Beranda blog Halaman 523

Dirjen Pendis Kemenag RI Resmikan IAI Abdullah Said

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Direktur Jenderal Kependidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Prof Dr (Phil) Kamarudin Amin, MA, meresmikan Institut Agama Islam (IAI) Abdullah Said di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Uncang, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kamis (16/8/2018).

Dalam sambutannya, Kamaruddin mengatakan pembinaan karakter adalah salah satu hal yang sangat penting dan juga membutuhkan dukungan mental spiritual. Karena itu tempat yang terbaik untuk mendapatkan semuanya yang berada di Pondok Pesantren.

“Pendidikan karakter yang harus kita tanamkan sejak dini adalah menghargai diri sendiri dan menghargai orang lain. Berharap Pondok Pesantren kedepannya untuk terus mengembangkan fundamental, karakter, moral dan religi,” kata Kamaruddin.

Lebih jauh Kamaruddin menyebutkan beberapa point penting dalam pendirian perguruan tinggi antara lain memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah agar bisa meningkatkan bahasa nasional.

Dengan perguruan tinggi, terangnya, juga bisa mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa Indonesia sehingga dibentuklah lembaga pendidikan dari tingkat dasar, tingkat menengah, tingkat atas hingga perguruan tinggi.

“Indonesia adalah negara yang berpenduduk terbesar keempat di dunia, negara penganut agama Islam terbanyak di dunia, dan negara yang akan menjadi pusat moderat Islam di dunia sehingga peradaban Islam kedepannya akan berada di Indonesia,” kata Kamarrudin.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H Nurdin Basirun di kesempatan yang sama menegaskan pentingnya pendidikan agama bagi generasi penerus.

“Pada zaman now ini pendidikan agama sangat penting. Banyak orang tua yang mulai menitipkan anak-anaknya di lembaga pendidikan keagamaan, dengan harapan menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak,” kata Nurdin.

“Terus kita tanamkan nilai-nilai Alquran sebagai pedoman hidup generasi penerus,” imbuhnya.

Menurut Nurdin, saat ini pendidikan di pondok-pondok pesantren sudah menjadi pilihan favorit. Lembaga pendidikan Islam menjadi pilihan nomor satu untuk tempat belajar sehingga nantinya tercipta generasi penerus yang Qurani berlandaskan agama Islam.

Dengan tekad yang kuat dan izin dari Allah SWT, kata Nurdin, tidak ada yang mustahil dan semua bisa terjadi. Pemerintah Daerah kedepannya akan memperhatikan para Guru TPQ atau Imam sehingga kesejahteraan bisa meningkat

“Untuk membangun di jalan Allah tidak ada kata defisit, terus kita bersama-sama dan saling mendukung sehingga apa yang menjadi cita-cita dan harapan terwujud,” kata Nurdin.

Institut Agama Islam Abdullah Said Batam memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi. Mahasiswa yang belajar di Institut Agama Islam Abdullah Said Batam berasal dari berbagai daerah mulai Aceh, Kalimantan, Sulawesi, NTB dan NTT dan seluruhnya mendapat beasiswa dari Yayasan Hidayatullah.

Pada tahun 2018 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas sudah melakukan MoU dengan Institut Agama Islam Abdullah Said Batam dengan mengirimkan 5 orang mahasiswa yang telah menjalani seleksi di daerah.

Pada peresmian itu hadir anggota DPRD Kepri diantaranya Abdul Rahman, Sarafudin Aluan, Wan Norman Edi, Ruslan Kasbulatov, Irwansyah, Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Ust Khairil Baits, Ketua Bidang Tarbiyah DPP Hidayatullah Ust Muhammad Tasmin Latif, Ketua HAL DPP Hidayatullah yang juga Ketua Yayasan Hidayatullah Batam KH Jamaluddin Nur, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Gusti Raizal Ekaputra, Kadis Pendidikan Kepri Muhammad Dali, Karo Humas Protokol Penghubung Kepri Nilwan dan Kakan Kemenag Kota Batam Erizal Abdullah.

