Beranda blog Halaman 354

Hidayatullah Distribusikan 1500 Paket Lebaran Amanah dari Jusuf Kalla

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sebagaimana tahun tahun sebelumnya, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla yang juga dikenal sebagai pengusaha kembali membagikan paket bingkisan lebaran kepada masyarakat termasuk sebanyak 1500 pack yang diamanahkan kepada Hidayatullah.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Abdul Ghofar Hadi, menyampaikan atas nama keluarga besar ormas Islam Hidayatullah mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan keluarga besar Bapak Jusuf Kalla yang mendistribusikan Paket Lebaran Idul Fitri 1443 H kepada jamaah Hidayatullah dan kaum dhuafa yang membutuhkan.

“Secara kelembagaan, Hidayatullah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak JK dan leluarga, yang memberikan kepercayaan kepada kami untuk menerima dan juga mendistribusikan paket sembako,” kata Ghofar kepada Hidayatullah.or.id, Rabu, 26 Ramadan 1443 (27/4/2022).

Atas nama keluarga besar Hidayatullah, Ghofar juga mendoakan untuk kesehatan, kebaikan, kemuliaan, dan keberkahan bagi Pak JK dan keluarga besar.

Wasekjen DPP Hidayatullah ini pun memuji teladan kedermawanan keluarga besar Jusuf Kalla yang telah berlangsung rutin sejak puluhan tahun lalu, bukan saja pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri, terutama yang diberikan kepada ormas dan lembaga lembaga Islam termasuk Hidayatullah.

“Semoga Allah senantiasa menjaga Pak JK dan keluarganya, memberikan keberkahan harta dan umurnya, pahalanya dilipatgandakan atas amal ibadah dan amal sholehnya, mendapatkan kemuliaan dan surga di akherat, Aamiiin,” kata Ghofar.

Setelah dikemas dalam dus yang telah disiapkan, paket sembako bingkisan lebaran tersebut distribusikan secara merata di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Pendistribusian dilakukan melalui jaringan Hidayatullah se Jabodetabek seperti DPW Hidayatullah DKI Jakarta, DPD Hidayatullah se-Jabodetabek, Pemuda Hidayatullah, SAR Hidayatullah, Muslimat Hidayatullah, serta
lembaga lain dibawah naungan ormas Hidayatullah.

“Adapun pembagian kepada fakir miskin dan dhuafa di sekitar kantor DPP Hidayatullah, kami melakukan kerjasama dengan tokoh masyarakat dan kepengurusan RT setempat, untuk memastikan bahwa paket lebaran ini tersalurkan pada orang yang benar-benar membutuhkan,” kata Ghofar.

Dalam setiap kemasan kardus bingkisan lebaran sumbangan dari bos perusahaan konglomerasi Kalla Group tersebut berisi 4 kg beras, 1 kaleng susu, 1 kecap botol, 1 teh kotak, 2 bungkus biskuit, 1 bungkus abon, dan 1 lembar sarung.

Ghofar menjelaskan, distribusi paket yang diberikan keluarga besar Pak Jusuf Kalla kepada Hidayatullah ini dilakukan bekerja sama dengan pengurus RT dan jejaring Hidayatullah se-Jabodetabek sehingga pendistribusian paket diharapkan dapat sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan seperti keluarga miskin, janda, dan orang lanjut usia.

“Alhamdulillah bantuan paket yang dibagikan, selain kepada lembaga atau yayasan dan panti asuhan jaringan Hidayatullah, juga tersalurkan kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” katanya.

Ghofar menambahkan, dengan tim pekerja dari staf kantor DPP Hidayatullah, pengemasan dan sebaran paket bingkisan lebaran ini didistribusikan lebih cepat sejak sebelum memasuki 10 hari terakhir Ramadhan.

“Paling tidak telah tersebar seluruhnya H-3 Idul Fitri 1443 sehingga penerima dapat menyajikan dan menikmatinya lebih awal. Semoga ke depan jumlahnya ditambah sehingga semakin banyak jaringan Hidayatullah dan masyarakat yang merasakannya. Berkah selalu untuk Pak JK sekeluarga dan kita semua,” harapnya.*/Ainuddin

[DOWNLOAD] Naskah Khutbah Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah

0

BERIKUT naskah khutbah Idul Fitri 1443/2022 Hijriyah rilis DPP Hidayatullah. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya kaum muslimin. Selamat Idul Fitri, Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.

DOWNLOAD/ UNDUH

Menyambut Shalat Idul Fitri di Ewood Park Stadium

Akun twiter Blackburs Rovers @rovers, mengunggah foto pemain dan official yang sedang berbuka dan dilanjutkan shalat berjamaah (Foto: Twittwe @rovers)

BULAN Ramadhan memang bulan yang istimewa, penuh dengan keberkahan. Beberapa hari lalu, klub sepak bola Inggris, Blackburn Rovers, melalui akun resminya, mengunggah pengumuman bahwa mengundang kepada semua muslim dan keluarganya untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di Ewood Park Stadium. Ini merupakan stadion kebanggan penduduk Blackburn.

Stadionnya sendiri memiliki kapasitas tempat duduk 31.267 penonton. Sedangkan pelaksanaan sholat Ied nanti dilaksanakan di lapangan rumput stadion. Dalam undangan itu juga dijelaskan bahwa, stadion akan di buka jam 8.30 pagi, khutbah dimulai pada jam 9.00, sedangkan shalat Ied jam 9.30.

Ini merupakan hal yang pertama kali terjadi di liga Inggris, bahwa stadion sepak bola dijadikan sarana keagaamaan yaitu untuk shalat Idul Fitri. Sehingga menjadi perhatian dan sorotan seantero jagad.

Blackburn Rovers Football Club adalah sebuah tim sepak bola Inggris yang saat ini bermain di Liga Championship (kasta ke-2) liga Inggris. Bermarkas di Blackburn, Inggris. Didirikan tahun 1875. Pernah menjuarai liga utama (premier league) Inggris sebanyak 3 kali yaitu tahun 1912, 1914, 1995.

Kota Blackburn sendiri berdasarkan sensus penduduk setempat tahun 2019, memiliki penduduk sejumlah 120,500. Sedangkan komposisi penduduknya adalah 62.7% kulit putih (60.0% keturunan Inggris), 34.3% oarang Asia dan0.7% kulit hitam. Dalam hal agama, 57,53 persen penduduknya adalah Kristen (rata-rata untuk Inggris 71,74 persen), 25,74 persen Muslim (rata-rata untuk Inggris 5,6 persen) dan 15,98% tidak beragama atau tidak disebutkan.

Sebagaimana diketahui di Inggris, bahwa komunitas muslim terbesar dapat ditemukan di London. Kemudian menyebar di kota-kota lain mulai dari Bradford, Luton, Blackburn, Birmingham hingga Dewsbury yang memiliki populasi muslim yang signifikan.

Dengan populasi 25,74 persen atau sekitar 31.016 jiwa tersebut, menjadi hal yang wajar jika kemudian klub berlogo mawar itu memfasilitasi warga muslimnya untuk shalat idul fitri. Karena klub ini menjadi kebanggaan warga Blackburn. Sehingga klub juga perlu merangkul semua komunitas untuk mendapatkan dukungan yang memadai.

