Beranda blog Halaman 63

Transformasi Jatidiri Hidayatullah Demi Peradaban dan Persatuan Bangsa

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Gabungan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menggelar Daurah Marhalah Wustho. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Jumat hingga Ahad, 28–31 Agustus 2025.

Acara pembukaan menghadirkan sambutan dari etua Ketua Departemen Perkaderan DPP Hidayatullah Ust. Dr. Muhammad Shaleh Utsman, S.S., M.I.Kom., dan Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, selaku Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, serta dua perwakilan peserta.

Dalam sambutannya, Abdul Ghofar menegaskan pentingnya menjaga jati diri Hidayatullah sebagai proses transformasi dalam rangka membangun peradaban Islam dan sekaligus menjadi perekat persatuan bangsa.

“Jati diri Hidayatullah adalah fondasi perjuangan yang harus terus dijaga dan ditransformasikan menjadi energi dakwah, pendidikan, sosial, dalam semangat persaudaraan dan persatuan” ujarnya.

Ghofa menekankan, pelatihan ini merupakan tahapan lanjutan kaderisasi yang ditujukan untuk membekali alumni Marhalah Ula menjadi aktivis, pengurus, sekaligus murabbi yang tangguh. Program ini digelar oleh Departemen Perkaderan Pimpinan Pusat Hidayatullah bekerja sama dengan DPW Hidayatullah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Kegiatan diikuti maksimal 50 peserta terpilih dari tiga wilayah dengan sejumlah persyaratan, antara lain telah lulus Marhalah Ula, menguasai hafalan dasar, serta memperoleh rekomendasi dari pimpinan wilayah masing-masing.

Materi yang disampaikan meliputi Khittah dan Visi Hidayatullah, Ushul Al-Ilm, Ahlussunnah Wal Jamaah, manajemen halaqah, serta penguatan dakwah wasathiyah.

Para instruktur yang memberikan materi dalam kegiatan ini antara lain KH. Dr. Nashirul Haq, Lc., MA., KH. Hamim Thohari, KH. Dr. Tasyrif Amin, KH. Akib Junaid Qahar, MA., dan KH. Dr. Sholeh Usman.

Selain materi inti, peserta juga mengikuti pembinaan ruhiyah melalui shalat lail, muhasabah, dzikir, dan taushiyah, serta pembinaan jasadiyah melalui olahraga dan kerja bakti.

Panitia menargetkan para peserta tidak hanya memahami materi secara utuh, tetapi juga siap mengimplementasikannya dalam halaqah wustho, penugasan organisasi, serta kegiatan ta’lim diniyah. Melalui program ini, Hidayatullah meneguhkan perannya sebagai gerakan kaderisasi berkesinambungan.

Transformasi jatidiri yang ditekankan dalam dauroh ini diharapkan mampu melahirkan kader penggerak yang siap mengemban amanah dakwah. Dengan demikian, langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menuju terwujudnya peradaban Islam yang adil, makmur, dan berakhlak mulia.

Presiden Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Jamin Penegakan Hukum

0
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangannya di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 29 Agustus 2025. (Foto: Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan ketenangan dan kewaspadaan masyarakat di tengah situasi nasional yang tengah bergejolak.

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (29/8/2025), ia menegaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti seluruh keluhan rakyat dan berupaya memberikan yang terbaik bagi bangsa.

“Dalam situasi seperti ini, saya mengimbau masyarakat untuk tenang, untuk percaya ke pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti. Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos. Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita,” ujar Presiden.

Pernyataan itu merespons perkembangan demonstrasi yang terjadi pada Kamis (28/8/2025), yang menurut Presiden telah mengarah pada tindakan anarkis.

Salah satu insiden yang menimbulkan keprihatinan mendalam adalah meninggalnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan setelah ditabrak petugas.

“Atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya, dan adik-adik, dan kakak-kakaknya,” kata Presiden.

Prabowo menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Ia menegaskan telah memerintahkan investigasi menyeluruh terkait peristiwa tersebut.

“Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan bahwa mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Waspada Terprovokasi

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan. Menurutnya, upaya merusak stabilitas hanya akan merugikan bangsa.

“Bangsa kita sedang berbenah diri, sedang mengumpulkan semua tenaga, semua kekuatan, semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya persatuan nasional untuk mewujudkan kemandirian dan kemajuan Indonesia.

“Kita akan menjadi bangsa yang maju, kita akan jadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Presiden menegaskan bahwa penyampaian aspirasi tetap diperbolehkan selama dilakukan secara sah dan tertib. “Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki,” tutupnya.

Pernyataan Presiden tersebut menegaskan sikap pemerintah untuk menjaga ketertiban, melindungi rakyat, serta memastikan proses hukum berjalan transparan dalam menangani insiden yang terjadi.

