AdvertisementAdvertisement

Erupsi Gunung Anak Krakatau, DPP Hidayatullah Tegaskan Pentingnya Muhasabah dan Kesiapsiagaan

Content Partner

PERNYATAAN RESMI JURU BICARA DPP HIDAYATULLAH
MUHAMMAD ISNAENI

ERUPSI ANAK KRAKATAU: MOMENTUM MUHASABAH, PENGUATAN KESIAPSIAGAAN, DAN TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Bismillahirrahmanirrahim.

DPP Hidayatullah menyampaikan keprihatinan dan mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dengan tenang, penuh kewaspadaan, serta tidak panik.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat malam, 4 September 2026, telah menyebabkan sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Badan Geologi menetapkan Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

1. Pendekatan Teologis: Bencana sebagai Momentum Muhasabah

Dalam perspektif Islam, fenomena alam tidak semestinya hanya dibaca sebagai peristiwa geologis, tetapi juga sebagai ayat kauniyah Allah SWT yang mengingatkan manusia akan keterbatasan dirinya dan kebesaran Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

Dan tidaklah Kami memperlihatkan kepada mereka sesuatu tanda kecuali tanda itu lebih besar daripada tanda-tanda yang sebelumnya.
(QS. Az-Zukhruf: 48)

Karena itu, kita tidak boleh gegabah memberikan penilaian bahwa setiap bencana merupakan hukuman langsung atas dosa tertentu. Namun, seorang Muslim juga tidak sepatutnya kehilangan dimensi spiritual dengan memandang bencana semata-mata sebagai fenomena alam tanpa mengambil ibrah dan muhasabah.

Peristiwa ini hendaknya mendorong kita untuk memperkuat taubat, istighfar, doa, kepedulian sosial, serta kesadaran ekologis.

Islam mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah Allah di muka bumi. Karena itu, menjaga keseimbangan alam, menghindari kerusakan lingkungan, dan melindungi keselamatan manusia merupakan bagian dari amanah keagamaan.

Maka, menghadapi bencana harus dibangun keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar, doa dan mitigasi, spiritualitas dan ilmu pengetahuan.

2. Pendekatan Taktis: Negara Harus Hadir dan Masyarakat Harus Siaga

DPP Hidayatullah meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh mekanisme penanggulangan bencana berjalan secara cepat, terkoordinasi dan berbasis data.

Kita mengapresiasi langkah BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, BPBD, otoritas penerbangan, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait yang terus melakukan pemantauan serta memberikan peringatan kepada masyarakat.

Namun, situasi ini harus diperlakukan sebagai situasi kesiapsiagaan, bukan sekadar peristiwa sesaat.

Pemerintah perlu memastikan:

  1. Satu komando informasi publik, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas, cepat dan tidak simpang siur.
  2. Pemantauan sebaran abu vulkanik secara real-time, terutama wilayah Jabodetabek, Banten dan Jawa Barat.
  3. Kesiapan fasilitas kesehatan, khususnya untuk menangani gangguan pernapasan, iritasi mata dan dampak kesehatan lainnya.
  4. Perlindungan kelompok rentan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
  5. Kesiapan sekolah dan ruang publik untuk menyesuaikan aktivitas apabila konsentrasi abu meningkat.
  6. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, relawan dan masyarakat.

Keselamatan rakyat harus menjadi orientasi utama setiap kebijakan.

3. Pendekatan Teknis: Abu Vulkanik Jangan Dianggap Sekadar Debu Biasa

Masyarakat perlu memahami bahwa abu vulkanik bukanlah debu biasa. Partikel vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, serta mengurangi kualitas udara dan jarak pandang.

Karena itu, DPP Hidayatullah mengimbau masyarakat yang terdampak sebaran abu untuk:

  • Menggunakan masker yang memadai ketika berada di luar ruangan.
  • Mengurangi aktivitas di luar rumah apabila abu vulkanik sedang turun atau kualitas udara memburuk.
  • Menggunakan pelindung mata apabila diperlukan.
  • Menutup pintu dan jendela rumah ketika konsentrasi abu meningkat.
  • Tidak mengusap mata dengan tangan yang terkena abu.
  • Membersihkan abu dengan cara yang tidak membuatnya kembali beterbangan.
  • Memperhatikan kondisi anak-anak, lansia dan kelompok rentan.
  • Mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, BPBD dan pemerintah daerah.
  • Tidak menyebarkan video, informasi atau klaim yang belum terverifikasi.

