Beranda blog Halaman 548

Kwarnas Gerakan Pramuka Terima Audiensi DPP Hidayatullah

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menerima audiensi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah di Kantor Jalan Medan Merdeka Timur No. 6 Jakarta Pusat, Kamis sore (7/12/2017).

Audiensi ini dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kwarnas Pramuka Kak Rafli Effendy, Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum (Orgakum) Kak Kodrat Pramudho, dan Wakil Ketua Kwarnas Bidang Perencanaan, Pengembangan dan Kerjasama (Rembangma) Kak Marbawi. Sedangkan dari DPP Hidayatullah diwakili Kak Muhammad Musafir, Kak Syarif Daryono selaku Ketua Pandu Hidayatullah, Kak Iwan Ruswanda dan Kak Syaihul Islam selaku pengurus DPW Hidayatullah DKI Jakarta

Pada kesempatan silaturrahim tersebut, DPP Hidayatullah menyampaikan sedang menjajaki untuk pembentukan Sako (Satuan Komunitas) sebagai wadah eksrakurikuler pengembangan kompetensi siswa/santri.

Harapan tersebut disambut baik pihak Kwarnas Pramuka. Namun Kak Kodrat Pramudho mengatakan Sako bisa dibentuk kalau sudah ada Gudep, kalau belum ada tidak bisa dibentuk Sako.

Atas usulan tersebut, DPP Hiudayatullah akan melakukan pemantapan dan untuk membereskan itu, dan akan berkonsultasi dengan Kwarnas Pramuka.

Kak Kodrat mengatakan, pihaknya menyarankan agar Hidayatullah membentuk Gugus Depan nonsatuan pendidikan. Bukan juga di sekolah atau pesantren, karena keduanya masih termasuk satuan pendidikan.

Meski begitu, tegas dia, Gugus Depannya harus sejenis, seaspirasi, atau seprofesi.

“Jadi, sebenarnya yang membentuk Sako adalah kumpulan Gudep yang sejenis. Misalnya, profesi kesehatan,” urainya.

Sementara itu, Biro Umum DPP Hidayatullah Kak Muhammad Musafir mengemukakan, maksud kedatangan pihaknya ke kantor Kwarnas Gerakan Pramuka adalah ingin berkonsultasi dan meminta arahan mengenai pembentukan Satuan Komunitas (Sako) Hidayatullah.

“Harapan untuk Sako itu masih perlu proses,” ucapnya.

“Tadi kita diberi pemahaman, meski tidak ada Sako, kegiatan kepramukaan tetap bisa dijalankan. Ini nanti akan dikoordinasikan dengan jaringan Hidayatullah, agar bagaimana nanti Pramuka ini tetap bisa berjalan, berkombinasi sesuai dengan undang-undang Pramuka,” pungkasnya. (MSA/AK)

Ketum DPP Hidayatullah: “Trump Harus Menghitung Ulang Keputusannya”

0
Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah mengecam keputusan Pemerintah Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem (Al Quds) sebagai ibu kota Israel.
Kecaman tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, dalam keterangan tertulisnya diterima redaksi di Jakarta, Kamis (07/12/2017).

Nashirul menegaskan, pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah keputusan yang sangat berbahaya.

“Ini akan memicu kemarahan dan kebencian dunia Islam kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Trump harus berhitung ulang dengan keputusannya itu,” kata Nashirul.

Nashirul menambahkan, sekaranglah saatnya negara-negara Muslim dan Arab yang tergabung dalam OKI untuk melakukan perlawanan dan penolakan.

“Allah Subhanahu Wata’ala telah memberikan momentum kepada kita untuk bersatu, bergerak dan melawan. Semoga peristiwa ini menjadi jalan menuju kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjidil Aqsha,” tandas Nashirul.

Diketahui sebagaimana dilansir portal berita Islam nasional Hidayatullah.com, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah membuat keputusan kontroversial, yakni mengakui Yersussalem sebagai Ibukota Israel dan memindahkan kantor kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke wilayah Al Quds tersebut.
Pernyataan Donald Trump itu disampaikan kala menyampaikan pidato di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, seperti dikutip dari nytimes.com, Kamis (7/12/2017).

