Beranda blog Halaman 476

TASK Hidayatullah Sinergi Salurkan Bantuan Lanjutan Warga Terdampak Banjir

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Meskipun banjir tidak lagi menjadi isu utama, Tim Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah bersama Laznas BMH, SAR Hidayatullah dan sejumlah lembaga lainnya tetap hadir ke tengah-tengah warga terdampak banjir di beberapa lokasi, seperti Jasinga Bogor dan Lebak Banten.

“Tim kembali turun mengirimkan bantuan lanjutan untuk warga terdampak banjir, mulai dari alat kebersihan, logistik, hingga pakaian,” terang Direktur Program dan Pemberdayaan Laznas BMH Pusat, Zainal Abidin (22/1).

“Selain bantuan di atas, BMH juga menyerahkan bantuan berupa fasilitas untuk rumah ibadah seperti kipas angin,” imbuhnya.

Kehidupan masyarakat kini mulai normal kembali, beberapa warga  mulai membuka warung untuk berjualan.

“Lokasi yang menjadi penerima manfaat bantuan ini adalah Masjid Baitul Hidayah di Kampung Sukamulih Sukajaya Bogor. Kemudian tim bergerak ke posko kedua yang berada di Kampung Muara Desa Ciladeuen Lebak Banten,” tutur Zainal.

Warga di dua lokasi itu juga mendapat bantuan berupa alat-alat dapur seperti kompor gas beserta gasnya dan sembako seperti beras minyak gula dan lain sebagainya.

“Bantuan ini wujud sinergi BMH, Muslimat Hidayatullah, SAR  Hidayatullah dan juga komunitas sedekah Depok,” jelasnya.

Warga pun merasa haru sekaligus bahagia.

“Terimakasih, BMH selalu hadir membantu mereka dengan beragam program yang selama ini sangat warga rasakan, seperti wakaf masjid, dai, dan pemberdayaan ekonomi,” ungkap Ketua DKM Masjid Baitul Hidayah. Haji Edep.*/BMH

Depkes DPP Hidayatullah Minta Masyarakat Tak Perlu Risau Soal Virus Corona

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Kesehatan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, drg Fathul Adhim, M.KM, mengajak masyarakat tidak perlu risau dan tetap tenang dalam menghadapi isu penyebaran virus corona. Disamping itu ia mengingatkan untuk tetap selalu menjaga stamina tubuh agar selalu bugar.

“Tidak usah terlalu khawatir dan resah menghadapi virus corona yang menghebohkan tersebut. Tetaplah beraktifitas sebagaimana biasa termasuk bila perlu kunjungan ke beberapa negara,” kata Fathul dalam obrolan dengan media ini, Jum’at (24/1/2020).

Sebelumnya, sejak pemberitaan mengenai Virus Corona Wuhan menyeruak, muncul pula beberapa informasi dugaan virus tersebut telah menginfeksi warga Indonesia. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menegaskan bahwa Virus Corona penyebab pneumonia di Tiongkok belum dideteksi di Indonesia.

Fathul menjelaskan, walaupun sampai sekarang belum ada obat dan vaksin yang bisa mencegah untuk menangkal semua penyakit virus termasuk virus corona.

“Tetapi virus ini ditularkan melalui kontak langsung yang terkena virus corona seperti bersin, batuk dan lain lain. Sementara yang terjangkit menurut berita hanya di kota Wuhan Cina,” kata Fathul.

Adapun tips menghadapi virus corona, menurut Fathul, sama saja dengan menghadapi penyakit virus lainnya seperti menjaga stamina, hindari kontak langsung dengan penderita dan jangan terlalu takut dengan penyakit virus ini.

“Hadapi berita ini dengan biasa saja, tidak terlalu ikut ikutan heboh. Beraktivitaslah sebagaimana biasa,” pungkasnya.

Sebagaimana diwartakan, sebuah virus misterius yang menyebabkan masalah paru-paru atau penumonia merebak di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok sejak Desember 2019. Peneliti mengidentifikasi virus tersebut sebagai Virus Corona jenis baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menamainya Novel Coronavirus dengan kode 2019-nCoV. *Amanji Kefron

Kapolrestabes Makassar, Ajak Berdakwah Jauhi Narkoba

Sumber Gambar: Dokumentasi Hidayatullah Makassar

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan, mengajak Pesantren Hidayatullah Makassar untuk mengedukasi anak-anak dan generasi muda agar menjauhi narkoba.

