Beranda blog Halaman 572

Ketum DPP Hidayatullah Terima Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan

0

Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah5 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah6 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah10 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah15 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah17 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah18 Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah20Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah7Hidayatullah.or.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Nashirul Haq, MA, menerima kunjungan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ke kantor DPP Hidayatullah Jln Cipinang Cempedak I/14 Polonia Otista, Jakarta, Senin (14/02/2017).

Kedatangan Anies beserta rombongannya ini turut disambut pengurus DPP Hidayatullah lainnya. Pada pertemuan itu dilakukan bincang-bincang santai terkait beragam dinamika dan problem kebangsaan.

Pada kesempatan tersebut Ketum DPP Hidayatullah Nashirul Haq mengungkapkan pentingnya keterlibatan warga masyarakat menyokong pembangunan diantaranya dengan turut berpartisipasi dalam pemilihan pemimpin daerah.

Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 ini, Nashirul Haq menyeru kader dan umumnya umat Islam untuk memilih calon pemimpin adil dan berkarakter muslih.

“Kami mendorong semua kader menggunakan hak pilihnya dan memilih calon pemimpin muslim yang adil dan muslih,” kata Nashirul dalam silaturrahim tersebut.

Duduk berdampingan dengan Anies, Nashirul mengingatkan, seorang pemimpin harus memiliki kriteria shaleh dimana ia menyadari kempemimpinannya akan dimintai pertanggungjawaban tidak saja di dunia tapi juga di akhirat.

Namun, lebih dari itu, lanjut Nashirul, pemimpin juga harus memiliki kepedulian dan kepekaan untuk memperbaiki kehidupan warganya tidak saja secara fisik melainkan juga secara ruhani. Karena itu, tegas dia, seorang pemimpin juga harus muslih.

“Muslih, pemimpin yang membawa perbaikan untuk masyarakat dan bangsa,” kata Nashirul

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Mudzakarah Hidayatullah, Ir Abu ‘Ala Abdullah, M.HI, menerangkan bahwa sikap Hidayatullah tidak terlibat dalam politik praktis. Namun kendati demikian, Hidayatullah tidak anti-politik dan tetap mendorong kader dan warga masyarakat terlibat dalam politik partisipatif.

Abdullah berharap Pilkada Serentak 2017 melahirkan pemimpin-pemimpin yang dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat serta lahirnya figur pemimpin muslim yang shaleh serta mencintai rakyatnya.

“Kita harapkan pemimpin itu menjadi teladan. Membangun tradisi ibadah seperti shalat berjamaah di masjid dan tahajjud,” harapnya.

Sementara itu, Anies Baswedan dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmennya menjaga kebhinekaan di ibu kota dengan merangkul semua elemen masyarakat termasuk ormas-ormas keagamaan seperti Hidayatullah, serta akan memperjuangkan persatuan.

Jika menjabat Anies juga akan berupaya memfokuskan pada keadilan sosial di ibu kota sehingga mampu membereskan pelbagai masalah. Anies berpesan kepada Hidayatullah agar terus ikut berpartisipasi bersama membangun dan memajukan Jakarta.

Dikatakan Anies, dalam kehidupan berbangsa kita harus menerima kebhinekaan sebagai sebuah fakta seperti kita menerima bahwa jari kita itu lima. Menurut Anies, persatuan Indonesia adalah hal suatu hal kita harapkan sebagai sesama anak bangsa.

“Saya sudah kenal lama dengan Hidayatullah terutama pesantrennya yang ada di Yogyakarta. Bagi saya Hidayatullah itu tidak asing lagi,” kata Anies seraya berharap agar kader-kader Hidayatullah menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani pada Pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang ini.  (ybh/hio)

Mempertemukan ‘Tiga Mahzab’ Ahlus Sunnah

0

Mempertemukan ‘Tiga Mahzab’ Ahlus SunnahTIDAK bisa dipungkiri bahwa pembahasan tentang apakah Allah Subhanahu Wata’ala punya sifat atau tidak, sudah menjadi polemik sejak dulu. Sebagian aliran mengatakan bahwa Tuhan itu mempunyai sifat dan sebagian lainya mengatakan tidak.

Mu’tazilah dengan tegas menolak Allah memiliki sifat. Mereka tidak mengakui sifat-sifat Allah sebagai suatu yang qadim, yang lain daripada zatnya. Sedang Ahlus Sunnah  menerimanya dengan catatan sifat Allah berbeda dengan sifat mahluk.

Di kalangan Ahlusunnah sendiri kemudian juga terjadi perdebatan dalam menetapkan sifat Allah. Setidaknya ada tiga kelompok ulama dalam memahami masalah ini yaitu 3 mazhab; tafwid , takwil dan isbat.

