
BONTANG (Hidayatullah.or.id) — BONTANG — Satuan Komunitas Daerah (Sakoda) Pramuka Hidayatullah Kalimantan Timur menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklat) Pembina dan Pelatih Sako/Pandu Hidayatullah bagi guru dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang itu resmi dibuka pada Kamis (25/6/2026) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas kaderisasi melalui peningkatan kapasitas para pembina kepanduan.
Mengusung tema “Menjadi Pembina dan Pelatih SAKO/Pandu Hidayatullah yang Profetik dan Profesional”, diklat diarahkan untuk menyamakan standar materi, metode, dan tata kelola penyelenggaraan kepanduan di lingkungan Hidayatullah sekaligus meningkatkan kompetensi guru sebagai pembina karakter.
Ketua Sakoda Pramuka Hidayatullah Kalimantan Timur, Muhammad Syazili, mengatakan bahwa kepanduan di lingkungan Hidayatullah bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian dari sistem perkaderan yang dirancang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.

“Pandu Hidayatullah merupakan bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam sekaligus dijalankan dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, kualitas pembina menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan kaderisasi,” ujarnya.
Menurut Syazili, Hidayatullah memandang proses kaderisasi sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang memiliki integritas keislaman, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
“Melalui Sako Pramuka Hidayatullah, semangat perjuangan dan pengorbanan harus terus diwariskan kepada setiap generasi. Pendidikan dan pelatihan menjadi instrumen penting untuk menanamkan nilai-nilai tersebut secara sistematis dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan kepanduan tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, kemandirian, dan kesiapan mengabdi kepada umat serta bangsa.

“Semangat juang adalah ruh kaderisasi. Dari proses itulah lahir pembina yang mampu membentuk generasi yang tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan diklat, peserta memperoleh materi mengenai standar penyelenggaraan kegiatan Sako/Pandu Hidayatullah, metodologi pembinaan, kepemimpinan, serta penguatan peran guru sebagai pembina dan pelatih dalam proses pendidikan karakter.
Melalui pelatihan ini, Sakoda Hidayatullah Kalimantan Timur menargetkan terwujudnya penyelenggaraan kegiatan kepanduan yang memenuhi standar organisasi, meningkatnya kapasitas para pembina, serta semakin kuatnya proses kaderisasi di seluruh satuan pendidikan Hidayatullah di Kalimantan Timur.
Diklat secara resmi dibuka oleh Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Sirajuddin, dan dihadiri Ketua Pinsakonas Pramuka Hidayatullah Syarif Daryono, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Drs. Muh. Nurdin Abdul Rahman, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang KH. Jamaluddin Ibrahim, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang Firdaus Darwin, serta delegasi peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.






