Beranda blog Halaman 334

Legislator DPRD DKI Apresiasi Kiprah Dakwah Hidayatullah Bangun Jakarta

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Legislator yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Dr. H. Bambang Kusumanto, M.Sc, mengapresiasi kinerja Hidayatullah dalam perannya membangun Daerah Khusus Ibukota Jakarta lewat berbagai programnya khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia dan keagamaan melalui kegiatan Rumah Qur’an (RQ).

“Dengan hadirnya banyak Rumah Qur’an di DKI menjadi bagian penting untuk peningkatan ajaran Islam yang ada di Jakarta,” kata Bambang.

Hal itu disampaikan Bambang saat menerima Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta Ust Muhammad Isnaeni bersama rombongan yang bersilaturrahim ke Kantor DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu (18/10/2022).

Anggota DPRD DKI Fraksi PAN ini mengapresiasi kinerja Hidayatullah DKI atas hadirnya rumah-rumah Qur’an yang ada di DKI sehingga menjadi salah satu pondasi kuatnya ajaran Islam di daerah khusus ibukota negara ini.

Bambang juga mengatakan bahwa sebagai bentuk upaya menjaga Rumah Qur’an agar terus ada dan terjaga maka penting untuk semua elemen masyarakat terkhususnya ormas Islam bekerja sama.

“Hadirnya Rumah Qur’an merupakan hal yang sangat baik sehingga dapat bersinergi dengan siapapun, penting untuk seluruh elemen masyarakat bekerja sama tanpa memandang perbedaan,” ucap Bambang.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI, Muhammad Isnaeni, mengatakan bahwa Hidaytullah sebagai salah satu kekuatan elemen bangsa akan terus mengupayakan hadirnya pendidikan untuk anak-anak bangsa salah satunya mendirikan Rumah Qur’an.

Pada kesempatan itu Isnaeni juga melaporkan agenda dan program keagaamaan yang sedang digalakkan pihaknya sebagai lembaga yang memiliki mainstream gerakan di bidang dakwah dan pendidikan.

Dia menyebutkan, Rumah Qur’an Hidayatullah DKI Jakarta jumlahnya saat ini sudah mencapai 150 rumah Qur’an dengan bersinergi dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Hidayatullah sebagai salah satu elemen kekuatan bangsa terus berupaya mengembangkan kiprahnya dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan juga kewirausahaan” jelasnya mendaskan.*/Ahmad Mansur Jihad Kefron

Islamic Supercamp Tanamkan nilai Dedikasi dan Semangat Berkontribusi pada Kebaikan

0

KUNINGAN (Hidayatullah.or.id) – Laznas BMH peringati hari santri dengan ragam kegiatan diantaranya kegiatan Islamic Supercamp yang bekerjasama dengan MTT Telkomsel dan BJB Syariah selama 3 hari di Bumi Perkemahan Sidomba Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang dibuka bertepatan dengan peringatan Hari Santri, Sabtu (22/10/2022).

Kegiatan Islamic Supercamp itu digelar bertepatan juga dengan agenda serentak secara nasional Laznas BMH berupa program pembagian satu juta sarung untuk santri.

Ketua Panitia Kegiatan Islamic Supercamp, Ust. J Sholin Harianto, mengatakan tema dalam kegiatan itu adalah “Mengabdi Tanpa Batas” guna menanamkan nilai nilai luhur ke dalam diri peserta agar kelak teguh dalam berkontribusi untuk kebaikan alam semesta.

“Ini merupakan ikhtiar hadirkan semangat memberi, berkontribusi dan berdedikasi bagi umat, bangsa dan negara,” ungkap Harianto.

Peserta sendiri merupakan siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA se Jawa Barat. Harianto menyebutkan, total ada 600 peserta yang hadir.

“Semoga kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi para generasi bangsa bahwa hidup harus bisa memberi, kolaborasi dan berdedikasi untuk negeri. Momentum hari santri, semoga ini terpatri dalam sanubari para santri semua,” ungkap Harianto menandaskan.

Sementara itu, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Barat, Ona Satria, mengatakan agenda Islamic Supercamp yang diikuti oleh para santri di sekolah-sekolah yang berada di Pesantren Hidayatullah Jawa Barat sukses digelar di Bumi Perkemahan Sidomba, Kuningan Jawa Barat.

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama antara Laznas BMH, BJB Syariah dan MTT Telkomsel serta beragam pihak lainnya,” terang Ona Satria.*/Herim

Meniti Zaman dengan Teguh Menapaki Jejak Teladan Nabi

RASULULLAH SAW dan para sahabatnya berjuang secara totalitas (all out), sedangkan zaman kita makna berjuang mengalami reduksi (penyempitan) makna. Berjuang identik dengan memburu beras, baju, dan uang. Mereka makan untuk kuat hidup berjuang, sedangkan kita hidup untuk kuat makan.

Zaman keemasan dahulu, SDM kepanjangannya dari sumber daya mukmin. Sedangkan era sekarang sdm dimaknai selamatkan diri masing-masing.

