Beranda blog Halaman 139

Panitia Rakernas Hidayatullah Jalin Silaturrahim dengan Syaamil Group

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Barat, khususnya panitia Rapat Kerja Nasional (Rakernas) melakukan kunjungan silaturahim ke kantor Syaamil Group, yang beralamat di Jalan Babakan Sari No.71, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.

Sebagaimana diketahui bahwa Hidayatullah Jawa Barat akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah Tahun 2024, yang akan berlangsung di Grand Asrilia Hotel, Bandung, pada tanggal 28-30 Jumadil Awal 1446 atau bertepatan dengan 30 November hingga 2 Desember 2024.

Pada kunjungan tersebut, Hidayatullah Sakdoen Arief (Ketua DPW Hidayatullah Jabar), Andi Ahmad Suhendar (Sekretaris Wilayah DPW Hidayatullah Jabar), Abdul Wahid (Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Jabar), dan Dadang Kusmayadi (Departeman Humas DPW Hidayatullah Jabar) hadir sebagai panitia Rakernas dengan tujuan menjajaki peluang kerjasama dalam mensukseskan Rakernas Hidayatullah.

Sebelum acara dimulai, panitia diajak melihat proses produksi al-Qur’an yang diterbitkan oleh PT. Sygma Examedia Arkanleema, unit bisnis Syaamil Group, yang dipandu oleh Manager Humas, Muhammad Dzikri.

Panitia diajak berkeliling melihat proses pencetakan al-Qur’an. Ada bagian printing, pemotongan, pengeleman, penjilidan hingga quality control setiap lembar al-Qur’an yang dicetak, semuanya dilakukan dengan teliti dan profesional. Terakhir, melihat ruangan kreatif, tempat penyusunan naskah, dan desain cover.

Dzikri pun menjelaskan dengan runut mulai dari awal hingga akhir proses pencetakan al-Qur’an. Setiap ada pertanyaan dari panitia dijawabnya dengan rinci.

Dzikri juga menjelaskan bagaimana Syaamil Qur’an sangat menjaga adab setiap kali mencetak al-Qur’an. “Salah satu adabnya yaitu menjaga wudhu, karena yang kita cetak adalah sesuatu yang suci, sehingga kita pun harus dalam keadaan suci,” ia menegaskan.

Selain itu, lanjut Dzikri, “Membaca basmalah sebelum bekerja, dan hamdalah setelah selesai bekerja, tidak menginjak atau menduduki produk atau bahan al-Qur’an yang sudah dicetak (termasuk yang rusak).”

Usai berkeliling, panitia diajak ke ruang kantor dan bertemu owner Syaamil Group, Riza Zacharias.

Ketua DPW Hidayatullah Jabar, yang juga sekaligus Ketua Panitia Rakernas, Hidayatullah Sakdoen Arief menyampaikan maksud dan tujuan silaturrahmi.

“Kami bersilaturrahmi dan berkunjung seperti ini dalam rangka mensosialisasikan rencana perhelatan Rakernas Hidayatullah,” ujarnya. “Harapannya, ada hal yang bisa kita sinergikan bersama Syaamil Qur’an,” imbuhnya, seperti dalam keterangannya kepada media ini, Kamis, 12 Jumadil Awal 1446 (14/11/2024).

Dijelaskan Hidayatullah, kegiatan Rakernas tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, tetapi juga akan disemarakkan dengan acara Seminar Nasional Pendidikan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas khidmat Hidayatullah untulk umat.

“Pada acara Seminar Nasional Pendidikan ini, kami akan mengundang pejabat, ulama, ormas Islam, cendekiawan, guru, dosen, mahasiswa, pengusaha, dan tokoh,” kata Hidayatullah.

“Alhamduliilah, saya bisa bertemu dengan para pengurus Hidayatullah Jabar,” ujar Riza mengawali pembicaraan. “Saya sudah membaca majalah Hidayatullah sewaktu SMA,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Riza Zacharias, menceritakan bagaimana awal mula ia mendirikan perusahaan percetakan yang berbasis Islami yakni percetakaan al-Qur’an. Berawal dari buletin Jum’at yang ia cetak dan ia tawarkan ke beberapa masjid, sampai akhirnya ia mempunyai percetakan sendiri.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kejujuran merupakan pondasi yang kokoh dalam menjalankan bisnis, selain kontrol yang tepat.