Perlu diketahui bahwa tentu saja kebijakan ini sangat membantu komunitas muslim di Blackburn ataupun kota-kota di sekitarnya dalam menjalankan shalat Idul Fitri tahun ini.

Di Blackburn sendiri saat ini terdapat sekitar 45 masjid yang tersebar di seluruh kota Blakcburn. Dan akan ada tambahan satu masjid lagi yang masih dalam tahap pembangunan oleh kelompok usaha Issa Brothers (muslim keturunan India dengan berbagai jenis usaha) yang sedang membangun masjid besar di Blackburn.

Alokasi biaya yang dianggarkan sebesar 5 juta pound sterling atau sekitar 90 miliar rupiah. Dalam keterangannya terkait dengan pembangunan masjid ini disebutkan bahwa, “Dengan arsitektur Islamnya, jelas mencerminkan perubahan wajah Blackburn modern… dan ini akan menunjukkan Blackburn dalam cahaya baru tempat di mana ada keragaman, tetapi juga di mana komunitas bercampur”.

Di dalam skuad dan official klub Blackburs Rovers sendiri ada beberapa yang muslim, sebagaimana di klub-klub liga Inggris lainnya. Melalui akun resmi twiter @rovers, mengunggah foto pemain dan official yang sedang berbuka dan shalat berjamaah dengan caption.

“Malam ini, staf dari Ewood Park, akademi, pusat pelatihan yang menjalani ibadah Puasa bergabung dengan Reda Jousef Khadra (pemain Blackburn) dan Tezilyas untuk berbuka puasa. Makanan, doa dan pendidikan.”

Di bulan Ramadhan ini, pihak klub juga membagi-bagikan paket Ramadhan yang berisi makanan dan sembako yang akan diberikan kepada yang membutuhkan di seluruh wilayah Blackburn.

Hal ini nampaknya sangat relevan dengan tulisan terdahulu, terkait dengan perkembangan muslim di Eropa. Dimana khusus untuk Inggris, masih dilaporan yang sama diperkirakan pada tahun 2180, mayoritas penduduk Inggris adalah muslim. Selanjunya terkonfirmasi dalam laporan Statisca, dimana disebutkan bahwa seperti kebanyakan negara Eropa lainnya, Inggris memiliki populasi Muslim yang signifikan.

Dengan jumlah Muslim di Eropa yang diprediksi akan meningkat secara signifikan dalam waktu dekat, porsi Muslim Inggris secara populasi diprediksi meningkat dari 6,3 persen pada 2016 menjadi 17,2 persen pada 2050. Hal ini sebagian dapat dikaitkan dengan fakta bahwa populasi Muslim Inggris secara demografi adalah penduduk berusia muda, dan ini juga berlaku untuk populasi Muslim Eropa yang lebih luas.

Apa yang terjadi di Ewood Park tahun ini bukan sebuah kebetulan. Ada rekayasa Ilahiyah disitu, di luar kemampuan dan kapasitas manusia. Meskipun sangat erat kaitannya dengan aktifitas dan geliat dakwah kaum muslimin di Inggris secara umum.

Sangat memungkinkan hal ini akan menginisiasi stadion-stadion lainnya untuk melaksanakan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang. Sebab klub-klub liga Inggris saat ini juga bertabur pemain muslim. Ini sebuah fakta bahwa Islam semakin tumbuh dan berkembang di Inggris.

Salah satunya dengan dakwah melalui sepakbola. Dan diterima oleh rakyat dan pemerintah Inggris. Hal ini seolah menyambut pernyataan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tahun 2022 ini resmi menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Internasional untuk Memerangi Islamofobia atau International Day to Combat Islamophobia.

Inilah ajaran Islam yang sesungguhnya. Sehingga dapat diterima oleh semua kalangan seantero jagad raya. Sebab begitulah karakteristik dasar sejak ajaran Islam diturunkan di muka bumi. Dan pada akhirnya akan memberikan rahmat bagi semesta alam, yang tidak tersekat oleh tempat, jarak dan waktu.

Sejalan dengan firman Allah QS Al Anbiya : 107 وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Dan bukti dari firman Allah ta’ala itu akan terus nampak dari dulu, kini dan masa mendatang. Wallahu A’lam

Asih Subagyo│Senior Researcher Hidayatullah Institute

Kesungguhan Songsong Hari Fitri dan Membangun Jiwa Pemenang

SETIAP kali kita berhari raya, seharusnya kita sudah memetik kemenangan. Kemenangan memimpin diri sendiri, sebelum memimpin orang lain. Barangsiapa yang kalah dalam mengelola diri sendiri akan gagal memimpin orang lain. Kemenangan mengendalikan panca indra, syahwat perut (syahwatul bathn) dan syahwat kemaluan (syahwatul farj) agar tunduk kepada keinginan Allah SWT.

Sebagaimana al-Quran mengatakan;

ان للمتقين مفازا

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapatkan kemenangan.” (QS.An Naba (78) : 31).

Kemenangan menemukan jalan keluar dari kesulitan hidup, memperoleh rezeki dari arah yang tidak terduga, mendapatkan berbagai kemudahan dalam menapaki fluktuasi kehidupan termasuk terhapusnya dosa dan jaminan memperoleh pahala yang agung. Tentu ini, sebuah kemenangan yang bersifat spektakuler.

Sebagaimana janji Allah SWT;

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah SWT niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah SWT niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.” (QS. Ath Thalaq (65) : 2-4).

Sebagai pemenang sejati, kita gemakan alunan takbir, tahmid dan tahlil. Kita gemakan ucapan Allahu Akbar, Allah Maha Besar, termasuk dalam keyakinan kita. Betapa kecilnya ilmu, harta dan jabatan kita. Subhanallah. Maha Suci Allah. Betapa kotor diri kita. Bukankah kita seringkali tidak kuasa mengendalikan mulut, telinga, tangan, pikiran, perut dan farji (kemaluan) kita dari dosa dan masiat.

“Laa ilaaha illallah, Tiada Ilah selain Allah.” Kita diperintahkan untuk memperbanyak ucapan tahlil artinya kita dianjurkan untuk mengukir sebanyak mungkin prestasi karena dorongan iman.

Kalimat tahlil yang kita hayati dalam hati, diucapkan dengan lisan dan digerakkan oleh anggota tubuh, mudah-mudahan iman (tauhid) terpatri dalam jiwa kita. Setiap saat, jika perlu kita harus bertahlil, tanpa menunggu malam Jumat.

Dengan berpuasa secara benar kita bisa merasakan nikmatnya hari lebaran/ hari raya. Laksana perasaan seorang pengembara (as Saihun) yang menemukan oase di tengah padang sahara. Bagaikan seorang musafir kehausan yang menemukan telaga yang jernih dan tempat berteduh di tengah-tengah teriknya perjalanan. Seperti perasaan seorang petani yang menemui tibanya masa panen. Seperti seorang pebisnis yang memperoleh keuntungan usaha yang berlimpah. Seperti seorang atletik yang mengalahkan para kompetitornya.

Ketika menang, kekalutan dan kegelisahan hati menjadi terobati. Seakan-akan hilang keletihan, pengorbanan yang kita rasakan sebelumnya. Sehingga pasca kemenangan ada tambahan kekuatan, motivasi, harapan dan energi baru.

