Beranda blog Halaman 147

BMH Dorong Percepatan Kinerja, Berdampak, dan Inovatif melalui Master Class Empowerment Training

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menyelenggarakan program pelatihan intensif bertajuk Master Class Empowerment Training dengan tema “8 Steps to Create High Value & Impactful Program” dibuka pada Kamis, 21 Rabiul Akhir 1446 (24/10/2024).

Acara ini berlangsung selama dua hari di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, dan diikuti oleh perwakilan amil BMH dari seluruh Indonesia.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para peserta dalam merancang dan melaksanakan program-program yang memiliki dampak signifikan bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat kinerja organisasi, pelatihan ini menjadi momentum strategis bagi BMH untuk memperkuat kolaborasi internal dan membangun sinergi antar tim.

Direktur Utama BMH, Supendi, memberikan arahan yang berfokus pada pentingnya integrasi kerja dalam menciptakan program yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Supendi menegaskan bahwa percepatan kinerja dapat dicapai jika tim marketing dan program bekerja dengan cepat dan dinamis, serta memaksimalkan potensi kolaborasi antar divisi.

“Kolaborasi internal secara ideal harus dipastikan berjalan maksimal dan optimal. Ketika program dan tim marketing bekerja secara cepat dan dinamis, akan ada percepatan perolehan yang kita harapkan,” ujar Supendi dalam sambutannya, saat membuka acara tersebut.

Supendi juga menekankan bahwa keberhasilan lembaga zakat di masa depan tidak hanya ditentukan oleh jumlah donasi yang diterima, melainkan juga oleh inovasi dan kolaborasi terarah yang berdampak.

Program-program kebaikan yang terstruktur dengan baik, menurutnya, mampu memberikan dampak yang jauh lebih luas dan jangka panjang bagi masyarakat.

“Inilah yang diharapkan dari setiap amil BMH: menjadi motor perubahan melalui program-program yang dirancang untuk menambah nilai dan memberdayakan umat,” tegasnya.

Dengan terlaksananya Master Class Empowerment Training ini, BMH berharap setiap amil mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan program-program inovatif yang berdampak dan bernilai tambah bagi umat.*/Herim

Momentum Hari Santri 186 Santri Tahfidz Putri Al-Fatah Tarakan Terima 250 kg Beras

0

TARAKAN (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 186 santri tahfidz putri Al-Fatah di Pesantren Hidayatullah Karungan, Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) merasakan kebahagiaan yang tak terhingga pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di bulan Oktober ini.

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan 250 kg beras sebagai bentuk dukungan kepada para santri untuk meringankan kebutuhan pangan mereka.

“Kami mewakili pengurus dan adik-adik santri mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian dari BMH selama ini. Insya Allah menjadi pahala jariyah buat donatur dan BMH,” ungkap Ismail, Kepala Sekolah MTs Al-Fatah Tarakan, seperti dalam keterangan diterima media ini, Rabu, 20 Rabiul Akhir 1446 (23/10/2024).

Ia menambahkan bahwa dukungan yang diberikan BMH sangat membantu para santri dalam fokus menyelesaikan target hafalan Al-Qur’an dan akademik mereka.

M. Noer Komara, Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Kaltara, menjelaskan bahwa penyaluran beras ini merupakan bagian dari program rutin BMH yang berkelanjutan.

“Penyaluran beras untuk santri adalah program bulanan yang didedikasikan untuk mendukung para santri, agar mereka kelak menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Komara.

Sejak Januari 2024 hingga saat ini, BMH Kaltara telah menyalurkan sekitar 2,5 ton beras kepada santri tahfidz putri Al-Fatah. Semua ini berkat dukungan dari para donatur yang terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial ini.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan yang luar biasa dari donatur, sehingga program ini dapat terus berjalan,” tutup Komara.*/Herim

[KHUTBAH JUM’AT] Meraih Ampunan Allah dan 3 Perkara Sumber Dosa

إنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِيْرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لاَ نَبِيَ وَلَا رَسُولَ بَعْدَهُ

عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيمْ

Jamaah Jum’ah Rahimaniy wa Rahimakumullah

Pada hari yang mulia ini, marilah kita senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Allah sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat dan karunia yang telah dilimpahkan kepada kita.

Khatib juga mengingatkan diri sendiri dan seluruh jamaah Jum’at untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Selain itu, khatib juga mengingatkan pentingnya memohon ampun kepada Allah, karena sebagai manusia, tak ada di antara kita yang bisa menjamin dirinya terbebas dari dosa. Dalam sebuah hadits qudsi, melalui lisan suci Rasulullah SAW, Allah berfirman:

يَا عِبَادِي إِنَّكُمْ تُخْطِئُونَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَأَنَا أَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا فَاسْتَغْفِرُونِي أَغْفِرْ لَكُمْ

“Hai hamba-Ku, kamu sekalian senantiasa berbuat salah (dosa) pada malam dan siang hari, sementara Aku akan mengampuni segala dosa dan kesalahan. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Ku, niscaya aku akan mengampunimu! (Riwayat Muslim dari sahabat Abu Dzar)

Hadits qudsi ini mengajarkan kepada kita bahwa setiap manusia memiliki kemungkinan untuk berbuat dosa, baik di siang maupun malam hari.

Namun, pada saat yang sama, Allah membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya bagi siapa saja yang memohon ampunan kepada-Nya.  Sebagaimana firman Allah dalam QS. Az-Zumar ayat 53:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Hadirin jama’ah jum’ah Rahimakumullah

Selain mengharapkan keluasan ampunan Allah, ada tiga perkara yang menjadi sumber kesalahan, petaka, dan dosa yang harus dijauhi oleh kita semua sebagaimana yang dinyatakan oleh al-imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah –rahimahullahu ta’ala:

أصول المعاصي ثلاثة : الكبر و الحرص و الحسد

“Sumber segala macam dosa ada 3 yaitu; Sombong, Tamak, dan Dengki”

(Pertama, Kesombongan, yang membuat Iblis mendurhakai Tuhannya)

فالكبر جعل إبليس يفسق عن أمر ربه

Kesalahan pertama yang dilakukan oleh Iblis dihadapan Allah adalah menyombongkan diri. Allah Ta’ala berfirman;

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan menyombongkan diri dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34).