“Saya mengedepankan bisnis yang mengutamakan nilai kejujuran. Karena bisnis yang dikelola dengan nilai kejujuran mestinya lebih efisien. SDM yang jujur dapat memberikan dampak baik bagi kelangsungan bisnis,” papar Riza.

Menurutnya, dalam mengelola SDM, aspek bisnis harus dipadu dengan nilai-nilai agama, seperti tadarus al-Qur’an setiap pagi, shalat Dhuha, dan shalat wajib berjamaah.

Di akhir pertemuan, Riza pun turut mendoakan, ”Semoga acara Rakernas Hidayatullah dan seminar pendidikan berjalan sukses, dan kerja-kerja Hidayatullah bermanfaat untuk umat,” ujarnya.

“Insya Allah, kami akan berusaha apa yang bisa dikerjasamakan,” pungkasnya.*/Dadang Kusmayadi

Sinergi dengan Mahasiswa IAIN Ambon dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Distribusi Alquran

0

AMBON (Hidayatullah.or.id) — Kerja sama antara Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) dan mahasiswa IAIN Ambon yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi bukti nyata bahwa sinergi kelembagaan dan pendidikan dapat memperluas manfaat sosial di tengah masyarakat.

Melalui aksi nyata ini, dukungan yang berkelanjutan seolah mengalir seperti “gelombang di lautan,” membangun jembatan kebaikan yang menjangkau pelosok daerah Maluku.

“Kita telah melakukan kerjasama ini dengan baik di beberapa titik. Paling baru kemarin kami lakukan lagi memberikan 20 mushaf Alquran untuk warga Dusun Taman Sejarah, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat,” ungkap Zulkarnain, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Maluku, menegaskan bentuk konkret kolaborasi ini.

Pendistribusian Alquran diselenggarakan di TPQ Al-Mu’min dan TPQ At-Taqwa, yang menaungi 82 santri. Ketua kelompok KKN, Siti Khadijah, merasa bangga akan peran mereka sebagai penghubung kebaikan.

“Syukur penuh bangga, kami bisa menjadi jembatan kebaikan bagi semua melalui Alquran,” ujarnya, seraya menekankan bantuan ini menunjukkan kepedulian yang menjawab kebutuhan mendasar untuk mendukung pembelajaran Alquran, memberikan dampak mendalam bagi generasi muda.

La Jamaluddin Sampulawa, pengelola TPQ, turut menyampaikan rasa syukur, “Saya senang sekali, akhirnya ada Alquran baru.”.*/Herim

Dakwah dan Semangat Pengabdian Muhammad Rofiq untuk Bangun Generasi Berilmu

0

LOMBOK TIMUR (Hidyatullah.or.id) — Ustaz Muhammad Rofiq, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan, kini menjalani tugas dakwah di Pesantren Hidayatullah Belanting, Lombok Timur.

Baru satu tahun menjalankan misi ini, sosoknya yang periang dan penuh semangat tak surut menghadapi tantangan di lapangan. Setiap hari ia bersama santri merintis dan membangun pesantren dengan keteguhan hati.

“Alhamdulillah merintis pesantren punya kesan tersendiri, asik,” ujarnya, seperti dalam keterangannay kepada media ini, Kamis, 12 Jumadil Awal 1446 (14/11/2024).

Namun, tak selalu mudah. Ustaz Rofiq sering merasa prihatin melihat 60 santri yang diasuhnya kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk mandi, mencuci, dan berwudhu.

“Senang, terima kasih kepada semua donatur BMH,” ungkapnya dengan penuh syukur, setelah Badan Amil Zakat Nasional Hidayatullah (BMH) memberikan bantuan mesin pompa air yang kini memudahkan para santri dalam aktivitas sehari-hari.

Zohri, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH NTB, menyampaikan bahwa bantuan ini bukan sekadar alat, melainkan penyemangat bagi para santri.