Pernyataan Presiden Prabowo

Berikut pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang dikutip dari kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada Jumat (29/8/2025) menanggapi terkait demonstrasi yang terjadi pada Kamis, (28/8/2025):

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara-saudara sekalian,

Saya telah mengikuti perkembangan beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana ada demonstrasi yang mengarah kepada tindakan-tindakan anarkis.

Juga ada peristiwa di mana petugas menabrak satu orang pengemudi ojol yang mengakibatkan pengemudi ojol tersebut almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal dunia.

Saya, atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya.

Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orang tuanya, dan adik-adik, dan kakak-kakaknya.

Saudara-saudara sekalian,

Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan.

Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab.

Seandainya ditemukan bahwa mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.

Dalam situasi seperti ini, saya mengimbau masyarakat untuk tenang, untuk percaya ke pemerintah yang saya pimpin.

Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti.

Saya juga mengimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu inginhuru-hara, yang ingin chaos.

Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita.

Bangsa kita sedang berbenah diri. Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, semua kekuatan, semua kekayaan untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, negara yang sejahtera, negara yang berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan.

Kita akan menjadi bangsa yang maju, kita akan jadi bangsa yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri. Kita akan menjadi negara industri yang tidak kalah dengan negara-negara lain.

Untuk itu, kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan.

Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.

Saya kira itu pesan saya. Terima kasih.

Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

9 Alumni Sekolah Dai Hidayatullah Resmi Sandang Gelar Sarjana Sosial

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dai Hidayatullah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al-Hakim melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Strata Satu (S1) Angkatan ke-XXIV bagi para alumni di Kampus The Leader University STAIL, Kejawan Putih Tambak VI/1, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 6 Rabi’ul Awal 1447 (30/8/2025).

Program ini merupakan bagian dari kerjasama antara Sekolah Dai Hidayatullah dengan STAI Lukman Al Hakim yang telah terjalin sejak beberapa tahun terakhir.

Acara ini menandai capaian penting para mahasiswa yang telah menempuh pendidikan formal sekaligus melewati proses pembinaan intensif, berdakwah di masyarakat, dan menyebarkan ilmu di berbagai daerah.

Para wisudawan yang meraih gelar Sarjana Sosial (S.Sos) ini terdiri dari sembilan nama, yaitu: M. Ali Mukmin Damanik, S.Sos; Ruslan Tanjung, S.Sos; Marfi Gunawan, S.Sos; Abdul Muin, S.Sos; Huslan Hidayat, S.Sos; Hizaeri Haeri Nukman, S.Sos; Risman Y. Halid, S.Sos; Almi Tajri, S.Sos; serta Muhammad Hafif Hanafi, S.Sos.

Kepala Sekolah Dai Hidayatullah, Ust. H. Saepudin Abdullah, Lc, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan para alumni.

“Selain sebagai bentuk pencapaian akademik, wisuda ini juga bukti komitmen mereka dalam berdakwah dan mengabdi kepada umat. Kami di Sekolah Dai berharap mereka kembali ke masyarakat dengan semangat baru untuk menyebarkan kebaikan,” ujarnya dalam keterangannya.

Sejak berdiri pada 2015, Sekolah Dai Hidayatullah telah mencetak ratusan kader yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara.

Dengan program pendidikan satu tahun berasrama yang padat dan sistematis, sekolah ini membekali para santri dengan ilmu agama, keterampilan berdakwah, kepemimpinan, serta komunikasi.

Sekolah Dai Hidayatullah Bogor saat ini juga membuka penerimaan mahasiswa baru angkatan ke-11 tahun ajaran 2025/2026.

Program ini memberikan berbagai keunggulan, di antaranya beasiswa penuh bagi santri terpilih, dosen berpengalaman dari LIPIA, Universitas di Mesir, dan kampus ternama lainnya, kurikulum integratif yang menggabungkan ilmu syar’i dengan keterampilan praktis, serta lingkungan Islami yang mendukung pembentukan akhlak dan disiplin.

Selain itu, para santri berkesempatan memperoleh dua ijazah sekaligus, yakni dari Sekolah Dai Hidayatullah dan STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, dengan peluang melanjutkan ke jenjang S1.

Fasilitas kampus meliputi gedung perkuliahan representatif, asrama mahasiswa, sarana ibadah, olahraga, serta lingkungan belajar yang kondusif.

Pendaftaran dapat dilakukan secara online dengan melengkapi persyaratan administrasi, di antaranya fotokopi ijazah SMA/sederajat, identitas diri, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta kesediaan untuk mengikuti pembinaan intensif. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WA Mobile phone 0812 8348 2527 atau via website sekolahdai.org.