Pesan tersebut disampaikan kapolrestabes ketika menerima rombongan pengurus Pesantren Hidayatullah Makassar di kantor Polrestabes Makassar pada Selasa, 21 Januari 2020.

Pengurus pesantren Hidayatullah Makassar menyampaikan perkembangan program pendidikan di pesantren. Dengan model pendidikan full day dan boarding class, model pendidikan pesantren sangat tepat untuk menjauhkan anak-anak dan remaja dari bahaya narkoba.

Menurut Ketua Yayasan Al Bayan Pesantren Hidayatullah Makassar Suwito Fatah SPd MM pendidikan di pesantren adalah salah satu model pendidikan yang dapat menjauhkan anak-anak dari bahaya narkoba.

Kombes Yudhiawan yang baru menjabat selama dua bulan di Makassar mengharapkan agar kondusifitas dan keamanan kota Makassar dapat terjaga dengan baik. Sinergi antara kepolisian dengan pesantren harus terus dijalin untuk bersama-sama mengayomi dan mendidik masyarakat Makassar.

Selanjutnya akan dilakukan kunjungan dan penanaman pohon bersama Kapolrestabes Makassar di Pesantren Hidayatullah pada Kamis 23 Januari 2020 besok. *Hidayatullah Makassar

TASK Hidayatullah Sinergi Hapus Tato di Lapas Kedungpane

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Tim Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah yang terdiri dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Islamic Medical Service (IMS) besinergi bersama dengan Bank Muamalat, BMM, MTT Foundation dan YBM PLN mengadakan kegiatan hapus tato di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/01/2020).

Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Semarang, D Sembiring, yang mewakili Kalapas Dadi Mulyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap program hapus tato itu.

“Saya mewakili Kalapas menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini. Kami bangga karena bisa melaksanakan kegiatan positif ini. Penghapusan tato itu sulit dan mahal. Nah, ini gratis,” ungkapnya.

“Warga lapas yang ditato mungkin dulunya iseng saja atau mencontoh idolanya, padahal tidak tahu manfaatnya. Kami tidak memaksa, itu atas kesadaran mereka sendiri,” katanya.

Ari Tri Ochtiasari, Kasi Binkemas mengatakan, “melihat antusias peserta hapus tato ini, kami berharap semoga kerja sama ini bisa berlanjut,” katanya.

Hadir pada acara tersebut, GM Bank Muamalat Cabang Semarang, Anshar, wakil MTT Foundation Jateng-DIY, Mardiono, amil YBM PLN Jateng-DIY, M Khamdan Kharis. Selain itu, juga hadir koordinator kerohanian Islam Lapas se-Nusakambangan Ustadz Hasan Makarim.

Direktur IMS, Imron Faizin, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya atas penyelenggaraan acara yang digelar secara sinergis ini.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada IMS untuk memberikan layanan hapus tato yang pertama kalinya di Lapas Kelas 1 Semarang ini,” katanya.

Imron menyebutkan, kegiatan hapus tato kali ini diikuti 80 warga binaan Lapas. “Terima kasih kepada mitra kami yang selama ini mendukung kegiatan hapus tato,” imbuhnya.

Menurutnya, program hapus tato ini sudah berjalan selama dua tahun. Sudah sekitar 5.000 orang yang dihapus tatonya. Beberapa Lapas sudah mengadakan kegiatan ini, seperti Lapas Surabaya, Lapas Lampung, Lapas Kembangkuning Nusakambangan, Lapas Gunung Sindur, dan Lapas Paledang Bogor..

Pada kesempatan itu juga disampaikan tausiyah oleh koordinator kerohanian Islam se-Nusakambangan, Ustadz Hasan Makarim.
Menurut Hasan, betapa pentingnya makna hijrah, karena ada hubungannya dengan Allah Sang Pencipta dan juga hubungan dengan kemanusiaan..

“Hapus tato merupakan salah satu contoh hijrah, dari yang tidak baik menjadi baik. Ini salah satu bentuk taubatan nasuha atas sejarah masa lalunya,” ujarnya.

“Usia kita sangat super terbatas, karena itu pergunakanlah waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Selalu bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup oleh Allah,” kata Hasan Makarim.

