Beranda blog Halaman 502

Roadshow AKSI WAKAF untuk Milenial di Perguruan Tinggi

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Untuk meningkatkan edukasi dan sosialiasi (aksi) wakaf terhadap kalangan milenial, Baitul Wakaf menggandeng berbagai pihak untuk bekerjasama, termasuk Perguruan Tinggi.

Program roadshow perdana ini di gelar di aula utama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah Depok dalam bentuk talkshow mengenai fikih wakaf, model pengelolaan wakaf produktif dan inovasi fundraising wakaf berbasis asuransi syariah, Ahad (28/04/2019).

Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya, menyampaikan bahwa roadshow ini adalah rangkaian awal yang akan dilanjutkan dan dikembangkan dengan berbagai tema diskusi yang melibatkan kampus, komunitas bahkan perusahaan.

“Insya Allah ini akan berkesinambungan di berbagai tempat, terutama kampus untu mengedukasi kaum milenial perihal pentingnya wakaf di dalam peran dan kontribusinya mengangkat kemiskinan di Indonesia,” terangnya.

Dikatakan Wijaya, wakaf itu hebat jika diamalkan, maka edukasi dan sosialisasi ini diharapkan memberikan pemahan dan pengelolaan wakaf. Karena potensi wakaf yang besar di Indonesia masih belum tergali secara maksimal.

“Rilis dari BWI menyebutkan potensi wakaf uang sebesar 180 Trilyun kini baru terhimpun 400 milyar,” imbuhnya.

Dengan Roadshow yang telah digelar ini diharapkan para peserta terutama mahasiswa bisa memahami dan mempopulerkan wakaf di tengah masyarakat dan civitas akademika di perguruan tinggi.

Sosialiasi harus disinergikan dengan berbagai pihak agar lebih masif untuk membangun kesadaran, roadshow ini juga dimaksudkan untuk mempopulerkan nazhir wakaf sebagai profesi dan pilihan. Jika semangat calon nazhir semakin tumbuh, maka semangat mensyiarkan wakaf akan semakin besar.

“Even ini sangat bermanfaat, bukan hanya membuka wawasan mengenai wakaf tapi kami jadi tahu update pengelolaan dan inovasi membangun keadaran wamsayarkat terhadap wakaf itu sendiri. Semoga bisa diadakan lagi dan lebih panjang waktunya,” ujar Abdurrohim, mahasiswa STIE Hidayatullah asal Ternate, Maluku Utara. (herim/hio)

Gubernur Isran Harap Santri Tahfidz UM Jadi Pembaharu

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Para penghafal Al Qur’an (tahfidzul qur’an) adalah generasi Islam yang diharapkan akan membawa bangsa kita menjadi semakin maju, unggul dan beradab.

Demikian ditegaskan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor saat menghadiri sekaligus membuka wisuda Hifdzul Qur’an santri Tahfizh Usroh Mujaddidah (UM), Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, Kaltim, Sabtu (27/4/2019).

Seraya dengan itu, Gubernur Isran sekaligus mengharapkan dan mendoakan agar para hafidzhah ini bisa menjadi generasi pembaharu untuk keberlangsungan kebaikan bagi bangsa dan negara serta kehidupan secara luas.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Isran melakukan seremonial peletakan batu pertama masjid asrama putri Tahfizh Usroh Mujaddidah Kampus Hidayatullah Gunung Tembak.

Hadir menerima Gubernur pada kesempata tersebut Ketua Yayasan Hidayatullah Gunung Tembak Ust H. Hamzah Akbar dan jajarannya serta sejumlah pembimbing senior.

Hadir pula pembina Pesantren Hidayatullah KH Naspi Arsyad yang sekaligus memberikan taushiah singkat dalam acara pembukaan wisuda tersebut. (ybh/hio)

Petinggi Lapas Kelas IIA Bakti Sosial di Ponpes Hidayatullah Padangmonro

0

BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba menggelar bakti sosial di Panti Asuhan Al- Araf Pesantren Hidayatullah Kampung Padangmonro, Dusun Batua Desa Garanta, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba, Kamis (25/4/2019).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA, Saripuddin Nakku, turun langsung memimpin melaksanakan anjangsana yang digelar di panti asuhan tersebut.