Zaman dulu mereka seperti Al Quran berjalan dalam berbagai dimensi kehidupan. Wahyu Allah terasa sebagai resep kehidupan. Sekarang kitab suci hanya sebagai mantra kehidupan. Bahkan, kitab suci diletakkan dibawah konstitusi. Wal ‘iyadhu billah min dzalik.

Zaman generasi yang terbaik dulu sedikit makan karena banyak berpuasa, sedangkan sekarang sedikit-sedikit makan.

Zaman dulu sedikit tidur untuk shalat tahajjud, sekarang kita dimana-mana tidur. Di kelas tidur, di masjid tidur, di kantor tidur, kecuali di ruang makan.

Zaman dulu tuntunan menjadi tontonan, sekarang ini tontonan menjadi tuntunan. Yang makruf dianggap mungkar. Dan yang mungkar dipandang makruf.

Zaman dulu orang-orang sehat rohaninya sekalipun terkadang sakit jasmaninya. Sekarang ini bugar-bugar badannya tetapi sakit ruhaninya. Manusia sipil berkarakter militer. Manusia modern berwatak primitif. Kaya ritual, miskin aplikasi. Khusyu’ di masjid, menjadi preman di pasar dan pemerintahan.

Tak sedikit yang retak-retak jiwanya (split personality). Manusia dicerabut ruhnya. Sehingga menjadi manusia yang terpisah dari Rabbnya. Itulah manusia skuler. Baik skuler subyektif maupun skuler obyektif. Kegiatan kehidupan, baik pada skala individu, keluarga, masyarakat, negara, tidak perlu melibatkan Tuhan (tadakhul rabbani). Tuhan terlalu suci, katanya.

Zaman dulu ketuhanan yang Maha Esa. Kemanusiaan yang adil dan beradab. Persatuan Indonesia. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebejaksanaan permusyawaratan perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sekarang, keuangan yang Maha Kuasa. Kemanusiaan yang jahil dan biadab. Perseteruan Indonesia. Kerakyatan yang tidak dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan dan pilihan langsung dengan biaya yang sia-sia. Keadilan sosial bagi segelintir rakyat Indonesia.

Zaman dahulu sedikit kantor pengadilan, tetapi keadilan terwujud. Sekarang, banyak kantor kantor pengadilan, keadilan tidak terwujud. Hukum bagaikan gegraji, tumpul keatas dan tajam kebawah. KUHP diplesetkan Kasih Uang Habis Perkara.

Dulu, kemuliaan seseorang karena ketakwaannya. Sekarang, kemulian itu terletak pada harta, tahta, wanita, status lahiriyah yang lain.

Zaman dulu orang yang kuat adalah orang yang bisa mengendalikan diri ketika sedang marah, sedangkan sekarang orang yang kuat adalah orang yang menang dalam bergulat dan bergelut.

Dulu, para sahabat lebih fokus pada perbaikan ruhani (kedalam), sekarang lebih fokus pada perbaikan lahir. Teras rumahnya tampak bersih, tetapi didalamnya seperti kapal pecah.

Zaman dulu belum ada medsos. Sehingga berkomunikasi secara manual. Efeknya, seseorang lebih terkontrol. Sekarang sudah ada medsos, sehingga manjadi manusia liar. Banyak menyebar desas-desus (qiila wa qoola), banyak bicara hoax, sehingga tidak memberi kesempatan hati untuk bicara, karena brisik dengan mulutnya yang asbun. Berbicara tanpa hati dan tanpa perasaan.

Orang dahulu lebih banyak berbicara dengan dirinya sendiri (muhasabah), sekarang orang seringkali menjadi orang lain dan lingkungan sosial menjadi kambing hitam.

Agar masa depan kita lebih baik, lihatlah kebelakang, seperti permainan tarik tambang.

Karena, masa kita hanya dibingkai oleh tiga masa. Masa lalu sebagai cermin, masa sekarang untuk memaksimalkan peran dan kontribusi, masa depan untuk merancang strategi.

Seorang sahabat Nabi, Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu berkata:

من كانَ منكم مُتأسياً فليتأسَّ بأصحابِ رسول ِاللهِ صلى اللهُ عليهِ وسلمَ, فإنهم كانوا أبرَّ هذهِ الأمةِ قلوباً، وأعمقـُها عِلماً، وأقلـُّهَا تكلـُّفَا، وأقومُها هَديَا، وأحسنـُها حالاً، اختارَهُمُ اللهُ لِصُحبةِ نبيِّهِ صلى اللهُ عليهِ وسلمَ وإقامَةِ دينِهِ، فاعرفوا لهم فضلـَهُم، واتـَّبـِعُوهم في آثارِهِم، فإنهم كانوا على الهُدى المُستقيم

“Siapa saja yang mencari teladan, teladanilah para sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Karena merekalah orang yang paling baik hatinya diantara umat ini, paling mendalam ilmu agamanya, umat yang paling sedikit dalam berlebihan-lebihan, paling lurus bimbingannya, paling baik keadaannya. Allah telah memilih mereka untuk mendampingi Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan menegakkan agama-Nya. Kenalilah keutamaan mereka, dan ikutilah jalan mereka. Karena mereka semua berada pada shiratal mustaqim (jalan yang lurus)”[ Tafsir Al Qurthubi (1/60).

