Beranda blog Halaman 671

Silaturrahim dan Bincang-bincang di Tanjung Uncang

Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA

Hidayatullah.or.id — Ada hajatan penting di Kampus Hidayatullah Tanjung Uncang, Batam, Kepulauan Riau, pada awal Juni lalu. Hajatan ini bertema Silaturahim dan Sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah. Tujuannya, menggali kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh sang pendiri Hidayatullah, Allahuyarham Ust Abdullah Said.

Sarasehan ini dihadiri oleh para sesepuh Hidayatullah, antara lain Ust Hasan Ibrahim, Ust Usman Palese, Ust Hasyim HS, dan Ust Nazir Hasan. Para pendiri dan perintis ini berbincang-bincang santai dan dimoderatori oleh Ust Nasirul Haq dan Ust Tasrif Amin.

Ada beberapa catatan menarik yang diutarakan para pendiri dan perintis Hidayatullah dalam bincang-bincang tersebut. Beberapa di antaranya adalah, Abdullah Said kerap mengeluarkan istilah-istilah menarik yang mampu menjadi penyemangat dan penguat iman para kader bahwa pertolongan Allah SWT itu dekat.

Selain itu, Abdullah Said senantiasa memiliki semangat juang yang tinggi untuk mewujudkan apa yang dianggap kebanyakan orang tak mungkin diwujudkan, serta selalu memberikan gambaran masa depan yang jelas kepada para kader.

Strategi pendekatan yang dilakukan Abdullah Said mampu memikat banyak orang untuk berjuang bersama Hidayatullah. Strategi yang diterapkan antara lain pelatihan (training) mubaligh untuk masyarakat umum, pendekatan personal yang memikat, pencerahan para kader secara periodik, dan kepedulian yang tinggi kepada para jamaah.

Abdullah Said, menurut para perintis Hidayatullah, tak meninggalkan shalat malam dengan rukuk dan sujud yang lama. Ibadah ini ia lakukan sebagai wujud rasa ingin berlama-lama mengadu kepada Allah SWT.

Ia juga senantiasa memberi teladan yang baik kepada kader. Ia terdepan dalam berbuat, dan disiplin dalam bertintindak. Seringkali dalam setiap rapat, ia lebih dulu tiba di ruang rapat sebelum peserta lain datang.

Dalam memandang harta, Abdullah Said tidak pernah mengedepankan kuantitas (jumlah), namun keberkahannya. Menurutnya, harta yang banyak, jika tak berkah, akan selalu terasa kurang.

Kampus Baru

Yang menarik, acara “bincang-bincang” ini menjadi acara pertama yang digelar di Kampus Tanjung Uncang. Wajar saja karena kampus ini baru saja selesai dibangun secara bertahap beberapa waktu lalu, termasuk tempat menginap para tamu. Pembangunannya sendiri sudah dimulai sejak pertengahan 2012.

Kampus ini secara keseluruhan menempati lahan seluas 2,5 hektar. Lahan ini adalah pemberian Badan Pengusaha Batam.

Di lahan ini sekarang telah berdiri SMP khusus putri berasrama (boarding), TK Yaa Bunayya, dan SD Islam Integral Luqman al-Hakim. Jumlah muridnya telah mencapai lebih dari 100 orang. (Mahladi)

BERITA FOTO: Sarasehan Pendiri Hidayatullah

Hidayatullah.or.id — Pondok Pesantren Hidayatullah Batam menjadi tuan rumah silaturahim dan sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah se-Indonesia. Acara yang bertema transformasi peradaban menuju Indonesia religius ini, digelar selama tiga hari diisi seminar dan sarasehan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi serta koordinasi antara perintis dan pendiri-pendiri Hidayatullah. Berikut ini beberapa foto-fotonya:

FOTO/ TEKS: Ancha Dharmawan

 

Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Pengajian Al Qur'an / ANCHA
Pengajian Al Qur’an / ANCHA
KH Abdurrahman Muhammad mengisi tauhsiah pagi di mushalla villa Hidayatullah Uncang / ANCHA
KH Abdurrahman Muhammad mengisi tauhsiah pagi di mushalla villa Hidayatullah Uncang / ANCHA
Salah seorang dai senior Hidayatullah, Nazir Hasan, turut hadir dalam acara ini / ANCHA
Salah seorang dai senior Hidayatullah, Nazir Hasan, turut hadir dalam acara ini / ANCHA
Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau Jamaluddin Noer berbincang dengan Pimpinan Umum Hiodayatullah KH Abdurrahman Muhammad / ANCHA
Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau Jamaluddin Noer berbincang dengan Pimpinan Umum Hiodayatullah KH Abdurrahman Muhammad / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang. Acara ini dihadiri oleh senior dan pendiri Hidayatullah / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA
Suasana sarasehan di Kampus Hidayatullah Uncang / ANCHA

Jangan Jadi Pecahan Bintang!

