Beranda blog Halaman 584

Berqurban Melalui Laznas BMH Berikan Multi Manfaat

Mengantar hewan Qurban ke wilayah pelosok / dok. BMH
Mengantar hewan Qurban ke wilayah pelosok / dok. BMH

Hidayatullah.or.id – Tiada terasa, waktu yang terus bergulir, menjadikan Allah mempertemukan kita dengan bulan Kemerdekaan, yang persis setelahnya, umat Islam akan bertemu dengan Hari Raya Idul Qurban.

Sebagai upaya ikut serta mewujudkan kegembiraan bersama, pada momentum Idul Qurban 1437 H ini BMH mengangkat tema “Berkorban Tenangkan Hati, Berqurban tebarkan Hidayah.”

Sebagai Laznas dengan jaringan terluas di seluruh Nusantara, BMH berkomitmen membahagiakan sesama di Hari Raya Qurban melalui program Qurban Berkah Nusantara (QBN).

“Program ini telah memiliki mitra strategis yang eksis di daerah pedesaan, terpencil, pedalaman hingga perbatasan,” ungkap Direktur BMH Supendi.

Qurban Berkah Nusantara merupakan wadah bagi kaum Muslimin dan Muslimat yang terus bersemangat mengejar kebahagiaan dunia-akhirat dengan tidak pernah jemu mengerjakan amal kemuliaan.

Supendi mengatakan, dengan berqurban melalui Laznas BMH akan memberi multi manfaat diantaranya penyebaran hewan Qurban ke pelosok nusantara kepada masyarakat pedalaman sekaligus turut mendukung kiprah dakwah Islam.

“Melalui QBN kaum Muslimin dan Muslimat tidak sekedar berqurban dengan menebar kebahagiaan pada yang membutuhkan, tapi juga menguatkan syiar menebar hidayah hingga desa terpencil dan pedalaman,” sambung Supendi.

Selain itu, cabang-babang kantor perwakilan BMH se Indonesia juga membuka layanan jemput Qurban ke rumah atau instansi. Donasi Qurban anda juga dapat melalui transfer rekening dengan terlebih dahulu melakukan konfirmasi untuk memastikan titik sebaran hewan sesuai permintaan pequrban.

Bagi Anda yang ingin berqurban melalui BMH dengan semangat “Menebar Hidayah” berikut harga hewan yang ditentukan:

  • Sapi: Rp. 14.875.000 dengan bobot 240 – 260 Kg
  • Sapi Retail Rp. 2.125.000
  • Kambing: Rp. 2.075.000 dengan bbot 24 – 28 Kg
  • Kambing untuk Rohingya Rp. 2.225.000
  • Kambing untuk Palestina, Suriah Rp. 4.5000.000
  • Sapi Retail untuk Rohingya Rp. 2.300.000

Donasi dan harga tersebut sudah termasuk dengan biaya pemotongan, pengiriman, sosialisasi, operasional dan laporan.

Info lebih lengkap bisa menghubungi kantor BMH di kota atau daerah Anda berada. */Herim

Hidayatullah Dorong Pasangan Muslim di Pilgub DKI Jakarta

Muzakarah para tokoh soal cagub/cawagub DKI Jakarta 2017 gelaran CSIL di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (11/08/2016). / Foto: Muhammad Abdus Syakur
Muzakarah para tokoh soal cagub/cawagub DKI Jakarta 2017 gelaran CSIL di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (11/08/2016). / Foto: Muhammad Abdus Syakur

Hidayatullah.or.id – Hidayatullah terus mendorong adanya pasangan muslim dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang akan digelar 2017 mendatang.

Hal itu tersimpul dalam acara muzakarah ulama bersama pimpinan parpol, ormas, dan tokoh-tokoh masyarakat yang di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Dzulqa’dah 1437 H (11/08/2016).

Selain itu, puluhan ulama dan tokoh masyarakat dalam silaturrahim itu bersepakat dan bertekad mendorong para partai politik (parpol) untuk mengusung pasangan Muslim sebagai calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kesepakatan tersebut merupakan satu dari 7 poin kesepakatan dan tekad yang dicetuskan para tokoh.