“Semua ini adalah hadiah dari umat, melalui BMH, yakni para donatur, bagi semua santri agar semangat ibadah dan belajar,” tutup Zohri pada momen penyerahan tersebut.

Dengan upaya ini, diharapkan Pesantren Hidayatullah Belanting dapat menjadi pusat pengembangan ilmu yang melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia di masa depan.*/Herim

SK Operasional Perkokoh Profesionalisme Laznas BMH di Sumatera Barat

0

PADANG (Hidayatullah.or.id) — Kapasitas Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) sebagai lembaga yang profesional kini semakin kuat dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Izin Operasional oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat pada tanggal 13 November 2024 lalu.

Seremoni penyerahan SK ini berlangsung di Kanwil Kemenag Sumbar dan menandai momen penting bagi eksistensi BMH di wilayah tersebut.

Kepala BMH Perwakilan Sumatera Barat, Prawira Dijaya, mengatakan dengan adanya pengakuan formal ini, masyarakat diharapkan semakin percaya terhadap BMH sebagai lembaga yang dapat diandalkan dalam pengelolaan zakat.

“Kehadiran SK ini tentunya memperkuat eksistensi BMH sebagai Laznas yang juga beroperasi di wilayah Sumatera Barat,” ujar Prawira Dijaya.

Dia menambahkan, dengan adanya dorongan dan legitimasi ini, BMH berkomitmen untuk menjalankan amanah dan terus berinovasi dalam pelayanan masyarakat di Sumatera Barat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kemenag Sumbar, Al Fajri, menegaskan bahwa BMH diharapkan semakin meningkatkan kredibilitasnya.

“BMH dengan SK ini harus semakin profesional dan transparan dalam pengelolaan zakat,” harapnya.*/Herim

Pemuda Memiliki Peran Strategis dalam Memutus Mata Rantai Judi Online

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Di era digitalisasi yang semakin maju, dampak kemajuan teknologi tidak hanya dirasakan secara positif tetapi juga membuka peluang bagi praktik-praktik yang merusak, seperti judi online (judol).

Fenomena tersebut telah menjadi isu kritis, menjerat masyarakat dalam lingkaran utang dan kecanduan, merusak sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya bangsa.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, mengatakan fakta-fakta mengenai tingginya angka kasus judol serta permasalahan yang muncul karenanya menunjukkan betapa mendesaknya tindakan untuk menghentikan mata rantai fenomena ini.

“Pemuda sebagai pilar utama bangsa memiliki peran penting dalam upaya tersebut, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang melarang perjudian,” kata Rasfiuddin dalam perbincangan dengan media ini di Jakarta, Selasa, 10 Jumadil Awal 1446 (12/11/2024).

Dia menyebutkan dengan mengutip data terbaru, prevalensi judi online terus meningkat dengan lebih dari 4 juta orang Indonesia terlibat dalam praktik ini. Judi online yang menyasar berbagai kelompok usia, termasuk remaja dan anak muda, tersebar luas melalui platform-platform digital yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

“Aksesibilitas ini menjadi faktor utama dalam meningkatnya jumlah kasus kecanduan dan kerugian finansial yang dialami masyarakat,” imbuhnya.

Data terbaru juga menunjukkan lonjakan drastis dalam partisipasi masyarakat Indonesia dalam aktivitas judi online. Berdasarkan laporan tahun 2023 saja, diperkirakan lebih dari 20 juta orang Indonesia terlibat dalam judi online, dengan mayoritas pelakunya berusia antara 18 hingga 35 tahun.

Menurut Rasfiuddin, kelompok usia tersebut sangat rentan karena berada pada tahap kehidupan yang sangat mudah terpengaruh oleh iming-iming materi dan kemudahan akses teknologi digital. Judi online memberikan janji keuntungan instan, tetapi kenyataannya, mayoritas peserta mengalami kerugian signifikan dan bahkan dapat terjebak dalam lingkaran utang dan kemiskinan.

