Beranda blog Halaman 138

Sedekah Solusi Nyata Atasi Kelangkaan Air Bersih di Pondok Pesantren Daarul Hijrah

0

MAROS (Hidayatullah.or.id) — Sebagai salah satu prinsip dalam Islam, sedekah tidak hanya memberikan dampak spiritual, tetapi juga menciptakan perubahan nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Sebagai contoh, dampak luar biasa sedekah baru-baru ini terlihat di Pondok Pesantren Daarul Hijrah, Tanralili, Maros, Sulawesi Selatan.

“Sumur bor sedalam 26 meter telah hadir untuk memenuhi kebutuhan air bersuci, mandi, dan mencuci,” ungkap Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Sulsel, Basori Shabirin, dalam keterangannya kepada media ini, Kamis, 12 Jumadil Awal 1446 (14/11/2024).

Sumur ini jelas dia selain memenuhi kebutuhan para santri, tetapi juga menjangkau masyarakat sekitar, sekolah, dan masjid pesantren. Selain itu, untuk memastikan distribusi air yang lebih merata, BMH juga menyerahkan tandon air sebagai pelengkap.

Sebelum adanya sumur ini, para santri kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Aisyah, seorang santri berusia 13 tahun yang telah menghafal empat juz Al-Qur’an, dengan penuh rasa syukur menceritakan pengalamannya.

“Dulu airnya sering habis. Kadang kami harus minta ke tetangga pesantren. Sekarang, alhamdulillah, airnya lancar jaya,” ujarnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Ustadz Muhammad Kaisar, Pembina Pesantren Daarul Hijrah. Ia mengajarkan para santrinya untuk senantiasa mendoakan para donatur yang telah membantu.

“Adik-adik yang belajar dan menghafal Al-Qur’an di sini harus ingat, kewajiban kita adalah mendoakan kebaikan bagi orang yang telah berdonasi,” ujarnya.

Kepala Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulsel turut hadir dalam acara peresmian sumur tersebut. Ia membacakan ayat At-Taubah 103 yang bermakna mendalam tentang pentingnya sedekah:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.”

Menurutnya, ayat ini menunjukkan keindahan Islam sebagai agama yang menyeimbangkan antara memberi dan menerima.

“Bagi yang mampu, diperintahkan untuk berzakat dan bersedekah. Sedangkan kita yang menerima manfaat, dianjurkan untuk berdoa. Doa itu yang akan menjadi penenang jiwa mereka,” tuturnya.

Dengan demikian, terang dia, sedekah memang pantas disebut sebagai solusi. Ia bukan sekadar memberi, melainkan menghadirkan keberkahan yang mengalir tak terputus, seperti air yang kini memenuhi kehidupan para santri Daarul Hijrah dan masyarakat sekitarnya.*/Herim

Berantas Buta Aksara dengan Gerakkan Semangat Belajar Membaca Al-Qur’an di Pati

0

PATI (Hidayatullah.or.id) — Pemberantasan buta huruf Al-Qur’an menjadi salah satu prioritas program Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Pati, Jawa Tengah. Bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH), simpul sinergi membagikan puluhan kitab Iqro dan 200 Al-Qur’an ke sejumlah lembaga pendidikan Islam, di antaranya Pesantren An-Najah, TPQ Dunia Shalawat, dan Pesantren Al-Hikam Putri, pada Kamis, 12 Jumadil Awal 1446 (14/11/2024)

Upaya ini dilakukan untuk mendukung pembelajaran Al-Qur’an yang lebih inklusif dan merata. Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Tengah, Yusran Yauma, menegaskan, langkah ini merupakan komitmen BMH aktif memberantas buta huruf Al-Qur’an.

Dengan pendekatan strategis ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an secara baik. “Para anak bangsa harus kita dorong punya semangat dalam belajar Al-Qur’an. Salah satunya dengan menyediakan sarana belajar itu sendiri, yakni Iqro dan Al-Qur’an,” katanya.

Program pembagian ini menyasar 220 santri dari berbagai jenjang pendidikan. Namun, Yusran menguriakan, bahwa keberadaan Al-Qur’an dan Iqro saja tidaklah cukup jika tidak didukung oleh para guru yang mumpuni dan berdedikasi.

“Oleh karena itu, penguat dari program ini adalah bagaimana kita juga bisa memberikan perhatian memadai kepada para guru ngaji. Karena merekalah anak bangsa akan cerdas di masa depan,” jelasnya.

Dia menegaskan, guru ngaji berperan sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan generasi penerus. Peran mereka tidak hanya mengajarkan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang bersumber dari wahyu Allah.

