AdvertisementAdvertisement

Rakerwil Muslimat Hidayatullah Papua Tengah Bahas Penguatan Dakwah dan Kemandirian Ekonomi

Content Partner

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: unnamed-file-6.jpg

TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Muslimat Hidayatullah Papua Tengah menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Kamis, 26 Dzulqa’dah 1447 H (14/5/2026) di Horison Meeting Hall, Timika, Papua Tengah.

Rakerwil yang menjadi salah satu forum tertinggi di lingkungan Muslimat Hidayatullah tersebut mengusung tema “Konsolidasi Jati Diri dan Transformasi Organisasi Menuju Muslimat Hidayatullah yang Mandiri dan Berpengaruh.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi jati diri, organisasi, serta wawasan gerakan Muslimat Hidayatullah di Papua Tengah.

Ketua PW Muslimat Hidayatullah Papua Tengah, Nur Lailatul Jannah, M.Pd., dalam sambutannya berharap kegiatan tersebut mampu mempererat komunikasi dan memperkuat sinergi antar elemen organisasi maupun masyarakat.

Sementara itu, Bendahara Umum PP Muslimat Hidayatullah dalam arahannya pada pembukaan acara menekankan pentingnya penguatan ekonomi sebagai penopang kemandirian organisasi.

“Pemberdayaan ekonomi harus ditingkatkan untuk menopang kemandirian finansial. Jaringan kolaborasi yang dimiliki harus dimaksimalkan untuk memperkuat pengaruh bagi bangsa dan umat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemahaman terhadap jati diri organisasi menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah dakwah dan organisasi secara optimal.

“Pemahaman jati diri akan memberikan semangat dan bekal untuk berorganisasi dengan baik. Konsolidasi jati diri yang kita miliki akan mengantar menuju transformasi organisasi yang mandiri dan berpengaruh,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, DPW Hidayatullah Papua Tengah yang diwakili oleh Ust. Abdul Syakur, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Rakerwil menjadi momentum refleksi untuk melihat sejauh mana kontribusi Muslimat Hidayatullah dalam membangun peradaban di Papua Tengah.

“Sejarah mencatat bahwa peradaban tidak pernah lahir dari ruang hampa. Peradaban lahir dari dalam rumah, dari sentuhan tangan dingin seorang ibu yang memiliki kejernihan tauhid. Jika kita berbicara tentang konsolidasi jati diri, maka kita sedang berbicara tentang mengokohkan akar,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Muslimat Hidayatullah harus menjadi garda terdepan dalam menjaga fitrah keluarga di tengah tantangan ideologi dan kerusakan moral yang semakin kompleks.

“Jati diri kita sebagai pendidik generasi adalah benteng terakhir peradaban Islam,” katanya.

Menutup sambutannya, Ust. Abdul Syakur menyampaikan pantun yang menggambarkan pentingnya menjaga jati diri dan semangat transformasi organisasi dalam membangun masyarakat Papua Tengah yang lebih baik.

“Burung kakaktua hinggap di dahan
Melihat pemandangan di Kuala Kencana
Muslimat mandiri menjadi tumpuan
Membangun Papua Tengah yang penuh makna.”

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Rapat Kerja Wilayah Muslimat Hidayatullah Papua Barat Digelar

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Muslimat Hidayatullah Papua Barat resmi dibuka pada hari Sabtu 14 Mei 2026,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img