Para tokoh itu juga mengusulkan lima nama untuk dipertimbangkan oleh para parpol peserta Pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Februari 2017.

Nama-nama yang berasal dari aspirasi umat Islam, yaitu: Adhyaksa Dault, Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsuddin, Yusril Ihza Mahendra, dan Yusuf Mansur.

Akan Terus Berikhtiar

Poin kesepakatan lainnya adalah, mereka untuk terus-menerus berikhtiar mewujudkan persatuan dan kesatuan umat Islam dalam menghadapi Pilgub DKI 2017.

Selain itu, para ulama dan tokoh masyarakat juga bertekad untuk mengembalikan kepemimpinan Muslim di DKI Jakarta. (Yaitu) dalam upaya mewujudkan Jakarta yang diberkahi Allah, Jakarta yang bersih dari korupsi, Jakarta yang santun, beradab, dan berakhlakul karimah.

Tekad dan kesepakatan selanjutnya adalah, mereka siap memenangkan pasangan cagub/cawagub yang santun, berakhlakul karimah, jujur, bersih, beradab, dan berpihak pada rakyat miskin.

Tiga poin lainnya mengenai seruan dan kecaman terhadap parpol pendukung pemimpin yang sikapnya berkebalikan dari enam kriteria di atas.

Pertemuan ini digelar oleh Center of Study For Indonesian Leadership (CSIL). Bertujuan mempersiapkan hadirnya satu pasang cagub/cawagub Muslim pada Pilgub DKI 2017.

Hadir pada kesempatan tersebut ulama, tokoh masyarakat, dan tokoh politik antara lain Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Ketua Umum Yayasan Waqaf Indonesia Mengabdi (YAQIN) Hamim Thohari, dan Direktur CSIL Jawahir Thontowi.

Tampak juga menyampaikan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Prijanto, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, Ketua Majelis Syuro DPP PBB MS Ka’ban, ulama Betawi KH Cholil Ridwan, Rais Syuriyah NU DKI Jakarta KH Mahfudz Asirun, dan Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis.

Hadir pula menyatukan tekadnya Ketua Dewan Syura Majelis Pelayan Jakarta (MPJ) Didin Hafidhuddin, Inisiator Organisasi Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Eggi Sudjana, Sekjen MIUMI Bachtiar Nasir, Wakil Ketua Majelis Mujahidin Abu Jibriel, Fuad Amsari (PBB), sejumlah tokoh wanita, dan relawan Gubernur Muslim Jakarta (GMJ). (skr/hio)

Puji Pernikahan di Hidayatullah, Walikota: “Luar Biasa, Teruji!”

Tampak Walikota Balikpapan, Rizal Effendi (berbaju batik) menjadi saksi pernikahan mubarak 2016 di Kampus Hidayatullah Gunung Tembak / KP
Tampak Walikota Balikpapan, Rizal Effendi (berbaju batik) menjadi saksi pernikahan mubarak 2016 di Kampus Hidayatullah Gunung Tembak / KP

Hidayatullah.or.id – Ke Gunung Tembak naik angkot hijau, ditemani Ustaz Joko. Hari ini Hari Ahad, saatnya menyaksikan perjanjian berat (mitsaqon gholiidzo, Red).

PANTUN ini terlontar sebagai pembuka dari mulut Master of Ceremony (MC) saat dimulainya Walimatul ‘Ursy atau Pernikahan Mubarok Mujahid Dakwah Ponpes Hidayatullah, Minggu (7/8).

Pagi itu, sebanyak 38 pasangan yang merupakan kader-kader ponpes mengikuti proses pernikahan massal dengan melibatkan empat penghulu dari KUA Balikpapan Timur (Baltim).

