Beranda blog Halaman 531

Hidayatullah Bali Gelar Daurah Marhalah Wustha

0

DENPASAR (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka meningkatkan kapastitas, kualitas, dan mutu tenaga kader dalam mengemban tugas pengabdian dakwah dan organisasi, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Bali menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Daurah Marhalah Wustha yang diselenggarakan selama 3 hari di Kota Denpasar, Bali.

Daurah Marhalah Wustha yang digelar pada 3-5 Mei 2018 ini dibuka oleh Ketua Dewan Mudzakarah Hidayatullah Ust. Ir. H. Abu A’la Abdullah, MH.I yang sekaligus menjadi nara sumber untuk materi Khittah, dan Visi Misi Organisasi.

Daurah yang diikuti oleh 35 kader dari DPW Bali dan NTB ini menghadirkan narasumber Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq, Ketua DM Ust. Ir. H. Abu A’la Abdullah, Ust. Ir. H. Hanifullah (Ketua Majelis Murobbi DM), dan Ketua Departemen Pengkaderan DPP Hiudayatullah Ust Muhammad Sholeh Usman.

Dalam sambutannya selaku pengarah, Ketua Departemen Pengkaderan DPP Hidayatullah Sholeh Usman, mengatakan daurah Marhalah Wustha ini menyajikan materi jatidiri Hidayatullah sebagai bekal bagi para kader dalam mengemban amanah sebagai pengurus struktural organisasi dan amal usaha.

“Melalui Daurah Marhalah Wustha, para kader diharapkan dapat memahami jatidiri dan konsep-konsep dasar organisasi untuk menjadi bekal dalam menjalankan misi perjuangan Islam,” terang Sholeh.

Sebelum daurah dimulai, para peserta disyaratkan untuk menyetorkan hapalan Al Quran Juz 30 dan hadits Arbain Nawawi.

“Ini salah satu upaya meningkatkan kualitas keilmuan dan spiritual para kader”, imbuhnya. (ybh/hio)

DMI Apresiasi Peran Dakwah Hidayatullah di Papua

0

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) – Ketua Departemen Pemberdayaan Organisasi dan Pengembangan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat Drs. H. Khusnul Khuluq, MM, mengapresiais peran Hidayatullah dalam bidang dakwah dan tarbiyah terkhusus di daerah Papua Barat.

Hal ini disampaikan beliau pada saat silaturrahim di Kampus Hidayatullah Manokwari Jalan Trikora KM.19 Arfai 2 Kelurahan Anday, Kabupaten Manokwari Papua Barat, Sabtu (05/05/2018).
“Gerakan dakwah harus dikembangkan dan ditata dengan baik. Sebab kemunduran Islam saat ini terkhusus di Papua Barat disebabkan oleh dakwah yang dilakukan belum terstruktur dengan baik. Alhasil Islam di sini menjadi minoritas,” kata Khusnul.

Dia mengatakan, kalau melihat sejarah, bahwa Islam masuk di Papua ini jauh lebih awal ratusan tahun dibandingkan dengan agama yang lain. Namun sejarah faktual tersebut kerap terdistorsi oleh pihak-pihak yang belum memahami sejarah secara konfrehensif.

“Disinilah pentingnya mencari dan menjaga situs-situs Islam di Papua. Hal ini menjadi tugas tambahan Peran para dai yang dituntut harus bisa meluruskan sejarah Islam khususnya di Papua dengan sejarah yang asli bukan sejarah yang telah dimanipulasi,” ujarnya.

Di sini lain, lanjut dia, hilangnya semangat para dai berdakwah juga menjadi realitas permasalahan yang ada sehingga dakwah hanya dilakukan di daerah perkotaan saja. Sedangkan di daerah yang jauh seperti pegunungan tidak tersentuh dengan dakwah. Sehingga dia mengharapkan peran Hidayatullah bisa memecahkan permasalahan tersebut.
Di waktu sama Ust. Muhamad Sulthon, S.Pd.I selaku ketua DPW Hidayatullah Papua Barat mengatakan bahwa Hidayatullah Papua Barat sudah turut berperan aktif dalam mengembangkan dakwah dan pendidikan hingga ke pelosok.

