
KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz Karimun menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S-1) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Angkatan VII Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu, 26 Muharram 1448 (11/7/2026). Sebanyak 33 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang menandai lahirnya generasi baru sarjana yang dipersiapkan untuk berkontribusi di bidang pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Mengangkat tema “Dari Batas Negeri, STIT Mumtaz Bersinergi”, prosesi wisuda tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga mempertegas komitmen perguruan tinggi dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketua STIT Mumtaz Karimun, Dr. H. Sumarno, M.Pd., menegaskan bahwa gelar akademik bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat. Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan zaman sehingga sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan masyarakat menjadi faktor penting agar ilmu pengetahuan benar-benar menghadirkan manfaat nyata.
“Sinergi harus menjadi kekuatan bersama. Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci agar ilmu yang dimiliki para lulusan benar-benar memberi manfaat,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, S.Sos., M.M., yang menilai keberhasilan meluluskan 33 sarjana merupakan bukti konsistensi STIT Mumtaz dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing. Ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah meninggalkan bangku kuliah.
“Kabupaten Karimun terus berbenah dan sangat membutuhkan pemikiran serta inovasi dari kalian. Jangan berhenti belajar, terus asah keterampilan, dan jadilah agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah, bangsa, dan negara,” pesannya.
Momentum wisuda turut diisi orasi ilmiah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc. Ia menekankan bahwa tema sinergi bukan sekadar slogan seremonial, melainkan prinsip yang harus diwujudkan oleh setiap alumni dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kolaborasi akan memperluas manfaat dakwah, pendidikan, dan pengabdian di berbagai bidang kehidupan.
Dalam refleksinya, KH. Naspi mengisahkan pengalaman pribadi setelah menyelesaikan pendidikan di Timur Tengah. Ia menjelaskan bahwa perjuangan membangun lembaga pendidikan tidak selalu dapat diukur dengan kalkulasi materi, tetapi memerlukan keyakinan, keikhlasan, dan kepercayaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pandangan tersebut kemudian dikaitkannya dengan perjalanan panjang Hidayatullah yang tumbuh dari sebuah pesantren sederhana hingga berkembang menjadi jaringan pendidikan dan dakwah di berbagai daerah, termasuk STIT Mumtaz Karimun.
Ia juga memperkenalkan filosofi Bugis “Issengngi Alemu” atau Is-Al yang bermakna mengenali, memahami, dan menyadari diri sendiri. Menurutnya, kesadaran diri menjadi bekal penting bagi para lulusan agar mampu menjalankan amanah, menempatkan diri secara tepat di tengah masyarakat, serta tidak melupakan jasa dan doa orang tua yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan meraih gelar sarjana.
Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun Dr. Sularno, S.Sos., M.Si., Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun Datuk Wira Setia Utama Dr. Muhammad Firmansyah, M.Si., Ketua Badan Pembina Yayasan Hidayatullah Batam Dr. Khairul Amri, S.E., M.Pd., jajaran Forkopimda, sivitas akademika STIT Mumtaz Karimun, serta para tamu undangan.