Sebelum acara ditutup dengan pembacaan doa, pengurus Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, secara simbolis menyerahkan al-Qur’an kepada Kabid Pembinaan Lapas Kelas 1 Semarang, D Sembiring.

Sejumlah pihak juga turut memberikan dukungan dalam giat bakti sosial hapus tato ini mulai dari Bank Muamalat Indonesia, MTT Foundation, Yayasan Wakaf Qur’an Suara Hidayatullah, BMH, YBM PLN, BMM, JT Clinik, dan Majalah Suara Hidayatullah.*/Amanji Kefron

Rakerwil Hidayatullah Jabar: Asih Subagyo Tekankan GNH

CIREBON (Hidayatullah.or.id) — Rapat kerja wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Jawa Barat berlangsung di kampus Yayasan Manarussalam Pondok Pesantren Hidayatullah Cirebon, pada 18-19 Januari 2020. Acara yang bertema “Konsolidasi Wilayah untuk Pencapaian Target Organisasi” dihadiri oleh Ustadz Asih Subagyo, selaku Kabid Perekonomian DPP Hidayatullah dan Ustadz Ruhyadi, selaku Kadep Koperasi dan Ekonomi Umat.


Rakerwil Hidayatullah Jabar ini diikuti oleh pengurus DPD Hidayatullah se-Jabar, Mushida, BMH, Pemuda Hidayatullah, Pos Dai, serta didukung oleh ElSyifa Grup dan Kubah Konveksi. Dalam sambutan acara itu, Ustadz Dadang Abu Hamzah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat menyampaikan apresiasinya kepada peserta Rakerwil.

“Alhamdulillah, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para peserta yang sudah hadir dan selama dua hari akan membahas program-prorgram. Semoga Allah kuatkan jasmani maupun rohani kita, dan Allah meridhai kita,” katanya.

Sementara itu, dalam pembukaannya Ustadz Asih Subagyo menyampaikan pentingnya bagi seluruh pengurus wilayah, pengurus daerah, kader, dan jamaah Hidayatullah untuk memahami visi, misi, dan jati diri Hidayatullah.

Selain itu, ia juga menegaskan, “Seluruh pengurus Hidayatullah harus memahami target umum organisasi yaitu, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya insani, kaderisasi dan rekrutmen anggota, penguatan sistem organisasi, serta kemandirian ekonomi dan keuangan,” ungkapnya.

Peserta raker tampak bersemangat menyimak paparan dari Asih Subagyo dan Ruhyadi. Pada hari kedua, rakerwil juga menghadirkan narasumber lain, yaitu para pendamping kegiatan OPOP (One Pesantren One Product). Yaitu program Pemprov Jabar untuk membantu kemandirian pesantren. Hadir juga pada kesempatan itu Iwan Setiawan, kordinator wilayah sembilan, Doni dan Herlina, pendamping OPOP Kota Cirebon.

“Semoga program OPOP tahun 2020 ada dari Hidayatullah Jawa Barat yang mengikuti kegiatan OPOP, baik katagori yang sudah berjalan maupun masih baru rencana,” kata Doni.

“Nah, contohnya Pak Uzroni dari Pesantren Aqshal Madina Hidayatullah Cirebon ini, tahun lalu juara tingkat Kota Cirebon, dan Pak Toto dari Yayasan Manarussalam Hidayatullah Cirebon juara katagori star up tingkat Kota Cirebon, meskipun Pak Toto hanya juara di putaran pertama,” papar Doni.

Sebelum acara ditutup, Asih Subagyo memberikan arahan dan pesan-pesan.

“Terima kasih melihat mujahaddah peserta rakerwil, ada keinginan untuk maju dan memberikan yang terbaik untuk umat. Nah, setelah menyusun program kita semua harus mengawal kesepakatan tersebut agar terealisasi sesuai target,” ujarnya.

Menurut Asih, melaksanakan GNH perlu disegarkan, diimplementasikan bukan dalam rangka riya’, tapi ini komitmen. “Meski berat qiyamullail lail, wirid, membaca Al Qur’an tapi ini harus dikerjakan. GNH ini semacam rambu-rambu yang benar untuk menuju Allah.”