“Bahkan kabupaten-kabupaten baru sudah kami masukin untuk berdakwah. Seperti Kabupaten Pegaf Pegunungan Arfak yang ditempuh sekitar empat jam menggunakan mobil 4WD, sebab daerah pegunungan dengan ketinggian 2.900 M dari permukaan laut,” kata Sulthon.

Sulthon mengemukakan di Pegaf, Islam sangat minoritas dan hanya bisa dihitung jari sehingga tidak akan dilaksanakan ibadah shalat Jum’at kalau dai Hidayatullah tidak datang. “Bahkan di bulan Ramadhan tidak ditunaikan shalawat tarawih kalau kami tidak mengirim dai ke sana,” imbuhnya.

Beliau menambahkan tantangan terberat di sana yakni adaptasi terhadap cuaca yang dingin, sebab di waktu subuh suhu di sana hanya 9°C dan harga bahan pokok yang sangat mahal bisa tiga kali lipat dengan harga di Manokwari.
Sulthon berharap peran Hidayatullah dan Dewan Masjid Indonesia bisa bersinergi dalam mengembangkan dakwah Islam terkhusus di Papua Barat.

“Sehingga Islam bisa dirasakan hingga ke polosok negeri dengan menjunjung tinggi toleransi serta menjaga selalu ukhuwah insaniyyah sebagaimana telah diteladankan oleh para pembawa risalah Islamiyah,” pungkasnya. */Miftahuddin

 

Layanan Pembinaan dan Hapus Tato IMS Diminati Ditjenpas

Pertemuan antara Direktur IMS Imron Faizin (kiri), pembina kerohanian LP Nusakambangan Ustadz Hasan Makarim (peci hitam), dan jajaran Ditjenpas Kemenkumham di Jakarta, Selasa (27/03/2018) terkait rencana kerja sama program hapus tato gratis di lapas-lapas se-Indonesia

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Semenjak digulirkan program hapus tato gratis, banyak elemen masyarakat dari berbagai daerah seluruh Indonesia menghubungi Islamic Medical Service (IMS), selaku lembaga sosial-kesehatan yang menjadi salah satu pioner adanya layanan hapus tato keliling.

Direktur IMS Imron Faizin menjelaskan, banyak kelompok masyarakat secara pribadi menghubungi call center IMS menanyakan kapan agenda hapus tato hadir di kotanya.

Ada pula lembaga, yayasan, pondok pesantren, pengurus masjid, organisasi kepemudaan, klub motor, dan beberapa lembaga pemasyarakatan (lapas/LP).

“Kesemuanya berharap agar program hapus tato gratis bisa dikerjasamakan sehingga manfaat program ini semakin banyak yang merasakan,” kata Imron.

Salah satu LP yang cukup intens berkomunikasi adalah LP Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, melalui pembina keagamaan Ustadz Hasan Makarim. Program hapus tato untuk para santri binaannya di LP Nusakambangan telah direncanakan.

Menurut Hasan, santri-santri binaan di dalam LP tersebut sudah banyak yang telah taubat dan benar-benar hijrah. Hal ini dibuktikan dengan rajinnya para napi menjalankan shalat lima waktu berjamah, mereka juga tidak meninggalkan tahajud dan shalat dhuha. Bahkan sebagian di antara mereka telah hafal 2 juz al-Qur’an. Mereka rata-rata bertato.

Rombongan IMS di dermaga pelabuhan Nusakambangan dalam rangka kegiatan sosial hapus tato

Niat baik Hasan Makarim disambut dan direspons sangat positif oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Ditjenpas Kemenkumham).

Bertempat di ruang Kepala Pembinaan Narapidana di Jakarta, pada Selasa (27/03/2018), diadakan pertemuan untuk membahas draf kerja sama IMS-Ditjen Pemasyarakatan untuk sesegera mungkin di adakannya penandatangan kerja sama terkait program tersebut.

