Beranda blog Halaman 519

Muslimat Hidayatullah Sulsel Gelar TOT Bina Aqidah

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Muslimat Hidayatullah (Mushida) Pusat bekerjasama dengan Mushida wilayah Sulawesi Selatan, menyelenggarakan Training Of Trainer (TOT) Bina Aqidah, Kamis, 27-30/9/2018.

Kegiatan training berlangsung empat hari dan diikuti sekitar 60 peserta yang merupakan perwakilan Mushida se Indonesia Timur.

Acara yang dipusatkan di Balai Latihan Masyarakat(Balatmas) Makassar ini, dipandu langsung oleh beberapa Instruktur dari Pusat.

Tiga instruktur dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah pusat, yaitu Ustadz Ir. Hanifullah Hanan (Ketua Majelis Murobbi, dan Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah Pusat), Ustadz Drs. Muhammad Nur Fuad, M.A (Ketua Departemen Pembinaan Anggota Hidayatullah Pusat), dan Ustadz Muhammad Shaleh, S.S (Ketua Departemen Pengkaderan Hidayatullah Pusat).

Selain pemateri atau instruktur dari DPP Hidayatullah Pusat, acara yang seluruh pesertanya adalah para ummahat (ibu-ibu) ini, juga dipandu oleh tiga pemateri dari pengurus Mushida Pusat; yaitu Ustadzah Amalia Husna Bahar, S.T, M.Pd.I, Ustadzah Najmiyah Harits, dan Ustadzah Hafzeni Dirwan.

Acara TOT Bina Aqidah merupakan training yang diperuntukkan bagi kader Hidayatullah yang telah menyelesaikan jenjang kekaderan Marhalah Wustho, sehingga output dari training ini menghasilkan trainer-trainer yang mampu menyelenggarakan sekaligus menjadi trainer Bina Aqidah di tempat mereka nantinya.

“Peserta TOT Bina Aqidah yang diselenggarakan selama empat hari ini, diharapkan mampu menyerap dan memahami keseluruhan materi yang ada, baik konsep maupun praksis. Sehingga tidak ada lagi alasan, training Bina Aqidah tidak terlaksana karena tidak ada trainer,” kata Ustadz Muhammad Nur Fuad.

Demi tercapainya tujuan dilaksanakannya acara TOT Bina aqidah, ketua panitia penyelenggara Masnaeni Muslimin (Sekretaris PD Mushida Makassar), berusaha memaksimalkan pelayanan, dari ketersediaan gedung tempat training, sampai kepada pemilihan kamar yang representatif, dan menu pilihan untuk komsumsi para peserta.

“Kami sangat mengerti, bahwa peserta yang hadir pada acara TOT ini, telah meninggalkan banyak pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga di rumah. Selain itu, perjalanan yang begitu jauh tentu sangat melelahkan, sehingga kami berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menambah beban pikiran para peserta, yaitu dengan memberikan pelayanan terbaik yang kami mampu,” imbuhnya.

Acara Training Of Trainer (TOT) Bina Aqidah Muslimat Hidayatullah se Indonesia Timur, akan ditutup besok, Ahad 30/9/2018 oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Drs. Mardhatillah.*/Andi Alfian Milyardo Salassa

Luluh Lantak, Santri Ponpes Hidayatullah Palu Selamat

0

PALU (Hidayatullah.or.id) – Sampai berita ini diturunkan, dapat dilaporkan santri Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Palu, Sulawesi Tengah, semua selamat dari terjangan tsunami yang sebelumnya didahului gempa bumi melanda sejumlah kawasan Sulteng yang berpusat titik di Donggala, Jum’at (28/9/2018). Kendati demikian, sejumlah bangunan pondok luluh lantak.

Pasca gempa santri dan warga segera diungsikan ke tempat tinggi dan semalam harus tidur di kolong langit karena masih mengkhawatirkan adanya tsunami susulan. Sempat ada santri berusia 9 tahun disebut hilang diseret ombak  tsunami, namun belakangan diketahui telah diamankan oleh warga setempat.

Seperti diketahui, gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa beruntun meski berpusat di Donggala, namun dirasakan hampir di setiap wilayah di provinsi ini.