Dengan stamina, spirit baru itu merupakan modal untuk melawan tekanan eksternal dan internal diri kita, mengusir rintangan, menyingkirkan duri, menolak rayuan dan godaan, memikul beban, dan menikmati kelelahan dan penderitaan.

لَيْسَ اْلعِيْدُ مَنْ يَلْبَسُ الْجَدِيْدَ اِنَّمَا الْعِيْدُ اِذَا كَانَتْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُ وَعَنِ الْمَعْصِيَةِ بَعِيْد

“Bukanlah orang yang berlebaran itu orang yang berpakaian baru, hanyalah orang yang berhari raya itu jika ketaatannya (kepada Allah) meningkat dan terhadap perbuatan masiat menjauh.”

Memasuki bulan Syawal adalah momen untuk mengadakan evaluasi mutu/ standar kelulusan kita pada madrasah Ramadhan. Semoga, pada sebelas bulan mendatang terjadi peningkatan kualitas pribadi, organisasi, sosial dan amal shalih, sesuai dengan arti dari bulan Syawwal itu (bulan peningkatan).

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.” (QS. Ali Imran (3) : 133-135).

Mewaspadai Kebangkrutan

Alangkah ruginya jika kita tidak bisa mempertahankan bobot kepribadian yang kita serap dari Ramadhan. Seharusnya, terjadi peralihan bentuk setelah berpuasa. Sebelum berpuasa karakter kita bagaikan ulat yang menjijikkan. Bodinya tidak menarik. Kulitnya membuat gatal yang tak terperikan. Setelah berpuasa di dalam kepompong selama empat puluh hari berubah menjadi kupu-kupu yang sedap sejauh mata memandang.

Kita juga tidak ingin seperti perempuan tua jahiliyah dahulu – Siti Ra’ithah – yang pagi harinya rajin menenun, tetapi pada sore harinya hasil tenunannya itu diurai selembar demi selembar.

“Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali. (QS. An Nahl (16) : 92)

Atau orang yang fisiknya puasa, namun panca indera lain tetap melakukan maksiat. Sehingga puasa yang dilakukan tidak berefek pada perubahan pola pikir dan perilaku kehidupan sehari-hari.

أَتَدْرُوْنَ مَا الْمُفْلِسُ ؟ قَالُوْا : اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ وَلَا مَتَاعَ , فَقَالَ : اِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتيِ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ , وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذاَ , وَسَفَكَ دَمَ هَذَا , وَضَرَبَ هَذاَ , فَيُعْطِي هَذَا مِنْ حَسَنَا تِهِ وَ هَذَا مِنْ حَسَنَاتِ, فَاِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ, أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فيِ النَّارِ

Nabi bersabda; “Tahukah kalian, siapakah orang-orang yang bangkrut itu? Mereka menjawab, Menurut kami orang yang bangkrut itu ialah yang tidak memiliki harta dan benda. Beliau bersabda : orang bangkrut dari ummatku tampil pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat. Dia pun datang dengan membawa dosa karena memaki orang, menuduh seseorang berzina, memakan harta si anu, menumpahkan darah si anu, dan memukul si anu. Kemudian diberikanlah sebagian kebaikannya kepada si anu dan si anu (yang dahulu dizaliminya). Jika kebaikannya telah habis sebelum dosa kezalimannya berakhir, maka kesalahan orang diambil lalu ditimpakan kepadanya.Akhirnya dilemparkanlah dia ke neraka.” (HR. Muslim dan Turmudzi).

Karena itu, kemenangan ruhani adalah modal utama agar kita memiliki kemampuan untuk menunda kepuasan sesaat yang menggoda, menggiurkan atau menyilaukan dan menukarnya dengan kesabaran dan keteguhan menunggu kepuasan akhir, dan permanen. Karena kita yakin, sesungguhnya hasil yang kita nikmati sekarang tidak sebanding dengan kenikmatan di akhirat kelak.

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Seorangpun tidak mengetahui apa yang disimpan untuk mereka, yaitu (berbagai kenikmatan) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.“ (QS. Al Sajdah (32) : 17).

Apabila energi spiritual itu mapan dan dahsyat, maka kita mampu melawan sikap tergesa-gesa, kesenangan sementara (mata’), keletihan dan kelelahan, perjalanan panjang nan berliku, godaan duniawi yang kerdil, trampil mengantisipasi berbagai tekanan internal dan eksternal serta intimidasi musuh. Dan pada saat yang bersamaan kita merasakan kehidupan yang bermartabat (izzah).

Kehidupan individu, keluarga, masyarakat dan utamanya kehidupan bernegara kita sekarang ini membutuhkan energi spiritual untuk membangun kembali puing-puing kerusakan moral akibat terpaan badai materialisme, penjajahan syubhat, syahwat dan ghoflah (kelalaian).

Kini, kita memerlukan kekuatan ruhiyah itu untuk menyembuhkan bangsa dari patologi (penyakit) sosial. Sekarang ini kita membutuhkan energi spiritual untuk memperbaiki nasib bangsa yang telah terpuruk, miskin, bodoh, terbelakang, dan terjerat belenggu krisis. Dan sekarang ini kita memerlukan kekuatan moral itu untuk melawan tirani yang terjangkiti penyakit KKN secara kronis dan akut.

Sekarang ini kita membutuhkan reformis baru, pahlawan (banyak amal dan pahalanya), yang bisa membawa ke pinggir pantai para penumpang kapal Indonesia yang tenggelam di dasar laut. Kita membutuhkan imam (pemimpin spiritual) pada saat dimana para koruptor dihormati, orang yang baik dikucilkan, diisolir dan dituduh sebagai biang kerusakan negeri.

Setiap kali bangsa manapun menghadapi tantangan besar, muncul pahlawan yang memberikan arah dan memimpin perjalanan. Ketika bangsa Israil ditindas dan difakirkan Firaun, datanglah Musa dan Harun.

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya ia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut. Berkatalah mereka berdua : Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. Allah berfirman : Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat. Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah : Sesungguhnya kami adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk” (QS. Thaha (20) : 43-47).

Ketika mereka menghadapi paceklik, muncul Nabi Yusuf yang memegang kendali perekonomian dan mewujudkan kemakmuran. (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru):

يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسٰتٍ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ . قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ

“Yusuf, Hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.” Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.” (QS. Yusuf (12) : 46-47).

Ketika Jalut (Goliat) mengancam mereka dari luar, Nabi Dawud hadir memimpin perlawanan dan membunuh Jalut.

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَمَنْ لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّىٓ إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةًۢ بِيَدِهِۦ  ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ  ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُۥ هُوَ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُۥ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ  ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُّلٰقُوا اللَّهِ كَمْ مِّنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةًۢ بِإِذْنِ اللَّهِ  ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصّٰبِرِينَ “وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ قَالُوا رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِينَ

“Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai, maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata : “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah (2) : 149-150)

Ketika ummat manusia berada di tepi kehancuran peradaban Parsi dan Romawi, diutuslah Nabi Muhammad Saw.

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ

“Sebagaimana Kami telah menyempurnakan nikmat kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah (2) : 151).