Selanjutnya Allah Ta’ala menjelaskan alasan mengapa iblis menyombongkan diri, sebagaimana firman-Nya;

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

“Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.

Iblis menyombongkan diri di hadapan Allah karena merasa dirinya lebih baik daripada Adam.

Dari kisah ini, kita dapat memahami bahwa siapa saja yang merasa dirinya lebih unggul dari orang lain—baik dalam hal ilmu, kekayaan, atau hal lainnya—hingga melampaui batas dan berujung pada kesombongan, sejatinya ia sedang mengikuti jejak iblis.

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَيَطْغَىٰٓ   أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di menjelaskan bahwa karena kebodohan dan kezaliman, ketika manusia melihat dirinya kaya, ia sering kali bertindak melampaui batas, berbuat keji, bersikap sombong terhadap petunjuk, dan lupa bahwa pada akhirnya ia akan kembali kepada Rabb-nya.

Ma’asyiral Muslimin Rahimani wa Rahimakumullah

Ketika seseorang terjangkiti penyakit sombong, ia akan sulit menerima kebenaran dan cenderung bersikap thaghut (melampaui batas) dengan merendahkan orang lain. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim dari Ibnu ‘Abbas).

Dalam hadits yang lain dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Tidak akan masuk surga yaitu orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar semut kecil.” (HR. Muslim)

Hadirin jama’ah jum’ah Rahimakumullah

 (Perkara Kedua, Tamak, yang mengeluarkan Adam dari Surga)

و الحرص أخرج آدم من الجنة

Allah Ta’ala mengingatkan peristiwa nabi Adam Alaihissalam dalam Al Qur’an surah al-Baqarah ayat 35:

وَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim”.

Setelah Adam dan istrinya tinggal di dalam surga, iblis datang membisikkan tipu dayanya, menyatakan bahwa apa yang Allah berikan kepada mereka belumlah cukup.

Iblis meyakinkan mereka bahwa kehidupan mereka akan menjadi sempurna jika mendekati pohon terlarang, meskipun itu berarti melanggar perintah Allah. Allah kisahkan bisikian iblis dalam Al Qur’an surah Al-A’raf ayat 20:

وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَٰلِدِينَ

Dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

Jama’ah sekalian yang dirahmati Allah

Merasa tidak puas dengan apa yang telah Allah berikan dapat mendorong seseorang menjadi rakus atau tamak terhadap kehidupan dunia, dan hal ini membuatnya lebih mudah terjerumus ke dalam maksiat.

Lihatlah bagaimana Nabi Adam ‘alaihis salam dan istrinya, Siti Hawa, dikeluarkan dari surga—semua itu terjadi karena mereka mendekati pohon yang telah dilarang oleh Allah.

Benarlah apa yang diingatkan oleh Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melindungi kita dari penyakit sombong dan rakus yang merupakan sumber dosa.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Jama’ah jum’ah Rahimani wa Rahimakumullah

Kemudian berikutnya, sumber dosa dan petaka yang ketiga, menurut al-imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, adalah hasad yang menyebabkan anak Adam membunuh saudaranya.

و الحسد جعل أحد ابني آدم يقتل أخاه

Hasad adalah dengki berupa perasaan tidak senang atau iri hati terhadap keberuntungan atau kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain, serta berangan-angan agar nikmat tersebut berpindah kepadanya.

Ketika angan-angan tersebut tidak tercapai, sifat hasad akan melahirkan dengki yang mendorong seseorang melampaui batas dan berbuat zalim terhadap orang lain.

Oleh karena itu, hendaknya setiap orang tidak mengharapkan nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surah An-Nisa ayat 32:

وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.

Demikian pula, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan tegas mengingatkan agar setiap orang menghindari penyakit hasad.

Meskipun sebagian ulama memperdebatkan keabsahan sanad hadits ini, matan-nya tetap digunakan karena sejalan dengan hadits-hadits shahih lainnya:

اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ

”Jauhkanlah dirimu dari hasad karena sesungguhnya hasud itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu-bakar.” (HR. Abu Dawud).

Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dan mari kita berdo’a semoga Allah menjaga kita dari perkara-perkara yang menjadi sumber-sumber dosa.

DOA PENUTUP KHUTBAH

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ

اللهم اغفر لنا وللمسلمين، وارحمنا وارزقنا الثبات على الدين. اللهم اجعلنا من أهل السنة والجماعة، واهدنا إلى طريق الوسطية في كل أمر من أمور ديننا ودنيانا. اللهم احفظ بلادنا وبلاد المسلمين من الفتن ما ظهر منها وما بطن، واجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار والحمد لله رب العالمين

!عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Inilah 3 Hal yang Wajib Kamu Tahu soal Hari Santri!

0

Yo, santri masa kini! Udah tau belum kenapa 22 Oktober diperingatin sebagai Hari Santri? Kalo belum, yuk kita kupas bareng-bareng. Bukan cuma tau, tapi kita juga harus ngeresapin maknanya dan jadikan semangatnya buat jadi kekuatan kita.

Nih, 3 poin penting yang harus kamu tau soal Hari Santri!

1. Kenal KH. Hasyim Asy’ari? Yuk, kenalan!

Sosok legendaris nih, KH. Hasyim Asy’ari. Beliaulah yang bikin gebrakan dengan mengeluarkan resolusi jihad pada 22 Oktober 1945. Seruan beliau jelas banget, ngajakin para santri buat jihad, alias berjuang demi ngebela kemerdekaan Indonesia dari penjajah.

Seruan beliau langsung disambut antusias sama umat Islam, khususnya para santri, sampai akhirnya perlawanan meletus di 10 November 1945 yang sekarang kita kenal sebagai Hari Pahlawan.

Pelajaran penting nih, santri! Kalo kamu mau jadi pemimpin, apalagi ulama, jangan pernah lupain semangat jihad. Tapi jangan salah paham, jihad yang dimaksud nggak cuma perang fisik, ya.

