
MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., menyoroti fenomena sosial yang marak dialami oleh Generasi Z saat ini. Hal tersebut disampaikannya di hadapan para wisudawan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Bayan Makassar dalam Sidang Senat Terbuka Luar Biasa Program Sarjana Angkatan II di Hotel Swiss-Belinn, Makassar, Rabu (26/8/2026).
Dalam arahannya, K.H. Naspi Arsyad menggarisbawahi kecenderungan generasi muda hari ini yang mudah merasa gelisah, cemas, hingga kurang menikmati alur pekerjaan atau pengabdian yang sedang dijalani.
Menurutnya, sebagai alumni perguruan tinggi keagamaan Islam sekaligus kader Hidayatullah, para wisudawan sepatutnya tidak terjebak dalam arus kegelisahan zaman. Setiap lulusan telah dibekali dengan jati diri Islam yang kuat serta nilai-nilai spiritualitas yang menjadi benteng utama dalam menghadapi dinamika dunia kerja dan kemasyarakatan.
“Dengan ketakwaan dan kedekatan yang erat kepada Allah SWT, para alumni akan memiliki pijakan yang kokoh dalam menjalani peran dan pengabdian di tengah masyarakat,” tegas K.H. Naspi Arsyad.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap penugasan. Ketika seorang lulusan melangkah dengan orientasi ibadah dan pembinaan peradaban, rasa lelah atau kebingungan dalam menjalani profesi akan berganti menjadi keberkahan serta kepuasan batin yang hakiki.


Oleh karena itu, K.H. Naspi Arsyad berpesan agar para sarjana baru ini menjadikan imtaq sebagai navigator utama di mana pun mereka ditempatkan. Fondasi spiritual yang kokoh dinilai menjadi kunci agar alumni tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu menjadi teladan dan pencerah bagi lingkungan sekitarnya.
Prosesi kelulusan 62 sarjana dari program studi Tadris Matematika, Ekonomi Syariah, dan PGMI ini turut dihadiri oleh jajaran Senat, pimpinan Kopertais Wilayah VIII, pengurus DPW Hidayatullah Sulsel, serta para tokoh masyarakat setempat.