Berkaitan dengan masalah di atas, sebetulnya, banyak ulama seperti Syeikh Ali as Shobuni, Syeikh Dr Yusuf al Qaradhawy yang mengatakan bahwa ketiga mazhab tersebut sudah menjadi bagian pemikiran para ulama ahlu sunnah Karenanya, persoalan tersebut tidak layak diperdebatkan dan diperuncing.

Mazhab isbat yang menetapkan sifat Allah tanpa mempertanyakan maknanya, maksudnya bukan menyamakan sifat Allah dengan sifat mahluk.

Dalam hal ini Ibnu Taimiyah,ulama yang menganut mazhab ini, menjelaskan bahwa sifat-sifat Allah seperti iradha (berkehendak), ilman (berilmu) sama dengan sifat Allah seperti yadhain (memiliki dua tangan) dan melihat.

Semuanya harus ditetapkan sebagaimana dhahir nashnya (al-Fatawa al-Qubra, juz 6/656). Namun berkaitan dengan sifat Allah seperti memiliki tangan dan melihat, ia mengatakan tidak ada musyabbihah (penyamaan) dengan tangan dan penglihatan mahluk (dalam Dar ut taahrudh al aql wan naql 5/363).

Ini artinya, ulama yang mendapat julukun Syaikul Islam ini dengan tegas menolak menyamakan sifat Allah dengan sifat mahluk.

Demikian pula mazhab tafwid yang menyerahkan secara bulat lafad atau terjemahannya serta maknanya kepada Allah, sudah diikuti oleh ulama salaf.

Imam Tirmudzi dalam kitabnya menjelaskan bahwa mazhab ini diikuti oleh Sofyan at-Tsuari, Malik bin Anas, Ibnu Mubarok, Ibnu Uyaina, Wakiq dan lainnya dari kalangan ahli hadits dan ulama salaf (Sunan Turmudzi 4/492).

Hal ini juga dipertegas oleh Imam Suyuti bahwa jumhur ulama ahlu sunnah dari kalangan salaf dan ahlu hadits mengikuti mazhab tafwid (al-Itqon fi ulumil Qur’an 2/10).

Sedang mazhab takwil juga dipakai oleh sebagian ulama salaf dalam rangka mengalihkan makna dhahir dari sifat Allah agar tidak sama dengan sifat manusia.

Imam Thabari dalam kitabnya menjelaskan bahwa Ibnu Abbas telah melakukan beberap takwil terhadap al-Qur’an, diantaranya ketika mentakwil surat al-Dariyat ayat 47.

Kata aydin dalam ayat ini oleh Ibnu Abbas ditakwili menjadi quwwah (kekuatan), bukan diartikan tangan. Ini karena Allah Maha Suci dari menyerupai mahluk-Nya (Tafsir Thabari 7/27).

Dari keterangan di atas, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita mempersoalkan masalah tersebut dengan cara yang tidak elegan, yaitu tidak jujur yang hanya membuat perpecahan di kalangan umat Islam ahlu sunnah.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa ketiga mazhab tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Ketiganya bisa digunakan sesuai dengan kondisi dan tempatnya masing-masing.

Jujur

Pembahasan masalah di atas tidak akan pernah selesai jika masing-masing hati kita sudah ada keinginan untuk tafaruq (berpecah). Padahal dalam kondisi umat yang sudah terlanjur carut-marut ini dibutuhkan hati yang legowo dalam menerima perbedaan yang sebenarnya hanya bersifat furu’ aqidah. Kita harus mengedepankan persatuan umat daripada menjerumuskan mereka dalam perpecahan.

Karena itu diperlukan sikap yang ihlas menerima perbedaan tersebut dengan mengabaikan perbedaan yang sifatnya tidak terlalu prinsip.

Kita jaga persatuan umat ini karena hal tersebut merupakan perintah Allah.