Jihad pemimpin itu bersikap adil, jihad ulama itu mencerahkan umat, dan jihad santri adalah bersungguh-sungguh dalam belajar, ibadah, dan dakwah. Jadilah kayak KH. Hasyim Asy’ari yang berani dan nggak takut mati demi ngebela kemerdekaan. Yuk, miliki jiwa merdeka itu!

2. Heroisme Cak Asy’ari Sang Pemberani

Yang kedua, kita ngomongin soal heroisme. Ada sosok pemuda heroik bernama Cak Asy’ari. Dia adalah yang nekat nanjak ke atap Hotel Yamato dan merobek bendera Belanda di sana.

Gak sembarang aksi nih, dia berhasil ngerobek bagian biru dari bendera itu, dan jadilah yang berkibar cuma merah putih. Aksinya itu dilakuin 19 Oktober 1945, menjelang resolusi jihad. Kebayang kan, betapa beraninya?

Kamu, para santri zaman now, harus punya semangat heroik kayak gitu. Jangan lembek! Kamu harus berani bergerak, baik dalam belajar, ibadah, maupun dakwah. Intinya, santri itu mesti pemberani dan punya mental baja!

3. Menjawab Tantangan Zaman

Nah, yang terakhir nih, santri sekarang punya tugas besar, yaitu menjawab tantangan zaman. Kita tahu, kita umat Islam masih ketinggalan dalam teknologi. Jadi, santri selain sibuk mendalami agama kita, tekun ibadah, dan berlatih, kita juga kudu melek teknologi dan ilmu-ilmu lainnya.

Selain itu, santri juga harus jago berorganisasi, punya visi, dan idealisme yang kuat. Jangan sampai bangsa ini dipimpin sama orang-orang pragmatis yang gak punya visi jelas.

Kamu, para santri, adalah pahlawan masa depan yang bakal bawa perubahan besar. So, ayo terus semangat belajar dan berjuang dari sekarang!

Selamat Hari Santri, akhi & ukhti! Isi hari kamu dengan semangat baru, siap jadi pahlawan masa depan!

(Naskah diolah dari hasil wawancara dengan Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect), Imam Nawawi, Rabu, 20 Rabiul Akhir 1446/ 23 Oktober 2024)

Semarak Penuh Khidmat Pernikahan Mubarak 4 Pasang Santri Hidayatullah Sultra

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Tenggara (DPWH Sultra) di tahun 2024 ini kembali menggelar Pernikahan Mubarokah 4 pasang santri dai dan daiyahnya.

Agenda akad nikah dan Walimatul ‘Urs pernikahan yang berlangsung semarak dan penuh khidmat tersebut dilaksanakan di Kampus Madya Pesantren Hidayatullah Kota Baubau, Jalan Pahlawan KM 5, Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Sultra, beberapa waktu lalu, Sabtu, 16 Rabiul Akhir 1446 H (19/10/2024).

Prosesi akad nikah dimulai pukul 08.15 WITA setelah para pengantin putra, wali nikah, saksi, dan para undangan berkumpul di Masjid Jabal Nur Hidayatullah dipimpin langsung dengan khidmat oleh Kepala KUA Kecamatan Wolio, Ust. Muhammad Hamdani, S.H.I.. Sedangkan pengantin putri telah berada di area panggung putri bersama undangan wanita lainnya.

Pernikahan unik ala Pesantren Hidayatullah dilaksanakan dengan mengikuti kaidah syar’i yang mudah dan tidak memberatkan. Tahapan ini dimulai dari seleksi calon peserta yang dipilih dari santri putra dan putri yang telah dipandang cukup untuk dinikahkan. Tahap perjodohan tanpa mengenal dan tanpa pacaran terlebih dahulu. Tahapan lamaran.

Selanjutnya tahapan pengurusan berkas administrasi nikah. Tahapan kegiatan pembekalan calon pengantin dalam mengarungi bahtera rumah tangga dari para ustadz senior. Dan terakhir tahapan inti, yaitu akad nikah, penyerahan mahar, dan walimatul ‘urs dengan pemisahan undangan laki-laki dan undangan perempuan.

Hadirkan Solusi

Ustadz Mahrus Salam, selaku Steering Committee Pernikahan Mubarokah Hidayatullah Sultra, menyampaikan pandangan yang berakar pada komitmen mendalam terhadap dakwah dan pelayanan agama Islam.

Mahrus mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Hidayatullah Baubau secara aktif menghadirkan Islam sebagai solusi atas permasalahan umat di Sulawesi Tenggara, dengan menekankan pentingnya menjalankan ajaran agama secara mudah, utuh, dan sempurna, sesuai dengan prinsip udkhulu fissilmi kaffah (masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh).

Insya Allah, kami berkomitmen terkait urusan agama yang sempurna ini. Udkhulu fissilmi kaffah telah kami hadirkan di Kota Baubau mulai dari persoalan nikah, aqiqah, hingga penyelenggaraan jenazah,” katanya.

Semua itu, terang dia, adalah amanah Allah SWT dan Rasul-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Sunnah. “Kami tidak hanya berbicara dalam retorika, tetapi menghadirkannya dalam realitas,” tegas Ustadz Mahrus Salam dalam sambutannya.

Dalam sambutan berikutnya, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Ustadz Achmad Syahroni, S.HI., S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan lebih lanjut mengenai visi besar Hidayatullah, yakni “Membangun Peradaban Islam.”

Syahroni menekankan bahwa peradaban Islam merupakan manifestasi iman yang hadir dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam ibadah pernikahan. Pernikahan, menurutnya, bukan sekadar ikatan fisik atau sosial, tetapi sebuah bentuk perwujudan nilai-nilai iman yang mendasar.

“Ketika kita bicara tentang peradaban sebagai sebuah manifestasi, maka kita berbicara tentang nilai-nilai yang kita tanamkan kepada kader-kader dai, guru, dan santri. Agama ini harus mengakar kuat dalam pribadi dan keluarga,” ujar Syahroni.

Ia juga menjelaskan bahwa gerakan dakwah yang dianut oleh Hidayatullah berlandaskan ayat qū anfusakum wa ahlīkum nāra (“peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”), yang menekankan pentingnya dakwah yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga.