Hadir juga Ketua DPW Hidayatullah Provinsi Kepri Ust Khoirul Amri, Ketua DPD Hidayatullah Kota Batam dan Ketua PW Syabab Hidayatullah Provinsi Kepri Umair Safaruddin. (ybh/hio)

Motivasi Santri Hidayatullah, Kapolda Sulbar Ingatkan Pesan Bangunlah Jiwa dan Badannya

SATUTALAWAR (Hidayatullah.or.id) – Di sela-sela kesibukannya sebagai orang nomor satu di korps Kepolisian Daerah Sulawesi Barat, Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Kapolda Sulvar) Brigjen Drs H Pol Baharudin Djafar, menyempatkan waktunya memenuhi undangan mengisi materi Jambore I Pandu Hidayatullah Sulbar.

Kapolda Sulawesi Barat Brigjen Drs H Pol Baharudin Djafar turut melaksanakan shalat subuh berjamaah bersama peserta Jambore I Pandu Hidayatullah Sulbar, Kamis (16/8/18).

Rombongan Kapolda tiba di arena acara sekira pukul 04.00 WITA dan langsung bergabung dengan para peserta jambore yang tengah menunggu waktu shalat subuh di lapangan.

Pelaksanaan sholat subuh berjamaah bertempat di areal terbuka di pelataran Pesantren Hidayatullah Salutawar dengan menggelar terpal dan sajadah karena musholla yg tersedia tidak cukup mampu menampung jamaah. Termasuk pelaksanaan shalat lail berjamaah yang dimulai sejak pukul 03.00 WITA sebelumnya.

Kapolda yang juga dikenal sebagai dai ini, merasa sangat berkesan dengan suasana Jambore yang disebutnya sarat dengan nilai religiusitas. Ini adalah kepanduan yang sebenarnya, katanya mengapresiasi.

“Ini sejalan dengan titah para pendiri bangsa kita, “Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”, tukas Kapolda kelahiran Bone ini dalam tausiyah selepas subuh yang ia sampaikan.

Dia mengatakan, tanah yang kita tempati melaksanakan shalat berjamaah saat ini sejatinya berbangga diri atas tanah-tanah lain di sekitarnya. Dan insyaAllah tidak ada hijab yang mengantarai doa-doa kita kepada Allah.

“Sebagaimana langit terbuka yang mengatapi majelis kita saat ini,” terang Jenderal bintang satu ini disambut penuh semangat peserta jambore.

Ia mengatakan suasana seperti ini adalah sesuatu hal yang teramat mahal. Karena di akhirat kelak, hal yang paling indah untuk kita kenang adalah mujahadah dan pengorbanan kita dalam dakwah, tambahnya.

Kunjungan Kapolda dalam Jambore I Pandu Hidayatullah Sulbar kali ini diakhiri dengan ramah tamah, salam-salaman, dan foto bersama dengan para peserta Jambore.*/Syamsuddin

Bupati Mamuju Buka Jambore I Pandu Hidayatullah Sulbar

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) – Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid secara resmi membuka dan ikut mendampingi pelaksanaan kegiatan Jambore I Pandu Hidayatullah Sulawesi Barat, sejak pagi hingga siang hari ini, Rabu (15/8/18).

Jambore ini diikuti oleh santri-santri Hidayatullah dari 3 kabupaten di Sulawesi Barat, yakni Kabupaten Polewali Mandar, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Pasangkayu yang digelar di bilangan Salutalawar.

Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Sulbar Abuqiyyah Abdulmajid mengatakan helatan ini adalah Jambore Pandu Ke-1 yang dilaksanakan pihaknya di Sulawesi Barat.

“Insya Allah akan berlangsung selama tiga hari ke depan,” kata ustadz yang enerjik ini.

Kegiatan ini lanjut dia juga menjadi rangkaian dari Semarak HUT Kemerdekaan RI ke 73. Ia mengatakan pihaknya juga telah mengundang Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Kapolda Sulbar) Brigjen Pol. Drs. Baharuddin Djafar M.Si, untuk turut memberikan materi wawasan kebangsaan.

