AdvertisementAdvertisement

KH Naspi Arsyad Kenalkan Filosofi “IS-AL” sebagai Bekal Lulusan STIT Mumtaz

Content Partner

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, mengajak para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz Karimun menjadikan filosofi Is-Al atau Issengngi Alemu sebagai pijakan dalam menjalani kehidupan setelah menyandang gelar sarjana. Ungkapan dalam bahasa Bugis yang bermakna “ketahuilah dirimu, tahu diri, sadar diri” itu, menurutnya adalah warisan budaya yang dapat menjadi kompas moral bagi seseorang memahami jati diri, tanggung jawab, dan perannya di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S-1) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Angkatan VII Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun beberapa waktu lalu dan ditulis pada Kamis, 15 Shafar 1448 (30/7/2026).

Di hadapan 33 wisudawan dan wisudawati, KH Naspi menekankan bahwa keberhasilan akademik akan memiliki makna lebih besar apabila disertai kemampuan mengenali diri dan menempatkan diri secara tepat dalam kehidupan sosial.

“Filosofi Is-Al, yaitu Issengngi Alemu, bermakna ketahuilah dirimu, tahu diri, sadar diri. Nilai ini penting dihayati agar seseorang mampu memahami peran dan tanggung jawabnya serta tidak semata-mata bersandar pada logika perhitungan duniawi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengaitkan pesan itu dengan tema wisuda, “Dari Batas Negeri, STIT Mumtaz Bersinergi”. Menurutnya, semangat bersinergi tidak cukup dipahami sebagai slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kolaborasi yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat di mana pun alumni mengabdikan diri.

KH Naspi juga mengajak para lulusan melihat perjalanan hidup melalui perspektif keimanan. Ia menceritakan pengalamannya sepulang menempuh pendidikan di Timur Tengah ketika banyak orang mempertanyakan kondisi ekonomi yang dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan hidup. Pengalaman tersebut menjadi renungan bahwa tidak seluruh perhitungan kehidupan dapat dijelaskan melalui logika semata.

Ia menuturkan bahwa perjuangan membangun lembaga pendidikan dan dakwah membutuhkan keyakinan, keikhlasan, serta kepercayaan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membukakan jalan. Nilai itulah yang menurutnya menjadi fondasi berkembangnya Hidayatullah, dari sebuah pesantren sederhana hingga tumbuh menjadi jaringan pendidikan dan dakwah di berbagai daerah, termasuk STIT Mumtaz Karimun.

Di akhir orasinya, KH Naspi mengingatkan para wisudawan agar tidak melupakan jasa orang tua yang telah mengiringi perjalanan pendidikan mereka dengan doa, pengorbanan, dan dukungan tanpa henti. Menurutnya, rasa syukur kepada orang tua harus diwujudkan melalui pengabdian, integritas, serta karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Prosesi wisuda tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun Dr. Sularno, Ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Karimun Dr. Muhammad Firmansyah, Ketua Badan Pembina Yayasan Hidayatullah Batam Dr. Khairul Amri, jajaran Forkopimda, sivitas akademika STIT Mumtaz Karimun, serta para tamu undangan.

Reporter: Yani Hafiz
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

STIT Mumtaz Karimun Gelar Wisuda Sarjana Angkatan VII Tahun Akademik 2025/2026

KARIMUN (Hidayatullah.or.id) -- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz Karimun menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S-1) Program Studi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img