Masjid Ar-Riyadh Ponpes Hidayatullah jadi saksi pernikahan yang telah dimulai sejak berdirinya ponpes itu. Tampak hadir Walikota Balikpapan H Rizal Effendi, senator DPD/MPR RI Dr Aziz Qohar Muzakkar, Direktur BTV H Sugito, Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat dan Kepala KUA Baltim.

Sementara jajaran Ponpes tampak Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak Ust drs H Zainuddin Musaddad, Ketua Umum DPP Hidayatullah DR H Nashirul Haq serta seluruh pengurus ponpes Hidayatullah.

Zainuddin Musaddad mengatakan, pernikahan ini telah dimulai sejak 1976, di mana pihaknya ingin menjaga nilai-nilai budaya yang mempertemukan kader-kader terbaik.

“Konsep pernikahan sederhana, secara ketatanegaraan kita ikuti sebagai mana yang ditetapkan, secara syari kita ikuti sebaiknya-baiknya dan sebenar-benarnya berdasarkan urutan dalam pernikahan, mulai dari pelamarannya, akad nikah sampai kemudian pelaksanaan pemberian mahar hingga sampai mereka ketemu,” ucapnya.

Menurutnya, pembekalan, persiapan mental, finansial hingga spirit menjadi modal mereka untuk punya visi besar ke depan usai pernikahan.

”Tidak boleh dari sebuah keluarga tanpa pembelajaran dan pencerahan sampai kapan pun. Kepada mereka (pasangan yang menikah, Red) lebih-lebihnya diterima atas karunia Allah SWT, sementara kurang-kurangnya dari pasangan adalah wujud yang diterima dan harus saling melengkapi dan terus belajar,” harapnya.

Ketua Steering Committee, Abdul Ghofar Hadi menambahkan, sebelum pernikahan, semua pasangan diberikan penjajakan selama 2 bulan untuk menentukan pasangan hidup, kemudian dilanjutkan pembekalan atau karantina selama 2 pekan untuk menuju pernikahan.

“Saat karantina pasangan diberikan pembekalan materi berupa, kewajiban suami istri, cara membahagiakan pasangan, bagaimana mengatasi problematika keluarga, bagaimana menjaga kesehatan pasangan, bagaimana mengelola ekonomi keluarga dan materi lainnya bagaimana membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” pungkasnya.

Sementara Rizal Effendi sangat mengapresiasi pernikahan yang disebutnya sangat luar biasa ini. Karena pernikahan yang mereka bangun ini, katanya, akan menjadi salah satu model yang baik di saat menghadapi tantangan di mana banyak pernikahan yang rapuh, pernikahan yang terlalu berat dalam segi biaya.

“Ini akan memberikan solusi dan sudah teruji sampai sekarang mereka utuh menjadi keluarga pejuang. Dan ini bisa menjadi contoh di tengah tinggi tingkat perceraian,” ungkapnya.

Dan ke depan kata wali kota, masyarakat khususnya pemuda-pemudi melihat langsung dan belajar bagaimana pernikahan baik dan kuat agamanya.

Hal yang sama juga dikatakan Yaser Arafat. “Ini sesuatu hal yang positif dan perlu di contoh di tengah penurunan moral di tengah maraknya hamil di luar nikah. Terlebih lagi secara langsung ini menjalankan sunah nabi,” pungkasnya.

Fathi Fadhlullah dan Nurul Zaman dua peserta menyatakan, motivasi dan niat mengikuti kegiatan ini mencari istri yang saleha dan menjalankan sunah rasul, terlebih berjuang di jalan Allah SWT sangat susah mencari wanita saleha. Usai pernikahan, nantinya seluruh pasangan di tempatkan untuk dakwah di daerah di Indonesia bahkan hingga luar negeri, Madinah dan Sudan Afrika.

Usai menjalani pernikahan ini, pasangan pengantin baru dai dan daiyah ini selanjutnya akan menjalankan tugas dakwah di daerah di seluruh Nusantara. Semoga samara, teguh dalam iman dan istiqomah dalam dakwah. (Kaltim Post)

Adi Sasono Tokoh Pejuang Kemandirian Ekonomi Umat

Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq
Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq

Hidayatullah.or.id – Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Mantan Menteri Koperasi dan UKM Adi Sasono meninggal dunia pada pukul 17.20 WIB di Jakarta, Sabtu (13/08/2016).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, MA, mengatakan Hidayatullah menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya tokoh cendikiawan tersebut.

