live di kanal YouTube nasionalnews, Rabu, 1 Rabiul Akhir 1444 (26/10/2022).

Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi dalam pemaparannya mengatakan hal pertama yang mesti dibidik pemuda untuk bekal perjalanan mengarungi kehidupan adalah dengan kesadaran intelektual atau ilmu.

“Perintah pertama kali turun dalam Al Qur’an adalah perintah membaca, iqra’!. Maka kalau dari sisi ide dengan Xi Jinping kita kalah, dengan Kim Jong Un kita juga kalah, maka gagasan gagasan kita ini sebenarnya masih bersifat sporadis,” kata Imam.

Oleh sebab itu, menurut Imam, pemuda itu bukan tentang usia tapi jiwa. Sehingga kalau diri ingin terus hidup maka pemuda harus mampu menghadirkan karya.

“Minimal ide penting untuk peradaban. Syukur syukur ada keteladanan dan warisan kekuatan di dalam kita berorganisasi. Anak muda harus terus tampil untuk menjadi pribadi yang matang, dewasa, dan menginspirasi,” katanya.

Narasumber lainnya Ketua DPP Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Wizdan Fauran Lubis menekankan dari aspek ketatanegaraan dimana Islam dan Indonesia merupakan dua entitas yang tak terpisahkan. Ia juga menyoal tuduhan sumir kepada umat Islam dengan stigma politik identitas yang menurutnya tidak relevan.

“Sila pertama Pancasila itu Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi agama dan negara sangat sangat tidak bisa dipisahkan. Kita harus berikhtiar untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Wizdan, generasi muda hari ini perlu lebih dewasa dalam menyikapi konstelasi termasuk berbagai kehebohaan sesaat yang acapkali menyeruak di ruang publik. Menurutnya, kegaduhan yang ada seperti gimmick politik yang ada tetap perlu ditelaah tapi tidak harus selalu direspon secara berlebih.

“Sebagai anak muda jangan terpengaruh dengan berbagai kehebohan sesaat yang muncul dan forum seperti ini sebagai bagian dari mencerahkan anak muda,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemuda Persatuan Islam (PUI) Dr Mas Kana Kurniawan menyajikan ulasan singkat berkenaan dengan asas kepemudaan sebagaimana dalam UU No. 40 Tahun 2009 yang diantaranya adalah asas Ketuhanan yang Maha Esa, asa kemanusiaan, demokratis, kebhinnekaa, keadilan, partisipasi, kebersamaan, dan kemandirian.

Menurutnya, diantara peran penting pemuda sebagaimana amanat undang undang adalah bidang kemanusiaan. Beberapa isu yang belakangan terjadi seperi tragedi Kanjuruhan dan peredaran obat sirup mematikan anak anak merupakan diantara isu kemanusiaan yang butuh pelibatan elemen kepemudaan.

“Ini persoalan kemanusiaan yang sebetulnya bagian dari tugas kepemudaan,” tegas Kana seraya menukil Pasal 3 UU No. 40 Tahun 2009 tentang Pemuda yang menekankan bahwa pembangunan kepemudaan bertujuan terwujudnya pemuda yang bertakwa, berdaya saing serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kepeloporan.

Dalam pada itu, Kana menekankan ada tiga peran dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh pemuda yaitu tanggung jawab dan peran aktif sebagai kontrol moral, tanggung jawab dan peran aktif pemuda sebagai kontrol sosial, dan tanggung jawab dan peran aktif pemuda sebagai agen perubahan.*/Yacong B. Halike

Tingkatkan Kapasitas, Hidayatullah Beri Beasiswa Kepada Para Dosen

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Departemen Sumberdaya Insani (SDI) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bekerja sama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) memberikan beasiswa kepada sejumlah dosen.

Penyerahan beasiswa kepada salah seorang dosen oleh Ketua Departemen SDI DPP Hidayatullah Muhammad Arfan AU.

Pemberian beasiswa ini, menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi DPP Hidayatullah Asih Subagyo, bertujuan meningkatkan kapasitas para dosen agar bisa berkontribusi lebih baik lagi untuk kemajuan umat, bangsa, dan negara lewat perguruan tinggi tempatnya mengabdi.