Ketika kerajaan Bani Umaiyah mengalami pembusukan dari dalam, datanglah sosok Umar bin Abdul Aziz. Seorang pemimpin yang zuhud. Pengaruh kepemimpinannya demikian mendalam. Pesan-pesan ketaqwaan mendominasi tempat-tempat umum. Bahkan para amil zakat keliling Afrika, tetapi tidak ada yang menerimanya. Indikator kemakmuran yang tidak ada duanya. Maka, sejarah menamakan pasca kepemimpinan cicit Umar bin Khathab tersebut sebagai khalifah rasyidah kelima.

Merindukan Sosok Leader, Bukan Dealer

Bukan tantangan yang kita keluhkan sekarang ini, tetapi benarkah rahim pertiwi ini tak sanggup lagi melahirkan para pahlawan, leader seperti zaman revolusi kemerdekaan pada tahun 1945 dahulu. Benarkah negeri yang dilukiskan oleh Syekh Ali Thanthawi laksana “sepenggal firdaus di bumi “ dan penyair Yaman “– namudzajiyyah fil jannah – maket surga” ini akan hancur di tangan bangsanya sendiri yang terlalu kerdil menghadapi persoalan dan tantangan besar. Benarkah bahwa tantangan kehidupan dari Allah sekarang ini lebih besar dari kapasitas internal yang kita miliki. Mengapa semua ujian yang kita hadapi bersamaan dengan musibah kelangkaan pahlawan.

Sudah saatnya kekuatan spiritual yang kita peroleh selama bulan Ramadhan kita aktualisasikan untuk membangkitkan semangat pengorbanan dan kepahlawanan. Sebab kejahatan yang menggurita pada era globalisasi saat ini terlalu keras untuk dilawan oleh orang-orang yang lemah imannya. Badai materialisme terlalu menggoda untuk dihadapi oleh orang yang berjiwa kerdil.

Dengan nilai-nilai perjuangan, kepahlawanan, pengorbanan yang diserap dari sekolah Ramadhan itu kita menggalang tangan-tangan shalih yang terisolir di negeri ini untuk bersinergi. Memenangkan kebenaran diatas kebatilan. Mengedepankan aspek spiritual diatas material. Mengunggulkan aspek ruhaniah di atas sektor badaniyah.

Mengedepankan iman dan takwa diatas ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengedepankan iman diatas akal dan naluri. Dan kita alirkan kembali darah segar ke dalam tubuh ummat yang tampak pucat dan lesu. Dan bermental bagaikan buih di lautan. Serta kita angkat kembali harga diri kita yang sudah jatuh.

Terakhir, mari kita sadari bahwa siapapun orangnya pasti pernah dan selalu pernah melakukan kesalahan. Dalam diri kita bukan cuma ada nalar dan nurani, tetapi ada naluri. Dalam diri kita tidak hanya ada akal dan iman, tetapi ada pula syahwat. Kita bukan hanya memiliki kekuatan, namun juga memiliki kelemahan sekaligus kekurangan.

Kesalahan yang fatal adalah kita tidak menyediakan pada ruang kepribadian kita untuk memperbaiki diri. Janganlah kita persepsikan bahwa kekurangan, kelemahan itu mematikan peluang untuk maju.

Semoga kesalahan itu tidak terulang, dan kita berharap kesalahan itu sebagai tangga, jembatan untuk meningkatakan kualitas kita. Marilah kita berbuat sebanyak mungkin untuk menutupi segala kekurangan dan kelemahan bawaan kita.

Sehingga sampai pada kondisi bahwa kekurangan kita bisa dikalkulasi. Sekalipun banyak kekurangan, tetapi yang menonjol dalam diri kita adalah kelebihan-kelebihannya.

Hari raya sejatinya membuka ruang kepribadian kita secara lebar untuk berkembang. Tidak terpuruk pada sisi gelap dan bahu tidak sedap diri. Ketika kita terbuka dalam merespons setiap perubahan menuju ke arah kebaikan dan kesempurnaan, indikator bahwa kita menempatkan diri termasuk agen perubah (‘unshur taghyir). Kesadaran untuk berubah adalah unsur yang termahal dalam kehidupan ini.

ذَلِكَ بِأَنَّ اللّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّراً نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ وَأَنَّ اللّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“(siksaan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan meubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS. Al Anfal (8) : 53).

Tentu saja, Allah tidak mencabut nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada sesuatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah.

Ust Sholih Hasyim

Seruan Tegas Pemimpin Umum Hidayatullah: Buru Kebaikan Ramadhan!

Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad di Masjid Ar-Riyadh, Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim,* [Foto: Waqqash/MCU]

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Bulan suci Ramadhan 1443H berakhir tidak lama lagi. Ini momentum emas bagi setiap Muslim untuk memaksimalkan ibadahnya.

Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, berkali-kali menegaskan kepada segenap warga Hidayatullah untuk berburu kebaikan di bulan Ramadhan.

Apalagi, ia berpandangan ke depan bahwa Hidayatullah akan menghadapi berbagai ujian. Bahwa Hidayatullah pun, tambahnya, akan mengangkat pekerjaan-pekerjaan besar.

“Tidak bisa diangkat (pekerjaan-pekerjaan besar itu) kalau tidak ada keterlibatan Allah yang memberikan kebaikan-kebaikan, sehingga kita ini memiliki semangat,” ujarnya dalam ceramahnya hampir satu jam di Masjid Ar-Riyadh Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Ummulqura, Balikpapan, Kaltim, Ramadhan 1443H ini.

Oleh karena itu, momentum Ramadhan harus terus disergap oleh warga Hidayatullah, jangan sampai dilewatkan. Semangat harus terus dipompakan. Warga Hidayatullah bukan hanya mencari, tapi harus berburu kebaikan di bulan penuh berkah ini.

“Maka cari terus, kejar, buru (kebaikan)! Ini saya pakai istilah ini, berburu kebaikan!” seruan tegas KH Abdurrahman pantauan Media Center Ummulqura (MCU) Hidayatullah di Gunung Tembak.

Di antara bentuk perburuan kebaikan di bulan Ramadhan yaitu dengan bersemangat mengikuti shalat tarawih dan tahajud berjamaah di masjid. KH Abdurrahman menegaskan, di balik kebersamaan dalam berjamaah tersebut, ada kekuatan dan kenikmatan.

Selain shalat, kebaikan lain yang harus diburu yaitu lewat berinfaq dengan memberikan yang terbaik.

“Tidak mengeluarkan dana atau uang untuk masuk celengan kecuali uang baru,” ujarnya mencontohkan salah satu bentuk infaq terbaik.

Sang Kiai mengaku, jika mendapatkan uang, maka ia memilih uang yang masih baru, lalu disisihkan untuk berinfaq.

“Biasanya kan kalau ada uang Rp 50 ribu masih diikat dari bank, ada yang baru, masih melengkat. Nah, kusimpan dulu ini,” ungkapnya bertutur dengan harapan menjadi teladan bagi warga Hidayatullah.

“Mungkin itu kecil, tapi ini berpengaruh. Berikan yang terbaik, jangan (infaq dengan uang) yang lusuh-lusuh,” ujarnya tegas tapi bernada agak guyon.

Ahad, 6 Ramadhan 1443H (08/04/2022) bakda ashar itu, warga Gunung Tembak semakin terbakar semangatnya dalam menjalani Ramadhan yang kini telah memasuki 10 hari terakhir.*(SKR/MCU)

Kampus Ponpes Hidayatullah Menggala Lampung Gelar Qur’anic Camp

0

TULANG BAWAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memaksimalkan Ramadhan 1443 H tahun ini, Pesantren Hidayatullah Menggala, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung, mengadakan kegiatan Qur’anic Camping, dimulai Kamis, 20 Ramadan 1443 (21/4/2022).