“Kemudahan akses terhadap judi online ini menjadi masalah besarnya, terutama karena lemahnya regulasi serta pengawasan terhadap situs-situs judi online yang beroperasi di luar batas hukum. Bahkan mirisnya baru baru ini judi online diketahui melibatkan oknum pegawai dari kementerian Komdigi,” ujarnya.

Perusahaan judi online ini menggunakan berbagai strategi marketing untuk menjerat penggunanya, termasuk iklan melalui media sosial dan promosi bonus yang menarik. Hal ini berakibat fatal bagi banyak individu dan keluarga, serta menyebabkan penurunan produktivitas kerja, ketegangan sosial, dan keretakan dalam hubungan keluarga.

Kecanduan judi online memiliki dampak yang jauh lebih besar dari sekadar kerugian material yang berdampak pada masalah psikologis seperti kecemasan, depresi, hingga tindakan kriminal akibat kebutuhan untuk mendapatkan modal lebih demi melanjutkan perjudian.

Kecanduan semacam ini, menurut Rasfiuddin, jelas bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang menitikberatkan pada integritas moral dan kesejahteraan sosial.

“Lebih jauh, Islam dengan tegas melarang perjudian karena sebagai perbuatan yang merusak diri dan menimbulkan keburukan sosial,” katanya, menukil surat Al-Baqarah ayat 219. Larangan ini sejalan dengan dampak buruk yang ditimbulkan oleh praktik perjudian dalam kehidupan masyarakat modern.

Disamping itu, keterkaitan antara judi online dan pinjaman online semakin terlihat jelas ketika banyak pengguna judol yang terjerat pinjaman untuk memenuhi hasrat mereka dalam berjudi.

Perilaku yang didorong oleh kecanduan judi membuat seseorang rela meminjam uang dengan bunga tinggi agar dapat terus berjudi, meski berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Menurut Rasfiuddin, kombinasi antara kecanduan dan tekanan utang ini menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.

“Fenomena ini memperlihatkan dampak berlapis dari kedua aktivitas ini, yang pada akhirnya merusak ketahanan ekonomi, mental, dan moral masyarakat,” ujar kandidat doktor dari International Islamic University Malaysia (IIUM) ini.

Peran Strategis

Lebih jauh Rasfiuddin mengemukakan bahwa pemuda merupakan agen perubahan dan masa depan bangsa, serta memiliki potensi besar dalam memutus mata rantai judol dan pinjol yang merusak ini.

Karena itu, pemuda mestinya dapat langkah konkret dalam menghadapi permasalahan ini dengan menjadi agen dalam meningkatkan literasi digital dan finansial di kalangan masyarakat. Melalui edukasi tentang bahaya judi online dan pinjaman online ilegal, serta pengelolaan keuangan yang bijak, pemuda dapat membantu masyarakat menghindari jebakan dari kedua fenomena ini.

Selain dapat memanfaatkan berbagai platform dalam menyebarkan kampanye yang menekankan pentingnya menjauhi judol serta memanfaatkan pengetahuan untuk melaporkan platform judi online dan pinjol ilegal, pemuda juga dapat berperan dalam menciptakan peluang ekonomi kreatif yang tidak hanya bermanfaat bagi mereka sendiri tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Dengan terlibat dalam ekonomi kreatif digital yang sehat dan produktif, pemuda dapat mengambil peran lebih dalam membantu mencegah masyarakat terjebak dalam aktivitas ekonomi yang merugikan seperti judol dan pinjol,” katanya.

Dia menambahkan, dengan komitmen yang kuat, kolaborasi yang baik, serta keteguhan dalam menolak praktik-praktik yang merugikan, pemuda turut mengambil peran menjaga integritas sosial dan memperkuat fondasi bangsa di tengah era digital saat ini. (ybh/hidayaullah.or.id)

Inilah 11 Kampus Hidayatullah se-Indonesia Jadi Pilot Project Bi’ah Lughawiyah

0

MALANG (Hidayatullah.or.id) — Sebanyaki 11 kampus Pondok Pesantren Hidayatullah direkomendasikan Departemen Kepesantrenan Dewan Pengurus Pusat (Deptren DPP) Hidayatullah menjadi Pilot Project Bi’ah Lughawiyah.

