Beranda blog Halaman 503

DPW Hidayatullah Sulteng Siap Lahirkan Pendidikan Unggulan

0

AMPANA (Hidayatullah.or.id) -– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Tengah (Sulteng) belum lama ini menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke IV yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatullah Cabang Palu di Kelurahan Tondo, Kota Palu.

Rakerwil dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulteng, Ustaz Ahmad Arsyad dan dihadiri oleh utusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah Ustaz Nur Fuad serta diikuti pengurus DPD yang berada di 10 kabupaten se-Sulteng. Masing-masing DPD mengutus tiga pengurus yakni ketua, sekretaria dan bendahara DPD.

Ketua DPD Hidayatullah Tojo Unauna, Ustaz Khalid Raihan yang dihubungi di Ampana, Selasa (5/2/2019) mengatakan, Rakerwil Hidayatullah Sulteng merupakan agenda tahunan, setelah digelarnya silaturrahim nasional Hidayatullah se Indonesia yang digelar di kampus pusat Hidayatullah Balikpapan, November 2018 lalu.

“Tak hanya Hidayatullah Sulteng yang menggelar Rakerwil ini, tapi Hidayatullah se Indonesia di masing-masing wilayah pada bulan ini menggelar rakerwil yang akan disusul nantinya agenda musyawarah nasional di kampus pusat Balikpapan,” kata Ustaz Khalid.

Menurut Ustaz Khalid, dalam Rakerwil yang digelar akhir Januari 2019 lalu, Ustaz Nur Fuad berpesan kepada seluruh kader Hidayatullah bahwa, gelaran rakerwil ini sebagai tugas khalifatullah.

“Rakerwil sebagai kontribusi kita dalam rangka menguatkan mainstream dakwah dan tarbiyah dalam membangun Indonesia bermartabat,” urainya menambahkan.

Program utama Hidayatullah adalah dakwah. Dalam konsep Hidayatullah, sasaran dakwah adalah masyarakat umum setelah diri sendiri, keluarga dan para murid serta wali murid yang menempuh pendidikan di Yayasan Pesantren Hidayatulah.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sulteng, Ustaz Ahmad Arsyad mengatakan, di Sulteng, Hidayatullah telah membuka cabang hampir di semua kabupaten, kecuali di Kabupaten Donggala dan Banggai Laut.

“Ada daerah yang belum berdiri DPC seperti di Donggala dan Banggai Laut. Kita targetkan Insya Allah tahun ini di dua kabupaten itu berdiri cabang Hidayatullah. Kalau di Banggai Laut Hidayatullah sudah mendapat wakaf tanah satu hektar, tinggal tenaga dai yang akan kita kirim disana, sementara di Donggala kita belum mendapat lahan,” ujarnya.

Sementara DPC yang telah berdiri di daerah agar bisa membuka ranting di tingkat desa, sehingga perkembangan Hidayatulah bisa semakin cepat. Dengan kehadiran ranting itu juga bisa lebih cepat melakukan penguatan dakwah dan pendidikan.

“Saat ini tugas pengurus DPD memikirkan percepatan membuka DPC di wilayah masing-masing seperti di Tolitoli ada tiga kampus cabang,” katanya.

Ia meminta kepada seluruh pengurus DPD agar kampus Hidayatullah mampu menjadi kampus terdepan dengan membuat pendidikan-pendidikan unggulan.

Dari sekolah unggulan sampai tahfiz unggulan, sehingga orang tua kader Hidayatullah yang menjadi pengurus di daerah tidak terlalu pusing untuk menyekolahkan anak-anaknya di luar Sulteng.

“Kita akan terus berupaya untuk meretas mimpi mewujudkan sekolah unggulan Hidayatullah di Sulteng,” tuturnya.

