Beranda blog Halaman 191

Mukena untuk Lansia di Pamekasan, Menyentuh Hati Membawa Bahagia

0

PAMEKASAN (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat, kali ini dengan menyalurkan mukena bagi lansia di Desa Panglegur, Dusun Pandan, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Kamis, 15 Dzulqaidah 1445 (23/5/2024).

Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya besar Laznas BMH untuk mendistribusikan mukena kepada 1.000 penerima manfaat di seluruh Jawa Timur.

Salah satu penerima manfaat, Halidah, menyampaikan rasa syukurnya dengan penuh haru.

“Saya sangat berterima kasih kepada Laznas BMH atas mukena yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang berada di pelosok desa,” ujar Halidah, yang kesehariannya menghabiskan waktu di desa kecil yang jarang tersentuh bantuan.

Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen BMH untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama lansia di daerah terpencil.

“Penyaluran mukena ini adalah salah satu cara kami untuk mendukung kebutuhan ibadah para lansia di pelosok desa. Kami berharap program ini dapat memberikan kenyamanan dan kebahagiaan bagi mereka dalam beribadah,” kata Imam Muslim.

Mukena, sebagai perlengkapan ibadah, tidak hanya berfungsi sebagai penutup aurat tetapi juga memegang peran penting dalam menumbuhkan semangat ibadah dan menciptakan perasaan bahagia di kalangan para lansia.

Dengan mukena yang nyaman dan layak, para lansia dapat lebih khusyuk dalam menjalankan shalat, yang pada gilirannya membantu membentuk kepribadian yang lebih tenang dan bahagia.

Kata Muslim, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan meningkatkan kenyamanan para lansia dalam menjalankan ibadah sehari-hari, serta menunjukkan kepedulian Laznas BMH terhadap masyarakat yang membutuhkan di daerah-daerah terpencil.

Selain itu, melalui program ini, Laznas BMH ingin menegaskan bahwa perhatian terhadap kebutuhan spiritual masyarakat adalah bagian integral dari misi kemanusiaan mereka.

Dia menuturkan, penyaluran mukena ini adalah bukti nyata bagaimana bantuan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang, terutama bagi para lansia yang kerap merasa terisolasi dan kurang mendapat perhatian.

Dengan semangat berbagi dan peduli, jelasnya, Laznas BMH berusaha menciptakan lingkungan yang lebih baik, di mana setiap individu, tanpa memandang usia dan lokasi, dapat merasakan kenyamanan dan kebahagiaan dalam beribadah.

“Semoga program ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya dukungan spiritual dalam membentuk pribadi yang bahagia dan beriman,” tutup Muslim.*/Herim

Mengenang Sosok Ustadz Khomaruddin, Dedikasi Tak Terbatas dan Semangat Membara

0

PERJALANAN hidup membawa saya pada momen tak terlupakan saat pertama kali menginjakkan kaki di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Lingkas, Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Sambutan hangat menyelimuti kami, diawali dengan hidangan istimewa berupa kepiting soka yang begitu lezat, cangkangnya begitu lembut sehingga bisa langsung dinikmati tanpa perlu dipisahkan.

Sosok yang melayani kami saat itu memancarkan keceriaan dengan wajah yang dihiasi senyum bersahaja. Sosok yang melayani kami saat itu belakangan hari baru saya tahu bahwa beliau adalah Ustadz Khomaruddin.

Pertemuan kedua kami terjadi saat sama-sama bertugas di Hidayatullah Bulungan. Beliau dipercaya sebagai bendahara di Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Bulungan dan juga sebagai Ketua Departemen Dakwah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kaltara.

Seiring kebersamaan kami, saya menjadi saksi bagaimana dedikasi dan keteguhan Ustadz Khomaruddin dalam menjalankan amanah yang diembannya. Beliau tak gentar menghadapi berbagai rintangan, bahkan rela “berpuasa” dalam menjalankan tugas demi kemajuan organisasi dan umat.

Semangat pantang menyerah Ustadz Khomaruddin tak hanya terpancar dari dedikasinya, tetapi juga dari kesediaan beliau untuk mengeluarkan dana pribadi demi suksesnya program yang diusung.

Minimarket Ukaz dan gerak langkah permulaan Posdai Kaltara merupakan dua karya nyata yang lahir dari kepemimpinannya yang inspiratif.

Menurut Ust. H. Jamiruddin Rajab, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Kaltara, Ustadz Khomaruddin adalah kader teladan yang tak pernah menolak tugas, bahkan ketika tugas tersebut terkesan mustahil untuk diselesaikan.

Pengabdian Ustadz Khomaruddin tak berhenti di situ. Beliau kemudian dipercaya sebagai ketua Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Karungan Tarakan dan Ketua Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Kaltara.