“Kita merasa kehilangan dengan kepergiannya. Beliau adalah seorang aktivis, tokoh, dan cendekiawan muslim yang telah berkiprah untuk umat dan bangsa,” kata Nashirul Haq di Jakarta, Ahad.

Dikatakan Nashirul, Adi Sasono adalah sosok pejuang yang konsisten menyuarakan gerakan kemandirian bangsa dan komitmennya tidak diragukan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Jasa-jasanya begitu besar dalam menggagas dan membangun ekonomi kerakyatan. Perjuangan beliau harus dilanjutkan demi terwujudnya kemandirian ekonomi umat dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Adi Sasono sudah lama mengenal Hidayatullah dan pernah berinteraksi langsung dan pemikiran dengan pendiri Hidayatullah Ustadz Abdullah Said Rahimahullah.

BACA JUGA

Adi Sasono beberapa kali berkunjung ke kampus Pesantren Hidayatullah Pusat Gunung Tembak. Termasuk ketika beliau turut mendampingi “Guru Bangsa”, BJ Habibie, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi menghadiri acara pernikahan massal mubarak 61 pasang santri tahun 1994.

Terakhir beliau hadir pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) 2013 lalu yang menjadi salah satu pembicara seminar ekonomi dalam rangkaian acara silatnas Hidayatullah yang digelar di tempat yang sama.

“Selamat jalan sang pejuang, semoga Allah mengampuni dan merahmatinya, menerima seluruh kebaikan dan amal shalehnya serta memberi tempat yang terbaik di dalam surgaNya,” demikian beliau mewakili keluarga besar Hidayatullah.

Sebelumnya, kondisi fisik almarhum Adi Sasono sempat memburuk yang dimana beliau memiliki penyakit lever yang diderita sejak tahun 1999 dan sempat sempat menderita kanker usus besar.

Pada Rabu (10/8/2016), keluarga berinisiatif membawa beliau ke RS Mayapada di Lebak Bulus. Setelah dirawat dan diberi infus, kondisi Adi Sasono tidak kunjung membaik.

Pada Sabtu (13/8/2016) pukul 10.00 WIB, kondisi fisik Adi Sasono semakin menurun. Menurut Arya Wibisono, anak pertama almarhum Adi Sasono, ayahnya mulai sulit bicara dan tubuhnya demam. Dokter pun sempat memasangkan alat bantu pernapasan.

“Tensi mulai menurun, sempat beliau memakai alat bantu pernapasan. Pukul 16.30 WIB mulai hilang kesadaran. Kemudian pada pukul 17.20 WIB beliau dinyatakan menghembuskan napas terakhir oleh dokter,” ungkap Arya dikutip media.

Rencananya jenazah Adi Sasono akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir hari ini, Ahad (14/8/2016) sekitar pukul 12.30 WIB. (ybh/hio)

[VIDEO] Pernikahan Mubarak 2016 di Hidayatullah Balikpapan

0

Hidayatullah.or.id – Sebanyak 76 pasangan mengikuti nikah massal di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Seluruh pasangan mempelai tidak saling mengenal, bertemu bahkan sekadar melihat foto pasangannya sebelum menikah secara massal. Berikut berita videonya disiarkan BTV. Selamat menyimak:

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”6kiw10NaVts?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Pernikahan Mubarak Teguhkan Totalitas Luhur Ajaran Islam

Tampak peserta pria pernikahan mubarak yang digelar Pesantren Hidayatullah Pusat, Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Ahad (07/08/2016) / DOK
Tampak peserta pria pernikahan mubarak yang digelar Pesantren Hidayatullah Pusat, Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Ahad (07/08/2016) / DOK

Hidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, mengatakan pernikahan massal Hidayatullah atau biasa disebut “pernikahan mubarak” merupakan ikhtiar lembaga ini untuk meneguhkan totalitas ajaran Islam yang luhur.