Syahroni menambahkan, dari fondasi pribadi dan keluarga yang kokoh ini, lahir berbagai institusi dakwah yang lebih besar dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Insya Allah, dengan kekuatan keluarga dan pribadi yang kokoh, kita bisa mewujudkan peradaban Islam yang kita cita-citakan,” ujarnya penuh keyakinan.

Ustadz Dr. H. Rahmat Haniru, Lc., M.A. yang turut hadir dalam acara tersebut sebagai khatib nikah, menyampaikan khutbah yang mendalam tentang tujuan dan hikmah pernikahan dalam Islam.

Dalam ceramahnya, ia mengutip Al-Qur’an Surah Ar-Rum ayat 21 yang menjelaskan esensi sakinah dalam hubungan suami-istri, yaitu ketenangan batin yang diperoleh dari keberkahan pernikahan.

“Tujuan utama pernikahan adalah litaskunu ilaiha— supaya masing-masing pasangan mendapatkan ketenangan batin, jiwa, dan hati. Dengan demikian, tercipta sakinah, ketentraman, dan kedamaian dalam kehidupan mereka,” jelas Ustadz Rahmat.

Ia juga menambahkan bahwa setelah menikah, seseorang tidak seharusnya merasa galau atau cemas dalam hal relasi dengan pasangan.

Pernikahan, katanya, seharusnya mengakhiri segala bentuk kegelisahan yang terkait dengan hubungan, dan fokusnya bergeser pada penciptaan kehidupan rumah tangga yang damai dan penuh berkah.

“Setelah menikah, tidak ada lagi rasa galau terkait pasangan. Tidak ada mantan, yang ada hanya manten,” ucapnya diselingi candaan yang disambut tawa oleh para hadirin.

Lima Angkatan

Diketahui bahwa Pernikahan Mubarokah Hidayatullah Sultra, terkhusus yang dilaksanakan di Kota Baubau telah berlangsung beberapa kali, yaitu; 3 pasang di tahun 2004, 6 pasang di tahun 2007, 2 pasang di tahun 2010, 9 pasang di tahun 2016, dan terakhir, 4 pasang di tahun 2024 ini.

    Acara penuh berkah ini dihadiri oleh unsur pengurus organisasi wilayah dan daerah DPW, DMW dan DPD Hidayatullah se-Sultra. Ortom dan orpen Hidayatullah se-Sultra, santri, alumni, serta wali santri Sekolah Integral Hidayatullah Baubau.

    Turut pula dihadiri oleh beberapa tokoh, di antaranya Drs. La Ode Mustari M.Si., H. Yusran Fahim, S.E., Ir. Hamsinah Bolu, M.Sc., La Ode Yasin, Pimpinan dan dosen Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), Pengurus DPD Wahdah Islamiyah, jama’ah binaan, simpatisan, donatur, dan undangan lainnya.

    Di akhir runtutan acara inti dari akad nikah, khutbah nikah, dan walimatul ‘urs hingga berakhir di waktu sholat Dhuhur, dilanjutkan sesi penyerahan mahar ba’da sholat oleh pengantin putra kepada istri masing-masing di ruang kelas TK Yaa Bunayya secara bergiliran.

    “Alhamdulillah…Tugas kepanitiaan pun berakhir di sini. Berkah acaranya, semangat dan kompak panitianya, bahagia pengantinnya”, kata Ketua Panitia Lokal Ust. M. Asrar Amin, S.Ag. kepada pasangan pengantin.

    “Selanjutnya, terserah Anda,” ujarnya sambil terkekeh menggoda pengantin yang sedang berbunga-bunga hatinya.*/Noer Akbar

    Hidayatullah Harap Presiden Baru Membangun Akhlak Islami dan Wibawa Bangsa

    0

    JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Tarbiyah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ir. M. Abu A’la Abdullah, M.HI, menyampaikan harapan terhadap Presiden terpilih H. Prabowo Subianto dan menyoroti urgensi pentingnya membangun moralitas Islami di Indonesia.

    Abu A’la mengungkapkan harapannya agar Prabowo Subianto, yang telah dilantik secara sah sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 pada Ahad, 17 Rabiul Akhir 1446 (20/10/2024) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, menjadi teladan bagi masyarakat dalam meningkatkan akhlak, adab, serta nilai-nilai agama Islam yang kokoh.

    Dalam refleksinya, Abu A’la menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terpilihnya Prabowo Subianto sebagai pemimpin baru bangsa ini. “Alhamdulillaah, puji syukur ke hadirat Allah SWT, Indonesia diberi presiden baru Bapak H. Prabowo Subianto,” ungkapnya.

    Dia menekankan bahwa dengan kepemimpinan yang baru ini, ada harapan besar bahwa akhlak dan adab Islami dapat ditanamkan secara lebih mendalam di kalangan rakyat, khususnya generasi muda.

    Abu A’la menyoroti bahwa berbagai bentuk kemaksiatan dan pelanggaran hukum di masyarakat seringkali berakar dari kerusakan moral dan adab. Karena itu, ia menekankan pentingnya menegakkan adab dan moralitas Islami sebagai landasan utama dalam membangun masyarakat yang taat hukum, berintegritas, dan beradab.

    “Harapan besar kepada beliau dan jajaran pemerintahan untuk memberi contoh kepada rakyat, mahasiswa, pelajar, dan generasi muda membangun akhlak dan adab Islami,” jelas Ir. Abu A’la Abdullah.

    Ir. Abu A’la Abdullah meyakini bahwa salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah pembinaan moral yang lebih kuat, termasuk kepada generasi muda yang kini menghadapi realitas zaman yang distraktif ditengah gempuran disrupsi teknologi.

    Menurutnya, mahasiswa dan pelajar harus mendapatkan bimbingan moral dan teladan yang baik dari para pemimpin negara, terutama dari Presiden dan kabinetnya.