Ust Sholih Hasyim S.Sos. I, penulis adalah kolumnis tinggal di Kudus, Jawa Tengah

Jambore Sako Pramuka Hidayatullah Jabar Dibuka Bupati Kuningan

KUNINGAN (Hidayatullah.or.id) — Departemen Pendidikan Dasar Menengah dan Kepesantrenan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat menggelar kegiatan Jambore Islamic Super Camp Sako Pramuka Hidayatullah Jabar di Bumi Perkemahan Sidomba Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang dibuka bertepatan dengan peringatan Hari Santri, Sabtu, 26 Rabbiul Awal 1444 (22/10/2022).

Acara itu dibuka oleh Bupati Kabupaten Kuningan, Acep Supriatna. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pesan agar peserta Islamic Super Camp menjaga kesehatan, menjaga lingkungan dan kekompakan.

“Kakak berpesan agar peserta menjaga kesehatan, jaga lingkungan, persatuan dan kesatuan, kekompakan dan kegotongroyongan,” ujar Bupati Acep.

Selain itu, ia juga mengajak santri untuk mengukir sejarah dalam mengisi pembangunan ini. “Karena masih dalam suasana Maulid Nabi dan hari santri. Kakak juga santri, adik-adik juga santri, kita semua santri, kita akan mengukir keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pramuka adalah sosok-sosok garda terdepan untuk melanjutkan sebuah era pembangunan dan kepemimpinan,” papar Acep seraya membaca basmillah dan takbir saat membuka acara tersebut.

Ketua DPW Hidayatullah Jabar, Taufik Wahyudiono turut mengapresiasi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan acara tersebut.

“Semoga dengan tema ini adik-adik bisa mencapai dan tumbuh kemampuan, keterampilan pada waktu yang akan datang. Semoga Sako Pramuka Hidayatullah Jabar berkembang dan berprestasi,” katanya.

Sementara itu, Engkus Sutisna, Staf Ahi Gubernur Jawa Barat Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik yang mewakili Gubernur Jabar mengatakan semoga acara ini berjalan lancar dari awal hingga akhir.

“Teristimewa untuk panitia dan peserta, Kakak berpesan, adik-adik ini akan menjadi pelanjut, dan pengisi pos-pos penting pada saatnya, kalian harus mencapai prestasi terbaik dan menjadi insfirasi untuk Indonesia,” imbuhnya.

“Dalam rangka memenuhi perintah Allah supaya tidak menjadi generasi yang lemah, maka Sako Pramuka Hidayatullah harus hadir menjadi wadah kita semua untuk menggembleng diri dan jiwa dan ruhani,” pungkasnya.

Menurut ketua panitia J Haryanto Solin, tujuan diadakan kegiatan ini. “Pertama, untuk meningkatkan karakter spiritual, kemandirian, ketangguhan dan keterampilan. Kedua, memupuk jiwa kepemimpinan, semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan, dalam bingkai nilai-nilai ke Islaman,” ujarnya.

Ketiga, lanjut Haryanto, “Memiliki komitmen terhadap penghayatan dan pengamalan lima program dan lima profil Sako Hidayatullah. Keempat,” Silaturahim, pertemuan dan perlombaan santri Hidayatullah se-Jawa Barat,” katanya.

Acara ini dihadiri sebanyak 600 peserta terdiri dari siswa SD hingga SMA Hidayatullah se-Jabar. Selain itu, hadir juga Ketua Baznas Kuningan, Kwarcab Kuningan, Ketua BMH, Pengurus DPW Hidayatullah Jabar, DPD Hidayatullah Jabar, DMW Jabar dan ketua yayasan Hidayatullah se-Jabar.

Pada momentum tersebut, BMH Jawa Barat yang didukung oleh BJB Syariah, Majelis Telkomsel Taqwa(MTT), BAZNAS Kuningan, BJB Sumber, El Syifa secara simbolis memberikan apresiasi dan penyerahan sarung untuk santri yang juga disaksikan Ka Iman Pramudya Subagja dari Kwarda Jawa Barat.

Acara pembukaan diakhiri dengan pembacaan do’a oleh KH Yayan Sofyan, Ketua BAZNAS Kuningan.*/Dadang Kusmayadi, Asep Juhana

Warga Sambut Antusias Kegiatan Bakti Sosial Hidayatullah Majalengka

0

MAJALENGKA (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Daruzzuama Hidayatullah Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat (Jabar), mengadakan kegiatan sosial bertema “Bakti Sosial Sedekah Sehat” yang digelar beberapa waktu lalu, Ahad, 20 Rabbiul Awal 1444 (16/10/2022) lalu.

Kegiatan yang bertempat di Yayasan Daruzzuama, Blok Pajaten No. 37, RT 09, RW 04, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Panyingkiran, itu diikuti sebanyak 25 orang.

Menurut Ketua Yayasan Daruzzuama Hidayatullah Majalengka, Muhammad Irfan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekitar yayasan. Selain itu, juga sebagai sarana dakwah.

