Beranda blog Halaman 475

Tugas Berat Dai Harus Mandiri dan Menjadi Teladan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ada tugas berat bagi seorang dai atau muballigh yang memiliki peran penyampai risalah Islam, yaitu menjadikan dirinya berdaya sehingga mandiri serta menjadi panutan dalam kebaikan kapan dan dimanapun berada.

“Pentingnya seorang dai untuk memberi teladan kepada mad’unya dan ini yang berat bagi seorang dai. Karena beginilah seorang dai yang ideal sebagaimana Nabi dan para Sahabat telah menjadi teladan yang terbaik bagi umatnya,” kata Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR Nashirul Haq, MA di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR Nashirul Haq dalam acara Upgrading Muballigh Hidayatullah yang diikuti oleh 50-an muballigh/dai Hidayatullah se-Jabodebek.

Doktor lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) ini menekankan pentingnya materi ini karena seorang dai adalah panutan di tengah masyarakat.

“Tidak hanya sekedar memberi taklim dalam bentuk ceramah, taushiyah dan khutbah saja. Namun dai di mata masyarakat adalah panutan yang mana lisan dan perbuatannya menjadi contoh yang diikuti oleh mereka,” katanya mengingatkan.

Dai juga menurutnya harus mandiri agar tetap terjaga integritas dan idealismenya. Dengan begitu harga dirinya tidak terbeli sehingga seorang dai tetap bisa menyuarakan kebenaran, menyampaikan dakwah tanpa menunduk kepalanya.

“Maka perlu juga disupport berdirinya BMT, koperasi syariah dan amal-amal usaha muslim lainnya agar dai bisa terbantu kemandiriannya,” katanya.

Upgrading Muballigh Hidayatullah bertema “Spirit Dakwah Mensukseskan Program Gardakota di Ibukota Jakarta” ini diselenggarakan oleh Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Gardakota) yang di support penuh oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah.

Gardakota adalah komunitas dai dan muballigh yang konsen dalam pembinaan umat. Program yang diluncurkan antara lain penyediaan tenaga dai, khatib, guru ngaji, marbot, dan sebagainya. Selain itu juga mendirikan TPQ, Rumah Qur’an dan program keummatan lainnya.

Baitul Maal Hidayatullah sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional sangat mensupport kegiatan Upgrading seperti ini karena salah satu program unggulan BMH adalah Dai Berdaya. (rls/hio)

Madiun Tuan Rumah Rakerwil Hidayatullah Jawa Timur

0

MADIUN (Hidayatullah.or.id) — Kampus Hidayatullah Madiun yang berlokasi di Jalan Mulya Bakti, Mojorejo, Kecamatan Taman, menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Timur yang digelar pada 29-30 Januari 2020.

Sedikitnya 135 orang dari unsur Dewan Pengurus Hidayatullah dari 38 kabupaten/kota di Jatim berbondong-bondong menuju Kampus Pesantren Tahfidz Putri Darul Madinah Hidayatullah Madiun.

Meskipun acara pembukaan Rakerwil DPW Hidayatullah Jatim masih esok paginya, Kamis (29/1), sore itu kegiatan sudah dimulai dengan pencerahan spiritual dari para dai senior. Yang pertama, diawali dengan tausiyah dari pembina Hidayatullah Jatim, Ust Abdurrahman.

Dengan jelas dan gamblang beliau menguraikan tentang peran kader Hidayatullah dimanapun juga, harus mampu memberi solusi di tengah-tengah masyarakat. Bukan sebaliknya, justru menambah masalah yang ada.

Setelah shalat maghrib makan malam dan Isya, Ust Hanifullah selaku ketua Murobbi Nasional Hidayatullah memberikan pencerahan ruhani kepada para peserta Rakerwil. Malamnya dilanjut dengan sholat lail berjamaah.

