PALANGKA RAYA (Hidayatullah.or.id) — Baru-baru ini, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kalimantan Tengah kembali meneguhkan komitmen dan kepeduliannya terhadap kesejahteraan anak-anak asuh di Palangka Raya.
Melalui program sosial yang berkelanjutan, BMH Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan berupa 1.200 kilogram beras kepada 130 santri di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Takziyah, Palangka Raya. Bantuan ini disambut dengan antusias oleh para santri dan pengurus lembaga.
Arif Rahman, Kepala Perwakilan BMH Kalimantan Tengah, menyerahkan secara langsung bantuan tersebut kepada Ustadz Hanif Radin, Ketua LKSA Darul Takziyah.
Dalam sambutannya, Arif menyampaikan harapannya agar bantuan ini tidak hanya meringankan kebutuhan pangan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus bersemangat dalam belajar dan beribadah.
“Kami berharap, dengan adanya dukungan ini, para santri dapat fokus dalam menuntut ilmu tanpa harus khawatir akan kebutuhan pokok sehari-hari. Bantuan ini merupakan langkah kecil yang diharapkan berdampak besar bagi tumbuh kembang mereka,” ujar Arif, seperti dalam keterangan diterima media ini, Senin, 18 Rabiul Akhir 1446 (21/10/2024).
Kegiatan ini juga menegaskan peran penting BMH sebagai lembaga zakat dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan santri, terutama di lembaga-lembaga sosial seperti LKSA.
Dalam perspektif akademik, pemberian bantuan beras ini tidak sekadar dipandang sebagai tindakan karitatif semata, melainkan sebagai bentuk strategi pengentasan kemiskinan yang sejalan dengan misi besar menciptakan generasi emas 2045. Seperti yang diungkapkan oleh Arif Rahman.
“Bantuan ini adalah pondasi penting dalam upaya Indonesia melahirkan generasi emas 2045. Makanan pokok, sebagai kebutuhan paling mendasar, menjadi kunci agar para santri tumbuh dengan gizi yang cukup untuk meraih masa depan yang gemilang,” katanya.
Berdasarkan data yang ada, gizi yang cukup memegang peran penting dalam perkembangan kognitif dan fisik anak-anak, yang pada akhirnya berpengaruh pada performa akademik mereka.
Oleh karena itu, Arif menambahkan, program bantuan ini merupakan bagian dari dukungan jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di lembaga sosial.*/Herim
BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung generasi muda dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program distribusi Alquran kepada santri-santri yang menimba ilmu di Yayasan Nur Faizah Hidayatullah, Bengkulu, Senin, 18 Rabiul Akhir 1446 (21/10/2024).
Sebanyak 35 santri yang berlokasi di Jalan Mahoni, Gang Mesjid Nurfaizah, Bumiayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu menerima bantuan Alquran baru, sebagai bagian dari inisiatif berkelanjutan untuk mendukung pendidikan berbasis Alquran di wilayah tersebut.
M. Irwan, Kepala Perwakilan BMH Bengkulu, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari misi Laznas BMH dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sejalan dengan prinsip tanggung jawab sosial.
“Ini merupakan program unggulan yang Laznas BMH upayakan secara konsisten dan meluas, sebagai wujud dukungan ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita tahu mereka adalah anak bangsa yang terkendala biaya namun memiliki cita-cita menjadi penghafal Quran,” ujar Irwan.
Irwan mengimbuhkan, pemberian Alquran ini sebuah bentuk investasi spiritual dan intelektual jangka panjang. Dalam pada itu, dukungan yang diberikan oleh para donatur dan masyarakat luas memungkinkan santri-santri tersebut untuk melanjutkan proses belajar dan menghafal Alquran, yang merupakan inti dari pendidikan mereka.
“Inisiatif ini juga merupakan bentuk kontribusi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan,” tukasnya.
Fatimah, salah seorang santri penerima manfaat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan ini. “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Laznas BMH dan para donatur yang telah mendukung kami dengan memberikan Alquran. Ini adalah anugerah yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Irwan menambahkan, program tebar mushaf Al Quran ini sebagau wujud kepedulian yang lebih besar terhadap pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi negara yang menegaskan pentinhnya peran aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.*/Herim
DELI SERDANG (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, turut menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang diperingati setiap 22 Oktober.