Oleh Alimin Mukhtar*
Oleh Alimin Mukhtar*

SEHELAI serat kabel, meski hanya seukuran rambut, bila masih tersambung dengan generator listrik berkekuatan 5000 watt yang menyala, pasti memiliki wibawa yang menggentarkan siapa saja.

Namun, kabel-kabel raksasa yang teronggok di pinggir jalan dalam gulungan-gulungan, tidak ditakuti bahkan menjadi mangsa empuk para maling!

Begitulah hakikat kekuatan manusia.

Meski engkau kecil dan lemah, tidak memiliki cukup sumberdaya dan pengikut, engkau pasti disegani bila tersambung dengan Sang Pemilik kekuatan sejati.

Sebaliknya, sebesar apa pun para tiran musuh Allah itu, mereka hanyalah pecahan bintang yang telah terpisah dari induknya. Terlihat mendahsyatkan dan menggentarkan. Tapi, sebentar lagi mereka akan meredup dan padam. Lalu, eksistensinya hanya hadir sebagai batu. Siapa saja bisa mencungkil bahkan memecahkannya sampai berkeping-keping.

Lembaga, yayasan, sekolah, ormas, partai, negara, akan meredup dan pelan-pelan padam manakala telah terpisah dari Dzat yang abadi, Allah subhanahu wa ta’ala; meski bangunannya megah, kantornya mewah, sumberdaya manusianya melimpah, uangnya tumpah-ruah. Sungguh, semua selain Allah adalah fana, tak terhindarkan lagi.

Oleh karena itu, Allah menyuruh kita bersandar kepada-Nya:

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا

…Tuhan Penguasa timur dan barat, tiada Tuhan (yang haqq) selain Dia, maka jadikan Dia sebagai sandaran.” (Qs. Al-Muzzamil: 9)

Dia juga menyuruh kita untuk membesarkan-Nya semata, agar seluruh aktivitas kita tidak terlepas dari sumber asasinya. Amal yang disandarkan kepada Allah pasti abadi, dan buahnya akan dipanen turun-temurun.

وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ

Dan Tuhanmu, maka besarkanlah!” (Qs. Al-Muddatsir: 3)

Tapi, Allah Maha Tahu bahwa semua itu tidak pernah mudah. Selalu terhubung dengan Allah bukanlah pekerjaan sepele, sebab kebanyakan manusia diselimuti perasaan cukup oleh potensi dan kekuatannya sendiri. Mereka lebih suka menjadi pecahan bintang, melepaskan diri dari induknya.

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى . أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى

“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (Qs. Al-‘Alaq: 6-7)

Oleh karena itu, segera setelah kedua perintah dalam al-Muzzamil dan al-Muddatsir tsb, Allah juga mengiringinya dengan perintah untuk bersabar.

وَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ

“Dan bersabarlah atas apa yang mereka katakan…” (Qs. Al-Muzzamil: 10)

وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

“Dan, untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, maka bersabarlah.” (Qs. Al-Muddatsir: 7).

Wallahu a’lam.

[*] Baca juga, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb, penafsiran surah al-Fatihah khususnya ayat “iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”.

______________
ALIMIN MUKHTAR, penulis adalah alumni STAIL Hidayatullah Surabaya dan saat ini pengasuh di Pondok Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur.

BERITA FOTO: Pernikahan Mubarak Hidayatullah Medan

0

Hidayatullah.or.id — Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Sumatera Utara, menggelar pernikahan mubarak (walimatul ‘ursy ) sebanyak 6 pasang santri pada 01 Juni 2014 lalu di Komplek Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Medan.

Perhelatan akbar tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Drs. Abdul Rahim M.Hum serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu MA sebagai pemberi Taushiyah Walimah.