Asih juga menjelaskan bahwa program pemberian beasiswa ini dikelola oleh Komite Beasiswa yang dibentuk DPP Hidayatullah. Seleksi para penerima berlangsung ketat dan berjenjang. Selain itu, jelas Asih, program ini akan dibuka setahun 2 kali dengan kuota terbatas.

Sementara itu Ketua Departemen SDI DPP Hidayatullah, Arfan, menjelaskan bahwa tahun ini beasiswa diberikan kepada 11 dosen yang sedang menumpuh pendidikan tingkat magister dan doktoral di beberapa perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Bahkan, kata Arfan, dua dari 11 dosen penerima beasiswa tersebut telah menyelesaikan kuliah S3-nya dan telah menyandang gelar doktor.

Selain itu, ada pula dua penerima beasiswa yang sedang menumpuh pendidikan di luar negeri, yaitu Rasyfiudin di IIU Malaysia dan Imam Faisol di Necmettin Erbakan Üniversitesi, Turki.

“Rasyfiudin sebelumnya mengajar di STIE Hidayatullah Depok, sedangkan Imam Faisal sebagai dosen di STIS Hidayatullah Balikpapan.” tutur Arfan sebagaimana tertulis dalam rilis yang diterima redaksi Ihwal, Rabu, 1 Rabiul Akhir 1444 (26/10/2022).

Untuk sementara ini beasiswa diberikan kepada dosen-dosen di beberapa perguruan tinggi Hidayatullah. Namun di masa mendatang, kata Arfan, pihaknya akan membuka peluang pemberian beasiswa kepada dosen-dosen perguruan tinggi lainnya.

Besaran bantuan dana yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp 95 juta. “Kami berterima kasih kepada BMH yang telah mendukung program ini sehingga bisa terlaksana dengan baik,” kata Arfan.

Zainal Abidin, Direktur Prodaya BMH, mengatakan pemberian beasiswa kepada calon magister dan doktor merupakan program sangat strategis dalam rangka membangun sumberdaya manusia unggul.

“Dari dosen-dosen yang berkualitas inilah akan lahir dai, guru, penggerak ekonomi umat, dan pelopor perubahan yang lebih unggul dan tangguh serta siap bertugas di pelosok nusantara sebagai mujahid dakwah sesuai bidangnya masing-masing,” jelas Zainal.

Asih Subagyo menambahkan bahwa program ini akan terus dikembangkan. Selain kuantitasnya yang diperbesar, cakupannya pun akan di perluas. Di masa mendatang bukan mustahil beasiswa juga akan diberikan kepada para guru.

Demikian juga sumber dana juga akan diperluas sehingga semakin banyak para dosen dan guru yang akan menerima manfaat dari program ini. */Ibnu M Hawab

[Khutbah Jumat] Tadabbur ‘Soempah Pemoeda’

0

Hari ini 94 tahun yang lalu, Jakarta menjadi tempat berkumpul sekitar 700-an orang pemimpin pemuda dari seluruh penjuru Nusantara yang waktu itu belum bernama “Republik Indonesia”. Bahkan waktu itu, menyebut kata ‘Indonesia’ pun dianggap kejahatan. Bung Hatta atau Mohammad Hatta dan kawan-kawan yang sedang kuliah di Belanda, ditangkap, dipenjara, dan diadili karena dituduh ‘menghasut’ rakyat untuk cita-cita Indonesia merdeka.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya, unduh sekarang:

Dandim 0615/Kuningan Tutup Islamic Super Camp Sako Pramuka Hidayatullah Jabar

KUNINGAN (Hidayatullah.or.id) – Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah Jawa Barat, sukses menggelar acara Islamic Super Camp selama 3 hari (22-24/10/2022) di Bumi Perkemahan Sidomba, Kabupaten Kuningan, Provins Jawa Barat (Jabar).

Acara yang bertema “Menggapai Tanpa Batas Menyiapkan Kader Berkualitas ini ditutup oleh Dandim 0615 Kuningan, Letkol Inf. Bambang Kurniawan, SE. MA.

Penutupan diawali pembacaan Kalamullah surat Al-Baqarah ayat 197-199 oleh Mohammad Ahsyan As-Syadzili, kelas 6 SD Hidayatullah Purwakarta.

Pada kesempatan itu, Dandim hadir memberikan materi wawasan kebangsaan dan bela negara. Selain itu, ia juga memberi motivasi kapada peserta agar terus belajar.