Dengan perhatian yang lebih besar terhadap kesejahteraan guru, program pembagian Al-Qur’an dan Iqro ini menjadi lebih bermakna, memastikan keberlanjutan dampaknya di masa depan.

Selain itu, sinergi ini berkomitmen memperluas jangkauan program hingga Juni 2025 yang tidak hanya memberi manfaat sesaat, tetapi juga menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan dalam pendidikan Islam.

Karena itu, kolaborasi antara lembaga dan dan para pendidik sangat penting dalam memperkuat pendidikan agama. Dengan dukungan masyarakat yang terus meningkat, misi pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dapat tercapai secara lebih menyeluruh.

“Kesuksesan program ini sangat bergantung pada keberadaan guru yang berdedikasi serta dukungan berkelanjutan dari seluruh elemen masyarakat. Oleh sebab itu, inisiatif seperti ini patut didukung agar kebermanfaatannya semakin meluas,” tandasnya.*/Herim

BMH-SAR Hidayatullah Giat Bantu Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Lakilaki

0

FLORES TIMUR (Hidayatullah.or.id) — Erupsi Gunung Lewotobi Lakilaki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 3 November 2024 telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat sekitar. Peristiwa tragis ini tidak hanya merenggut sedikitnya 10 nyawa warga, tetapi juga memaksa ribuan lainnya untuk mengungsi dari rumah mereka.

Hingga saat ini, sebanyak 13.116 jiwa terdampak bencana tersebut telah ditempatkan di enam posko pengungsian. Tim Search & Rescue (SAR) Hidayatullah bersama BMH-SAR Hidayatullah Giat Bantu Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi ikut turun membantu para penyintas kembali bangkit.

Kepala BMH Perwakilan NTT, Hairuddin, menyebutkan BMH bersama SAR Hidayatullah telah aktif di Larantuka pada 8 November 2024. Mereka bergerak ke lokasi terdampak yang ada di Kecamatan Wulaggitang dan Kecamatan Ile Bura. Keduanya berjarak 45 km dari Kota Larantuka.

“Upaya bantuan yang dilakukan BMH tidak hanya sebatas pada distribusi logistik. Tim BMH dan SAR Hidayatullah juga membantu proses evakuasi warga dari wilayah terdampak,” kata Hairuddin, seperti dalam keterangannya diterima media ini, Jum’at, 13 Jumadil Awal 1446 (15/11/2024).

Mereka menyalurkan berbagai kebutuhan dasar seperti sembako, makanan siap saji, pakaian layak pakai, dan hygiene kit. Selain itu, bantuan berupa pendampingan trauma healing bagi anak-anak turut diberikan sebagai bagian dari pemulihan psikologis para penyintas. Trauma healing memiliki peran penting, terutama untuk anak-anak yang sangat rentan terhadap dampak psikologis akibat bencana.

Keterlibatab ini juga dikoordinasikan dengan Basarnas dan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penyaluran bantuan ini. Dalam koordinasi yang dilakukan, setiap pihak berkontribusi sesuai bidangnya sehingga upaya tanggap darurat berjalan lebih efektif.

“Semua berjalan baik berkat koordinasi yang apik antara semua lembaga yang ada di lapangan dengan komando dari Basarnas dan BNPB. Inilah kebaikan zakat, infak, dan sedekah, kita bisa bergerak cepat membantu saudara kita yang membutuhkan,” kata Hairuddin.

Tidak hanya menyasar aspek material, bantuan ini juga berusaha memulihkan kembali harapan dan semangat para korban. Sebagaimana ajaran Islam, bahwa membantu mereka yang sedang dalam kesulitan merupakan bagian dari amal saleh yang mendatangkan keberkahan, baik bagi yang memberi maupun yang menerima.

Selain tanggap darurat, jelas Hairuddin, upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat untuk menghadapi bencana juga penting untuk dilakukan. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat perlu terus bersinergi dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang lebih baik.

Dalam jangka panjang, bantuan kepada para penyintas tidak boleh berhenti pada distribusi logistik semata. Rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi langkah berikutnya yang membutuhkan perhatian serius. Melalui sinergi lintas sektor, diharapkan masyarakat terdampak dapat kembali membangun kehidupan mereka dengan lebih baik.*/Herim

Siklus Herbal Probiotic, Rahasia Kesehatan Mulut Alami yang Tak Banyak Orang Tahu!

0

APAKAH Anda pernah membayangkan bahwa kesehatan mulut Anda bisa terjaga lebih lama hanya dengan bantuan bahan-bahan alami dan probiotik? Pasta gigi herbal terbaru, Siklus, dari PT Miswak Utama dan Hage Probindo adalah solusi inovatif untuk Anda yang mencari kesehatan mulut tanpa kompromi.

