AdvertisementAdvertisement

Dampak Konflik Iran–AS terhadap Dunia Islam

Content Partner

Pengamat geopolitik global Dr. (Cand.) Pizaro Gozali Idrus, S.Sos., M.Sos. (kanan) menyampaikan paparan dalam diskusi umum bertajuk “Dampak Perang Iran vs AS Terhadap Dunia Islam” yang diselenggarakan DPP Hidayatullah di Aula Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Rabu 22/7/2026. ( Foto: Muhammad Azka Alfath / Hidayatullah.or.id )

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menggelar diskusi umum bertajuk “Dampak Perang Iran vs AS Terhadap Dunia Islam” di Aula Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan pengamat geopolitik global Dr. (Cand) Pizaro Gozali Idrus, S.Sos., M.Sos., serta diikuti jajaran Pengurus Tingkat Pusat, Organisasi Pendukung (Orpen), Amal Usaha, Badan Usaha Tingkat Pusat, dan DPW Hidayatullah DKI Jakarta.

Diskusi yang berlangsung seusai rangkaian Musyawarah Majelis Syura (MMS) tersebut bertujuan memperluas wawasan para peserta mengenai dinamika politik internasional serta implikasinya terhadap dunia Islam di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam paparannya, Pizaro menjelaskan bahwa konflik Iran–AS tidak dapat dipahami hanya sebagai konfrontasi militer, tetapi juga sebagai persaingan kepentingan geopolitik, ekonomi, keamanan energi, hingga diplomasi internasional yang melibatkan banyak aktor regional dan global.

Salah satu persoalan yang dinilai menjadi titik krusial adalah sengketa mengenai Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi energi dunia. Perbedaan penafsiran atas sejumlah kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat dinilai berpotensi memperpanjang konflik serta meningkatkan risiko gangguan terhadap stabilitas perdagangan global.

Selain isu Selat Hormuz, diskusi juga mengulas persoalan pengayaan nuklir Iran, sanksi ekonomi, pembekuan aset negara tersebut, hingga hubungan Iran dengan kelompok-kelompok proksinya di kawasan Timur Tengah. Berbagai isu tersebut dinilai saling berkaitan dan menjadi faktor yang mempersulit tercapainya penyelesaian konflik secara menyeluruh.

Pizaro juga menyoroti bahwa dinamika politik domestik di masing-masing negara turut memengaruhi arah konflik. Menurutnya, proses negosiasi sering kali menghadapi tantangan karena adanya kepentingan politik internal yang berbeda-beda, sehingga berbagai kesepakatan yang telah dicapai tidak selalu mudah diimplementasikan.

Di sisi lain, konflik berkepanjangan tersebut membawa dampak luas bagi dunia Islam, baik dari aspek politik, keamanan maupun ekonomi. Ketidakstabilan kawasan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi, rantai perdagangan internasional, serta memperbesar tantangan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat di kawasan konflik.

Dalam forum tersebut, peserta juga diajak memahami pentingnya melihat perkembangan geopolitik secara objektif dan komprehensif. Menurut Pizaro, penyelesaian konflik membutuhkan pendekatan diplomasi yang mampu menemukan titik temu di antara kepentingan para pihak, meskipun prosesnya diperkirakan tidak akan berlangsung singkat.

Melalui diskusi ini, DPP Hidayatullah berharap para peserta memiliki perspektif yang lebih utuh terhadap berbagai perkembangan internasional, sehingga mampu membaca perubahan geopolitik global secara kritis sekaligus memahami implikasinya bagi umat Islam.

Foto: Muhammad Azka Alfath / Hidayatullah.or.id

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari stabilitas kawasan Timur Tengah, keamanan jalur perdagangan internasional, hingga tantangan dunia Islam dalam menghadapi perubahan konstelasi politik global. Diskusi ini menjadi bagian dari upaya Hidayatullah untuk meningkatkan literasi geopolitik dan memperkuat kesiapan kader dalam merespons isu-isu global yang terus berkembang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 Digelar Serentak di Enam Pulau, Dorong Gerakan Nasional Perlindungan Anak

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Sahabat Anak Indonesia menggelar Festival Sahabat Anak Indonesia 2026 secara serentak di enam pulau besar...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img