Pada hari kedua, baru dilaksanakan pembukaan. Namun sebelumnya para peserta dibakar semangatnya oleh Ust Ali Imron, tokoh senior yang juga pimpinan Sekolah Al Izzah Batu, tentang pentingnya seorang muslim berprestasi.

Acara pembukaan dihari oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR Nashirul Haq, Ust Syamsudin sebagai pendamping pelaksanaan Raker dari DPP Hidayatullah, seluruh pengurus DPW Jatim dan pengurus harian dari pengurus harian 38 DPD se Jawa Timur. Tidak ketinggalan para murabbi wilayah.

Setelah pembukaan, Nashirul Haq memberikan materi tentang Kepimpinan Nubuwwah (Prophetic Leadership) dilanjut pemantapan materi oleh Syamsudin juga arahan umum dari Ust. Muhammad Suhud selaku ketua DPW Hidayatullah Jawa Timur.

Setelah itu baru presentasi program dari ketua-ketua departemen DPW. Mulai dari Departemen Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Dakwah, Pengkaderan dan seterusnya. Hari terakhir dilanjut dengan presentasi ketua Departemen Ekonomi & Kebendaharaan, Organisasi, dan Keskretariatan. Sebelum penutupan dilakukan kesepakatan fokus program 2020 antara DPW dengan seluruh DPD se-Jawa Timur.

Pada tanggal 30 Januari selepas dhuhur, acara Rakerwil ditutup oleh Ust Syamsudin yang juga diselingi dengan penggalian dana untuk Ust Saniman, ketua DPD Hidayatullah Sumenep yang sedang sakit. Setelah itu para peserta pulang ke daerah masing-masing dengan semangat dan spirit baru. (ybh/hio)

Karakter Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang Harus Diteladani

MADIUN (Hidayatullah.or.id) — Sebagai umat Islam, patutlah kita menjadikan Nabi Muhammad Shallallaahu Alaihi Wasallam (SAW) sebagai teladan dalam segenap kehidupan. Terlebih, dalam hal kepemimpinan.

Demikian tegas Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH. DR. Nashirul Haq, MA, ketika mengisi materi di Rapat Kerja   Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Timur, Rabu (29/01/2020)

“Sosok visioner, menjadi salah satu ciri kepemimpinan Nabi,” katanya.

Seorang pemimpin, lanjutnya, haruslah memiliki visi besar. Dan itulah yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Hal itu bisa dilihat pada peristiwa perang Khandak. Di mana saat itu, kaum muslimin tengah berjibaku menyiapkan diri dengan menggali parit untuk menghadapi kaum quraisy dan sekutu.

Namun, di waktu yang sama, beliau (Nabi Muhammad SAW) menyuntikkan semangat, dengan mengatakan kepada para sahabat, bahwa Yaman, Persia, dan Romawi, yang notabene menjadi simbol kejayaan peradaban saat itu, akan jatuh di tangan kaum muslimin.

“Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi sahabat, untuk terus berjuang mewujudkan apa yang telah disabdakan Rasulullah SAW,” tegas alumni Madinah ini.

Lebih lanjut sosok murah senyum ini mengingatkan para peserta Rakerwil, bahwa pemimpin yang yang tidak memiliki visi, itu ibarat seseorang berjalan di tengah kegelapan.

Adapun visi yang tidak dilanjuti dengan tindakan atau aksi nyata, itu tak ubahnya orang yang tengah bermimpi di siang bolong.

Karakter lainnya, pemimpin haruslah memiliki keteguhan hati. Tidak rapuh. Apalagi sampai mudah terpengaruh.

Ustadz Nashirul mencontohkan, bagaimana tegarnya hati Nabi, ketika mengahadapi imingan-imingan kaum quraisy untuk meninggalkan dakwah, dengan mempengaruhi paman beliau, Abu Tbalib.

“Dengan tegas Nabi menolak. Meski rayuan itu datang dari paman yang sangat dihormatinya. Bahkan beliau lebih memilih untuk mati daripada menyerahkan diri. Pilihannya hanya dua; hidup mulia, atau mati sebagai syahid,” gugahnya.