Allah berfirman:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَّ لاَ تَفَرَّقُوْا، وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمِتِه اِخْوَانًا، وَ كُنْتُمْ عَلى شَفَا حُفْرَةٍ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا، كَذلِكَ يُبَيِّنُ اللهُ لَكُمْ ايتِه لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ. ال عمران:103

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari pada­nya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” [Ali ‘Imran : 103]

وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ رَسُوْلَه وَلاَ تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَ تَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَ اصْبِرُوْا، اِنَّ اللهَ مَعَ الصّبِرِيْنَ. الانفال:46

“Dan thaatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berban­tah-bantah, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [QS: Al-Anfaal : 46]

Demikian juga Rasulullah bersabda,

عَنْ اَنَسٍ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلاَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ. البخارى و مسلم

Dari Anas RA, dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam, beliau bersabda : “Tidak beriman seseorang diantara kalian, sehingga dia cinta untuk saudaranya sebagaimana dia cinta untuk dirinya sendiri”. [Bukhari dan Muslim]

Kita berharap kepada Allah agar hati kita sesasam Muslim bisa bersatu demi kejayaan Islam.*

_________
*/ BAHRUL ULUM, penulis adalah wartawan Suara Hidayatullah dan Sekretaris MIUMI Jawa Timur

BPBD-SAR Hidayatullah Jalin Kemitraan Waspada Bencana

BPBD Bontang-SAR Hidayatullah Jalin Kerjasama Latihan Simulasi BencanaHidayatullah.or.id – Pengurus Search and Rescue (SAR) Hidayatullah Kalimantan Timur sambangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang untuk menjalin kerjasama kemitraan dalam simulasi dan  pelatihan dasar penanggulangan bencana se-Kalimantan Timur (09/02/2017).

Menurut Muhammad Alfarobi Nurkarim, pengurus SAR Hidayatullah, kedatangannya tersebut sebagai komunikasi awal untuk pelatihan dengan fokus pelatihan dasar penanggulangan kebencanaan.

“Ini merupakan komunikasi awal kami dalam menjalin kerja sama dengan BPBD Kota Bontang,” kata Alfarobi usai bertemu kepala BPBD di Jl Ir H Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan.

Alasan memilih BPBD Bontang, Alfaroby menilai BPBD Bontang selalu aktif menciptakan terobosan baru dalam menyosialisasikan program penanggulangan kebencanaan.

“Kami memilih BPBD Kota Bontang, karena selalu aktif menciptakan terobosan baru, dan menyosialisasikan program penanggulangan kebencanaan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Bontang, Ahmad Yani, mengaku siap dan menyambut baik kerja sama tersebut, karena sekaligus bisa mempromosikan Kota Bontang.

“Kami siap bersinergi dengan daerah luar karena ini merupakan potensi untuk mempromosikan Kota Bontang,” sebutnya antusias.

Untuk jadwal dan tempat Ahmad Yani mengaku masih dimatangkan.

“Kemungkinan besar akan dilaksanakan di Pulau Beras Basah,” tutupnya. (ekc/ybh)

Walikota Ternate Buka Rakerwil Hidayatullah Maluku Utara

0

Rakerwil Hidayatullah Maluku 2017Hidayatullah.or.id – Walikota Ternate, Dr Burhan Abdurahman, membuka Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Provinsi Maluku Utara, belum lama ini.

Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran DPP Hidayatullah Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I turut hadir pada kesempatan tersebut beserta sejumlah pengurus DPW Hidayatullah Maluku Utara, pengurus DPD Hidayatullah se-Malut dan undangan.

Berikut ini video dokumentasinya.

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”KM-5HHo8B5Q?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Wagub Kaltara Dorong Pemuda Hidayatullah Bangun Moral

0

Wagub Kaltara Dorong Syabab Hidayatullah Bangun Ahlak BangsaHidayatullah.or.id – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) H Udin Hianggio memberikan dorongan kepada Pemuda (syabab) Hidayatullah untuk terus berperan membangun moral dan akhlak bangsa sebagaimana telah diupayakan selama ini melalui program-programnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara ini saat saat membuka acara Musyawarah Wilayah Syabab Hidayatullah Kaltara di Jl. Jelarai Raya, Tanjung Selor, Bulungan, Kaltara (5/2/2017).

“Peran pemuda sebagai pilar pembangunan bangsa tidak dapat dipungkiri lagi. Kekuatan potensi kaum muda bahkan sempat digambarkan oleh Sukarno sebagai pihak yang mampu diajak mengguncang dunia,” katan Wagub Udin.

Dia menjelaskan, dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, ada syair bangun jiwanya bangun badannya. Artinya, lanjut Wagub, dimulai dari membangun jiwa atau akhlak dan moral.

“Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat ikut membangun akhlak generasi kita, termasuk saya harapkan generasi muda sahabat Hidayatullah di Provinsi Kalimantan Utara untuk memulai menunjukkan,” harapnya.

Udin Hiangggio menekankan penguatan akhlak sangat penting bagi para pemuda. Hal inilah satu cara untuk membentengi para pemuda dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas hingga narkoba.

Dalam kesempatan itu, Udin juga mengingatkan tentang peredaran narkoba yang semakin merajalela di Indonesia.

