AdvertisementAdvertisement

Pelatihan Kepengasuhan Asrama Hidayatullah Banten Tekankan Tauhid, Keteladanan, dan Profesionalisme

Content Partner

SERPONG (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Provinsi Banten, Muhammad Irwan, menegaskan bahwa kepengasuhan di lingkungan pesantren merupakan pilar utama dalam membentuk generasi masa depan. Hal itu ditegaskan dia saat membuka Pelatihan Kepengasuhan Asrama yang diselenggarakan di Yayasan Al Firdaus, Komplek Kampus Pratama Pondok Pesantren Hidayatullah, Kampung Jaletreng, Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat, 25 Muharram 1448 (10/7/2026).

Muhammad Irwan menegaskan bahwa peran pengasuh tidak dapat dipandang sebatas menjalankan fungsi teknis atau administratif. Menurutnya, proses mendampingi santri merupakan amanah yang memiliki dimensi pembinaan karakter, akhlak, dan nilai-nilai keislaman.

“Dunia kepengasuhan di lingkungan pesantren adalah pilar utama dalam mencetak generasi masa depan. Mengasuh santri seharusnya memang tidak boleh sampingan atauh hanya menggunakan waktu sisa, melainkan sebuah amanah ideologis yang sangat besar,” ujarnya di hadapan peserta acara yang yang berlangsung selama dua hari tersebut inisiatif Departemen Pendidikan Hidayatullah Banten.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Banten yang menggagas pelatihan bertema Mewujudkan Pengasuh yang Profektif dan Profesional Berbasis Tauhid. Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan kebutuhan penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Muhammad Irwan menguraikan tiga prinsip yang menjadi fokus pelatihan. Pertama, kepengasuhan berbasis tauhid, yaitu menjadikan penguatan akidah dan kedekatan kepada Allah SWT sebagai orientasi utama dalam setiap pola pembinaan santri.

Kedua, jelasnya, membangun karakter pengasuh yang profektif dengan menghadirkan nilai-nilai kenabian melalui kasih sayang, keteladanan, kesabaran, dan bimbingan yang menyentuh aspek pembentukan kepribadian.

Ketiga, meningkatkan profesionalisme pengasuh melalui pengembangan kompetensi, pemahaman terhadap psikologi perkembangan santri, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat.

“Kita dituntut untuk terus meng-upgrade kapasitas diri, memahami psikologi perkembangan santri, serta adaptif terhadap dinamika zaman tanpa kehilangan prinsip syariat,” kata Muhammad Irwan.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai bekal dalam memperkuat kualitas pembinaan di pesantren masing-masing. “Kami berharap para peserta kembali dengan ilmu baru, energi baru, dan semangat yang lebih kuat untuk membimbing para santri,” tuturnya.

Dia menambahkan, pelatihan ini sejatinya merupakan jihad waktu dan tenaga sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengasuh asrama agar pembinaan santri berlangsung secara terarah, mengintegrasikan nilai tauhid, keteladanan, dan profesionalisme dalam kehidupan pesantren demi tegaknya peradaban Islam yang agung.

Reporter: Gunawan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

K.H. Naspi Arsyad: Wakaf Produktif Perkuat Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Umat

YOGYAKARTA (hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., menegaskan bahwa wakaf tidak hanya...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img