    “Karena berbagai bentuk kemaksiatan dan pelanggaran hukum bermula dari moral dan adab yang buruk,” lanjutnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Abu A’la mengajak pemerintah untuk lebih proaktif dalam menyediakan program-program pendidikan moral dan akhlak, baik melalui kurikulum formal di sekolah maupun melalui gerakan-gerakan sosial yang mendukung penguatan nilai-nilai Islam di kalangan masyarakat luas.

    Selain mengingatkan atas pentingnya moral dan adab Islami, Abu A’la juga menyampaikan doa dan harapan kepada Allah SWT agar kepemimpinan Prabowo Subianto senantiasa berada dalam lindungan dan hidayah-Nya.

    “Semoga Allah SWT memberi hidayah, ma’unah, dan barokah kepada rakyat, bangsa, dan pemerintah di bawah pimpinan Bapak Prabowo Subianto,” ungkapnya mendoakan.

    Harapan ini tidak hanya terbatas pada perbaikan internal bangsa, tetapi juga berkaitan dengan kemajuan Indonesia di mata dunia internasional. Abu A’la menginginkan agar di bawah kepemimpinan Prabowo, segala aspek kehidupan yang rusak bisa diperbaiki, yang bengkok bisa diluruskan, dan yang lambat bisa dipercepat demi terwujudnya kemajuan dan kejayaan bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan dan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional.

    “Semoga di bawah Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memperbaiki yang rusak, meluruskan yang bengkok dan mempercepat yang lambat, demi kemajuan, kejayaan, dan kewibawaan Bangsa Indonesia di mata dunia internasional,” imbuhnya.

    Ia juga mengapresiasi komitmen Prabowo Subiano untuk terus membawa Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menyatakan bahwa Indonesia akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, menekankan pentingnya prinsip anti penjajahan dan solidaritas global. (ybh/hidayatullah.or.id)

    Melanjutkan Legacy Retno Marsudi dalam Pembelaan Teguh Indonesia Terhadap Palestina

    0

    DALAM perjalanan diplomatiknya selama menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia dari tahun 2014 hingga 2024, Dra. Retno Lestari Priansari Marsudi, LL.M telah meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi Indonesia, terutama dalam posisinya sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama di Indonesia.

    Warisan Retno tidak hanya terbatas pada pencapaiannya dalam dunia diplomatik yang telah ditekuninya puluhan tahun, tetapi juga pada keberanian, konsistensi, dan kepemimpinannya dalam memperjuangkan isu-isu keadilan global, khususnya terkait Palestina.

    “Profesi saya cuma satu, sebagai diplomat. Sudah hampir 40 tahun saya berada di rumah ini, maafkan saya, jagalah rumah ini dengan baik. Aku pamit,” kata Retno saat berpamitan kepada jajaran dan staf di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, seperti disitat dari laman Instagram resminya, Sabtu (19/10/2024).

    Di tengah tantangan diplomasi global yang semakin kompleks, Retno Marsudi tetap berkomitmen pada posisi Indonesia dalam mendukung Palestina, sebuah isu yang telah menjadi salah satu ciri khas kebijakan luar negeri Indonesia sejak masa Presiden Soekarno.

    Melanjutkan Warisan

    Retno Marsudi telah membawa Indonesia ke dalam panggung diplomasi internasional dengan suara yang tegas dan tegar dalam membela hak-hak Palestina. Dalam berbagai forum internasional, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun pertemuan-pertemuan tingkat tinggi antar negara, Indonesia, di bawah kepemimpinan Retno, terus mendesak dunia untuk secara serius mendukung kedaulatan Palestina.

    Konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina telah diakui secara internasional, di mana Indonesia secara lantang mengecam berbagai tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional, termasuk kebijakan aneksasi dan pendudukan Israel di wilayah Palestina.

    Sebagai diplomat berpengalaman, Retno memprioritaskan langkah-langkah diplomatik yang proaktif. Salah satunya adalah menggalang dukungan dari negara-negara Non-Blok dan anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk memperkuat posisi Palestina dalam forum global.

    Dedikasi Retno terhadap isu ini menegaskan kerangka komitmen Indonesia pada keadilan dan penegakan hukum internasional, yang menjadi prinsip utama kebijakan luar negeri Indonesia. Dalam pandangan Retno, perjuangan Palestina bukan hanya masalah regional, tetapi sebuah isu global yang mencerminkan keadilan universal.

    Setelah Retno Marsudi, tanggung jawab besar dalam meneruskan warisan diplomatik ini jatuh kepada Sugiono, yang baru-baru ini dilantik sebagai Menteri Luar Negeri baru Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya, Sugiono dibantu oleh tiga wakil menteri yang sangat berpengalaman, yaitu Muhammad Anis Matta, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Arif Havas Oegroseno.

    Amanah kepemimpinan di pundak Sugiono ini tentu tidak ringan karena datang pada saat yang kritis dalam politik global, di mana dinamika geopolitik, terutama di Timur Tengah, semakin kompleks.

    Konflik di Palestina masih jauh dari penyelesaian, dan tekanan dari berbagai aktor internasional yang terlibat dalam konflik ini semakin memperkeruh keadaan. Peran Sugiono dan para wakilnya akan sangat krusial dalam mempertahankan bahkan memperkuat posisi Indonesia dalam membela Palestina.

    Dengan pengalaman Anis Matta yang dikenal sebagai seorang politisi dan mantan Ketua Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Arrmanatha Nasir yang sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk PBB serta kepiawaian diplomat Arif Havas Oegroseno, kepemimpinan Sugiono diharapkan dapat memberikan dorongan baru dalam diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

    Mereka diharapkan tidak hanya melanjutkan upaya yang telah dilakukan oleh Retno Marsudi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang paling vokal dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

    Tantangan dan Komitmen untuk Palestina

    Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, komitmen Indonesia terhadap Palestina terus dipertegas. Presiden Prabowo telah berulang kali menyatakan bahwa Indonesia akan terus berada di garis depan dalam membela hak-hak Palestina, baik di forum internasional maupun di tingkat bilateral.

    Komitmen ini tidak hanya meneguhkan warisan kebijakan luar negeri yang telah dibangun sejak era Soekarno, tetapi juga upaya untuk memastikan bahwa Indonesia memainkan peran aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

    Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis untuk membela Palestina. Selain itu, dukungan Indonesia terhadap Palestina juga dilatarbelakangi oleh sejarah solidaritas antara kedua negara.