Dengan formula yang menggabungkan bahan-bahan herbal berkualitas tinggi dan probiotik komunitas yang telah dikembangkan melalui riset mendalam, Siklus menjadi jawaban bagi mereka yang ingin merasakan manfaat maksimal dari alam dalam produk sehari-hari.

Mengapa Siklus Berbeda dari Pasta Gigi Lainnya?

Di tengah banyaknya pilihan pasta gigi di pasaran, Siklus berdiri unik dengan keunggulan probiotik komunitas dan kandungan herbal berkualitas. Tak hanya membersihkan, pasta gigi ini juga memberikan perlindungan menyeluruh pada mulut Anda. Menggunakan bahan alami yang telah terbukti efektif, Siklus memastikan Anda merasakan perbedaan nyata sejak penggunaan pertama.

Apa saja keunggulan bahan-bahan herbal yang terkandung dalam pasta gigi Siklus? Mari kita simak satu per satu:

1. Garam Himalaya, Sang Pelindung pH Mulut

Garam Himalaya dikenal memiliki mineral yang tinggi dan dipercaya dapat membantu menjaga keseimbangan pH di rongga mulut. Dengan pH yang netral, lingkungan dalam mulut Anda menjadi kurang bersahabat bagi bakteri penyebab kerusakan gigi. Garam Himalaya membantu Anda mengurangi risiko gigi berlubang dan berbagai masalah mulut lainnya dengan cara yang alami dan efektif.

2. Daun Sirih, Melawan Plak dan Karang Gigi

Anda mungkin pernah mendengar tentang daun sirih yang sering digunakan dalam budaya tradisional untuk menjaga kebersihan mulut. Di dalam Siklus, daun sirih berfungsi sebagai bahan aktif yang mencegah timbulnya plak dan pembentukan karang gigi. Tanpa plak dan karang, senyum Anda akan semakin menawan dan sehat alami.

3. Kayu Siwak, Anti Plak dan Pelindung Gusi

Siwak adalah salah satu bahan alami yang dikenal sejak ribuan tahun lalu dalam budaya Timur Tengah untuk kesehatan mulut. Dalam Siklus, kayu siwak diformulasikan khusus untuk mengurangi plak dan menjaga gusi tetap sehat. Siwak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri jahat yang dapat merusak kesehatan gusi Anda.

4. Daun Mint Bikib Segar Seharian, Bebas Bau Mulut

Tak ada yang lebih menyenangkan daripada nafas segar sepanjang hari. Daun mint dalam Siklus tidak hanya memberikan kesegaran yang tahan lama tetapi juga memiliki sifat antibakteri alami yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Dengan daun mint, Anda akan merasa lebih percaya diri setiap kali berbicara dan tersenyum.

Mengapa Probiotik dalam Pasta Gigi Itu Penting?

Probiotik dalam pasta gigi Siklus berbeda dari pasta gigi biasa yang hanya mengandalkan pembersihan. Probiotik komunitas dalam Siklus membantu menjaga keseimbangan mikroba baik dan buruk dalam mulut Anda, menjadikannya sebagai solusi efektif untuk mencegah berbagai masalah mulut. Dengan probiotik, mulut Anda menjadi lebih sehat dan terhindar dari bau tak sedap yang disebabkan oleh bakteri jahat.

Manfaat Optimal Tanpa Risiko Berlebih

Dengan kandungan bahan-bahan herbal, Siklus tidak hanya berfungsi membersihkan, tapi juga merawat dan menjaga keseimbangan mulut secara keseluruhan. Menggunakan Siklus berarti Anda memilih pasta gigi tanpa bahan kimia keras yang sering ditemukan dalam pasta gigi konvensional. Selain itu, karena menggunakan bahan alami, Siklus juga cocok bagi mereka yang memiliki gigi dan gusi sensitif.

Apa Kata Mereka yang Telah Mencoba Siklus?

Banyak pengguna Siklus yang merasakan perubahan signifikan dalam kesehatan mulut mereka. Selain mendapatkan manfaat dari bahan herbal yang efektif, probiotik komunitas dalam pasta gigi ini juga meningkatkan daya tahan mulut terhadap bakteri penyebab berbagai masalah. Kini, Anda juga bisa merasakan manfaatnya dan melihat perbedaan dalam kesehatan mulut Anda sehari-hari!