“Saya prihatin ketika ke lembaga pemasyarakatan atau tahanan polres di atas 70 persen penghuninya anak-anak yang tersangkut narkoba,” ungkapnya.

Untuk memerangi narkoba, kata Udin, bukan hanya tugas polisi. Namun semua pihak harus ikut berperan. Termasuk lembaga-lembaga kepemudaan seperti Syabab Hidayatullah.

“Sudah banyak yang menjadi korban. Oleh karenanya, saya mengajak mari kita mulai dari diri kita, keluarga kita, masyarakat di sekitar, kita jaga. Narkoba ini musuh yang bisa menghancurkan negara kita,” tegasnya.

Hal lain yang diimbau oleh Wagub adalah mengajak semua pihak agar disiplin waktu.

“Saya selalu berupaya menunjukkan untuk tepat waktu, saya ingin menjadi contoh. Mari kita bina generasi penerus kita. Yang tua-tua ini harus memberikan teladan kepada generasi. Dan ini harus dimulai dari diri kita dan keluarga, bagaimana membangun bangsa ini ke depan,” imbuhnya.

Terakhir Udin mengucapkan selamat atas terselenggaranya Muswil Syabab Hidayatullah. Dia harapkan muswil berjalan lancar dan sesuai dengan tema yaitu “Penajaman Gerakan Pemuda untuk NKRI yang Bermartabat”.

“Tema ini menjadi tantangan bagi kita semua, bagaimana menciptakan generasi muda berlanjut yang komitmen untuk kepentingan bangsa,” pungkasnya. (hum/ybh)

STIS Hidayatullah Resmi Buka Prodi Hukum Ekonomi Syariah

STIS Hidayatullah Kini Buka Prodi Hukum Ekonomi Syariah2 STIS Hidayatullah Kini Buka Prodi Hukum Ekonomi SyariahHidayatullah.or.id – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan resmi mendapatkan izin operasional untuk Program Studi (Prodi) S1 Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Kepastian itu didapat STIS Hidayatullah menjadi salah satu PTIK yang diundang untuk menerima SK Prodi dari Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) di Aula lantai 7 Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Kamis (02/02/2017).

Izin Operasional yang dimaksud berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 541 Tahun 2017 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pada Program Sarjana (S1) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta tahun 2017.

Dalam Izin operasional tersebut, Direktur Diktis Kemenag, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA menyetujui izin operasional untuk 26 program studi baru yang diajukan oleh 20 perguruan tinggi Islam swasta berbeda yang berada di bawah Diktis Kemenag yang terjaring dari berbagai provinsi di Indonesia.

Diketahui, di awal tahun 2017 ini, STIS Hidayatullah menjadi satu-satunya perguruan tinggi Islam di Kalimantan yang menerima keputusan prodi baru tersebut.

Dalam acara pemberian SK tersebut, Kasubdit Pengembangan Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Muhammad Zein, M.Ag melaporkan jumlah prodi yang saat ini ada di bawah Diktis sudah terlalu banyak.

Per-2015 lalu saja, ungkapnya, jumlah prodi di seluruh Indonesia itu sekitar 24.747. dan secara nasional prodi-prodi yang ada itu lebih banyak yang mengarah pada sosia sains system humaniora.

Sementara itu, Direktur Diktis Kemenag, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA berpesan kepada seluruh Rektor dan Ketua yang hadir untuk menjaga dan merawat Prodi yang telah diterima. Sebab menurutnya tahap ini (pemberian SK) merupakan komitmen dan keberpihakan Diktis terhadap perguruan tinggi Islam sebagai bagian dari rekasaya sosial.

“Mohon dipelihara dan dirawat betul (prodi baru yang telah dimiliki). Jangan sampai hari ini terima (SK), tiga bulan kemudian prodi baru tersebut mati,” ujarnya.

Pemberian dan penerbitan prodi ini sesungguhnya menjadi sangat penting bagi perguruan tinggi, dan itu bagian dari sains system humaniora yang sangat penting bagi (setiap) perguruan tinggi. Jadi harus dijaga dengan baik amanah ini. Demikian pesan singkatnya yang dirangkum saat memberi arahan.

Bagi STIS Hidayatullah sendiri, Perizinan operasional terhadap Prodi HES ini menjadi berkah tersendiri. Mengingat selama ini STIS baru melangsungkan 1 Prodi yang beroperasi, yaitu ahwal al syakhshiyyah. Dengan adanya prodi baru ini, maka STIS resmi memiliki 2 Prodi untuk Tahun Akademik 2017-2018 akan datang.