Acara tersebut juga diramaikan oleh Group Nasyid terkemuka di Sumatera Utara, Al-Maidany serta Qori Internasional H. Mudawaly MA (Juara 1 International MTQN 2012). Perhelatan Akbar ini telah menyedot perhatian publik hingga yang hadir bisa mencapai 2000 orang lebih. Berikut ini beberapa fotonya: (hio/cha)

Waspada Bancin dan peserta pernikahan lainnya berfoto dengan tamu undangan / CHA
Waspada Bancin dan peserta pernikahan lainnya berfoto dengan tamu undangan / CHA
Nikah Mubarak Hidayatullah Medan (1)
Peserta pria duduk di pelaminan khusus tamu pria / CHA
Grup nasyid Al-Maidany, sangat kondang namanya di Medan. Tak kalah dengan Maher Zein / CHA
Grup nasyid Al-Maidany, sangat kondang namanya di Medan. Tak kalah dengan Maher Zein / CHA
Salah satu pasangan mempelai mulai malu-malu merapat dan berfoto bersama kerabat / CHA
Salah satu pasangan mempelai mulai merapat malu-malu dan berfoto bersama sanak kerabat / CHA
Ucapan selamat dari berbagai pihak di Sumatera Utara / CHA
Ucapan selamat dari berbagai pihak di Sumatera Utara / CHA
"Sah," kata jamaah. "Halal!," timpal yang lain / CHA
“Sah,” kata jamaah. “Halal!,” timpal yang lain / CHA
Saat saat menegangkan / CHA
Saat saat menegangkan / CHA
Mempelai wanita tampak duduk bersiap manaiki pelaminan khusus wilayah undangan wanita / CHA
Mempelai wanita tampak duduk bersiap manaiki pelaminan khusus wilayah undangan wanita / CHA
Prosesi ijab kabul yang menegangkan, tentu saja / CHA
Prosesi ijab kabul yang menegangkan, tentu saja / CHA
Mempelai laki-laki mengangkat buku nikah / CHA
Mempelai laki-laki mengangkat buku nikah / CHA
DIhadiri oleh tokoh masyarakat, warga masyarakat, dan wakil instansi terkait / CHA
DIhadiri oleh tokoh masyarakat, warga masyarakat, dan wakil instansi terkait / CHA
Dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Drs. Abdul Rahim M.Hum serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu MA sebagai pemberi taushiyah Walimah / CHA
Dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Drs. Abdul Rahim M.Hum serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu MA sebagai pemberi taushiyah Walimah / CHA

 

 

IMS Cabang Malang Gelar Pengobatan Gratis

Relawan IMS Cabang Malang mendistribusikan logistik kesehatan / DOKHIDORID
Relawan IMS Cabang Malang mendistribusikan logistik kesehatan / DOKHIDORID
"Kegiatan serupa diagendakan akan terus bergulir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan, Insya Allah," kata Akbar Yudha". / DOKHIDORID
“Kegiatan serupa diagendakan akan terus bergulir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan, Insya Allah,” kata Akbar Yudha”. / DOKHIDORID

Hidayatullah.or.id — Lembaga kesehatan Islam nasional yang dikelola di bawah koordinasi ormas Hidayatullah, Islamic Medical Service (IMS) Cabang Malang menggelar bakti sosial (baksos) pengobatan gratis di Desa Sumberpang Kec. Wagir Kab. Malang Jawa Timur, Minggu (29/05/14)) lalu.

ims cabang malang (1)
Calon pasien menunggu antrian / DOKHIDORID

Kegiatan baksos yang digelar berkerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) cabang Malang ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu.

Pengobatan gratis ini disambut antusias warga dengan banyaknya warga yang datang untuk berobat dan memeriksakan kesehatannya.

“Alhamdulillah, ada pengobatan gratis. Sudah beberapa hari ini badan rasanya panas dingin dan lemes semoga acara seperti ini bisa sering dilaksanakan,” ucap salah seorang peserta baksos, Abdillah, usai memeriksakan kesehatannya.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua IMS cabang Malang, Akbar Yudha Trisna, Kepala Emergency dr. Uswatun Hasanah, dan perwakilan dari lembaga BMH Cabang Malang.