Sikap inilah (keteguhan hati), imbuh mantan ketua STIS Balikpapan ini, yang akan memberikan energi kekuatan bagi para pengikut, untuk menapaki jejak atasannya.

“Jadi modal keteguhan hati inilah yang akhirnya menjadikan risalah Islam terus menyebar, hingga akhirnya sampai pada kita, pada hari ini” katanya.

Selain daripada itu, pemimpin juga dituntut untuk mampu bersikap adil, memiliki skil komunikasi yang baik, konsekuen dan konsisiten dengan keputusan yang diambil.

“Aib besar bagi para pemimpin yang suka menyelisihi kesepakatan yang telah dibuat. Ia akan kehilangan wibawa.”

“Karakter yang tak kalah pentingnya,” imbuhnya, “pemimpin itu harus bermusyawarah dalam mengambil kebijakan. Islam tidak mengenal kepemimpinan diktator. Dan Rasulullah SAW pun tidak pernah menyontohkan demikian. Padahal beliau merupakan pribadi yang maksum,” katanya.

Untuk itu, himbaunya, seorang pemimpin haruslah menyingkirkan kepentingan pribadi dan rasa gengsi. Karena dua hal inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya pemimpin diktator. 

Selain Ust Nashirul Haq, dari jajaran Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, hadir juga Ketua Departemen Organisasi Ust Syamsuddin SE MM, yang mengemban tugas sebagai pendamping Rakerwil Hidayatullah Jawa Timur kali ini.

Rakerwil yang diselenggarakan di Kampus Hidayatullah Madiun ini diikuti oleh 135 orang terdiri dari pengurus DPW dan DPD Hidayatullah seluruh Jawa Timur. Dengan mengangkat tema Konsolidasi Wilayah untuk Pencapaian Target Organisasi. (ybh/hio)

Raker Hidayatullah Jabodebek Didorong Terus Kuatkan Sinergi

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Bendahara Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust Drs Wahyu Rahman, MM, membuka gelaran Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) HidayatullahJabodenek tahun 2020 di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dalam sambutannya, beliau mendorong DPW Hidayatullah Jabodebek terus memantapkan kiprahnya terutama dalam mensinergikan pengarusutamaan gerakan perkaderan, dakwah dan pendidikan.

“Karena kita sudah berada di akhir periode, tentu kita mencoba menanamkan dalam diri kita. Bahwa sesungguhnya dalam posisi apapun, di amanah pun kita berada, itu sebenarnya adalah sebuah proses perkaderan,” katanya.

Karena memang, terang dia, organisasi ini berbasis kader sebagaimana tercantum dalam PDO. Berarti yang menggerakkan Hidayatullah ini adalah kader.

“Oleh karena itu semua kepengurusan, jenjang, amanah adalah dalam rangka perkaderan,” imbuhnya.

“Apakah kita duduk secara struktural atau kultural, esensinya sama, mengemban tugas menguatkan kekaderan kita sebagai mujahid, sebagia penggerak lembaga ini,” ujarnya.

Beliau mengatakan, peran yang tidak pernah hilang dalam diri kita adalah peran kultural. Lantas, tanyanya, apa peran kultural kita, sebagai dai, sebagai guru, dan sebagai muallim.

“Maka fungsi ini harus diperkuat, sama-sama menggerakkan daripada lembaga ini untuk mencapai visi, yaitu tegaknya peradaban Islam,” katanya.

Dia menambahkan, kalau pemahaman ini mengakar, menjadi kultur, maka ego sektoral ini tidak ada, yang ada adalah kebersamaan langkah dalam penguatan jamaah, karena memang sudah lebur dalam satu visi. “Inilah sinergi,” tegasnya.