Pada momen istimewa di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa ini, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) meluncurkan program Ekspedisi Kebaikan Hari Santri Nasional 2024, sebuah inisiatif nasional yang bertujuan mendukung kebutuhan santri di berbagai penjuru Indonesia.
Osman Ali, Kepala Divisi Prodaya BMH Sumatera Utara, mengatakan program ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap santri yang tidak hanya menuntut ilmu agama, tetapi juga tengah mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan bangsa.
Di Sumatera Utara, rangkaian kegiatan ekspedisi ini diwujudkan dalam bentuk penyaluran beras, beasiswa, kasur, serta penanaman pohon di berbagai pondok pesantren.
Sebagai langkah awal, pada Sabtu (19/10/2024), BMH Sumatera menyalurkan bantuan logistik berupa 40 karung beras kepada santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Morawa, Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.
Penyerahan bantuan ini disambut dengan penuh kebahagiaan oleh para santri.
“Kami percaya bahwa para santri ini adalah generasi penerus yang harus mendapatkan pendidikan terbaik serta dukungan penuh untuk kebutuhan dasar mereka. Mereka inilah yang kelak akan menjadi pemimpin di masa depan,” ujar Osman Ali.
Kebutuhan logistik bagi santri di Sumatera Utara setiap bulan mencapai sekitar 3,6 ton beras, yang diperuntukkan bagi 512 santri yatim dhuafa di 13 kabupaten dan kota.
“Bantuan beras ini sangat penting untuk memastikan para santri bisa fokus belajar dan berkembang. Dukungan dari para donatur menjadi wujud nyata kebaikan yang memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan,” tambah Osman.
Rasa syukur terlihat dari wajah para santri yang menerima bantuan tersebut.
Muhammad Syamil, salah seorang santri, mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berjanji akan lebih semangat dalam belajar,” tuturnya dengan penuh harapan.
Program Ekspedisi Kebaikan ini tidak berhenti di sini. BMH berkomitmen untuk terus melanjutkan penyaluran bantuan ke berbagai daerah lain di Sumatera Utara, dengan harapan semakin banyak santri yang dapat merasakan manfaatnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan logistik, tetapi juga menanamkan dukungan yang akan membentuk masa depan generasi penerus bangsa.*/Herim
SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur menerima audiensi dari pengurus wilayah Pemuda Hidayatullah Jawa Timur. Acara ini berlangsung di ruang kerja Sekretaris Bakesbangpol Jawa Timur, Nurul Ansori, yang menyambut dengan hangat kehadiran para perwakilan organisasi tersebut, Jumat, 15 Rabiul Akhir 1446 (18/10/2024).
Dalam pertemuan ini, Nurul Ansori menyampaikan apresiasinya terhadap Pemuda Hidayatullah dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda dan pemerintah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi Jawa Timur yang Cepat, Efektif, Tanggap, Transparansi, dan Responsif (CETTAR), sebuah program yang fokus pada transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
“Saya sangat senang dan mengapresiasi kehadiran Pemuda Hidayatullah Jawa Timur. Melalui pertemuan ini, kita dapat memulai kolaborasi dengan Bakesbangpol. Harapannya, sinergi ini dapat diperluas, termasuk dengan Kementerian Agama dan instansi terkait lainnya,” ujar Nurul Ansori.
Urgensi Melek Politik dan Penguatan Leadership
Dalam audiensi tersebut, Nurul Ansori juga menyoroti pentingnya peran pemuda dalam kancah politik dan kebangsaan. Ia mendorong Pemuda Hidayatullah untuk meningkatkan kesadaran politik dan membekali diri dengan wawasan kebangsaan serta keterampilan kepemimpinan (leadership).
“Sudah saatnya para pemuda melek politik dan aktif terlibat dalam pengambilan keputusan yang berdampak bagi masyarakat luas,” kata Ansori.
Untuk itu, Ansori menganjurkan kepada anak-anak muda agar mengadakan kegiatan-kegiatan kecil seperti Leaderless Group Discussion (LGD). Ini akan menjadi wadah yang baik untuk memupuk jiwa kepemimpinan serta meningkatkan wawasan politik mereka.
“Melalui diskusi ini, mereka bisa membahas berbagai persoalan di daerah masing-masing serta mengusulkan solusi konkret demi membangun Jawa Timur yang lebih maju,” kata Nurul Ansori.