Rekomendasi tersebut dikukuhkan dalam Workshop dan Pilot Project Bi’ah Lughawiyah digelar di Ma’had Hidayatullah Batu (Mahaba) pada Senin-Kamis, 25-28 Rabiul Akhir 1446 (28-31/10/2024).

Program ini merupakan bentuk pelaksanaan kebijakan organisasi berupa seluruh Pesantren Hidayatullah harus membangun keunggulan, di antaranya pembelajaran bahasa Arab berbasis lingkungan.

Sebagai langkah awal, program ini merekomendasikan pilot project di tiga lokasi pada tahun 2024, yakni di SMH Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak Balikpapan, MA Luqman Al Hakim Kampus Utama Hidayatullah Samarinda, dan MA Integral Kampus Madya Hidayatullah Manokwari.

Pada tahun 2025 nanti, implementasi akan diperluas ke delapan daerah lainnya, yaitu SMA Luqman Al Hakim Kampus Utama Hidayatullah Surabaya, SMA Al Bayan Kampus Utama Hidayatullah Makassar, SMA Hidayatullah Kampus Madya Hidayatullah Yogyakarta, MA Ulul Al Baab Kampus Madya Hidayatullah Ternate, Ma’had Tahfizhul Quran Ahlus Shuffah Balikpapan, SMA IIBS Arrohmah Putri 2 Malang, SMH Putri Kampus Madya Hidayatullah Tulungagung, MTs Hidayatullah Putri Kampus Madya Hidayatullah Muntilan.

Kadeptren DPP Hidayatullah KH. Muhammad Syakir Syafi’i menjelaskan program Biah Lughawiyah bertujuan menciptakan lingkungan berbahasa Arab yang hidup di pesantren-pesantren Hidayatullah, bukan hanya sebagai materi ajar tetapi sebagai budaya dan sarana komunikasi sehari-hari.

“Bahasa Arab adalah ruh yang menghidupkan keilmuan di pesantren. Dengan Bi’ah Lughawiyah, kita ingin bahasa ini menjadi bagian integral dari kehidupan para santri,” ujarnya.

Kampus yang menjadi pilot project akan mendapat pendampingan di setiap lokasi dan bimbingan intensif mulai Desember 2024 hingga Mei 2025. Harapannya, pada tahun ajaran 2025-2026, lingkungan bahasa Arab di pesantren-pesantren ini sudah hidup dan menjadi bagian dari keseharian santri.

Diketahui akhir Oktober lalu, puluhan peserta utusan dari berbagai Pondok Pesantren Hidayatullah di seluruh Indonesia berkumpul di Kota Batu, Jawa Timur, untuk menerima panduan, pelatihan, dan motivasi dari tim pengajar dalam Workshop dan Pilot Project Bi’ah Lughawiyah.

Program Bi’ah Lughawiyah ini diharapkan menjadi model bagi pembelajaran bahasa Arab yang efektif dan mendalam.

Dengan terwujudnya lingkungan yang mendukung praktik bahasa Arab secara langsung, Pesantren Hidayatullah berupaya menjadikan bahasa ini lebih dari sekadar pelajaran, tetapi sebagai budaya hidup di setiap pesantren di bawah naungan Hidayatullah.[]

Layanan Ambulan BMH-Pesantren Hidayatullah Surabaya Produktif Bantu Masyarakat

0

SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sejak penyerahan ambulans dari Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kepada Pesantren Hidayatullah Surabaya pada Oktober 2024, upaya pemberian layanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat mengalami peningkatan yang signifikan.

Ambulans tersebut telah menjadi sarana penting dalam mendukung aktivitas layanan darurat, salah satunya dalam pengantaran jenazah ke TPU Keputih, Sukolilo, Surabaya.

Ketua Tim Layanan Pesantren Hidayatullah Surabaya, Ust. Syaifuddin, menyampaikan harapannya agar ambulans ini dapat terus memberikan manfaat dan berperan maksimal dalam upaya sosial-kesehatan masyarakat.