Ketua Yayasan Hidayatullah Menggala, Ustadz Sadarwadi, M.Pd.I, mengatakan kegiatan bertujuan untuk menamkan rasa cinta yang lebih mendalam pada Qur’an.

Kegiatan yang terlaksana selama 2 malam 3 hari, diikuti tidak kurang dari 600 Santri mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD dan MI Hidayatullah Menggala.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi bagi para santri agar bisa lebih memaknai bulan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an.

Beliau menjelaskan, bahwa diantara kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah Ujian Tahfidz Terbuka untuk santri Tsanawiyah, Al-Qur’an Camp, Pesantren Ramadhan, Buka Puasa dan Sahur Bersama, Dongeng Islami, dan berbagai macam kegiatan lainnya.

“Alhamdulillah acara kami berjalan dengan baik dan lancar, semua elemen dari guru, wali murid, dan para santri, sangat antusias dengan kegiatan ini, terlebih dapat kunjungan dari Dewan pengurus Wilayah Hidayatullah Lampung, itu menambah spirit kami dalam mensukseskan acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang santri bernama Habib mengaku sangat senang dan gembira bisa mengikuti kegiatan seperti ini. “Saya sangat senang dan bahagia, bisa tidur, shalat dan baca Qur’an di lapangan tempat camping saya, pokoknya keren,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Hendar Hermansyah, salah seorang wali santri. Kata dia, kegiatan Qur’anic Camp seperti ini, sangat bermanfaat.

“Anak-anak saya merasa sangat puas dan bahagia sekali, tentu saya juga ikutan bahagia, karena acaranya menarik, dan anak-anak juga memiliki tambahan ilmu,” ujarnya.

Pesantren Hidayatullah Menggala merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang beralamat di Jl. Rengas Cendung, Gunung Sakti, Menggala Selatan. Pesantren ini telah meluluskan lebih dari 3000 santri yang belajar di sana.*/Agus Nasrullah

SD Integral Hidayatullah Baubau Berbagi Kebaikan Ramadhan

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) — SD Integral Hidayatullah Baubau menggandeng Mitra Zakat Hidayatullah Baubau melalui momen Ramadhan 1443 H berbagi kebahagian dengan sejumlah kaum dhuafa dan anak yatim serta santri tahfidzul Qur’an pada kegiatan #BerbagiKebaikanRamadhan, yang pada tahun ini menyasar beberapa titik salur; Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Ar-Royyan, Panti Asuhan Madin Al-Ikhlas, Panti Asuhan Ulil Albab di Kelurahan Kaisabu Baru, Panti Asuhan Madinatul Qur’an di Kelurahan Kadolokatapi, dan Panti Asuhan Darul Ulum di Kelurahan Kampeonaho, pada Sabtu, 21 Ramadhan 1443 H (23/4/2022).

Kepala SD Integral Hidayatullah Baubau Ust. Akbar Mahaba, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, kegiatan #BerbagiKebaikanRamadhan dilaksanakan dengan bentuk penggalangan bahan sembako dari seluruh siswa, orang tua siswa, asatidz, dan juga donatur Mitra Zakat Hidayatullah.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memberikan pelajaran dan pengalaman kepada siswa dalam berbagi kepada sesama di bulan yang mulia ini.

“Alhamdulillah, ini adalah kegiatan yang bertujuan untuk menggugah rasa empati siswa kami dalam berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan. Apalagi bulan ini adalah bulan yang sangat mulia yang ganjarannya berlipat-ganda,” kata Akbar.

Pengurus Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Ar-Royyan Ust. Faisal saat menerima rombongan siswa & asatidz SD Integral Hidayatullah mengungkapkan rasa terimakasih atas kunjungan silaturrahim ini.

“Terimakasih atas kehadiran ustadz-ustadzah dan para siswa dengan apa-apa yang sudah dikeluarkan dari hartanya. Semoga bermanfaat,” ungkap Faisal seraya mengutip hadits ‘khoirunnas anfa’uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya’.

Ust. Faisal juga menyebutkan bahwa ternyata ada beberapa alumni SD Integral Hidayatullah Baubau yang melanjutkan pendidikan dan penghafalan Al-Qur’annya di PTQ Ar-Royyan yang berada di wilayah Bumi Perkemahan Samparona Baubau ini.

Pada kesempatan berbagi kebaikan ini, turut hadir perwakilan siswa, orang tua siswa, dan asatidz ke lokasi penyaluran dimaksud. Siswa sangat antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di luar area sekolah ini.

Sekolah di bawah naungan Yayasan Pesantren Hidayatullah Baubau ini selalu menanamkan rasa cinta kepada Al-Qur’an. Hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu keunggulan sekolah ini.

Hal ini terlihat siswa selalu dikondisikan untuk selalu membaca dan menghafalkan Al-Qur’an di berbagai kesempatan; di rumah, dalam perjalanan, dan di sekolah.

Sesaat sebelum berangkat ke lokasi, siswa memuroja’ah (mengulang) hafalan Al-Qur’annya hingga dalam perjalan pulang-pergi dari dan ke lokasi penyaluran pun siswa dengan riang gembira berkaraoke murottal Qur’an yang tersedia di mobil khusus antar-jemput sekolah integral ini./*Noer Akbar

Fakta Data dan Tantangan Dakwah di Media Sosial

0

BERDASARKAN laporan dari We Are Social, jumlah penduduk Indonesia adalah 277,7 juta pada Januari 2022. Hal ini menunjukkan bahwa populasi Indonesia meningkat sebesar 2,8 juta (+1,0 persen) antara tahun 2021 dan 2022. Dimana sekitar 49,7 persen penduduk Indonesia adalah perempuan, sedangkan 50,3 persen penduduk adalah laki-laki. Pada awal tahun 2022, 57,9 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan, sementara itu 42,1 persen tinggal di pedesaan.

Ada 204,7 juta pengguna internet di Indonesia pada Januari 2022. Sementara, tingkat penetrasi internet Indonesia mencapai 73,7 persen dari total populasi pada awal tahun 2022. Analisis Kepios menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia meningkat sebesar 2,1 juta (+1,0 persen) antara tahun 2021 dan 2022.

Sebagai gambaran, angka pengguna ini mengungkapkan bahwa 73,05 juta orang di Indonesia tidak menggunakan internet pada awal tahun 2022, artinya 26,3 persen penduduk tetap offline di awal tahun. Namun, masalah yang berkaitan dengan COVID-19 terus memengaruhi penelitian tentang adopsi internet, sehingga angka pengguna internet yang sebenarnya mungkin lebih tinggi daripada angka yang dipublikasikan ini.

Data GSMA Intelligence menunjukkan ada 370,1 juta koneksi seluler di Indonesia pada awal 2022. Namun, perhatikan bahwa banyak orang di seluruh dunia menggunakan lebih dari satu koneksi seluler – misalnya, mereka mungkin memiliki satu koneksi untuk penggunaan pribadi, dan satu lagi untuk bekerja – jadi bukan hal yang aneh jika angka koneksi seluler secara signifikan melebihi angka total. populasi. Angka GSMA Intelligence menunjukkan bahwa koneksi seluler di Indonesia setara dengan 133,3 persen dari total populasi pada Januari 2022. Jumlah koneksi seluler di Indonesia meningkat 13 juta (+3,6 persen).