Saat ini Cabang Hidayatullah Poso juga sudah mulai membuka sekolah tahfiz setelah di Tolitoli.*/SultengTerkini

DPD Hidayatullah Muna Barat Kembangkan Kajian Al Qur’an

MUNA BARAT (Hiayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah terletak di Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, bersama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah kembangkan kajian atau belajar dan membaca Al Qur’an. Hal ini diakui Kepala Pondok Pesantren Hidayatullah Muna Barat, Ust Hadiman, S.Pd.I.

“Kegiatan pesantren aktif sejak bulan 4 (April) 2018 lalu. Jadi saat ini fokus diniyah atau kegiatan keagamaan yakni, belajar mengaji, shalat dan hafalan Al Quran,” ungkapnya beberapa waktu.

Lebih lanjut Ia mengatakan, kegiatan keagamaan tersebut, telah rutin dilaksanakan setiap hari. Namun Ia mengakui jika pondok pesantren yang memiliki jumlah siswa atau santri kurang lebih 60 orang itu, terbilang masih minim sarana-prasarana.

Keterbatasan sarana dan prasarana tersebut yakni diantaranya belum tersedianya gedung atau asrama bagi siswa, termasuk fasilitas masjid. Sehingga kegiatan dakwah kependidikan keagamaan dilakukan di bangunan yang masih ala kadarnya. Namun hal tersebut tak mengurangi antusiasme para santri dalam belajar.

“Kondisi keterbatasan sejumlah sarana di pondok pesantren ini, memang menjadi kendala dalam pengembangan atau peningkatan kegiatan keagamaan siswa.Untuk itu kami berharap bisa mendapat perhatian dari pihak Pemerintah,” harapnya. (ksl/hio)

Hidayatullah Samarinda Cetak Generasi Qur’ani di Era Milenial

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 29 orang peserta dari siswa kelas 6 SD Islam Integral Luqman Al-Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda mengikuti Ujian Tahfidz Terbuka (UTT). Kegiatan ini terlaksana di Masjid Al-Iman Kampus Utama Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah pada Sabtu (02/02/2019).

Kegiatan ini diadakan untuk melihat capaian hafalan Al-Quran peserta didik selama proses belajar di sekolah.

“Mereka itu ditarget menghafal 3 juz. Alhamdulillah mayoritas sudah mencapai dan bahkan sudah ada beberapa anak yang lebih dari itu, sehingga perlu diuji di depan umum,” kata Fahruz Zaman, Wakil Kepala Sekolah bidang Diniyah SD Integral Luqman Al-Hakim Hidayatullah Samarinda.

Fahruz menambahkan, Kegiatan seperti ini diadakan setiap tahun dalam setiap angkatan. “Seperti Tahun lalu,” ucapnya.

Ujian Tahfidz yang bertema “Menjadi Generasi Qur’ani di Era Milenial” ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda. Melalui Muchlis, Kasie Kelembagaan Peserta Didik, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda mengatakan, “kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Di Samarinda sendiri sedang digencarkan pendidikan karakter sejak ditetapkannya Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 13 Tahun 2015,” ucap Muchlis membacakan sambutan tertulis Diknas Samarinda.

“Ada 18 karakter yang dikembangkan, kami yakin siswa SD Integral Luqman Al-Hakim Samarinda telah melaksanakan,” sambungnya.

Sebagaimana yang diketahui bersama 18 karakter yang dikembangkan sebagaimana Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 13 Tahun 2015, yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Para orangtua wali yang hadir menyaksikan anak mereka diuji oleh Muhammad Abrar, Imam Masjid Al-Iman dan Nurul Zaman Alumni International University Of Africa, Sudan juga turut memberikan apresiasi.