“Harapan kami, ambulans ini semakin produktif dan maksimal dalam memberikan layanan sosial kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya, seperti dalam keterangannya pada media ini, Selasa, 10 Jumadil Awal 1446 (12/11/2024).

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, turut menekankan pentingnya sinergi dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung layanan ini.

“Ambulans ini secara langsung menjadi layanan dari Pesantren Hidayatullah Surabaya. Harapannya, semakin luas manfaatnya bagi umat. Karena itu memang amanah dari kaum Muslimin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kolaborasi ini meneguhkan prinsip pemberdayaan berbasis kebaikan, di mana pengelolaan zakat, infak, dan sedekah dapat terwujud dalam bentuk nyata untuk kesejahteraan umat.*/Herim

Shalat Sunnah Fajar, Amalan ‘Ringan’ yang Tidak Ringan

0

ADA rombongan santri pergi keluar kota untuk silaturahim ke rumah salah satu ustadznya. Karena tempatnya sangat jauh sehingga harus menginap di sebuah masjid. Tempat paling aman dan nyaman bagi santri adalah masjid karena di pesantren, masjid adalah tempat tinggal kedua setelah kamar.

Mereka meminta ijin kepada pengurus takmir, Alhamdulillah, mereka diijinkan dengan syarat menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan masjid. Mereka biasa tidur tanpa kasur dan bantal, yang penting badan bisa tergeletak lurus.

Menjelang shubuh, mereka sudah bangun untuk melaksanakan shalat lail. Tapi ada yang tertidur lagi hingga adzan shubuh berkumandang, mungkin kelelahan dari perjalanan panjang.

“Shalat, shalat, shalat…Gus..Agus… cepat bangun, sudah adzan shubuh” seru Yasin membangunkan temannya sambil menarik tangan dan membantunya duduk.

“Aku lelap sekali tidur dan mimpi seru tadi malam,” kata Agus dengan posisi duduk tapi masih setengah sadar dengan sarung menyelimuti badannya.

Ah.. nanti saja cerita mimpinya, sekarang cepat ke kamar mandi untuk kencing, gosok gigi, dan wudhu,” kata Yasin dengan setengah memerintah

“Kan, masih lama iqomahnya,” kata Agus sambil membuka sarung di kepalanya.

“Ini bukan di pondok tapi di masjid orang, itu jamaah sudah mulai berdatangan, malu kita,” kata Yasin sambil jarinya menunjuk arah pintu masuk masjid.

“Oh iya lupa aku…,” jawab Agus dengan tergopoh-gopoh merapihkan tempat tidurnya dan bergegas ke kamar mandi.

Tidak lama kemudian, iqomah dikumandankan dan shalat shubuh dimulai, sementara Agus masih di kamar mandi. Sehingga Agus masbuq atau ketinggalan shalat satu rakaat.

“Gus, tadi kamu tidak shalat sunnah sebelum shubuh?”
“Tidak sempatlah, tadi saya masbuq,” jawabnya
“Astaghfirullah,” kata Yasin
“Kenapa kamu istighfar, ada yang salah, kan masbuq juga bagian dari syariat yang dibolehkan,” tanya Agus

“Bukan salah, tapi sayang sekali. Shalat sunnah sebelum shubuh adalah salah satu shalat sunnah muakkad yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah selama hidupnya karena keutamaannya yang luar biasa yaitu lebih baik dari dunia seisinya.”

“Sudah takdirnya, Sin,” tanya Agus sambil garuk-garuk kepala

“Kalau tuntunan Rasulullah biasanya beliau meng-qodho’ atau menggantinya setelah shalat shubuh. Ini saking untuk menjaga keistiqomahannya dan meraih keutamaannya,” jawab Yasin

“Kalau begitu saya akan qodho’ shalat sunah sebelum shubuh sekarang,” kata Agus sambil menuju tempat shalat di bagian belakang.