“Tidak hanya mengangkat senjata, sebagai pelajar menjadi pribadi yang berakhlak, menambah wawasan, keilmuan serta taat kepada Allah dan Rasulnya, itu merupakan bagian dari bela negara,” ungkapnya.

Ia mencontohkan pengalamannya sejak mulai SMP sudah belajar hidup prihatin, selalu aktif kegiatan di masjid dan belajar al-Qur’an. Ia juga berpesan, “Agar para santri harus memiliki kecerdasan, kejujuran, hormat dan patuh kepada orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Kak Wildan, pengurus Sako Nasional Hidayatullah mengapresiasi perjuangan panitia dan peserta. “Alhamdulillah, panitia dan peserta mampu melewati proses acara ini dari mulai pembukaan hingga penutupan dengan aman, tertib dan lancar, di tengah cuaca panas dan kadang diguyur hujan,” ujarnya.

“Meskipun demikian, semua peserta senang bergembira dan semangat menuntaskan semua lomba yang diadakan panitia,” ucapnya.

Wildan juga mengajak semua peserta bersiap-siap untuk mengikuti Jambore Nasional dan Asia pada tahun yang akan datang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah. Dalam kompetisi Islamic Super Camp Sako Pramuka Hidayatullah Jabar tahun 2022 ini, juara umum tingkat putra diraih oleh fi’ah Bandung dan tingkat putri diraih oleh fi’ah Cirebon.

Acara yang dihadiri sebanyak 600 peserta terdiri dari siswa SD hingga SMA Hidayatullah se-Jabar ini ditutup dengan doa oleh Ustadz Anton Al-Jundi, anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Jabar.

Dalam kesempatan tersebut ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan momentum untuk meningkatkan kemandirian, persahabatan, tarbiyah jasadiyah dan ruhiyah.

“Guyuran hujan dan terpaan panas plus motivasi dari kakak pembina dan pejabat yang hadir, insya Allah berpadu menjadi amunisi spirit dan energi yang meresap ke dalam jiwa adik-adik untuk bangkit mengisi hari-hari ke depan yang terbaik,” pungkasnya.*/Asep Juhana, Dadang Kusmayadi

Sarjana Ekonomi Wisudawan STIE Hidayatullah Harus Siap Hadapi Tantangan Resesi

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ditengah gempuran krisis ekonomi yang dihadapi dunia yang turut dirasakan dampaknya semua negara termasuk Indonesia, sarjana ekonomi STIE Hidayatullah ditantang harus mampu menghadirkan solusi dalam menghadapi resesi ekonomi global yang dapat memicu meningkatnya pengangguran hingga kebangkrutan ekonomi.

“Kondisi geopolitik dan ekonomi dunia saat ini tidak stabil, panas, dan dikhawatirkan makin memburuk. Ancaman resesi ekonomi makin besar. Sarjana STIE Hidayatullah harus siap dan turut andil menjadi solusi mengatasi krisis ini,” kata Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ir. Abu A’la Abdullah, M.HI.

Hal itu disampaikan Abu A’la Abdullah saat menyampaikan pidato dalam acara Sidang Senat Terbuka Wisuda IX STIE Hidayatullah yang digelar di Gedung Karim Lubis, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Sabtu, 26 Rabbiul Awal 1444 (22/10/2022).

Abdullah menerangkan, dinamika eksternal harus terus mampu dimonitor dan direspon secara tepat. Oleh karena merupakan faktor tak terkendalikan, maka respon atas faktor eksternal harus proporsional dan tepat untuk eksistensi dan promosi.

Lebih jauh Abdullah berharap, gerakan Hidayatullah dan STIE Hidayatullah serta seluruh entitas terkait, harus tetap konsisten dalam menjalankan proses pendidikan tinggi dengan lebih solid dan semangat.

“Komponen input, proses dan output harus diprediksikan untuk mendapatkan capaian jangka menengah dan jangka panjang,” imbuhnya.

Oleh karena itu, lanjut Abdullah, Hidayatullah dan STIE Hidayatullah Depok harus tetap bekerja keras, cerdas, ikhlash dan tuntas, untuk meraih visi dan idealismenya. Hal itu semua membutuhkan daya tahan dan daya dobrak yang lebih besar lagi.

