Beranda blog Halaman 184

Muslimat Hidayatullah Apresiasi Program Literasi Keuangan Perempuan OJK

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Muslimat Hidayatullah (Mushida) mengapresiasi program edukasi keuangan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam komitmennya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya perempuan.

Talkshow Edukasi Keuangan yang digelar OJK bertempat di Gedung Dhanapala, Jakarta, Selasa, 18 Dzulhijah 1445 (25/6/2024) ini menjadi bagian dari program Ibu, Anak dan Keluarga Cakap Keuangan (BUNDAKU) yang digagas oleh OJK.

Perwakilan Pengurus Pusat (PP) Mushida yang hadir antara lain Ina Sriwahyuni (Ketua Departemen Ekonomi), Zahratun Nahdhah (Ketua Departemen Perkaderan), dan Saryati (Ketua Departemen Sosial) bersama anggota Muslimat Hidayatullah lainnya.

Selain menghadiri talkshow, Muslimat Hidayatullah juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam pameran yang digelar oleh OJK.

Ketua Departemen Ekonomi PP Muslimat Hidayatullah Ina Sriwahyuni mengatakan keikutsertaan Muslimat Hidayatullah dalam acara ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam meningkatkan literasi keuangan perempuan.

Melalui berbagai program edukasi dan pelatihan, kata Ina, Muslimat Hidayatullah diharapkan dapat membantu perempuan dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan bangsa.

“Talkshow Edukasi Keuangan yang diselenggarakan oleh OJK ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya perempuan,” kata Ina.

Menurut Ina, dengan pemahaman yang lebih baik tentang keuangan, perempuan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan mereka, sehingga dapat mewujudkan masa depan yang lebih cerah bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.

Bertempat di Gedung Dhanapala, Jakarta, acara kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam kapasitasnya sebagai keynote speaker, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi kemajuan bangsa.

“Literasi keuangan penting, karena sebuah bangsa yang ingin mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan serta kebersamaan tidak mungkin diwujudkan tanpa pembangunan di bidang ekonomi,” jelasnya.

Pembangunan di bidang ekonomi ini, lanjut Sri Mulyani, erat kaitannya dengan kemampuan individu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Rangkaian talkshow kali ini juga menghadirkan narasumber kompeten dari berbagai sektor keuangan, di antaranya Tribuana Tunggadewi (Direktur Compliance & Human Capital Bank Syariah Indonesia, Risa E. Rustam (Direktur Keuangan dan SDM, PT Bursa Efek Jakarta), Nurhaida (Komisaris PT Permodalan Nasional Madani), dan Anika Faisal (Komisaris PT Bank Jago, Tbk).

Pada kesempatan tersebut para narasumber berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka terkait berbagai topik penting dalam pengelolaan keuangan, seperti perencanaan keuangan keluarga dan pentingnya menabung dan berinvestasi.

Narasumber juga berbagai ilmu dan pengalaman tentang bagaimana memilih produk dan layanan keuangan yang tepat, dan bagaimana mengelola keuangan dengan bijak dan terhindar dari penipuan keuangan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Pos Properti Indonesia Gandeng BMH Ulurkan Tangan untuk Palestina

0

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Langit Palestina masih diselimuti mendung duka. Penindasan dan penjajahan yang tak kunjung usai membuat rakyat Palestina terus berjuang dalam bayang-bayang ketidakpastian.

Melihat kondisi tersebut, PT. Pos Properti Indonesia tergerak untuk mengulurkan tangan merangkul saudara-saudara di Palestina yang tengah berjuang.

Dalam sebuah langkah penuh empati, PT. Pos Properti Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp. 126.000.000 melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 20 Dzulhijah 1445 (27/6/2024).

BMH, yang telah lama berpengalaman dalam menyalurkan bantuan langsung ke Palestina, menjadi jembatan penghubung antara kepedulian PT. Pos Properti Indonesia dengan mereka yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan ini menjadi momen mengharukan yang digelar dalam acara “Townhall Meeting & Pos Properti Berbagi” di Rafflesia Room Gedung Pos Indonesia, Bandung.

Direksi, komisaris, dan seluruh karyawan PT. Pos Properti Indonesia turut hadir, menyaksikan langsung simbolisasi kepedulian yang tak hanya berupa materi, namun juga doa dan harapan untuk Palestina yang lebih baik.

“Ini adalah amanah baru, program baru, yang kami harap dapat memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ungkap Susetyo, Ketua Rohis PT. Pos Properti Indonesia.