“Luar biasa pencapaiannya. Kami sekeluarga sangat bersyukur dipertemukan dengan sekolah ini, dipertemukan dengan guru-guru yang hebat, Semoga Anak-anak tidak melupakan hafalan mereka” ucap Bunda Syifa Amalia.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sangat mendalam telah berhasil mendidik dan membimbing anak-anak menjadi penghafal Al-Quran. Semoga anak-anak tetap istiqomah dalam menghafal dan terus menjadi generasi qur’ani menegakkan agama Allah dan menjadi pemimpin ummat,” sambung Bunda Hanim dengan penuh Harap.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Samarinda Utara, Arsiah, Ketua Komite Sekolah SD Integral Luqman Al-Hakim, Purwoko, Orangtua dan ratusan jamaah masjid Al-Iman.*/Abu Audy

Ponpes Hidayatullah Kupang Gelar Nikah Mubarak Santri

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Tepat pada pukul 10.00 WITA di ruangan Masjid Al Aqsho Kampus II Hidayatullah Kupang yang berada di Desa Batakte,  Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dilaksanakan pernikahan massal mubarak sebanyaj tiga pasang santri.

Sebanyak dua pasang yang telah melangsungkan pernikahan yang penuh sakral. Pasangan tersebut yaitu Bahder Lajamuddin mempersunting gadis bernama Neneng Amalia Kase dan selanjutnya Muhammad Arifuddin yang mempersunting gadis bernama Anita Usman Pewa.

Hadir dalam kegiatan pernikahan mubarak tersebut Ketua DPRD NTT Haji Anwar Pua Geno, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Kupang Burhan Zahim, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) NTT Haji Darwis, Ketua Baznas NTT Said Sagran, Ketua MUI Kota Kupang Haji Muhammad. Ada juga tampak Haji Awang Notoprawiro yang merupakan pewakaf lahan sebidang tanah untuk Pesantren Hidayatullah serta beberapa tokoh masyarakat setempat dan ratusan hadirin.

Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap Pondok Pesantren Hidayatullah Kupang dan Hidayatullah secara umum yang menurutnya telah menjadi bagian penting dalam pembangunan terutama dalam menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

“Pondok Pesantren Hidayatullah di Desa Batakte Kupang Barat ini turut menjaga keharmonisan, keseragaman dan kerukunan antar umat beragama. Semoga hal semacam ini terus dijaga untuk keberlangsungan hidup berdampingan,” kata Pua Geno.

Perlu diketahui bahwa lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah di Desa Batakte Kupang Barat memang berada di tengah-tengah lingkungan non muslim. “Saling menjaga keharmonisan hidup bersama itulah yang paling utama,” demikian pesan politisi Golkar ini.

Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Kota Kupang H. Muhammad  sekaligus salah satu perintis Hidayatullah Kupang menyampaikan sambutan bahwa, awal-awal merintis lembaga perjuangan Hidayatullah ini salah satu tradisinya adalah menikahkan santri putra dengan santri putri.

“Masing masing pasangan tidak saling mengenal. Alhamdulillah, setelah dinikahkan nantinya mereka akan ditugaskan. Itulah yang pernah terjadi pada perintisan awal Hidayatullah Kupang yakni Ustadz Abdullah Azzam yang pernah ditugaskan di Kupang sini,” katanya.

Ustadz Usman Mamang, Ketua DPW Hidayatullah NTT menyampaikan hal yang senada bahwa, pernikahan kali ini adalah pernikahan penugasan. Pasalnya, jelas dia, pengantin dua pasang ini akan ditugaskan di daerah tugas dakwah ke pelosok pulau Flores tepatnya di Desa Muroutak.

Kepala KUA memberikan wejangan dalam khutbah nikahnya, agar pasangan pengantin baru selalu saling berkomunikasi dan saling memahami dalam menjalin rumah tangga karena itulah kunci kekuatan rumah tangga.

“Selalu berdekat diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar rumah tangga yang diinginkan tercapai sakinah mawaddah warohmah,” pesannya.*/Usman Aidil Wandan

Bupati Hadiri Tabligh Akbar di Ponpes Hidayatullah Sememal

Bupati Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq (berkacamata) berbincang dengan pengurus DPW Hidayatullah Provinsi Kepri dan sejumlah tamu yang hadir/HK

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Bupati Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq, menghadiri tabligh akbar pembukaan Training Muallim Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan peresmian mushalla dan sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) gabungan Hidayatullah Kepulauan Riau di Pondok Pesantren Hidayatullah, Sememal, Kelurahan Pasirpanjang, Kecamatan Meral Barat, Sabtu (2/2/2019).