Namun, takdir berkata lain. Pada hari Kamis, 16 Syawal 1445 (25/4/2024) sekira pukul 05.32 WITA, Ustadz Khomaruddin menghembuskan nafas terakhirnya di Tarakan.

Pria berhati mulia dan murah senyum asal Buket Raya, Darul Aman, Aceh Timur, ini telah menyusul sang istri tercinta, Faizah, yang wafat di Baitullah saat mereka bersama-sama melakukan ibadah umrah.

Kepergian Ustadz Khomaruddin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan umat Islam di Kaltara yang selama ini dibinanya dalam majelis Qur’an.

Kepergian almarhum juga menyisakan kesedihan yang mendalam bagi Sri Katini, istri kedua almarhum, yang dengan penuh cinta dan kesabaran mendampinginya selama menjalani perawatan di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan hingga detik detik akhir kepergian untuk selamanya itu.

Kisah hidup Ustadz Khomaruddin tak berhenti di situ. Beliau adalah salah satu pelopor dakwah thibbun nabawi di Kaltara dan telah banyak membantu masyarakat dengan ilmu bekam dan rukyahnya. Dedikasi dan semangatnya akan selalu dikenang sebagai teladan bagi generasi berikutnya.

Semoga Allah SWT menerima amal saleh Ustadz Khomaruddin, mengampuni seluruh dosanya, dan menempatkannya di Jannah Firdaus Tertinggi bersama para Nabi, Rasul, Shiddiqin, Syuhada, dan Shalihin. Aamiin.

*) Mazliz B. Mustafa, penulis adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah 2020-2023 dan kini mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Dakwah & Layanan Umat DPW Hidayatullah Kaltara

TONTON VIDEO Kegigihan Dai, Mengantar Cahaya Islam

Soft Launching Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah, Teguhkan Khidmat untuk Masyarakat

0

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) – Dalam sebuah acara peresmian yang dihadiri oleh berbagai elemen organisasi dari tingkat wilayah hingga daerah, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah, Ahmad Ali Subur, S.E., meresmikan soft launching Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah yang terletak di Jalan Wonodri Baru No.41 Semarang, Kamis, 22 Dzulqaidah 1445 (30/5/2024).

Ali Subur menyampaikan harapannya agar hadirnya gedung ini kian meneguhkan khidmat Hidatullah serta dapat memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami berharap hadirnya gedung ini memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, dari tingkat yang tertinggi di skala provinsi hingga ke masyarakat grassroot di sekitar wilayah ini,” katanya.

Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah pula diharapkan dapat menjadi katalisator dalam dinamisasi dakwah di wilayah Jawa Tengah.

Dengan adanya fasilitas yang memadai dan akses yang mudah, diharapkan kegiatan dakwah dan kemasyarakatan Hidayatullah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan Islam di Jawa Tengah.

“Sehingga program-program dakwah di Jawa Tengah ini semakin dinamis dan berkembang,” ujar Ali Subur.

Maket visual Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah (ist/hidayatullah.or.id)

Ia menukaskan, peresmian Gedung Dakwah Hidayatullah Jawa Tengah merupakan langkah awal yang penting dalam mewujudkan visi dan misi organisasi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam dan membangun masyarakat yang lebih baik.

Dengan semangat dan kerjasama semua pihak, diharapkan gedung ini dapat menjadi pusat dakwah dan kemasyarakatan yang bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat di Jawa Tengah.

“Peresmian gedung ini menandakan dimulainya era baru bagi Hidayatullah Jawa Tengah dalam menjalankan kegiatan dakwah dan kemasyarakatan,” katanya.

Ali Subur mengatakan, acara peresmian ini merupakan soft launching, menandakan bahwa gedung ini sudah mulai bisa difungsikan meskipun pengerjaan fisiknya masih sekitar 60 persen.

Lantai 1 gedung ini telah siap digunakan untuk kantor, ruang meeting, dan aula pertemuan, sedangkan lantai 2 akan difungsikan sebagai tempat menginap/istirahat. Adapun lantai 3, yang merupakan rooftop, akan digunakan untuk kegiatan penunjang yang sifatnya semi outdoor.

Selain berfungsi sebagai kantor dan sarana pertemuan, gedung ini juga akan digunakan untuk berbagai kegiatan lainnya, seperti Majelis Taklim, Rumah Qur’an Hidayatullah (RQH), pembinaan warga, dan bahkan dipersilakan untuk dimanfaatkan kegiatan warga sekitar.*/Eviq Erwiandy

Capacity Building: Membangun Kekuatan Organisasi Islam dalam Menghadapi Tantangan Zaman

ORGANISASI Islam saat ini dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi internal maupun eksternal. Perubahan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi yang cepat dan penuh etidakpastian, menuntut organisasi untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitasnya agar tetap relevan dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, capacity building menjadi sangat penting untuk membangun dan memperkuat kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan dan menghadapi tantangan yang ada.