Ketua STIS Hidayatullah, Dr Abdurrohim mengatakan dengan adanya prodi HES ini, menunjukkan bahwa STIS yang telah dipimpinnya selama telah berada dijalur yang tepat untuk perlahan menuju ke cita-cita yang dititipkan oleh para pimpinan di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Dan langkah yang dimaksud adalah untuk secepatnya menjadi universitas.

“Tentu, Prodi baru ini menjadi langkah awal STIS Hidayatullah untuk beralih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut ataupun langsung menuju Universitas. Semoga harapan untuk menjalankan amanah tersebut bisa terlaksana,” ujarnya dikutip situs resmi STIS Hidayatullah.

Berdasarkan data, STIS Hidayatullah Balikpapan mengajukan dua program studi baru ke Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama pada tanggal 28 September 2016 silam.

Dua prodi yang diajukan adalah Prodi S1 Hukum Ekonomi Islam (HES) dan Prodi S1 Zakat dan Wakaf. Pengajuan dokumen tersebut di antar langsung oleh Ketua STIS Hidayatullah.

Selanjutnya pada tepatnya tanggal 12 Januari 2017 Diktis mengutus dua visitor orang untuk melakukan visitasi terhadap dua program yang diajukan. Proses kajian dan visitasi terhadap dua prodi baru tersebut diketuai oleh Kasi Mutu Pendidikan Diktis, Dr. H. M. Adib Abdushomad dan ditemani oleh Ahmad Mahfud.

Dari laporan kajian dan visitasi yang berlangsung seharian tersebut didapati kesimpulan dari tim visitor bahwa Prodi HES layak dan sangat pantas untuk diloloskan, sedangkan Prodi Zakat dan Wakaf dirasa belum mencukupi beberapa syarat utama dalam pengajuan proses pengajuan prodi baru.

Tanggal 26 Januari 2016 STIS Hidayatullah mendapatkan surat elektronik dari Diktis yang memberitahukan bahwa Izin Operasional Prodi HES yang diajukan STIS Hidayatullah telah disetujui dan diterima dalam bentuk Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 541 Tahun 2017 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Pada Program Sarjana (S1) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta tahun 2017.

Bersamaan dengan surat elektronik tersebut pula tertera undangan dari Direktur Diktis, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA yang ditujukan kepada seluruh Rektor atau Ketua Perguruan Tinggi yang telah menerima SK Prodi tersebut untuk mengambil langsung di Kantor Diktis Kementerian Agama RI pada tanggal 02 Februari 2017. (ybh/hio)

Jawa Tengah dan Papua Siap Optimalkan Program Utama

Jawa Tengah dan Papua Siap Optimalkan Program Mainstream Rakerwil Hidayatullah Papua 2017Hidayatullah.or.id – Hidayatullah Wilayah Jawa Tengah dan Provinsi Papua berkomitmen mengoptimalkan program kerjanya dalam rangka mendukung sukses program utama (mainstream) Hidayatullah yakni gerakan dakwah dan pendidikan.

Rapat Kerja Wilayah yang telah digelarnya menelurkan kesimpulan dan kesepakatan bersama diantaranya meningkatkan kualitas dan mutu dakwah dan pendidikan.

Di Papua, misalnya, kebutuhan terhadap dai untuk mengemban amanah dakwah di banyak kawasan distrik di provinsi tersebut masih sangat tinggi.

Provinsi Papua yang memiliki letak geografis yang relatif luas dan cakupannnya yang terbentang hingga ke selatan menuntut adanya kerja-kerja dakwah dan pendidikan yang lebih massif serta terukur untuk turut menopang program pembangunan oleh pemerintah khususnya di pembangunan manusia. Karena itu, Hidayatullah Papua senantiasa mendukung program pembangunan yang digalakkan pemerintah di wilayah ini dengan selalu menjalin sinergi dengan semua pihak.

Segendang sepenarian dengan itu, Jawa Tengah pun demikian. Tuntutan kuantiti dai masih cukup tinggi di wilayah pesisir ini apalagi mengingat harapan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan.

Acara Rakerwil Hidayatullah Jawa Tengah diselenggarakan pada hari Jum’at – Ahad tanggal 3-5 Februari 2017 dilaksanakan di Kampus Hidayatullah Semarang dan dihadiri oleh seluruh unsur pengurus DPW, DPD Hidayatullah Se-Jawa Tengah dan semua unit amal usaha Hidayatullah Jawa Tengah diantaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH), BMT Amanah Kudus, Lembaga Pendidikan Integral (LPI) Hidayatullah, Yayasan Al-Burhan, Pos Dai, Muslimat Hidayatullah dan amal usaha lainya.