Ketua DPW Hidayatullah Sulbar Ustadz Imran Jufri dalam sambutannya menyampaikan bahwa orientasi dari pendidikan Hidayatullah adalah melahirkan kader yang siap diterjunkan ke tengah masyarakat, untuk menghadirkan kemaslahatan ummat.

“Dan pendidikan kepanduan ini adalah satu ikhtiar untuk itu,” kata Imran.

Ia menyampaikan apresias dan terimakasih yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Provinsi yang telah mendukung dan memberikan dukungan atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Termasuk dukungan terhadap kiprah Pesantren Hidayatullah selama ini yang telah ikut andil dalam menyiapkan generasi terdidik,” katanya dalam sambutannya.

Dalam kesempatan ini, bupati Mamuju pula menjanjikan dana hibah sebesar Rp. 500 juta untuk mendukung kegiatan pendidikan di Pesantren Hidayatullah Mamuju. (Syamsuddin)

Menyerap Hikmah Surah Al-Mulk Ayat 19-21: Taat Kepada Allah

0
ILUSTRASI: Santri Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, dalam sebuah kegiatan pelajaran Diniyah

Berikut ini disajikan fadhilah (keutamaan) surah al-Mulk. Ada 8 riwayat, diambil dari kitab Fadhailul Quran karya al-Hafizh Abu Abdillah Muhammad bin Ayyub bin adh-Dhurais al-Bajali (w. 294 H).

######

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ (19)
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.”

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ جُنْدٌ لَكُمْ يَنْصُرُكُمْ مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ (20)
“Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.”

أَمَّنْ هَٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَلْ لَجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ (21)
“Atau siapakah dia yang memberi kamu rezeki jika Allah menahan rezeki-Nya? Sebenarnya mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?”

Sebagian ‘ibrah bagi kita dari ayat-ayat di atas:

Ayat-ayat ini merupakan kelanjutan ancaman dan peringatan Allah kepada siapa saja yang enggan beriman. Allah mempertanyakan alasan di balik pembangkangan yang mereka pertahankan di hadapan segenap bukti yang tergelar di alam semesta.

Ada tiga persoalan yang disitir di sini, yaitu (1) burung yang terbang di udara, (2) pelindung dalam peperangan, dan (3) pemberi rezeki.

PERTAMA. Burung yang terbang di udara adalah tamsil hidup kita di bumi: keajaiban yang terkepung aneka kondisi ekstrem. Terbang adalah keistimewaan yang menakjuban, tapi andai bukan karena Allah menahannya burung bisa terjerembab jatuh sewaktu-waktu.

Kehidupan di bumi adalah anugerah agung yang dikepung bahaya dari segala arah. Dari ruang angkasa kita terancam paparan radiasi mematikan, tumbukan meteor, dan sebagainya.

Di saat bersamaan, perut bumi membara dan bergejolak, lautan bergelora, daratan terus bergerak, angin berputar, dll.

Andai Allah tidak menahan semua itu dalam batas-batas tertentu, pasti kita telah binasa. Mengapa masih selalu merasa kurang dan belum bersyukur?

KEDUA. Ingatlah sejarah bangsa ini, Indonesia: lebih dari 70 tahun silam, di zaman revolusi. Siapakah yang memenangkan bambu runcing melawan artileri berat, pesawat tempur, senjata api, dan tank?.

Siapakah yang menjayakan rakyat sipil tak terlatih di hadapan balatentara yang baru saja memenangi Perang Dunia II? Dengan pekikan takbirlah jenderal mereka gentar, bahkan tewas.

Apa semua itu karena hebatnya bangsamu, atau karena besarnya pertolongan Allah? Jangan tertipu oleh angan-angan kosong, seperti para durjana yang sok hebat dan mengelabui masyarakat dengan retorika palsunya!

“Ghurur” (غرور) artinya mempercayai sesuatu terjadi berdasar praduga saja, sedangkan fakta sebenarnya tidak demikian. Itulah pikiran kaum kafir dan mereka yang terhijab dari Allah. Apa yang mereka sangka benar dan fakta, sesungguhnya hanya khayalan kosong belaka.