Capacity building atau pengembangan kapasitas, dapat didefinisikan sebagai proses berkelanjutan untuk mengembangkan sumber daya, sistem, dan struktur organisasi agar dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat tata kelola, dan memastikan keberlanjutan program dan layanan yang ditawarkan.

Dengan kata lain, capacity building itu mencakup berbagai aspek, seperti pengembangan sumber daya manusia, penguatan sistem manajemen, peningkatan infrastruktur, serta pembangunan kemitraan dan jaringan kerja, dalam rangka mencapai tujuan strategis organisasi secara efektif dan berkelanjutan. Dengan demikian maka, capacity building, -mau tidak mau-, telah menjadi kebutuhan mendesak bagi organisasi-organisasi Islam di era kontemporer ini.

Pentingnya Capacity Building bagi Organisasi Islam

Organisasi Islam saat ini meskipun dituntut oleh zaman untuk melakukan kolaborasi dengan sesama organisasi, akan tetapi realitasnya, juga dihadapkan pada persaingan dengan organisasi lain, dalam konteks lokal maupun global. Sehingga, konsekwensinya untuk menjaga agar tetap relevan sekaligus mempertahankan jati diri, maka organisasi Islam perlu melakukan capacity building secara berkelanjutan. Ada sejumlah alasan yang dijadikan dasar, mengapa capacity building sangat penting:

Pertama, Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi, Capacity building memungkinkan organisasi untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya manusia, keuangan, maupun infrastruktur. Dengan kemampuan yang memadai, organisasi dapat menjalankan program dan aktivitasnya secara lebih efektif dan efisien.

Kedua, Menghadapi Perubahan dan Tantangan, Dunia terus berubah dengan cepat, dan organisasi Islam harus mampu beradaptasi. Capacity building membantu organisasi mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan strategi yang diperlukan untuk menghadapi perubahan dan tantangan baru, kemudian memenagkannya.

Ketiga, Menjaga Relevansi dan Keberlanjutan, Dengan kapasitas yang kuat, organisasi Islam dapat tetap relevan dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Capacity building memastikan bahwa organisasi memiliki fondasi yang kokoh untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Keempat, Memperkuat Jati Diri dan Nilai-Nilai Islam, Capacity building tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai dan jati diri organisasi Islam, sebagai karakter dan identitas organisasi. Dengan memiliki kapasitas yang kuat, organisasi dapat tetap berpegang pada prinsip-prinsip Islam dan menyesuaikan strategi tanpa mengorbankan integritas dan identitasnya..

Kelima, Membangun Kepercayaan dan Dukungan, Capacity building yang efektif dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap organisasi Islam. Hal ini dapat mendorong partisipasi dan dukungan yang lebih luas dari masyarakat, serta membangun kemitraan dan kohesifitas yang kuat dengan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan melihat urgensi dari capacity building di atas, maka tidak ada alasan bagi organisasi Islam untuk tidak melakukannya, sehingga ini menjadi sebuah keniscayaan bagi setiap organisasi apapun bentuknya.

Kapan Capacity Building Perlu Dilakukan?

Capacity building bukan proses instan yang sekali jadi, akan tetapi merupakan proses panang dang berkelanjutan yang perlu dilakukan secara teratur dan sistematis. Kendatipun demikian, setidaknya dapat ditemukan beberapa titik kritis di mana capacity building menjadi sangat penting:

Pertama, Saat Organisasi Menghadapi Tantangan Baru, ketika organisasi menghadapi tantangan baru, seperti perubahan lingkungan eksternal, perluasan wilayah kerja, atau pergeseran tren sosial-budaya, maka capacity building diperlukan untuk hadir dan memastikan organisasi memiliki kemampuan dan strategi yang tepat untuk menghadapinya.

Kedua, Saat Organisasi Merencanakan Ekspansi atau Perubahan Besar, jika organisasi berencana untuk melakukan ekspansi atau perubahan besar, seperti menambah program baru, membuka cabang baru, atau melakukan restrukturisasi signifikan, capacity building menjadi sangat penting untuk mempersiapkan sumber daya yang dibutuhkan. Dalam konteks sumberdaya manusia maka memastikan bahwa mereka tetap berpegang teguh pada jatidiri.

Ketiga, Saat Terjadi Pergantian Kepemimpinan atau Sumber Daya Utama, pergantian kepemimpinan atau kehilangan sumber daya utama dapat menimbulkan kesenjangan kapasitas dalam organisasi, bahkan terjadi instabilitas dalam Organisasi. Sehingga, capacity building dapat membantu mengisi dengan melakukan berbagai rekayasa sosial (social engineering) untuk mengatasi kesenjangan tersebut dan memastikan kesinambungan operasional.