“Kita hadir di sini karena ikatan iman, kita bersatu, berkumpul di Hidayatullah. Tapi kalau ikatan pribadi, kepentingan pribadi, maka akan bubar, akan pecah, apalagi jika benih-benih iman sudah luntur pasti akan hancur,” pungkasnya.*Dadang Kusmayadi


Imam Nawawi Ketua Umum Pemuda Hidayatullah 2020-2023

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menunjuk Imam Nawawi sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah untuk periode 2020-2023, setelah sebelumnya menjadi salah satu dari 12 tim formatur hasil Musyawarah Nasional VII Syabab Hidayatullah di Jakarta, Ahad (19/1/2020). Forum musyawarah tertinggi tersebut juga menyepakati perubahan nama Syabab Hidayatullah menjadi Pemuda Hidayatullah.

Profil Imam Nawawi sendiri sudah tak asing di lingkungan organisasi pemuda pendukung ormas Hidayatullah tersebut. Sebelumnya, dia telah menjabat sebagai sekjen mendampingi Suhardi Sukiman yang kini sudah demisioner.

Lelaki yang pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Tenggarong, Kalimantan Timur ini, menyelesaikan pendidikan sarjana S1 pendidik di Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Hakim (STAIL) Surabaya dan meneruskan S2 Magister Pendidikan di Universitas Ibnu Khaldun Bogor.

Dalam pidato sambutannya usai dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR Nashirul Haq MA, Imam Nawawi mengajak segenap pemuda untuk menguatkan gerakan dengan menawarkan langkah-langkah yang harus diwujudkan untuk menjadi khairu ummah dan memberi warna positif bagi bangsa dan negara.

“Kaum muda, di mana peran dan kiprahnya? Jika mengacu pada sejarah Nabi, langkah-langkahnya adalah menerapkan Sistematika Wahyu,” kata Imam.

Langkah selanjutnya, kata Imam, adalah menggembleng sumber daya manusia (SDM) agar melahirkan lebih banyak lagi generasi cinta ilmu, ahli dalam pasar, dan manajemen.

“Mari melakukan ekspansi indahnya ajaran Islam, menguatkan jamaah, bersemangat dalam kebaikan, bahkan berlomba dan bersegera,’ katanya.

Imam Nawawi memberi apresiasi yang tinggi kepada ketua umum sebelumnya yang telah dengan sabar memberikan teladan dan model gerakan yang diharapkan akan semakin memantapkan kiprah Pemuda Hidayatullah.

Pada kesempatan yang sama seraya menutup acara Munas Pemuda Hidayatullah yang ke-7, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq mengingatkan visi Pemuda Hidayatullah sebagai wadah pembinaan dan kaderisasi demi lahirnya generasi Rabbani.

“Visi Pemuda Hidayatullah terbangunnya generasi Robbani. Yaitu generasi yang memadukan iman, ilmu, dan amal serta tanggung jawab dakwah dan kepemimpinan demi terbangunnya peradaban Islam,” ujar Nashirul Haq.*/

Mushida Kepri Gelar Training Annisa Tingkat Wilayah

RIAU (Hidayatullah.or.id)Departemen Annisa Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau menyelenggarakan training Annisa tingkat wilayah pada tanggal 18 – 19 Januari 2020 di Aula Gedung Asia Raya Kampus Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam. Training ini di ikuti 56 peserta dari seluruh Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah di Kepulauan Riau.

Ustadzah Syarifah Yusmillah, selaku Ketua Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah Kepulauan Riau dalam sambutannya mengatakan; training ini diselenggarakan dalam rangka membina para kader siswa dan mahasiswi sebagai generasi pelanjut kepemimpinan di Hidayatullah. Sehingga ke depan merekan siap mengemban amanah dan tanggungjawab baik sebagai seorang isteri, ibu serta pengerak organisasi Muslimat Hidayatullah. Kami harapkan para peserta dapat sabar, disiplin dan istiqomah mengikuti training ini sampai selesai, pesannya.

Di depan para ummahat dan peserta yang hadir, Ketua DPW Kepulauan Riau Ustadz Khoirul Amri dalam pengarahannya menyampaikan; bahwa kita patut meneladani putri Rasulullah Fatimah Az Zahra ra, ketika pada hari menjelang wafatnya, beliau menunjukan kualitas diri yang terbaik baik kualitas keimanan, ketaqwaan dan ketaatan. Sehingga sangatlah wajar bila Fatimah Az Zahra ra merupakan wanita yang di jamin sorga oleh Allah SWT.

