AdvertisementAdvertisement

Pemuda Hidayatullah & Forum Pemuda Islam Desak Pemerintah Sahkan UU Anti-LGBTQ!

Content Partner

Perwakilan Pemuda Hidayatullah bersama pimpinan Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional membacakan risalah 8 Sikap Kebangsaan dalam agenda Refleksi Kebangsaan di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menyikapi dinamika kebangsaan serta momentum 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Forum Organisasi Pemuda Islam Nasional menyampaikan delapan poin pernyataan sikap resmi di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Forum yang digawangi oleh Pemuda Hidayatullah bersama Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, dan Barisan Muda Al-Ittihadiyah ini menyoroti perlunya percepatan realisasi agenda pembangunan nasional “Asta Cita” demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah, Haniffudin Chaniago, bersama para pimpinan elemen kepemudaan Islam menegaskan bahwa komitmen Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus segera diturunkan menjadi langkah konkret yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Asta Cita tidak boleh berhenti sebagai janji, slogan politik, atau dokumen perencanaan semata. Seluruh program harus diwujudkan melalui kebijakan, anggaran, dan tindakan nyata yang berdampak pada keadilan sosial,” tegas komitmen bersama forum tersebut.

8 Poin Statement Sikap Pemuda Islam

  • Penegakan Hukum Profesional
    Mendesak aparat penegak hukum (TNI, Polri, Kejaksaan, Kehakiman, KPK) bertindak adil dan profesional demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.
  • Kebebasan Berekspresi yang Santun
    Mendukung hak menyampaikan aspirasi di muka umum secara santun, kondusif, dan sesuai koridor konstitusi.
  • Pengesahan UU Pelarangan LGBTQ
    Mendesak Pemerintah dan DPR RI segera mengesahkan regulasi yang melarang dan mencegah penyebaran perilaku LGBTQ demi menjaga moralitas bangsa.
  • Pemberantasan Judi & Pinjol Ilegal
    Menuntut tindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap maraknya kejahatan judi online dan pinjaman online ilegal yang merusak tatanan sosial.
  • Reformasi Agraria Sejati
    Mengawal pengakuan hak atas tanah bagi rakyat kecil dan petani demi memperkuat keadilan ekonomi.
  • Pengelolaan SDA Transparan
    Mendorong tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan, transparan, dan berorientasi pada kemakmuran rakyat.
  • Reformasi Pendidikan Nasional
    Mendorong evaluasi dan perbaikan sistem pendidikan agar lebih merata, berkarakter, dan berkualitas.
  • Kedaulatan Pangan Bebas Mafia
    Mendesak pemerintah memberantas mafia pangan guna mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Pernyataan sikap ini ditandatangani langsung oleh Haniffudin Chaniago (Ketum PP Pemuda Hidayatullah), Habib Fathan Ibrahim (PB Pemuda Muslimin Indonesia), Sami Muhamad (PB Pemuda Al-Irsyad), Ahmad Nawawi (DPP GM Mathla’ul Anwar), dan Berry Kurniawan (DPP BM Al-Ittihadiyah).

Forum mengakhiri risalah sikapnya dengan memungkas gelora kebangsaan: “Pemuda Bersatu, Rakyat Berdaulat, Indonesia Bermartabat.”

Reporter: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Krisis Air Bersih Teratasi, Hidayatullah Kutai Barat Terima Bantuan Sumur Bor 50 Meter

KUTAI BARAT (Hidayatullah.or.id) — Kebutuhan air bersih bagi para santri Pondok Pesantren Hidayatullah Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img