
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan pendidikan nasional melalui penyusunan buku ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid, adab, dan spiritualitas ke dalam pembelajaran.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah DPP Hidayatullah, Farhan Siswanto, S.Pd., saat audiensi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin (27/7/2026).
Farhan menjelaskan bahwa penyusunan buku ajar tersebut merupakan bagian dari pengembangan Pendidikan Integral Berbasis Tauhid (PIBT) yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan Hidayatullah. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga pada pembentukan karakter, adab, dan keimanan peserta didik.
“Saat ini Hidayatullah mengelola 538 satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK di berbagai daerah Indonesia. Kami sedang menyusun buku ajar yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid dan adab ke dalam mata pelajaran umum, sehingga peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi akidah dan akhlak yang kuat,” ujar Farhan.
Menurutnya, pengembangan buku ajar tersebut tetap mengacu pada kurikulum nasional dan Capaian Pembelajaran (CP) yang berlaku, sekaligus memperkaya proses pembelajaran melalui internalisasi nilai-nilai keislaman yang kontekstual.
Menanggapi paparan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Hidayatullah dalam mendukung penguatan karakter melalui inovasi pembelajaran. Menurutnya, partisipasi organisasi kemasyarakatan dalam menghadirkan model pendidikan yang berkualitas merupakan kontribusi penting bagi kemajuan pendidikan nasional.

Sebagai tindak lanjut, Prof. Mu’ti menyarankan agar naskah buku ajar yang telah disusun diajukan kepada Pusat Perbukuan (Pusbuk) Kemendikdasmen untuk melalui mekanisme penilaian, kurasi, dan penelaahan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan demikian, buku tersebut dapat memperoleh pengakuan resmi dan dimanfaatkan secara lebih luas dalam mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan,” ujarnya.
DPP Hidayatullah menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk terus menyempurnakan buku ajar yang sedang disusun melalui kolaborasi dengan para akademisi, praktisi pendidikan, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sinergi antara Hidayatullah dan Kemendikdasmen diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik, penguatan karakter, serta nilai-nilai tauhid dan adab, sebagai fondasi dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.