Keempat, Setelah evaluasi kinerja,  dalam sebuah organisasi, evaluasi kinerja meriupakan sebuah keniscayaa. Dan pada saat evaluasi kinerja itu menunjukkan adanya kekurangan atau area yang perlu ditingkatkan, maka capacity building mutlak dilakukan dalam rangka memberpaiki kekurangan yang ada agar tetap pada standar dan indikasi yang telah ditetapkan, serta meningkatan sektor lain yang sudah baik agar lebih baik lagi.

Kelima, Saat terjadi perkembangan signifikan dalam teknologi atau metode kerja yang relevan dengan organisasi, perkembangan teknologi menjadi sebuah keniscayaan, sehingga turunannya adalah merubah metode kerja. Jika tidak dilakukan capacity building untuk beradaptasi maka organisasi akan kehilangan relevansinya, sehingga akan ketinggalan dan juga ditinggalkan oleh anggotanya.

Keenam, dilakukan secara berkala, untuk menjaga vitalitas organisasi agar terus menjadi trend setter, maka capacity building mesti dilakukan secara sistematis dan berkala. Dalam hal ini dapat dilakukan misalnya setiap beberapa tahun sekali, untuk memastikan kapasitas organisasi selalu terjaga dan terus ditingkatkan.

Bagaimana Melakukan Capacity Building?

Dalam banyak kasus kebanyakan organisasi tidak paham untuk melakukan capacity building ini. Padahal, capacity building dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, antara lain: Pertama, pengembangan sumber daya manusia: meliputi pelatihan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan bagi staf dan sukarelawan, serta perekrutan tenaga ahli yang kompeten.

Kedua, penguatan tata kelola: melibatkan peningkatan sistem manajemen, proses pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Ketiga, pengembangan Infrastruktur: mencakup peningkatan sarana dan prasarana, seperti kantor, fasilitas, dan teknologi informasi yang mendukung operasional organisasi.

Keempat, membangun kemitraan dan jaringan: Organisasi dapat bekerja sama dengan organisasi lain, lembaga pendidikan, pemerintah, atau sektor swasta untuk berbagi sumber daya, pengetahuan, dan keahlian.

Berikutnya, Kelima, pengembangan kepemimpinan: mengidentifikasi dan mengembangkan calon pemimpin masa depan dalam organisasi melalui program pengembangan kepemimpinan.

Dan, Keenam, Evaluasi dan perbaikan perkelanjutan: melakukan evaluasi secara berkala terhadap kapasitas organisasi, mengidentifikasi kekurangan, dan mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Agar proses capacity building berjalan sesuai dengan keinginan organisasi dalam mengadapai tantangan dan dinamika yang ada, maka mesti disusun strategi implementasi yang disesuaikan dengan realitas yang dihadapi oleh masing-masing organisasi. Sehingga prioritas pendekatannya akan sejalan dengan resources yang dimiliki oleh organisasi.

Siapa yang Terlibat dalam Capacity Building?

Capacity building, bukan hanya tugas dari pucuk pimpinan organisasi semata, akan tetapi mesti melibatkan seluruh elemen organisasi, mulai dari pimpinan hingga anggota biasa, termasuk stakeholders (pihak-pihak yang berkepentingan) dalam organisasi. Hal ini dimaksudkan agar kedepannya kehadiran organisasi dengan wajah baru itu memberikan kebermanfaatan yang lebih bagi banyak pihak. Meskipun demikian, jika dikerucutkan, ada beberapa peran utama yang terlibat, yaitu:

Pertama, Pemimpin dan Pengurus Organisasi: Berperan dalam menentukan arah dan strategi capacity building, serta memastikan alokasi sumber daya yang tepat.

Kedua, Kader dan Anggota: Menjadi subjek utama dalam proses capacity building, terutama dalam hal pengembangan keterampilan dan pengetahuan.

Ketiga, Konsultan dan Tenaga Ahli: Memberikan masukan, pelatihan, dan pendampingan dalam proses capacity building sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Keempat,Lembaga Mitra: Organisasi dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan, organisasi non-profit lain, atau pemerintah untuk mendukung proses capacity building.

Kelima, Pemangku kepentingan: Seperti masyarakat, pemerintah, atau organisasi mitra, dapat terlibat dalam proses capacity building untuk memastikan relevansi dengan kebutuhan mereka.

Kesimpulan

Capacity building merupakan proses penting bagi organisasi Islam dalam membangun kemampuannya untuk menghadapi tantangan saat ini dan masa depan. Dengan melakukan capacity building secara berkelanjutan, organisasi dapat mempertahankan jati diri dan nilai-nilai utamanya, meningkatkan efektivitas program, menghadapi tantangan eksternal, serta membangun kepercayaan dan dukungan dari masyarakat.

