spot_img

Inilah 6 Tuntutan Tokoh Lintas Agama dalam Aksi Bela Palestina di Monas

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Aksi Bela Palestina yang digelar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad lalu, turut mengundang berbagai organisasi lintas agama.

Para tokoh lintas agama menyampaikan enam tuntutan sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel dan dukungan untuk Palestina.

Tokoh-tokoh yang mewakili membacakan 6 tuntutan tersebut yaitu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sudarnoto Abdul Hakim, Perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Jimmy Sormin, dan Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Philip Kuntjoro Widjaja. Ada juga mantan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Chandra Setiawan dan Akademisi Muhammad Cholil Nafis.

“Mencermati secara saksama tragedi kemanusiaan atas Gaza, Palestina akibat agresi, kekejaman, dan kezaliman zionis Israel yang telah menimbulkan ribuan korban,” kata Sudarnoto di hadapan para peserta aksi, Ahad, 21 Rabi’ul Akhir 1445 (5/11/2023).

Berikut isi enam tuntutan tersebut:

1. Kami menuntut agar perang segera dihentikan dan agar dilakukan penyelidikan internasional atas kejahatan kemanusiaan dan perang yang dilakukan oleh israel untuk diajukan ke Mahkamah Internasional.

2. Demi kemanusiaan, perdamian, dan keadilan, kami menentang keras penjajahan israel atas palestina. dan mengecam keras politik apartheid, genosida, holocaust, serta terorisme yang terus dilakukan Israel, maka kami menyerukan kepada pemerintah negara-negara Islam, negara-negara Arab untuk membatalkan hubungan diplomatik dan atau tidak membuka hubungan diplomatik dengan israel sampai negara palsetina yang berdaulat berdiri tegak. Sebagai bentuk solidaritas bagi palestina, seyogyanya Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai dan keadilan memboikot dan tidak membeli produk Israel, produk pakaian, makanan, dan minuman yang menyumbang kepada Israel.

3. Kami mengapresidasi kepada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas keputusan dan resolusinya atas Israel antara lain sebagai pelanggar HAM berat. Namun, PBB perlu melakukan langkah nyata dan tegas dalam menegakkan resolusinya dengan menghilangkan kekuatan veto dari neagra yang menampilkan standar ganda terhadap masalah Palestina.

4. Kami mendukung dengan penghargaan atas sikap tegas dan konsisten Indonesia yang sejak Presiden Bung Karno (Soekarno) hingga sekarang zaman Presiden Joko Widodo yang menolak Israel dan mendukung Palestina merdeka.

5. Mengapresiasi sikap diplomasi tegas yang dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, baik di forum KTT OKI maupun sidang PBB. Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk semakin mendorong kolaborasi negara anggota OKI, ASEAN, bersama-sama negara spt Rusia, Cina, Bolivia yang mengambil sikap atas israel. Menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu bangsa Palsetina melalui demonstrasi, opini, dana, dan doa. Berharap agar itu semua dapat membuka nurani dunia dan menyelematkan kemanusiaan dan akal sehat untuk membantu membuka pintu hati dan kebijakan dunia internasional hadirnya keadilan dan perdamaian di kawasan Timur Tengah hingga seluruh penjuru dunia dengan Palestina merdeka, dan enyahlah penjajah Israel dari bumi.

6. Menyerukan kepada umat berbagai agama memanjatkan doan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memberikan keuatan lahir dan batin bagi rakyat Palestina dalam menanggung penderitaan dan mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara.

Selain dihadiri oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah diketuai oleh Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA yang pada kesempatan itu membacakan Teks Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, Aksi Bela Palestina kemarin juga dihadiri sejumlah pejabat.

Tokoh yang hadir diantaranya Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsudin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Ketua DPR Puan Maharani, calon presiden 2024 Anies Baswedan, dan pimpinan ormas ormas Islam dan lintas agama tingkat nasional. (ybh/hidayatullah.or.id)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Selamat Jalan, Wahai Kawan kawanku!

SETELAH epicentrum gerakan spiritual dan moral, berikutnya adalah menjadikan kampus-kampus Hidayatullah di seluruh Indonesia sebagai epicentrum gerakan keilmuan. Karena...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img