Pengguna Media Sosial

Hingga Januari 2022, ada 191,4 juta pengguna media sosial di Indonesia. Jumlah pengguna media sosial di Indonesia pada awal tahun 2022 setara dengan 68,9 persen dari total populasi. Analisis Kepios mengungkapkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia meningkat 21 juta (+12,6 persen) antara tahun 2021 dan 2022.

Berdasarkan publikasi dari Meta, pada awal tahun 2022 Facebook memiliki 129,9 juta pengguna di Indonesia. Sedangkan jangkauan iklan Facebook di Indonesia setara dengan 46,8 persen dari total populasi pada awal tahun 2022. Namun, Facebook membatasi penggunaan platformnya untuk orang-orang berusia 13 tahun ke atas, jadi perlu juga digarisbawahi bahwa 60,0 persen audiens yang “memenuhi syarat” di Indonesia menggunakan Facebook pada tahun 2022.

Untuk konteks tambahan, jangkauan iklan Facebook di Indonesia setara dengan 63,4 persen dari basis pengguna internet lokal (pada semua jenis usia) pada Januari 2022. Pada awal tahun 2022, sekitar 44,0 persen audiens iklan Facebook di Indonesia adalah perempuan, sedangkan 56,0 persen adalah laki-laki.

Berdasarkan data dari Google menunjukkan bahwa YouTube memiliki 139,0 juta pengguna di Indonesia pada awal 2022. Angka ini berarti bahwa jangkauan iklan YouTube tahun 2022 setara dengan 50,0 persen dari total penduduk Indonesia di awal tahun.

Sebagai gambaran, iklan YouTube mencapai 67,9 persen dari total basis pengguna internet Indonesia (tanpa memandang usia) pada Januari 2022. Saat itu, 46,9 persen penonton iklan YouTube di Indonesia adalah perempuan, sedangkan 53,1 persen adalah laki-laki.

Angka yang dipublikasikan di alat periklanan Meta menunjukkan bahwa Instagram memiliki 99,15 juta pengguna di Indonesia pada awal 2022. Angka ini menunjukkan bahwa jangkauan iklan Instagram di Indonesia setara dengan 35,7 persen dari total populasi di awal tahun. Namun, Instagram membatasi penggunaan platformnya untuk orang berusia 13 tahun ke atas, jadi ada baiknya mengetahui bahwa 45,8 persen audiens yang “memenuhi syarat” di Indonesia menggunakan Instagram pada tahun 2022.

Perlu diketahui juga bahwa jangkauan iklan Instagram di Indonesia pada awal tahun 2022 setara dengan 48,4 persen basis pengguna internet lokal (tanpa memandang usia). Pada awal tahun 2022, 52,3 persen audiens iklan Instagram di Indonesia adalah perempuan, sedangkan 47,7 persen adalah laki-laki.

Angka yang dipublikasikan di sumber periklanan ByteDance menunjukkan bahwa TikTok memiliki 92,07 juta pengguna berusia 18 tahun ke atas di Indonesia pada awal 2022. Perhatikan bahwa ByteDance memungkinkan pemasar untuk menargetkan iklan TikTok kepada pengguna berusia 13 tahun ke atas melalui alat periklanannya, tetapi alat ini hanya menampilkan data pemirsa untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas.

Untuk konteksnya, angka ByteDance menunjukkan bahwa iklan TikTok mencapai 47,6 persen dari semua orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di Indonesia pada awal tahun 2022. Sementara itu, jangkauan iklan TikTok di Indonesia setara dengan 45,0 persen basis pengguna internet lokal di awal tahun, tanpa memandang usia. Pada awal tahun 2022, 66,0 persen audiens iklan TikTok di Indonesia adalah perempuan, sementara 34,0 persen adalah laki-laki.

Menurut publikasi Meta menunjukkan bahwa iklan di Facebook Messenger mencapai 28,40 juta pengguna di Indonesia pada awal tahun 2022. Sehingga pengguna Facebook Messenger di Indonesia setara dengan 10,2 persen dari total populasi di awal tahun. Facebook Messenger membatasi penggunaan platformnya untuk orang-orang berusia 13 tahun ke atas, jadi perlu juga disoroti bahwa iklan mencapai 13,1 persen dari audiens Facebook Messenger yang “memenuhi syarat” di Indonesia pada tahun 2022.

Untuk konteks tambahan, jangkauan iklan Facebook Messenger di Indonesia setara dengan 13,9 persen basis pengguna internet lokal (berapa pun usia). Pada awal tahun 2022, 45,0 persen audiens iklan Facebook Messenger di Indonesia adalah perempuan, sedangkan 55,0 persen adalah laki-laki.

Angka yang dipublikasikan di sumber periklanan LinkedIn menunjukkan bahwa LinkedIn memiliki 20,00 juta “anggota” di Indonesia pada awal 2022. Angka jangkauan iklan perusahaan menunjukkan bahwa audiens LinkedIn di Indonesia setara dengan 7,2 persen dari total populasi pada awal tahun 2022. LinkedIn membatasi penggunaan platformnya untuk orang berusia 18 tahun ke atas, jadi ada baiknya juga mengetahui bahwa 10,3 persen audiens yang “memenuhi syarat” di Indonesia menggunakan LinkedIn pada tahun 2022.

Untuk konteks tambahan, jangkauan iklan LinkedIn di Indonesia setara dengan 9,8 persen basis pengguna internet lokal (berapa pun usia) di awal tahun. Pada awal tahun 2022, 44,6 persen audiens iklan LinkedIn di Indonesia adalah perempuan, sedangkan 55,4 persen adalah laki-laki.

Data yang dipublikasikan di sumber periklanan Snap menunjukkan bahwa Snapchat memiliki 3,30 juta pengguna di Indonesia pada awal 2022. Angka ini berarti jangkauan iklan Snapchat di Indonesia setara dengan 1,2 persen dari total populasi di awal tahun. Namun, Snapchat membatasi penggunaan platformnya untuk orang berusia 13 tahun ke atas, jadi perlu juga dicatat bahwa 1,5 persen dari audiens yang “memenuhi syarat” di Indonesia menggunakan Snapchat pada tahun 2022.

Untuk konteks tambahan, jangkauan iklan Snapchat di Indonesia setara dengan 1,6 persen basis pengguna internet lokal (berapa pun usia) di awal tahun.Pada awal tahun 2022, 77,6 persen audiens iklan Snapchat di Indonesia adalah perempuan, sementara 19,7 persen adalah laki-laki.

Angka yang dipublikasikan di sumber periklanan Twitter menunjukkan bahwa Twitter memiliki 18,45 juta pengguna di Indonesia pada awal 2022. Angka ini berarti jangkauan iklan Twitter di Indonesia setara dengan 6,6 persen dari total populasi saat itu. Namun, Twitter membatasi penggunaan platformnya untuk orang-orang berusia 13 tahun ke atas, jadi mungkin bermanfaat untuk mengetahui bahwa 8,5 persen audiens yang “memenuhi syarat” di Indonesia menggunakan Twitter pada tahun 2022. Untuk konteks tambahan, jangkauan iklan Twitter di Indonesia setara dengan 9,0 persen basis pengguna internet lokal (berapa pun usia) di awal tahun.