Ini sekaligus menandakan bahwa negara tersebut telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Padahal, resolusi PBB telah memutuskan hilangnya kedaulatan Israel atas al-Quds (Baitul Maqdis) atau Yerusalem.*

Hidayatullah Ajak Umat Bersatu dan Kedepankan Akhlak

0
Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kanan) bersama Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq bertukar cinderamata di sela-sela Rakernas III Hidayatullah di Mataram, NTB, Sabtu (02/12/2017). / Abu Ilmia

MATARAM (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Nashirul Haq menyerukan kepada segenap komponen umat dan bangsa untuk merekatkan persatuan serta mengedepankan akhlak terpuji.

“Ukhuwah dan persatuan adalah kunci kekuatan dan kemenangan. Perselisihan, pertikaian, dan perpecahan adalah penyebab kelemahan dan kekalahan,” kata Nashirul dari arena Rakernas III Hidayatullah 2017 di Asrama Haji Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahad (3/12/2017).

Nashirul mengatakan, umat dan bangsa Indonesia akan bertumbuh menjadi bangsa yang maju apabila berhasil mewujudkan persatuan.

“Umat dan bangsa ini akan kuat, maju dan bermartabat jika terwujud persatuan dan ukhuwah,” tegasnya.

Lebih dari itu, Nashirul menyerukan untuk mengedepankan kepentingan ummat yang lebihh besar di atas kepentingan diri dan golongan.

“Mari kita sepakat dalam masalah yang prinsip yaitu akidah dan saling toleran (tasamuh) dalam masalah furu’iyah fiqhiyah, yakni perbedaan pendapat yang bersifat ijtihadi,” imbuhnya.

Menyikapi isu intoleransi, radikalisme, termasuk tahun politik 2018 mendatang dan beragam isu kebangsaan lainnya, Nashirul menyerukan agar selalu mengedepankan akhlak dan etika.

“Jangan saling menuding dan menuduh, lakukan tabayyun dan klarifikasi. Mari berkompetisi secara sehat dan fair dlm berpolitik. Jangan saling menjatuhkan,” pungkasnya.

Rakernas III Hidayatullah Tahun 2017 ini dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin. Dalam sambutannya, Wagub mendorong jajaran Hidayatullah terus membimbing umat menuju pengamalan ajaran Islam secara kaffah sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya.

Menurut Amin, hal ini penting dilakukan mengingat saat ini umat membutuhkan bimbingan dan pembinaan dari seluruh komponen guna menghindarkan umat dari kekeliruan menafsirkan ajaran Islam.

Pada Sabtu (2/12/2017) malam giliran Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr Zainul Majdi menjamu peserta di rumah jabatannya.

Dalam sambutannya pada kesempatan tersebut, Gubernur Majdi mendorong umat Islam dapat mengenang kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan semangat mengamalkan al-Qur’an.

“Masih dalam suasana kita mengenang kelahiran manusia agung Nabi Muhammad, maka komitmen kita adalah menjadikan al-Qur’an dan Rasul seperti saudara kembar yang tidak boleh dipisahkan,” ucapnya kala menjamu seluruh peserta Rakernas III Hidayatullah di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, semalam, Sabtu (02/12/2017).

Merespons situasi kekinian, TGB menyatakan, hal penting yang harus diutamakan dan ditekankan dalam kehidupan umat Islam adalah persatuan, bukan perpecahan. (ybh/hio)

Rakernas III/2017, Hidayatullah Teguhkan Dakwah dan Tarbiyah

0
Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq, MA / Foto: Abu Ilmia

MATARAM (Hidayatullah.or.id) – Ormas Hidayatullah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Tahun 2017 di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTB), dengan mengangkat tema “Optimalisasi Program Dakwah dan Tarbiyah Menuju Sukses Berperadaban Islam”.

Acara yang berlangsung selama 3 hari yang diikuti ratusan peserta perwakilan pengurus DPW Hidayatullah se-Indonesia ini meneguhkan program dakwah dan tarbiyah sebagai mainstream gerakan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Nashirul Haq mengatakan inti gerakan Hidayatullah adalah dakwah dan tarbiyah.

“Organisasi ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, masyarakat dan seluruh elemen umat dan bangsa untuk bersama-sama membangun Peradaban yang agung,” katanya dari arena Rakernas III Hidayatullah, Asrama Haji Mataram, Ahad (3/12/2017).

Dia menjelaskan, Hidayatullah mengangkat program dakwah untuk mencerahkan umat, program pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta melahirkan generasi unggul dan mandiri.