Hal ini dilakukan untuk lebih memudahkan dan memaksimalkan layanan hapus tato di seluruh lapas se-Indonesia. Hadir pada diskusi tersebut di antaranya, Hasan Makarim selaku ketua pembina kerohanian LP Nusakambangan, Harun Sulianto selaku Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, serta Imron Faizin. Hadir juga pada kesempatan tersebut beberapa staf dari Ditjen Pemasyarakatan.

Pada kesempatan yang sama, Hasan menyampaikan, jika nanti layanan hapus tato dan layanan kesehatan yang lain bisa hadir dalam lapas, serta mampu turut melayani mereka yang sudah insaf, hal ini sangat bagus sekali.

“Tidak hanya yang sudah insaf, namun kepada mereka yang belum sepenuhnya tobat akan ada penyuluhan mengenai tidak baiknya tato bagi tubuh dan kesehatan. Sehingga hal ini juga menjadi salah satu sebab mereka mendapatkan petunjuk untuk menjadi yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

Penandatangan perjanjian kerja sama antara IMS dan Ditjen Pemasyarakatan diadakan pada tanggal 27 April 2018 lalu.

Seperti diketahui, untuk mendapatkan layanan program gratis itu, ada dua syarat utama yang harus dipenuhi pendaftarnya. Yaitu syarat medis dan syarat non-medis.

Syarat medis yaitu pendaftar tidak berpenyakit HIV maupun Hepatitis B dan C, serta kadar gula darahnya normal. Persyaratan itu dibuktikan dalam bentuk surat kesehatan resmi dari rumah sakit, puskesmas, atau klinik.

Syarat non-medisnya, siap mengikuti pembinaan keagamaan agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa, terutama lingkungan sekitar dimana dia berada khususnya keluarga. */Abdul Cholik

Kuliah Umum STIT Hidayatullah Bahas Islam dan Kebangsaan

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Direktur PendidikanTinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama (PTKI Kemenag) RI, Prof. Dr. H. Arskal Salim, menegaskan peranan dan posisi Islam dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu disampaikan beliau dalam Kuliah Umum bersama sivitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Hidayatullah Batam Kepulauan Riau, belum lama ini.

Bertempat di Aula Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Guru Besar Politik Hukum Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini memaparkan orasi ilmiah dengan tema “Peran PTKI dalam Meningkatkan Gairah Keislaman dan Wawasan Kebangsaan”, di hadapan ratusan mahasiswa dan tamu undangan.

Dalam orasinya, Prof Arskal mengawali penjelasannya tentang keistimewaan Indonesia dibanding negara lain, khususnya dalam hal kebebasan menjalankan ajaran Islam.

Di negara lain, khususnya negara sekular, papar Prof Arskal, susah sekali untuk mendirikan masjid, menyampaikan khutbah secara terbuka, dan melaksanakan ajaran keislaman dalam ruang ruang publik.

“Tapi kita di negeri ini, sangat bebas. Apapun bisa kita lakukan untuk melaksanakan ajaran keislaman kita. Tidak ada yang larang. Coba bandingkan dengan negara-negara sekular”, tegas Prof Arskal sambil menceritakan pengalamannya belajar di sejumlah negara Eropa.

Bahkan, lanjut Pak Prof, atas peranan dan terjalinnya ikatan Islam yang sangat kuat dengan Indonesia, bangsa ini kemudian dipuji oleh bangsa luar. Mereka respek dengan realitas ini.

“Kok bisa, punya mayoritas muslim, hidup dalam kemajemukan suku, ditambah sistem demokrasi, bisa ketemu, bisa sejalan seiring,” ucap alumnus Pasca Doktoral Jerman ini dengan ungkapan bertanya.

Ini semua, lanjutnya, karena peranan Islam di Nusantara yang sudah mengakar dan menyatu dengan budaya bangsa Indonesia.

“Sebab, penyebaran Islam ke Nusantara bukan dengan kekerasan, tidak dengan pedang, tapi ia dibawa para ulama, para pedagang Arab dari Hadhramaut Yaman, para sufi, dengan cara yang damai”, imbuhnya.