Direktur PT. Pos Properti Indonesia, Junita Roemawi, juga berpesan agar kegiatan Rohis dapat terus berkembang dan memberikan dampak sosial yang lebih luas, khususnya dalam waktu dekat.

Wahyudi, Kadiv Penghimpunan dan Markom BMH Perwakilan Jawa Barat, menyambut amanah ini dengan penuh rasa syukur.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar PT. Pos Properti Indonesia atas kepercayaan yang diberikan kepada BMH. Insya Allah, amanah ini akan kami tunaikan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Bantuan kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian dapat lahir dari berbagai pihak, tak terkecuali dari perusahaan seperti PT. Pos Properti Indonesia.*/Herim

Daurah Grand MBA Nasional Menempa Muallim Manhaji, Jihad Menebar Cahaya Al-Qur’an

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Upaya melahirkan lebih banyak muallim manhaji merupakan pekerjaan yang mesti digeluti sepanjang waktu dalam rangka meneguhkan gerakan mengajarkan Al Qur’an ke khalayak luas di segala penjuru bumi.

Demikian ditekankan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, saat mengisi taujih pada salah satu rangkaian kegiatan Training of Trainers (TOT) Daurah Muallim Grand MBA Nasional di Jakarta, Kamis, 20 Dzulhijah 1445 (27/6/2024).

TOT ini digelar Departemen Komunikasi & Penyiaran Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah melalui Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) bersama Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA).

“Untuk melahirkan muallim manhaji butuh ketekunan dan waktu yang Panjang. Kita perlu menargetkan melahirkan lebih banyak muallim Al Qur’an dengan bekal metodologi dan alat ukur progresifitas yang memadai,” katanya.

Berikitunya, ia menjelaskan, muallim bukan sekedar guru, karena itu, setelah muallim ia meningkat menjadi trainer yang menjalani proses peningkatan kualitas dan mutu (upgrading) melalui kegiatan daurah.

Ia menerangkan TOT Daurah Muallim Grand MBA Nasional ini untuk memantapkan standarisasi, sentralisasi, dan integrasi yang sistemik dalam meneguhkan gerakan dakwah secara nasional bahkan global.

“Itulah mengapa ini merupakan pekerjaan besar karena mengajarkan Al Qur’an. Ini adalah bentuk jihad besar, Jadi jihad besar ini adalah Grand MBA ini,” katanya, yang menukil telaah Al Qur’an dalam surat Al-Furqan ayat 52 yang menekankan pentingnya jihad mendakwahkan Al Qur’an.

Proyek jihad besar ini menurut Nashirul bukanlah pekerjaan sederhana karena memerlukan tidak sedikit sumber daya, termasuk kebutuhan anggaran yang besar. Namun, kendati kebutuhan yang sangat besar itu tak mampu dipenuhi, hal itu tidak mengecilkan hati dan lantas berhenti bergerak.

“Pekerjaan ini membutuhkan budget yang besar. Tetapi, karena kualitas spiritualnya (muallim) sudah dekat dekat malaikat, sehingga secara rupiah memang kecil tapi secara ruhiyahnya besar,” selorohnya tersenyum.

Muallim Manhaji

Masih dalam kesempatan yang sama, Nashirul membeberkan karakter muallim yang tak kenal henti bergerak mengembangkan dakwah dalam mengajarkan Al Qur’an dimana pun berada, meskipun harus mengghadapi rintangan dan berbagai keterbatasan di sana sini.

“Itulah modal ruhiyah seorang muallim manhaji. Inilah yang harus selalu kita tanamkan. Krietaria manhaji adalah yang memenuhi sifat sifat dan kriteria Al Quran dan Sunnah, atau memiliki kriteria manhaj Nabawi yaitu al qowiyyun dan al amin,” terangnya.

Dalam pada itu, muallim manhaji hendaknya memiliki kriteria al qowiyyun yakni punya kapasitas, kemampuan, keterampilan, dan harus berintegritas.

Berikutnya, muallim manhaji hedaknya memiliki kriteria al amin mencakup di dalamnya sifat sifat jujur (shidiq), terpercaya (‘amanah), cerdas (fathonah) dan memiliki kemampuan komunikasi untuk mengkonsolidasi sumber daya (tabligh).