Proses ini melibatkan partisipasi dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal, dan dapat dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan tata kelola, pengembangan infrastruktur, serta membangun kemitraan dan jaringan kerja yang kuat.[]

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

Jangan Lupakan ‘Titik Nol’ Hidayatullah

Penulis (berkopiah Hidayatullah) saat berkunjung ke Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ar Rohmah, Malang, Jawa Timur (Foto: ist/ hidayatullah.or.id)

DALAM perjalanan mengawal pembukaan Daurah Marhalah Ula (DMU) di Kampus Utama Hidayatullah Surabaya (27/5/2024) dan meninjau langsung pelaksanaan DMU di Malang (28/5/2024), tepatnya Kampus Ar-Rohmah, saya merasa bersyukur sekaligus langsung melakukan pemikiran reflektif atas karunia Allah bagi perjalanan Hidayatullah, terkhusus di Malang.

Namun, sebagai kader dan instruktur dalam Marhalah Wustho, saya tidak dapat mengelakkan bahwa basis kekuatan Hidayatullah adalah manhaj tarbiyah dan dakwah. Inilah warisan utama KH. Abdullah Said, yang merupakan titik nol pergerakan Hidayatullah, yang harus kita jaga, kita segar-segarkan sampai kapan pun juga.

Kita patut bersyukur mengenal metode penugasan dalam perkaderan Hidayatullah. Dan, kita juga patut bangga ketika ada cabang Hidayatullah yang maju luar biasa. Gedungnya banyak, megah dan kokoh serta nyaman dipandang.

Namun, kita tidak boleh lupa bahwa Hidayatullah berangkat dari kesadaran intelektual dan spiritual untuk ikut berkontribusi membangun masyarakat, bangsa dan negara. Upaya itu ditempuh oleh Hidayatullah dari titik nol. Kekuatan manhaji-lah yang menjadikan perjalanan Hidayatullah sampai sekarang tetap on the right track, hingga Hidayatullah hadir di seluruh Indonesia. Termasuk di Malang yang kondisinya terus berkembang.

Pertanyaan Mendasar

Pertanyaan mendasar adalah mengapa Allah membuka ruang-ruang seperti sekarang untuk Hidayatullah Malang? Satu sisi ini membuktikan bahwa manhaj tarbiyah dan dakwah Hidayatullah bisa menghadirkan kemajuan yang umat ikut bangga.

Sisi lain ini sebuah pembuktian bahwa apa yang kita kenal dengan ungkapan Ustadz Abdullah Said: beribadah keras, berdoa keras, dan berpikir keras, memang nyata bisa menghadirkan kemajuan secara manajerial dalam proses menuju peradaban islam.

Namun sisi lain kita juga patut untuk melihat ke dalam agar kemajuan yang Allah berikan tidak mengubah orientasi gerakan, kepribadian kader, dan kekuatan manhaj dakwah tarbiyah yang selama ini menjadi kekuatan jama’ah.

Sungguh perbedaan (kinerja) orang beriman dan orang yang tidak beriman hanya pada tata kelola. Dan, niat yang merupakan starting point dari seseorang itu sangat menentukan daripada nilai yang dikendalikan.

Orang kafir juga tidak sedikit mendapatkan fasilitas-fasilitas kemajuan secara fisik. Tetapi pasti nilainya nol di hadapan Allah dan akan jadi beban di akhirat.

Akan tetapi nilai materi yang dikendalikan orang beriman akan selalu bernilai dan menjadi nilai tertinggi di hadapan Allah, karena selalu ada iman dan jihad di dadanya. Inilah yang tak boleh luntur apalagi hilang di dalam dada seluruh kader Hidayatullah.

Penguatan Relasi Historis

Belajar dari sejarah bangkit dan runtuhnya peradaban terdahulu, kita jangan silau apalagi lupa karena indahnya gemerlap dunia. Baghdad runtuh bukan karena Islam tidak ada, tetapi Islam tidak lagi menjadi warna utama di dalam dada. Begitupun ketika Islam di Cordoba runtuh dan nyaris sirna.

Tugas utama kita adalah bagaimana manhaj terus menyala, menerangi seluruh hati dan pikiran kader-kader, sehingga estafeta membangun peradaban dapat kita wujudkan bersama.

Oleh karena itu sikap terbaik kita adalah tetap menjaga keterhubungan dengan historis awal (titik nol) kita membangun dan mengembangkan gerakan dakwah dan tarbiyah ini. Adalah akan kehilangan jalan jika kita melupakan relasi historis dan normatif yang semestinya kita sadari sebagai jembatan kemajuan yang kita rasakan saat ini.

Karena Hidayatullah bukan semata saat ini dan ke depan, Hidayatullah juga masa silam yang kental dengan nilai, spirit, dan etos kinerja besar yang landasannya adalah kesadaran bahwa semua ini hadir untuk meninggikan kalimat Allah (limardhatillah wa li i’lai kalimatillah hiyal ulya).