Sehingga, tegas alumnus Doktoral Hukum dari Australia ini, nilai-nilai kekhasan yang ada di negara ini, harus senantiasa dirawat. Jangan sampai kita membenturkan Islam dengan paham kebangsaan.

“Kita bagian dari Indonesia, maka kita harus jaga NKRI ini. Alangkah indahnya, Islam dan kebangsaan, dapat berjalan seiring”, pesan Guru Besar di Fakultas Syariah dan Hukum ini.

Prof Arskal juga menitipkan harapan buat Kampus Hidayatullah Batam, agar mengambil peran besar dalam mengawal Islam dan kebangsaan NKRI ini.

“Kampus Hidayatullah Batam, khususnya STIT Hidayatullah Batam harus mengambil peran ini. Apalagi berada dalam kawasan yang sangat strategis, dekat Singapura dan Malaysia, serta berada dalam semenanjung Kepulauan Melayu”, pesan Arskal.

Indonesia, lanjut Arskal, akan menghadapi bonus demografi tahun 2045, 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Bagaimana kita menghadapi tantangan ini. Kalau kita tidak persiapkan dari sekarang, maka kita akan tergerus oleh zaman, tutupnya.

Kegiatan Kuliah Umum ini dihadiri oleh segenap Pembina dan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Khairil Baits, Ketua DPW Hidayatullah Kepulauan Riau Khoirul Amri, para Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta di Batam, dan ratusan tamu undangan lainnya.*/Ramli

Penyuluhan Hukum Pengelola Pendidikan Hidayatullah NTT

KUPANG (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan penyuluhan hukum bagi guru dan segenap pengelolan pendidikan di lingkungan Kampus Hidayatullah se-NTT, yang digelar di Kampus Hidayatullah Kupang, Batakte, beberapa waktu lalu.

Acara penyuluhan yang berlangsung intensif sehari ini menghadirkan narasumber Ketua Biro Hukum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, DR Dudung A. Abdullah, yang juga Direktur LBH Hidayatullah Pusat.

Adpaun materi yang diberikan dalam acara tersebut diantaranya selayang pandang dan sejarah Konvensi Hak Anak, ratifikasi hak anak di Indonesia dan point penting dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Acara diikuti juga oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Sekolah Integral Hidayatullah Kupang NTT.

Ketua DPW Hidayatullah NTT, Usman Mamang, mengatakan tujuan pihaknya menggelar kegiatan tersebut adalah untuk memberikan wawasan hukum bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai bekal untuk menyiapkan generasi masa depan yang kreatif dan inovatif
.

Senada dengan itu, Dudung mengatakan, selain sebagai agenda nasional dari LBH Hidayatullah Pusat dalam rangka memberikan edukasi hukum bagi kader-kader Hidayatullah, acara ini juga diharapkan semakin meningkatkan wawasan hukum para dai dan kader.

“Kegiatan serupa akan terus dilakukan di seluruh daerah. Sebelumnya sudah dilakukan di Depok dan Batam,” pungkasnya.

Dirjen Bimas Islam Apresiasi Bina Al Quran Kampus Batam

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof Dr Muhammadiyah Amin, mengapresiasi pendidikan Al Qur’an dalam  gelaran acara Imtihan dan Khataman Al Qur’an yang diselenggaran Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Batam, Provinsi Riau, Ahad, 13 Sya’ban 1439 (29/4/2018).

Muhammadiyah Amin yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Nasional, mengatakan kegiatan tahunan Hidayatullah Batam ini harus selalu dijaga dan ditingkatkan sebab memiliki nilai edukasi yang penting untuk menumbuhkan kecintaan kepada Al Qur’an sejak dini.

“Semoga kegiatan ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan,” kata Profesor Muhammadiyah saat memberikan sambutan membuka acara tersebut.

“Saya mengharapkan ke depan pada setiap event MTQ atau STQ nasional, setiap daerah mengutus kontingen asli putra daerah dan itu bisa diambil dari siswa-siswa Hidayatullah Batam. Apalagi Kemenag Pusat akan menerapkan e-MTQ,” imbuhnya.