“Keduanya, al qawiyyu dan al amin, harus selalu sejalan secara beriringan. Karena, problem kita di tubuh kaum muslimin, ada yang bagus integritasnya tapi tidak memiliki kompetensi. Sehingga, ketika diberi tugas selalu ‘siap, siap, siap,’ tapi begitu ditanya progresnya, dijawab insya Allah, dan ujung ujunya qadarallah, afwan,” kata Nashirul.

Sebaliknya, lanjutnya, ada individu muslim yang kompetensinya luar biasa tapi tidak punya integritas kekaderan. Ketika diberikan amanah, baru satu atau dua bulan berjalan, sudah tergoda lowongan baru yang gajinya lebih menggiurkan di tempat lain.

“Ya sudah, langsung. Larilah dia. Karena itu, kedepan kita membutuhkan kader kader yang hafizhun ‘alim dan qowiyyun amin, itulah muallim manhaji, yang turunannya adalah bekerja secara profetik dan professional,” tandasnya.

TOT Daurah Muallim Grand MBA Nasional yang berlangsung secara offline di Jakarta ini merupakan helatan lanjutan dari dua rangkaian kegiatan yaitu sesi materi online yang digelar selama 2 hari pada Rabu-Kamis, 12-13 Juni 2024.

Dan sesi materi berikutnya digelar secara offline yang diagendakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 25-27 Juni 2024 ini yang bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jatinegar, Jakarta. (ybh/hidayatullah.or.id)

Bangun Karakter Manhaji Menapaki Jalan Menuju Visi Lembaga Amil Zakat Terdepan

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar pembekalan bagi para amil yang mengangkat tema “Membangun Karakter Amil Manhaji untuk Pencapaian Target Laznas BMH” di Aula KH Abdullah Said, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Kamis, 20 Dzulhijah 1445 (27/6/2024).

Acara yang berlangsung secara hibrid ini diikuti oleh amil BMH dari seluruh perwakilan di Indonesia yang menghadirkan Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, Ketua Dewan Pembina BMH sebagai narasumber.

Ustadz Nashirul Haq menjelaskan bahwa istilah “manhaji” kini sering kita dengar dalam berbagai konteks seperti “pemimpin manhaji,” “amil manhaji,” “muallim manhaji,” dan “kader manhaji.”

Dia menjelaskan, manhaji sendiri merupakan kata sifat dari manhaj, yang mengacu pada Al Qur’an dan Sunnah sebagai Sistematika Wahyu.

“Seorang amil manhaji adalah mereka yang dalam setiap langkah dan tindakan selalu berpedoman pada prinsip-prinsip yang terkandung dalam Al Quran dan Sunnah, serta gerakan Hidayatullah,” urainya.

Kemudian, Ustadz Nashirul Haq menekankan bahwa inti dari karakteristik seorang pemimpin atau amil yang manhaji adalah memiliki integritas dan profesionalitas (kapabilitas). “Kedua karakter ini harus menyatu,” tegasnya.

“Tidak bisa hanya satu saja, ini berlaku dalam kepemimpinan dunia maupun kepemimpinan Hidayatullah,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, integritas mencakup moral, akhlak, spiritualitas, ibadah yang baik, kejujuran, dan tawadhu (rendah hati).

Namun, tegasnya, integritas tanpa kapabilitas akan membuat seseorang tidak mampu menjalankan amanah dengan baik.

“Sebaliknya, kapabilitas tanpa integritas dapat mengakibatkan kerugian besar bagi banyak orang karena kepemimpinan yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab,” katanya,

Pembekalan ini memberikan inspirasi dan harapan baru bagi para amil BMH. Dengan mengusung semangat manhaji, diharapkan amil dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

“Kita harus menggabungkan kedua karakter ini dalam diri kita,” lanjut Ustadz Nashirul Haq.

“Dengan begitu, kita tidak hanya menjadi amil yang kompeten, tetapi juga berintegritas tinggi,” terangnya.

Momen Refleksi

Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi, menyampaikan kegiatan ini sekaligus menjadi momen refleksi bagi seluruh amil untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dari segi moral maupun kapabilitas.

“Sinergi antara integritas dan profesionalitas akan membawa BMH semakin dekat pada visi menjadi lembaga amil zakat terdepan dan terpercaya di Indonesia,” katanya.

Selain menjadi ajang reflektif untuk membekali amil, kegiatan ini juga memperkuat ikatan kebersamaan di antara para amil BMH.