Warga yang datang diterapi oleh 6 ahli kesehatan dan terapis pijat refleksi, bekam, dan akupuntur. Mereka berasal dari Rumah Sehat Mumtaza Cirebon dan Persatuan Bekam Indonesia cabang Kabupaten Majalengka.

Kegiatan ini didukung oleh berbagai elemen, di antaranya aparat Desa Pasirmuncang, PBI Kota Cirebon, BMH Cirebon, Rumah Makan Ayam Geprek Ibu Melly dan Aqiqah El-Syifa.

Sementara itu, panitia kegiatan yang juga tuan rumah, Abdullah Izzan dan Muhammad Irfan, awalnya pesimis. Karena, sudah pukul 08.15 belum ada peserta yang hadir. Namun, kekhawatiran itu sirna setelah datang ibu-ibu sebanyak 6 orang.

“Alhamdulillah, ‘sudah pecah telur’, akhirnya ada yang datang,” ucap Irfan sumringah.

Kemudian berangsur-angsur warga datang. “Ada 16 ibu-ibu dan 9 bapak-bapak, alhamdulillah untuk awal kegiatan sudah termasuk lumayan lah,” katanya.

“Semoga kedepannya lebih banyak lagi masyarakat yang bisa hadir dan mendapatkan manfaat dari kegiatan ini,” ujar Abdullah Izzan.

Menurut Izzan, selain antusiasme peserta, tak kalah juga para terapis yang datang dari luar kota. “Ustadz Suharno, Kang Encu, dan Kang Nadi menularkan semangat sehat kepada para peserta dan juga tuan rumah,” ujarnya.

“Juga Ustadzah Laeli, Bu Novi, Bu Bidan Leni, dan Bu Ema juga sangat semangat memberikan terapi bekam dan akupuntur,” imbuhnya.

Salah satu peserta Bakti Sosial Sedekah Sehat, Yiyis merasakan manfaat kegiatan ini. “Hatur nuhun (terima kasih), Ibu sareng Bapak tiasa dicek, diterapi,” ujar Yiyis, yang datang bersama suaminya.

Ustadz Suharno pun menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, kegiatan Sedekah Sehat ini berlangsung lancar, harapan saya bisa rutin mengadakan terapi kesehatan untuk masyarakat sekitar Yayasan Daruzzuama Hidayatullah Majalengka ini,” ungkapnya.

Muhammad Irfan juga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini, semoga bermanfaat dan bisa berlanjut,” pungkasnya.*/Husamuddin

Hidayatullah Pagaralam Buka Pendidikan Madrasah Diniyah Sistematika Quran

0

PAGARALAM (Hidayatullah.or.id) — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terutama di bidang pendidikan keagamaan, DPD Hidayatullah Pagaralam melalui amal usaha di bawahnya, Pesantren Hidayatullah Bintuhan, tahun ini membuka Madrasah Diniyah Sistematika Quran yang berlokasi di Desa Bintuhan, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat. DPD Hidayatullah Pagaralam itu sendiri, saat ini diketuai oleh Ust. Budiman Stainhard.

Ust. Prana Jaya, salah satu pengasuh Madrasah diniyah tersebut, mengatakan, tujuan membangun Madrasah Diniyah guna meningkatkan pelayanan kepada anak-anak di bidang keagamaan.

“Harapannya, dengan dibekali ilmu dan pengetahuan agama menjadi tolak ukur bagi mereka saat menjelang dewasa dan memahami tentang pentingnya mengetahui ilmu agama,” kata Ust. Prana seperti dilansir laman Hidayatullah Sumsel dikutip pada Jum’at, 25 Rabbiul Awal 1444 (21/10/2022).

Dia menjelaskan, madrasah merupakan lembaga pendidikan yang memerlukan perhatian dan pembinaan dalam pengembangannya. “Ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat, karena peserta didik adalah putra-putri yang juga akan berperan dalam pembangunan daerah sendiri di masa mendatang, ” tambahnya.

Madrasah Diniyah Sistematika Quran, Pesantren Hidayatullah Bintuhan, saat ini mendidik anak-anak sejumlah 75 santri yang dibagi kedalam 4 kelas, dan dipandu oleh 8 orang ustadz/ah. Para santri belajar selama 5 hari dalam sepekan, Senin hingga Jumat, dimulai dari pukul 14.00-16.00 setiap harinya.

Serba-serbi Madrasah Diniyyah

Madrasah diniyah merupakan suatu lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pembelajaran dan pendidikan dikhususkan dalam hal pengetahuan agama Islam kepada peserta didik dengan jenjang usia 7 (tujuh) sampai 18 (delapan belas) tahun, sedangkan proses pembelajarannya dilaksanakan dengan model klasikal.

Dalam PP 73, Pasal 22 ayat 3 disebutkan bahwa Madrasah diniyah termasuk kelompok pendidikan keagamaan jalur luar sekolah yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menguasai pengetahuan agama Islam, yang dibina oleh Menteri Agama.