“Sinergi, membangun kekuatan dalam rangka mewujudkan soliditas dalam rangka mewujudkan visi. Bekerjasama bukan sama-sama kerja,” imbuhnya lagi.

Dia menambahkan, Rakerwil ini adalah bentuk nyata dari proses perkaderan. Karena memang pertemuan seperti ini kita harus menunjukkan bahwa forum ini untuk konsolidasi tiga hal. Pertama, konsolidasi ideologi. Kedua, konsolidasi wawasan. Ketiga, konsolidasi organisasi.*/Imam Nawawi

Berdakwah Seperti Berenang, Maka Jangan Berhenti Bergerak

0

SOFIFI (Hidayatullah.or.id) — Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara Gafarudin hadir mewakili Gubernur membuka acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Maluku Utara (Malut). Pada kesempatan tersebut Gafarudin berpesan agar Hidayatullah terus menggerakkan dakwah islamiyah.

“Dakwah ibarat orang berenang, kalau berhenti bergerak berarti tenggelam. Kalau tidak ada dakwah, umat ini akan tenggelam dalam kemunkaran,” katanya di Kampus Ponpes Hidayatullah Sofifi, tempat helatan ini digelar, Rabu (29/1/2020).

Sofifi adalah nama salah satu kecamatan Kota Tidore yang dijadikan sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara.

Gafarudin memulai sambutannya dengan taaruf seraya menerangkan bahwa dirinya adalah bagian dari dakwah Hidayatullah. “Putra putri saya adalah warga Hidayatullah,” katanya bangga.

Ia juga memberi semangat kepada puluhan dai peserta Rakerwil perwakilan dari berbagai DPD Hidayatullah Maluku Utara untuk memanfaatkan berbagai fasilitas teknologi dengan segala kemudahannya untuk kepentingan dakwah, namun tidak silau dengan kecanggihannya.

“Jangan silau dengan kemajuan teknologi karena semua perkembangan iptek yang tidak dibarengi dengan iman, itu hanya kesenangan sesaat. Tidak ada berkahnya dan tidak memberi kepuasan pada ruhani,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Asisten I Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Maluku Utara ini menyampaikan pesan bahwa meski anggarannya sedikit bahkan baru direncanakan, yakinlah Allah menyiapkan dana dari berbagai sumber yang tidak terduga.

“Karena urusan ini adalah urusan agama. Dan insyaa Allah, saya juga siap membantu memfasilitasi di provinsi dengan jalur yang prosedural,” imbuhnya menambahkan.

Hadir dalam acara pembukàan, selain Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara Ust Riyadi Poniman dan jajaran Pengurus DPW dan DPD, tampak pula Kepala Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ust Tasyrif Amin serta tokoh agama bersama pemerintah tingkat kecamatan dan desa.

Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara Ust Riyadi Poniman dalam sambutannya menyampaikan bahwa potensi dakwah dan pendidikan di Provinsi Maluku Utara ini sangat besar, selain karena sebagian besar wilayahnya masih memiliki ikatan kultural dengan Kesultanan Tidore.

“Juga di kawasan ini, khususnya di pulau-pulau kecil masih langka petugas dakwah. Salah satu pertimbangan kami pindah ke Ibukota baru ini yang dulunya di Ternate, untuk lebih mudah menjangkau daerah-daerah terpencil tersebut,” kata Riyadi.

Sementara Kabid Tarbiyah DPP Hidayatullah, Tasyrif Amin, dalam pengarahannya menympaikan bahwa Rakerwil adalah musyawarah tahunan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahun sebelumnya, serta merencanakan kegiatan satu tahun ke depan.