Adapun program sosial Hidayatullah, lanjutnya, adalah untuk membantu dhuafa serta program ekonomi keummatan untuk kesejahteraan masyarakat.

Beliau menambahkan, salah satu program unggulan Hidayatullah adalah Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an yang disingkat Grand MBA.

“(Grand MBA) tujuannya membantu dan menfasilitasi masyarakat agar mampu membaca, menerjemahkan, dan memahami al Qur’an secara mudah dan praktis,” tutupnya.

Rakernas III Hidayatullah Tahun 2017 ini dibuka oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Amin. Dalam sambutannya, Wagub mendorong jajaran Hidayatullah terus membimbing umat menuju pengamalan ajaran Islam secara kaffah sesuai dengan perintah Allah dan rasul-Nya.

Menurut Amin, hal ini penting dilakukan mengingat saat ini umat membutuhkan bimbingan dan pembinaan dari seluruh komponen guna menghindarkan umat dari kekeliruan menafsirkan ajaran Islam.

Pada Sabtu (2/12/2017) malam giliran Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB) Dr Zainul Majdi menjamu peserta di rumah jabatannya.

mendorong umat Islam dapat mengenang kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan semangat mengamalkan al-Qur’an.

“Masih dalam suasana kita mengenang kelahiran manusia agung Nabi Muhammad, maka komitmen kita adalah menjadikan al-Qur’an dan Rasul seperti saudara kembar yang tidak boleh dipisahkan,” ucapnya kala menjamu seluruh peserta Rakernas III Hidayatullah di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, semalam, Sabtu (02/12/2017).

Merespons situasi kekinian, TGB menyatakan, hal penting yang harus diutamakan dan ditekankan dalam kehidupan umat Islam adalah persatuan, bukan perpecahan. (ybh/hio)

Pendiri Hidayatullah: Jagalah Ketaatan dan Kekuatan Doa

0

MATARAM (Hidayatullah.or.id) – Salah seorang pendiri Hidayatullah, Ustadz HA Hasan Ibrahim, mengingatkan para kader yang menjadi peserta Rakernas III Hidayatullah bahwa satu hal penting yang harus dipahami dan disadari oleh para kader tentang perjalanan Hidayatullah ini adalah kekompakan.

“Kita bisa sampai saat ini bersama Hidayatullah ini, itu karena kekompakan barisan yang lurus (shoffan), rapat, dan kuat,” tegasnya mengawali taushiyah yang disampaikan di Masjid Al-Mabrur, Asrama Haji Mataram, NTB, Sabtu (2/12/2917).

Kekompakan tersebut menurutnya ternyata menginspirasi tokoh ormas besar di Indonesia.

“Tolong Hidayatullah, didik santri dan kader-kader kami agar bisa seperti Hidayatullah,” ucapnya menirukan ungkapan sang tokoh ormas besar di Indonesia.

“Padahal kita tidak punya apa-apa (selain kekompakan),” imbuhnya.

Secara operasional, Hasan Ibrahim menerangkan bagaimana kekompakan itu dilakukan oleh para pendahulu Hidayatullah.

“Alhamdulillah, kekompakan itu masih terjaga, sami’na wa atho’na masih ada,” jelasnya.

“Pimpinan Umum dahulu, tugas ke Papua melalui Tolitoli. Saya tidak tahu apakah ke Papua harus melalui Tolitoli. Yang menarik adalah, kala itu beliau tidak punya tas. Tidak seperti sekarang, para kader tasnya sudah beragam rupa. Kala itu, tas tidak dimiliki oleh Ustadz Abdurrahman Muhammad,” kisahnya setengah berseloroh.

Akhirnya, katanya melanjutkan kisahnya, beliau (Abdurrahman Muhammad) berjalan dan ketemu tukang pikul kayu. Ada kayu yang tidak terpakai dan bisa dibuat peti, maka kayu itulah yang diminta oleh beliau untuk dijadikan tas.

“Jadi selama tugas, kemana-mana beliau jalan tidak membawa pakaian dengan tas, tetapi dengan peti,” urainya membuat para hadirin semakin khusyuk mendengar taushiyah.

“Itulah kelebihan kader Hidayatullah, ada ketaatan,” tegasnya.