Kalapas Bulukumba Saripuddin Nakku, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan silaturahmi dan berbagi sembako ini dapat bermanfaat buat anak panti asuhan.

Sementara itu, Pimpinan Pesantren Hidayatullah Bulukumba ustad Suparman mengaku bersyukur   karena  Lapas Kelas IIA Bulukumba telah berbagi bantuan berupa sembako.

Ia menambahkan, bantuan ini begitu sangat bermanfaat buat anak binaannya yang berjumlah 50-an orang santri.

‘’Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terimakasih atas kepeduliannya dari Lapas Kelas IIA Bulukumba telah berbagi sembako di panti asuhan ini. Semoga kebaikan-kebaikan yang dilakukan mendapat keberkahan dan pahala dari Allah SWT, ‘’ tutupnya.

BERITA FOTO: Sidang Pleno DPP Hidayatullah di Kota Depok

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah mengikuti acara Rapat Pleno diselenggarakan selaam tiga hari yang diselenggarakan di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, dibuka pada Senin (22/4/2019).

Pembukaan Sidang Pleno dibuka langsung oleh Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad didampingi Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq dan Ketua Dewan Mudzakarah Hidayatullah Ust Abu A’la Abdullah.

Sidang Pleno yang mengangkat tema “Penguatan Standarisasi Pelaksanaan Program Mainstream” ini juga membentuk komisi-komisi yang membahas beberapa terkait standarisasi pelaksanaan progam mainstream Hidayatullah.

Pertemuan Tokoh Islam Minta KPU Harus Jujur Transparan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di rumah dinas Wapres, Jalan Diponegoro No. 2, Jakarta, Senin malam (22/04/2019).

Tokoh Islam yang hadir diantaranya Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pimpinan Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid, Ketua MUI Yusmar Yusuf dan Zainul Tauhid dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Lalu ada Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie, Ketua Wantim MUI Din Syamsuddin, Ketua PB Syarikat Islam Hamdan Zoelfa, Bendahara MUI Anwar Abbas, Sekjen PBNU Helmy Faisal, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Multi, Ketua DPP Persis Yeye Zainuddin, anggota MUI Yusmar Yusuf dan Ketua DMI yang juga Menteri PAN-RB Syafruddin.

Kepada awak media, Wapres didampingi tokoh Islam menjelaskan bahwa pertemuan tersebut digelar dalam rangka silaturahmi dan menjaga suasana pasca Pemilu lebih damai.

Tokoh mengharapkan penyelesaian pemilu ini harus diselesaikan dengan baik dengan jujur. Lebih jauh, Wapres menekankan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dapat bersikap jujur dan transparan dalam melakukan perhitungan suara baik Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg). Apabila ada masalah maka dapat diselesaikan melalui jalur hukum.

“Intinya adalah, KPU harus menjalankan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, transparansi sebaik-baiknya, karena apabila KPU menjalankan itu masyarakat akan tenang dan apapun hasilnya dapat diterima masyarakat, apabila ada prosesnya lewat jalur hukum,” tegas Wapres.

Soal adanya yang meninggal dan sakit di kalangan KPPS karena kelelahan menghitung 5 surat suara, Wapres menilai harus ada evaluasi dalam pelaksanaan Pemilu serentak ini.

Wapres menyarankan agar dipisahkan antara Pilpres dan Pileg agar terhindar dari keruwetan menghitung seperti saat ini.

“Itulah yang kita memang khawatirkan sejak awal, bahwa ini pemilihan terumit, ternyata ada korbannya baik dikalangan KPPS, juga dikalangan Kepolisian ada korban seperti itu maka juga tentu harus evaluasi yang keras dan salah satu hasil evaluasi, ya harus dipisahkan antara pilpres dengan pileg,” katanya.