Kegiatan yang diawali dengan acara bertajuk “Cakrawala Wawasan” menghadirkan narasumber dari Jogjakarta yaitu Ustadz Muhammad Jazir ASP yang diamanahi sebagai Ketua Pengurus Takmir Masjid Jogokariyan.

Dalam paparannya beliau banyak menyampaikan tentang keberadaan masjid, bahwa masjid merupakan salah satu bentuk dan obyek untuk mewujudkan peradaban Islam.

“Keberadaan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah (shalat) semata, lebih dari itu bahwa Masjid bisa dan harus dipakai untuk muamalah, sosial kemanusiaan dan lainnya,” kata Ust Jasir yang sukses menjadikan Masjid Jogokariyan sebagai masjid percontohan nasional.

Lanjut Jazir, masjid juga bisa menjadi pusat perubahan sosial dan inilah fungsi utama Masjid, sebagaimana fungsi Masjid dijaman Rasulullah Saw yaitu pusat informasi masyarakat. Sehingga, kata dia, Hidayatullah dengan program utamanya ”Dakwah” diyakininya mampu mewujudkan peradaban Islam ini melalui masjid ini.

Dengan jaringan yang tersebar di hampir seluruh Kabupaten dan Kota se–Jawa Tengah Hidayatullah optimis mewujudkan tradisi kehidupan Islam melalui Masjid ini, Ujar Ustadz Suwarno selaku Ketua DPW Hidayatullah Jawa Tengah. (ybh/hio)

Hidayatullah Kuatkan Sinergi Dakwah Indonesia-Malaysia

Hidayatullah Kuatkan Kerjasama Dakwah Indonesia-MalaysiaHidayatullah.or.id – Bertempat di Hotel Sofyan Jalan Cut Mutia Jakarta Pusat, diselenggarakan Temu Ramah antara Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dengan Shahibus Samahah Mufti Negeri Perlis Malaysia Prof. Madya Dato’ Dr. Mohd. Asri Zainal Abidin

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq menjabarkan bahwa dakwah di Hidayatullah dimulai dari menguatkan aqidah, akhlak qur’an dan tazkiyatun nufus.

“Hidayatullah dalam dakwahnya memulai tahapannya dengan penguatan aqidah, akhlak dan visi berqur’an, dan tazkiyatun nufus. Apabila itu telah dilakukan, bolehlah setiap kader mengemban amanah untuk dakwah,” paparnya dengan sedikit menirukan dialek Melayu (1/2/2017).

BACA JUGA: Penggunaan Istilah Washatiyah Harus Proporsional

Sementara itu, Prof. Madya Dato’ Dr. Mohd. Asri Zainal Abidin atau akrab disapa Prof. Maza mengatakan bahwa kedatangannya ke Indonesia adalah untuk belajar dan menguatkan persatuan dakwah.

“Kite datang kemari nak belajar, bukan mengajar. Mengambil ape-ape yang baik di sini untuk dibawa ke Perlis. Kite juga ummat yang satu. Maka pengalaman dakwah bisa disatukan meski kite terpisah garis negara,” ucapnya.

Dakwah Ke Pelosok Negeri, Wakil Ketua Komisi VIII Ucapkan Terimakasih Dai Hidayatullah.

Lebih dari itu, Mufti Perlis tersebut mengajak agar ada kerjasama saling mengunjungi untuk mewujudkan agenda dakwah secara berkesinambungan. (ybh/hio)

Pendataan Ulama Dinilai Dapat Timbulkan Kegaduhan Baru

0

Aziz-Kahar-doktor-UIKA-Hidayatullah.or.id — Senator RI Abdil Aziz Qahhar Mudzakkar mengatakan pendataan ulama sebaiknya dihentikan dan diharapkan tidak sampai ke daerah. Karena ini bisa menimbulkan keresahan masyarakat dan memunculkan kegaduhan baru.

”Kalau tindakan pendataan ulama yang dilakukan pihak kepolisian sampai ke daerah akan menimbulkan keresahan di masyarakat bahkan ummat. Saya kira ini sudah sangat sulit dimengerti apa maksudnya,” ujar Senator Aziz Qahhar Mudzakkar, kepada Palopo Pos, di Jakarta, Minggu 5 Februari 2017, kemarin.

Bapak yang juga biasa disapa AQM ini mengaku belum melakukan klarifikasi kepada Kapolri soal pendataan ulama dan pengawasan pesantren di sejumlah daerah.

”Kami masih belum melakukan pemanggilan kepada Kapolri perihal meminta klarifikasi terhadap pendataan ulama dan pengawasan pesantren di seluruh Indonesia,” terangnya.