Turut hadir mendampingi Bupati Karimun, Kakanmenag Kabupaten Karimun, Ketua Ikatan Muballigh Kabupaten Karimun, Ketua MUI Kabupaten Karimun, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Karimun dan Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun.

Adapun mushalla wanita yang hari itu diresmikan Bupati Rafiq adalah sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Karimun yang alhamdulliah telah selesai pekerjaannya akhir tahun lalu.

Ketua DPW Hidayatullah Kepri, Ustadz Khoirul Amri, dalam sambutanya berharap kepada kepada Pemerintah Kabupaten Melalui Bupati Karimun agar dapat terus bersinergi dan mensupport Hidayatullah dalam mewujudkan visi dan misi Kabupaten Karimun.

“Training Muallim Alquran ini sangat memberikan kontribusi untuk anak anak kita terutama generasi muda kita untuk menentukan jati diri menjadi lebih baik lagi. Semoga Mushola yang di bantu oleh Pemerintah Kab. Karimun dapat bermanfaat bagi pondok Pesantren Hidayatullah ini,” ujar Amri.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Karimun, Aunur Rafiq, dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pondok Pesantren Hidayatullah yang telah mengundang Pemerintah untuk hadir pada acara yang mulia ini.

Tak lupa juga ia menyampaikan terima kasih kepada Hidayatullah Provinsi Kepri yang telah mempercayai Kabupaten Karimun sebagai tuan rumah di dalam Rapat Kerja Daerah Gabungan Hidayatullah ini.

Bupati mendorong agar sinergi Hidayatullah dengan pemerintah yang selama ini terjalin dapat terus ditingkatkan dalam rangka menunjang pencapaian visi pembangunan Kabupaten Karimun yang maju dan bermartabat. (ybh/hio)

Intelektual Muslim Silaturrahim ke Asrama HIMAYAH Mesir

KAIRO (Hidayatullah.or.id) — Pada Subuh hari ini (2/2/19) Rumah Peradaban Cairo yang merupakan asrama Himpunan Mahasiswa Hidayatullah (HIMAYAH) Mesir, mendapatkan kunjungan dari salah seorang intelektual muslim, Ust Asep Sabari dan Rombongan dari Sirah Communty Indonesia.

Asep Sobari adalah salah satu peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSIST), anggota Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) dan juga sahabat dari Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Dr Nashirul Haq tatkala belajar di Madinah dulu.

Alhamdulillah beliau merasakan kegembiraannya saat berjumpa dengan syabab-syabab Hidayatullah di Mesir.

Dalam kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya kita belajar sejarah Nabi dan Islam bukan cuma untuk mengetahui data melainkan agar menjadi petunjuk kita mengulangi sejarah.

Kita bayangkan, kata Asep, betapa dahulu orang orang Islam adalah bangsa yang maju. Islam adalah bangsa yang kaya, kita ingat betapa kayanya sahabat Usman bin Affan memberikan 300 ekor kuda perang yang terlatih.

Jika 1 ekor kuda perang harganya 1 milyar maka berapa total harga 300 ekor kuda perang beserta perawatannya. Tentu sangat banyak yang ia infaqkan untuk kepentingan Islam, jadi tidak ada istilah negara kekurangan dana untuk alutsista.

“Bahkan barat pun tidak jujur dan menghilangkan runutan sejarah kemajuan Islam. Eropa dalam kegelapan selama 700 tahun tanpa cahaya kemajuan hingga Renaissance sebagaimana disebutkan dalam kitab شمس العرب تسطع على العبر (Matahari Arab yang menyinari Barat),” kata Asep.