Ketua IMS Cabang Malang Akbar Yudha Trisna mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepeduliaan IMS Cabang Malang untuk menjalankan visi dan misi selaku lembaga kemanusiaan nasional dibidang sosial kesehatan yang peduli kepada masyarakat tidak mampu, terkena bencana dan terpencil.

“Kegiatan serupa diagendakan akan terus bergulir secara rutin di wilayah-wilayah yang membutuhkan, Insya Allah,” kata Akbar Yudha.
Dalam kegiatan kali ini IMS menurunkan 5 orang team medis yang terdiri dari dokter dan perawat serta dibantu oleh relawan setempat.

Tercatat sebanyak lebih kurang 160 Orang masyarakat yang diberikan pemeriksaan dan pengobatan oleh team medis IMS. Masyarakat rata-rata mengalami penyakit hipertensi, diabetes, asma/ ispa, dan alergi.

Dalam acara ini, juga di temukan 2 orang warga yang dibutuhkan penanganan lebih lanjut di karenakan menderita penyakit katarak dan hematoma di tangannya. Untuk menindaki temuan team medis IMS ini, Insya Allah lembaga IMS dan BMH Cabang Malang bersedia memfasilitasi untuk tindakan kedepannya.

Dalam bincang-bincang dengan tokoh masyarakat, bahwa masih banyak kampung di sekitar Kabupaten Malang yang perlu dapat bantuan terutama dalam pemberian pengobatan gratis karena banyak terdapat katagori desa Tertinggal.

“Mereka membuka mata hati untuk membantu lebih lanjut dalam mencarikan lokasi desa tertinggal, sehingga kegiatan sosial ini dapat berkarya terus,” tandas Akbar. (ybh/hio)

Dai Senior Hidayatullah di Tabalong Meninggal Dunia

Komplek kuburan muslim / IST
Komplek kuburan muslim / IST

Hidayatullah.or.id — Awan duka kembali menaungi dunia dakwah Islam, khususnya bagi Hidayatullah Tanjung Tabalong, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dai yang juga Pimpinan Pengurus Daerah (PD) Hidayatullah, Nor Mawardi, telah berpulang ke Rahmatullah, hari Senin, 2 Juni 2014 pukul 03.00 lalu waktu setempat.

Sebelumnya Ustadz Mawardi, demikian sapaan akrabnya sempat dirawat selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha, Martapura, Kabupaten Banjar.

Oleh dokter, Allahuyarham divonis menderita penyakit komplikasi sakit jantung, paru-paru, dan liver atau adanya pengerucutan pada hati.

“Ustadz sudah sepekan lebih tidak bisa baring dan cuma bisa duduk. Itupun harus memakai bantuan selang oksigen untuk pernafasan,” terang Ary Hermawan, dai Hidayatullah yang menemani kiprah dakwah Ustadz Mawardi di Tanjung Tabalong.
“Kaki ustadz sampai bengkak. Ia juga susah buang air kecil hingga paru-parunya terendam air,” imbuhnya lagi.

Meski tidak sempat menamatkan pendidikan formal di tingkat menengah (SMP), hal itu bukan penghalang bagi Mawardi untuk menerima amanah dakwah di berbagai pelosok nusantara.

Tercatat, sejak era tahun 1990-an Mawardi sudah malang melintang berdakwah membina umat Islam di Fak-Fak, Papua Barat. Selanjutnya, ia ditarik ke daerah Manokwari, jantung Papua Barat. Oleh sebagian masyarakat Papua, kota ini bahkan diklaim dengan sebutan kota Injil.
Di Manokwari, selama bertahun-tahun bersama Salmiah sang istri tercinta, Mawardi terus bergelut dan melebur dalam berdakwah membina masyarakat.

Beratnya tantangan dakwah di pelosok Papua, tidak menciutkan nyali apalagi melunturkan semangat dakwah Mawardi. Ia justru kian terpacu bersama waktu yang membersamainya. Mawardi terus sibuk membangun kampus peradaban Hidayatullah dan membina aqidah masyarakat. Seolah lupa dengan kondisi kesehatan yang ditakdirkan pada dirinya.

“Sejak kecil, Abang Mawardi sebenarnya sudah mengalami kelainan pada kondisi dan fungsi jantungnya,” ujar Muhammad Taufik, adik kandung Allahu yarham, ketika menyampaikan takziyah singkat di hadapan jamaah Masjid ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan.