Maka dari itu, penyelenggaraan training Annisa ini merupakan penguatan gerakan pembinaan dan perkaderan generasi Hidayatullah di Kepulauan Riau, sehingga para peserta disiapkan untuk menjadi pelanjut gerakan tarbiyah dan dakwah Hidayatullah. Para remaja dan ummahat harus mampu memberikan kontribusi terbaiknya, ujarnya.

Kegiatan ini berlansung selama dua hari dengan tema “Menjalin ukhuwah menjadikan Annisa sebagai wadah untuk melahirkan Muslimah yang Bertauhid, Berkarakter dan Tangguh.” Peserta yang hadir dari unsur siswa SMA, Mahasiswa STIT Hidayatullah dan para alumni yang mengabdi di Kampus Utama Batam. *(Eni/Fadhillah)

Lahirkan Generasi Pemimpin, Pemuda Tidak Boleh Loyo

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pemuda tidak boleh loyo karena memiliki pekerjaan besar melahirkan generasi pemimpin. Pesan tersebut disampaikan Pimpinan Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, di hadapan ratusan peserta Munas VII Syabab Hidayatullah, Sabtu (18/1/2020).

“Pekerjaan besar kita, adalah bagaimana melahirkan generasi pemimpin. Kita sekarang sudah sulit jadi pemimpin, saya hanya pemimpin di Hidayatullah. Kita butuh pemimpin ummat, pemimpin Indonesia. Harus ada pemimpin yang lahir dari Syabab ini. Kalau bukan sekarang, nanti anaknya, atau cucunya,” ungkapnya.

Abdurrahman memberikan taushiyah selama 122 menit kepada peserta Munas VII Syabab Hidayatullah di Aula Utama Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah.

Pada kesempatan tersebut, ia memberikan ceramah yang berapi api untuk memotifasi para peserta Munas Syabab Hidayatullah.

“Syabab itu tidak boleh loyo, tidak bisa lahir pemimpin kalau loyo”, ungkap pria kelahiran Pinrang, 67 tahun silam ini.

Acara Munas ke-VII Syabab Hidayatullah ini dihadiri sedikitnya 250 peserta dari seluruh Indonesia yang mewakili semua DPW Hidayatullah dari 37 provinsi di Indonesia kecuali Maluku.

Munas ini juga akan menunjuk Ketua Umum Pemuda Hidayatullah dengan struktur pengurus yang baru. Acara Munas ini akan ditutup pada hari Ahad malam.*/Sarmadani

Munas VII Pemuda Hidayatullah Songsong Indonesia Maju

0

JAKARTA (HIdayatullah.or.id) — Syabab Hidayatullah menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VII di Jakarta, Jumat-Senin (17-20/01/2020).

Pergelaran yang bertema “Meneguhkan Visi Pemuda Menyongsong Indonesia Maju, Bersama Syabab Hidayatullah Tinggikan Martabat Bangsa” itu dihadiri oleh seluruh pengurus PW Syabab se-Indonesia.

Dalam pembukaannya, Ketua Umum Syabab Hidayatullah priode 2016-2020, Suhardi Sukiman menyampaikan terima kasihnya kepada para ustadz di organisasi induk Hidayatullah yang terus mendampingi dan membersamai ormas Pemuda Hidayatullah selama ini.

“Sebagai kader yang diberi amanah oleh ustadz-ustadz di Hidayatullah, kami sangat terhormat dan berterima kasih kepada seluruh asatidz atas semua kepercayaan dan bimbingan dan semua dukungan kepada teman-teman di Syabab Hidayatullah,” ujar Suhardi dalam sambutannya pada acara pembukaan Munas VII Syabab di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Jumat (17/01/2020).

Suhardi menyambut antusias serta merasa optimistis yang begitu besar dengan hadirnya seluruh pengurus Syabab Hidayatullah pada gelaran tiga tahunan tersebut.

“Semangat teman-teman yang hadir, tentu membawa optimisme Syabab Hidayatullah yang akan datang, momentum ini luar biasa, dan harus kita jaga terus,” terangnya.

Munas VII Pemuda Hidayatullah dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR Nashirul Haq.

“Mudah-mudahan di tangan antum semua gerakan ini akan lebih maju, lebih baik, dan progresif, insyaallah ke depan,” ujar Nashirul Haq sebelum membuka Munas VII tersebut.