Kegiatan LGD sendiri merupakan bentuk diskusi tanpa pemimpin yang bertujuan menggali potensi kepemimpinan serta mengasah kemampuan pemecahan masalah secara bersama-sama. Menurut Nurul, format ini sangat efektif dalam mengembangkan pola pikir kritis dan kepemimpinan yang adaptif di kalangan pemuda.
Nurul Ansori menegaskan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam menyukseskan visi Indonesia Emas, terutama dengan memanfaatkan potensi demografi dan teknologi yang saat ini berkembang pesat.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa. Melalui kegiatan seperti Pemuda Camp ini, diharapkan pemuda bisa lebih paham mengenai kontribusi mereka dalam menciptakan masa depan Indonesia yang lebih cerah, terutama dalam mempersiapkan diri menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Nurul.
Pemuda Hidayatullah Siap Berkolaborasi dengan Pemerintah
Adib Nursyahid, Ketua Pemuda Hidayatullah Jawa Timur, menyambut baik ajakan kolaborasi dari Bakesbangpol. Ia menyampaikan komitmennya untuk menjalin kerjasama yang berkelanjutan dengan pemerintah dalam rangka memperkuat peran pemuda di Jawa Timur.
“Kami sangat bersyukur dan siap berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya Bakesbangpol, untuk tahap awal kami juga akan menghadirkan Bakesbangpol sebagai pemateri di agenda Rakerwil Pemuda Hidayatullah yang akan datang,” ungkap Adib.
Pemuda Hidayatullah Jawa Timur merupakan organisasi kepemudaan yang berafiliasi dengan ormas Islam Hidayatullah. Hingga saat ini, organisasi tersebut telah memiliki 30 pengurus daerah yang tersebar di kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Menurut Adib, Pemuda Hidayatullah berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam mendukung program-program pemerintah, terutama dalam upaya memajukan pembangunan Jawa Timur.
“Sebagai pengurus wilayah, kami telah siap berkontribusi dan berperan aktif dalam mendukung berbagai program pemerintah Jawa Timur, terutama dalam hal-hal yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas,” kata Adib.
Adib menyampaikan, kolaborasi ini diharapkan dapat membawa perubahan yang positif bagi kemajuan Jawa Timur seraaya juga menjelaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara Pemuda Hidayatullah dan Bakesbangpol Jawa Timur, telah direncanakan bahwa pada kegiatan Pemuda Camp dan Rakerwil II Pemuda Hidayatullah, Bakesbangpol akan dilibatkan sebagai pemateri utama.
Kegiatan yang bertema “Peran Pemuda Jawa Timur Menyongsong Indonesia Emas 2045” ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2024 di Pantai Semilir, Tuban.
Dalam kegiatan tersebut, para pemuda akan mendapatkan wawasan kebangsaan dan kepemimpinan yang dikaitkan dengan peran strategis pemuda dalam pembangunan nasional.
Di akhir sesi audiensi, Pemuda Hidayatullah Jawa Timur menyerahkan sebuah buku hasil karya anggotanya kepada Bakesbangpol sebagai simbol apresiasi dan komitmen kerjasama. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan dari pemuda Hidayatullah yang mencerminkan semangat berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Hadir dalam audiensi ini antara lain Sekretaris Bakesbangpol Jatim, Nurul Ansori; Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Bakesbangpol, Mulyono; Ketua PW Pemuda Hidayatullah Jatim, Adib Nursyahid; serta ketua-ketua departemen bidang sosial, dakwah, dan infokom Pemuda Hidayatullah Jawa Timur.
Kedua pihak berharap bahwa sinergi yang terjalin dalam pertemuan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pembangunan Jawa Timur di masa depan.*/Abdul Malik Almandari
BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Nurul Hasna, Hidayatullah Kota Bandung, bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar pelatihan menulis untuk para santri penghafal Al-Qur’an dari Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Nurul Hasna, Hidayatullah Kota Bandung, pada Sabtu, 16 Rabiul Akhir 1446 (19/10/2024).
Pelatihan yang berlangsung di Jl. Layar No. 5, Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik ini diikuti oleh 20 santri yang penuh antusias. Semua tampak antusias mendapat materi praktik menulis secara ringan, langsung dan menantang.