Taufik menceritakan, sedianya ia bersama kedua orangtua berangkat ke Tanjung Tabalong membesuk saudaranya hari Ahad lalu. Cuma qaddarallahu, mereka menunda keberangkatan hingga Senin pagi yang justru menjadi akhir kehidupan ayah dari empat orang anak ini.

Oleh keluarga, Mawardi dikenal sebagai sosok penyabar yang pantang mengeluh. Acap kali ditelepon oleh orangtua atau keluarga yang lain, ia tidak pernah mengadu akan kondisi yang dialami. “Saya baik-baik saja di sini. Keadaannya sudah baekan,” ujar Taufik meniru jawaban Mawardi via percakapan telepon.

Padahal menurut Salmiah, justru dalam dua tahun terakhir, kondisi kesehatan suaminya kian menurun selama di Tanjung Tabalong. Bertugas sejak tahun 2003 di Tanjung Tabalong, Mawardi menghabiskan belasan tahun berdakwah di daerah Kalimantan Selatan.

Sebelumnya, Mawardi juga pernah mengemban amanah sebagai sekretaris PD Hidayatullah di Kota Banjar Baru sejak tahun 2000. Kini, Allahu yarham Mawardi telah berpulang ke pangkuan rahmat-Nya. Mawardi sudah memilih caranya sendiri untuk kembali. Ia telah menepati janji setianya untuk istiqamah berdakwah di jalan Rabbnya.

“Di sela-sela cobaan yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. Di penghujung ayat tersebut ada bisyarah (kabar gembira) bagi mereka yang mampu bersabar menjalaninya,” terang Taufik mengutip tafsir surah al-Baqarah [2]: 155-156 tentang keutamaan orang-orang yang bersabar ketika mendapat ujian dan musibah.

Subuh itu, mendung kembali menggayut di atas kampus Hidayatullah Gunung Tembak. Kepergian putra kedua dari delapan bersaudara pasangan H. Sukeni dan Hj. Helena tersebut meyisakan duka mendalam bagi warga Gunung Tembak. Tak sedikit kenangan manis dan karya tangan Mawardi bersama santri-santri awal di masa perintisan kampus.

“Mawardi ikut bersama kami membangun masjid ar-Riyadh dan asrama santri putri di sini,” ucap Sugiono, Kepala Pembangunan Kampus Gunung Tembak.

“Kita semua merasa kehilangan berpisah dengan Mawardi. Tapi sesungguhnya ia adalah kekayaan bagi ukhuwah dan dakwah ini,” pungkas Zainuddin Musaddad, mewakili seluruh warga Hidayatullah lainnya. (Masykur Abu Jaulah)

Kemenag Sumut Beri Nasihat Nikah Mubarak Hidayatullah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Drs .H. Abdul Rahim, M.Hum / KEM
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Drs .H. Abdul Rahim, M.Hum / KEM

Hidayatullah.or.id — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kakanwil Kemenagsu) Sumatera Utara, Drs. H. Abdul Rahim, M.Hum menghadiri pernikahan enam pasang santri dai dengan santriwati Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan beralamat di Jl. Hidayatullah, Bandar Labuhan, Tanjung Morawa Deli Serdang, Minggu 1 Juni 2014 lalu.

Acara tersebut dihadiri pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Drs. Ilhamsyah Pasaribu, MA, Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Ali Hermawan serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Kakanwil Kemenagsu dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada keenam pasang santri dan santriwati yang telah menikah semoga dapat membina keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Abdul Rahim juga mengingatkan kepada mempelai pria agar menteladani Nabi Muhammad SAW dalam membina rumah tangga yang sakinah, dimana Nabi Muhammad SAW sangat sabar, bertanggung jawab dan sangat menyayangi istrinya.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Ponpes Hidayatullah yang telah membantu Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama khususnya di Kabupaten Deli Serdang.

“Semoga Ponpes Hidayatullah dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan agama, serta dapat berkontrbusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu Kakankemenag Deli Serdang dalam tausiyahnya mengingatkan kepada para pengantin agar selalu berpedoman pada Al Quran dan hadits dalam kehidupan khususnya dalam membina keluarga sakinah.

