
SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Kalimantan Timur menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus ruang dialog strategis antara Hidayatullah dan pemerintah daerah dalam merumuskan kontribusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Timur.
Acara yang berlangsung 2 hari ini dibuka secara resmi di Aula Ruhui Rahayu lantai dasar Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, pada Kamis, 10 Sya’ban 1447 (29/1/2026).
Dalam sambutannya, Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur, drh. Arief Murdiyatno, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki sikap terbuka dan siap bersinergi dengan Hidayatullah.
Ia secara khusus menekankan bahwa bidang pemberdayaan umat merupakan salah satu ruang kolaborasi yang dinilai strategis dan relevan dengan agenda pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Arief menyampaikan bahwa Gubernur Kalimantan Timur saat ini tengah berupaya membangun konektivitas antarwilayah sebagai fondasi utama pemerataan pembangunan.
Menurutnya, penguatan infrastruktur dan keterhubungan antar daerah menjadi prasyarat penting agar program-program sosial dan ekonomi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara lebih merata dan efektif.
Ia menjelaskan bahwa konektivitas yang baik akan memberikan dampak langsung terhadap efektivitas pemberdayaan umat.
“Jika konektivitas antar wilayah sudah terbangun dengan baik, maka pemberdayaan umat akan semakin mudah dan efektif,” katanya yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. berhalangan hadir.
Sejalan dengan hal tersebut, Arief menyatakan bahwa pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rakerwil Hidayatullah Kalimantan Timur. Dukungan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk fasilitasi kegiatan, tetapi juga sebagai harapan agar forum tersebut mampu melahirkan gagasan-gagasan strategis yang berkontribusi nyata terhadap kemajuan daerah.
Menurut Arief, peran organisasi keumatan seperti Hidayatullah memiliki signifikansi penting dalam mendukung agenda pembangunan yang berkelanjutan. Ia menilai bahwa penguatan kapasitas organisasi masyarakat akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan sosial, terutama dalam aspek pembinaan nilai, pendidikan, dan kemandirian masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Arief menegaskan adanya keterkaitan antara kemajuan organisasi dan kemajuan daerah secara keseluruhan. “Jika Hidayatullah Kaltim maju, maka Kalimantan Timur juga akan maju,” tegasnya, seraya menegaskan pembangunan tidak hanya bertumpu pada peran negara, tetapi juga membutuhkan kontribusi aktif dari elemen masyarakat sipil.
Rakerwil Hidayatullah Kalimantan Timur ini diharapkan dia menjadi titik tolak lahirnya program-program strategis yang berorientasi pada dakwah transformatif, pendidikan yang mencerahkan, serta pemberdayaan umat yang berkelanjutan serta berkontribusi pada terwujudnya masyarakat yang religius, mandiri, dan memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.






