AdvertisementAdvertisement

Nursyamsa Hadis: Ujian adalah Kepastian bagi Orang Beriman, Hadapi dengan Sabar dan Shalat

Content Partner

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Setiap orang yang mengaku beriman pasti akan menghadapi ujian kehidupan. Karena itu, kesabaran dan kualitas shalat menjadi bekal utama agar seorang mukmin mampu melewati berbagai cobaan sekaligus terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Pesan tersebut disampaikan Anggota Majelis Penasihat Hidayatullah, Drs. Nursyamsa Hadis, saat mengisi Kajian Jumat Ummahat Muslimat Hidayatullah di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Jumat (10/7/2026), bertepatan dengan 25 Muharram 1448 H.

Menurutnya, shalat yang diterima Allah SWT akan melahirkan perubahan nyata dalam akhlak dan perilaku seseorang.

“Kita bisa mengukur indikator diterimanya shalat kita oleh Allah dari perubahan diri kita. Kalau tahun lalu kita masih mudah marah, kemudian tahun ini Allah menjadikan kita lebih sabar, itu salah satu indikator,” ujarnya.

Ia menambahkan, perubahan sekecil apa pun dalam perilaku sehari-hari merupakan tanda bahwa ibadah memberikan pengaruh terhadap kehidupan.

“Kalau seorang santri sudah tidak lagi memakai atau mengambil sandal temannya tanpa izin, itu juga menjadi indikator. Sebab shalat yang diterima akan mencegah perbuatan keji dan mungkar,” katanya.

Dalam kajian tersebut, Ustadz Nursyamsa mengajak jamaah merenungkan hakikat kehidupan melalui Surah Al-Baqarah ayat 28 yang menjelaskan bahwa manusia berasal dari keadaan tidak bernyawa, kemudian Allah menghidupkan, mematikan, membangkitkan kembali, dan pada akhirnya seluruh manusia akan kembali kepada-Nya.

Renungan itu semakin kuat ketika ia menceritakan pengalamannya berziarah ke makam KH Abdullah Said Rahimahullah beserta para tokoh Hidayatullah lainnya di kompleks Kampus Gunung Tembak.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Januari 2027 usianya akan memasuki 60 tahun. Kesadaran akan terbatasnya usia, menurutnya, menjadi pengingat agar setiap muslim terus memperbanyak amal yang bermanfaat.

“Kalau mengikuti usia Rasulullah ﷺ, berarti waktu saya tinggal sekitar tiga tahun lagi. Karena itu saya ingin memanfaatkan sisa usia ini untuk terus menghadirkan kemaslahatan bagi umat,” tuturnya.

Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 155, Ustadz Nursyamsa menegaskan bahwa ujian berupa rasa takut, kelaparan, kehilangan harta, jiwa, maupun berbagai kesulitan lainnya merupakan sunatullah yang akan dialami setiap mukmin.

Karena itu, ia mengingatkan agar setiap ujian dihadapi dengan kesabaran dan memperbanyak memohon pertolongan kepada Allah melalui shalat.

Ia juga mengenang salah satu nasihat KH Abdullah Said ketika menghadapi santri yang bermasalah.

“Beliau mengajarkan agar nama santri itu disebut dalam setiap sujud dan didoakan dengan sungguh-sungguh. Doa adalah bagian dari ikhtiar dalam membina manusia,” kenangnya.

Menutup kajiannya, Ustadz Nursyamsa mengutip firman Allah dalam Surah Al-Ankabut ayat 2 bahwa orang-orang yang mengaku beriman pasti akan diuji.

Menurutnya, ujian bukanlah tanda Allah meninggalkan hamba-Nya, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas iman. Karena itu, setiap muslim hendaknya menjadikan kesabaran, doa, dan shalat sebagai kekuatan utama agar mampu menghadapi setiap ujian sekaligus menghadirkan perubahan akhlak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketika Ayat Suci Dijadikan Gimmick Promosi Miras

Ada batas yang semestinya tidak boleh dilampaui dalam dunia promosi. Kreativitas pemasaran boleh berkembang, tetapi tidak berarti seluruh hal...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img