Sementara itu di kesempatan sama Ketua Pengurus Yayasan Hidayatullah Batam
KH. Jamaluddin Nur, M.Pd, mengatakan

Imtihan dan khataman Al Qur’an ini dilaksanakan sebagai bagian dari program unggulan di lingkungan sekolah Hidayatullah Batam yang menjadikan Al Qur’an sebagai basis pendidikan Tauhid yang integratif.

Sehingga, jelas Jamaluddin, ke depan pembelajaran al-Qur’an metode Al Hidayah yang diinisiasi oleh Hidayatullah akan dipadukan dengan pembelajaran metode Ummi.

“Kita akan terapkan juga seluruh jenjang pendidikan sampai perguruan tinggi,” kata Jamaluddin yang juga Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah ini.

Jamaluddin juga mengungkapkan rasa syukur pihaknya atas prestasi yang telah ditorehkan oleh santri-santrinya dalam pengembangan dan kecakapan pembelajaran Al Qur’an.

“Alhamdulillah siswa Sekolah Hidayatullah dalam setiap event musabaqah Qur’an selalu menorehkan prestasi,” ucapnya.

Acara khataman dan imtihan ini diikuti oleh puluhan peserta serta turut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan segenap wali murid yang ingin menyaksikan penampilan anak-anaknya. (ybh/hio)

Pesan Ramadhan dari Kampus Hidayatullah Ngaglik Sleman

0

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Tegalmojo, Ngaglik, Sleman, DIY, menggelar acara tabligh akbar dalam rangka menyambut (tarhib) bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.

Acara Tarhib Ramadhan ini mengusung tema “Menyambut Ramadhan dengan Cinta, Meraih Takwa dan Ridha Allah” yang diselenggarakan pada Ahad, 13 Sya’ban 1439 (29/4/2018).

Tabligh akbar dengan narasumber Ketum DPP Hidayatullah Ust H Nashirul Haq, MA ini dihadiri oleh pengurus Hidayatullah DIY-Jatengbagsel, para guru dan wali santri, seluruh santri dan keluarga besar Hidayatullah Yogjakarta.

Dalam taushiahnya, Ketum DPP Hidayatullah Ust H Nashirul Haq, MA, mengajak segenap jamaah menyiapkan diri menyambut tamu mulia bulan suci Ramadhan.

“Mari kita sambut Ramadhan dengan rasa cinta dan rindu, menyiapkan diri secara mental, fisik, dan keilmuan,” pesannya.

Beliau menjelaskan, kita perlu bekal Ilmu dalam menjalani bulan suci Ramadhan agar ibadah kita berkualitas dan diterima disisi Allah. Karena, tegasnya, syarat diterimanya ibadah ada dua, yaitu ikhlas dan ittiba’ (sesuai tuntunan sunnah)”.

“Visi Ramadhan bagi Hidayatullah adalah Sukses Ibadah, Sukses Tarbiyah dan Sukses Dakwah. Untuk itu perlu ada perencanaan dan target, baik secara organisasi maupun individu santri dan warga,” imbuh beliau.

Perencanaan yang dimaksud antara lain menghidupkan Ramadhan dengan qiyamul lail secara berjamaah di masjid, tadarrus dan khatam al Qur’an, kajian keislaman, dakwah Islamiyah, i’tikaf, infaq, memberi buka puasa, dan berbagai amal shalih lainnya.

Pemateri juga menyampaikan makna takwa, sifat orang bertakwa dan upaya-upaya untuk meraih derajat takwa di bulan Ramadhan.

Pada kesempatan tarhib ini juga pengurus memulai menggalang dana infaq untuk rehab dan perluasan bangunan masjid kampus Hidayatullah Sleman yg membutuhkan dana sekitar 1,5 Milyar rupiah. (ybh/hio)

Taaruf dan Launching Program Posdai DIY

YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, melakukan peresmian Kantor Perwakilan Posdai DIY-Jatengbagsel di Dusun Tegalmojo, Ngaklik, Sleman, DIY, Sabtu malam Ahad, 12 Sya’ban 1439 (28/4/2018).