Hal inilah yang akan membuat pergerakan dakwah dan tarbiyah tetap maksimal dan optimal, bukan malah tersempal dari akarnya sendiri.

Semoga Allah menjaga niat kita tetap solid dalam jamaah, terdepan dalam perkaderan dan tidak menjadi orang yang terjebak dalam kegiatan menghitung-hitung kekayaan, dan lupa akan kehidupan akhirat. (hubbuddunya wakaroohiyatul maut).

Kita optimis jiwa kader itu terus menyala, sehingga tetap pada komitmen dan konsistensi dalam manhaj tarbiyah dan dakwah. Insha Allah ujian berupa kemajuan, keberhasilan, atau bahkan hambatan-hambatan dalam perjuangan ini akan dapat kita lalui dengan baik. Wallahu a’lam.[]

*) MUHAMMAD SHALEH UTSMAN, M.I.Kom, penulis adalah Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah

Cepat Tepat dan Multimanfaat, Distribusi Qurban BMH Libatkan Dai Pedalaman

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id)— Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) melibatkan dai dalam pendistribsuikan hewan qurban ke berbagai titik di pedalaman.

Dengan demikian, hewan qurban pun dapat dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di pelosok pelosok negeri khususnya di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar.

“Qurban pedalaman selalu melibatkan dai dan seringkali pengiriman qurban itu beriringan dengan keberangkatan dai ke tempat tersebut,” kata Kepala Departemen Prodaya BMH Syamsuddin dalam Konferensi Pers Laznas BMH bertajuk “Bahagia dengan Berqurban, Qurban Tanpa Batas” di Bangi Kopi, Jl. Raya Pasar Minggu, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Dzulqaidah 1445 (30/5/2024).

Bahkan, lebih dari itu, terang Syamsuddin, para dai dan guru ngaji mitra Laznas BMH ini juga sekaligus menjadi juru sembelih hewan qurban yang diantar ke daerah pedalaman.

“Jadi ngantar qurban sekaligus khutbah Ied di sana, sekaligus menyembelih hewan qurbannya,” kata Syamsuddin.

Syamsuddin menyampaikan, dengan kemitraan yang terjalin dengan para dai di berbagai titik di pedalaman ini maka semakin memudahkan tersampaikannya hewan qurban kepada mereka yang rentan termasuk kepada para muallaf dan suku terasing.

“Alhamdulillah, qurban di BMH sudah termasuk operasional pengirimannya, jadi tidak usah ada tambahan biaya biaya lagi,” terangnya.

Cepat, Tepat dan Multimanfaat

Direktur BMH Supendi menambahkan, BMH sudah 20 tahun lebih menjalankan program qurban dengan menjangkau jutaan penerima manfaat. Karenanya, dengan pengalaman tersebut Insya Allah qurban muzakki akan terkelola dengan amanah.

“Setiap tahun qurban BMH selalu meningkat, bahkan ketika pandemi, dengan peningkatan 10 sampai 15 persen setiap tahunnya,” kata Supendi.

Disamping itu, kata Supendi, BMH juga terus menguatkan tiga aspek keunggulan yang selama ini telah dijalankan yaitu kecepatan, ketepatan, dan multimanfaat dari qurban BMH.

Dia menjelaskan, aspek kecepatan yakni mencakup pendistribusian dengan melibatkan simpul simpul sinergi yang tersebar di dalam dan luar negeri. Sehingga, umat dapat menikmati daging qurban dalam suasana perayaan idul Adha.

Berikutnya, aspek ketepatan meliputi pemilihan daerah daerah sebaran hewan qurban yang menyasar kawasan rentan yang sangat membutuhkan bantuan nutrisi gizi hewani.

Serta, aspek multimanfaat, yakni dimana program ini turut menguatkan dakwah para dai dan mengukuhkan iman para muallaf.

Rangkaian konferensi pers Laznas BMH ini juga dibarengi dengan talkshow yang menghadirkan figur yaitu Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denada Kusuma atau yang lebih dikenal dengan Dik Doank, Redaktur rubrik Khazanah Republika Muhammad Hafil Sjahrazad, dan dipandu oleh Humas BMH Imam Nawawi. (ybh/hidayatullah.or.id)

BMH Salurkan 35 Kasur untuk Santri Yatim-Dhuafa Penghafal Quran di Bengkulu

0

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) — Di tengah keterbatasan, senyum bahagia terpancar dari wajah Riko dan teman-teman lainnya, santri yatim-dhufa penghafal Quran di Panti Asuhan Hidayatullah Insan Mulia, Bengkulu, Kamis, 23 Dzulqaidah 1445 (30/5/2024).

Bantuan 35 kasur dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bagaikan oase di tengah padang pasir, menghadirkan kenyamanan tidur yang selama ini mereka rindukan.