“Itu supaya bebannya jangan terlalu berat dengan itu termasuk juga usulan mungkin saja bahwa caleg calon-calon itu yang tertutup. Pilih partai saja tidak usah seperti itu, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Syahrul Udjud. (Setwapres)

Sebentar Lagi, Berikut Panduan Makmurkan Bulan Ramadhan

Ramadhan adalah bulan istimewa yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala, bulan yang lebih baik dibandingkan dengan bulan yang lain. Di dalamnya Allah menjanjikan keberkahan, ampunan serta penghapusan dari dosa dan kesalahan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam, para sahabat serta salafus shaleh selalu menyambut kehadiran Ramadhan ini dengan hati yang penuh sukacita, serta melipat gandakan aktifitas ibadah dan amal shaleh.

Kehadiran Bulan Ramadhan memiliki nilai yang sangat strategis dalam
membangun peradaban Islam, khususnya dalam aspek ibadah, tarbiyah maupun da’wah.

Sebagai gerakan da’wah yang memiliki visi Membangun Peradaban Islam, sudah selayaknya Hidayatullah menyergap momen yang sangat berharga ini dengan berbagai kegiatan yang mengantar kepada kesadaran warga maupun ummat untuk mewujudkannya dalam kehidupan.

Download panduan lengkap DPP Hidayatullah memakmurkan bulan suci Ramadhan, klik di sini.

Internalisasi Al-Quran sebagai Kunci Tegaknya Peradaban dan Kebangkitan Umat

0

SEBELUM kedatangan Islam, manusia berada pada puncak kebiadaban. Peradaban-peradaban besar dunia –seperti Romawi dan Persia- yang menjadi ikon kemajuan saat itu, tak mampu menjadi tauladan baik bagi kehidupan manusia. Mereka semakin jauh dari nilai-nilai Tuhan. Materi, menjadi tolak ukur kemajuan. Sedangkan nilai-nilai agama hakiki semakin dicampakkan.

Pada saat itu Allah melihat ke seantero bumi. Ternyata, kelakuan mereka sudah melampaui batas sehingga layak mendatangkan murka, sebagaimana sabda nabi shallallahu `alaihi wasallam:

وَإِنَّ اللهَ نَظَرَ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ، فَمَقَتَهُمْ عَرَبَهُمْ وَعَجَمَهُمْ، إِلَّا بَقَايَا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ

“Dan sesungguhnya Allah melihat penduduk bumi, lalu Ia murkai penduduk Arab dan non-Arabnya, melainkan sisa-sisa dari Ahli Kitab.”(HR. Muslim).

Kebenaran tak begitu dominan. Hanya tersisa Ahlu Kitab(yang masih hanif). Itu pun berserakan di penjuru bumi.

Saat kerusakan sudah sedemikian dahsyat, Allah segera menyajikan solusi cepat, tepat dan akurat. Diturunkanlah al-Quran pada Nabi Muhammad shallallahualaihi wasallam sebagai penyelamat bagi umat manusi yang berada di ambang kehancuran:

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ 1.

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. 2, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-`Alaq: 1-5).

Demikianlah ayat pertama kali turun. Kata-katanya sungguh berbobot dan langsung menusuk ke jantung problematika kehidupan manusia, yang ketika itu berada dalam kegelapan jahiliah. Obat mujarab yang mampu membuat mereka bangkit adalah: Al-Qur`an (yang menganjurkan umat manusia membaca, menulis, dan menuntut ilmu dengan nama Tuhan sejati).

Efeknya begitu dahsyat. Dalam rentang waktu yang tak sampai satu abad lamanya, dengan berpegang teguh pada al-Qur`an, umat Islam mampu menjadi pionir kebangkitan. Berkat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mereka mampu menjadi soko guru, bahkan mercusuar peradaban dunia.

Peradaban Romawi dan Persia, menjadi tenggelam pengaruhnya pasca kedatangan Islam yang disinari cahaya al-Qur`an. Pantaslah jika Nabi Muhammad pernah bersabda:

إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya.” (HR. Muslim). Ketika al-Qur`an tegak di muka bumi, orang-orang yang berpegang teguh padanya menjadi bangkit, sedangkan orang yang mengabaikan petunjuknya,pasti akan jatuh terhina.

