
DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Hidayatullah menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan kesepakatan bersama mengenai program beasiswa pendidikan tinggi, Selasa, 25 Syawal 1447 (14/4/2026). Agenda yang berlangsung di kantor STIE Hidayatullah Depok ini menandai langkah nyata kedua institusi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Penandatanganan dokumen dilakukan oleh Maghfur A. Gunawan selaku Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat dan Muhammad Saddam selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok. Kerja sama ini didasari oleh keinginan bersama untuk memberikan dukungan pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki potensi akademik namun menghadapi kendala finansial.
Sebagaimana tertuang dalam dokumen kesepakatan, tujuan utama dari inisiatif ini adalah “pemberian beasiswa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung kemajuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat”.
Dalam implementasinya, kerja sama ini mencakup penyelenggaraan pendidikan program sarjana atau S1 bagi mahasiswa yang diutus dan dibiayai oleh pihak Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat. Secara spesifik, pihak pertama akan mengirimkan 20 mahasiswa untuk menempuh pendidikan melalui program asrama atau boarding. Selain itu, tersedia pula jalur program hybrid dengan jumlah peserta yang tidak dibatasi. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi lulusan sekolah menengah atas di Jawa Barat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Mengenai aspek pembiayaan, kedua belah pihak telah menyepakati pembagian tanggung jawab yang jelas. Kesepakatan ini juga memuat klausul eksklusivitas yang cukup ketat bagi pihak pertama. Selama masa kerja sama berlangsung, Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat berkomitmen untuk memfokuskan kolaborasi beasiswanya hanya dengan STIE Hidayatullah Depok.
Program beasiswa ini direncanakan akan berlangsung dalam jangka panjang. Para pihak menyepakati bahwa masa berlaku kerja sama adalah selama 5 tahun sejak ditandatangani, dan dijadwalkan berakhir pada 14 April 2031. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum masa berlaku tersebut berakhir untuk menentukan kemungkinan perpanjangan kontrak di masa depan.
Melalui sinergi ini, kedua lembaga berharap dapat mencetak lulusan di bidang Akuntansi dan Manajemen yang kompeten dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.






