
SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur resmi dibuka bertempat di Aula Ruhui Rahayu lantai dasar Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, pada Kamis, 10 Sya’ban 1447 (29/1/2026).
Acara pembukaan Rakerwil dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan mitra strategis Hidayatullah. Hadir Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc., unsur Majelis Pembimbing Hidayatullah Ummul Qura Balikpapan, para Ketua ketua Dewan Pengurus Daerah serta Ketua Yayasan Kampus Madya se-Kalimantan Timur.
Selain itu, turut hadir organisasi pendukung tingkat wilayah seperti Muslimat Hidayatullah dan Pemuda Hidayatullah Kalimantan Timur, BMH Perwakilan Kalimantan Timur, serta perwakilan dari Pengurus Wilayah Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur.
Dari unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. berhalangan hadir dan diwakili oleh drh. Arief Murdiyatno, Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur, KH. Hizbullah AS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas fasilitasi Aula Ruhui Rahayu sebagai lokasi pelaksanaan Rakerwil.
Menurutnya, dukungan tersebut memiliki makna simbolik yang merefleksikan hubungan baik dan kepercayaan antara Hidayatullah dan pemerintah daerah sebagaimana telah berjalan selama ini.
Hizbullah menyebut penyelenggaraan kegiatan ini sebagai momentum strategis bagi Hidayatullah Kalimantan Timur untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran dan kontribusinya dalam pembangunan daerah.
“Rakerwil ini menjadi forum evaluasi dan perumusan arah kebijakan organisasi yang selaras dengan dinamika sosial serta kebutuhan masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.
Sejalan dengan hal tersebut, Hizbullah menilai bahwa penggunaan fasilitas pemerintah daerah untuk kegiatan Rakerwil menjadi penanda kesiapan Hidayatullah untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam kerja-kerja nyata pembangunan.
“Kolaborasi ini relevan dengan visi pembangunan Kalimantan Timur menuju Indonesia Emas, yang menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis dakwah dan pendidikan,” tekannya.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah daerah merupakan peluang strategis bagi Hidayatullah untuk memperluas kontribusi sosialnya. Hizbullah menegaskan, Hidayatullah memiliki posisi yang memungkinkan untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam pembangunan manusia dan penguatan nilai-nilai keumatan.
“Peran peran yang kita lakukan hendaknya dapat dijalankan secara terukur dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas,” imbuhnya.
Dalam kerangka kerja organisasi ke depan, KH. Hizbullah juga menegaskan adanya tiga program utama yang menjadi fokus DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, yakni dakwah dan layanan umat, pendidikan, serta pemberdayaan umat.
Dia menegaskan, ketiga program ini sebagai pilar utama yang saling berkaitan dalam membangun kapasitas spiritual, intelektual, dan sosial-ekonomi masyarakat.