Mengapa pendidikan madrasah itu penting? Itu karena, lembaga pendidikan madrasah diharapkan dapat membersihkan pikiran dan jiwa dari pengaruh globalisasi, madrasah berperan sebagai benteng yang menjaga kebersihan dan keselamatan fitrah manusia. Memberikan wawasan nilai dan moral, serta peradaban manusia yang membawa khazanah perkembangan berpikir peserta didik.

Dalam sejarahnya, upaya menetapkan pendidikan madrasah diniyah dilakukan sejak tahun 1964. Pada Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 1964 disebutkan bahwa Madrasah Diniyah ada 3 (tiga) tingkatan yakni : Diniyah Awaliyah, Diniyah Wustha, dan Diniyah Ulya.*/Kosim Abina Aziyz

[Khutbah Jumat] Memaknai Musibah Meraih Berkah

0

KALAU kita renungkan secara mendalam, sebuah musibah bukan hanya ujian bagi yang tertimpa, tetapi bagi kita semua, yang detik ini bisa sholat Jumat tanpa harus berpikir apakah masih ada pakaian bisa digunakan ibadah. Apakah hari ini tidak ada banjir susulan, dan
seterusnya.

Maka pertanyaan bagi kita sekarang adalah apakah kita akan peduli, berempati, bahkan membantu meringankan beban dan duka mereka. Dalam kata yang lain, musibah adalah sarana terbaik setiap insan beriman meneguhkan imannya dengan sabar bagi yang tertima dan bergerak membantu bagi yang tidak tertimpa, sehingga wujudlah yang namanya ukhuwah Islamiyah.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya, unduh sekarang:

Simpul Sinergi Hadirkan Rumah Quran Masyarakat di Pinggiran Kota Medan

0

MEDAN (Hidayatullah.or.id) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bersinergi dengan Yayasan Darul Dakwah menghadirkan 2 Rumah Qur’an (RQ) di pinggiran Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Kadiv Prodaya BMH Perwakilan Sumut, Andi Lukman Muthalib, mengatakan kehadiran 2 RQ tersebut dalam rangka menguatkan pelayanan dakwah dalam pemberantasan buta aksara Al Quran. Hingga sejauh ini, Lukman menyebutkan, sinergi BMH perwakilan Sumut dengan berbagai elemen telah hadirkan sedikitnya 13 unit RQ di berbagai penjuru.

“Berkat kepercayaan umat, hingga saat ini BMH telah mendirikan 13 unit Rumah Qur’an di wilayah Medan dan Deli Serdang. Pendiriannya ditandai dengan penyerahan mushaf Qur’an, pemasangan papan nama, dan ramah tamah,” kata Lukman dalam keterangannya usai peluncuran 2 RQ di pinggiran Kota Medan, beberapa waktu lalu (16/10/2022)

Rumah Qur’an yang baru saja didirikan itu berlokasi di Kampung Sentosa Barat, Kelurahan Belawan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. RQ yang kedua berlokasi di Yong Panah, Gang Melur, Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.

Lebih lanjut dituturkan Lukman, selain telah mendirikan 13 unit Rumah Qur’an, BMH pun mensupport belasan Rumah Qur’an lainnya di wilayah Sumatera Utara.

Dia menjelaskan, pendirian dua unit Rumah Qur’an atas kerjasama BMH dan Yayasan Darul Dakwah Medan ini kedepannya tidak hanya menjadi tempat mengaji, namun juga sekaligus menjadi salah satu sarana kegiatan masyarakat dalam berbagi peduli dan kegiaatan sosial lainnya.

“Kebaikan yang dilahirkan dari kepedulian kaum Muslimin melalui syariat zakat dan sedekah terus mengalir, sehingga beragam program yang berdampak luas untuk ummat terus bergulir. Di antaranya melalui program Rumah Quran,” pungkas Lukman.

Sementara itu, berdirinya Rumah Quran ini disambut gembira oleh warga dan anak-anak. Seperti dituturkan oleh Pak Saiful, warga di Kampung Sentosa Barat Belawan Sicanang. Ia mengaku senang atas kehadiran layanan RQ tersebut di kampung mereka.

“Kami sangat senang ada Rumah Qur’an di kampung ini, selama ini anak anak hanya belajar apa adanya. Alhamdulillah, semoga anak semakin semangat belajarnya,” kata Saiful menandaskan.*/Halim Mustafa

Kapolri Ajak Teladani Sifat Rasulullah: Amanah, Bijaksana, Sederhana


Kapolda Kaltim Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto berfoto bareng pengurus Hidayatullah Balikpapan pada rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad di Mapolda Kaltim, Balikpapan, Selasa (18/10/2022).* [Foto: Istimewa/MCU]

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Dipimpin oleh KH. Hamzah Akbar, S.Sos. rombongan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan memenuhi undangan Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Acara ini diadakan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Kaltim, di Balikpapan, Selasa, 22 Rabbiul Awal 1444 (18/10/2022).