Pada ayat-ayat terdahulu telah diingatkan anugerah-anugerah Allah bagi kita, agar bersyukur dan beriman. Di sini, kembali diulang dalam nada retoris: jika Allah menghentikan rezeki-Nya, siapa yang bisa menggantikan-Nya untuk mencukupi kebutuhan kita?

KETIGA. Pada ayat 21 ini digunakan fi’il mudhori’ (kata kerja bentuk sekarang/akan datang) yaitu “yarzuqukum” (يرزقكم), artinya: “Dia memberi kalian rezeki”, untuk mengisyaratkan makna kontinuitas. Sebab, di antara makna fi’il mudhori’ adalah menunjukkan suatu aktivitas yang sedang & akan terus berlangsung.

Singkatnya, rezeki dari Allah terus mengalir baik kita minta atau tidak, sadari atau tidak, mukmin atau kafir, taat atau maksiat. Itulah mengapa di sini disitir nama Allah “Ar-Rahman”, Dzat yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu di dunia ini.

“Ar-Rahman” (الرحمن) diulang 4 kali dalam surah Al-Mulk, yaitu pada ayat 3, 19, 20, 29. Ini dikarenakan akutnya penolakan manusia, eksplisit maupun implisit. Dulu bangsa Arab mengakui Allah, tapi menolak jika “Ar-Rahman” dilekatkan kepada-Nya, seperti direkam surah Al-Furqan: 60.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami(bersujud kepada-Nya)?”, dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).”

Manusia merasakan dan menikmati keberlimpahan karunia Ar-Rahman, tetapi beribadah dan tunduk kepada “tuhan” yang lain. Mereka tahu itu, tapi — ayat 21 menyebut mereka — “lajjuu fi ‘utuwwin wa nufuur” (لجّوا في عتوّ ونفور). “Lajja” (لجّ) artinya terus-menerus dan bersikeras melakukan suatu perbuatan yang dilarang.

“‘Utuwwun” (عتوّ) artinya terpental/gelisah/tidak tenang berada dalam ketaatan. “Nufuur” (نفور) artinya gelisah/tidak tenang terhadap sesuatu sehingga menjauhkan diri darinya.

Singkatnya, ayat ini mencela perilaku sebagian manusia yang membandel dalam kubangan perbuatan yang dilarang, yaitu tidak istiqomah di jalan ketaatan dan justru menjauh dari Allah, meski mereka sadar dan tetap menikmati pemberian-Nya dengan penuh sukacita. Ironis!

Wallahu a’lam.

____
USTADZ ALIMIN MUKHTAR, penulis adalah pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur. Seri lain dari rangkaian tulisan ini dapat dinikmati di kanal Ngaji Surah Al Mulk.

DPRD Tinjau Asrama Santri Ponpes Hidayatullah Bontang

0

BONTANG (Hidayatullah.or.id) – Komisi III DPRD melakukan peninjauan melihat progres pembangunan asrama Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Kota Bontang, Kalimantan Timur, Senin (13/8/2018).

Diketahui, tiga tahun lalu bangunan asrama untuk ratusan santri ini ludes dilahap si jago merah.

Pembangunan rumah susun (Rusun) itu dilakukan oleh Satuan Kerja Non Vertikal (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur bersama Pemerintah Kota Bontang dengan anggaran 2018.

Pembangunan Rusun dikerjakan oleh kontraktor PT. Prima Kaltim Mandiri. Dengan durasi selama 210 hari dengan nilai kontrak Rp 6.625.570.000.

“Ini adalah perjuangan Pemkot Bontang dalam pengadaan sarana di pondok pesantren ini,” kata Ketua Komisi III Rustam HS yang memimpin jalannya kunjungan lapangan.

Dikatakannya, tujuan kunjungan kali ini dalam rangka pengawasan terhadap segala pembangunan infrastruktur yang ada di Bontang. Meskipun pembangunan tidak memakai dana APBD Kota Bontang.