Beliau menjelaskan, salah satu karakter Islam adalah syumuuliyyah atau menyeluruh. Ajaran Islam mengatur seluruh aspek urusan umat manusia mulai dari urusan pribadi hingga masyarakat luas.

“(Juga) mulai dari menyingkirkan duri dari jalan hingga urusan negara. Dan, diantaranya juga adalah pernikahan,” katanya dalam sesi pengarahan di Masjid Arriyadh, Komplek Pesantren Hidayatullah Pusat, Gunung Tembak, Teritip, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (06/08/2016).

Ditambahkan dia, diantara kultur Hidayatullah yang terjaga sejak zaman pendiri Ustadz Abdullah Said hingga hari ini adalah nikah mubarakah.

Merawat tradisi nikah mubarak ini, lanjutnya, adalah sebagai bentuk perwujudan kaidah “Al muhaafazhatu ‘alaa Al qadiimi ash shaalih….”, menjaga kultur yang tidak bertolak belakang dengan syariat islam.

Lebih jauh beliau menuturkan hikmah-hikmah pernikahan yang diantaranya adalah untuk menjaga pandangan mata.

“Maka seseorang yang telah menikah harus lebih terjaga pandangannya, apatah lagi bila telah aktif media sosial,” tukasnya.

Selain itu, terangnya, pernikahan dalam Islam mengandung hikmah agar kita memperbanyak generasi muslim. Umat Islam harus punya banyak anak, bahkan harus bangga kalau anaknya banyak.

“Umat Islam harus melahirkan generasi penakluk. Makanya pernikahan mubarakah ini juga disebut pernikahan perjuangan karena niatnya untuk melahirkan generasi seperti itu,” imbuhnya.

Beliau menuturkan, keluarga yang akan dibangun dari pernikahan mubarak ini adalah keluarga pejuang. Suami istri harus saling mendukung agar pasangannya kuat dalam berjuang.

“Jangan sampai istri melemahkan semangat juang suami hanya karena kekhawatiran dunia. Berat untuk menerima amanah dakwah karena sudah merasa mapan, nyaman, dan fasilitas hidup,” pungkasnya seraya berpesan. (ybh/hio)

Lanud Dominicus Dumatubun Anjangsana ke Kampus Ohoitel

Komandan Lanud D. Dumatubun Letkol Pnb Hantarno Edi Sasmoyo didampingi pejabat Lanud D. Dumatubun serta pengurus PIA Ardhya Garini Cab. 19 / D.II Lanud D. Dumatubun, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pesantren Hidayatullah Ohoitel / dok

Hidayatullah.or.id — Dalam rangka rangkaian kegiatan memperingati Hari Bakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) ke-69 tahun 2016, pejabat Lanud Dominicus Dumatubun melaksanakan anjangsana ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Ohoitel, Kota Tual, Provinsi Maluku Tenggara, belum lama ini.

Anjangsana silaturrahim yang dibarengi dengan kegiatan bakti sosial  ini dipimpin langsung oleh Komandan Lanud D. Dumatubun Letkol Pnb Hantarno Edi Sasmoyo didampingi seluruh Pejabat Lanud D. Dumatubun serta pengurus PIA Ardhya Garini Cab. 19 / D.II Lanud D. Dumatubun.

Komandan Lanud D. Dumatubun Letkol Pnb Hantarno Edi Sasmoyo, mengatakan momentum bersejarah dalam mengenang perjuangan pendahulu-pendahulu Angkatan Udara yang terjadi 69 tahun silam sangatlah cocok untuk di manifestasikan ke dalam kegiatan anjangsana ini.

“Salah satunya dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan utamanya kepada anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren Hidayatullah ini,” katanya.

Komandan Hantarno dalam sambutannya mengatakan pentingnya sinergi dan kebersamaan dalam rangka bersama membangun bangsa lebih baik di masa mendatang.