Gubernur NTB Apresiasi Kiprah Hidayatullah dalam Wujudkan NTB Makmur Mendunia

MATARAM (Hidayatullah.or.id) — Jajaran pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan silaturrahim dan audiensi dengan Gubernur NTB, DR. H. Lalu Muhammad Iqbal, di Kantor Gubernur NTB Jalan Pejanggik No.12, Kota Mataram, Kamis, 4 Rabi’ul Awal 1447 (28/9/2025).

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pimpinan lembaga Hidayatullah NTB, di antaranya Ketua DPW Hidayatullah NTB Muslihuddin Mustaqim, Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah NTB Sibawaih, Ketua Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah NTB Kholid Zuhri, serta Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Produk Halal (LP3H) Hidayatullah NTB Zainal Amilin.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB menyampaikan apresiasinya atas kiprah Hidayatullah dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, kontribusi lembaga keagamaan dan sosial seperti Hidayatullah memiliki peran penting dalam menyukseskan visi pembangunan NTB.

“Kami menyambut baik inisiatif dan kontribusi Hidayatullah yang sejalan dengan visi NTB Makmur Mendunia. Kehadiran lembaga seperti LPH, LSH, dan LP3H sangat relevan untuk memperkuat ekosistem halal di NTB,” ujar Lalu Muhammad Iqbal.

Audiensi tersebut menghasilkan sejumlah poin penting. Diantaranya, Gubernur NTB menyatakan kesediaannya untuk hadir pada kegiatan Hidayatullah Halal Festival yang akan digelar pada 27–28 September 2025.

Gubernur juga menegaskan dukungannya terhadap kiprah Hidayatullah yang dianggap konsisten membantu mewujudkan visi pembangunan daerah melalui program-program keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, jajaran Hidayatullah NTB menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan maupun yang direncanakan. Program tersebut mencakup peran aktif lembaga di bidang pemeriksaan halal, pengembangan produk halal, hingga tata kelola penyembelihan halal.

Ketua DPW Hidayatullah NTB, Muslihuddin Mustaqim, menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan.

“Kami hadir untuk ikut andil dalam mewujudkan NTB Makmur Mendunia melalui program-program yang kami jalankan, seperti LPH (Lembaga Pemeriksa Halal), LSH (Lembaga Sembelih Halal), dan LP3H. Semua ini adalah bentuk kontribusi nyata kami dalam bidang sertifikasi dan layanan halal,” ungkap Muslihuddin.

Pertemuan tersebut menurutna menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Hidayatullah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta ekosistem halal yang lebih kuat dan mendukung positioning NTB sebagai pusat industri halal yang berdaya saing global.

“Penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial-keagamaan seperti Hidayatullah perlu selalu dijalin dalam menguatkan pembangunan berbasis nilai-nilai keislaman, sekaligus mendukung visi NTB Makmur Mendunia,” tandas Mustaqim dalam keterangannya.

Terima Penghargaan BAZNAS Award 2025, BMH Teguhkan Komitmen Jembatan Kebaikan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sebuah kabar membanggakan datang dari dunia filantropi Islam. Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan bergengsi dalam acara BAZNAS Award 2025.

Penghargaan ini diberikan untuk kategori “LAZ Nasional Pengumpulan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) Terbaik”. Bertempat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis, 4 Rabi’ul Awal 1447 (28/5/2025), acara BAZNAS Award 2025 menjadi panggung bagi para pegiat zakat dari seluruh Indonesia.

Kehadiran Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad, menambah khidmat acara yang mengusung tema “Menguatkan BAZNAS, Mendukung Asta Cita”.

Penghargaan yang diterima langsung oleh Direktur Utama BMH, Supendi, ini terasa sangat istimewa. Raihan ini bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah bukti nyata atas dedikasi dan ketulusan BMH dalam mengelola amanah umat. Dalam pekan yang sama, BMH juga baru saja meluncurkan logo baru.

Hal ini menjadi simbol penyegaran semangat dan komitmen yang lebih utuh untuk terus memberdayakan umat melalui zakat, infak, dan sedekah.

“Penghargaan ini tak hanya milik BMH, namun juga milik donatur, mustahik, mitra, dai dan stake holder yang terus mendukung program kebaikan kami. Semoga ke depannya BMH dapat lebih giat dan bekerja keras untuk meluaskan manfaat bagi maslahat umat,” ujar Supendi.

Ia menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pendorong bagi seluruh tim untuk terus berbenah dan berkiprah secara tulus.

Penghargaan BAZNAS Award 2025 menjadi momentum bagi BMH untuk mempererat kolaborasi kebaikan.