“Dengan semangat manhaji, mereka bersama-sama berkomitmen untuk terus berjuang dalam membangun kehidupan umat, bangsa, dan negara melalui berbagai program dakwah, pendidikan, ekonomi, dan sosial kemanusiaan yang dijalankan oleh BMH,” kata Imam Nawawi. (ybh/hidayatullah.or.id)

Antara ‘Ambak’ dan Ambyar, Bangun Etos Kerja dengan Istiqamah dalam Ibadah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Wakil Sekretaris Jenderal I Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Abdul Ghofar Hadi menyampaikan bahwa istiqamah adalah pekerjaan berat. Dia pun mencontohkan bagaimana istiqamah dipraktikkan oleh dua makhluk Allah Ta’ala yang hendaknya menjadi renungan bagi kita.

“Yang paling istiqamah itu malaikat dan setan. Malaikat istiqamah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya sehingga ia mulia dengan itu. Sementara setan ‘istiqamah’ melakukan pembangkangan dan mengajak pada kemunkaran sehingga dia terkutuk sepanjang masa,” katanya.

Wejangan itu disampaikan Ust. Abdul Ghofar Hadi saat menyapa staf muda DPP Hidayatullah dalam koordinasi pagi rutin di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta, Rabu, 19 Dzulhijah 1445 (26/6/2024).

Ghofar Hadi mengimbuhkan, sebagai seorang muslim kita tinggal menentukan mau memilih ikut jalan malaikat yang istiqamah dalam kebaikan atau tunduk pada rayuan setan yang menyeret pada kesesatan yang mencelakakan.

“Karena manusia memiliki kecenderungan pada keduanya, meneladani keistiqamahan malaikat atau mengikuti kelancangan setan yang memang memiliki obsesi menjauhkan kita dari Tuhan,” katanya.

Agar terhindar dari bujukan setan melakukan perbuatan sia sia yang mencelakakan, menurut Ghofar Hadi, maka kita hendaknya berusaha istiqamah dalam tuntunan Ilahi. Menurutnya, istiqamah merupakan salah satu pilar fundamental dalam kehidupan seorang muslim untuk tumbuhnya etos kerja.

Ia menjelaskan, istiqamah adalah keteguhan hati dan komitmen dalam menjalankan sesuatu dengan penuh keteguhan dan konsistensi, tanpa terpengaruh oleh godaan atau rintangan yang menghadang.

“Dalam konteks membangun kebiasaan disiplin sejak muda, istiqamah ini harus dilatih dan dipaksa. Seperti dalam shalat berjamaah di masjid, ini memang harus dipaksa istiqamah,” katanya menekankan.

Pertanyannya sekarang, lanjut Abdul Ghofar Hadi, adalah kenapa istiqamah itu berat. “Karena kita tidak tahu kapan kita meninggal,” katanya mengimbuhkan.

Kenyamanan, kemudahan, dan serba kecukupan terkadang membuat lupa diri yang akhirnya merasa bahwa itu semua abadi. Demikian pula sebaliknya, kesempitan dan ketidakberdayaan justru tidak semakin membuat diri dekat pada Tuhan.

Disinilah sikap istiqamah diuji sehingga dalam kondisi apapun orientasi hidup tidak bergeser dari yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala. Karenanya, istiqamah dalam ibadah perlu ikhtiar kuat bahkan harus memaksakan diri untuk itu.

“Ibadah itu kalau gak berat, jangan jangan itu bukan ibadah. Ibadah itu memang memiliki halangan berat, begitu cara menantang diri kita. Apa yang kita istiqamahkan semoga itu juga menjadi kebiasaan kita hingga akhir hayat kita,” katanya.

Ambak dan Ambyar

Masih dalam kesempatan yang sama, Ghofar Hadi menyebutkan diantara problem etos kerja yang masih sering dikesampingkan adalah masalah kedisiplinan.

Padahal, terang dia, Islam adalah agama yang menekankan pentingnya produktifitas dengan kedisiplinan sebagaimana tercermin dalam ritual ibadah dimana kita dituntun untuk tepat waktu, bersih, dan terencana.

“Sebagaimana dalam ibadah shalat jamaah lima waktu, kita harus melakukan perencanaan sebaik baiknya sehingga semua berjalan dengan baik dan optimal,” tegasnya.

Ghofar Hadi lantas menyajikan analogi untuk menelaah ‘istiqamah’ yang relevan dengan keseharian.

Dia mencontohkan, individu yang memiliki obsesi pada kegiatan tertentu maka ia akan menjalani aktifitas itu dengan penuh daya maksimal, disipilin, dan totalitas tinggi.