“Semua pengurus DPW, DPD, serta organisais pendukung (orpen) dan amal usaha wilayah harus hadir untuk bersama-sama menyampaikan harapan terbaik untuk tahun 2020 ini,” pesan Tasyrif memungkasi. (ybh/hio)

Ikhtiar Kembangkan Dakwah di Provinsi Bangka Belitung

BANGKA BELITUNG (Hidayatullah.or.id) — Bertempat di Pesantren Tahfidz Hidayatullah, Kampung Teru, Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, DPW Hidayatullah Bangka Belitung melangsungkan Rapat Kerja Wilayah pada tanggal 28-29 Januari 2020. Acara ini dihadiri seluruh komponen Hidayatullah wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) termasuk pengurus DPW, DPD, PosDai, amal usaha dan orpen.

Dalam sambutan pembukaan, Ketua DPW Hidayatullah Babel Irwan Sambasong, menyampaikan bahwa geliat dakwah di Babel sangat menantang.

“Meskipun saat ini kami masih kekurangan SDM, dibanding tantangan dan peluang dakwah yang kami dihadapi, namun seluruh pengurus dan kader Hidayatullah di Babel bertekad menjadikan Babel sebagai pusat Peradaban Islam di masa mendatang. Olehnya, program kerja yang kami rencanakan dan yang kami usung semua bermuara ke sana,” kata Irwan.

Sementara pendamping Rakerwil dari DPP Hidayatullah diwakili oleh Ust Asih Subagyo, saat memberikan arahan dalam pembukaan, menyampaikan bahwa kerja dakwah adalah kerja mulia sekaligus sebuah perjalanan berkelok, terjal dan mendaki.

“Pekerjaan yang dilakukan oleh semua Nabi dan Rasul. Tantangan, hambatan, kendala dan rintangan dalam dakwah itu pasti ada. Dan itu ibarat sebuah seni bagi para dai,” kata Ketua Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah ini.

Asih melanjutkan, sebagai mujahid dakwah, semua aral itu jadi ujian dan tantangan. Dia menjelaskan, secara manajerial dan teknis operasional dai dibutuhkan skill dan kemampuan manajemen yang mumpuni untuk melahirkan program yang jelas dan terukur.

“Namun tidak kalah penting adalah modal spiritual. Olehnya menjalankan GNH, menjadi bekal ruhiyah dan sepiritual dalam menjalani semuanya itu. Tugas kita adalah berikhtiar secara maksimal dan bertawakal, selanjutnya Allah-lah yang menentukan hasil dengan takdirnya. Sehingga kita harus selalu optimis dalam berdakwah, olehnya tidak ada alasan mundur dan pensiun dalam berdakwah,”. imbuhnya.

Rakerwil yang ditutup pada Rabu (29/01/2020) ini menghasilkan beberapa keputusan, program kerja, komitmen dan kesepakatan-kesepakan.

Selain membreakdown target umum organisasi, juga mengangkat program yang disesuaikan dengan kondisi di Babel, diantaranya adalah meningkatkan kualitas & kuantitas sumber daya insani, meningkatkan proses kaderisasi, penguatan sistem organisasi dan kelembagaan, kemandirian ekonomi, penguatan tarbiyah dan dakwah, pengembangan jaringan dan lain sebagainya.

Dalam sambutan penutupan, Asih Subagyo menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas mujahadah seluruh peserta Rakerwil.

“Dengan selesainya Rakerwil ini, tugas antum berikutnya adalah mengawal dan merealisasikan semua kesepakatan, komitmen dan program yang disusun agar terealisasi sesuai target yang telah dicanangkan. Selanjutnya kesepakatan dan program kerja ini, dibawa dalam melaksanakan Rakerda dan raker ditingkat amal usaha,” pungkas Asih. (ybh/hio)

Tolitoli Tuan Rumah Rakerwil Hidayatullah Sulawesi Tengah

0

TOLITOLI (Hidayatullah.or.id) — Kabupaten Tolitoli mendapat kepercayaan dari Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Tahun 2020. Rakerwil yang mengusung tema Konsolidasi Wilayah untuk Pencapaian Target Organisasi itu, dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tolitoli pada Sabtu pagi (25/1/2020)

Rakerwil yang baru pertama kalinya dilaksanakan di Tolitoli itu, turut dihadiri Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ir Khairil Baits dan K.H Drs. Zainuddin Musaddad, M.A, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Propinsi Sulawesi Tengah Ustadz Ahmad Arsyad, Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Kabupaten Tolitioli, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan tokoh perempuan.