Bergabung Menjadi Agen Siklus, Kesempatan Bisnis dengan Manfaat Kesehatan

Jangan biarkan masalah mulut mengganggu keseharian Anda. Dengan Siklus Herbal Probiotic Toothpaste, Anda bisa merasakan kebersihan, kesegaran, dan kesehatan mulut yang lebih baik setiap hari.

Coba sekarang, rasakan perbedaannya, dan sebarkan manfaatnya. Pastikan Anda dan keluarga terlindungi dengan pilihan pasta gigi herbal yang telah teruji, alami, dan penuh kebaikan.

Tak hanya bisa mendapatkan manfaat untuk diri sendiri, Anda juga dapat menjadi bagian dari keluarga Siklus sebagai agen resmi. Dengan menjadi agen, Anda bisa membantu lebih banyak orang mendapatkan pasta gigi berkualitas ini dan juga mendapatkan peluang bisnis yang menjanjikan.

Hubungi kami di +62 852-4637-4071 untuk informasi lebih lanjut tentang cara bergabung dan memulai langkah pertama menuju bisnis yang menguntungkan dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

ADVERTORIAL

Upaya Membangun Minat Baca Anak Melalui Pembelajaran di Luar Kelas

0

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) — Di era digital saat ini, di mana akses informasi sangat luas, menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak menjadi tantangan tersendiri. Sebagai upaya mengatasi fenomena menurunnya minat baca, SD Integral Hidayatullah Baubau meluncurkan inisiatif pendidikan luar ruangan melalui Program Outdoor Learning, belum lama ini.

Sebanyak 36 siswa dari kelas 6A dan 6B mengikuti kunjungan edukatif ke Perpustakaan Daerah Kota Baubau.

Program ini mengusung tujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap buku dan literasi sejak usia dini, di bawah bimbingan wali kelas, Ustadzah Mirna Angraeni, S.Pd. dan Ustadzah Irma Sari Syamsuddin, S.Pd.

Dalam kegiatan ini, Ustadzah Mirna menekankan pentingnya kegiatan literasi dalam pembelajaran berbasis nilai tauhid.

Mirna mengatakan, kegiatan luar ruangan ini sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Integral Berbasis Tauhid khas Sekolah Integral Hidayatullah.

“Kegiatan ini bertujuan sebagai pembelajaran luar kelas yang interaktif guna mengenalkan para murid tentang kebiasaan membaca dengan mengambil spirit ayat ‘iqro bismirabbik’,” kata Mirna, seperti dalam keterangannya diterima media ini, Jum’at, 13 Jumadil Awal 1446 (15/11/2024).

Setibanya di perpustakaan, rombongan siswa yang mengenakan seragam olahraga berwarna oranye bersama guru pendamping disambut hangat oleh Kak Tegar, Kepala Perpustakaan Umum.

Perpustakaan ini, yang terletak di Jalan Sultan Dayanu Ikhsanudin, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, diresmikan pada Maret 2024 dan berdiri di atas lahan satu hektare.

Dengan tiga lantai yang dilengkapi beragam fasilitas, seperti ruang baca, studio, auditorium mini, area seni pertunjukan, rooftop untuk UMKM, serta layanan wifi gratis, perpustakaan ini merupakan fasilitas modern pertama di Kota Baubau yang berorientasi pada inklusi sosial.

Perpustakaan ini terbuka untuk komunitas yang ingin memanfaatkan fasilitas untuk berbagai kegiatan, seperti kunjungan edukasi, seminar, diskusi, dan acara lainnya.

Antusiasme murid terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. “Masya Allah, terima kasih Ustadzah dan Kak Tegar. Kunjungan ke perpustakaan ini serasa jalan-jalan sambil belajar yang seru dan menyenangkan,” ungkap Fakhira, siswa kelas 6, dengan penuh semangat.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi pembelajaran di auditorium yang dipimpin oleh Kak Tegar, mencakup tanya jawab tentang pengembangan bakat siswa, serta tur keliling fasilitas perpustakaan.

Program kunjungan edukasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun budaya membaca dan meningkatkan literasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai keilmuan yang akan membawa manfaat bagi generasi mendatang.*/Noer Akbar

Mengkarakterkan Shalat Sunnah Qobliyah Shubuh

0

DALAM menjalankan shalat sunnah, Rasulullah tidak selalu melaksanakan secara terus menerus. Artinya, Rasulullah pernah meninggalkan pada saat tertentu seperti ketika bepergian. Berbeda dengan shalat sunnah fajar yang Rasulullah tidak pernah meninggalkan sama sekali dalam situasi apapun. Ini tentu menjadi pertanyaan besar yang jawabannya adalah karena ada keutamaan yang besar dari shalat sunnah fajar

Kita sebagai ummatnya tentu juga harus berusaha menteladani kebiasaan Rasulullah untuk membiasakan shalat sunnah fajar dan berusaha untuk tidak meninggalkan sekalipun dalam kondisi apapun.

