AdvertisementAdvertisement

Perkuat Ketahanan Keluarga, Hidayatullah Tawarkan Program Kolaborasi kepada KemenPPPA RI

Content Partner

Jajaran Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah berdiskusi dengan Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI, Indra Gunawan, dalam audiensi di kantor KemenPPPA RI, Jakarta, Rabu (29/7/2026).  Foto: Yoga Agus Yulianto / Hidayatullah.or.id

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Upaya membangun keluarga Indonesia yang tangguh tidak dapat hanya mengandalkan pendidikan formal. Dibutuhkan penguatan pendidikan keluarga yang mampu menjawab berbagai persoalan sosial, mulai dari konflik rumah tangga, perundungan (bullying), pelecehan seksual, hingga meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melalui Departemen Pendidikan Keluarga Bidang Pendidikan menawarkan sejumlah program kolaborasi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI dalam audiensi yang berlangsung di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Rombongan DPP Hidayatullah dipimpin Ketua Bidang Pendidikan, Dr. Muzakkir Usman, M.Ed., didampingi Farhan Siswanto, S.Pd. dari Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah, K.H. M. Syakir Syafii dari Departemen Kepesantrenan, serta Nur Huda, S.Ag., M.Pd.I dari Departemen Pendidikan Keluarga. Turut hadir perwakilan Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida), Zahratun Nahdah dan Hapseni Dirwan. Audiensi diterima oleh Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan KemenPPPA RI, Indra Gunawan.

Dalam pemaparannya, Nur Huda menjelaskan bahwa tantangan keluarga Indonesia saat ini tidak cukup diselesaikan melalui pendidikan formal semata. Berbagai persoalan seperti konflik rumah tangga, perundungan (bullying), pelecehan seksual, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan nonformal berbasis keluarga.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut telah menjadi tantangan nasional yang membutuhkan langkah preventif melalui pendidikan keluarga. Karena itu, Hidayatullah membentuk Departemen Pendidikan Keluarga sebagai wadah untuk memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan, membangun ketahanan keluarga, serta mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Program tersebut dijalankan secara berjenjang melalui jaringan Hidayatullah di tingkat provinsi, kabupaten, hingga daerah, sehingga materi pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah pelatihan instruktur parenting dan konselor keluarga tingkat nasional. Program ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan tujuan mencetak pendamping keluarga yang memiliki kompetensi dalam edukasi, deteksi dini, pencegahan, serta penanganan awal terhadap persoalan keluarga maupun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, Hidayatullah juga mengembangkan layanan konseling keluarga berbasis digital melalui platform Sakinahku.net. Platform ini menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat dalam menghadapi persoalan rumah tangga, pengasuhan anak, perceraian, waris, hingga persoalan psikologis keluarga dengan tetap menjamin kerahasiaan pengguna.

Nur Huda menjelaskan, pendekatan yang digunakan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian masalah, tetapi juga mengedepankan pembinaan hati, komunikasi yang baik, adab dalam keluarga, serta penguatan nilai-nilai Islam. Apabila ditemukan persoalan yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kasus akan dirujuk kepada psikolog, praktisi hukum, maupun tenaga profesional sesuai bidangnya.

Sebagai langkah preventif, Hidayatullah juga menawarkan program edukasi parenting yang dapat disinergikan dengan sekolah, komite sekolah, maupun forum wali murid. Di samping itu, jaringan dai Hidayatullah siap mengampanyekan penguatan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak melalui ceramah, khutbah Jumat, majelis taklim, kajian, dan halaqah keluarga.

Menanggapi paparan tersebut, Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan KemenPPPA RI, Indra Gunawan, menyampaikan apresiasi atas berbagai inisiatif yang dikembangkan Hidayatullah. Menurutnya, pendekatan pendidikan keluarga yang dipadukan dengan dakwah merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ia menyampaikan bahwa KemenPPPA RI mendukung program edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan hak perempuan dan anak melalui ceramah, khutbah Jumat, kajian, serta halaqah keluarga. Selain itu, kementerian juga membuka peluang melibatkan penyuluh Hidayatullah dalam berbagai program yang relevan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

KemenPPPA RI menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Program Konseling Keluarga dan Rumah Konseling sebagai bagian dari upaya memperluas layanan pendampingan bagi keluarga Indonesia.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun sinergi yang lebih erat antara DPP Hidayatullah dan KemenPPPA RI. Melalui kolaborasi tersebut, kedua belah pihak berharap lahir berbagai program yang mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta menghadirkan perlindungan yang lebih optimal bagi perempuan dan anak di seluruh Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Perkuat Ketahanan Keluarga, Mushida Paparkan Program Pembinaan Perempuan dan Keluarga kepada KemenPPPA RI

JAKARTA — Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ketahanan keluarga melalui berbagai program pembinaan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img