    Palestina adalah salah satu negara pertama yang mendukung kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, sebuah fakta yang sering disebut dalam pernyataan resmi pemerintah Indonesia dalam setiap forum internasional yang membahas isu Palestina.

    Dukungan Indonesia terhadap Palestina bukanlah hal baru. Sejak masa kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia telah secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

    Pada Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, Soekarno dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak akan pernah mengakui Israel selama Palestina masih belum merdeka. Pernyataan Bung Karno tetap konsisten hingga hari ini.

    Pada masa Soeharto, Indonesia tetap konsisten dalam mendukung Palestina, meskipun pendekatan yang digunakan lebih bersifat diplomatik. Namun, prinsip dasar kebijakan luar negeri Indonesia yang mendukung hak-hak Palestina tidak pernah berubah.

    Demikian pula ketika di bawah berbagai pemerintahan setelahnya, termasuk Presiden Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Joko Widodo.

    Meski demikian, kita harus terus melihat berbagai perkembangan yang ada di mana saat ini tantangan terbesar bagi Indonesia dalam mendukung Palestina adalah dinamika geopolitik global yang semakin rumit. Beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain kekuatan geopolitik global yang terpecah.

    Dengan semakin kuatnya pengaruh aktor-aktor internasional seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Cina di Timur Tengah, diplomasi Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk menavigasi hubungan dengan berbagai kekuatan besar tanpa kehilangan fokus pada prinsip dasar dukungan terhadap Palestina.

    Tantangan lainnya adalah normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dengan Israel, seperti yang terlihat dalam Perjanjian Abraham, menambah lapisan kerumitan bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang tetap mendukung Palestina. Indonesia perlu merumuskan kebijakan yang cerdas untuk tetap mendukung Palestina sambil membina hubungan yang baik dengan negara-negara Arab tersebut.

    Tantangan berikutnya yang tak kalah serius adalah gelompang opini publik global. Meskipun ada dukungan internasional yang signifikan untuk Palestina, opini publik global tentang konflik ini masih terpecah. Indonesia harus terus bekerja keras untuk memastikan bahwa suara Palestina tetap didengar di tengah arus berita global yang sering kali didominasi oleh narasi yang mendukung Israel.

    Karena itu, dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, Indonesia perlu merumuskan beberapa strategi yang komprehensif salah satunya melakukan penguatan diplomasi multilateral. Indonesia harus terus memanfaatkan forum-forum multilateral seperti PBB, OKI, dan Gerakan Non-Blok untuk menggalang dukungan internasional bagi Palestina.

    Melalui platform diplomasi multilateral ini, Indonesia dapat memperkuat lobi politiknya dan memastikan bahwa isu Palestina tetap menjadi prioritas di tingkat internasional. Disamping itu, Indonesia perlu memastikan pengaruhnya dalam kerjasama dengan Negara-negara Non-Blok dan Muslim.

    Sebagai salah satu negara pendiri Gerakan Non-Blok dan anggota terkemuka OKI, Indonesia harus memperkuat kerjasama dengan negara-negara lain yang memiliki pandangan serupa terhadap Palestina. Melalui kerjasama ini, Indonesia dapat meningkatkan pengaruhnya dalam mendesak penyelesaian masalah dan mengembalikan hak hak bangsa Palestina atas tanah airnya.

    Selain diplomasi formal, Indonesia juga harus menggalang dukungan dari masyarakat sipil global melalui kampanye-kampanye internasional yang menyoroti penderitaan rakyat Palestina. Diplomasi publik semacam ini dapat meningkatkan kesadaran global dan mengeliminasi dukungan terhadap tindakan-tindakan yang melanggar hukum internasional di Palestina.

    Akhir kata, kita berharap Menteri Luar Negeri Indonesia yang baru terus melanjutkan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina dan melanjutkan warisan (legacy) menteri sebelumnya yang telah lama menegaskan posisi Indonesia dalam membela hak-hak Palestina di berbagai forum internasional. Bahkan dalam kesempatan pamitannya kepada DPR, Retno menitipkan pesan agar DPR tidak meninggalkan Palestina dan terus mendukung perjuangannya untuk mendapatkan keadilan.

    Semoga dengan pergantian Menteri Luar Negeri ini dan di bawah komando Presiden Prabowo sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di republik ini, Indonesia tetap konsisten memperjuangkan hak-hak Palestina di kancah internasional dan memberikan dukungan nyata yang berkelanjutan.[]

    *) Adam Sukiman, penulis adalah Internship Researcher Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect) dan Ketua Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Daerah Khusus Jakarta

    Inisiatif Program ‘One Pesantren One Product’ di Ponpes Daarul Hijrah Tanralili Upaya Bangun Ketahanan Pangan

    0

    MAROS (Hidayatullah.or.id) — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan lokal dan memberdayakan ekonomi umat, Pondok Pesantren Daarul Hijrah, Tanralili, Maros, bersama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) inisiasi sebuah gerakan program bernama One Pesantren One Product (OPOP).

    Program ini merupakan salah satu langkah strategis yang diambil untuk mengoptimalkan lahan pesantren melalui budidaya tanaman singkong. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memanfaatkan sumber daya alam yang sebelumnya belum produktif serta memberikan peluang bagi santri untuk belajar tentang sektor pertanian.

    Budidaya Singkong

    Budidaya singkong yang dilakukan di lahan Pondok Pesantren Daarul Hijrah dimulai dengan pengolahan tanah menggunakan traktor. Sebelum tahap ini, para santri telah secara bertahap melakukan pembersihan rumput dan belukar melalui kegiatan kerja bakti.

    Muhammad Rubianto, salah satu pengurus pondok yang mendampingi pelaksanaan program ini, menjelaskan pentingnya proses ini bagi santri. Menurutnya, proses tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga memberikan ruang bagi pembelajaran praktis bagi para santri.