Turut dalam rombongan, Ustadz Masykur (Ketua Bidang Satu Pendidikan YPPH), Ustadz Dr. Abdurrohim (Ketua Badan Pengkajian dan Perencanaan Sumber Daya Insani YPPH), Ustadz Irwan Budiana (Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan YPPH), Ustadz Muhammad Nasir (Ketua Dewan Pengurus HIdayatullah Daerah Balikpapan), dan Ustadz Herianto (Dosen STIS Hidayatullah). Hadir pula H. Rasyid Ridho (Direktur Asset YPPH) dan Ustadz Ali Sarwanto (LPIH Luqman Al-Hakim Balikpapan).

Diketahui, acara peringatan Maulid Kepolisian RI ini diselenggarakan terpusat di Lapangan Bhayangkara, Jakarta dan dihadiri langsung oleh Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Acara ini pun disiarkan secara langsung ke seluruh Polda dan Polres Indonesia, serta diikuti oleh sebagian besar tokoh-tokoh ulama, tokoh agama, instansi TNI, OKP, BEM, dan seluruh elemen masyarakat lain.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa keadaan bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ini, menurutnya, perlu dihadapi dengan ikhtiar dan doa yang dilakukan secara bersama-sama agar bisa menghadapi tantangan yang sulit. Di antaranya kata Jenderal L. Sigit, tantangan krisis pangan, krisis energi, krisis ekonomi, hingga krisis sosial di masyarakat dan dunia sekarang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Oktober 2022.

Masyarakat Indonesia diingatkan untuk tidak boleh lengah, berpuas diri, dan tetap waspada.

“Ujian Covid-19 bisa dilewati dengan persatuan dan kesatuan. Ini yang patut disyukuri bersama, tinggal bagaimana menghadapi tantangan berikutnya,” ucapnya.

Selanjutnya, Jenderal L. Sigit juga mengingatkan seluruh Korps Bhayangkara yang seluruh personel kepolisian Indonesia disebutnya sedang mendapatkan ujian.

“Dan saya berpesan khususnya seluruh anggota Polri. Ibarat emas, saat ini sedang melaksanakan proses pemurnian untuk menjadi emas 24 karat,” lanjut Kapolri tegas.

Karena sedang diayak dan disaring, tentu ini adalah situasi dan suasana yang tidak enak. “Tapi, yakin jika ini bisa dihadapi maka Anda pantas tampil jadi emas 24 karat. Menjadi Polri yang presisi, Polri yang lebih dekat, lebih dicintai masyarakat,” tutur Sigit.

Kaitan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad, Jenderal L. Sigit menganggap ini saat yang tepat untuk berbenah. Pada Nabi Muhammad, disebutnya ada sifat utama Nabi yang patut diteladani dan dijadikan pedoman serta tuntunan dalam melaksanakan tugas pokok Polri serta dalam kehidupan sehari-hari.

“Yaitu, jujur, amanah, cerdas, bijaksana dalam menyampaikan sesuatu. Akhlak Rasulullah juga patut ditiru soal kesederhanaan, tidak hedonis. Lihat lingkungan sekitar, harus sadar agar bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, duduk sama rendah berdiri sama tinggi,” pesan L. Sigit.

Kapolri juga mengingatkan seluruh anggota pesonel kepolisian agar menjadikan jabatan polisi sebagai kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum.

“Jadi tidak sekadar cari jabatan, ini kesempatan mengabdi dan amal ibadah, biar rekan polisi tidak merasa berat, di samping ikhtiar berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Diketahui, acara peringatan Maulid Nabi Muhammad berlangsung lancar dan diakhiri dengan jamuan makan siang serta shalat Zhuhur berjamaah. Pengurus YPPH Balikpapan juga berkesempatan bertemu langsung dengan Kapolda Kalimantan Timur, Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si serta berfoto bersama di sela penutupan acara tersebut.* (Abu Jaulah/MCU)

Menyerap Makna Pesan Rasulullah: “Agama adalah Nasehat”

“AGAMA itu adalah nasihat. Mereka (para sahabat) bertanya; untuk siapa wahai rosulullah?. Rosulullah bersabda; untuk Allah, kitab-Nya, rosul-Nya, imam kaum muslimin, dan kaum muslimin pada umumnya” (HR. Muslim, no.55/95, Abu Dawud no. 4944. an-Nasa’I (VII/156), Ibnu Hibban Ta’liqotul hisaan no.4555), Ahmad (IV/102), Al-Baihaqy (VIII/163). (Arbain Nawawy hadits no.7)

Nasehat kepada Allah

Imam Nawawi (676 H) berkata: nasehat untuk Allah artinya mengajak masyarakat manusia ke jalan Allah. Makna nasehat kepada Allah adalah beriman kepada-Nya, menafikan semua sekutu bagi-Nya, menetapkan sifat-sifat yang mulia bagi-Nya, melaksanakan ketaatan kepada-Nya, menjauhkan badan dari aneka maksiyat kepada-Nya, berjihad melawan orang-orang yang kufur kepada-Nya dan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya.

Nasehat untuk Allah mencakup 2 hal, yaitu ikhlas beribadah kepada-Nya dan memenuhi persaksian (syahadat) tauhid kepada-Nya secara rububiyyah, uluhiyyah, serta asma’ wassifat.