“Lihatlah orang yang hobi futsal. Walaupun kakinya mungkin keseleo, pekan depan pasti main lagi,” kata alumni STAIL Surabaya ini.

Dorongan semangat bermain futsal tersebut tumbuh kuat meski sedang cidera karena adanya kesadaran akan sesuatu yang dikerjakan tersebut, yang dalam istilah Ghofar Hadi, diistilahkan dengan “ambak” atau, “apa manfaatnya buat aku?”.

Seseorang yang mengerti dan sadar akan manfaat sesuatu atau ambak, maka ia akan menjalankan sesuatu itu dengan sepenuh hati, tanpa paksaan dan intervensi dari pihak manapun.

“Setiap hari kita sibuk untuk dunia, kita menikmati itu karena ambak, ada manfaat yang didapat,” seloroh lulusan Pondok Tengah/ Pesantren Hidayatut Thullab (PPHT) Trenggalek yang dikenal sebagai salah satu ponpes tertua di Tanah Air.

Demikianlah dalam kehidupan yang sementara ini, kata Ghofar Hadi, maka hendaknya kita memahami betul apa tujuan hidup dan mampu menangkap muatan muatan utama “ambak” dari setiap aktifitas ibadah yang dilakoni.

“Pengetahuan yang benar terhadap ibadah yang dijalani akan melahirkan kesungguhan, kedisiplinan, dan ibadah bukan lagi hanya sebagai kewajiban tapi kebutuhan,” terangnya.

Dia menegaskan, tidak paham tujuan hidup dan ketidaktahuan akan manfaat dari ritual ibadah dijalani adalah awal dari kesiasiaan yang pada akhirnya membuat hidup menjadi ambyar.

“Nggak ada ambak, maka ambyar. Jika kita menyelami ambak terhadap ibadah yang kita lakukan, insya Allah, kita akan terhantar menjadi biasa, istiqamah, dan akhirnya husnul khatimah,” ujarnya, menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Waspada Penularan TBC, Inilah 7 Fakta Seputar Tuberkolosis

TUBERKOLOSIS atau TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis (M.TB) yang dapat menyerang sebagian organ terutama paru-paru.

TBC masuk dalam 10 penyakit penyebab kematian terbesar di dunia, WHO menyebutkan, bahwa pada tahun 2022 TBC merupakan penyakit menular mematikan ke 2 setelah covid 19.

Pengobatan untuk tuberkulosis biasanya memerlukan konsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama, biasanya selama enam bulan atau lebih.

Untuk memastikan bakteri telah sepenuhnya hilang, penting untuk mengambil semua obat yang diresepkan dan untuk tidak berhenti minum obat lebih awal meski gejala telah membaik.

Jika pengobatan tidak diikuti dengan benar, bakteri tuberkulosis bisa menjadi resisten terhadap obat, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.

Mengacu pada Laporan TBC Global yang diterbitkan oleh WHO Tahun 2023, Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan kasus sebanyak 1.060.000 dan kematian sebanyak 134.000. Terdapat sekitar 15 orang yang meninggal akibat TBC setiap jamnya di Indonesia, dan satu orang terinfeksi TBC setiap harinya

Fakta berikutnya bahwa mycobacterium tuberculosis (M. TB) berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung. M. TB tidak berspora dan tidak berkapsul. Bakteri ini memiliki lebar 0,3 – 0,6 μm dan panjang 1 – 4 μm.

M. TB menular dari manusia ke manusia lainnya lewat udara melalui percik renik atau droplet nucleus yang keluar ketika seorang yang terinfeksi TB paru batuk, bersin, atau bicara.

Sifat lain dari bakteri M. TB adalah aerob. Aerob memiliki arti kuman lebih menyukai tempat di dalam tubuh yang tinggi kandungan oksigennya.

Dalam hal ini, tekanan oksigen pada bagian atas paru-paru lebih tinggi dari bagian lain, sehingga bagian atas paru-paru merupakan tempat yang disenangi oleh M. TB.

Tetapi, dari struktur tubuh M. TB yang banyak mengandung protein, M. TB memiliki potensi untuk bertahan hidup dalam lingkungan yang bervariasi

Dikutip dari Global TB Report tahun 2022, juga diketahui bahwa jumlah kasus TBC terbanyak di dunia, menyerang kelompok usia produktif terutama pada usia 45 sampai 54 tahun. Namun dari penelusuran bahwa kini usia produktif 15-55 tahun berpotensi tinggi terpapar TBC.