    “Selain memberi pengalaman dan pembelajaran bagi santri, hasilnya bisa dinikmati langsung, baik daun maupun umbi singkongnya. Hasil panen juga bisa dijual dan diserap oleh industri makanan,” ujar Rubianto, seperti dalam keterangan diterima media ini, Senin, 18 Rabiul Akhir 1446 (21/10/2024).

    Melalui proses ini, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknik pertanian, tetapi juga diperkenalkan pada aspek ekonomi dan pemasaran produk.

    Budidaya singkong ini direncanakan melalui beberapa tahapan penting yang mencakup pembersihan lahan, pembuatan bedengan, pemupukan, penanaman bibit, serta perawatan hingga masa panen.

    Diperkirakan, seluruh proses ini membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan bulan sebelum mencapai masa panen yang optimal.

    Ketua Laznas BMH Sulsel, Kadir, yang turut hadir dalam program tersebut, menekankan komitmen BMH dalam mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama melalui sektor pertanian.

    Menurut Kadir, program OPOP ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang lebih besar. Laznas BMH terangnya berkomitmen untuk tidak hanya menyalurkan bantuan langsung, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan termasuk mengembangkan sektor pertanian berbasis pesantren.

    Kadir menekankan pentingnya kerjasama ini dalam membangun kemandirian ekonomi umat, terutama di sektor pertanian yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

    “Ini merupakan salah satu upaya kolektif yang sangat penting untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan umat, khususnya di sektor pertanian. Semoga program ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” imbuh Kadir.

    Dia menambahkan, jika program ini berjalan lancar, panen pertama yang diharapkan terjadi dalam enam hingga delapan bulan ke depan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi pesantren.

    Disamping itu, diharapkan dia program ini menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang dapat ditiru oleh lembaga-lembaga lainnya di seluruh Indonesia.*/Herim

    Sharing Inspiratif Tanamkan Nilai Kepahlawanan pada Santri Pesantren At-Taqwa Bandung Barat

    0

    BANDUNG BARAT (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren At-Taqwa Hidayatullah Kabupaten Bandung Barat terus menguatkan komitmennya dalam membentuk generasi santri yang berkarakter kuat. Kali ini melalui acara Sharing Inspiratif, pondok pesantren yang berlokasi di bilangan Kampung Pangkalan, Desa Cimanggu, yang bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) ini menghadirkan Imam Nawawi.

    Acara yang digelar pada Sabtu, 16 Rabiul Akhir 1446 (19/10/2024) malam ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada para santri, agar mereka tumbuh menjadi individu yang berani, bertanggung jawab, dan memiliki semangat juang demi kemajuan umat.

    Imam Nawawi, yang juga dikenal sebagai aktifis pemberdayaan pemuda dan penulis, memberikan pemaparan mendalam tentang arti kepahlawanan.

    Dalam materinya, Direktur Progressive Studies & Empowerment Center (Prospect) ini menekankan bahwa pahlawan sejati bukan hanya mereka yang berjuang di medan perang, melainkan sosok yang memiliki keberanian moral untuk menghadapi tantangan kehidupan.

    Menurut Nawawi, seorang pahlawan adalah mereka yang berani membersihkan jiwa dan pikirannya dari keburukan, serta berkomitmen untuk menyelamatkan kehidupan banyak orang dengan disiplin dan ketekunan.

    “Pahlawan mampu melakukan semua itu karena mereka terus membersihkan jiwa dan pikirannya. Mereka adalah insan yang optimis, disiplin, serta tekun dalam belajar,” ujar Imam Nawawi.

    Lebih jauh, ia menekankan pentingnya tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa sebagai salah satu ciri utama seorang pahlawan. Nawawi mengutip sebuah ungkapan hikmah, “Siapa yang mampu menundukkan hawa nafsunya, dia adalah pahlawan yang sesungguhnya.” Seraya itu dia menekankan pentingnya mujahadah atau perjuangan dalam memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun intelektual.

    Dengan demikian, terang dia, kepahlawanan tidak hanya diukur dari keberanian fisik, melainkan juga kemampuan mengontrol diri dan berbuat baik bagi masyarakat.

    Inspirasi dari Santri Pesantren At-Taqwa

    Pada kesempatan tersebut, para santri kemudian diminta merespon memberikan pendapatnya tentang topik yang disampaikan pemateri. Zaky Riyadi, santri kelas 3 SMA di Pesantren At-Taqwa, mengungkapkan merasa tercerahkan setelah mendengar materi tersebut.

    “Setelah pencerahan tadi, saya teringat bahwa seorang pembelajar harus memiliki ketajaman berpikir. Pahlawan bukan hanya tentang keberanian dan menyelamatkan orang, tetapi juga tentang keberanian untuk mengambil tanggung jawab,” ujarnya.

    Lalu ada Muhammad Amhar Sajad, seorang santri kelas 3 SMP asal Lampung yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, juga menambahkan pandangannya. Menurutnya, menjadi pahlawan tidak selalu berarti mengangkat senjata, tetapi bisa juga diartikan sebagai mengangkat pena untuk menulis kebaikan.

    “Di keheningan malam saat orang terlelap tidur, pahlawan mampu menulis cerita yang lebih mendekatkan kepada Sang Pencipta,” ucapnya

    Kegiatan ini digelar dalam rangka membentuk karakter para santri agar mereka memiliki visi ke depan yang kuat. Menurut Yusep Suhendar, Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jabar, nilai-nilai kepahlawanan yang disampaikan dalam sesi ini diharapkan dapat membekali para santri untuk meneladani sifat-sifat pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

    “Melalui pemahaman ini, diharapkan para santri mampu meneladani sifat-sifat pahlawan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Yusep Suhendar.

    Yusep menambahkan, penanaman nilai-nilai kepahlawanan ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan di pesantren, yakni membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam spiritual dan moral.