Saat menyampaikan sambutannya, Wakil Bupati Tolitoli Hi. Abdul Rahman Hi. Budding mengatakan, Hidayatullah didirikan pada tanggal 7 januari 1973 di Kota Balikpapan dalam bentuk pesantren, kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah di seluruh Provinsi di Indonesia termasuk di daerah Kabupaten Tolitoli yang telah berkembang cukup pesat.

Pondok Pesantren di samping berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam juga memiliki peran sebagai motor penggerak pembangunan dan perubahan masyarakat.

“Aktifitas nyata pondok pesantren dalam memberdayakan kehidupan masyarakat dapat dilihat dari kemampuannya dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan menggali, merangsang dan meningkatkan sosial ekonomi masyarakat, pengembangan usaha produktif, serta mengupayakan kesempatan bagi masyarakat memperoleh kehidupan yang layak dengan pemanfaatan sumber daya yang tersedia,” kata Wakil Bupati.

Wakil Bupati mengharapkan kepada Pengurus Hidayatullah untuk terus mengambil peran dalam pembinaan ummat dan bangsa serta berpartisipasi membantu Pemerintah Daerah dalam membangun mental dan spritual generasi Islam di daerah ini.

Melalui forum Rakerwil, Wakil Bupati berharap dapat dicetuskan langkah-langkah kongkrit dalam melahirkan generasi muda yang religius serta mampu memfilter dirinya dari pengaruh-pengaruh budaya asing dan tidak sesuai dengan adat istiadat kita.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati mengharapkan agar Hidayatullah yang ada di Kabupaten Tolitoli menjadi yang terbaik bagi masyarakat sehingga kerjasama yang selama ini terbina, dapat dijaga untuk mewujudkan Kabupaten Tolitoli yang sejahtera, berkarakter aktif, adil dan religius. (hio/ybh)

Wantim MUI Tegaskan Agama dan Negara Saling Memerlukan

MESIR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof Din Syamsuddin mengatakan, peran ormas-ormas Islam di Indonesia dalam pembaruan pemikiran Islam sangat nyata dalam perumusan dasar kebangsaan dan kenegaraan di Indonesia.

“Peran itu sangat nyata pada perumusan nilai-nilai dasar kebangsaan dan kenegaraan yang menghasilkan Dasar Negara Pancasila dan Konstitusi Negara UUD 1945,” ujar tokoh Muhammadiyah ini saat berbicara pada dalam konferensi yang diadakan Al-Azhar tentang Pembaruan Pemikiran Islam, di Mesir, Ahad (26/01/2020) dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com pada Selasa (28/01/2020).

Dalam konferensi yang dihadiri 300 tokoh ulama dan cendekiawan Muslim dari 41 negara itu, Din mengatakan, kedua hal yaitu Dasar Negara Pancasila dan Konstitusi Negara UUD 1945, mengandung dan merupakan kristalisasi nilai-nilai ajaran Islam.

Pandangan ini, jelasnya pernah pula dinyatakan oleh Syeikh Al-Azhar Prof Ahmad Thoyib pada Pembukaan Pertemuan Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim di Bogor tentang Wasatiyyatul Islam, di Bogor, Jawa Barat, Mei 2018 lalu. Menurut Syeikh Al-Azhar yang juga menjadi Pembicara Kunci kala itu bahwa Pancasila bersifat Islami karena mengandung nilai-nilai Islam.

Tentang keislaman Pancasila dan UUD 1945, Din lebih jauh menjelaskan bahwa nilai ketuhanan, kemanusiaan, persaudaraan/ persatuan, permusyawaratan, dan keadilan merupakan nilai-nilai Islam utama.