Dia melanjutkan, untuk mengulangi kegemilangan itu maka kita harus belajar dan baca dan baca, mengumpulkan literasi dan sumber yang banyak juga kita harus memiliki perpustakaan yang besar apalagi kita yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan agar tersambung kembali network peradaban Islam.*/⁩Himayah Mesir

Rapimnas II SAR Hidayatullah Adakan TOT Program SIGAB

0

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka menguatkan serta meluaskan kiprah kemanusiaannya dalam tanggap bencana, Search And Rescue (SAR) Hidayatullah menggelar Training Of Trainer Sekolah Indonesia Tangguh Tanggap dan Aman Bencana (TOT SIGAB) dalam rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II SAR Hidayatullah yang digelar selama 3 hari, Jumat – Ahad, tanggal 1-3 Februari 2019 di Villa Qur’an Hidayaturrahman, Bogor.

Diketahui, SAR Hidayatullah adalah badan pendukung ormas Hidayatullah bertugas mengkoordinasi dan memobilisasi sumberdaya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi, kewaspadaan dini dan rehabilitasi pasca bencana.

Kegiatan tahunan ini bertema “Menuju Team SAR Hidayatullah Lebih Profesional dan Mandiri di Tahun 2019. Peserta yang hadir sedikitnya100 orang terdiri dari Pembina, Pengawas, Majelis Pertimbangan Pusat, Pengurus Pusat, dan Pengurus Wilayah se-Indonesia diantaranya dari Banten, Jabodetabek, Jatim, Jateng, Yogjakarta-Solo, Batam, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Bengkulu dan daerah-daerah lainnya.

Dalam Sambutan pembukaan Pengawas SAR Hidayatullah, Syaharudin Yusuf, mengatakan bahwa keberadaan personel SAR Hidayatullah tidak sekedar berorientasi pada pencarian dan penyelamatan korban bencana semata. Kehadiraan personel SAR Hidayatullah, tegas dia, harus mampu menjadi teladan kebaikan dalam segala hal.

“Tak hanya dituntut memiliki skill profesional dalam hal kebencanaan, keberadaan personel SAR harus menjadi pribadi yang layak dicontoh dan menjadi pioneer kebaikan dimanapun dan kapanpun,” pesannya.

Untuk menjadi teladan kebaikan, menurut Syaharudin, personel SAR harus memiliki kualitas spiritual yang kuat. qiyamul lail, iqraul Qur’an, sholat berjamaah adalah sebuah keniscayaan bagi seluruh anggota.

Sementara itu, Suheri Abdullah, pengawas II SAR Hidayatullah menambahkan bahwa kegiatan ini harus dimaksimalkan sebagai wadah koordinasi, konsolidasi, dan sinergi program strategis nasional.

“SAR Hidayatullah harus menelurkan program strategis berskala nasional. Harus pula mampu bersinergi program dengan lembaga kemanusiaan lain”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua SAR Nasional Hidayatullah Abbas Usman, dalam pengarahannya mengapresiasi kiprah dan aksi SAR Hidayatullah di berbagai tempat bencana di Indonesia. Selanjutnya, Abbas mengharapkan melalui Rapimnas II ini mampu menghasilkan berbagai program strategis.

Khusus kegiatan TOT SIGAB, Abbas Usman berharap kegiatan ini mampu melahirkan trainer teruji dan berkualitas. Sehingga program ini bisa menjadi program unggulan nasional.

“Semoga Rapimnas ini menghasilkan keputusan dan program-program strategis sehingga SAR Hidayatullah semakin diakui eksistensinya,” ujarnya

Salah satu delegasi peserta wilayah SAR Hidayatullah Jawa Timur di agenda tahunan ini mengirimkan 9 orang. Pengurus wilayah hampir semuanya berangkat, ditambah divisi diklat, operasi, dan media informasi.

Dalam keterangannya, ketua SAR Hidayatullah Jatim, Alim Puspianto menjelaskan sengaja memberangkatkan semua pengurus selain untuk menguatkan jalinan silaturrahim antar pengurus SAR wilayah juga bertujuan meng-up grade kemampuan personel SAR Jatim terutama dalam bidang mitigasi bencana.