Sementara, Sekretaris Komisi III Agus Suhadi mengingatkan kontraktor agar memakai alat keselematan kerja seperti helm, sepatu, dan Protecta Full-Body Harness. Pasalnya seluruh karyawan tidak menggunakan ketiga item tersebut.

“Saya tekankan kepada kontraktor untuk memperhatikan alat keselamatan kerja. Kami disuruh pakai tetapi yang bekerja saya perhatikan tidak menggunakannya,” kata Agus Suhadi.

Anggota Komisi III Rusli pun berharap agar memakai kabel berukuran 2,5 milimeter untuk instalasi listrik. Tujuannya agar terhindar dari korsleting listrik yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. “Saya mau lihat ukurannya berapa,” ucap Rusli.

Dwi selaku Site Manager PT. Prima Kaltim Mandiri mengatakan, pembangunan ini akan selesai pada pertengahan Oktober. Meskipun jika mengacu kontrak berakhir pada 7 November.

“Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 43 persen. Saya optimistis dapat selesai di bulan Oktober nanti,” kata Dwi.

Berkenaan dengan alat keselamatan kerja, pihak kontraktor telah meminta kepada subkon yang mengerjakan bangunan ini agar menyiapkan fasilitas tersebut. Akan tetapi hasil dari kunjungan ini akan dijadikan bahan evaluasi. Sementara untuk jenis kabel yang digunakan untuk kabel induk berukuran 3 milimeter.

Nantinya bangunan rusun ini terdiri dari tiga lantai. Dua lantai berupa kamar, sementara lantai atas berfungsi sebagai tempat jemuran.

Tiap lantainya berisi 10 kamar yang mampu menampung maksimal 8 orang per kamarnya. Sementara untuk kamar mandi, tiap lantainya terdiri 8 unit. Rinciannya empat di sayap kanan dan empat di sayap kiri bangunan. (btp/hio)

[DOWNLOAD] Naskah Khutbah Idul Adha 1439 Hijriyah

0

HIDORID – Berikut ini naskah khutbah Idul Adha 1439 Hijriyah, dirilis DPP Hidayatullah. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya kaum muslimin.

DOWNLOAD, KLIK DI SINI (Acrobat Reader/Pdf)

Akhir Zaman Ditandai dengan Kehancuran Institusi Ekonomi Kapitalis Ribawi

0

KONDISI pada saat keluarnya Al-Mahdi adalah fase dimulainya kehancuran ekonomi Barat yang bercorak kapitalis, di mana sistem ekonomi ribawiyah merupakan salah satu pilar penting bagi tegaknya sistem ekonomi ini.

Dalam era globalisasi, sistem ekonomi ribawiyah di segenap negara-negara dunia telah membentuk suatu jaringan yang saling bergantung secara sempurna.

Masyarakat dunia melakukan transaksi dengan bank-bank ribawiyah; sistem perbankan ribawiyah di setiap negara melakukan transaksi dengan bank sentral negara tersebut maupun dengan institusi-institusi ribawiyah di luar negeri.

Bank sentral negara tersebut melakukan pinjam-meminjam dengan institusi-institusi ribawiyah internasional, semacam Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, maupun pinjaman antar-negara secara ribawiyah.

Di antara bentuk saling ketergantungan yang sangat intensif terlihat dari beroperasi bank-bank asing di suatu negara hingga ke sejumlah provinsi di negara tersebut, baik berupa bank dengan seratus persen modal asing maupun bank dalam bentuk usaha patungan dengan pengusaha lokal.

Di dalam keragaman bentuk saling ketergantungan ini terlihat dari bank-bank suatu negara melakukan bisnis reksadana dengan portofolio berupa saham, obligasi, dan berbagai mata dagangan lainnya dari negara-negara lainnya.

Misalnya, sebuah bank di Italia menjual surat berharga pemerintah Argentina, sebuah bank di ibu kota provinsi di Indonesia menjual saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa saham New York, dan lain sebagainya.