Selama lima tahun, Riko dan kawan-kawan terbiasa beristirahat dengan hanya beralaskan tikar tipis. Mimpi untuk memiliki kasur yang empuk dan nyaman pun kian hari kian memudar. Namun, berkat kepedulian BMH dan para donatur, mimpi mereka kini menjadi kenyataan.

“Alhamdulillah, akhirnya yang dinanti-nantikan akhirnya kami rasakan tidur dengan empuk,” ungkap Riko dengan penuh syukur.

Perasaan bahagia juga terpancar dari wajah teman-temannya. “Sebelumnya, kami tidur beralasan tikar yang sudah tipis dan usang. Kasur ini terasa sangat nyaman dan membantu kami tidur lebih nyenyak,” tambah salah satu santri.

Bantuan kasur ini tak hanya membawa kenyamanan fisik, tetapi juga membangkitkan semangat para santri dalam menghafal Quran. “Sekarang kami bisa lebih fokus belajar dan menghafal Quran karena sudah tidur dengan nyaman,” ujar Riko.

Penyerahan bantuan kasur secara simbolis dilakukan oleh perwakilan BMH kepada pihak panti asuhan. Pengasuh panti asuhan, Ustadz Ahmad, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BMH dan para donatur atas kepedulian mereka.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan kasur ini. Ini adalah bukti nyata kepedulian BMH terhadap para santri yatim-dhufa penghafal Quran,” tutur Ustadz Ahmad. “Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi para santri dalam meningkatkan kualitas tidur dan semangat belajar mereka.” (adn/hio)

Bantuan Laptop untuk Dai Pedalaman Bengkulu Menerangi Jalan Dakwah

0

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) kembali memancarkan cahaya kebaikan dengan menyalurkan bantuan laptop atau komputer jinjing untuk dai pedalaman bernama Ustadz Sirout Abdullah, Kamis, 22 Dzulqaidah 1445 (30/5/2024).

Bantuan ini bagaikan oase bagi Ustadz Sirout yang selama ini berjuang menyampaikan dakwah dengan keterbatasan sarana prasarana.

Raut wajah Ustadz Sirout bersinar cerah saat menerima laptop dari BMH. Ia tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan terima kasihnya yang mendalam kepada BMH atas bantuan yang luar biasa ini.

“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengajar majelis taklim dan para santri dengan baik, tidak ada lagi kendala mati-mati laptop,” ucap Ustadz Sirout dengan penuh kebahagiaan.

Bantuan laptop ini merupakan jawaban atas doa dan harapan Ustadz Sirout yang selama ini mendambakan alat bantu yang memadai untuk menunjang aktivitas dakwahnya. Kemampuannya dalam mengajar dan membimbing para santri kini semakin terbantu dengan keberadaan laptop ini.

Ustadz Sirout tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada BMH dan para donatur yang telah memberikan support pengadaan laptop ini. Ia mendoakan agar BMH semakin sukses dan para donatur selalu diberikan kesehatan dan keberkahan rezeki.

Memperkuat Dakwah di Pedalaman

Bantuan laptop untuk dai pedalaman seperti Ustadz Sirout merupakan salah satu program unggulan Laznas BMH dalam rangka mendukung dakwah di pelosok negeri.

“BMH memahami bahwa dai pedalaman memiliki peran penting dalam menyebarkan syariat Islam dan membimbing masyarakat menuju jalan yang benar,” kata Staf Program dan Pemberdayaan BMH Bengkulu, Novar Mandahari.

Namun, terang Novar, keterbatasan sarana dan prasarana seringkali menjadi kendala bagi para dai dalam menjalankan tugasnya.

Bantuan laptop ini, lanjut dia, diharapkan dapat membantu para dai untuk menyampaikan dakwah dengan lebih efektif dan efisien, sehingga bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di pelosok negeri.

Nova menyampaikan Laznas BMH berkomitmen untuk terus membantu para dai pedalaman dalam menjalankan tugas mulia mereka.

“Bantuan laptop ini merupakan salah satu bentuk komitmen BMH dalam menyebarkan cahaya kebaikan dan mencerdaskan bangsa,” tuturnya menandaskan.*/Herim

BMH Salurkan 2 Mesin Cuci untuk Santri Yatim-Dhuafa Penghafal Quran di Bengkulu

0

BENGKULU (Hidayatullah.or.id) – Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan bantuan berupa 2 mesin cuci kepada para santri yatim-dhuafa penghafal Quran di dua pesantren di Bengkulu, Kamis, 23 Dzulqaidah 1445 (30/5/2024).

Penyaluran bantuan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian BMH terhadap santri yang membutuhkan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran mereka.

Bantuan mesin cuci ini diberikan kepada dua pesantren, yaitu Pondok Tahfidz Yatim Dhuafa Panti Al Kahfi Putri Ujan Mas dan Pondok Pesantren Hidayatullah Putri Kamoung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong.