Dia juga menjelaskan bahwa makna nikah diantaranya adalah ibadah, ikatan lahir batin yang kuat serta untuk mengikat silaturrahmi.

Pernikahan missal ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Hidayatullah dan pasangan pengantinnya merupakan santri dan santriwati Ponpes tersebut. (kem/ybh)

Sarasehan Pendiri Wadah Transformasi Spirit Dakwah

Pondok Pesantren Hidayatullah Batuaji, Batam menjadi tuan rumah silaturahim dan sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah se-Indonesia / ANCHA
Pondok Pesantren Hidayatullah Batuaji, Batam menjadi tuan rumah silaturahim dan sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah se-Indonesia / ANCHA

Hidayatullah.or.id – Pondok Pesantren Hidayatullah Batuaji, Batam menjadi tuan rumah silaturahim dan sarasehan Dakwah Pendiri dan Perintis Hidayatullah se-Indonesia. Acara yang bertema transformasi peradaban menuju Indonesia religius ini, digelar selama tiga hari diisi seminar dan sarasehan yang bertujuan mempererat tali silaturahmi serta koordinasi antara perintis dan pendiri-pendiri Hidayatullah

Ketua Umum PP Hidayatullah, Abdul Manan mengatakan inti pertemuan yang dihadiri KH M Hasyim HS, KH Usman Palese, KH Hasan Ibrahim, KH Natsir Hasan, dan sejumlah perintis dan santri awal sejak Hidayatullah di Balikpapan berdiri ini, diharapkan dapat menyatukan kekuatan-kekuatan berbagai elemen Hidayatullah dari generasi awal ke generasi selanjutnya.

”Saya berharap dengan pertemuan ini nantinya, para pendiri maupun perintis Hidayatullah dapat mewariskan nilai-nilai dan semangat berjuang kepada generasi-generasi penerus dalam berdakwah,” ujar Abdul Manan di Batam, beberapa hari lalu.

Sementara itu Pimpinan Ponpes Hidayatullah Kepri, Ustaz Djamaludin Nur mengatakan dirinya sangat bahagia dan menyambut baik silaturahim dan sarasehan dakwah di antara pendiri dan perintis Hidayatullah.

Djamaluddin menganggap penting pertemuan ini dan berharap agar nantinya dari pertemuan itu para pendiri dan perintis Hidayatullah dapat mewariskan semangat perjuangan dalam berdakwah kepada generasi selanjutnya.

”Semoga dari pertemuan ini dapat menyatukan gerakan-gerakan Islam untuk kemajuan dan kemaslahatan umat,” ujar Ustaz Djamaludin Nur.

Selain itu Pimpinan Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad memberikan maklumat menghadapi pemilihan Presiden 9 Juli 2014 mendatang, agar kader dan jamaah Hidayatullah tidak boleh menggunakan atribut dan mengatasnamakan organisasi, terutama dalam soal dukung-mendukung kandidat.

”Untuk memelihara ukhuwah Islamiyah, semua kader yang berada dalam struktur organisasi tidak boleh terlibat dalam kampanye dan menjadi tim pemenangan. Kepada seluruh kader dan anggota jamaah Hidayatullah agar dapat melaksanakan maklumat dengan segala kesungguhan, keikhlasan, dan ketaatan.” ujar Abdurrahman di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Uncang. (iwa/hio)

Sekolah Hidayatullah Malang Hadirkan Penguji dari Somalia

Sekitar 60-an santri kelas IX SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur, mengikuti Ujian Terbuka Al-Qur’an hari Rabu, 28 Mei 2014. / HMD
Sekitar 60-an santri kelas IX SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur, mengikuti Ujian Terbuka Al-Qur’an hari Rabu, 28 Mei 2014. / HMD

Hidayatullah.or.id -– Sekitar 60-an santri kelas IX SMP Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur, mengikuti Ujian Terbuka Al-Qur’an hari Rabu, 28 Mei 2014. Ke-60 santri yang mengikuti Ujian Terbuka (UTER) ini telah mengikuti ujian kelayakan ikut uter yang diadakan 2 pekan sebelumnya.

Ujian terbuka ini diadakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan santri dalam mencapai target yang telah ditetapkan oleh pesantren.