Gempa pertama kali terjadi dengan magnitudo 5,9 pada pukul 13.59 WIB. Dari informasi BMKG, pusat gempa berada di darat, 61 kilometer sebelah utara Palu. Gempa yang pusatnya berada di kedalaman 10 kilometer ini dirasakan di Palu, Donggala, Sulawesi Tengah.

Berdasar data dari situs BMKG, sejumlah gempa susulan kemudian terjadi. Yang paling besar adalah gempa bermagnitudo 7.4 (sebelumnya disebutkan 7.7) pada pukul 18.02 Wita.

Hidayatullah turut berduka cita dan menyampaikan rasa simpati yg sangat mendalam untuk masyarakat Sulawesi Tengah yang sedang ditimpa musibah gempa. Ia juga mendorong gerakan keswadayaan nasional untuk gempa Sulteng.

“Mengharapkan agar masyarakat Indonesia secara umum dan umat Islam secara khusus memberikan empati dan mengulurkan tangan untuk saling membantu dan meringankan beban sesama,” kata anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Jum’at (28/9/2018) malam.

Ia pula menyerukan untuk mendoakan agar masyarakat yang ditimpa musibah diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT juga mendoakan agar musibah ini cepat berlalu.

“Meyakini bahwa setiap ujian dari Allah mengandung kebaikan yang akan terungkap, cepat atau lambat. Sehingga tetap berprasangka baik dan mengambil hikmah adalah hal mutlak walau berat dalam keadaan seperti sekarang ini,” ingatnya. (ybh/hio)

 

Wisuda Santri Rumah Qur’an Umar bin Khattab Hadirkan UAS

Suasana buka puasa 10 Muharram 1440/ puasa As Syuro, sekaligus puasa sunnah Kamis, para santri Rumah Qur’an Umar bin Khattan Pondok Pesantren Hidayatullah Bogor/ dok

BOGOR (Hidayatullah.or.id) – Dai kondang yang juga ulama dari tanah Melayu, KH Abdul Shomad, MA, insya Allah, akan hadir di Kota Bogor. Agenda kedatangan beliau tersebut dalam rangka memenuhi undangan Tabligh Akbar dan Wisuda Santri Hafidz & Hafidzah Rumah Qur’an Umar bin Khattab Pondok Pesantren Hidayatullah Bogor.

Kehadiran ulama yang karib disama UAS ini dijadwalkan ke Bogor pada hari Ahad, 14 Oktober 2018 yang acaranya sendiri akan dimulai pukul 08.00 WIB yang insya Allah berlangsung di Komplek Rumah Qur’an Umar bin Khattab Hidayatullah Bogor, Kampung Bojong Hilir, RT. 02/RW. 10 Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Ketua Yayasan Rumah Qur’an Umar bin Khattab Hidayatullah Bogor Ust Hanafi mengatakan, rencananya kegiatan itu disiarkan langsung oleh stasiun televisi tvOne sehingga dapat juga dinikmati oleh pemirsa dari seluruh Indonesia.

 

We Care Lombok, Saatnya Kita Berarti Bagi Sesama

0

MUSIBAH gempa bumi di Lombok telah menyisakan persoalan yang multi dimensi dan sangat massif. Kondisi ini tidak sepatutnya kita saksikan semata.

Mari bergerak peduli, memberikan kepedulian untuk saudara kita di Lombok. Buktikan kita adalah insan beriman, kita adalah manusia yang berkemanusiaan.

Jangan biarkan musibah ini menjadi beban mereka sendiri. Bersama, mari kita tanggung untuk mewujudkan Islam yang rahmatan Lil ‘Alamin. We Care Lombok adalah wadah kita semua merapatkan barisan membangun kembali Lombok yang kini luluh lantak. (adv/hio)

Sambut Silatnas Hidayatullah, Kampus Gunung Tembak Berhias

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Pusat, Gunung Tembak, Kelurahan Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur, terus berhias. Beragam persiapan dilakukan.

Benah-benah yang dilakukan warga kampus tersebut dalam rangka persiapan menyambut Silaturrahim Nasional (Silatnas) III Hidayatullah yang mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat Untuk NKRI Bermartabat”.

Ketua Streering Committee Silatnas Hidayatullah 2018 Ust Drs H. Tasyrif Amin,M.Pd.I, mengatakan Silatnas yang akan digelar pada bulan tanggal 22-25 November mendatang mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat Untuk NKRI Bermartabat”.

