
MAHAKAM ULU (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur melalui Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat memulai rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) se-Kalimantan Timur dengan menjadikan Kabupaten Mahakam Ulu sebagai titik awal pelaksanaan. Program yang dimulai pada Kamis (23/7/2026) atau bertepatan dengan 7 Safar 1448 H itu merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola, standardisasi, dan kualitas pembinaan Al-Qur’an hingga ke wilayah pedalaman dan perbatasan.
Saat ini, terdapat 92 Rumah Qur’an Hidayatullah yang aktif menyelenggarakan dakwah dan pembinaan Al-Qur’an di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Melalui program ini, DPW Hidayatullah Kaltim ingin memastikan seluruh RQH memperoleh pendampingan dan pembinaan yang merata.
Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), kabupaten termuda di Kalimantan Timur, dipilih sebagai lokasi pertama pelaksanaan Monev. Perjalanan dari Samarinda menuju Ujoh Bilang ditempuh sepenuhnya melalui jalur darat dengan medan yang cukup ekstrem. Jalan tanah berbukit yang licin, berlumpur, dan bergelombang menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
Di sejumlah titik, kendaraan rombongan harus berhenti karena terjebak lumpur atau kehilangan traksi saat melintasi tanjakan. Seluruh anggota tim turun untuk bergotong royong mendorong kendaraan. Bahkan, beberapa pengguna jalan turut membantu menarik kendaraan yang terjebak, menghadirkan semangat kebersamaan di tengah belantara Kalimantan.
Perjuangan panjang tersebut terbayar ketika rombongan tiba di Rumah Tahfiz Al-Qur’an (RTQ) Mahakam Ulu di Kelurahan Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun. Kedatangan tim disambut hangat oleh para dai dan 36 santri yang sedang menempuh pendidikan dan menghafal Al-Qur’an.
Ketua Yayasan Hidayatullah Mahakam Ulu, M. Jufri, mengaku bersyukur atas kehadiran tim Monev yang rela menempuh perjalanan panjang demi memberikan pendampingan kepada RQH di wilayah pedalaman.
“Keterbatasan fasilitas maupun beratnya akses jalan tidak menyurutkan langkah kami. Perjuangan tim Monev yang bersusah payah sampai ke sini justru menjadi penyemangat bagi kami di Mahulu untuk terus berbenah. Kami bertekad mewujudkan Rumah Qur’an Hidayatullah yang lebih baik dan profesional agar pelayanan dakwah Al-Qur’an dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, Shabirin Ibnu Hambali, menjelaskan bahwa program monitoring dan evaluasi difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan dan penjaminan mutu lembaga.
“Perjalanan menembus Mahulu menjadi bukti komitmen kami bahwa seluruh daerah memiliki hak yang sama untuk memperoleh pembinaan Al-Qur’an yang berkualitas. Monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari proses standardisasi Rumah Qur’an Hidayatullah se-Kalimantan Timur. Kami ingin memastikan RQH di wilayah pedalaman maupun perbatasan memiliki tata kelola, kurikulum, dan kualitas layanan pembelajaran yang terus meningkat sehingga setara dengan RQH di wilayah perkotaan,” katanya.
Selain melakukan evaluasi terhadap administrasi dan pelaksanaan program pembelajaran, tim juga memberikan pendampingan kepada para pengelola guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan Al-Qur’an sesuai standar yang telah ditetapkan.
Melalui program monitoring dan evaluasi ini, DPW Hidayatullah Kalimantan Timur berharap seluruh 92 Rumah Qur’an Hidayatullah yang tersebar di berbagai daerah semakin solid, memiliki tata kelola yang baik, serta terus menjadi pusat pembinaan Al-Qur’an dan benteng pembentukan generasi Qur’ani di Kalimantan Timur, termasuk di kawasan pedalaman dan perbatasan.