Dengan semangat baru dan komitmen yang lebih kuat, BMH bertekad untuk terus menjadi jembatan kebaikan bagi umat, berkontribusi nyata dalam menghapuskan kemiskinan, dan membawa senyum bagi mereka yang membutuhkan.

Sinergi Hidayatullah dan Pemprov Sulsel Dorong Peningkatan Dakwah dan Pendidikan

Foto: Sumaryadi/ Hidayatullah.or.id

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Selatan melaksanakan audiensi dengan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, SE., MM, di Kantor Gubernur Sulsel, beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu menjadi ajang pembahasan peluang sinergi antara Hidayatullah dan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam berbagai bidang, mulai dari dakwah, pendidikan, sosial, hingga kesehatan.

Rombongan DPW Hidayatullah Sulsel dipimpin langsung oleh Ketua, Ustadz Drs. Nasri Bohari, M.Pd. Turut mendampingi sejumlah pengurus, di antaranya Ustadz Kadir, S.E., M.M. selaku Bendahara; Ustadz Imran Djufrie, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Kepala Departemen Ekonomi, Aset, dan HAL; serta Ustadz Reskyaman S.W., S.Pd., M.M. selaku Kepala Departemen Dakwah. Hadir pula perwakilan pengurus DPD Hidayatullah Makassar, Baso Zulfikar, S.H.I., M.M.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Nasri Bohari menegaskan komitmen Hidayatullah untuk terus berperan aktif dalam pembangunan masyarakat di Sulawesi Selatan. Fokus program yang digagas meliputi dakwah, pendidikan berbasis nilai Islami, pemberdayaan sosial, serta layanan kesehatan.

“Kami berharap program-program Hidayatullah di Sulawesi Selatan dapat berjalan beriringan dengan visi pembangunan Pemprov. Dengan kolaborasi, insyaAllah manfaatnya bisa lebih luas dirasakan masyarakat,” ungkap Ustadz Nasri dalam pertemuan tersebut.

Wakil Gubernur Sulsel, Hj. Fatmawati Rusdi, memberikan sambutan positif atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Hidayatullah dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas masyarakat, khususnya melalui bidang dakwah dan pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi kiprah Hidayatullah di Sulsel. Pemerintah daerah tentu terbuka untuk bersinergi selama sejalan dengan regulasi dan mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Fatmawati.

Audiensi ini juga turut dihadiri pejabat dari Pemerintah Provinsi Sulsel, antara lain Kepala Biro Kesra, Kepala Kesbangpol, serta sejumlah staf terkait. Kehadiran mereka bertujuan untuk menyerap langsung informasi mengenai program dan aktivitas yang dijalankan Hidayatullah di wilayah tersebut.

Menjelang akhir pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 25 Shafar 1447 (19/8/2025) itu, DPW Hidayatullah Sulsel menyampaikan informasi mengenai rencana Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Hidayatullah yang akan digelar di Jakarta pada Oktober 2025.

Mereka menyampaikan harapan agar Pemerintah Provinsi Sulsel dapat memberikan dukungan moral terhadap penyelenggaraan agenda nasional tersebut.

Pertemuan ini menyepakati untuk memantapkan sinergi organisasi masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan umat dan pembangunan masyarakat. Dengan sinergi yang terjalin, diharapkan kontribusi nyata dapat terus berkembang demi kemajuan Sulawesi Selatan.

Kolaborasi Sosial Hadirkan Edukasi Hukum Bagi Narapidana Nusakambangan

0
Foto: Dadang Kusmayadi/ Hidayatullah.or.id

CILACAP (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kembangkuning Nusakambangan, Pulau Nusa Kambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menggelar program bertajuk “Edukasi dan Penyuluhan Hukum” bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat dan HiGive, pada Sabtu, 29 Shafar 1447 (23/8/2025).

Kegiatan ini diikuti lebih dari 50 warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagian di antaranya menjalani hukuman berat, termasuk hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.

Acara menghadirkan pemateri utama, Direktur LBH Hidayatullah Pusat, Dudung Amadung Abdullah, yang didamping advokat Fahrul Ramadhan.

Dalam paparannya, Dudung menekankan pentingnya pemahaman hukum tidak hanya untuk menghadapi proses peradilan, tetapi juga sebagai bekal memperbaiki pola pikir dan membangun kesadaran akan hak serta kewajiban di dalam lembaga pemasyarakatan.

“Dalam hidup ini pasti ada ujian. Namun, kita harus tetap bersabar dan bersyukur. Boleh jadi apa yang dialami saat ini adalah yang terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala” tutur Dudung.

Ia juga menambahkan pesan agar warga binaan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk hal-hal positif.