“Begitu pula, arsitektur ketatanegaraan dan pemerintahan Indonesia merupakan manifestasi pemikiran politik dalam paradigma Sunni. Baik Pancasila maupun UUD 1945, “ tegas Din yang menampilkan prinsip jalan tengah Islam (Wasathiyyatul Islam).

Sebagai contoh, jelas Din, prinsip perekonomian konstitusional dalam Pasal 33 UUD 1945 merupakan jalan tengah, sebab tidak condong kepada kapitalisme dan sosialisme.

Prinsip tersebut jelasnya menekankan kegotongroyongan dan kekuargaan, dua ajaran Islam yang sentral. Karena itulah yang mendorong dua ormas Islam besar –yaitu NU dan Muhammadiyah– menegaskan bahwa negara Pancasila adalah ideal dan final (NU), dan Negara Pancasila merupakan Darul ‘Ahdi was Syahadah atau negara kesepakatan dan negara pembuktian.

Akhirnya, Guru Besar Politik Islam Global ini mengatakan kepada para ulama dan cendekiawan Muslim yang hadir bahwa rancang bangun negara kebangsaan Indonesia merupakan ijtihad politik para pendiri bangsa yang di dalamnya terdapat sejumlah tokoh Islam.

Pembaruan pemikiran Islam, menurut Din Syamsuddin, perlu bersifat kontekstual dan mempertimbangkan latar sosio-historis dan dan sosial-budaya umat Islam.

Khusus konteks Indonesia, Din menambahkan satu pertimbangan penting yakni faktor kemajemukan bangsa.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah 205-2015 itu, di Indonesia hubungan agama dan negara bersifat simbiotis-mutualistis (saling memerlukan).

“Maka seyogianya tidak terdapat ketegangan antara negara dan Islam atau umat Islam. Harmoni hubungan akan tetap terpelihara jika semua pihak mengamalkan Pancasila secara konsekuen dan konsisten.”

Ceramah Din Syamsuddin terkait ijtihad Indonesiawi tentang hubungan Islam dan negara, dikaitkan dengan prinsip jalan tengah Islam mengundang komentar positif dari beberapa peserta, termasuk dari moderator Prof Ekmal Ehsanoglu, yang mantan Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Konferensi ini diselenggarakan atas arahan Presiden Mesir Abdul Fattah Asisi dan Syeikh Al-Azhar Prof Dr Ahmad Thoyyib.

Dari Indonesia hadiri Prof Dr Quraish Shihab (Anggota Majelis Hukama Islam Dunia), Dr TGB Zainul Majdi (Ketua Asosiasi Alumni Al-Azhar), Dr Mukhlis Hanafi (Direktur Museum Al-Qur’an), dan KH Anizar Masyhadi (Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, Jateng).

Din mendapat giliran berbicara pada Sesi Pertama setelah Pembukaan yang dipimpin oleh Prof Akmal Ehsanoglu (mantan Sekjen OKI dari Turki), dan Syeikh Abd Rahman al-Khalifa (Presiden Dewan Islam Bahrain), serta Prof Mohammad Al-Mahrasawy (Rektor Universitas Al-Azhar).*

Sekolah Dai Sultanbatara Gembleng Santri dengan Kerjabakti

PAREPARE (Hidayatullah.or.id) — Dengan musyawarah, Pancasila, ketuhanan, serta kekeluargaan, kerjabakti atau bergotong royong menjadi dasar filsafat Indonesia. Hal itu pulalah yang mendorong pengelola Sekolah Dai Hidayatullah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) menggalakan kegiatan kerjabakti sebagai bagian dari proses pegemblengan dai.

Sekolah Dai Hidayatullah kerjasama program Posdai dan Hidayatullah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara ini menggelar acara kerjabakti dan mabit pada Sabtu-Ahad, 25-26 Januari 2020 di Yayasan Baitul Izzah, Kampus Hidayatullah Lamatanre, Suppa, Parepare.