Setiap santri di lingkungan Lempaga Pendidikan Islam (LPI) Ar-Rohmah diwajibkan menghafal minimal 3 juz dalam masa studi 3 tahun. Untuk santri SMP Ar-Rohmah yang melanjutkan ke SMA Ar-Rohmah secara otomatis harus menghafal minimal 6 juz.

Ustadz Muhammad Muhdi selaku Direktur Kepesantrenan LPI Ar-Rohmah Malang mengatakan, ujian ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi LPI Ar-Rohmah Malang, baik SMP maupun SMA.

Target 3 juz, lanjutnya, bukanlah batasan. Artinya, santri dianjurkan untuk menambah lebih dari 3 juz. Lebih banyak, lebih baik.

Sebagai penguji dihadirkan dua orang dari Somalia, Mahmud al-Hafidz dan Abdullah al-Hafidz yang sedang rihlah ilmiah di Indonesia mau meluangkan waktunya untuk menjadi penguji. Satu orang penguji lainnya merupakan salah seorang ustadz hafidz yang tercatat sebagai SDM di LPI Ar-Rohmah Malang.

Bertempat di Masjid Baiiturrahmah, kompleks LPI Ar-Rohmah Malang, acara ini dihadiri oleh puluhan asatidz dari berbagai unit di lingkup LPI Ar-Rohmah Malang.

Acara ini juga dihadiri ratusan santri kelas VII dan VIII SMP Ar-Rohmah yang datang sebagai undangan wajib.

“Ke depan, kami juga akan menghadirkan para orang-tua/wali santri yang teruji. Supaya mereka bisa mengetahui pencapaian hafalan anak-anak mereka, atau bahkan ikut mengetes langsung hafalan mereka,” kata Ustadz Khoirul Anam, selaku ketua panitia. (mal/hio)

Kader Hidayatullah Tidak Terlibat Kampanye Pilpres

Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad berbincang disela-sela acara sarasehan senior Hidayatullah di Batam / ANC
Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad berbincang disela-sela acara sarasehan senior Hidayatullah di Batam / ANC

Hidayatullah.or.id — Menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Wakil Presiden pada 9 Juli 2014 mendatang, Pimpinan Umum Hidayatullah mengeluarkan maklumat yang hendaknya dipatuhi dan dilaksanakan secara sungguh sungguh oleh segenap kader dan jamaah Hiayatullah.

Maklumat itu menyatakan bahwa kader dan jamaah Hidayatullah tidak boleh menggunakan atribut dan mengatasnamakan organisasi, terutama dalam soal dukung mendukung kandidat.

“Untuk memelihara ukhuwah Islamiyah, semua kader yang berada dalam struktur organisasi tidak boleh terlibat dalam kampanye dan menjadi tim pemenangan,” demikian ditegaskan Pimpinan Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, dalam maklumat yang diterima media ini, Ahad (01/06/2014).

Dalam menentukan pilihan, Hidayatullah memberikan kebebasan yang bertanggungjawab kepada jamaah dengan memperhatikan kaidah “Adillah Syar’iyah Ma’rifah” yang mempertimbangkan aspek maslahat dan mufsadat dari segi kepentingan tarbiyah dan dakwah.

“Seluruh kader dan anggota jamaah Hidayatullah hendaknya menjalin silaturrahim dan menjaga ukhuwah Islamiyah dengan organisasi massa dan pergerakan Islam,” imbuh beliau.

Maklumat tersebut juga menyerukan kepada seluruh kader dan anggota jamaah Hidayatullah dapat melaksanakan maklumat dengan segala kesungguhan, keikhlasan, dan ketaatan.

“Semoga Allah melimpahkan rahmat, hidayah, dan ma’unah-Nya seluruh kaum Muslimin”.

Maklumat ini dikeluarkan berdasarkan hasil musyawarah Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah yang terdiri atas Ketua Umum Pimpinan Pusat Hidayatullah, Ketua Dewan Syuro Hidayatullah, dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) yang berlangsung di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Ahad (01/06/2014).

Maklumat Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah tersebut juga telah dibacakan di depan jamaah Hidayatullah di Batam, subuh tadi. Pembacaan maklumat itu dihadiri oleh tokoh-tokoh dan pendiri Hidayatullah yang hari ini dan besok akan mengikuti sarasehan tokoh Hidayatullah di Batam. (hio/ybh)