Kepala Lapas Kembangkuning, Winarso, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, penyuluhan hukum tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memiliki nilai rehabilitatif.

“Respons para napi sangat luar biasa. Mereka merasa didengarkan, diberi ruang untuk bertanya, dan mendapatkan jawaban yang jelas mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Seksi Binadik Lapas Kembangkuning, Hendra, menegaskan manfaat program ini.

“Kegiatan ini sangat membantu kami dalam proses pembinaan. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan hukum, tetapi juga motivasi untuk memperbaiki diri,” ungkapnya.

Antusiasme warga binaan tampak dari keterlibatan mereka selama sesi berlangsung. Salah satu peserta menyampaikan, “Selama ini banyak hal tentang hukum yang tidak kami pahami. Dengan adanya penyuluhan ini, kami jadi lebih mengerti dan merasa diperhatikan.”

Peserta lain menambahkan, “Meski kami menjalani hukuman berat, kegiatan seperti ini membuat kami merasa tidak ditinggalkan.”

Dudung kembali menekankan bahwa esensi dari penyuluhan hukum bukan sekadar pemahaman pasal atau aturan.

“Saya melihat semangat luar biasa dari warga binaan. Penyuluhan hukum bukan hanya soal pasal dan aturan, tetapi juga membuka kesadaran bahwa setiap manusia masih punya kesempatan untuk berbenah,” ujarnya.

Kegiatan ini diinisiasi oleh HiGive sebagai bagian dari komitmen sosial dalam menghadirkan program kemanusiaan yang berdampak langsung.

Direktur HiGive, Imron Faizin, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut. “Sehingga meski berada di balik jeruji, mereka tetap mendapatkan akses pengetahuan dan keadilan hukum,” ujarnya.

HiGive, sebagai yayasan sosial, dikenal dengan program-program pelatihan dan pendampingan yang berorientasi pada pemberdayaan penerima manfaat. Salah satu fokusnya adalah mendampingi narapidana agar memiliki peluang membangun kembali kehidupannya.

Terselenggaranya kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan beberapa mitra, antara lain firma Kantor Hukum DRDR, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), serta Majelis Taklim Telkomsel Taqwa (MTT).

Dengan kolaborasi berbagai pihak, program penyuluhan hukum di Lapas Kembangkuning diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.

Dari Sulawesi Barat, Pesan HijauRun Menggema untuk Kelestarian Lingkungan

0
Foto: Massiara/ Dok. DPW Hidayatullah Sulbar

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Musyawarah Nasional (Munas) VI Hidayatullah tahun 2025 semakin semarak dengan terselenggaranya kegiatan HijauRun yang mengusung tema “Berlari dan Hijaukan Bumi.” Agenda ini menjadi wujud nyata kepedulian kader Hidayatullah terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Di Sulawesi Barat, kegiatan tersebut dipusatkan di Taman Landscape, Mamuju, pada akhir pekan lalu. Start resmi dimulai pukul 07.00 WITA dengan pelepasan peserta yang dilakukan oleh Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Ustadz Drs. H. Mardhatillah.

Dalam sambutannya, ia menekankan makna HijauRun tidak sekadar sebagai aktivitas olahraga, melainkan gerakan yang menumbuhkan kepedulian ekologis.

“HijauRun sebuah gerakan nyata untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan, kesehatan, dan penghijauan lingkungan,” ujar Mardhatillah saat memberikan arahan sebelum melepas peserta.

Sebagai tanda simbolik, Ketua DPW menyerahkan bibit pohon kepada panitia pelaksana. Penyerahan tersebut dimaknai sebagai penegasan komitmen Hidayatullah dalam menjaga kelestarian alam sekaligus meneguhkan nilai penghijauan sebagai bagian dari dakwah sosial kemasyarakatan.

Kegiatan HijauRun di Mamuju diikuti sekitar 200 peserta. Mereka menempuh rute sejauh 2 kilometer di kawasan pantai. Sambil berlari dan berjalan, peserta turut membawa kantong kresek yang digunakan untuk memungut sampah di sepanjang jalur yang dilalui.

Upaya tersebut memberikan nuansa berbeda karena olahraga dikombinasikan dengan aksi menjaga kebersihan lingkungan. Panitia pun menyiapkan beragam doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat.

Selain terpusat di Mamuju, agenda serupa digelar secara serentak di lima kabupaten lain di Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut melibatkan Muslimat Hidayatullah serta masyarakat setempat.

Foto: Massiara/ Dok. DPW Hidayatullah Sulbar

Antusiasme warga terlihat jelas, bukan hanya karena kegiatan ini bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga berfungsi sebagai media silaturahim antara kader, masyarakat umum, dan lembaga lokal.