Syeikh Muhammad As-Sindi (1163H) berkata; nasehat kepada Allah maksudnya agar seorang hamba berusaha menjadikan dirinya ikhlas kepada-Nya, seorang muslim wajib mengagungkan-Nya dengan sebesar-besar pengagungan, mengamalkan ketaatan secara lahir maupun batin serta menjauhi apa-apa yang Dia benci. Hatinya penuh cinta dan rindu kepada-Nya, mensyukuri semua nikmat-nikmat-Nya, sabar atas bencana yang menimpanya, serta ridho kepada taqdir-Nya.

Nasehat kepada Allah maksudnya menyeru manusia supaya memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, berupa; melaksanakan rukun iman dan islam, berdo’a, berharap, memohon perlindungan, memohon ampunan, bertaubat, tawakkal, takut, bernadzar, ta’dzim, berserah diri, taslim total hanya kepada Allah ta’ala semata-mata. Dan bukan kepada selain-Nya.

Nasehat kepada Kitab-Nya

Nasehat untuk kitab mencakup beberapa perkara, yaitu bersikap mengagungkannya, membenarkan apa yang diberitakannya, tidak ragu-ragu terhadapnya, melaksanakan anjuran-anjuran di dalamnya, menjauhi apa yang menjadi larangan-larangannya, berhukum dengan hukum-hukumnya, meyakini bahwa Al-Quran adalah kalamullah yang datang dari sisi Allah yang terjaga hingga hari qiyamat.

Syeikh Muhammad As-Sindi (1163H) berkata; nasehat kepada Kitab maksudnya meyakini bahwasanya Al-Qur’an itu kalamullah, mengimani apa yang ada di dalamnya, membacanya, bersikap memuliakannya, mengutamakannya dari selainnya, mempelajarinya agar mendapatkan ilmunya, serta mengamalkannya agar selamat karenanya.

Nasehat kepada Kitab maksudnya menyerukan Al-Qur’an ke segenap penjuru dunia, ke desa-desa, kota-kota, kantor-kantor, instansi-instansi, daerah-daerah, kutub bumi, pelosok-pelosok kampung baik daratan maupun lautan. Me-masyarakat-kan Al-Qur’an dan meng-Al-Qur’an-kan masyarakat. Dan program ini adalah semulia-mulia pekerjaan, karena menjadikan jaringan masyarakat ber-tauhid.

Bagaimana hal ini dikatakan tidak mulia? Padahal menunaikann seruan dalam Al-Qur’an adalah keutamaan, anugerah, kebajikan, kasih sayang, cinta, keadilan, keuntungan, kejayaan, pertolongan, jalan solusi, harapan dan segala perbendaharaan kebaikan untuk segenap manusia. Dunia, juga akhirat. Sebab isi kandungan Al-Qur’an adalah demikian, yakni seruan untuk bertauhid, memerintahkan manusia agar memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, dan tidak menyekutukan Allah dengan apa saja.

Al-Qur’an merupakan pelita zaman, wasilah bagi penempuh perjalanan kepada Allah, tiada mampu mencapai derajat kedekatan kepada Allah kecuali dengannya, ia sebagai penyejuk mata dan hati bagi orang berilmu, pelipur lara bagi yang mendapat cobaan. Al-Qur’an adalah jalan yang harus ditempuh bagi pencari keselamatan, karena kalau tidak, dia pasti sesat.

Nasehat kepada Rosul-Nya

Nasehat untuk rosulnya mencakup beberapa perkara, yaitu ittiba’ kepada Rasulullah, beriman kepadanya bahwa Rasulullah adalah manusia yang benar, tiada pernah berdusta sebagai manusia pilihan, membenarkan apa yang beliau beritakannya, melaksanakan perintah-perintahnya, menjauhi larangan-larangannya, mengamalkan sunnah-sunnahnya yang mana manusia kini telah meremehkannya. (Syarah Arba’in an-Nawawy, hadits ke-7, oleh syeikh al-Utsaaimin)

Nasehat untuk Rasulnya berarti; meyakini bahwa Rasulullah adalah seutama-seutama makhluk dan kekasih Allah, yang diberi keistimewaan mendapatkan wahyu, diutus kepada segenap manusia agar; memberi kabar gembira bagi yang mengikutinya, berupa kebahagiaan hidup di dunia dan kebahagiaan kekal di surga. Serta memberi peringatan kepada siapa saja yang mengingkarinya, berupa kesempitan hidup di dunia dan kesengsaraan kekal di neraka.

Orang yang sukses adalah orang yang mampu membawa kecintaan dan ketaatan kepada sunnahnya. Dan hakekat orang yang gagal adalah orang yang terhalang mengikuti ajarannya, yang meremehkan hadits-haditsnya sebagai sesuatu yang sepele. Barangsiapa yang mengikuti rosul berarti mengikuti Allah, dan barangsiapa yang menentangnya, maka ia telah membangkang Allah secara nyata.