Selalu lindungi diri kita dengan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan sebelum makan dan lain sebagainya.

================

PUBLIKASI layanan edukasi kesehatan masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).

Jangan lupa follow:
Instagram: @imscenter
Facebook: @imscenter
Tik-tok: @imscenter
Web: www.imscenter.id

Klinik IMS: Jl. Bekasi Timur IV No.130, RT.5/RW.7, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410

TOT Muallim Grand MBA untuk Wujudkan Integrasi Sistemik dalam Gerakan Dakwah Nasional

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Departemen Komunikasi & Penyiaran Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah melalui Posdai bersama Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA) menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) Daurah Muallim Grand MBA Nasional yang dibuka pada Selasa, 18 Dzulhijah 1445 (25/6/2924).

TOT Daurah Muallim Grand MBA Nasional yang berlangsung secara offline di Jakarta ini merupakan helatan lanjutan dari dua rangkaian kegiatan yaitu sesi materi online yang digelar selama 2 hari pada Rabu-Kamis, 12-13 Juni 2024.

Dan sesi materi berikutnya digelar secara offline yang diagendakan selama 3 hari yaitu pada tanggal 25-27 Juni 2024 bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jatinegar, Jakarta.

Organizing Committee TOT Daurah Muallim Nasional 2024, Ust. Muhdi Muhammad S.Sos.I, mengatakan TOT Daurah Muallim Grand MBA Nasional 2024 ini mengusung tema “Mewujudkan Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik dalam Gerakan Dakwah Nasional”.

Dia pun menjelaskan berkaitan dengan tema tersebut yaitu pentingnya standardisasi, sentralisasi, dan integrasi sistemik pada penyelenggaraan program Gerakan Nasional Dakwah Membaca dan Belajar Al Qur’an (Grand MBA) dalam kancah gerakan dakwah nasional.

Acara yang digelar dalam dua tahap ini, jelas Muhdi, untuk membekali para peserta dengan ilmu dan pengalaman yang optimal. Para peserta kemudian akan memperdalam ilmu mereka pada sesi offline yang diselenggarakan selama 3 hari ini.

“Di sesi ini, peserta akan terlibat langsung dalam praktik mengajar Al-Qur’an dengan bimbingan para instruktur yang berpengalaman,” kata Muhdi.

Muhdi menjelaskan TOT Daurah Muallim Nasional 2024 tak hanya sekedar membekali peserta dengan kemampuan mengajar Al-Qur’an. Pelatihan ini juga bertujuan untuk menciptakan standarisasi, sentralisasi, dan integrasi yang sistemik dalam gerakan dakwah nasional.

Dengan adanya standarisasi, jelas dia, materi dan metode pengajaran Al-Qur’an yang diberikan kepada masyarakat akan terpadu dan berkualitas. Sementara itu, sentralisasi memastikan adanya koordinasi yang efektif antar lembaga yang terlibat dalam gerakan Grand MBA.

“Integrasi sistemik, di sisi lain, berperan penting dalam menciptakan alur program yang efisien dan berkesinambungan. Kombinasi dari ketiga elemen ini, diharapkan mampu melahirkan penyelenggaraan metode Grand MBA yang semakin kuat dan optimal,” imbuhnya menjelaskan.

Salah seorang peserta, Rusdiansyah dari Bulungan, Kalimantan Utara, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian peserta dari kegiatan ini.

“Alhamdulillah, ini menambah pengetahuan dan pengalaman juga, karena ini penting sekali untuk mengajarkan Al Qur’an di masyarakat,” kata alumni Pendidikan Ulama dan Zuama (PUZ) STIS Hidayatullah Balikpapan ini.

Menurut jadwal, sebagian peserta dari TOT Daurah Muallim Grand MBA Nasional ini juga akan melengkapi kepesertannya dengan mengikuti pelatihan sanad Al Qur’an yang digelar Badan Koordinasi Pengembangan Tilawah al-Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah pada 28-29 Juni 2024. (ybh/hidayatullah.or.id)

Sekolah Anak Muallaf Pedalaman, Mekarnya Tunas Harapan dari Fatu Marando

0

MOROWALI UTARA (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dasar (SD) Dusun Fatu Marando, Desa Salubiro Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Morowali Utara, berhasil meluluskan dua siswanya yaitu Rahel dan Novita.