    Sesi ini merupakan bagian dari upaya Pesantren At-Taqwa untuk terus memberikan bekal yang berharga bagi para santri dalam menghadapi tantangan masa depan, tandasnya.*/Adam Sukiman

    Pendidikan Integral Hidayatullah Palu Ukir Prestasi pada Kejurkot Taekwondo 2024

    0

    PALU (Hidayatullah.or.id) — Gelaran turnamen Kejuaraan Kota (Kejurkot) Taekwondo Best of the Best 2024 yang berlangsung selama dua hari di GOR Olahraga Madani, Palu, menjadi daya tarik tersendiri dalam dunia olahraga pelajar di kota lima dimensi ini, Sabtu dan Ahad, 16-17 Rabiul Akhir 1446 (19-20/10/2024).

    Dalam ajang ini SD dan SMP Integral Hidayatullah Tondo, yang berhasil mengirimkan 18 atlet berbakat mereka. Terdiri dari 14 siswa SMP, 2 siswi SMP, dan 2 siswi SD, para atlet ini menunjukkan performa luar biasa dan berhasil membawa pulang banyak medali.

    Melalui ajang ini, sekolah berperan tidak hanya dalam mendukung perkembangan akademik tetapi juga dalam mengembangkan bakat siswa di bidang olahraga, khususnya Taekwondo.

    Dengan partisipasi yang besar dan dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua, para atlet ini tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberikan inspirasi bagi teman-teman sebaya mereka.

    Kepala Sekolah SMP Integral Hidayatullah, Fathun Mubin, S.Kom.I, mengatakan bahwa pendidikan yang ditawarkan di sekolah ini mencakup aspek spiritual, intelektual, dan fisik, sehingga para siswa dapat tumbuh menjadi individu yang seimbang dan berkualitas.

    “Alhamdulillah, anak-anak kita mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa pulang banyak medali. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan motivasi bagi teman-teman lainnya untuk berprestasi dalam berbagai bidang,” ungkap Fathun Mubin dalam keterangannya kepada media ini, Senin, 18 Rabiul Akhir 1446 (21/10/2024).

    Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah Palu adalah institusi pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara pembelajaran akademik, pengembangan karakter Islami, dan potensi ekstrakurikuler siswa.

    Berdiri di bawah naungan Ormas Hidayatullah, lembaga ini telah mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal, mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga berakhlak mulia.

    Kata Fathun, partisipasi aktif para siswa dalam ajang-ajang seperti Kejurkot Taekwondo merupakan bukti komitmen sekolah dalam memfasilitasi bakat dan minat siswa secara holistik.

    Dalam ajang Kejurkot Taekwondo 2024, para atlet dari Integral Hidayatullah Tondo berhasil meraih enam medali emas. Para peraih medali emas ini adalah:

    1. Moh. Abdulrahman (kelas 7)
    2. Ayyas Al-Ghifari (kelas 8)
    3. Moh. Reza (kelas 9)
    4. Hawari Atthar (kelas 8)
    5. Muh. Andra Ramdhan (kelas 9)
    6. Iklil Baroq (kelas 9)

    Selain medali emas, para siswa Integral Hidayatullah juga berhasil menyabet sepuluh medali perak, sebagai bentuk apresiasi atas kegigihan dan semangat pantang menyerah yang mereka tunjukkan dalam kompetisi ini. Adapun peraih medali perak dari SMP Integral Hidayatullah Tondo adalah:

    1. Fakir Jiyad Mubarok (kelas 7)
    2. Muh Zulfikram Djailolo (kelas 8)
    3. Muh Fajrul Ulum (kelas 8)
    4. Hilmi Fayza (kelas 7)
    5. Ukri Putra Pratama (kelas 7)
    6. Andi Muh Alif (kelas7)
    7. Alif Amri (kelas 7)
    8. Muh Arkan (kelas7)

    Peraih medali perak SMP putri:

    1. Indriani (kelas 7)
    2. Aliyah Nur Fauziyah (kelas 7)

    Para peraih medali perak ini tidak kalah mengesankan. Mereka memberikan perlawanan yang sengit dan berjuang hingga babak akhir, memperlihatkan kemampuan serta semangat yang luar biasa.

    Lebih jauh Fathun menjelaskan, keikutsertaan para siswanya dalam ajang seperti Kejurkot Taekwondo Best of the Best 2024 menjadi ajang pendidikan karakter yang sangat penting. Nilai-nilai seperti sportivitas, kerja keras, disiplin, dan kepercayaan diri ditanamkan secara mendalam kepada para siswa melalui pengalaman mereka di lapangan.

    “Kompetisi seperti ini juga mengajarkan mereka untuk menghargai lawan dan menerima hasil dengan sikap yang lapang dada,” katanya.

    Fathun menambahkan, keberhasilan para atlet dari Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah Tondo tidak lepas dari dukungan penuh sekolah dalam menyediakan fasilitas latihan yang memadai. Fathun Mubin menekankan bahwa sekolah terus mendukung kegiatan ekstrakurikuler sebagai salah satu bentuk pengembangan potensi siswa di luar akademik.

    “Program latihan Taekwondo di Integral Hidayatullah dijalankan secara rutin dengan pelatih yang profesional, memastikan para siswa mendapatkan pembinaan yang terbaik,” imbuhnya.

    Terpisah, salah satu pelatih, Abdul Rauf, yang mendampingi para siswa mengungkapkan rasa bangga atas dedikasi dan usaha keras yang telah ditunjukkan oleh para atlet selama latihan dan pertandingan.

    “Semoga prestasi ini tidak berhenti di sini. Kami berharap anak-anak bisa terus berlatih dengan giat dan membawa nama baik sekolah di kejuaraan-kejuaraan mendatang, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ungkap sang pelatih dengan penuh harapan.

    Dengan berakhirnya turnamen ini, para atlet dari SD dan SMP Integral Hidayatullah Tondo semakin bersemangat untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.

    Kepala sekolah dan para pelatih optimis bahwa pengalaman berharga dari Kejurkot Taekwondo 2024 akan menjadi bekal penting bagi para siswa untuk terus berkembang dan berprestasi di ajang yang lebih tinggi, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

    “Turnamen ini adalah langkah awal bagi para atlet untuk mengembangkan bakat mereka lebih jauh. Kami berharap prestasi ini akan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya dan membawa nama baik sekolah dalam berbagai bidang,” ujar Fathun menandaskan.*/Suaib Sudirman