Panitia pelaksana, Muhammad Bashori, dalam keterangannya mengatakan, dengan model penyelenggaraan semacam ini, HijauRun berpotensi menjadi gerakan berkelanjutan yang menanamkan kesadaran ekologis sekaligus budaya hidup sehat.

Harapannya, langkah kecil yang dilakukan dapat memberikan dampak jangka panjang berupa lingkungan yang bersih, asri, dan hijau, khususnya bagi generasi mendatang.

“Gerakan kecil seperti ini, bila dilakukan secara konsisten, akan menumbuhkan kesadaran ekologis yang pada akhirnya menjadi budaya hidup sehat sehari-hari,” ungkap Muhammad Bashori dalam keterangannya, Kamis, 4 Rabi’ul Awal 1447 (28/5/2025).

HijauRun yang berbarengan dengan momentum Munas VI Hidayatullah memperlihatkan sinergi antara olahraga, kepedulian sosial, dan dakwah lingkungan.

Bashori menambahkan, dengan menggabungkan unsur kebersamaan, kesehatan, serta penghijauan, kegiatan ini diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam memadukan aktivitas fisik dengan kepedulian terhadap alam.

KHUTBAH JUM’AT Iman dan Akhlak, Kunci Meraih Kemenangan

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن

أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً، فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Segala puji bagi Allah, Tuhan pencipta dan pemelihara alam. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya.

Shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah Muhammad ﷺ, keluarga beliau dan para sahabat, serta seluruh umat Islam yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Beberapa Jum’at berlalu, para khatib menyampaikan khutbah berkenaan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Materi yang mengingatkan peristiwa bersejarah tersebut memang perlu diulang-ulang sebagai refleksi rasa syukur atas bebasnya bangsa Indonesia dari penjajahan.

Rasa syukur juga dengan iringan do’a semoga Allah Ta’ala membalas jasa para pejuang yang memberikan pengorbanan untuk kemerdekaan bangsanya.

Sidang Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia,

Tidak terkira nilai pengorbanan yang dipersembahkan para pejuang patriot dalam meraih kemerdekaan. Pengorbanan mereka yang membuahkan kemerdekaan tersebut telah dinikmati sampai saat ini.

Namun, kita tidak boleh lengah, para pendiri bangsa berpesan bahwa memperjuangkan kemerdekaan adalah melawan penjajah asing, itu sangat berat.

Kendati demikian, Bung Karno mengingatkan kita bahwa akan lebih berat tantangan yang kalian hadapi nanti, karena akan melawan penjajah dari negara sendiri, musuh dalam selimut. Dan, itu telah menjadi kenyataan.

Menghadapi kenyataan hari ini, harus ada rasa prihatin (sense of crisis) yang bisa memantik kepedulian seluruh anak bangsa untuk mengisi kemerdekaan ini. Hal paling mendasar dalam mengisi kemerdekaan adalah membangun sumber daya manusia.

Eksistensi manusia adalah faktor paling menentukan nasib suatu bangsa. Kalau manusianya baik, maka baiklah bangsa tersebut.

Falsafah bernegara kita adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, yang berarti setiap warga negara wajib meyakini bahwa nilai tertinggi dari hidup di Indonesia adalah yakin kepada Tuhan Yang Esa.

Wujud keyakinan kepada Tuhan adalah lahirnya manusia-manusia yang adil dan beradab. Hal ini menegaskan bahwa jatidiri manusia Indonesia adalah beragama dan berakhlak mulia.

Dengan agama dan akhlak inilah yang menjadi perioritas harus dicapai dalam menguatkan cita-cita kemerdekaan.

Sidang Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah,

Dalam perspektif Islam, keyakinan iman dan akhlak adalah fondasi dan basis nilai semua aspek kehidupan. Iman dan akhlak inilah yang mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik. Dengan modal dasar ini pula, Islam mencapai puncak peradaban kemanusiaan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Surah An-Nur Ayat 55:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi”

Dengan iman yang kuat akan melahirkan akhlak mulia. Urgensi akhlak dimulai dari pemimpin sebagai teladan kepada semua masyarakat yang dipimpinnya. Itulah predikat yang diberikan Allah Ta’ala kepada Rasulullah di awal turunnya wahyu:

وَاِنَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

“Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”

Ayat-ayat ini mempertegas bahwa Iman dan akhlak adalah dua pilar utama dalam membangun masyarakat perperadaban.

Keduanya saling terkait erat dan tidak bisa dipisahkan—iman menjadi fondasi spiritual, sementara akhlak adalah manifestasi nyata dari keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika kondisi negara kita tidak sedang baik-baik saja. Korupsi, narkoba, prostitusi merebak di mana-mana dan dapat dikatakan praktek hidup biadab seperti ini membudaya, dan secara tidak sadar telah merusak sistem kehidupan berbangsa, sekaligus menodai nilai-nilai kemerdekaan.