“Kegiatan yang menghadirkan Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi ini menjadi bagian dari upaya BMH dalam menumbuhkan gerakan literasi di kalangan generasi muda, khususnya para penghafal Al-Qur’an,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Barat, Yusep Suhendar.
Imam Nawawi menekankan pentingnya literasi, yaitu kemampuan membaca, menulis, memahami, dan menginterpretasikan informasi, sebagai bekal untuk menjadi generasi yang lebih baik.
“Meskipun kegiatan ini tampak sederhana, substansinya sangat mendalam. Kita sedang menyiapkan generasi penghafal Al-Qur’an yang juga memiliki kemampuan literasi yang baik,” kata Imam Nawawi.
Ia juga mendorong para santri untuk berani mengekspresikan diri, karena setiap ayat yang mereka hafalkan memiliki makna kebaikan yang dapat dijadikan inspirasi untuk berkarya dan berbuat baik.
Dalam sesi pelatihan, tiga buah buku diberikan sebagai hadiah kepada santri yang proaktif dan menunjukkan semangat tinggi selama acara.
Salah satu santri, Salma Sayyida, kelas 3 Madrasah Tsanawiyah (MTs), mengungkapkan kegembiraannya mengikuti pelatihan ini.
“Saya sangat senang dengan materi yang disampaikan, dan sekarang saya termotivasi untuk menulis buku sendiri,” ujar Salma dengan penuh semangat.
Ketua Yayasan, H. Uup, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan.
“Saya sangat mendukung program ini karena bisa menumbuhkan kreativitas santri dan mengajarkan mereka untuk lebih mandiri,” ujarnya.
Para musyrifah pondok pesantren juga berharap pelatihan ini dapat menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan bagi para santri, membantu mereka untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang literasi.
Dengan adanya program seperti ini, BMH menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga mampu berkontribusi melalui tulisan dan pemikiran yang bermanfaat bagi umat.*/Herim
BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Guna mendukung kegiatan belajar mengajar bagi santri dan guru, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kaltim melalui Gerai Bontang telah menyalurkan fasilitas Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH) Al-Ikhlas di Pulau Selangan, Bontang.
Penyaluran ini termasuk pemberian insentif bagi para pengajar yang berkontribusi dalam pembelajaran Al-Qur’an, khususnya untuk anak-anak yang belajar Iqro dan Al-Qur’an secara gratis.
Dengan jumlah santri yang mencapai 30 orang, fasilitas Rumah Qur’an ini memberikan tempat belajar yang layak dan memadai.
Sri Fatimah, salah satu pengajar di RQH Al-Ikhlas, menyampaikan rasa syukur Alhamdulillah atas fasilitas Rumah Qur’an yang telah diberikan kepada mereka sehingga anak-anak memiliki tempat yang layak untuk belajar mengaji di Pulau Selangan.
“Semoga kelak anak-anak di pulau ini menjadi hafidz Qur’an,” ungkap Sri Fatimah, seperti dalam keterangan yang diterima media ini, Sabtu, 16 Rabiul Akhir 1446 (19/10/2024).
Koordinator BMH Gerai Bontang, Agus Suwandi, menyampaikan bahwa terwujudnya Rumah Qur’an ini tak lepas dari kontribusi para donatur yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf melalui BMH.
“Semoga kebaikan ini terus berlanjut, dan Rumah Qur’an seperti ini bisa kita hadirkan di pulau lainnya,” kata Agus.
Dengan adanya fasilitas dan dukungan insentif bagi para guru, BMH berharap kegiatan belajar Al-Qur’an di Pulau Selangan dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri, dan mendorong tumbuhnya generasi hafidz Qur’an dari wilayah tersebut.*/Herim
DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) bekerja sama dengan Islamic Medical Service (IMS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah mengadakan kegiatan hapus tato dan penyuluhan hukum di Rutan 1 Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 15 Rabiul Akhir 1446 (18/10/2024).
Kegiatan ini diikuti oleh 30 warga binaan yang antusias dalam mengikuti program yang bertujuan membantu mereka kembali ke jalan yang benar.
Hadir memberikan penyuluhan hukum Dr. Dudung Amadung. Pria murah senyum Direktur LBH Hidayatullah itu berhasil membangkitkan semangat peserta untuk lebih well educated dalam pemahaman hukum.
