
BEKASI (Hidayatullah.or.id) — Selasa (15/09/2026), bertepatan dengan 22 Rabiul Awal 1448 H Upaya membangun kemandirian ekonomi pesantren dan Rumah Qur’an terus dikembangkan di lingkungan Hidayatullah Jawa Barat. Salah satunya melalui IQ-FARM (Istiqomah Farm), usaha produktif peternakan ayam petelur omega yang berbasis di Rumah Qur’an.
Usaha yang dikelola oleh Ustadz Suprapto selaku Owner IQ-FARM tersebut telah berjalan selama lima bulan. Saat ini, IQ-FARM memiliki 70 ekor ayam petelur yang menghasilkan telur untuk kebutuhan konsumsi sekaligus dipasarkan kepada masyarakat.
Menurut Ustadz Suprapto, usaha ini memiliki banyak manfaat. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan santri dan lingkungan Rumah Qur’an, hasil produksinya juga dapat dipasarkan sehingga memberikan nilai ekonomi.
“Usaha ini banyak manfaatnya, bisa dikonsumsi oleh santri dan lingkungan Rumah Qur’an, sekaligus bisa dijual sehingga memberikan nilai ekonomi,” ungkap Ustadz Suprapto.
Sementara itu, Kepala Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jawa Barat, Ustadz Noval, menyampaikan dukungan dan dorongan terhadap pengembangan IQ-FARM sebagai bagian dari gerakan ekonomi produktif.
Ia berharap model usaha tersebut dapat dikembangkan di berbagai pondok pesantren dan Rumah Qur’an Hidayatullah se-Jawa Barat, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi santri dalam mengenal dunia usaha, keterampilan beternak, produktivitas, dan kemandirian ekonomi.
“Harapannya, model seperti ini bisa dikembangkan di pondok dan Rumah Qur’an Hidayatullah di seluruh Jawa Barat, sehingga santri tidak hanya mendapatkan pembinaan keagamaan, tetapi juga memiliki pengalaman dalam kemandirian dan pemberdayaan ekonomi,” ujar Ustadz Noval.
Pengembangan IQ-FARM menjadi salah satu langkah konkret menghadirkan Rumah Qur’an yang produktif dan mandiri, sekaligus membangun ekosistem pendidikan santri yang memadukan pembinaan Al-Qur’an, keterampilan, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi.
Dari Rumah Qur’an, mencetak santri Qur’ani yang mandiri dan berdaya.