Selama lima hari berada di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, peserta yang diperkirakan 10.000 dai, akan mengikuti berbagai event yang dirancang sesuai kebutuhan dai dengan berbagai profesinya.

Selain agenda umum; pembekalan dai, bedah buku peradaban, dialog antar pengurus lintas generasi Hidayatullah, lomba karya ilmiah dai muda, pelajar dan mahasiswa, pameran karya dai muda Hidayatullah, reuni alumni PTH, jambore SAR dan Syabab Hidayatullah, training wirausaha nasional.

Panitia juga menggelar kegiatan departemental, di antaranya: penugasan Dai transmigran, kegiatan hapus tato Sahabat Hijrah, seminar kewirausahaan dan sebagainya.

Gunung Tembak, sebuah desa kecil berjarak 33 km dari Kota Balikpapan. Dulu, kawasan ini tandus dan tak banyak penduduk yang mau tinggal di sini. Suatu hari, datanglah para dai yang dipimpin Abdullah Said, merubah Gunung Tembak menjadi daerah subur dan makmur.

Saat itu, awal tahun 1970-an, kawasan Gunung Tembak masih berupa hutan belantara. Demi menyiarkan Islam di wilayah ini, Abdullah berinteraksi dengan penduduk sekitar. Ia pun mengenalkan Islam dengan menjadi guru ngaji, membuka kursus mubaligh dan kegiatan dakwah lainnya.

Berkat kerja kerasnya, Abdullah akhirnya mampu merintis pesantren yang kini memiliki ratusan cabang, yaitu Pesantren Hidayatullah dam kini merupakan salah satu organisasi massa Islam nasional.

Silaturrahim Nasional (Silatnas) III Hidayatullah yang mengusung tema “45 Tahun Hidayatullah Berkhidmat Untuk NKRI Bermartabat” merupakan momentum peneguhan kiprah Hidayatullah dalam membangun bangsa Indonesia tercinta. (ybh/hio)

DR Wathani Pimpin Institut Agama Islam Abdullah Said

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Ketua Yayasan Abdullah Said Batam Ust H Jamaluddin Nur secara resmi melantik Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathani, M.Pd, sebagai Rektor Institut Agama Islam (IAI) Abdullah Said di Gedung Aula Hidayatullah Asia Raya, Rabu, 9 Muharram (19/9/2018).

Dr. Lalu Muhammad Nurul Wathani, M.Pd, adalah alumni Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau. Dua tahun terakhir telah mengampu beberapa mata kuliah di STIT Hidayatullah Batam.

Dalam sambutannya usai dilantik, Dr Wathani berkomitmen untuk menjalankan amanah di pundaknya tersebut sebaik-baiknya. Ia pun menyatakan siap mengembangkan Institut dan komitmen terhadap aturan-aturan kelembagaan.

Pelantikan itu turut dihadiri mantan rektor IAI Abdullah Said sementara, Dr Dudung A. Abdullah, M.Pd. Hadir pula Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Drs Tasyrif Amin, M.Pd.I, Ketua Departemen Ristek Dikti DPP Hidayatullah Drs. Nanang Nur Patria, M.Pd.Iserta segenap pengurus yayasan dan dosen IAI Abdullah Said.

Institut yang didirikan sesuai dengan keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Islam Nomor 5461 Tahun 2017 itu bernaung di bawah Yayasan Abdullah Said Batam.

Untuk tahun pertama IAI Abdullah Said Batam akan membuka tiga fakultas yakni; Syariah, Ekonomi Islam dan Tarbiyah.

Masing-masing fakultas mengusung dua program studi. Fakultas Syariah ada program studi Ahwal Syakhsiyyah dan program studi Jinayah Siyasah.

Fakultas Ekonomi Islam ada program studi Akutansi Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah. Fakultas Tarbiyah ada program studi Bimbingan Konseling Islam dan pendidikan bahasa Arab. (ybh/hio)

Naspi Arsyad: “Ikhtilaf Jangan Memecah Persatuan Kita”

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah KH Naspi Arsyad mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan persaudaraan di  tengah beragam perbedaan pandangan dalam masalah cabang (khilafiyah furu’iyah). Apalagi perbedaan pendapat (ikhtilâf) sebenarnya omnipresent atau bisa terjadi di mana-mana, tidak terkecuali dalam masalah-masalah fiqih.