Untuk wilayah yang terdampak lebih berat, pemerintah perlu memastikan ketersediaan masker, air bersih, fasilitas kesehatan, ruang perlindungan sementara, serta dukungan logistik.

4. Keselamatan Penerbangan dan Aktivitas Masyarakat Harus Menjadi Prioritas

Sebaran abu vulkanik juga memiliki implikasi serius terhadap keselamatan penerbangan. BMKG melaporkan sebaran abu pada berbagai ketinggian dan telah menerbitkan peringatan penerbangan secara berkala. Kondisi tersebut bahkan berdampak pada operasional sejumlah bandar udara.

Karena itu, keputusan untuk menyesuaikan atau menghentikan sementara aktivitas penerbangan apabila berdasarkan pertimbangan keselamatan harus dipahami sebagai langkah perlindungan masyarakat, bukan gangguan pelayanan.

Begitu pula masyarakat yang hendak melakukan perjalanan hendaknya tidak memaksakan diri apabila kondisi keselamatan belum memungkinkan.

5. Jangan Panik, tetapi Jangan Meremehkan

Kami mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada dua sikap ekstrem: panik berlebihan atau meremehkan keadaan.

Data Badan Geologi menunjukkan bahwa kondisi Gunung Anak Krakatau tetap harus diwaspadai. Pada saat yang sama, pemantauan BMKG terhadap sensor tsunami di sekitar Selat Sunda hingga Minggu pagi tidak menunjukkan anomali muka air laut.

Artinya, masyarakat harus bersikap tenang tetapi siaga; kritis tetapi tidak paranoid; mengikuti ilmu pengetahuan tetapi tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT.

6. Hidayatullah: Menguatkan Spirit Ta’awun

Dalam situasi seperti ini, seluruh jaringan Hidayatullah di berbagai daerah hendaknya mengambil peran sebagai bagian dari kekuatan masyarakat.

Masjid, pesantren, sekolah, kampus, majelis taklim, kader dan seluruh jaringan Hidayatullah perlu menjadi pusat ketenangan, edukasi, doa, kepedulian dan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi tentang bencana, tetapi tidak mendapatkan pendampingan.

Jika diperlukan dan sesuai kondisi lapangan, jaringan Hidayatullah dapat mengoptimalkan semangat ta’awun, membantu distribusi kebutuhan dasar, mengedukasi masyarakat tentang mitigasi, serta memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat yang terdampak.

Penutup

Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau ini sebagai momentum untuk memperkuat iman, ilmu, solidaritas dan kesiapsiagaan bangsa.

Bencana mengajarkan kepada kita bahwa manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, kita membutuhkan Allah dalam doa, membutuhkan ilmu dalam membaca fenomena alam, membutuhkan pemerintah dalam perlindungan, dan membutuhkan sesama manusia dalam membangun solidaritas.

Doa tanpa ikhtiar adalah kelemahan. Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan. Keduanya harus berjalan bersama.

Mari kita perbanyak istighfar dan doa, sekaligus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan.

Semoga Allah SWT melindungi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di wilayah terdampak, memberikan keselamatan kepada seluruh petugas dan relawan, serta memberikan kekuatan kepada pemerintah dan seluruh elemen bangsa dalam menghadapi setiap potensi bencana.

Tenang dalam menghadapi keadaan, sigap dalam melakukan tindakan, dan tawakal kepada Allah SWT.

Jakarta, 6 September 2026

Muhamamd Isnaeni, S.EWakil Sekretaris Jenderal III


Juru Bicara DPP Hidayatullah

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Dari Banjir, Karhutla, hingga Erupsi Krakatau: Saatnya Kita Gotong Royong Pulihkan Luka Indonesia

Oleh: Haniffudin Chaniago Saudaraku sebangsa dan setanah air. Jika kita menengadah ke langit dan menatap bumi pertiwi sepanjang rentang waktu dari...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img