Tampak bahwa hal itu semakin menyempurnakan saling ketergantungan dalam sistem ekonomi ribawiyah, sedang posisi Amerika dalam hal ini adalah sebagai penggerak sistem perekonomian dunia. Praktis pertumbuhan perekonomian dunia bergerak sesuai dengan kebijakan yang diambil Gubernur Bank Sentral Amerika.

Maka, ketika gempa moneter raksasa benar-benar terjadi dan meruntuhkan Amerika sebagai pilar penyangga jejaring sistem ekonomi ribawiyah-spekulatif global, segenap bentuk kekayaan yang tersangkut pada jejaring tersebut hingga ke pelosok bumi yang paling terpencil pun secara teknis akan ikut hancur tersapu gelombang tsunami moneter dengan suatu kehancuran yang sempurna! Hasil akhirnya adalah kemelaratan dan kehebohan luar biasa yang menghampiri segenap negeri di dunia tanpa terkecuali.

Orang-orang yang paling beruntung ketika itu adalah mereka yang terbebas dari sistem ekonomi ribawiyah-spekulatif, atau mereka yang tidak memiliki apa-apa; tidak ada kegelisahan, tidak ada kesedihan.

Hubungan dengan kemunculan Al-Mahdi adalah bahwa fase kehancuran ekonomi kapitalis ribawiyah ini akan mengawali kehancuran dunia secara umum.

Dapat kita bayangkan jika akhirnya masyarakat seluruh dunia harus kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan pokok karena tidak beroperasinya pabrik-pabrik yang memproduksi seluruh kebutuhan mereka (disebabkan runtuhnya fondasi ekonomi mereka), maka jalan menuju kemiskinan dan kehancuran total telah terbentang di depan mata.

Ketika pabrik-pabrik industri, mesin-mesin produksi, teknologi transportasi, termasuk mal-mal dan pusat perbelanjaan yang harus berhenti beroperasi karena berhentinya kuncuran kredit disebabkan kehancuran pusat ekonomi dunia, maka secara otomatis akan berhenti pula roda perekonomian rakyat.

Manusia tidak lagi mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Sebab, mereka selama ini telah terkondisi untuk mengonsumsi sesuatu yang bersifat instan, dan mereka harus kembali lagi ke cara-cara tradisional dan manual untuk memenuhi kebutuhan mereka. Padahal lingkungan mereka sudah tidak mendukung untuk tersedianya beragam kebutuhan itu.

Begitulah masa-masa sulit yang akan dihadapi oleh manusia sebelum kemunculan Dajjal.*/Hidcom

______
Disarikan dari buku “Nubuwat Perang Akhir Zaman yang ditulis oleh Abu Fatiah Al-Adnani

Warga Hidayatullah Gunung Tembak Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengundang uluran empati dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Setidaknya, hal itu dibuktikan oleh ratusan murid sekolah yang bernaung di bawah manajemen Lembaga Pendidikan dan Pengkaderan (LPP) Hidayatullah, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sekolah yang dimaksud di antaranya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Aulad, Raudhatul Athfal Hidayatullah, Madrasah Ibtidaiyah Raadhiyatan Mardhiyyah, hingga Sekolah Menengah Hidayatullah.

Pagi itu (Selasa, 7/8/2018), aksi penggalangan dana dilakukan secara serentak di masing-masing sekolah, yang berlokasi di Kel. Teritip Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan tersebut.

Meski hanya diwadahi sekotak kardus bekas dan selembar spanduk kecil bertuliskan “Peduli dan Mendoakan Lombok” namun murid-murid tetap terlihat antusias berlomba memasukkan uang yang dimilikinya ke dalam kardus berwarna coklat itu.

“Senang bisa ikut sedekah,” ucap Samir As-Suyuthi, murid kelas I MI tersebut. Ia mengaku sebelumnya dibekali uang dari rumah, khusus untuk disumbangkan ke Lombok.

Dalam kesempatan terpisah, Abdul Ghofar Hadi, ketua LPP Hidayatullah Balikpapan berharap, program ini tidak hanya dimaksudkan untuk membantu korban bencana, tapi juga sebagai pembiasaan peduli terhadap orang lain.