Kemudian, Ustadz Hasan Ibrahim mengingatkan pentingnya doa. “Kekuatan kecil menang melawan kekuatan besar, kalau bukan karena doa dari mana coba,” ucapnya menggugah kesadaran hadirin.

“Tugas kita ini berat, kalau tidak dibantu Allah dengan kita terus berdoa, stress kita,” ucapnya lebih lanjut.

“Maka kader Hidayatullah mesti melazimkan gerakan nawafil. Kenapa nawafil, lah kalau nawafil beres, insya Allah yang wajib sudah aman. Nawafil itu yang akan mengundang pertolongan Allah selalu hadir memberikan solusi ata setiap persoalan yang kita hadapi di Hidayatullah ini,” pungkasnya.*/ Abu Ilmia

Peserta Rakernas Hidayatullah Diingatkan Adab Berdakwah

0

MATARAM (Hidayatullah.or.id) – Umat Islam adalah umat terbaik, tentu saja itu tidak boleh sebatas menjadi pemahaman, tetapi juga pengamalan.

Demikian disampaikan Anggota Dewan Penasehat Pimpinan Umum (DPPU) Hidayatullah Abdullah Ihsan di hadapan peserta Rapat Kerjas Nasional (Rakernas) III Hidayatullah di Masjid Al-Mabrur Asrama Haji Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (1/12/2017).

“Dakwah itu dengan adab. Bagaimana adabnya, Ustadz Abdullah Said (pendiri Hidayatullah) telah memberikan panduan,” terangnya seraya meneguhkan dakwah yang berkeadaban.

“Kepada yang tua kita jadikan guru, kita minta nasehat dan petunjuknya. Kepada yang sebaya, kita jadikan sahabat, dan kepada adik-adik yang muda-muda, kita jadikan diri kita sebagai kakak atau orang tua mereka, sehingga dakwah itu terpancar dari diri kita, bukan lagi sebatas ajakan lisan kita,” paparnya.

Selain itu, Pembina Pesantren Hidayatullah Bali itu juga menekankan para kader Hidayatullah untuk menjadi manusia yang bijak.

“Bijak itu bagaimana, sesama muslim jelas macam-macam cara berpikir dan kebiasaannya. Jangan kita anti kepada mereka yang berbeda, juga jangan meremehkan mereka dan menilai diri sendiri sebagai yang tertinggi. Tetaplah mereka saudara seiman kita, karena manusia yang bijak itu tidak sombong, yakni tidak menolak kebenaran dan tidak meremehkan manusia,” imbuhnya.

Terakhir, sebagai kunci, perintis Hidayatullah Wilayah Bali dan Nusa Tenggara itu mengingatkan jati diri dai Hidayatullah.

“Jangan sampai semakin tinggi keilmuan semakin lemah keyakinan kepada Allah. Hidayatullah ini berdiri dan eksis dimana-mana karena spirit keyakinan kepada Allah dan istiqomah. Kader-kader yang ada hari ini harus mengikuti spirit yakin kepada Allah ini dan istiqomah dari para pendahulu. Allah di Balikpapan, sama dan itu juga Allah yang di NTB, Bali dan dimanapun juga di bumi ini,” tutupnya.

Ormas Hidayatullah menggelar Rakernas III Tahun 2017 yang diselenggarakan di Kota Mataram pada 1-3 Novemver 2017 yang dibuka hari ini. Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi dijadwalkan akan membuka acara tersebut.

Gelaran yang diikuti oleh semua pengurus DPP dan DPW Hidayatullah ini mengusung tema “Optimalisasi Program Dakwah & Tarbiyah Menuju Sukses Berperadaban Islam”.

Pembukaan Rakernas diagendakan dirangkai dengan tabligh akbar di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Centre NTB yang menghadirkan pembicara Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust Nashirul Haq dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi. */Abu Ilmia

 

Delay, Rombongan Rakernas Hidayatullah dari Jatim Naik Bus

0

SURABAYA (Hidayatullahor.or.id) – Bandara Internasional Lombok di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali ditutup hari ini, menyusul dampak letusan dan erupsi Gunung Agung di Bali.

Penutupan berlangsung mulai hari ini, dapat berubah sesuai kondisi gunung. Penutupan bandara ini juga berdampak kepada peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Hidayatullah digelar di Mataram, yang rencanannya dibuka besok Jumat (01/12/2017).