“Jadi jangan karena masalah khilafiyah memecah persatuan kita. Ikhtilaf hari ini sering mengarah kepada iftiraq atau perpecahan,” kata Naspi Arsyad.

Kekhawtiran tersebut bukan tanpa alasan. Apalagi, lanjut Naspi, disadari atau tidak kondisi umat yang sering terjebak perselisihan dalam hal yang tidak prinsip kerap kali berujung selisih dan akhirnya meretakkan persaudaraan.

Karenanya, calon anggota DPD RI asal Kalimantan Timur (independen) ini menekankan pentingnya meneladani kemuliaan akhlak Muhammad Rasulullah Shallallaahu ‘alahi wasallam yang perangainya menuntut umatnya agar selamat (dirinya) dan menyelamatkan (orang lain). Menurutnya, inilah golongan al-firqah as-salimah.

Al-Firqah As-Salimah adalah mereka yang menganut Ahlussunah Sunnah wal Jamaah. Pastikan gerakan kita adalah dalam firqah itu, yakni kelompok orang-orang yang diselamatkan oleh Allah SWT,” pesannya.

Dia menjelaskan, meskipun secara normatif predikat muslim sudah cukup, namun secara faktual istilah muslim ini berkembang hingga lahirlah istilah Islam Nusantara.

“Ini yang harus difahami oleh setiap kader untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat umum agar jangan sampai tidak bisa membedakan secara faktual tentang Islam yang hakiki,” ujarnya.

Dia menambahkan, tuntutan untuk memiliki kepribadian yang prima serta memiliki bakat sesuai yang diinginkan ummat sedang kebingungan dengan kondisi agamanya hari ini adalah tujuan dari jenjang kekaderan ini.

“Ketaatan kita kepada Allah dan rasul-Nya merupakan mata rantai yang tidak terpisahkan dengan pemimpin kita, ini jika benar benar jika kita beriman kepada hari kemudian,” pungkasnya.

DPW Hidayatullah Sulsel menggelar acara Marhalah Wustha di Hotel Mutiara Khadijah, Makassar, dibuka pada Kamis, 10 Muharram 1440 (20/9/2018). Peserta Marhalah Wustho terdiri dari 40 orang dari Sulsel dan Sulbar. Agenda acara berlangsung selama 4 hari 19-23 September 2018

Acara serupa sebelumnya diadakan oleh DPW Hidayatullah Sulbar dua tahun sebelumnya dan dari Sulsel mengirimkan pesertanya pada momen yang menitik beratkan pada peningkatan kualitas pribadi kader dai.

Acara yang diselenggarakan oleh DPW Hidayatullah Sulsel ini mengangkat tema “Menuju Spirit, Meneguhkan Jati Diri, Menuju Sukses Dakwah dan Tarbiyah”.

Kegiatan reguler tersebut, dikatakan panitia, dilakukan mengingat pentingnya up-grading kader yang ditempatkan di berbagai daerah dan unit-unit amal usaha. */Muhammad Bashori

Sinergi Hidayatullah dengan Pemerintah Terus Ditingkatkan

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah harus terus mempertahankan dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah. Demikian disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Salim Abdurrahman MM.

“Sepengetahuan saya, Hidayatullah tidak pernah berjarak dengan pemerintah dalam mengambil peran dalam agenda-agenda transformasi nilai-nilai keagamaan kepada umat,” kata Salim dalam sambutannya di acara Marhalah Wustha gelaran DPW Hidayatullah Sulsel di Hotel Mutiara Khadijah, Makassar, Kamis, 10 Muharram 1440 (20/9/2018).

“Kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat bermakna dalam memposisikan Hidayatullah sebagai salah satu organisasi keagamaan di tingkat nasional dan secara khusus di Sulsel,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut Ir.H. Agus Abdurrahman mengatakan salah satu bentuk meningkatkan sinergi dan kemitraan pemerintah Provinsi Sulsel dengan Hidayatullah adalah dengan mendirikan DPD Hidayatillah seluruh kawasan di Sulawesi Selatan.

Ia juga mengapresiasi peran Hidayatullah selama ini yang telah terlibat secara aktif dalam pembangunan khususnya dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia dengan lembaga pendidikannya serta penyuluhan agama melalui kegiatan dakwah bahkan hingga ke pelosok.