Tak ayal lagi, bagi setiap Muslim yang menginginkan kebangkitan umat, maka harus dibangkitkan dengan spirit al-Qur`an sebagaimana generasi terbaik yang ada di tiga kurun pertama.

Lalu, bagaimana cara berinteraksi dengan al-Quran, agar bisa menggapai kebangkitan? Al-Quran menjawabnya dengan elegan:

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ

“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).”(QS: Al-Baqarah: 185). Di ayat lain Allah berfirman:

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”(Qs. Shad: 29).

Al-Qur`an akan membuat umat bangkit jika: Pertama, menjadikannya sebagai hudan (petunjuk) atau kompas dalam mengarungi kehidupan. Kedua, menjadikannya sebagai bayyinaat (bukti, keterangan, acuan). Ketiga, menjadikannya sebagai furqan (barometer untuk mengidentifikasi antara yang hak dan batil).

Keempat, ditadabburi (direnungkan secara mendalam hingga mampu menyibak mutiara hikmah yang terkandung di dalamnya).

Kelima, diambil pelajarannya.

Jadi, jika ingin bangkit tegakkanlah al-Quran dalam hidupmu. Tentu kita bisa mengambil pelajaran dari umat terdahulu. Akibat pengabaian terhadap kitab suci, maka mereka menjadi jatuh terhina. Al-Quran menggambarkan:

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَكَفَّرۡنَا عَنۡهُمۡ سَيِّ‍َٔاتِهِمۡ وَلَأَدۡخَلۡنَٰهُمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٦٥ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ أَقَامُواْ ٱلتَّوۡرَىٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِم مِّن رَّبِّهِمۡ لَأَكَلُواْ مِن فَوۡقِهِمۡ وَمِن تَحۡتِ أَرۡجُلِهِمۚ مِّنۡهُمۡ أُمَّةٞ مُّقۡتَصِدَةٞۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ سَآءَ مَا يَعۡمَلُونَ ٦٦

“-Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan. – Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.”(QS. Al-Maidah: 65-66).

Jadi, kunci kebangkitan, kenikmatan adalah ketika al-Qur`an diinternalisasi. Dijalankan dengan sesungguhnya.*/Hidcom

Kampus Utama Hidayatullah sebagai Model Pelaksanaan Mainstream Gerakan

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Alhamdulilah, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah telah diselenggarakan yang dibuka oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Dr Nashirul Haq, MA, di SP Ballroom, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jum’at (19/4/2019) malam.

Rakornas Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran Kampus Induk dan Utama sebagai Model Pelaksanaan Program Mainstream” ini diikuti oleh pengurus inti pengurus dari kampus Induk dan kampus Utama yaitu Balikpapan, Surabaya, Depok, Makassar, Samarinda, Timika, Batam, dan Medan.

Dalam sambutannya membuka acara tersebut, Ust Nashirul Haq, mengapresiasi penyelenggaraan Rakornas Kampus Utama dan Induk yang ke-8 yang menurutnya merupakan helatan yang spesial karena, Alhamdulillah, akhirnya bisa menempati gedung aula baru.

Agenda Rakornas tahunan ini akan membahas dan mengkoordinasikan beragam hal terutama tentang penguatan Kampus Induk dan Kampus Utama Hidayatullah sebagai model pelaksanaan mainstream gerakan.

Selain itu, juga membahas lebih mendalam tentang bagaimana pemantapan dan pengembangan ekonomi berbasis halaqah yang sejauh ini telah mulai berjalan di berbagai daerah dengan beragam pencapaian yang menggembirakan.

Rakornas yang berlangsung selama 3 hari ini pula membahas sejumlah agenda pendirian dan revitalisasi Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) sebagai pabrik lahirnya sumber daya manusia yang mumpuni, kapabel, berdedikasi dan berintegritas.

Apalagi, dalam catatan Litbang DPP Hidayatullah, sedikitnya 80 persen SDM yang kini berkarya di dalam struktural dan penggerak Hidayatullah merupakan tenaga yang lulus dari perguruan tinggi Hidayatullah.