Kepala Rutan 1 Depok, Lamarta Surbakti, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara BMH dan IMS. Ia berharap sinergi ini dapat terus berkembang di masa mendatang. “Sinergi ini perlu dikembangkan ke depan, terutama bersama BMH dan IMS,” ujar Lamarta.
Imam Nawawi, yang mewakili Direktur Utama BMH Pusat, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk membantu warga binaan memperbaiki cara berpikir dan bertindak.
“Allah menyukai orang yang mau kembali ke jalan yang benar dengan taubatan nasuha,” ungkapnya, menekankan pentingnya kesadaran spiritual bagi peserta kegiatan.
Direktur IMS, Imron Faizin, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam pembinaan warga binaan di berbagai lapas.
“Beberapa tempat sudah berjalan dengan baik, termasuk di Lapas Nusakambangan,” kata Imron, menegaskan komitmen IMS dalam program rehabilitasi di lingkungan lapas.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan, baik dari segi fisik, mental, maupun spiritual, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa tahanan mereka berakhir.
Kolaborasi antara BMH, IMS, dan LBH Hidayatullah menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga dapat menciptakan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berada dalam masa binaan.*/Herim
BOYOLALI (Hidayatullah.or.id) — Atas dukungan masyarakat, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) senantiasa menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat pedesaan dengan menyalurkan bantuan beras dan Al-Qur’an kepada para mualaf.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BMH, PosDai, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Ampel Boyolali, yang berlangsung di Dukuh Tegalrejo, Desa Jlarem, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, pada Rabu, 13 Rabiul Akhir 1446 (16/10/2024).
Sebanyak 50 kantong beras dan 50 mushaf Al-Qur’an disalurkan kepada keluarga mualaf di dukuh tersebut. Bantuan ini bertujuan meringankan beban ekonomi warga sekaligus meningkatkan literasi keagamaan dan semangat ibadah mereka.
Koordinator BMH Perwakilan Jawa Tengah, Gerai Boyolali, Sunarto, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak yang terlibat, terutama kepada para donatur.
“BMH sangat berterima kasih kepada KUA Ampel, Pos Dai, dan para mualaf yang hadir. Terlebih kepada para donatur yang tidak bisa hadir, namun kepeduliannya sampai di sini,” ungkap Sunarto.
Kepala KUA Ampel, Maryanto, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa sinergi ini adalah bentuk nyata kolaborasi antar lembaga dalam menciptakan dampak sosial yang positif dan berkelanjutan.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk memperkuat dukungan bagi masyarakat, khususnya di bidang sosial dan keagamaan,” ujarnya.
Salah satu penerima bantuan, Ibu Sri, yang juga merupakan mualaf, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di tengah kesulitan ekonomi saat ini. Semoga Allah membalas kebaikan para dermawan,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat berbagi dan kepedulian antar sesama, sehingga kesejahteraan masyarakat, baik secara ekonomi maupun spiritual, dapat terus meningkat.
Sebagai informasi tambahan, di Kecamatan Gladagsari, lebih dari 300 mualaf telah dibina oleh KUA Ampel dan BMH. Sunarto menegaskan pentingnya silaturahmi dan pembinaan rutin bagi mereka yang baru menemukan hidayah.*/Herim
BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dakwah di pelosok Indonesia dengan menyalurkan bantuan armada dakwah kepada Ustadz Eri Dens di Bengkulu, Kamis, 14 Rabiul Akhir 1446 (17/10/2024).
Bantuan armada transportasi tersebut berupa sepeda motor yang akan digunakan sebagai sarana mobilitas bagi Ustadz Eri Densi dalam menyebarkan syiar Islam ke berbagai desa terpencil di wilayah Bengkulu.
Penyaluran armada dakwah ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dai dalam menjangkau umat, khususnya di daerah-daerah yang sulit diakses oleh transportasi umum.
Laznas BMH sebagai lembaga zakat berperan aktif dalam mendukung program-program dakwah di wilayah-wilayah yang membutuhkan, terutama dalam memberikan kemudahan bagi para dai untuk bergerak dari satu titik dakwah ke titik lainnya.
Kepala Laznas BMH Bengkulu, Muhammad Irwan, menekankan pentingnya peran dai dalam membina umat, terutama di daerah-daerah yang jarang terjangkau oleh program dakwah. Menurutnya, armada dakwah yang diberikan ini merupakan salah satu bentuk dukungan konkrit untuk memfasilitasi mobilitas para dai yang bekerja keras dalam menyampaikan ajaran Islam.