Shalat sunnah fajar inilah yang paling Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jaga, dikatakan pula oleh ‘Aisyah,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- لَمْ يَكُنْ عَلَى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَشَدَّ مُعَاهَدَةً مِنْهُ عَلَى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الصُّبْحِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh” (HR. Muslim no. 724).

Dalam lafazh lain disebutkan bahwa ‘Aisyah berkata,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى شَىْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أَسْرَعَ مِنْهُ إِلَى الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar” (HR. Muslim no. 724).

Dua hadist di atas, sudah sangat cukup memberikan pemahaman dan motivasi kepada umat Islam untuk semangat dan berusaha istiqomah dalam melaksanakan shalat sunnah Fajar ini. Rasulullah memberikan contoh dan memotivasi umatnya untuk semangat dan tidak meninggalkan shalat sunnah fajar.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah (sunnah/petunjuk)ku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Ali ‘Imran: 31)

Imam Al Qadhi ‘Iyadh Al Yahshubi berkata, “Ketahuilah bahwa barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka dia akan mengutamakannya dan berusaha meneladaninya. Kalau tidak demikian, maka berarti dia tidak dianggap benar dalam kecintaanya dan hanya mengaku-aku (tanpa bukti nyata). Maka orang yang benar dalam (pengakuan) mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah jika terlihat tanda (bukti) kecintaan tersebut pada dirinya”.

Siapa yang Mau Dunia dengan seluruh Isinya?

Salah satu yang menjadi jawaban dari Rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat sunnah fajar adalah keutamaannya yang luar biasa. Yaitu dunia dengan seluruh isinya.

Sebenarnya, inilah yang sedang dicari oleh sebagian besar manusia hari ini. Terutama manusia materialis yang bekerja dari pagi hingga malam untuk menumpuk harta kekayaan, meski hasilnya tidak seberapa. Bahkan, ada yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah untuk tujuh keturunannya.

Padahal kekayaan orang-orang yang terkaya di dunia jika dikumpulkan semua harta kekayaannya menjadi satu, tidak ada seujung kuku. Tidak sedikitpun nilainya dibandingkan kekayaan Allah di muka bumi, belum yang di langit dan seisinya.

Seharusnya pemburu dunia harus lebih semangat dan terdepan dalam melaksanakan shalat sunnah fajar ini. Namun sifat pahala yang tidak bisa dilihat dan dirasakan langsung, sehingga sebagian besar kita tidak tertarik dengan janji-janji dari Allah dan Rasulullah tentang pahala atau keutamaan shalat sunnah fajar ini. Padahal janji yang paling pasti ditunaikan adalah janji Allah dan Rasulullah.

Meski pahala itu masih belum bisa dinikmati di dunia dalam bentuk materi atau kekayaan. Mungkin ada keutamaan yang Allah berikan dalam bentuk kesehatan jasmanai ruhani, rasa bahagia, tenang, kenyamanan, istri yang taat, anak-anak yang sholeh-sholehah, ada rasa nikmat beribadah.

Adapun dalil yang menunjukkan keutamaan shalat sunnah qobliyah shubuh adalah hadits dari ‘Aisyah di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim no. 725).

Jika keutamaan shalat sunnah fajar saja demikian adanya, bagaimana lagi dengan keutamaan shalat shubuh itu sendiri yang hukumnya fardhu atau wajib. Tentu lebih banyak nilainya.

Dalam lafazh lain, ‘Aisyah berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara mengenai dua raka’at ketika telah terbih fajar shubuh,

لَهُمَا أَحَبُّ إِلَىَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا

“Dua raka’at shalat sunnah fajar lebih kucintai daripada dunia seluruhnya” (HR. Muslim no. 725).

Allahu Akbar, bagi orang beriman pasti akan mencintai apa saja yang dicintai oleh Rasulullah. Akan ada motivasi besar untuk bisa mendapatkan keutamaan dan kemuliaan dari amal ibadah yang dijanjikan pahala besar oleh Allah SWT.

Jika para pendosa, termasuk mereka yang kufur, syirik, gemar bermaksiat, lalai, serta malas dalam beribadah, memahami kedamaian dan kebahagiaan yang dirasakan hati orang-orang beriman, mungkin mereka akan menginginkan keimanan itu dengan sepenuh hati.