“Diharapkan PTH bisa lebih berkembang dinamis, massif dan kompetitif,” kata Ust Nashirul.

Beliau mengatakan, karakteristik PTH memiliki kekhasannya sendiri sehingga tak saja diminati namun juga mampu melahirkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing.

Karena itu, lanjunya, PTH akan terus dikembangkan sehingga kelak dapat bermetamorfosisi menjadi universitas agar orientasi perkaderan umat semakin menjangkau masyarakat secara luas dan terus memberikan manfaat untuk masyarakat.

Ust Nashirul juga mendorong penguatan dakwah dan silaturrahim di lingkaran sekitar kampus. Apalagi, terangnya, kita punya program rutin bernama dakwah fardhiyah yang termaktub dalam Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH) dimana di dalamnya menuntut para kader menjadi dai di lingkungan dimana dia berada.

“Gerakan Hidayatullah tidak ekslusif atau terbatas hanya pada area atau di kalangan tertentu saja. Dakwah Hidayatullah ini bersifat inklusif, terbuka dan merangkul umat secara luas. Semua adalah ladang dakwah kita bersama-sama,” pungkasnya.

Acara pembukaan Rakornas Kampus Induk dan Utama Hidayatullah ini dihadiri pembina yang juga pendiri Pesantren Hidayatullah Depok, KH Dr Abdul Mannan dan Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Ust Lalu Mabrul dan jajaran serta sejumlah dai senior seperti Ustadz Abdul Qadir Jailan, Ustadz Hasyim HS dan lain-lain.

Acara pembukaan semakin spesial karena turut dihadiri Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad dan tampak sesepuh Hidayatullah, Bapak Tahtit Eko Budi Susilo, yang juga dikenal sebagai tokoh politisi senior Indonesia dan merupakan guru bangsa yang telah malang melintang di dunia jurnalisme. (ybh/ho)

Seruan Hidayatullah Sambut Bulan Suci Ramadhan 1440 H

0
Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA / Foto: Abu Ilmia

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Alhamdulillah, dalam beberapa hari lagi insya Allah kita akan kembali berjumpa dengan bulan mulia, syahrun mubarak, Ramadhan 1440 H. Tanpa terasa waktu setahun telah kita jalani, semoga perjalanan setahun terakhir tersebut benar-benar meningkatkan kualitas hidup kita dalam segala bentuknya.

Dalam rangka menadah limpahan keberkahan bulan Ramadhan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menerbitkan seruan Ramadhan sebagai penekanan kembali dari seruan-seruan serupa yang telah pernah diterbitkan, untuk memaksimalkan bulan suci Ramadhan agar kita secara bersama-sama dapat meraih lebih banyak barakah, meningkatkan amal shalih, dan memberikan lebih banyak manfaat.

“Kesuksesan dalam meraih potensi Ramadhan adalah kepentingan kita bersama, oleh karena itu, Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menghimbau kepada seluruh jajaran di Wilayah, Daerah, maupun Cabang untuk meningkatkan komunikasi, silaturrahim, dan koordinasi dengan jajaran di atasnya. Mari kita manfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik baiknya agar kita memperoleh kekuatan spiritual yang dapat kita jadikan sebagai modal untuk berjuang di jalan-Nya,” Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr KH Nashirul Haq, dikutip dari lembar seruan Ramadhan 1440 DPP Hidayatullah, Senin (22/4/2019).

Beliau mengatakan, Ramadhan adalah saat untuk berlatih dan membuktikan diri bahwa kita mampu menahan diri dari segala perbuatan yang sia-sia, apalagi yang menimbulkan dosa.

Di bulan Ramadhan, lanjutnya, kita memiliki kemerdekaan dan kedaulatan penuh untuk memutuskan sesuatu, karena pengaruh syaitan telah sangat dikurangi, dan karena itulah manusia dapat membuktikan bahwa dirinya bukanlah golongan syaitan yang suka melakukan kejahatan.