Lebih jauh Hantarno mengapresiasi Hidayatullah di Ohoitel yang konsisten memberikan pendidikan dan pendampingan kepada generasi bangsa terutama membina kalangan yatim dan dhuafa agar mampu menjadi manusia yang berguna bagi agama dan bangsa Indonesia.

“Pesantren Hidayatullah Ohoitel ini harus lebih baik lagi dan tidak berhenti melakukan kebaikan demi kebaikan untuk umat manusia,” pesannya.

Selain bersilaturrahim kepada pengurus Pondok dan anak santri pondok pesantren, panitia Hari Bakti TNI Angkatan Udara Lanud D. Dumatubun juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang berada di pondok pesantren Hidayatullah yang langsung diserahkan oleh Komandan Lanud D. Dumatubun secara simbolis kepada Ketua Pondok Pesantren Hidayatullah Ohoitel Ust. H. Ismail Ernas.

Di kesempatan yang sama Ketua Pondok Pesantren Hidayatullah Ohoitel Ust. H. Ismail Ernas menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Lanud Dominicus Dumatubun Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah kebangsaan khususnya perhatiannya kepada Hidayatullah di Ohoitel.

Dia mengatakan, kiprah Hidayatullah Ohoitel tidak lepas dari dukungan dan peran aktif dari TNI AU khususnya Lanud Dominicus Dumatubun dalam mendukung program-program keummatannya seperti penyantunan anak yatim dan dhuafa di pesantren tersebut.

“Alhamdulillah, semoga jalinan kasih ini selalu terpupuk dengan baik hingga pada saatnya nanti kita bisa berbahagia menyaksikan anak cucu kita menjadi pioner dalam pembangunan umat dan bangsa ini dengan tetap merawat nasionalismenya yang beriringan dengan spirit Islam yang agung,” tukasnya memungkasi. (ybh/hio)

IIBF Tanda Tangani Project Kerjasama dengan Hidayatullah

IIBF Tanda Tangani Project Senilai 1,9 Triliun dengan HidayatullahHidayatullah.or.id – Salah satu tolok ukur pertumbuhan ekonomi sebuah negara yang lazim digunakan saat ini adalah dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 sebesar 4,79 dan PDB mencapai Rp 11.540,8 triliun dimana PDB per kapita mencapai Rp 45,2 juta atau US$ 3.377,1.

Sayangnya, index gini pun ikut meningkat, tercatat pada 2015 mencapai 4.3, artinya di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi namun kesenjangan semakin melebar.

Untuk bangsa seperti Indonesia dengan luas wilayah yang luas, jumlah penduduk menempati urutan ke empat terbesar di dunia, latar belakang suku, budaya dan bahasa yang berbeda, kesenjangan yang terus melebar bisa menjadi potensi bahaya tersendiri.

Dalam perspektif keumatan, patut kita bertanya, seberapa besar sumbangsih umat Islam yang mencapai 85 persen jumlahnya terhadap PDB bangsa Indonesia? Rendahnya share umat Islam terhadap hal itu menjadi indikasi bahwa kita tidak ikut memainkan peranan ekonomi bangsa ini, atau dengan kata lain kita hanya main di pinggiran.

Oleh sebab itulah, menyongsong visi baru IIBF “building character and wealth” yang ingin mengajak kader dan umat Islam Indonesia untuk ikut memainkan peranan ekonomi bangsa, maka pada tanggal 29 Juli 2016 dalam acara Gala Dinner Silatnas IIBF bertempat di Ballroom Hotel Grasia Semarang, ditandatanganilah paket project kerjasama senilai 1.9 triliun antara IIBF yang di wakili Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom dan Hidayatullah oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, H. Nashirul Haq, Lc, MA.

Penandatanganan ini juga turut disaksikan langsung oleh pengurus teras kedua organisasi, serta 47 perwakilan pengurus IIBF daerah.