Sebagaimana Allah berfirman;

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang baik, niscaya Allah akan memperbaiki bagimu perkara-perkaramu, dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan rosul-Nya maka sungguh dia beruntung dengan keberuntungan yang agung” (QS. An-Nahl: 96) 10)

Nasehat kepada pemimpin kaum muslimin

Para ulama ada yang berpendapat tentang pemimpin kaum muslimin adalah ulama’ dan yang lain adalah umaro’ (pemerintah). Karena yang memimpin kaum muslimin dalam perkara agama mereka adalah ulama sedangkan dalam hal keduniaan adalah umaro’.

Nasehat untuk ulama’ adalah bersikap mencintai mereka, sebab mereka adalah pewaris para nabi, mereka ulama robbany yang selalu menjaga umat ini dengan firman Allah dan sabda-sabda Rasulullah. Juga, membantu mereka, bergaul dengan baik, menasehati dengan baik manakala melakukan kesalahan. Demikian pula kepada pemerintah. (Syarah Arba’in an-Nawawy, hadits ke-7, oleh syeikh al-Utsaaimin)

Yaitu nasihat kepada penguasa maupun pemimpin kaum muslimin, maka mereka menerima, mendengar dan mentaati perintahnya dalam hal yang makruf, bukan maksiyat, karena tidak ada ketaatan dalam hal maksiyat kepada al-Kholiq.

Menasehati para pemimpin berarti tidak menyerang mereka selama mereka taat dan menegakkan agama, selalu berusaha memperbaiki kondisi para pemimpin, tidak memberontak, provokasi, mengobarkan api fitnah kebencian, membersihkan kerusakan mereka, memerintah mereka kepada kebajikan, melarang mereka dari keburukan, selalu mendoakan mereka agar mendapatkan kebaikan. Karena kebaikan mereka berarti akan dicontoh rakyat, rusaknya mereka berarti akan mencerminkan bejatnya rakyat.

Imm Fudhail ibnu ‘Iyadh berkata: Jikalau aku memiliki do’a yang bagus maka aku juga peruntukkan untuk pemimpinku. Lalu ditanyakan: wahai Abu ‘Ali apa maksudmu dengan ucapan itu? Beliau menjawab; jika do’a itu hanya untuk diriku maka kebaikannya juga hanya untuk diriku, namun jika doa itu untuk para pemimpin dan ternyata mereka berubah menjadi baik, maka semua orang dan negara akan merasakan manfaat kebaikannya. Maka kewajiban kita adalah terus menasehati para pemimpin serta mendoakan mereka”.

Menjelek-jelekkan penguasa di forum media, mengkudeta, menampakkan kebencian dengan terang, mengangkat senjata, mengebom sana-sini, adalah cara politik khowarij yang jelas jauh dari petunjuk nabi. Bahkan nabi sendiri tidak demikian, dan hal demikian termasuk dosa menyalahi sunnah, menimbulkan bahaya yang lebih besar dan sangat minim manfaatnya.

Nasehat kepada kaum muslimin keseluruhan

Yaitu dengan menolong mereka dalam kebaikan dan taqwa, melarang mereka dari keburukan, membimbing mereka kepada petunjuk, mencegah mereka dengan sekuat tenaga dari kesesatan, mencintai kebaikan untuk mereka sebagaimana ia mencintai diri sendiri, dikarenakan mereka semua sama-sama ingin menjadi hamba Allah yang baik. Maka haruslah bagi seorang hamba yang baik untuk memandang mereka dengan kaca mata yang satu, yaitu kaca mata kebenaran.

Menasehati kaum muslimin berarti memperbaiki keadaan mereka, menjaga keutuhan mereka agar saling hidup penuh damai dan sentausa, menuniakan haq dan kewajiban, menghormati dan menyayangi. Adapun hak kaum muslimin adalah; menjenguk mereka apabila sakit, melawat mereka jika meninggal, mendoakan mereka jika bersin, menjawab salam mereka, mendatangi undangan mereka, menutup aib mereka, menolong hajat mereka, menjaga kehormatan, darah dan harta mereka, memberikan manfaat, menjauhkan mereka dari mudhorrot serta berkasih sayang dengan mereka.

Kesimpulan faidah hadits ini:

  1. Pentingnya nasehat agama untuk umat manusia.
  2. Bagusnya metodologi pengajaran nabi yang bersifat umum (mujmal) dahulu kemudian rincian penjelasan
  3. Semangatnya sahabat untuk mengetahui kandungan ilmu.
  4. Bagusnya sistematika keterangan nabi dari perkara yang paling penting untuk manusia yaitu, Allah, kitab, rosul, pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin pada umumnya.
  5. Wajibnya nasehat kepada para pemimpin kaum muslimin
  6. Isyarat bahwa betapa pentingnya kaum muslimin hidup berjama’ah dengan pemimpin.
  7. Wajibnya menjaga ukhuwah untuk semua kaum muslimin.

Sungguh nasehat nabi ini pendek dan singkat, namun betapa agungnya isinya, alangkah bagusnya jika dilaksanakan, alangkah hebatnya, alangkah baiknya, alangkah amanahnya pelakunya. Semoga termasuk kita.

Ust Mardiansyah (pendidik di Ponpes Hidayatullah Bontang)