Pada sisi yang lain, Ramadhan juga memiliki dimensi materi (maliyah), di mana kaum muslimin biasa menunaikan kewajiban membersihkan hartanya dalam tahun berjalan. Realitasnya, jumlah harta zakat, infaq, maupun shadaqah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan lebih besar dibanding jumlah dana sejenis pada 11 bulan lainnya.

“Ummat Islam, khususnya di Indonesia, dapat memenuhi perintah agamanya untuk membuat kaum miskin bergembira, selama bulan Ramadhan dan seterusnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, seruan Ramadhan DPP Hidayatullah mencakup dimensi tersebut, yang sama-sama perlu dicermati dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Hidayatullah sesuai tingkatannya masing-masing yakni persiapan diri menghadapi Ramadhan dan upaya pencapaian target Ramadhan.

“Mari kita manfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik baiknya agar kita memperoleh kekuatan spiritual yang dapat kita jadikan sebagai modal untuk berjuang di jalan-Nya. Akhirnya, kepada Allah SWT jualah kita memohon, agar kiranya dimudahkan dalam segala upaya, dan diterima amal kita sebagai bagian dari perjuangan membangun peradaban Islam,” pungkasnya.(ybh/hio)

DOWNLOAD SERUAN RAMADHAN 1440 H DPP HIDAYATULLAH

Walikota Resmikan Rusun Santri Ponpes Hidayatullah Bontang

0

BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Satu lagi komplek hunian buah usulan Pemkot Bontang kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap dihuni, yakni Rumah Susun (Rusun) Santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Jl. Imam Bonjol No. 33 Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Peresmian ini ditandai pengguntingan pita oleh Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og didampingi perwakilan SNVT Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Provinsi Kaltim Dhani Kushandito, pimpinan yayasan Ponpes Hidayatullah, Asisten II, Asisten III, kepala dan perwakilan OPD terkait, beberapa lurah, dan unsur Forkopimda, Senin (15/4/2019) siang.

Selain itu, hadir pula mantan Walikota Bontang dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S.

Menelan anggaran sebesar 6.8 miliar, bangunan tersebut terdiri atas dua lantai dilengkapi dengan fasilitas tempat tidur dua tingkat serta lemari di setiap kamar, dengan daya tampung sebanyak 138 orang santri.

Mengawali sambutanya, Neni mengaku bersyukur karena Kota Bontang dipilih untuk mendapatkan beberapa unit rusun.

Menurut Neni, dipilihnya Kota Bontang disebabkan adanya hubungan serta koordinasi yang terjalin dengan baik antara Pemkot Bontang dengan pihak Kementerian PUPR. Termasuk rencana pembangunan rusun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang akan direalisasikan pada 2020 mendatang.

Lebih jauh, Neni menghimbau kepada pengguna gedung agar selalu menjaga serta merawat dengan baik fasilitas yang telah dibangun.

“Yang penting bagi saya adalah perawatan, tolong dijaga dengan baik. Biasanya rumah seperti ini (rusun) yang bermasalah adalah septic tank, jadi anak-anak santri jangan buang barang yang tidak larut didalam kloset yang menyebabkan buntu,” pungkas Neni.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR, kepada Pemerintah RI dengan program strategis nasionalnya,” sambung Neni.

Sementara itu, perwakilan SNVT Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Provinsi Kaltim Dhani Kushandito berharap gedung baru tersebut dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan sehingga dapat menghasilkan santri dan santriwati yang berkualitas.

“Saya harapkan dengan adanya gedung ini dapat menambah motivasi belajar bagi para santri dan santriwati,” harap Dhani Kushandito.

Lebih lanjut, ia pun menyarankan untuk segera mengajukan kembali usulan hunian rusun untuk santriwati, mengingat rusun yang diresmikan tersebut diperuntukkan para santri.

Sehingga di 2020, pihaknya dapat segera merealisasikan pembangunan, minimal masuk dalam list Kementerian PUPUR.

“Kalo ada usulan untuk yang wanita (santriwati) dapat diususlkan di tahun ini sehingga Insyaallah tahun depan (2020) dapat kami dapat laksanakan pembangunannya, minimal kami makukan dalam list dari Kementerian (PUPR),” lanjutnya. (ppid/hio)