Semua perilaku yang menyimpang tersebut disebabkan tergerusnya keyakinan, hilangnya rasa takut kepada Tuhan, yang secara otomatis seseorang lepas kontrol, berbuat semaunya sesuai hawa nafsunya.

Jama’ah Jum’at yang Berbahagia,

Keyakinan bukan sekadar urusan pribadi antara manusia dan Tuhan, tetapi juga menjadi sumber motivasi untuk berbuat baik, jujur, dan adil dalam kehidupan sosial.

Dalam konteks Indonesia yang majemuk, keyakinan menjadi landasan untuk saling menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, dan memperkuat solidaritas antarwarga.

Ideologi bangsa telah merangkum nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan yang menjadi fondasi spiritual dan etis dalam kehidupan bernegara.

Akhlak, di sisi lain, adalah cerminan dari kedalaman keyakinan seseorang. Bangsa yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan teknologi atau ekonomi, tetapi dari kualitas akhlak warganya.

Ketika akhlak dijadikan pedoman dalam berpolitik, berbisnis, dan bersosialisasi, maka akan tercipta tatanan masyarakat yang berkeadilan, berintegritas, dan saling menghargai.

Akhlak yang baik melahirkan pemimpin yang amanah, rakyat yang bertanggung jawab, serta sistem sosial yang harmoni dan saling memuliakan.

Dalam menghadapi tantangan globalisasi, arus informasi, dan krisis identitas, bangsa Indonesia perlu kembali meneguhkan keyakinan dan memperkuat akhlak sebagai benteng moral.

Pendidikan karakter harus menjadi prioritas, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan. Media dan teknologi harus diarahkan untuk membangun kesadaran etis, bukan hiburan yang mengumbar nafsu dan hura-hura.

Umat Islam mencapai tingkat peradaban tertinggi di zaman nabi, sebagaimana ungkapan Rasulullah, khairul quruni qarnii.

Saat itu, infrastrruktur bangunan masih sangat sederhana, Masjid Nabawi sebagai pusat peradaban masih berlantai tanah dan beratapkan daun kurma.

Belum layak dari segi fisik material, tetapi mereka itulah yang disebut umat terbaik yang menginspirasi kemajuan peradaban secara global.

Allah Ta’ala mengabadikan mereka sebagai sebaik-baik umat dalam firman-Nya dalam Surah Ali ‘Imran Ayat 110:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”

Jama’ah Jum’at yang Berbahagia,

Umat Islam pernah menghegemoni dunia karena ketinggian akhlak, baik dalam kepemimpinan maupun dalam sistem sosial. Selama kurang lebih 7 abad Islam menjadi kiblat peradaban dunia.

Namun, kita juga sangat sadar, bahwa keagungan peradaban Islam mengalami keruntuhan, dan puncaknya setelah Khilafah Utsmani Turki berakhir.

Penyebab keruntuhan itu, penyebab intinya adalah degradasi iman dan akhlak yang berawal dari para pemimpinnya.

Runtuhnya Khilafah Utsmani pada tahun 1924 bukan hanya akibat faktor politik dan militer, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh krisis iman dan moral di kalangan elit dan masyarakatnya.

Kalau kita telaah lebih dalam, ada beberapa aspek spiritual dan etis yang turut mempercepat keruntuhan ini.

Pada masa awal, Khilafah Utsmani dikenal sebagai pelindung umat Islam dan penyebar dakwah. Namun, semangat ini memudar seiring waktu, digantikan oleh kepentingan duniawi dan kekuasaan.

Allah Ta’ala telah mengingatkan dalam firman-Nya di dalam surah Al-A’raf Ayat 96:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”

Sangat jelas pada ayat ini, bahwa syarat lahirnya peradaban dan hidup penuh berkah adalah adanya komunitas yang tumbuh di atas nilai keimanan dan ketaqwaan.

Dan, sebaliknya, ketika nilai itu runtuh, akhlak pemimpin dan masyarakatnya mengalami degradasi, maka Allah Ta’ala memberikan siksaan akibat perbuatannya.

Demikian pentingnya akhlak dalam kehidupan, baik secara pribadi, komunitas, dan dalam kepemimpinan, sampai kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menegaskan bahwa tugas utama yang beliau emban adalah menyempurnakan akhlak manusia.

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia”

Alangkah bermartabatnya suatu bangsa ketika para pemimpin dan masyarakatnya berakhlak mulia.