Dampak erupsi Gunung Agung memang cukup serius. Dari awalnya berstatus siaga menjadi awas. Kini jadwal penerbangan masih mengalami ketidakpastian karena kondisi tersebut.

Tak pelak, tidak sedikit rombongan peserta Rakernas III Hidayatullah yang digelar di Mataram pun terdampak imbasnya. Termasuk rombongan dari Jawa Timur.

Rombongan memandang cukup berisiko jika tetap terbang dari Surabaya menuju ke Lombok menyusul dikeluarkannya notice to airmen (notam) kondisi terkini pada Kamis (30/11/2017) hari ini. Apalagi mengingat pembukaan acara akan dilakukan pada Jumat esok.

Ketua Departemen Organisasi DPP Hidayatullah Syamsuddin yang turut dalam rombongan tersebut mengatakan, akhirnya rombongan tersebut memutuskan agar semua tiket di-refund saja (uang dikembalikan).

Syamsuddin menerangkan, setelah betul-betul dipastikan tidak ada penerbangan siang hari ini ke Lombok, maka peserta rombongan Jawa Timur yang jumlahnya sembilan orang ini memutuskan akan membawa dua mobil.

“Tapi, ternyata, saat kita shalat dzuhur di masjid bandara, ditemukan banyak peserta pengurus DPW dari berbagai propinsi lainnnya yang juga sedang menanti kepastian penerbangan,” terangnya.

Bahkan, terang dia, peserta dari DPW Sulawesi Tengah yang telah berada di dalam pesawat Lion Air sudah siap take-off, diminta turun bersama seluruh penumpang lainnya karena alasan operasional penerbangan.

“Setelah melihat banyaknya peserta Rakernas dari berbagai wilayah. Maka yang rencana awal kita pakai mobil, setelah musyawarah disepakati kita naik bus saja,” kata Syamsudin bercerita kepada media ini beberapa waktu lalu.

Alhamdulillah, setelah berkomunikasi dengan berbagai PO (Perusahaan Otobus) di Surabaya akhirnya dapat 1 bus kosong dengan jumlah peserta 31 orang yang terdiri dari kafilah Pengurus DPP 4 orang, DPW Jawa Timur 3 Orang, Kampus Utama Surabaya 2 orang, Kampus Induk Balikpapan 2 Orang, Kampus Utama Medan 3 orang, DPW Sumatera Utara 3 Orang, DPW Sulawesi Tengah 3 orang, DPW NTT 3 orang, Undangan NTT 6 Orang, dan DPW Kalimantan Tengah 3 orang.

“Mohon doanya semoga semangat para peserta Rakernas senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menempuh perjalanan menuju Mataram dengan jarak tempuh selama 24 jam lamanya,” pungkas Syamsuddin.

Seperti diketahui, Bandara Internasional Lombok di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali ditutup hari Kamis (30/11/2017) ini, sebagai dampak letusan Gunung Agung di Bali. Penutupan berlangsung mulai hari ini, dapat berubah sesuai kondisi gunung.

Keputusan tersebut berdasarkan Notam B9033/17 dampak erupsi Gunung Agung. General Manager PT Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengatakan penutupan sementara operasional LIA ini, berlaku pada hari ini pukul 10.37 Wita sampai dengan Jumat besok pukul 06.00 Wita.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok BMKG NTB Oral Sem Wilar menjelaskan, penutupan operasional LIA ini karena kondisi cuaca terutama penyebaran abu vulkanik Gunung Agung mengarah ke timur tenggara Pulau Lombok. (ybh/hio)

Peserta Rakernas Hidayatullah Terimbas Erupsi Gunung Agung

0

LOMBOK (Hidayatullahor.or.id) – Bandara Internasional Lombok di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kembali ditutup, sebagai dampak letusan Gunung Agung di Bali.

Penutupan berlangsung mulai hari ini, dapat berubah sesuai kondisi gunung. Penutupan bandara ini juga berdampak kepada peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Hidayatullah digelar di Mataram, yang rencanannya dibuka pada Jumat (01/12/2017) besok.

Seperti yang dialami oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Mardhatillah, yang terpaksa harus balik kanan usai menanti cukup lama di Bandara Hasanuddin, Kabupaten Maros.

Sedianya, Mardhatillah bersama dengan sejumlah koleganya menuju ke Mataram siang ini penerbangan pukul 14.00 WITA dengan meskapai Lion Air. Namun, penerbangan mengalami penundaan (reschedulle) mengingat dampak letusan erupsi Gunung Agung.