Mereka akan merasakan kedekatan batin yang tulus kepada Allah, air mata yang mengalir dalam kekhusyukan, kerinduan yang dalam terhadap surga, dan ketakutan yang mendalam akan siksa neraka. Barangkali mereka akan mencari cara untuk menyerap keimanan dari hati para mukmin yang selalu dirasuki rasa tenteram karena keyakinan dan ketakwaan.

Keimanan menjadikan bangun cepat untuk shalat tahajjud, istighfar, dan shalat sunnah fajar menjadi ringan. Rasa ngantuk bangun malam menjadi segar dan semangat.

Jika belum tertarik, belum minat, belum terpanggil, atau belum cenderung untuk mengejar keutamaan dari shalat sunnah sebelum shubuh ini, maka masih perlu dikuatkan lagi ketauhidan dan syahadatnya. Perlu ditempa keyakinannya terhadap kebenaran janji-janji Allah dan Rasul-Nya.[]

*) Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, penulis adalah Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah

[KHUTBAH JUM’AT] Empat Langkah untuk Meraih Umur yang Berkah

SETIAP manusia menginginkan umur yang panjang dan berkah, umur yang berisi penuh dengan kebaikan, umur yang memiiki nilai unggul dan istimewa di hadapan Allah ta’ala, karena hal itu akan mengantarkannya untuk menjadi manusi terbaik.

Usia yang Allah anugerahkan kepada kita sudah ditentukan dan tak seorang pun yang diberikan kemampuan untuk mengetahui jangka waktunya secara pasti, hal ini agar supaya kita selalu berlomba-lomba dalam kebajikan, tidak terlepas dari kebaikan dan tidak menyimpang dari kebenaran. Dan agar selalu semangat untuk melakukan kebaikan, apa pun itu bentuknya. Ada beberapa langkah yang perlu ditempuh untuk meraih umur berkah, yaitu:

Unduh selengkapnya naskah khutbah Jum’at yang diterbitkan oleh Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini, klik di sini.

Pembukaan Pelatihan Talenta Muda Mushida Tekankan Peran Sosial di Masyarakat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Muslimat Hidayatullah (Mushida) bersama Hidayatullah Institute (HI) menggelar acara pelatihan bertajuk Pelatihan Talenta Muda Muslimat Hidayatullah yang dibuka pada Kamis, 12 Jumadil Awal 1446 (14/11/2024).

Acara ini diadakan sebagai wujud nyata dari komitmen Muslimat Hidayatullah untuk meneguhkan visi membangun keluarga Qur’ani melalui pembinaan intensif. Sebagai wadah pengembangan diri, acara ini melibatkan tiga puluh enam peserta terpilih dari seluruh Indonesia. Mereka adalah kader muda Muslimat Hidayatullah yang telah lolos seleksi ketat.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Hapseni Dirwan, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya untuk mewujudkan visi Muslimat Hidayatullah dalam mencetak keluarga Qur’ani.

Menurut Hapseni, pelatihan yang digelar selama 4 hari ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya individu Mushida tetapi juga untuk memperkuat peran sosial peserta dalam masyarakat.

“Salah satu tujuan pelatihan ini bagaimana kader muda Muslimat Hidayatullah mengetahui model kepemimpinan Mushida, sehingga keberadaan kita memberikan pengaruh positif di tengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Hapseni menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi dari kader muda sebagai agen perubahan.

“Menghadirkan ide cemerlang dari generasi muda Muslimat Hidayatullah sehingga jaringan kebaikan bisa dirasakan umat secara luas,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu mendorong kader untuk menjadi teladan kebaikan yang menyebarkan pengaruh positif.

Acara pembukaan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Umum Muslimat Hidayatullah, Ustazah Hj. Hani Akbar, S.Sos, yang sekaligus membuka acara ini. Beliau menyampaikan pentingnya semangat juang dan pengabdian di kalangan kader muda. Ustazah Hani mengungkapkan harapannya terhadap para peserta pelatihan ini.

“Semoga semangat angkatan pertama pelatihan talenta muda Muslimat Hidayatullah Batch1 ini bisa tertular semangatnya ketika nanti kembali ke tempat pengabdiannya,” katanya.

Ustazah Hani juga menekankan prinsip dakwah bilhal, yakni menyampaikan ajaran Islam melalui perbuatan nyata dan keteladanan. “Kita harus selalu dakwah bilhal dengan menyampaikan ajaran Islam melalui perbuatan nyata, dengan teladan,” ungkapnya.

Dia mengingatkan para peserta akan pentingnya mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat gerakan dakwah yang manhaji (berlandaskan metodologi), visioner, inovatif, dan kolaboratif.