“Gerakan infak dan sedekah ini diupayakan menjadi budaya nawafil yang melekat pada setiap santri,” ujar Abdul Ghofar.

Masih di Kelurahan Teritip, jamaah masjid agung Ar-Riyadh juga seolah tak mau ketinggalan dalam meringkankan beban saudaranya di Lombok.

Selepas Shubuh berjamaah (Kamis, 9/8), diadakan serah terima bantuan yang diserahkan oleh H. Hamudi mewakili jamaah masjid yang sedang menyelesaikan renovasi pembangunan masjid.

Sedianya dana sumbangan tersebut diterima dan disalurkan langsung oleh Muslihuddin Mustakim, Ketua DKM Ar-Riyadh. Qaddarallah, rumah orangtua Muslihuddin dan masjid di kampungnya di Lombok Utara ikut rata dengan tanah.

“Agak susah dijangkau bantuan daerah ini,” ucap Muslihuddin sambil menyebut alamatnya di Dusun Batu Llir, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Sementara itu, dikutip dari fanspage resmi SAR Hidayatullah (@sarhidayatullah.id), dilaporkan hingga kini tim sar gabungan termasuk SAR Hidayatullah masih bertahan di sejumlah titik di lokasi terdampak bencana gempa bumi 7,0 skala richter yang terjadi Ahad malam pekan lalu.

Selain tetap berfokus pada upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban yang diduga masih ada yang belum terdeteksi mengingat wilayah terdampak bencana yang cukup luas, SAR Hidayatullah bersama dengan tim relawan gabungan lainnya melakukan aktifitas rehabilitasi seperti trauma healing dan rekonstruksi posko posko pengungsian serta fasilitas fasilitas pendukung diantaranya MCK.

Mohon doanya dan dukungan dari kita semua. Semoga pasca bencana gempa bumi Lombok pulih kembali dan ktifitas mata pencaharian warga dapat kembali normal. Lebih dari itu, ini diharapkan menjadi peneguh ketakwaan kepada Allah SWT untuk semakin meningkatkan ibadah kepada-Nya.*/Masykur Suyuthi

Sholeh Usman Ajak Warga Padangmonro Jaga Al Qur’an

0
?

BULUKUMBA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust Sholeh Usman mengajak warga Dusun Padang Monro, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe, Bulukumba, untul senantiasa menjaga Al Qur’an.

“Tidak cukup hanya mengaku sebagai seorang muslim karena keislaman memang tidak saja di alam pernyataan tapi juga harus direalisasikan. Kalau mengaku beriman tapi tidak meyakini, memahami, dan menjalankan isi Al-Qur’an berarti itu imannya palsu,” kata Sholeh Usman di sela-sela kunjungannya ke Bulukumba itu, Jumat (10/08/18).

Di hadapan warga dan jamaah dalam acara pengajian bulanan dan silaturahmi wali murid yang berlangsung di Ponpes Hidayatullah Kampung Padangmonro, Desa Garanta, Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, Sholeh mengingatkan iman menekankan istiqamah walaupun amal tersebut hanya sekedar menyingkirkan duri dari jalanan.

Sholeh melanjutkan, iman harus dengan penuh keyakinan sebab iman sendiri tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah perkataan di lisan, keyakinan dalam hati dan amalan dengan anggota badan.

Salah satu bukti iman adalah terbangunnya tali asih dalam memperlakukan manusia. Pun demikian dalam menyampaikan dakwah Islam sebagaimana telah menjadi gerakan Hidayatullah dalam rangka membumikan nilai nilai agung Al Qur’an.

Mengedepankan tali asih atau kasih sayang sejalan dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Hakikat manusia bukan hanya pada keunikan fisiknya, melainkan juga terdapat kelembutan sebagai makhluk beradab yang dengannya manusia merasa, beremosi, bereaksi, merasa sakit, dan mengasihi.

“Dengan selalu berusaha dekat dengan Al Qur’an dan mengamalkannya, Insya Allah hidup akan bahagia dunia akhirat. Tidak ada lagi kecemasan. Yang ada adalah kebahagiaan yang dianugerahkan Allah kepada kita,” pungkasnya.