Pemberian ijazah kepada keduanya diserahkan oleh Ustadz Deprin Lindo selaku Kepala Sekolah SD Fatu Marando.

Ustadz Deprin Lindo bersama sang istri adalah pasangan dai daiyah yang amat tekun dan sabar bertahan mendidik anak anak muallaf di kawasan ini.

Di tengah keterbatasan infrastruktur dan akses pendidikan yang minim, mereka menanamkan benih ilmu pengetahuan dan menumbuhkan kecintaan terhadap Islam di hati anak-anak muallaf Suku Wana.

Pasangan dai dan daiyah ini dengan penuh kesabaran dan ketekunan membimbing Rahel dan Novita serta teman-teman mereka, mengantarkan mereka melangkah di jalan pendidikan.

Kedua lulusan pertama SD Fatu Marando ini akan melanjutkan pendidikan dengan beasiswa penuh di SMP Integral Hidayatullah Pondok Pesantren Hidayatullah Palu.

Sekolah Anak Muallaf Pedalaman

Penyelenggaraan SD Dusun Fatu Marando merupakan bagian dari program Sekolah Anak Pedalaman yang digulirkan oleh Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) yang berlokasi di Kampung Muallaf Suku Wana.

Ketua Posdai Pusat Ust. Abdul Muin menyatakan rasa syukur yang dalam atas upaya menghadirkan program pendidikan untuk anak muallaf pedalaman yang telah diikhtiarkan sejak sekira 8 tahun lalu tersebut.

Disampaikan Muin, perjalanan khidmat Posdai di Fatu Marando tidak berhenti sampai di sini. Muin menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat perjuangan dakwah melalui pendidikan.

“Tentunya perjuangan dakwah tidak cukup sampai di sini,” kata Muin, dikutip dari laman posdai.or.id, Rabu, 19 Dzulhijah 1445 (26/6/2924).

Muin mengatakan, perjuangan dakwah dengan mengadirkan wadah pendidikan formal bagi anak anak muallaf pedalaman yang sudah berjalan 7 hingga 8 tahun ini akan terus dikuatkan.

Dia berharap, program mampu memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara muallaf pedalaman Suku Wana khususnya yang berada di Dusun Fatu Marando, Desa Salubiro Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Morowali Utara.

“Kita harus tetap melakukan pembinaan kepada mereka hingga para muallaf ini benar-benar bisa mandiri secara ekonomi, pendidikan, maupun sosial,” katanya.

Pihaknya pun menyampaikan terimakasih kepada seluruh sahabat dai dan orang-orang baik yang selalu membersamai Posdai hingga saat ini dalam menguatkan dakwah pedalaman dan pembinaan muallaf di berbagai titik di Tanah Air untuk lahirnya tunas harapan.

“Perjuangan kita tidak berhenti di sini. Komitmen untuk memperkuat dakwah melalui pendidikan bagi anak-anak muallaf pedalaman akan terus digelorakan untuk melahirkan tunas harapan agama dan bangsa,” katanya menandaskan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Bersama Polres Boven Digoel Dukung Tumbuhnya Benih Generasi Muda Cerdas dan Berakhlak

BOVEN DIGOEL (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Polres Boven Digoel menggelar kegiatan bakti sosial religi di Pondok Pesantren Hidayatullah, Tanah Merah, Provinsi Papua Selatan, Sabtu, 15 Dzulhijah 1445 (22/6/2024)

Kegiatan dipimpin Wakapolres Boven Digoel Kompol Handoyo Prasetyo, beserta para Pejabat Utama (PJU) Polres Boven Digoel.

Wakapolres Boven Digoel Handoyo Prasetyo, mewakili Kapolres dalam kesempatan itu menyampaikan, pihaknya memberikan bantuan 50 sak semen untuk pembangunan asrama santri di Pondok Pesantren Hidayatullah.

Wakapolres Handoyo Prasetyo katakan, melalui pondok pesantren, diharapkan cetak generasi penerus Boven Digoel yang cerdas dan berakhlak.

“Penting bagi generasi muda punyai iman dalam meneruskan pembangunan bangsa, yang diharapkan akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah untuk memajukan daerah dan bangsa,” kata Wakapolres Handoyo seperti dilansir laman RRI.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah, Ust. Zaenal, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Polri pada pondoknya.

Menurut Zainal, ini bentuk nyata komitmen Polri, peduli terhadap perkembangan pendidikan berbentuk pesantren untuk tumbuhnya benih generasi muda cerdas dan berakhlak.