Harapan tersebut, terang Hani, sesuai dengan tujuan Muslimat Hidayatullah untuk membangun kepemimpinan yang terstruktur, berbasis nilai, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Membangun Tim yang Kolaboratif

Sejalan dengan tujuan utama acara ini, Ustazah Hani juga mengingatkan peserta tentang pentingnya terus belajar untuk memperkaya diri dengan ilmu.

“Karena kita ini pendakwah maka kita harus terus belajar membekali diri kita dengan ilmu sehingga bisa memberikan solusi bagi zaman sekarang,” tuturnya, sambil menekankan pentingnya pengetahuan sebagai landasan dalam menghadapi tantangan zaman modern dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Dalam pada itu, salah satu poin utama yang ditekankan oleh Ustazah Hani adalah nilai kolaborasi dan kebersamaan dalam kepemimpinan. Hani mengingatkan bahwa kepemimpinan yang efektif selalu mengedepankan kebersamaan dalam tujuan dan tindakan.

“Kepemimpinan itu harus bersama-sama berjalan seiringan karena kita disatukan visi lembaga yang kita cintai ini yaitu Al-Qur’an,” jelasnya,

Dalam organisasi Muslimat Hidayatullah, tegas dia, Al-Qur’an menjadi landasan utama dalam setiap langkah kepemimpinan, dan setiap kader diharapkan untuk meneladani nilai-nilai Qur’ani dalam berbagai aspek kehidupan.

Pelatihan ini juga menggarisbawahi pentingnya para kader muda Muslimat Hidayatullah menjadi agent of change atau agen perubahan yang mampu membawa dampak positif di lingkungannya. Ustazah Hani menuturkan bahwa pengalaman para pendahulu adalah sumber pembelajaran yang berharga.

“Dalam rangka pembinaan kader Muslimat Hidayatullah, maka kita perlu belajar dari pengalaman para pendahulu kita supaya bisa menjadi agent of change,” ujarnya.

Istri dari Ustadz Muhamadong ini menekankan bahwa Islam harus hadir dalam tindakan dan sikap nyata, bukan hanya konsep teoritis yang sulit diimplementasikan.

“Islam harus tercermin dalam tingkah laku kita sehingga bisa menampilkan Islam secara aplikatif bukan sekedar teori saja,” tandasnya, dengan menambahkan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif kader Muslimat Hidayatullah dalam membangun umat yang kuat, saling mendukung, dan menjunjung nilai-nilai Qur’ani.*/Darwiwing

Hidayatullah Terima Amanah Tanah Wakaf untuk Pesantren di Tebingtinggi

0

TEBINGTINGGI (Hidayatullah.or.id) —“Akan selalu ada jalan, sama dengan ungkapan akan selalu ada orang dermawan.” Kalimat ini menggambarkan semangat dan ketulusan yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia, di mana kepedulian terhadap akhirat dan dedikasi dalam beramal terus mengalir.

Hal itulah yang terlihat dari tindakan luhur Ibu Anita, yang dengan ikhlas mewakafkan tanah seluas 8.100 meter persegi, lengkap dengan masjid yang sudah tertata, kepada Hidayatullah.

Serah terima wakaf dilakukan oleh Ibu Anita secara langsung kepada Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara, Ust. Subur Pramudya, pada tanggal 12 November di Masjid Pin Al Mashri, disaksikan oleh keluarga besar muwakif, perwakilan Badan Wakaf Indonesia Tebingtinggi, KUA Padang Hilir, serta warga sekitar.

Kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh pewakif, tetapi juga oleh masyarakat setempat, yang menyambut gembira rencana pembangunan pesantren di lahan wakaf ini.

“Saya mendengar tanah wakaf ini nantinya akan jadi pesantren. Saya dan warga bergembira sekali. Semoga bisa segera terwujud dan ada pembinaan warga,” ungkap seorang warga penuh harap.

Subur Pramudya menambahkan bahwa persiapan pembangunan pesantren di lahan wakaf tersebut telah dilakukan, didukung pula oleh dai yang selama empat tahun telah berdakwah di daerah tersebut.

Ibu Anita menyambut gembira proyek amal tersebut dan berharap ini mengalirkan kebaikan jariyah kepada keluarga besar mereka. “Harapan kami wakaf ini dapat memberikan pahala yang terus mengalir bagi kedua orang tua kami,” katanya.

Momen ini juga menjadi langkah bersejarah bagi Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dalam memperluas dakwah dan pendidikan di Sumatera Utara.