Terkait dengan sertifikasi ulama atau penceramah, menurut Aziz sangat tidak rasional.

“Bagaimana ulama tidak bisa diukur dengan ijazah. Asal memiliki pengetahuan agama dan disukai masyarakat dia bisa ceramah saja,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua MUI Palopo, Dr Syarifuddin Daud, MA, mengaku heran adanya pendataan ulama di Jawa.

”Jadi saya pikir ini sebuah langkah yang menimbulkan pertanyaan kepada masyarakat. Ini untuk apa. Ini data-datanya sudah ada di kemenag. Datanya untuk apa. Kami dengar ini sudah menimbulkan masalah di masyarkat di Jatim,” ujarnya, kepada Palopo Pos, malam tadi.

Kata dia, jangan sampai menimbulkan tanda tanya. Semestinya, pemerintah menciptakan ketenangan.

”Saya kira itu adalah kebijakan yang tidak bijak. Kita carikan solusi. Jangan nanti waspadai semua orang, menimbukan kerugian kepada ummat, suasana yang panas seperti ini di Jakarta, jangan sampai dibawa-bawa ke daerah,” imbuhnya.

Sekum NU Palopo, Dr Abbas Langaji, MA, mengatakan, pendataan muballigh itu sah-sah saja. Hanya saja, siapa institusi yang melakukan pendataan muballig itu.

”Kalau saya idealnya kementerian agama melalui lembaga-lembaga agama. Kalau dari lembaga-lembaga lain, semacam intel dan polisi dan tentara, itu malah mengundang 1001 macam pertanyaan,” papar Abbas.

Pertanyaanya, kata Abbas, apakah kemenag belum melakukan itu? Kenapa tidak diminta sama kemenag saja? ”Kalau dari ketiga lembaga tersebut terlalu jauh, kesannya malah terlihat memata-matai, sepertinya tidak mempercayai kemenag,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA, mengaku belum mendapatkan informasi soal ulama didata aparat keamanan.

”Belum sampai ke situ, kami di kemenag belum ada informasi seprtii itu. Belum ada. Yang pastinya kami di kalangan kemenag, masih belum dapat wacana mengenai pendataan ulama, apalagi dilakukan oleh intel, TNI dan polri,” tandasnya.

Rencana sertifikasi dan pendataan bagi para ulama atau tokoh agama di setiap daerah mendapat pertentangan dari wakil rakyat di parlemen. Pasalnya, ini dinilai bakal menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.

Hal tersebut dilontarkan Ketua Komisi VIII DPR, Muhammad Ali Taher Parasong, Minggu 5 Februari 2017. Menurut Ali, kalau ide yang dilontarkan menteri agama itu berimplikasi negatif terhadap stabilitas di masyarakat dengan melihat situasi saat ini yang masih belum stabil.

Ali menengarai bahwa potensi kegaduhan akan timbul, karena masyarakat lebih melihat kegiatan pendataan sebagai upaya mengebiri ruang gerak para pendakwah dalam menyampaikan syiar agama. Dalam suasana umat Islam sekarang ini, yang perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan pengarahan agar pendakwah dapat turut mendinginkan suasana.

“Jangan juga hanya dialamatkan kepada umat Islam. Negara harus adil dalam menempatkan pendakwah, mubaligh, para penceramah,” jelasnya.

Komisi VIII DPR meminta agar pendataan kiai dan tokoh agama di sejumlah pondok pesantren ditunda.

Menurut Ali, kegaduhan akan timbul karena masyarakat akan lebih melihat kegiatan pendataan sebagai upaya mengebiri ruang gerak pendakwah dalam menyampaikan pandangan agamanya.

Padahal dalam suasana umat Islam saat ini yang perlu dilakukan pemerintah adalah memberikan pengarahan kepada pendakwah untuk mendinginkan suasana.

“Kalau tidak ada ulama yang menyampaikan lagi lalu siapa yang akan menyampaikan. Makanya jangan dicurigai, pendataan itu kan artinya melakukan ketidakadilan,” kata Ali.

Sebelumnya dikabarkan Polda Jawa Timur mendata para ulama di wilayah tersebut. Upaya itu ditengarai sejumlah pihak menimbulkan kecemasan. Namun kekhawatiran tersebut telah dibantah MUI Jawa Timur.

Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jawa Timur Kiai Haji Abdussomad Buchori menegaskan pendataan ulama dan kiai di Jawa Timur bertujuan untuk kepentingan silaturahmi yang dilakukan Kapolda Irjen Machfud Arifin.