Dia menambahkan, menjaga Al Qur’an adalah dengan mempelajari, mendalami, meyakini dan mengamalkannya. Bukan malah menyimpannya layaknya pusaka hingga akhirnya rusak. Sebagaimana kebiasaan umumnya masyarakat kita, Al Qur’an seringkali hanya jadi pajangan dan hanya dibaca pada waktu-waktu tertentu saja.

“Padahal ini (Al Qur’an) obat sangat mujarab. Obat kesedihan dan obat stress. Al Qur’an adalah obatnya orang-orang yang ingin mencari ketenangan dan kebahagiaan. Penyakit penyakit akan hilang,” terangnya.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Bulukumba menggelar pengajian bulanan dan silaturahmi wali murid yang berlangsung di Ponpes Hidayatullah Kampung Padangmonro, Desa Garanta, Kecamatan Ujungloe Kabupaten Bulukumba, Jumat (10/08/18).

Kegiatan pengajian ini, dihelat pada pukul 09.00-11.30 WITA di Masjid Ruknun Syadid Padangmonro Hidayatullah Bulukumba.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Bulukumba Ustadz Suparman mengatakan bahwa adanya kegiatan ini bertujuan mendapatkan ilmu agama dan juga wadah silaturahmi bersama pihak pembina ponpes dan orang tua murid.*/Andi Alfa Salassa

KONI NTB dan Bumi Salurkan Bantuan Gempa Lewat BMH

LOMBOK (Hidayatullah.or.id) – Upaya Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) membantu korban gempa bumi Lombok mendapat perhatian berbagai pihak. Tidak terkecuali dari institusi pemerintah dan perusahaan swasta.

“Alhamdulillah, Selasa (7/8) Pengurus KONI Pemerintah Provinsi NTB memercayakan penyaluran bantuan gempa kepada Baitul Maal Hidayatullah (BMH),” terang Kepala BMH Perwakilan NTB, Abdul Kholiq melalui rilis yang diterima media, Rabu (8/8).

Bantuan dari KONI NTB disampaikan langsung oleh Ketua KONI NTB, Andy Hadianto.

“Bantuan tersebut merupakan tanggungjawab untuk meringankan beban saudara kita yang terkena gempa di Kabupaten Lombok Utara. Ini adalah tanggung jawab bersama, terimakasih kepada BMH telah menerima amanah ini,” kata Andy Hadianto.

Gempa berkekuatan 7,0 SR menerpa Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (5/8). Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan besar dan korban yang cukup banyak. Sebelumnya, gempa juga melanda NTB, Ahad (29/7).

Andy menambahkan bahwa penanganan gempa di Lombok membutuhkan waktu yang panjang. “Butuh waktu memang, sebab warga harus memulai kembali membangun rumah mereka. Dan di sinilah dibutuhkan sinergitas. Untuk penanganan yang terintegrasi kita harus sinergi, salah satunya kami bersinergi dengan BMH,” ujar Andy.

Selain itu, PT Bumi Resources juga menyerahkan bantuan untuk korban gempa bumi Lombok kepada BMH. Bantuan tersebut berupa logistik, obat-obatan, alat evakuasi.

Seluruhnya diserahkan kepada BMH. “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi warga yang terkena gempa,” kata perwakilan dari PT Bumi Resources, Muhammad Sulthan.

Selain penyerahan bantuan dan koordinasi di lapangan, dalam kesempatan tersebut juga disepakati pembukaan posko utama KONI-Bumi Resources dan BMH. Posko tersebut berlokasi di Jalan Langko 69 Mataram.

Kholiq menjelaskan, Posko tersebut nantinya menjadi sentral pergerakan relawan dan bantuan logistik untuk korban bencana gempa di Lombok Utara. Bagi dermawan yang ingin membantu korban bencana gempa bumi di Lombok bisa langsung melalui Posko Utama BMH ini.

“Apalagi mengingat saat ini bantuan yang diperlukan masyarakat masih begitu banyak dan mencakup berbagai aspek,” tutur Kholiq. (hio/dls)