“Semoga di usianya yang ke-78 tahun, Polri terus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, serta semangat dalam menciptakan ketertiban dan keamanan,” ujar Ust. Zaenal.

Kegiatan bhakti sosial ini tidak hanya jadi bentuk perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara. Namun juga sebagai wujud nyata, kepedulian Polres Boven Digoel terhadap pembangunan dan perkembangan masyarakat, khususnya dalam pendidikan dan agama. (dbs/hio)

Inilah 5 Kebiasaan Sepele yang Tak Disadari Bisa Picu Diabetes

DIABETES merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah) yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.

Sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, sebagian besar tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 1,5 juta kematian disebabkan oleh diabetes setiap tahunnya. Jumlah kasus dan prevalensi diabetes terus meningkat selama beberapa dekade terakhir.

KENALI 5 KEBIASAAN SEPELE YANG TIDAK DI SADARI BISA PICU DIABETES

BEGADANG
kurang tidur sapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penambahan berat badan yang mana salah satu faktor dari diabetes.

Menurut Kementerian Kesehatan, pola tidur yang dijalani sebagian besar orang adalah pola tidur selama beberapa jam dalam satu waktu tertentu. Padahal, kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena dampaknya bisa merugikan kesehatan tubuh loh!

Berikut adalah waktu tidur ideal yang disarankan berdasarkan usia:

  • Bayi usia 0–3 bulan: 14–17 jam per hari
  • Bayi usia 4–11 bulan: 12–15 jam per hari
  • Bayi usia 1–2 tahun: 11–14 jam per hari
  • Anak prasekolah usia 3–5 tahun: 10–13 jam per hari
  • Anak usia sekolah usia 6–13 tahun: 9–11 jam per hari
  • Remaja usia 14–17 tahun: 8–10 jam per hari
  • Dewasa muda usia 18–25 tahun: 7–9 jam per hari
  • Dewasa usia 26–64 tahun: 7–9 jam per hari
  • Lansia usia dia atas 65 tahun: 7–8 jam per hari.

MAGER (MALAS GERAK)
wah ini ni yang sering terjadi sama diri kita, MALAS GERAK atau yang sering di bilang oleh banyak orang MAGER berpotensi membuat lingkar pinggang membesar, lakukan lah minimal 150 menit aktivitas fisik setiap minggu nya atau dengan berjalan kaki setiap hari.

Menurut Medical News Today, menambah langkah secara bertahap terbukti efektif memberikan manfaat untuk kesehatan. Anda yang berjalan kaki 8.000 langkah per hari memiliki risiko 51 persen lebih kecil untuk mengalami kematian dini.

Sedangkan Anda yang berjalan kaki 12.000 langkah sehari memiliki risiko 65 persen lebih kecil untuk mengalami kematian dini.

Meskipun masing-masing orang memiliki tingkat aktivitas yang berbeda, Anda tetap diimbau untuk menambah jumlah langkah kaki yang dilakukan secara bertahap untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih besar.

TERLALU BANYAK MENGKONSUMSI KARBOHIDRAT OLAHAN
Segala sesuatu yang belebihan itu memang tidak baik, karena pada dasarnya setiap tubuh manusia memiliki kebutuhan karbohidrat yang berbeda, kita harus tahu dan paham berapa kebutuhan asupan karbo dan kalori setiap harinya agar tidak berlebih sehingga dapat menyebabkan kegemukan dan berpotensi diabetes.

MELEWATKAN SARAPAN
melewatkan makan pagi atau sarapan seseorang akan banyak makan di siang harinya

Kebiasaan USAI MAKAN MALAM LANGSUNG TIDUR karena 50% kalori dalam tubuh berasal dari makan malam, yang membuat kadar gula menjadi naik. Ini lah yang sering membuat bertambahnya berat badan dan bertambahnya ukuran bentuk badan, dan ini yang dapat memicu diabetes.

YUK MULAI GERAKAN DIRI KITA UNTUK MELANGKAH SETIAP HARI UNTUK MENJADIKAN KEBIASAAN POSITIF

==============

Publikasi layanan edukasi kesehatan masyarakat ini kerjasama Hidayatullah.or.id dengan Islamic Medical Services (IMS).

Jangan lupa follow:
Instagram: @imscenter
Facebook: @imscenter
Tik-tok: @imscenter
Web: www.imscenter.id

Klinik IMS: Jl. Bekasi Timur IV No.130, RT.5/RW.7, Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13410