Bantuan mesin cuci ini disambut dengan penuh sukacita oleh para santri dan pengurus pesantren. Hilya, salah satu santri yang telah menghafal 8 juz Quran, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BMH atas bantuan yang diberikan.

“Alhamdulillah, semenjak ada mesin cuci, kami tidak pernah telat lagi dalam belajar diniyah,” kata Hilya.

Ia menyampaikan terima kasih BMH dan para donatur yang telah mendukung program ini. “Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan rezeki kepada para donatur BMH,” ujar Hilya.

Staf Program dan Pemberdayaan BMH Bengkulu, Novar Mandahari, mengatakan, penyaluran bantuan mesin cuci ini merupakan salah satu bentuk kepedulian BMH terhadap santri yatim-dhuafa penghafal Quran.

BMH berkomitmen untuk terus membantu para santri agar mereka dapat belajar dengan nyaman dan fokus sehingga dapat mencapai cita-cita mereka.

Novar Mandahari, menambahkan, BMH mengajak masyarakat untuk turut berdonasi dan membantu para santri yatim-dhuafa penghafal Quran. Donasi dapat disalurkan melalui website BMH atau melalui kantor cabang BMH terdekat.*/

Rafah Digempur Penjajah, Bentuk Genosida ‘Israel’ Sekaligus Genosida Amerika

AWAL Mei 2024, tujuh bulan setelah agresi dahsyat ‘Israel’ di Gaza, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan “garis merah” yang jarang dilakukan terhadap negara palsu sekutu utama AS tersebut.

Biden menegaskan bahwa Washington tidak akan memberikan bom dan peluru artileri kepada serdadu ‘Israel’ untuk menyerang Rafah di Gaza selatan.

Namun, gambar-gambar jenazah hangus yang muncul akibat serangan penjajah ‘Israel’ di Rafah pada hari Ahad (26/5/2024) telah menimbulkan tanda tanya besar tentang kredibilitas garis merah Biden tersebut.

Diperkirakan lebih dari 60 Ahlu Syam Gaza syahid dalam serangan yang menghantam tenda-tenda pengungsian di Rafah.

“Sangat mengecewakan melihat Biden terus membiarkan ‘Israel’ beroperasi dengan impunitas,” kata Ahmad Abuznaid, Direktur US Campaign for Palestinian Rights (USCPR).

“Menyatakan garis merah yang Anda sendiri tahu tidak akan Anda tepati, tidak hanya berarti dia akan terus disebut Genocide Joe, tetapi itu juga menunjukkan bahwa dia lemah secara politik.”

Yasmine Taeb, direktur kelompok advokasi MPower Change Action, menyebut garis merah Biden di Rafah sama sekali tidak berarti dan hanya merupakan kelanjutan dari kebijakan yang tidak berperasaan terhadap Gaza.

“’Israel’ melanggar hukum humaniter internasional, serta hukum dan kebijakan AS. Namun, hampir delapan bulan pembantaian di Gaza, tampaknya masih belum cukup bagi Biden untuk akhirnya mengambil posisi yang berprinsip dan konsisten dengan menegakkan hukum AS dan segera menangguhkan (pengiriman) senjata ke ‘Israel’,” jelas Taeb.

‘Israel’ kembali melanjutkan pengeboman Rafah hari Ahad, dengan serangan lain di dekatnya pada hari Selasa (28/5/2024), yang merenggut nyawa sedikitnya 21 warga yang mengungsi.

Genosida ‘Israel’ Sekaligus Genosida Amerika

Council on American-Islamic Relations (CAIR) turut mengecam pemerintah AS karena terus mendukung ‘Israel’ setelah serangan terhadap pengungsi di Rafah yang menewaskan sedikitnya 60 orang.

“Hari demi hari, pembantaian demi pembantaian, dan pemerintahan Biden terus mengirimkan bom ke rezim ‘Israel’… yang mereka gunakan untuk membantai anak-anak, wanita, tenaga medis, jurnalis, pekerja bantuan internasional, serta orang-orang sakit dan lansia, sambil terus melindungi ‘Israel’ dari akuntabilitas internasional,” ujar Nihad Awad, direktur eksekutif CAIR.

“Kebrutalan genosida ini, yang setiap hari diungkap oleh tumpukan jenazah warga sipil Palestina yang hangus dan terpotong-potong, harus dihentikan. Sedihnya, karena kengototan Presiden Biden untuk mengirimkan lebih banyak bom yang memungkinkan terjadinya kejahatan perang Netanyahu di Rafah, sekarang ini merupakan genosida Amerika dan juga genosida ‘Israel’.”

Sumber: Aljazeera dan diterjemahkan oleh Sahabat Al Aqsha