Kerja bakti santri Sekolah Dai Sultanbatara ini, langsung dipimpin oleh Ustadz Muharram, Ketua DPD Hidayatullah Parepare. Kerja bakti dan mabit ini sengaja diadakan di Hidayatullah Lamatanre yang masih sementara melakukan perintisan.

“Mereka harus dicetak jadi kader kader yang tangguh, fisiknya harus dikuatkan,” ungkap pendidik asal Seko ini.

Selain itu, Ahad shubuh, santri Sekolah Dai juga mendapat hadiah istimewa berupa wejangan langsung dari KH Abdurrahman Muhammad, Pimpinan Umum Hidayatullah.

Ustad Abdurrahman memberikan taushiyah shubuh usai memimpin shalat shubuh berjamaah di salah satu rumah kayu yang belum jadi di Yayasan Baitul Izzah, Kampus Hidayatullah Lamatanre. Sebanyak 25 orang santri calon dai serius mengikuti cermah beliau.

“Jadilah dai yang tangguh, dai yang bisa menaklukkan bumi ini. Dai yang bisa mencetak kader-kader tangguh,” ungkap beliau bersemangat.*/Sarmadani

Rakerwil Gorontalo Kuatkan Dakwah Tebarkan Rahmat

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Gorontalo mengadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) bertempat di Hotel Omart, Gorontalo, pada 22-24 Januari 2019.

Kepala Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Khairil Baits dalam pengarahannya membuka acara ini menitip pesan bahwasanya Hidayatullah hadir semata-mata untuk dakwah dalam rangka berkhidmat untuk umat.

Ia pun menekankan untuk selalu menguatkan gerakan dakwah untuk mewujudkan Islam sebagai kaffatan linnas dan rahmatan lil ‘alamin.

“Para santri didikan adalah harapan pelanjut perjuangan untuk mewujudkan Islam sebagai rahmat. Para santri kader sebagai kader adalah aspek yang penting untuk diperhatikan,” kata Khairil yang didampingi Ketua Departemen Adab dan Pembinaan Keluarga DPP Hidayatullah Zainuddin Musaddad.

“Para santri kita adalah hal yang penting keberadaanya sebagai penerus dan juga penggerak inti dakwah. Maka dari itu penting untuk kita untuk secara maksimal melaksankan kewajiban meningkatkan kualitas dan juga kuantitasnya,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Ketua DPW Hidayatullah Gorontalo, Abubakar Muis, menjelaskan bahwa DPW Gorontalo tentunya akan terus berupaya untuk memaksimalkan program dakwah melalui departemen terkait dengan harapan kebutuhan institusi terhadap SDM terpenuhi.

“Melalui program Posdai seperti pengajaran Al-Quran melalui metode Grand MBA, training keagamaan, dan SLR, diharapkan mampu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia DPW Hidayatullah Gorontalo,” kata Abubakar

Pembukaan Rakerwil DPW Hidayatullah Gorontalo ini juga rangkaikan dengan kajian parenting dengan mengundang Zainuddin Musaddad bertempat di Hotel GTO Gorontalo. Zainuddin menjelaskan bahwa perjuangan melahirkan generasi shaleh harus bermodalkan cinta serta kasih sayang dari ayah dan ibu.

“Cinta dan kasih sayang tidak hanya bermodal kata-kata. Namun cinta harus juga harus melalui sentuhan langsung melalui komunikasi yang akhlaqul karimah,” katanya.

Rakerwil Hidayatullah Gorontalo ini diikuti oleh pengurus inti DPD Hidayatullah yaitu Ketua, Sekertaris, dan Bendahara se-Gorontalo, pengurus organisasi pendukung (Orpen) serta ketua di 3 Kampus Madya Hidayatullah Gorontalo. (ybh/hio)