Nashirul berpesan kepada semua kader Pemuda Hidayatullah untuk bersama memahami tiga hal setiap kali bermusyawarah.

“Di dalam bermusyawarah ada tiga hal yang harus kita padukan. Pertama, musyawarah, karena itu untuk menguatkan azam kita, tekad kita dengan penerapan asprasi. Kedua adalah, kita bersama bermujahadah, memaksimalkan, berupaya kita untuk menjalankan aktivitas yang menjadi kewajiban kita. Ketiga, kita selalu bermunajat berdoa kepada Allah agar semua yang kita lakukan bisa kita jalankan dan senantiasa mendapatkan barakah dari Allah,” pesannya.

Hadir pula dalam pembukaan Munas itu, Pimpinan Umum Hidayatullah Ustadz Abdurrahman Muhammad, serta jajaran pengurus DPP. Beberapa juga tampak perwakilan/pimpinan organisasi kepemudaan Islam lainnya.*/Azim Arrasyid

Pemuda Hidayatullah Ajak Rangkul Milenial Merapat ke Masjid

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Oganisasi pendukung (orpen) otonom pemuda Hidayatullah menggelar Musyawarah Nasional VII selama 4 hari. Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah, Suhardi Sukiman, pada sambutan pembukaan acara Munas yang digelar di Jakarta tersebut mengajak anak muda generasi milenial untuk merapat ke masjid, memakmurkan dan menghidupkannya.

“Masjid dan kampus adalah pusat pergerakan yang sangat baik untuk pemuda. Karena mereka seharusnya terbiasa berada pada lingkungan itu,” kata Suhardi Sukiman di Aula Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Jum’at (17/1/2020).

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa seyogyanya sebagai generasi muda khususnya pemuda Hidayatullah hendaklah berupaya untik selalu dekat dengan Al-Quran.

“Nabi dan sahabat senantiasa dekat dengan Al-Qur’an, maka seluruh pemuda atau Syabab Hidayatullah harus senang dan dekat dengan masjid dan Al-Qur’an,” ujar Suhardi.  

Suhardi pun mendorong segenap jajaran dan kader Syabab Hidayatullah untuk melanjutkan peran dakwah merangkul umat khususnya generasi muda milenial agar senantiasa dekat dengan masjid dan mencintai Al Quran.

Dia mengatakan, Munas bukan semata momen suksesi pergantian kepengurusan. Namun lebih dari itu, lanjut dia, musyawarah nasional ini adalah kesempatan istimewa untuk menyerap ilmu dan bersilaturrahim menguatkan jalinan ukhuwah.

“Jadikan Munas kita kali ini sebagai momen menggali aspirasi dari segenap peserta terutama dalam rangka menguatkan pergerakan dakwah pemuda,” kata Suhardi.

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH DR. Nashirul Haq, MA, yang membuka pelaksanaan Munas kali ini mengatakan bahwa para pemuda Hidayatullah siap membantu menyongsong terwujudnya visi Indonesia pada 2045 yaitu “Menyongsong Indonesia Emas. Karena, menurutnya, para pemuda dalam perputaran sejarah selalu hadir berkontribusi dan mengambil peran kepeloporan.

“Pemuda selalu penuh heroisme sebagaimana Ibrahim. Para pemuda seharusnya beridealisme layaknya pemuda Ashabul Kahfi,” katanya.

Beliau juga mengajak kepada para pemuda untuk menumbuhkan sikap generasi Rabbani. Agar dalam periode kepemimpinan mereka semuanya sesuai visi misi organisasi, agama maupun negara.

“Generasi Rabbani yaitu generasi yang mempunyai iman, ilmu, amal dan berkontribusi dengan dakwah sehingga saat pemuda memimpin, sudah mempunyai kapabilitas dan integritas,” tukasnya.

Ratusan pemuda Hidayatullah dari berbagai daerah tengah berkumpul melaksanakan Munas VII bertempat di Aula Gedung Dakwah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Jakarta.

Rencananya Munas kali ini akan berlangsung selama 3 Hari. Munas yang mengusung tema “Meneguhkan Visi Pemuda Menyongsong Indonesia Maju, Bersama Syabab Hidayatullah Tinggikan Martabat Bangsa” ini dihadiri 275 peserta.*/Amanji Kefron