Para kiai, kata KH Abdussomad, tidak perlu resah atas pendataan itu. Dirinya juga mengatakan akan menjelaskan kepada para ulama dan kiai se-Jawa Timur.
“Saya kira pendataan itu supaya kenal saja. Jadi keinginan Kapolda di Jatim untuk sekadar kenal. Tidak ada pendataan, terus mau diapakan,” ujarnya dikutip media.

Abdussomad mengatakan, untuk membangun negara diperlukan ilmu ulama dan sikap adil pejabat. Jika ulama-umara menyatu membangun negara maka negara akan baik. (ppp/hio)

BMH Sidoarjo Resmi Luncurkan Koperasi Syariah Bantu Usaha

Laznas BMH Sidoarjo Luncurkan Koperasi Syariah Dukung Usaha Produktif Laznas BMH Sidoarjo Luncurkan BMT Dukung Usaha ProduktifHidayatullah.or.id – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Gerai Sidoarjo Jawa Timur kerjasama kemitraan dengan PT BPRS Bakti Makmur Indah meluncurkan koperasi simpan pinjam syariah bernama BMT Hidayatullah, baru baru ini.

Manajer BMH Perwakilan Jawa Timur Gerai Sidoarjo, Ahmad Senidin, mengatakan kehadiran BMT Hidayatullah ini sebagai bagian dari program MAPAN (Mandiri Terdepan) BMH dalam rangka membantu membangun dan meningkatkan usaha produktif masyarakat kalangan bawah.

“Bisnis global semakin menggerus pebisnis pemula. Ditambah lagi dengan sistem permodalan yang semakin menyulitkan khususnya untuk masyarakat kelas bawah. Di sisi lain, pebisnis kelas kakap menari di atas situasi masyarakat yang serba sulit,” kata Ahmad mengungkapkan latar berdiri lembaga dalam Lanching BMT Syariah Hidayatullah dan Pengobatan Gratis Warga Dhuafa, Kamis, (02/02/2017).

Ahmad menjelaskan, BMT yang dikelola BMH Sidoarjo ini adalah sebuah koperasi simpan pinjam syariah yang hadir di tengah-tengah masyarakat menengah ke bawah dan langsung dikelola oleh Laznas BMH Jawa Timur Gerai Sidoarjo dan didukung oleh PT BPRS Bakti Makmur Indah

PT BPRS Bakti Makmur Indah sendiri adalah merupakan Bank Perkreditan Rakyat Syariah pertama di Wilayah Jawa Timur yang didirikan berdasarkan permintaan umat di Jawa Timur. BPRS Baktu Makmur Indah berkomitmen menjadi lembaga keuangan syariah berbentuk bank yang dalam operasionalnya senantiasa mengacu pada dalam Al-Qur’an dan Al- Hadits.

BMH Jawa Timur Gerai Sidoarjo meluncurkan BMT Hifadayatullah ini di halaman Ruko La Jolla, Lingkar timur, Sidoarjo.

Konsepnya, lanjut Ahmad, BMT Hidayatullah mempunyai beberapa aspek keunggulan yang sangat berperan strategis dalam membuat suatu perubahan perekonomian syariah.

“Nantinya BMT mengadakan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalam meningkatkan kesejahteraan pengusaha mikro serta UMKM bawah melalui kegiatan menabung khususnya untuk masyarakat Sidoarjo,” ucap alumni Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Luqman Al-Hakim Surabaya (STAIL) ini.

Dalam launching tersebut, BMH Jatim Gerai Sidoarjo juga mengelar pengobatan gratis warga dhuafa dan kaum miskin. Tercatat lima ratusan warga yang memadati acara dengan latar belakang warga pinggiran, terbelakang dan rawan akan kristenisasi.

“Diantara warga tersebut adalah berada di Dusun Stren kali Tengah, Rangka, Jasem dan Kemiri,” ungkap Ahmad.

Acara ini dihadiri Ketua RT/RW Desa Kemiri Bambang, Komandan Kodim 086 Wilayah Sidoarjo, Direktur Utama Ibu Hj. Dwi Emi S. PT. BPRS Bakti Makmur Indah, amil BMH Jatim Gerai Sidoarjo dan tamu undangan sekalian.

Ahmad Senidin menambahkan tidak kurang dari puluhan usahawan baru yang berlatar belakang usaha dan bisnis dengan berbeda-beda mendatangi acara tersebut.

Diantarannya dari dari penjual nasi, penjual pentol keliling, penjual bakso, penjual sembako, penjual sepatu, dan beragam macam jenis usaha yang sudah digelutinya minimal setahun telah berjalan telah menjadi nasabah penerima manfaat dana BMT Hidayatullah dengan konsep Qordhul Hasan. */ Andre Rahmatullah