“TOT SIGAB ini kami harapkan mampu meningkatkan kemampuan anggota dalam memetakan ancaman dan potensi bencana sekaligus bagaimana menanggulanginya”, ujarnya.

Selamat dan sukses atas digelarnya Rapimnas II dan TOT SIGAB. Salam takzim, salam kemanusiaan. Jayalah SAR Hidayatullah.*/Cakrud

Felix Siauw Bagi Tips Medsos dengan DPP Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ustadz berjuta follower, Felix Y. Siauw, berbagi tips bermedia sosial dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah di sela acara Rapat Pleno Hidayatullah yang digelar di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Dai yang kerap mendapat julukan sarkastik “radikalis romantis” beretnis Tionghoa ini membagi kiat-kiatnya dalam membangun, mengelola, dan memfungsikan media sosial dalam rangka memanfaatkannya untuk dakwah di era digital.

“Kita hari ini sedang menghadapi fenomena disrupsi, era yang memaksa kita untuk harus melakukan inovasi, atau jika tidak, akan punah. Tertinggal jauh. Begitupun dalam dakwah,” kata Felix yang pada kesempatan tersebut datang dibersamai oleh Hawaariyyun, seorang aktifis muda yang aktif di media sosial.

Felix mengemukakan, meskipun peralihan zaman tersebut nampak seperti sesuatu hal yang biasa, namun tanpa kita sadari, para pengusung ide-ide amoral nan banal yang anti Islam, sudah memainkan perannya di wadah ini dengan sangat massif.

“Mereka membayar illustrator dan visualis terbaik untuk mendisain materi dan provokasi dengan grafis, dan motion yang memanjakan mata, konseptual dan serius. Lalu menggunakan public figure, artis dan tokoh-tokoh sebagai pengeras suara mereka,” ujarnya yang membawakan materi bertema sebagaimana judul salah satu bukunya, “Art of Dakwah”.

Karena itu, lanjut Felix, dakwah digital yang menyasar generasi millenial menjadi sesuatu hal penting yang tak boleh diabaikan. Dia pun mendorong Hidayatullah terutama kalangan anak-anak muda untuk berkecimpung dalam ceruk dakwah di medium digital.

Apalagi, terang dia, dengan tingkat pengguna internet yang terus meluas, realitas tersebut kian menantang kita untuk berbuat. Dia menyebutkan, survei yang dilakukan Nielsen pada tahun 2012 saja rata-rata kita menggunakan 3 jam per hari untuk berselancar di dunia maya. Akumulasi nilai tersebut tentu semakin besar hingga sekarang.

Felix pula menyebukan karakteristik generasi milenial yang merupakan pengguna terbesar daripada media sosial seperti Twitter dan Instagram. Berdakwah kepada kalangan ini, jelas dia, membutuhkan treatment yang berbeda dengan umumnya dilakukan secara “konvensional” saat ini.

“Dulu dakwah mungkin sebatas ceramah di atas podium, dari mimbar ke mimbar, mengisi pengajian atau sebagainya. Sekarang beda. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kehadiran media sosial yang cepat sekali perubahannya, orang banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya dan menggunakan media sosial,” imbuh penulis produktif ini.

Karena itu, Felix mengatakan, faktor partisipasi di dunia maya harus dapat dimaksimalkan untuk menjadi ladang dakwah yang tak kalah penting dilakukan. Sebab, jika tidak, maka pihak lain yang akan merangkul generasi muda kita.

Namun, dia mengingatkan, karena karakteristik objek dakwah (mad’u) yang disasar begitu khas, maka dakwah era digital juga membutuhkan perlakuan khusus sehingga kemasan pun harus seproporsional mungkin.