Bantuan armada ini sangat penting dalam mendukung mobilitas dai, seperti Ustadz Eri Densi, yang selama ini mengabdi menyampaikan dakwah di pelosok-pelosok desa.
“Dengan adanya sepeda motor ini, kami berharap jangkauan dakwah bisa lebih luas, dan masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil bisa lebih mudah mendapatkan pembinaan agama,” jelas Muhammad Irwan dalam keterangannya.
Ustadz Eri Densi, yang menjadi penerima manfaat dari bantuan armada dakwah ini, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas dukungan yang diberikan oleh Laznas BMH.
Baginya, armada dakwah ini merupakan solusi atas tantangan mobilitas yang selama ini ia hadapi dalam menjalankan tugas dakwah, terutama ketika harus menjangkau daerah-daerah dengan medan yang sulit.
Dia mengaku sangat bersyukur atas bantuan dari BMH. Armada ini akan sangat membantu dia dalam berdakwah ke berbagai titik di Bengkulu ini. Daerah yang dia jangkau cukup jauh, dan medannya tidak selalu mudah.
“Dengan motor ini, insyaAllah saya bisa lebih efektif dalam menjalankan misi dakwah,” ungkap Eri Densi.
Wilayah Bengkulu, seperti banyak wilayah lain di Indonesia, memiliki tantangan geografis yang beragam, mulai dari pebukitan hingga desa-desa yang terisolasi. Hal ini membuat dakwah di wilayah tersebut membutuhkan sarana transportasi yang dapat mendukung mobilitas dai, agar mereka dapat menyampaikan ajaran Islam secara langsung kepada masyarakat.
Seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan agama, peran dai menjadi semakin sentral, terutama di daerah-daerah yang kurang memiliki akses ke fasilitas pendidikan agama formal.
Oleh karena itu, Laznas BMH melihat pentingnya memastikan bahwa para dai yang bertugas di wilayah-wilayah ini mendapatkan dukungan yang memadai, baik secara logistik maupun finansial.
“Laznas BMH selalu berkomitmen untuk memberikan dukungan terbaik bagi para dai yang berdakwah di daerah terpencil. Kami sadar, bahwa peran mereka sangat vital dalam membina masyarakat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah-tengah umat,” tambah Muhammad Irwan.
Menurut Muhammad Irwan, program ini akan terus diperluas di berbagai daerah lain di Bengkulu dalam rangka mendukung pengabdian para dai dan guru ngaji dalam membangun kesadaran dan perubahan positif di tengah masyarakat serta membawa manfaat yang nyata bagi umat di seluruh pelosok negeri.*/Herim
MOROWALI UTARA (Hidayatullah.or.id) — Hari Kamis, 14 Rabiul Akhir 1446 (17/10/2024) ini menjadi momen istimewa bagi Ustadz Deprin Lindo, kepala sekolah SD Fatumarando Terpadu Salubiro, yang akhirnya mengantarkan empat orang muridnya mengikuti gladi resik Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di SDN 1 Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.
Momen ini bukan hanya menjadi tonggak penting dalam dunia pendidikan di pedalaman, tetapi juga simbol harapan bagi komunitas mualaf Suku Ta Wana yang telah lama terpinggirkan.
SD Fatumarando Terpadu Salubiro, dengan NPSN 70037230, merupakan institusi yang didirikan untuk menjawab tantangan pendidikan di kawasan terpencil, di mana akses terhadap pendidikan formal sering kali terbatas.
Dengan bimbingan Ustadz Deprin Lindo, sekolah ini bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pembinaan spiritual dan sosial bagi anak-anak mualaf pedalaman Fatumarando, yang kini mulai merasakan manfaat dari program-program pendidikan nasional.
Langkah Bersejarah
Pelaksanaan gladi resik ANBK di SDN 1 Baturube merupakan momentum yang sangat penting bagi pendidikan di Bungku Utara. Gladi resik ini adalah simulasi untuk mempersiapkan para siswa menghadapi Asesmen Nasional, sebuah program penilaian yang dicanangkan oleh Kemendikbud Ristek untuk mengukur capaian belajar siswa dan mutu pendidikan sekolah.