Berdasarkan data Statista, Indonesia merupakan negara dengan pengguna whatsApp terbanyak ketiga di dunia. Jumlah pengguna whatsApp di Tanah Air mencapai 84,8 juta pengguna pada Juni 2021. Dan menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan setiap hari dengan 88% dari total pengguna medi sosial pasti menggunakan WhatsApp.

Peluang dan Tantangan

Data di atas sesungguhnya menjadikan peluang dan tantangan bagi semua aktifitas baik yang sifatnya organisasi bisnis maupun organisasi sosial, tak terkecuali lembaga dakwah. Jika mampu memanfaatkan potensi sebagaimana tersebut di atas, maka dakwah akan semakin diterima disemua kalangan, melalui platform media tersebut.

Selanjutnya apa dan bagaimana yang harus dilakukan oleh lembaga dakwah untuk memasuki dunia digital terutama menerobos dan mewarnai dakwah di media sosial ini. Berikut ini ada sepuluh tawaran dari pemahaman hingga langkah teknis yang bisa dilakukan:

Pertama, dakwah itu kewajiban setiap muslim, sehingga tidak ada alasan bagi siapapun yang mengaku muslim untuk tidak terlibat dalam proyek dakwah ini. Sehingga disemua platform media sosial, selalu sebarkan kebaikan (dakwah) sesuai dengan kemampuan, kapasitas dan keahlian masing-masing.

Kedua, niat karena Allah ta’ala, karena dunia media sosial ini bisa melenakan dan bisa jadi malah mensihir kita. Sehingga jangan sampai belok niat kita seharusnya niat untuk dakwah ilaLlah menjadi melenceng ke tujuan lainnya.

Ketiga, tingkatkan pemahaman diniyah kita dan perdalam kedekatan dengan Allah. Jangan sampai karena kita asyik di media sosial untuk niat berdakwah, kita malah lupa membangun kedekatan dengan Allah. Sesibuk apapun di medsos, shalat jamaah harus tepat waktu di masjid, dan perbanyak pula ibadah sunnah lainnya.

Keempat, memilih akun media sosial, kita berusaha memiliki berbagai akun media sosial, bukan untuk eksistensi diri semata, akan tetapi dalam kerangka dakwah tersebut. Karena memiliki akun media sosil saat ini menjadi sebuah keniscyaan. Akan tetapi, tidak semua platform kita bisa isi secara optimal. Maka sebaiknya dipilih beberapa platform yang memang sesuai dengan passion kita sekaligus sesuai dengan karakteristik pengguna platform tersebut, sehingga akan ada titik temu yang optimal.

Kelima, pelajari karakteristik platform media sosial, dimana setiap platform media sosial sesungguhnya memiliki karakteristik baik dari aspek pengguna, maupun algoritma yang ada didalamnya. Maka mempelajari dan memahaminya menjadi salah satu kunci dakwah di media sosial.

Keenam, pahami obyek dakwah (mad’u), sebagaimana keberadaan beberapa platform media sosial tersebut di atas, ternyata juga berpengaruh terhadap audiens (obyek dakwah). Sehingga dengan memahami obyek dakwah kita (yang menjadi pengguna media sosial), maka pesan-pesan dakwah itu sesuai dengan preferensi dari obyeknya masing-masing. Maka pemetaan (mapping) dakwah ini menjadi penting. Dilain pihak, jika kita dapat mengerti apa yang menjadi kebutuhan ummat, kita dapat menyampaikan dakwah yang sesuai dengan apa yang menjadi keresahan mereka.

Ketujuh, muatan (konten) dakwah yang up to date, karena beragamnya obyek dakwah sebagaimana tersebut di atas, maka siapapun akan memiliki spesifikasi berdasarkan konten dakwah yang dibawa. Maka sejatinya seorang juru dakwah masa kini juga mennjadi konten kreator, sehingga konten yang disampaikan tidak membosankan dan tepat sasaran.

Kedelapan, sinergi dan kolaborsi. Salah satu keberhasilan dari dakwah jika antar juru dakwah saling kolaborasi dan sinergi. Dimana setiap juru dakwah tentu memiliki spesifikasi di beberapa bidang, tetapi kurang di beberapa bidang yang lain, jika saling mengisi, maka kolaborasi dan sinergi dakwah ini akan mendapatkabn hasil yang dahsyat.

Kesembilan, memilih tools yang tepat, karena dakwah media sosial ini sarat dengan penggunaan teknologi, maka memilih tool, berupa aplikasi yang tepat untuk menyebarkan dakwah secara masif juga menjadi penting. Disini juru dakwah tidak harus ahli, akan tetapi bisa meminta bantuan kepada yang ahli dibidangnya, untuk menginstallakan dan mengajari cara penggunaanya. Sehingga du’at tinggal menggunakan sesuai dengan keperluannya.

Kesepuluh, istiqomah. Ini menjadi salah satu kunci. Dakwah di media sosial tidak bisa hanya hit and run. Akan tetapi konsistensi ini sangat menentukan. Terutama terkait dengan waktu (keajegan) dalam menyebarkan konten dakwah. Sehingga pengguna platform juga akan ter-update terus, akan tetapi juga jangan terlalu berlebihan dengan konten yang sama, hal ini menyebabkan kejenuhan.

Tentu realitasnya tidak hanya yang tertulis sebagaimana tersebut di atas. Masih banyak lagi cara yang bisa dilakukan. Jadi tidak ada lagi alasan bagi kita, apalagi dakwah melalui media sosial ini bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Akan tetapi setidaknya ini menjadi gambaran untuk memenangkan dakwah di media sosial. Sebab jika lembaga dakwah gagal merespon secara memadai, berkenaan dengan perkembangan teknologi tersebut, maka tidak menutup kemungkinan menjadi ancaman serius bahkan menjadi lonceng kematian bagi dakwah itu sendiri.

Setidaknya agar optimis dalam berdakwah di media sosial, kita bisa merujuk QS Ali Imran : 110


كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”

Wallahu a’lam


Asih Subagyo│Sekretaris Jenderal Muslim Information Technology Association

Sekolah Dai Bogor Gelar Wisuda Angkatan ke-VII dan Penugasan

BOGOR (Hidayatullah.or.id) – Sekolah Dai Ciomas Bogor menggelar acara wisuda dan penugasan dakwah yang digelar di komplek Sekolah Dai, Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum’at, 20 Ramadhan 1443 (22/4/2022).

Acara wisuda dan penugasan mahasantri Sekolah Dai Bogor tahun akademik 2021-2022 ini dihadiri juga oleh Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Shohibul Anwar dan Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat DPP Hidayatullah, Nursyamsa Hadis

Hadir pula pembina Sekolah Dai Ust Samani Harjo, Ketua Departemen Sumberdaya Insani DPPH Arfan AU, Penyuluhan Agama Islam Ciomas Ust Aziz Siswanto, perangkat desa, unsur TNI, Bhabinkamtibmas Desa Sukaharja, dan perwakilan unsur lembaga dan badan pendukung seperti BMH, MTT, Andalan, dan Hisana Chicken.