Selain itu, dia menegaskan, selain kemasan, yang tak kalah penting adalah orang yang menyampaikan (dai). Tentu orang yang sudah berusia lanjut atau dalam istilah Felix, generasi “expired”, tidak cukup mampu untuk menggarap generasi millenial. Harus yang muda, yang berkompeten dan bisa menggelutinya tekun seraya mengiringinya dengan adab dan akhlak Islam yang luhur.

“Sebaik apapun kemasannya, jika yang menyampaikan tidak dapat dipercaya, pesan juga tidak akan tersampaikan dengan baik. Karena itu, penting bagi kita untuk senantiasa memperbaiki diri sehingga orang juga akan mempercayai apa yang kita sampaikan,” pesannya.

Acara tersebut dilanjutkan dengan tanya jawab seputar media sosial dalam fungsinya mengembangkan dakwah Islamiyah serta kegunaannya dalam mempromosikan beragam program pengembangan umat yang dimiliki seperti pendidikan dan amal sosial agar dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas. (ybh/hio)

Geliat Dakwah Hidayatullah di Bumi Sepintu Sedulang

0

BANGKA BELITUNG (Hidayatullah.or.id) — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak saja terkenal dengan sajian khasnya berupa lontong dan lauk pauk meliputi rendang, opor ayam, sambal nanas udang, dan nanas. Dakwah Hidayatullah di Bumi Sepintu Sedulang ini pun kian kian menggeliat yang turut memberi warna bagi kehidupan masyarakat yang heterogen.

Di propinsi yang terbilang masih mudah ini, khususnya di Pulau Bangka, kiprah Hidayatullah yang bersinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat telah turut memberi andil dalam pembangunan khususnya bidang dakwah penyuluhan keagamaan Islam.

Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Pulau Banga dinahkodai oleh Ust Irwan Sambasong. Awal masuk dakwahnya ia mulai dengan membuka klinik herbal dengan fokus pada layanan ruqiyah syariyah serta bekam. Irwan melakukan pelayanan tersebut kepada masyarakat secara gratis.

Dengan pola dakwah yang dikombinasi dengan terapi ternyata cukup handal dan efektif dalam mengambil hati para mad’u sehingga target target dakwah bisa dicapai. Pelan-pelan masyarakat khususnya yang masih amat buta dengan baca tulis Al Qur’an, mulai terpanggil untuk mempelajari kitab sucinya.

Beberapa waktu lalu DPW Hidayatullah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diikuti oleh perwakilan 3 Dewan Pengurus Daerah yang dibuka dan dibersama oleh anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Ust Drs Wahyu Rahman, MM.

Dalam pengarahannya, Wahyu Rahman menyambut gembira perkembangan dan kiprah dakwah yang telah dilakukan oleh kader-kader dai Hidayatullah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal itu patut disyukuri sambil terus melakukan improvisasi dakwah dalam rangka mencerahkan umat.

“Saat ini perkembangan Hidayatullah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan dengan usianya yang masih sangat baru, pantas untuk diapresiasi,” katanya.

Salah satu Pesantren Hidayatullah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang tengah dikelola saat ini terletak di Desa Teru Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Kampus ini sudah terbilang maju meskipun berada jauh dari pusat kota karena infrastruktur yang belum memadai. Kampus ini juga sudah punya masjid, gedung sekolah permanen, asrama putra putri, serta beberapa rumah pengasuh.

Perkembangan dakwah Hidayatullah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah merambah ke 3 kabupaten dan masih banyak amanah tanah wakaf yang menanti dikelola baik di Bangka maupun di Belitung.

Alhamdulillah, apresiasi dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat sangat dirasakan oleh para pengurus DPW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan DPD Hidayatullah yang ada di kawasan ini, diantaranya adanya berbagai bentuk kemudahan dalam menjalankan amanah dakwah. (ybh/hio)

Ketum: “Di Semua Keadaan, Selalu Ada Peluang Dakwah”

0

GORONTALO (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Provinsi Gorontalo baru usai menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di provinsi yang dikenal dengan julukannya sebagai Kota Serambi Madinah itu.