Sementara itu Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah Ust H.M  Shaleh Usman dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa Hidayatullah telah hadir di seluruh provinsi dan hampir di seluruh Kab/kota se-Indonesia.

“Sudah lebih dari 300 kepengurusan daerah. Kehadiran Hidayatullah di titik tersebut juga tidak lepas dari peranan daya dukung pemerintah baik tingkat pusat dan daerah,” tutur Shaleh.

Peserta Marhalah Wustho terdiri dari 40 orang dari Sulsel dan Sulbar. Mereka adalah para dai yang selama ini telah terjun ke masyarakat dan dengan kegiatan upgrading ini diharapkan kualitasnya terus meningkat. Agenda acara berlangsung selama 3 hari 19-23 September 2018.*/Andi Alfian Milyardo Salassa

Hidayatullah Purwakarta Buka Program Tahfidz Qur’an Gratis

0

PURWAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Purwakarta, Jawa Barat, saa ini membuka program pendidikan hapalan Al quran (tahfidz) gratis. Pada tahap pertama akan diterima sebanyak 20 orang.

Ketua DPD Hidayatullah Purwakarta, Ust Anton Al Jundi, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan generasi salah satunya dengan pembinaan Al Qur’an.

“Program ini untuk anak-anak putus sekolah dan selesai dalam waktu dua tahun,” katanya.

Ust Anton menambahkan, bagi yang berminat dipersilahkan datang langsung ke lokasi Kampus Pondok Pesantren di Desa Cigelam Kecamatan Babakan Cikao Purwakarta.

“Ini merupakan salah satu program unggulan pesantren yang terus kami sempurnakan. Kami ajarkan juga tahsin biar bacaanya benar,” katanya.

Semua peserta bisa mendaftar melalui Ustadz Saeful melalui saluran kontak 087720418882 atau Ustadz Rudi Syafaat di layanan telepon 085794767220.

Peserta program pendidikan hapalan Al Quran tanpa dipungut biaya ini mendapatkan fasilitas seperti tempat tiggal, konsumsi harian dan terdapat sarana olahraga representatif. (ybh/hio)

Hidayatullah Lampung Akan Gelar Kegiatan Hapus Tato

0

LAMPUNG (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Quran Hidayatullah Lampung bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS) akan menggelar pelayanan menghapus bagi masyarakat.

Ketua DPW Hidayatullah Provinsi Lampung Ust Thoifur Bustomi mengatakan kegiatan bertujuan untuk memberikan kesempatan ke masyarakat yang ingin berhijrah atau menjadi lebih baik.

“Kami bersama IMS menggelar aksi hapus tato di Kota Bandar Lampung yang dipusatkan di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Hidayatullah Bandar Lampung pada 25-26 September 2018 mendatang,” kata Ketua DPW Hidayatullah Provinsi Lampung, Thoifur Bustomi, Selasa (18/9/2018).

Menurutnya, jumlah peserta yang sudah terdaftar sebanyak 105 orang, berasal dari berbagai daerah di Lampung. Bahkan ada pula peserta dari sejumlah wilayah di Sumatera, Bandung, Jawa Barat (Jabar), Tangerang, Banten.

Thoifur mengatakan bahwa setelah kegiatan menghapus tato, para peserta nantinya akan diberi pembinaan dengan pembelajaran tentang Islam yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulannya.

Dia berharap dengan dihapusnya tato, para peserta dapat menjadi insan yang lebih Islami dan memiliki semangat hijrah yang berkelanjutan.

“Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi saudara-saudara kita yang sungguh-sungguh bertekad untuk hijrah, “ujarnya.

Ketua Pelaksana kegiatan hapus tato, Jhon Edwin mengatakan, syarat peserta hapus tato yaitu, muslim atau mualaf, mengikuti pembinaan setelah mengikuti hapus tato serta tidak memiliki penyakit diabetes, hepatitis dan HIV.

Para peserta akan dikenakan biaya Rp1 juta untuk ukuran tato 9×10 cm. Lebih dari ukuran itu dikenakan biaya Rp50.000 per cm.

Namun, bagi peserta yang benar-benar ingin hijrah dan tidak mempunyai dana, pihaknya bisa menggratiskan biaya apabila mampu membaca atau hafalan Alquran seperti 10 ayat surat Ar-Rahman atau surat Al-Kahfi atau surat-surat lain.(inw/ybh)