Amalan “Ringan” yang Tidak Ringan

Amalan ketiga setelah bangun tidur adalah shalat sunnah sebelum shubuh atau sunnah fajar. Ibadah ini ‘ringan’, hanya dua rakat dan bacaannya juga tidak harus panjang, cukup surat al-Kafirun dan al-Ikhlas. Tapi, nyatanya, tidak ringan untuk bisa melaksanakannya secara istiqamah.

Mindset dalam melaksanakan shalat sunnah bukan hanya sebagai ibadah tambahan yang ketika dilaksanakan mendapatkan pahala dan jika tidak melaksanakan maka tidak masalah atau tidak mendapatkan pahala. Memang, tidak ada konsekuensi dosa jika tidak melaksanakan sunnah tapi rugi karena tidak mendapatkan tambahan reward berupa keutamaan dari melaksanakan sunnah.

Melaksanakan shalat sunnah sebagai ikhtiar meraih cinta kepada Allah dan Rasulullah. Bukti cinta kepada Rasulullah salah satunya dengan berusaha melaksanakan sunnah-sunnahnya. Sebagaimana seseorang yang mengidolakan artis atau tokoh, maka orang itu akan berusaha mengikuti apa yang dipakai, dilakukan, dan meniru kebiasaan idolanya, meskipun idolanya itu tidak memberikan apresiasi apapun.

Ketika merasa beriman kepada Rasulullah, seharusnya ada semangat untuk mengikuti dan meneladani segala bentuk sunnah yang dituntunkan Rasulullah. Melaksanakan sunnah juga untuk menyempurnakan shalat wajibnya, karena terkadang ada syarat dan rukun yang belum sempurna

Sebagai orang beriman, meski ada rasa malas, tapi berusahalah untuk menjaga shalat sunnah sebelum shubuh. Saat tertentu mungkin ketinggalan shalat berjamaah, terlambat bangun atau kesiangan. Segera ke kamar mandi, ambil air wudhu dan laksanakan shalat sunnah ini sebelum shalat shubuh.

Shalat sunnah sebelum shubuh ini punya keutamaan yang besar, sampai-sampai ketika safar pun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus menjaganya. Ketika masbuq juga harus menggantinya.

Dalam Shahih Muslim telah disebutkan mengenai keutamaan shalat ini dalam beberapa hadits, juga dijelaskan anjuran menjaganya, begitu pula diterangkan mengenai ringannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam melakukan shalat tersebut.

Dalil yang menunjukkan bahwa shalat sunnah qobliyah shubuh atau shalat sunnah fajar dilakukan dengan raka’at yang ringan, adalah hadits dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar yang berkata bahwa Ummul Mukminin Hafshoh pernah mengabarkan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنَ الأَذَانِ لِصَلاَةِ الصُّبْحِ وَبَدَا الصُّبْحُ رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلاَةُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu diam antara adzannya muadzin hingga shalat Shubuh. Sebelum shalat Shubuh dimulai, beliau dahului dengan dua raka’at ringan.” (HR. Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723).

Dalil anjuran bacaan ringan ketika shalat sunnah qobliyah shubuh dijelaskan dalam hadits berikut,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَرَأَ فِى رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) وَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ)

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas” (HR. Muslim no. 726).

Hadits kedua di atas juga menunjukkan bahwa shalat sunnah fajar yang dimaksud adalah ketika telah terbit fajar shubuh. Karena sebagian orang keliru memahami shalat sunnah fajar dengan mereka maksudkan untuk dua raka’at ringan sebelum masuk fajar.

Ringannya shalat sunnah fajar yang hanya dua rakaat dan bacaan suratnya juga diperingan. Tapi pelaksanaanya tidak ringan bagi orang-orang yang tidak memahami dan menyakininya. Sehingga perlu dilatih setiap hari agar shalat sunnah fajar ini betul-betul terasa ringan dan nikmat untuk dijalankan serta menjadi sebuah kebiasaan

Pada suatu saat nanti akan terbalik yaitu ada rasa berat untuk meninggalkan shalat sunnah qobliyah shubuh. Itu bisa terjadi saat sudah merasakan nikmat dan bahagianya membiasakan shalat sunnah qobliyah shubuh.