Sebelumnya, ia turut menyaksikan pelantikan pengurus Posdai DI Yogyakarta-Jatengbagsel oleh Ketua Posdai Pusat Ust Ahmad Suhail yang dilakukan di lokasi yang sama.

Acara ini dihadiri pengurus Hidayatullah se-DIY dan masyarakat sekitar gedung Posdai.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DIY-Jatengbagsel, Ust Syakir Syafi’i, mengajak masyarakat untuk mendukung program Posdai dan bersinergi dalam gerakan dakwah.

Selain pelantikan dan peresmian kantor perwakilan, pada kesempatan tersebut juga dilakukan taaruf profil dan program Posdai oleh Ketua Posdai Pusat.

Ketua Posdai Pusat Ust Ahmad Suhail melakukan taaruf lebih jauh tentang Posdai dan memaparkan program-program Posdai secara nasional antara lain Sekolah Dai, Rumah Al Qur’an, Sahabat Muallaf dan bantuan fasilitas dakwah.

Dalam sambutan dan taushiyahnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, memperkenalkan jaringan dan program Hidayatullah secara nasional di bidang pendidikan, dakwah dan sosial.

Seiring dengan itu, beliau mengingatkan peranan dan kiprah dakwah dalam membangun sumber daya manusia yang beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala.

“Dakwah adalah jalan hidupnya para Nabi dan Rasul. Maka menjadi dai dalah sebuah kemuliaan di sisi Allah. Setiap warga Hidayatullah, bahkan setiap pribadi muslim memiliki tanggung jawab dakwah sesuai kemampuannya,” pesannya.

Acara launching program Posdai ini sekaligus menandai pemanfaatan gedung baru sebagai sekretariat Posdai dan kantor DPW Hidayatullah DIY -Jatengbagsel. (ybh/hio)

Upgrading Dai, Utama Memberi Teladan Sebelum Berdakwah

SLEMAN (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA, berkesempatan hadir dan menyampaikan pengarahan dalam acara Upgrading Dai dan Pelantikan pengurus Posdai Wilayah DIY-Jatengbagsel yang digelar di di Kampus Pesantren Hidayatullah Sleman Yogyakarta, Sabtu, 12 Sya’ban 1439 H (28/042018).

Dalam sambutannya Ust Nashirul membahas keutamaan dakwah dalam rangka mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan umat. Beliau menekankan, dakwah merupakan seruan kepada jalan keselamatan dan kebahagiaan dunia akhirat.

Karena itu, terangnya, dai sebagai penyeru kepada jalan kebaikan dan tegaknya peradaban yang meninggikan martabat manusia, harus mengaktualisasi gerakan dakwah yang juga empatik.

Ketum DPP juga menyampaikan beberapa kaidah dakwah yg harus menjadi pegangan para dai , sala satunya memegang teguh prinsip al qudwah qabla ad da’wah (memberi keteladanan sebelum menyampaikan dakwah).

“Setiap dai harus memberi keteladanan sebelum menyampaikan dakwah,” pesannya.

Lebih jauh beliau mengemukakan bahwa setiap dai adalah pelajar yang karenanya harus selalu menjaga tradisi menuntut ilmu dan tak berpuas diri dengan pengetahuan yang dimiliki terlebih terhadap pemahaman dakwah.

“Para dai harus memiliki pemahaman terkait tiga hal yaitu konten dakwah, kondisi objek dakwah dan manhaj dakwah,” pesannya.

Pada kesempatan itu Ketum DPP Hidayatullah sekaligus menjadi pemateri upgrading dengan tema konsep berjamaah dan rahasia sukses gerakan dakwah.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DIY-Jatengbagsel, Ust Syakir Syafi’i, dalam sambutannya mengatakan acara yang digelar pihaknya ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dai dalam rangka pengembangan dakwah di masyarakat.

“Upgrading dai ini dalam rangka meningkatkan kualitas para dai secara keilmuan dan spirit,” katanya.