Kepala BMH Sumatera Utara, Lukman, mengatakan inisiatif ini kian memantapkan semangat gotong-royong dan dedikasi umat dalam membangun generasi yang berilmu dan berakhlak mulia, serta menjadikan wakaf sebagai investasi akhirat yang membawa kebaikan bagi masyarakat luas.

“BMH insha Allah, bersama umat akan menandai momen penting ini sebagai langkah bagi upaya mencerdaskan bangsa,” tutup Lukman.*/Herim

Meningkatkan Produktivitas Dakwah dengan Optimalkan Tiga Nilai Utama

0

DALAM kehidupan, baik di dunia dakwah, pekerjaan, maupun kehidupan pribadi, kita sering kali dihadapkan pada tantangan untuk mengoptimalkan potensi diri.

Salah satu rahasia untuk mencapai produktivitas yang optimal terletak pada tiga nilai utama yang tak terpisahkan, yaitu loyalitas, integritas, dan kapasitas.

Loyalitas adalah fondasi yang meneguhkan komitmen kita terhadap tujuan, terhadap orang-orang yang kita layani, dan terhadap prinsip-prinsip yang kita anut. Loyalitas bukan hanya sekadar kesetiaan terhadap suatu pihak, tetapi juga kesetiaan terhadap nilai-nilai yang kita pegang teguh.

Dalam dunia dakwah, loyalitas ini berarti kesetiaan terhadap misi untuk menyebarkan kebaikan, meskipun ujian dan rintangan datang silih berganti.

Loyalitas membentuk keteguhan hati. Seperti firman Allah dalam Al-Qur’an:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka tetap istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka (seraya berkata): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.'” (QS. Fussilat: 30)

Ketika kita memiliki loyalitas yang teguh, kita tak hanya terus berjuang dengan semangat, tetapi juga dengan keyakinan bahwa Allah akan memberikan pertolongan-Nya.

Integritas adalah nilai yang menjadi pilar kedua untuk memastikan bahwa usaha kita dalam berbuat baik tetap lurus di jalan-Nya.

Integritas mengajarkan kita untuk selalu jujur, transparan, dan memegang teguh amanah yang diberikan, tanpa pernah mengorbankan kebenaran demi kepentingan pribadi.

Dalam setiap langkah dakwah, integritas menjadi penguat bahwa apa yang kita sampaikan adalah buah dari kejujuran dan kebenaran yang berasal dari hati yang bersih.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga hal yang membawa kebaikan dalam kehidupan: tidak mendustai, tidak berkhianat, dan tidak mencuri.” (HR. Al-Bukhari)

Integritas memberikan dampak yang mendalam pada kualitas hubungan kita dengan orang lain dan pada kualitas amal kita.

Tanpa integritas, produktivitas menjadi kosong dari makna, dan tanpa makna, usaha yang kita lakukan bisa menjadi sia-sia.

Dengan integritas, produktivitas kita selalu berada di jalur yang benar, yang membawa berkah baik bagi diri kita maupun orang lain.

Terakhir, kapasitas adalah ukuran kemampuan kita untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan efektif dan efisien.

Kapasitas bukan hanya tentang keterampilan teknis atau intelektual, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mengelola waktu, menjaga keseimbangan hidup, dan terus berkembang.

Kapasitas yang terus ditingkatkan akan memberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan lebih besar, sekaligus membawa hasil yang lebih maksimal dalam setiap usaha.

Sebagaimana Allah berfirman:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ

“Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, demikian pula Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, dan Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata'” (QS. At-Taubah: 105)

Dengan kapasitas yang berkembang, kita mampu mengelola banyak hal dengan bijaksana, dan menghasilkan karya yang tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

Ketika ketiga nilai ini—loyalitas, integritas, dan kapasitas—bersatu dalam diri kita, maka produktivitas yang kita capai akan menjadi optimal.

Produktivitas bukan hanya tentang seberapa banyak yang kita hasilkan, tetapi juga tentang kualitas dan keberkahan yang kita tuai dari setiap usaha yang kita lakukan.

Loyalitas memberi semangat, integritas memberi arah, dan kapasitas memberi kemampuan untuk mewujudkan visi kita. Mari kita berusaha untuk mengintegrasikan ketiganya dalam setiap langkah kita.

Dengan kesetiaan yang teguh, kejujuran yang konsisten, dan kemampuan yang terus berkembang, insyaAllah, kita akan dapat memberikan hasil yang maksimal dalam segala hal yang kita jalani, baik dalam dakwah, pekerjaan, maupun kehidupan sehari-hari.

*) Muhammad Najib, penulis adalah dai dan pengusaha yang saat ini berkhidmat di Malang, Jawa Timur