Berlangsung semarak, rangkaian Rakerwil Hidayatullah tahun 2019 di Bumi Maleo ini dibuka oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang diwakili Kepala Biro di bawah Asisten Pemerintahan Provinsi Drs. Misran Tuna.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq, dalam pengarahannya di hadapan peserta Rakerwil menyampaikan pentingnya selalu menggerakkan dakwah.

Di segala kesempatan, kata dia, dakwah dapat terus dilakukan sesederhana apapun itu. Ia mencontohkan, misalnya, mengajarkan Al Qur’an kepada siapa yang membutuhkan atau belum mengetahui tata cara bacanya.

“Di semua keadaan, selalu ada peluang dakwah,” kata Dr Nashirul Haq dalam sambutannya.

Ketua Umum DPP Hidayatullah mencontohkan pengalaman pribadinya yang diminta mengisi acara Yasinan kaum Ibu. Pelan-pelan diisi dengan tadabbur dan tafsir surah Yasin. Lalu jama’ah ketagihan dan minta baca dan tafsir surah-surah lainnya.

Pada shubuh hari ada kuliah Subuh di Masjid Al-Amin Kampus Madya Hidayatullah Gorontalo yang disampaikan oleh Ust Nashirul Haq. Dihadiri jajaran Dewan Pengurus Wilayah Gorontalo terutama Ustadz Abu Bakar Muis (Ketua DPW Hidayatullah Gorontalo) dan santri-santri.

Di sela Rapat Kerja Wilayah Gorontalo, Ketua Departemen Luar Negeri DPP Hidayatullah berkunjung ke Panti Asuhan Hidayatullah di Kabupaten Bone Bolango. Di panti asuhan bertemu dengan Pak Yunus Hippy, 66 tahun.

Sejak bergabung Hidayatullah 39 tahun lalu sudah ditugasi dakwah di 17 provinsi. Hippy hanya lulus SD. Modalnya: semangat dari Almarhum Ust Abdullah Said.

Ketua Deplu juga mengajak anak-anak Panti Asuhan Hidayatullah Bone Bolango berbincang “Melanglang Dunia, Melukis Langit Cita-cita.”

“Semoga Allah taqdirkan diantara kalian ada yang jadi imam dan khatib di Amerika, menjadi ulama di Inggris, menjadi pengusaha dai di Afrika Selatan, menjadi Hakim Syariah di Cina dan lain-lain,” nasihanya memberi motivasi. Mata anak-anak berbinar-binar, senyumnya mengembang. Sesekali ketawa cekikikan.

Beliau juga berkesempatan memaparkan peluang-peluang pendidikan luar negeri serta menjadi narasumber Seminar Kepemudaan di Pesantren Ar-Raudhah dan Luqmanul Hakim, Hidayatullah Gorontalo dengan tema: “Neo-Ghazwul Fikri dan Millenial Tahan Banting”.

Diketahui, Gorontalo menjadi propinsi sejak tahun 2000, pengembangan dari Sulawesi Utara dengan luas 12.435 km2 (selisih 1000 km2 lebih luas daripada Qatar). Penduduk Provinsi Gorontalo 1.057.000 jiwa (2015)

Lima kabupaten dan satu kota Hidayatullah hadir di Gorontalo sejak 1995. Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Gorontali dibentuk tahun 2004
yang saat ini dipimpin oleh Abu Bakar Muis didampingi sekretaris, Baharuddin Majid.

Kini Hidayatullah Gorontalo mengelola 14 sekolah mulai dari KBTK/TK hingga SMA dan mengelola sebanyak 7 panti asuhan. Rakerwil Hidayatullah Gorontalo diharapkan semakin memantapkan kiprah Hidayatullah di wilayah tersebut dengan membawa semangat baru Rakerwil: Rame-rame Kerjakan Revolusi Wahyu Ilahi. (ybh/hio)