Project ini akan menyasar 6 sektor yaitu, pedidikan dengan target 50 Boarding School setingkat SMP-SMA dan 3 Universitas, sektor kesehatan dengan target 5 rumah sakit, sektor retail dan distribusi dengan target 100 minimarket, 10 supermarket, dan 100 fast food.

Untuk sektor pertanian dan perkebunan dengan target 2.500 ha sawah baru dan 25.000 ha kebun kelapa sawit, sektor peternakan dengan target membuka peternakan kambing/domba 50.000 ekor dan sapi 10.000 ekor dan di sektor pengembangan SDM dengan target melahirkan 5.000 wirausahawan baru.
Kerjasasama ini pun mendapat dukungan dari Bank Muamalat Indonesia dengan fasilitas sebesar 500 milyar.

Islam mengajarkan agar kekayaan tidak berkumpul di segelintir orang tetapi kenyataan itulah yang terjadi hari ini, 2 persen orang menguasai 80 persen kekayaan bangsa Indonesia.

Tentu bukan tugas yang mudah mengurai hal itu, namun hal ini harus dilakukan jika ingin melihat umat dan bangsa Indonesia Berjaya dinegerinya sendiri.

Oleh karenanya, IIBF akan menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk mewujudkan dan mensukseskan kerjasama ini dalam 5 tahun kedepan.

Semoga Allah SWT mencatat langkah ini sebagai bagian dalam perjuangan membangun ekonomi umat, agama dan bangsa serta mampu menciptakan sinergi kekuatan antar anak bangsa. Segera rapatkan barisan dan kita songsong persatuan umat untuk membangun Indonesia kedepan. (Press Release IIBF-Indonesia)

Tak Hanya Ilmu, Dai Juga Perlu Bekal Kekuatan Mental

0
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, saat berpidato dalam acara wisudah sarjana STAI Lukman Al Hakim, Surabaya / Foto: Robinsah
Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, saat berpidato dalam acara wisudah sarjana STAI Lukman Al Hakim, Surabaya / Foto: Robinsah

Hidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, mengatakan, untuk sukses menapaki jalan dakwah, para dai tidak hanya bisa mengandalkan ilmu yang dimiliki. Namun, lebih dari itu, mereka juga harus memiliki mental kuat sehingga tidak mudah tergelincir di lapangan.

Hal itu disampaikan beliau saat menyampaikan pidato acara Wisuda dan Pelepasan Kader Dai Nusantara’ Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, (30/07/2016).

“Di medan perjuangan, banyak sekali tantangannya. Terutama yang berkaitan dengan materi. Dai yang memiliki mental lemah, meski memiliki pengetahuan luas, bisa undur diri dari medan perjuangan ini,” ujarnya.

Dan, lanjutnya, kalau kita berkaca kepada para pendahulu kita, khususnya para dai Hidayatullah periode awal, banyak dari mereka yang tidak mengenyam bangku pendidikan.

Namun, tegasnya, sejarah telah mencatat mereka sebagai sosok yang memiliki semangat dan loyalitas tinggi dalam menjalankan misi dakwah.

“Ada di antara mereka ditugaskan ke Papua, tanpa alamat yang dituju. Dan sukses mendirikan pesantren di sana,” sengatnya.

Oleh karena itu, beliau mengingatkan, kalau para dai-dai dahulu tanpa harus mengenyam bangku kuliah, mereka tetap teguh dan istikomah dalam dunia dakwah. Maka, apa lagi para dai yang telah mengenyam bangku kuliah, tegasnya.

“Mereka seharusnya lebih kuat. Sebab, selama sekian tahun telah dibina intelektualitas dan spiritualitasnya secara bersamaan. Tinggal aktualisasinya di lapangan,” demikian dia.

“Ustadz Abdullah Said (pendiri Hidayatullah) sering mengatakan, bagi kader, semua tempat itu sama. Tidak ada istilah daerah basah dan daerah kering. Karena Allah yang memberikan kesejahteraan di daerah basah, itu juga Allah yang memberikan ketenangan pada daerah yang kering,” ujarnya.

