AdvertisementAdvertisement

Momentum Hari Anak Nasional, Hidayatullah Banten Ajak Perkuat Peran Pesantren

Content Partner

SERPONG (Hidayatullah.or.id) — Momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2026 yang jatuh pada hari ini, Kamis, 8 Safar 1448 (23/7/2026), dimanfaatkan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Banten untuk melakukan refleksi dalam rangka menguatkan peran pendidikan pesantren, terlebih ditengah dinamika geopolitik global dan akselerasi teknologi yang menuntut reorientasi radikal dalam penetapan prioritas pembangunan nasional.

Menurut Ketua DPW Hidayatullah Banten, Dadan Abdul Fattah, peringatan Hari Anak Nasional dengan pesan utama “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” kali ini memberi kompas strategis bahwa kedaulatan sebuah negara di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak-anak hari ini.

“Tanpa investasi yang terstruktur dan terukur pada anak-anak Indonesia, potensi bonus demografi berisiko terdegradasi menjadi bencana demografi,” kata Dadan.

Menurut Dadan, tantangan utama pembangunan manusia adalah ancaman fragmentasi sosial, penurunan kualitas kesehatan mental remaja, serta kerentanan terhadap pengaruh permisif dari luar yang merusak tenun kebangsaan.

Menjawab tantangan ini, Dadan menilai, ide gerakan dakwah inklusif yang sering ditekankan oleh Rais Aam Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad dapat menjadi acuan moral yang menekankan bahwa pembentukan anak yang tangguh mensyaratkan sinergi antara nilai keagamaan yang seimbang (wasathiyah) dan wawasan keindonesiaan yang utuh.

“Anak Indonesia harus dibentuk menjadi pribadi yang rahmatan lil ‘alamin, membawa kemanfaatan luas bagi kemanusiaan dan tanah airnya. Disnilah pesantren menjadi wadah pembentukan generasi masa depan bangsa,” tegas Dadan yang didampingi didampingi Sekretaris Wilayah, Muhammad Irwan, dan Bendahara Gunawan.

Disamping itu, Dadan menerangkan, pesantren hadir sebagai laboratorium sosial yang paling efektif dalam mencetak SDM berkualitas tinggi. Keunggulan komparatif pesantren ini terletak pada sistem pendidikan berkesinambungan 24 jam yang mengintegrasikan penguatan kapasitas kognitif, afektif, dan psikomotorik secara simultan.

“Pesantren mengajarkan nilai-nilai gotong royong, kedisiplinan, keberagaman, dan kepemimpinan secara aktual dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar teori di dalam kelas,” tukasnya.

Dia menambahkan, transformasi pesantren modern di Indonesia saat ini telah membuktikan bahwa penguasaan sains, teknologi, dan bahasa asing dapat berjalan selaras dengan pendalaman spiritualitas. Oleh karena itu, Dadan memandang penguatan ekosistem pesantren sebagai instrumen pembangunan SDM merupakan langkah politik-kebijakan yang rasional dan terukur.

“Mengakui dan memperkuat peran pesantren dalam momentum Hari Anak Nasional 2026 adalah manifestasi nyata dari strategi penyiapan benteng ketahanan nasional, tempat generasi muda dilindungi dari berbagai ancaman zaman sekaligus dibekali keahlian untuk membawa Indonesia bersaing di tingkat global,” tutupnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

IAI Hidayatullah Batam Kirim 13 Mahasiswa KKN ke Pulau Terluar Lingga

LINGGA (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Hidayatullah Batam resmi diterima Pemerintah...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img