Ketua Yayasan Sekolah Dai Hidayatullah oleh Ust Saepudin Abdullah, Lc mengatakan sebanyak 28 santri Sekolah Dai angkatan ke-VII ini telah mengikuti program kuliah dai intensif selama setahun.

Ia pun menyampaikan keharuannya menyaksikan wajah ceria penuh semangat para wisudawan dai yang siap ditugaskan mengemban amanah dakwah ke berbagai titik di Nusantara yang membutuhkan.

“Sebanyak 28 orang santri ini bertahan selama setahun dalam mengenyam pendidikan dai,” kata Ust Saepudin.

Saepudin pun berpesan kepada wisudawan untuk selalu bersemangat menyambut tugas dakwah dengan menjunjung tinggi adab dan hikmah dalam menebar risalah Islam. Dia juga menekankan pentingnya bagi para dai muda untuk selalu belajar.

“Semoga kelak dimanpun tempat tugasnya, jangan lupa untuk terus belajar dan belajar,” katanya berpesan.

Sementara itu Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Shohibul Anwar, dalam pidato wisuda dan penugasan mahasantri Sekolah Dai Bogor tahun akademik 2021-2022 ini menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas penyelenggaraan program kuliah dai ini.

“Alhamdulillah Sekolah Dai telah banyak mencetak dai yang tersebar di masyarakat. Mereka tinggal dan berbaur dengan masyarakat, menyelesaikan problem dari masyarakat di usia mereka yang relatif muda,” kata Shohibul.

Shohibul lantas mengungkapkan pengalamannya menyaksikan langsung kiprah para alumni Sekolah Dai dari ujung timur sampai barat Indonesia.

“Pernah ada santri dari Mentawai masih muallaf sampai dikhitan di sini. Ada yang dari Mentawai juga minta ditugaskan di tempat lain, di Halmahera,” katanya.

Shohibul yang rutin melakukan safari dakwah ini sering menjumpai dai yang mengabdi di berbagai pelosok negeri. Belum lama ini ia ke Kepulauan Aru, Maluku dan Desa Dobo, Nusa Tenggara Timur (NTT) menemui dai yang bertugas di pedalaman kawasan itu.

“Kalau dulu dia muallaf, sekarang bikin orang muallaf. Ada yang mengabdi di suku asli sana, suku Togutil. Ada juga yang di Ambon, suku Wana, ada di Flores dan masih banyak lagi,” katanya.

Shohibul merasa terharu dan bangga sebab disaat banyak orang seusia mereka mencari kemapanan, para dai muda ini malah memilih berkecimpung sibuk mengurus dakwah.

“Mereka mengabdi di tengah masyarakat untuk membangun negeri. Kami berharap semakin banyak anak-anak muda dikirim ke sini untuk kemudian dididik dan setelahnya disebarkan ke seluruh penjuru negeri untuk berdakwah,” katanya.

Shohibul mengatakan peran dan kipah Sekolah Dai tak lepas dari dukungan banyak pihak, sehingga amanah pengembangan dakwah yang dipikul ini dapat berjalan dengan baik.

“Tentu ini pengorbanan yang luar biasa dari para pengurus, pengajar, serta dukungan yang luar biasa dari organisasi dan para donatur, sehingga kegiatan Sekolah Dai bisa berkembang seperti saat ini,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, lanjut Shohibul, para dai yang ditugaskan di berbagai titik terdepan, terpencil dan tertinggal selalu membangun komunikasi dan silaturahmi denga aparat setempat. Sehingga dai juga meneguhkan peran menjaga keutuhan NKRI dan dalam bingkai kohesi dan sinergitas.

“Dai mengabdi menjadi penggerak merajut daerah terluar dan terpencil dalam dakwah seperti yang saya saksikan sendiri di Kepulauan Aru,” tandasnya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat DPP Hidayatullah, Nursyamsa Hadis, mengemukakan pentingnya peran dai dalam merawat NKRI sebagaimana juga telah menjadi misi Hidayatullah.

“Salah satu peran yang paling vital adalah menjadi dai yang mengajak ke jalan kebenaran, menyerukan kebaikan, keselamatan, kemajuan, dan mengikatkan persatuan. Maka adakah pekerjaan yang lebih baik dari mengajak pada Allah dan beramal shaleh,” kata Nursyamsa.

Kendatipun wisudawan yang akan ditugaskan masih belum seberapa jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan sumber daya dai untuk total wilayah Indonesia, namun menurut Nursyamsa apa yang telah berjalan ini merupakan terobosan yang harus terus digulirkan.

Ia pun membekali para dai agar selalu menjadi pribadi pembelajar dan terus belajar memperdalam agama, karena, terangnya, bagaimana bisa memberi kalau tidak ada yang dapat diberikan.

D‌ikatakan Nursyamsa, segala sumber daya yang ada mesti diarahkan untuk menggapai ridha Allah SWT. Oleh sebab itua dia mendorong hendaknya pengelolaan apapun berkenaan dengan kepentingan dakwah mesti selalu dikuatkan termasuk dalam mempersiapkan dai melalui program Sekolah Dai.

Dia berpesan agar dai muda yang diwisuda dan akan menjalani tugas dakwah ini harus menjadi solusi pada setiap permasalahan yang ada termasuk turut memikirkan problem kebangsaan yang diantara tantangan terbesarnya adalah mengentaskan kemiskinan.

“‌Tidak ada permasalahan yang tidak selesai jika kita dapat membangun komunikasi. Jadikan shalat dan sabar sebagai penolong. Sabar bukan berarti diam, tetapi aktif dan progresif,” tandasnya.*/ Ainuddin, Makrifatullah

Kodam XVIII/Kasuari Gelar Buka Puasa Bersama Santri Hidayatullah

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) – Kodam XVIII/Kasuari gelar acara buka puasa bersama santri Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari serta antara prajurit Kodam dan masyarakat yang berada di wilayah Manokwari.

Acara ini digelar bertepatan dengan Nuzulul Qur’an Tahun 1443 Hijriyah/2022 Masehi (18/4/22), di pelataran Masjid Istiqlal Kodam, Trikora, Arfai 1, Manokwari, Papua Barat.

Dalam acara buka puasa bersama ini sekaligus dilaksanakan pemberian santunan dari Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Gabriel Lema, S.Sos bersama Ibu, kepada anak Yatim Pesantren Hidayatullah Manokwari.

Pangdam dalam sambutannya menghimbau agar bulan Ramadhan ini tidak berlalu begitu saja tanpa ada perbaikan dalam diri.

“Maka sudah seharusnya kita melakukan penilaian atas kualitas ibadah puasa Ramadhan yang telah kita jalani selama ini, artinya terus kita tingkatkan ibadah dan amal soleh kita di bulan Ramadhan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan harus membawa perubahan positif dalam kehidupan sebagai umat Islam sekaligus aparat negara.

“Tidak hanya dalam konteks kehidupan pribadi, tetapi harus dapat memotivasi peningkatan keikhlasan dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai ini,” kata Pangdam.

Acara ini turut dihadiri dihadiri oleh Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga, Kapoksahli Pangdam, Irdam, para pejabat Kodam, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani.

Hadir pula para prajurit beserta istri, PNS dan Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Alin Gabriel Lema, S.Sos, beserta pengurus, Ketua Baznas Manokwari, Ketua BKPRMI, dan Santri dan Santriwati dari pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari. (ybh/hio)