Di kesempatan acara yang sama, dilakukan pelantikan pengurus Posdai DIY-Jatengbagsel oleh Ketua Posdai Pusat Ust Ahmad Suhail sekaligus membawakan materi tentang sistem dan program Posdai. (ybh/hio)

Silaturrahim Pimpinan Ormas Pemuda Islam Teguhkan Persaudaraan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pimpinan pusat ormas kepemudaan Islam (OKI) melakukan pertemuan silaturrahim di kantor Pengurus Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia (PB PMI) di Komplek Kantor DPP Syarikat Islam, Jln Taman Amir Hamzah No. 2, Jakarta Pusat, Rabu (25/04/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia Ervan Taufiq didampingi Sekjen Feri Ferdian serta pengurus lainnya seperti Awan Setiawan, Feyzal Sam Arif dan Ayi Setiadi selaku tuan rumah.

okoh muda lainnya hadir Ketua Umum Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Rizal Arifin dan Sekjen Kana Kurniawan, Ketua Umum Forum Ketahanan Nasional (Fortanas) Abdul Rachman Sappara, Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman, Ketua Umum Barisan Muda Al Ittihadiyah Muhammad Hasbi dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah Wizdan Fauran Lubis.

Silaturrahim antar OKI ini kian menarik sebab turut berkesempatan dihadiri oleh tokoh nasional yang juga Ketua Umum DPP Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva.

“Silaturahim ini akan menjadi agenda rutin sebagai sarana menguatkan persatuan dalam membangun agenda-agenda kepemudaan untuk kemaslahatan umat, karena para pimpinan OKI telah membangun kesepahaman bersama bahwa tidak mungkin kerja keummatan ini dipikul hanya satu kelompok saja,” imbuh rilis acara tersebut yang diterima Nasional.news, Rabu (25/04/2018).

“OKI ini harus berada dalam satu gerak bersama seperti yang dikatakan Nabi “Al-mu’minu lil mu’mini kalbunyani yasyuddu ba’dhuhum ba’dha”. Ibarat seperti bangunan yang saling menguntungkan antara komponen satu dengan yang lainnya”.

Dalam diskusi silaturahim tersebut, beberapa hal yang sangat serius dibicarakan diantaranya, silaturahim OKI ini harus diformalkan sehingga keberlangsungan bisa diukur sehingga mampu mengangkat agenda-agenda keummatan.

Di sisi lain, OKI perlu terus membangun kemandirian organisasi yang seraya itu menjalin sinergi. Sehingga umumnya peserta silaturrahim menyatakan bahwa organisasi fokus pada 4 program utama yaitu; kaderisasi, ekonomi, dakwah, dan sosial.

Hamdan Zoelva dalam arahannya, menekankan merawat tradisi ini dan berpesan silaturahim OKI ini harus dilakukan secara terus menerus dalam rangka membangun kesepahaman serta keakraban.

Dia menegaskan, OKI juga tidak boleh mengabaikan perjuangan dalam aspek ekonomi. Menurutnya, kegiatan ekonomi para pemuda juga sangat penting dibangun sejak sekarang.

“Apalagi melihat realitas ekonomi masyarakat kita yang sudah dimonopoli oleh segelintir pihak. Karena itu politik juga harus dibicarakan serta direkayasa oleh para pemuda sebab tidak dipungkiri politik bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita,” pesan Hamdan.

Silaturrahim OKI ini bersepakat untuk meneguhkan persaudaraan dalam rangka berkiprah bersama untuk kemaslahatan umat, agama, nusa dan bangsa.

Sebelumnya, pertemuan OKI ini telah digelar di kantor PP Syabab Hidayatullah, Komplek Gedung DPP Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14 Otista, Jakarta, Jum’at (20/04/2018), yang dihadiri para pimpinan OKI.

Pada pertemuan perdana tersebut mengemuka wacana terbentuknya forum silaturrahim antar organisasi pemuda untuk semakin menguatkan langkah bersama sesama ormas kepemudaan Islam. (ybh/hio)