Maka, tambah Ust Nashirul, spirit memiliki Allah dimanapun kita berada adalah kunci sukses dalam perjuangan.

“Kalau ada yang diberikan tugas oleh Ustadz Abdullah Said, mereka akan berangkat setelah sholat lail, setelah mendapatkan kekuatan malam, dan tidak akan kembali sebelum tugas yang diamanahkan kepada mereka telah tertunaikan,” tandasnya.

Sebar Dai ke Pelosok Nusantara

Wisuda sarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Lukman Al Hakim (STAIL) Surabaya angkatan ke-15 ini meluluskan sarjana strata satu bidang Pendidikan Islam (S.Pd.I), Komunikasi Islam (S.Kom.I), dan Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I).

Puluhan sarjana ini langsung diserap bursa kerja yang menjadi tenaga pendukung sesuai kualifikasi kesarjanaan masing-masing di berbagai amal usaha milik Hidayatullah. Diantara mereka ada yang dikirim bertugas ke Sumatera, Sulawesi, Papua, dan termasuk ke pedalaman Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran STAI Lukman Al Hakim hingga saat ini seiring dengan kebutuhan Hidayatullah terhadap sumber daya manusia siap guna. Ratusan lebih alumninya telah menyebar ke berbagai titik di nusantara yang berperan sangat besar dalam menggerakkan dakwah dan pendidikan sampai ke wilayah-wilayah terpencil.

STAIL yang berdiri pada Tahun 1994 ini telah mendapatkan legalitas dan akreditasi resmi dari pemerintah dan menyatakan komitmennya untuk terus melahirkan lebih banyak sarjana unggul dan kompetitif terutama mencetak kader dai yang siap diterjunkan ke cabang-cabang atau merintis garapan dakwah baru untuk membina umat di daerahnya. */ Khairul Hibri – Pena Jawa Timur

Elcorps Dukung Sekolah Dai Tangguh dan Sekolah Pemimpin

Elcorps Gandeng BMH Dalam Program Sekolah Pemimpin Dan Dai TangguhHidayatullah.or.id – Guna meningkatkan loyalitas karyawan, Elcorps mengadakan gelaran Familiy Gathering bersama seluruh karyawannya yang diadakan di Trans Studio Bandung pada 30-31 Juli.

Acara itu dihadiri oleh komisaris, jajaran direksi dan manajemen hingga kolega perusahaan yang telah menjalin kerjasama selama ini, salah satunya dengan LAZNAS BMH.

“Sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian perusahaan terhadap program-program kemanusiaan dan untuk menampilkan nilai-nilai rahmatan lil’alamin, Elcorps menyalurkan dana CSR dan zakat maal kepada sejumlah lembaga kemanusiaan baik di dalam hingga luar negeri,” ungkap Fajar Fitrah selaku kepala CSR Elcorps.

Pada kesempatan itu dilakukan pula simbolis penyerahan donasi program kepada LAZNAS BMH. Diantara dukungan Elcorps kepada LAZNAS BMH adalah untuk program Wakaf Sejuta Al Qur’an, Sekolah Pemimpin dan Da’i Tangguh dengan nilai total sebesar Rp. 252 juta.

Acara simbolis dukungan oleh Elcorps diterima langsung oleh Direktur Program LAZNAS BMH, Ade Syariful Allam yang hadir saat itu.

“BMH mengapresiasi dan berterima kasih atas dukungan Elcorps terhadap program-program BMH selama ini. Sebagai perusahaan fashion yang sudah go internasional, semoga Elcorps semakin maju dan berkah”, ujar Ade.

Ada 8 lembaga kemanusiaan yang disupport oleh Elcorps, 5 dari luar negeri dan 3 untuk luar negeri yaitu untuk Pembangunan Masjid di Belanda, Belgia dan Muallaf Center New York Amerika Serikat.

Elcorps sendiri merupakan induk usaha yang membawahi beberapa perusahaan. Dalam dunia hijab ada Dauky kemudian elzatta. Selanjutnya ada elcomerce, dan elfood. (prs/hio)