Di sana akan tumbuh sikap hidup jujur, taat aturan, saling mencintai, mengasihi, dan saling menolong dalam kebaikan. Sebuah gambaran hidup yang berkemajuan dan berperadaban.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

Do’a Penutup

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Untuk mengunduh naskah ini ke format PDF, klik icon “print” pada share button di bawah lalu pilih simpan file PDF)

Dialog Cendekiawan Antarbangsa Indonesia-Malaysia untuk Masa Depan Madani

0
Cendekiawan muslim dari Indonesia menghadiri Majlis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia yang berlangsung di Kuala Lumpur (Foto: Dok. MCM Malindo)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Puluhan cendekiawan muslim dari Indonesia menghadiri Majlis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia (MCM Malindo) yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 28-29 Shafar 1447/ 22-23 Agustus 2025. Forum ini menjadi ajang dialog lintas negara untuk membahas strategi dan langkah konkret menuju masyarakat madani.

Menurut keterangan resmi yang diterima media ini pada Rabu (27/8/2025), delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Prof. Din Syamsudin.

“Forum ini akan berlanjut tahun depan di Indonesia dan delegasi Cendekiawan Malaysia akan menjadi peserta tamu,” ujar Din Syamsudin.

Sekitar 40 delegasi dari Indonesia mengikuti forum ini, terdiri dari cendekiawan muslim, ulama, akademisi, rektor perguruan tinggi, tokoh masyarakat, dan pimpinan organisasi Islam.

Di antara mereka, hadir Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq, Anggota Dewan Pertimbangan Abdul Aziz QM, serta Ketua Penasehat Muslimat Hidayatullah Sabriati Aziz.

Cendekiawan muslim dari Indonesia menghadiri Majlis Cendekiawan Madani Malaysia-Indonesia yang berlangsung di Kuala Lumpur (Foto: Dok. MCM Malindo)

Rombongan delegasi Indonesia disambut oleh Ketua Institut Kepahaman Islam Malaysia (IKIM), Prof. Madya Dr. Dato’ Mohd. Azam Mohd. Adil. Sambutan tersebut dilanjutkan dengan sesi pengenalan ekosistem wacana Islam di Malaysia.

Pada kesempatan berbeda, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim beramah tamah dengan delegasi Indonesia setelah salat Jumat di Masjid Putra, Kompleks Pusat Pemerintahan Putrajaya.

Agenda MCM Malindo selanjutnya berlangsung di INCEIF University, dengan seminar bertemakan ekonomi dan keuangan Islam. Beberapa narasumber yang tampil antara lain Ketua INCEIF dan Fellow Kehormat IKIM, Tan Sri Azman Mokhtar.

Majlis Cendekiawan Madani secara resmi dibuka oleh Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) YB. Senator Dato’ Setia Dr. Mohd. Na’im Bin Mokhtar di aula International Institute of Advanced Islamic Studies (IAIS) Kuala Lumpur pada Jumat malam (22/8/2025).

Hari berikutnya, forum dilanjutkan dengan sesi pengantar oleh Wakil Ketua IKIM Prof. Dr. Dato’ Mohd. Yusof Hj. Othman, Ketua IAIS Prof. Dr. Mazlee Malik, dan Ketua CDCC Prof. Dr. Din Syamsudin.

Sesi pertama mengangkat tema “Agenda Pohon Umat Serantau; Sasaran Jangka Pendek dan Jangka Panjang,” diikuti sesi kedua bertema “Meneguhkan Akar Umat: Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.”

Masing-masing sesi menampilkan narasumber dari kedua negara. Pembicara dari Indonesia antara lain Mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Muhammad Amin Abdullah, Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D, Peneliti BRIN Prof. Dr. R. Siti Zuhro, dan Ketua Paramadina Institute Prof. Dr. Pipip Ahmad Rifai.

Delegasi Indonesia juga diisi tokoh-tokoh nasional seperti Dr. H. Hidayat Nurwahid, M.A. (Wakil Ketua MPR-RI), Dr. H. Lukman Saifuddin (Mantan Menteri Agama RI), Amb. Dr. H. Hajriyanto Y. Thohari (Mantan Dubes RI di Lebanon), Dr. K.H. Anwar Abbas, M.A. (Wakil Ketua Umum MUI Pusat), Prof. Dr. H. Syafiq Mughni (Ketua PP Muhammadiyah), dan Dr. K.H. Ahmad Suaedy, M.Hum (Ketua PB NU), bersama sejumlah pimpinan ormas Islam, ulama, dan akademisi lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan atas arahan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, sebagai bagian dari upaya pemerintah mendukung visi negara madani di Malaysia. Forum MCM Malindo diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk penguatan kerjasama cendekiawan antara kedua negara.