
BATAM (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) bersama Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Kepulauan Riau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) bersama Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Nanang Nurpatria, M.Pd., di Batam, Ahad (20/09/2026).
Rakor tersebut berfokus pada penguatan pilar kemandirian ekonomi sebagai instrumen strategis untuk memperluas jangkauan dakwah sekaligus mendorong Hidayatullah menjadi organisasi yang memiliki daya tawar dan kontribusi lebih besar di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Sekjen DPP Hidayatullah menegaskan bahwa transformasi menuju organisasi yang berdaya tawar tinggi membutuhkan tata kelola ekonomi berbasis keumatan yang tangguh, profesional, dan berkelanjutan.
Ia mendorong penguatan ekosistem ekonomi melalui optimalisasi seluruh unit usaha internal DPW Hidayatullah Kepri agar mampu menjadi salah satu penopang utama operasional program dakwah dan pendidikan.
Selain itu, penguatan tata kelola juga menjadi perhatian, khususnya dalam membangun akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan aset organisasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk merespons dinamika dan tantangan wilayah Kepulauan Riau sebagai kawasan perbatasan.
Kemandirian finansial, lanjutnya, merupakan salah satu pondasi penting agar Hidayatullah dapat terus hadir memberikan kontribusi nyata sekaligus memperkuat peran dalam kehidupan sosial-keagamaan di Kepulauan Riau.
Jajaran pengurus DPW Hidayatullah Kepri menyambut baik arahan dan pendampingan tersebut. Pengurus berkomitmen menerjemahkan arahan DPP ke dalam langkah-langkah operasional di setiap tingkatan wilayah.
Melalui konsolidasi strategis ini, Hidayatullah Kepri diharapkan mampu melahirkan terobosan ekonomi yang solid sekaligus memperkuat peran organisasi dalam membangun peradaban Islam di wilayah Kepulauan Riau.