“STIE Hidayatullah harus optimis menatap masa depan, dalam kondisi saat ini yang masih tidak atau belum kondusif,” imbuhnya seraya menukil data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pengangguran di Indonesia pada Februari 2021 sebanyak 8,75 juta orang. Jumlah ini naik dibandingkan dengan Februari 2020 yang sebanyak 6,93 juta.

Dia menambahkan, kenaikan jumlah orang menganggur secara signifikan ini disebabkan oleh pandemi Covid-19. Adapun jumlah pengangguran karena Covid-19 di Februari menjadi 1,62 juta. Kemudian jumlah pengangguran di Indonesia per Februari 2022 mencapai 8,4 juta jiwa. Jumlah tersebut porsinya mencapai 5,83% dari total angkatan kerja yang berjumlah 144,04 juta jiwa.

Masih menukil BPS, lebih dari 59% pengangguran di Indonesia berusia muda antara 15-29 tahun. BPS mencatat jumlah pengangguran dalam rentang usia tersebut mencapai 4,98 juta jiwa per Februari 2022.

Sidang Senat Terbuka Wisuda IX STIE Hidayatullah tahun 2022 ini diikuti oleh sedikitnya 70 wisudawan. Diantara adalah merupakan mahasiswa program beasiswa yang langsung diserap bursa kerja yang ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.*/Ainuddin

Wisuda ke-IX, Sarjana STIE Hidayatullah Didorong Ukir Prestasi Terbaik Berbagai Lini

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Wisudawan sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah didorong mengukir prestasi terbaik dimana pun kelak mengabdikan diri di berbagai lini kehidupan masyarakat.

“Dengan kultur Gerakan Nawafil Hidayatullah, maka sarjana dai STIE Hidayatullah pasti akan mampu mengukir prestasi di tempat tugas masing-masing,” kata Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ir. Abu A’la Abdullah, M.HI.

Hal itu disampaikan Abu A’la Abdullah saat menyampaikan pidato dalam acara Sidang Senat Terbuka Wisuda IX STIE Hidayatullah yang digelar di Gedung Karim Lubis, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Sabtu, 26 Rabbiul Awal 1444 (22/10/2022).

Abdullah mengatakan, kedewasaan dan kematangan generasi penerus perjuangan dalam membangun peradaban adalah ketika mereka berani dan mampu menghadapi tantangan dan peluang yang sangat berat di lapangan.

Dia menjelaskan, gerakan Hidayatullah dan STIE Hidayatullah serta seluruh entitas terkait, harus tetap konsisten dalam menjalankan proses pendidikan tinggi dengan lebih solid dan semangat.

Sejalan dengan itu, terang Abdullah, komponen input, proses, dan output harus mampu diprediksi untuk mendapatkan capaian jangka menengah (outcome) dan jangka panjang (impact).

“Hidayatullah dan STIE Hidayatullah Depok akan dan harus tetap bekerja keras, cerdas, ikhlash dan tuntas, untuk meraih visi dan idealismenya. Hal itu semua membutuhkan daya tahan dan daya dobrak yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menekankan STIE Hidayatullah harus optimis menatap masa depan apalagi ditengah kondisi lingkungan saat ini yang masih tidak atau belum kondusif.

Menurutnya, sebagai komponen strategis yang sarat dengan kader-kader filosofis, ideologis, tenaga muda, profesional dan menjunjung tinggi manhaj, jatidiri, kultur, visi dan misi gerakan Hidayatullah, maka STIE Hidayatullah Depok akan mampu menghadapi segala tantangan untuk meraih peluang menuju sukses masa depan dunia wal akhirat.

“Aset paling mahal adalah kader sarjana. Kualitas kader adalah integralisasi nilai-nilai Islam, penguasaan ilmu, kompetensi kerja, kejamaahan dan ketaatan kepada perintah pemimpin yang telah menyatu dengan pribadi kader sarjana STIE Hidayatullah,” imbuhnya menandaskan seraya berharap sarjana STIE Hidayatullah terus melanjutkan kuliah S-2 dan S-3 dengan memanfaatkan berbagai potensi.

Sidang Senat Terbuka Wisuda IX STIE Hidayatullah tahun 2022 ini diikuti oleh sedikitnya 70 wisudawan. Diantara adalah merupakan mahasiswa program beasiswa yang langsung diserap bursa kerja yang ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.*/Ainuddin