“Dijadwal ulang oleh meskapai pada Jumat besok dengan jam yang sama, semoga tidak ada kendala, Insya Allah,” kata Mardhatillah dalam obrolan dengan Hidayatullah.or.id, Kamis (30/11/2017).

Rombongan DPW Hidayatullah Jabodebek pun mengalami peristiwa serupa. Rombongan ini telah tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta sejak pagi hari.

Pada awalnya, agenda penerbangan rombongan Jabodebek ini berjalan lancar. Jadwal penerbangan tujuan Bandara Internasional Lombok Praya pun on schedulle pada pukul 09:00 WIB hari Kamis (30/11/2017) yang sedianya akan menempuh perjalanan sekitar 2 jam.

“Keberangkatan normal. Tepat waktu,” kata Sekretaris DPW Hidayatullah Jabodebek, Muhammad Isnaini, kepada media ini.

Isnaini mengungkapkan, beperapa menit setelah take off, pesawat JT 656 Lion Air yang ditumpangi rombongannya sempat mengalami beberapa kali turbulensi karena, menurutnya, cuaca yang memang unfriendly.

Penerbangan secara umum sangat baik. Namun, lanjut Isnaini, setelah hampir 40 menit perjalanan meninggalkan Jakarta, tiba-tiba penumpang mendapatkan informasi dari arah Pilot bahwa bandara di Lombok ditutup karena terdampak letusan erupsi Gunung Agung.

“Akhirnya Pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Soekarno Hatta. Kami akhirnya reschedulle besok jam 5 pagi,” katanya seraya meminta doa dari khalayak agar perjalanannya diberikan kelancaran, keselamatan dan keberkahan oleh Allah Ta’ala.(ybh/hio)

IMS Beri Layanan Kesehatan Gratis 100 Muallaf Suku Wana

MOROWALI (Hidayatullah.or.id) – Islamic Medical Service (IMS) bekerja sama dengan Persaudaraan Dai Indonesia (PosDai) memberikan Layanan kesehatan gratis kepada sedikitnya 100 Muallaf Suku Wana yang berada di dusun Fatumarando, Morowali Utara pada Sabtu, (25/11/2017) lalu.

Abdul Kholik selaku kepala emergency IMS, yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat pedalaman khususnya para muallaf menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan ini.

Layanan tersebut berupa pemeriksaan kesehatan untuk seluruh masyarakat yang berada di dusun tersebut. Tak terkecuali bagi non-muslim juga mendapatkan layanan gratis itu. Selain pemeriksaan kesehatan, juga terdapat layanan sunat (kitan) gratis bagi para muallaf di dusun itu.

Layanan ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Satu persatu dari mereka berdatangan untuk mendapatkan layanan dan pemeriksaan kesehata gratis yang terbilang langka bagi mereka.

Kholik mengaku sangat bahagia karena dirinya bisa terlibat memberikan layanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat suku Wana di dusun Fatumarando itu.

“Apalagi mereka adalah para muallaf yang memilih agama Islam tanpa paksaan, ini yang memberikan kebahagiaan tersendiri bagi saya,” aku Kholik.

Kholik juga mengaku prihatin saat melihat lingkungan kesehatan para balita yang mengalami gizi buruk dan cacingan. Ia juga mengaku miris menyaksikan keseharian mereka dalam bertahan hidup.

“Ini akibat kurangnya edukasi kesehatan kepada mereka,” sambungnya.

Selain Kholik, relawan IMS lainnya ada dokter Syaifuddin juga tertelibat langsung dalam kegiatan itu. Beliau adalah dokter senior di IMS.

Sulitnya medan dan usia relawan ini sudah usia lanjut, tidak menghalangi dirinya dirinya untk mengantarkan layanan kesehatan kepada masyarakat itu.

Ia mengaku banyak menemukan keluhan penyakit diantaranya anemia, myalgia, ispa, kecacingan dan gizi buruk pada balita yang dialami warga di kawasan itu.

Kholik mengatakan, kegiatan ini bisa terlaksana karena dukungan semua kalangan. Oleh karenanya, ia mewakili IMS mengucapkan banyak termakasihnya kepada semua yang telah terlibat dalam kegiatan mulia itu./*Zainal