Pada titik tertentu, seorang Muslim yang telah terbiasa dengan shalat qobliyah shubuh akan mengalami perasaan berat untuk meninggalkannya. Hal ini merupakan refleksi dari rasa cinta terhadap ibadah, di mana kesadaran akan manfaat spiritualnya membuat seseorang merasa enggan untuk mengabaikannya.

Dengan demikian, ketika seseorang merasakan kebahagiaan dalam membiasakan shalat sunnah qobliyah shubuh, ia tidak hanya merasakan kenikmatan rohani yang lebih tinggi tetapi juga memperoleh ketenangan dan kedekatan dengan Sang Pencipta yang sulit ditandingi oleh aktivitas duniawi lainnya.[]

*) Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, penulis adalah Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah

Dedikasi Kebaikan Berupa Sumur Bor Air Bersih untuk Pesantren Banyuanyar

0

PAMEKASAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bekerja sama dengan Prudential Syariah mempersembahkan program sumur bor bagi generasi bangsa di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Inisiatif ini bertujuan memberikan akses air bersih bagi ribuan santri yang belajar di pesantren bersejarah ini, yang telah berdiri sejak 1787 Masehi atau 1204 Hijriah oleh Kyai Itsbat bin Ishaq, seorang ulama kharismatik dari Madura.

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menyampaikan bahwa proses pengerjaan saat ini telah sampai pada tahap pembangunan tempat wudhu dan instalasi penyaluran air.

“Sumur bor ini nantinya akan mendukung kebutuhan air bersih bagi 8.000 santri,” jelas Imam Muslim, seperti dalam keterangannya diterima media ini, Senin, 9 Jumadil Awal 1446 (11/11/2024).

Abdul Rahman, salah satu santri kelas X yang telah menghafal lima juz Al-Qur’an, menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, dengan adanya sumur ini, kami jadi lebih mudah untuk berwudhu dan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Terima kasih untuk BMH dan Prudential Syariah,” ungkapnya haru.

Diperkirakan, sumur bor ini akan menghasilkan debit air sebesar 600.000 liter per hari, mencukupi kebutuhan air bersih seluruh santri.

“Ini adalah wujud nyata dari manfaat zakat, infak, dan sedekah yang memberikan dampak positif secara langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Imam Muslim.

Dia menambahkan, program sumur bor ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga lainnya dalam mendukung pendidikan pesantren dan kesejahteraan santri di berbagai daerah, sekaligus memperkuat solidaritas sosial melalui amal jariyah yang berkesinambungan.*/Herim

Menebar Kebahagiaan Bantuan Hijab untuk Santri Rumah Qur’an di Sinangkong

0

SERDANG BEDAGAI (Hidayatullah.or.id) — Pada sore yang tenang, suasana riuh bahagia tiba di Desa Sinangkong, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai. Kegembiraan ini hadir bersama kedatangan tim Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) yang membawa bantuan hijab bagi santri putri di Rumah Qur’an Hidayatullah.

Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan umat, BMH Sumatera Utara menyalurkan bantuan 40 hijab kepada para santri.

“Sebanyak 40 hijab telah disiapkan BMH untuk santri putri di Rumah Qur’an Hidayatullah ini,” jelas Osman Ali, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Sumatera Utara, seperti dalam keterangannya diterima media ini, Senin, 9 Jumadil Awal 1446 (11/11/2024).

Para santri menyambut bantuan ini dengan antusias. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapat bantuan jilbab dari BMH dan para donatur. Terima kasih,” ujar Calista (14), yang diamini oleh teman-temannya dengan penuh semangat dan syukur.

Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh para pengajar di sana. Ustadz Jufri Solin, guru di Rumah Qur’an Hidayatullah, menyampaikan, “Di sini, setiap hari ada 70 anak belajar. Bantuan ini sangat berarti bagi mereka dan bagi kami semua di sini.”

Jufri menambahkan kebaikan ini kian menguatkan semangat dakwah dan pendidikan yang mencerdaskan generasi muda. Bantuan ini membangkitkan semangat para santri dalam menuntut ilmu, beramal, dan mengembangkan diri sebagai calon pemimpin umat.*/Herim