Dengan penerapan berbasis komputer, ANBK diharapkan dapat memberikan data yang lebih akurat dalam mengevaluasi kompetensi dasar siswa dalam literasi, numerasi, dan karakter.
Bagi Ustadz Deprin Lindo, momen ini adalah wujud dari pencapaian besar yang selama ini diperjuangkannya. “Alhamdulillah, anak-anak kita dari pedalaman Fatumarando bisa ikut serta dalam gladi resik ini. Ini adalah hasil dari kerja keras dan doa kita semua,” ungkap Ustadz Deprin dengan penuh rasa syukur.
Rasa senang dan antusias terpancar dari wajah anak-anak Fatumarando yang mengikuti gladi resik ANBK. Ustadz Deprin menggambarkan bagaimana perasaan mereka begitu bersemangat.
“Mereka sangat gembira bisa berkumpul dan belajar bersama anak-anak dari sekolah lain. Ini pengalaman baru bagi mereka, bertemu teman-teman sebaya dari luar desa mereka,” jelasnya dengan senyum, seperti disitat media ini dari laman PosDai.
Anak-anak ini, yang sebagian besar berasal dari keluarga mualaf dan hidup di pedalaman, jarang memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan siswa-siswa dari sekolah lain. Keterlibatan mereka dalam program ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan dan memperkuat rasa percaya diri.
Mereka tidak hanya belajar tentang materi pelajaran, tetapi juga tentang persahabatan dan keragaman. “Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk memahami bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada banyak anak lain di luar sana yang juga belajar dan berjuang bersama mereka,” tambah Ustadz Deprin, dai mengabdi yang menjadi mitra PosDai dalam program Sekolah Muallaf Pedalaman ini.
Kehadiran murid-murid Fatumarando dalam gladi resik ANBK ini juga mendapat sambutan yang hangat dari tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan sekolah-sekolah lain di Bungku Utara.
Ustadz Deprin dengan penuh haru mengungkapkan betapa terkesannya ia dengan dukungan yang diberikan.
“Kami sangat terharu dengan respon dari masyarakat dan pemerintah. Mereka menerima anak-anak kami dengan tangan terbuka, dan ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah milik semua orang, tanpa memandang latar belakang,” katanya.
Bagi komunitas Suku Ta Wana, kesempatan untuk ikut serta dalam program ANBK ini bukan sekadar capaian pendidikan, tetapi juga pengakuan atas identitas dan eksistensi mereka sebagai bagian dari bangsa ini.
SD Fatumarando Terpadu Salubiro
SD Fatumarando Terpadu Salubiro, yang berdiri di tengah komunitas mualaf pedalaman, memiliki peran strategis dalam membina generasi muda Suku Ta Wana. Sekolah ini tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan nilai-nilai agama dan sosial yang kuat.
“Kami ingin agar anak-anak ini tidak hanya pintar dan terdidik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Insya Allah, mereka bisa menjadi generasi penerus bangsa yang beriman dan berilmu,” ungkap Ustadz Deprin penuh harap.
Dengan keterlibatan mereka dalam program nasional seperti ANBK, harapan itu kini semakin nyata. Program ini tidak hanya menilai kemampuan akademis, tetapi juga membentuk karakter siswa. Ustadz Deprin berharap, dengan adanya kesempatan seperti ini, semakin banyak anak-anak dari pedalaman yang termotivasi untuk terus belajar dan mengejar mimpi-mimpi mereka.
“Insya Allah, anak-anak pedalaman Suku Ta Wana bisa menjadi generasi penerus bangsa di masa depan. Mereka adalah bagian dari kekayaan bangsa ini, dan kita semua harus bekerja keras untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan kesempatan yang sama,” tambahnya dengan penuh semangat.
Meskipun ada banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam hal infrastruktur dan aksesibilitas, Ustadz Deprin optimis bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, pendidikan di pedalaman akan terus berkembang.
“Kami masih menghadapi banyak kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana. Namun, kami percaya bahwa dengan pertolongan Allah dan dukungan masyarakat, kita bisa mengatasi semua hambatan itu,” tegasnya.
Dengan hati yang penuh harapan, Ustadz Deprin dan komunitasnya berjalan menuju masa depan, membawa mimpi-mimpi besar untuk generasi yang akan datang. (ybh/hidayatullah.or.id)