Beranda blog Halaman 237

Didampingi Legenda Timnas Elie Aiboy, Sekjen PSSI Buka Turnamen Mini Soccer Silatnas Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Sekjen Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi membuka secara resmi Turnamen Mini Soccer dalam rangkaian semarak Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah bertempat di Lapangan Aglasra Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak (Gutem), Jum’at, 10 Jumadil Awal 1445 (24/11/2023).

Sekjen PSSI didampingi oleh mantan pemain timnas juga legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang kini menukangi Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura.

Dalam sambutannya, Yunus Nusi mendorong lahirnya potensi-potensi hebat dari santri dan guru yang berlaga.

Menurut Yunus, pondok pesantren adalah wadah subur untuk melahirkan pemain-pemain bertalenta dan berprestasi nasional hingga internasional.

Hal ini sejalan dengan program Departemen Dikdasmen DPP yang juga berharap agar turnamen Mini Soccer ini sebagai pemantik berbagai perlombaan dan peningkatan minat dan prestasi seluruh santri, pengasuh, dan guru-guru yang tersebar di seluruh jaringan PIBT (Pendidikan Integral Berbasis Tauhid) Hidayatullah.

Dalam kesempatan yang sama, Yunus Nusi bertukar jersey dengan panitia Silatnas. Yunus Nusi menyerahkan jersey timnas merah putih kepada Arfan, Ketua Panitia Silatnas dan menerima kostum dari Imam Muhammad yang mewakili PP Pemuda Hidayatullah.

Terakhir, Sekjen PSSI juga menyerahkan bantuan 100 bola yang dibagi kepada seluruh tim yang bertanding.

Turnamen bertaraf nasional ini diikuti oleh tim-tim futsal terbaik dari seluruh provinsi yang secara khusus diwakili oleh guru-guru dan karyawan Departemen Pendidikan (Depdik) Wilayah Hidayatullah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Selain tim Depdik Wilayah, turnamen Mini Soccer ini juga diramaikan oleh tim dari tujuh Kampus Utama dan Kampus Induk Balikpapan,” ucap Arfa Bandulle, panitia penyelenggara.

Hadir pada acara pembukaan, Arfan (Ketua Panitia Pelaksana Silatnas), Nanang Nurpatria (Ketua Departemen Dikdasmen DPP Hidayatullah), Shaleh Usman (Ketua Departemen Pengkaderan DPP Hidayatullah), Imam Muhammad (PP Pemuda Hidayatullah), dan CEO NMC Borneo Fadhlul Abdul Rahman serta seluruh ofisial dan pemain tim yang bertanding.

Turnamen yang memperebutkan hadiah hingga jutaan rupiah tersebut sedianya akan digelar selama dua hari secara intens di sela kegiatan Silatnas. “Total hadiah jutaan rupiah sudah disiapkan untuk para juara,” tandas Arfa memberi motivasi. (mas/hidayatullah.or.id)

[Khutbah Jum’at] Kejarlah Kebajikan Dimanapun Adanya

0

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن. قال الله تعالى في كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah

Menurut Rasulullah, kepribadian seorang mukmin dapat diibaratkan seperti sebatang gandum. Dalam sebuah hadits, Anas bin Malik bercerita, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin itu seperti setangkai gandum, terkadang condong dan terkadang tegak.” (Riwayat Abu Ya’la. Isnad-nya hasan).

Apakah yang beliau Rasulullah maksudkan?

Perhatikanlah ladang gandum atau padi. Ketika angin bertiup lembut, tangkai mayangnya melambai-lambai dengan anggun. Ketika angin kembali tenang, mereka tegak lagi dengan indahnya.

Bila angin bertiup lebih keras; yang sanggup mematahkan cabang-cabang pohon besar dan bahkan mencabutnya sampai ke akar; gandum dan padi itu ternyata juga rebah, akan tetapi tidak tercerabut dari akarnya. Maka, demikian pulalah seorang mukmin.

Dinamika kehidupan bisa mendatanginya dengan seribu satu wajah, namun dia tetap seorang mukmin. Ujian dan cobaan mungkin menerpanya dari berbagai penjuru, dan terkadang dia harus rebah, namun keyakinannya kepada Allah tidak pernah tercerabut.

Seorang mukmin memiliki prinsip-prinsip yang terang dalam menjalani hidupnya, karena setiap sikapnya dilandasi ilmu dan keyakinan. Ia tidak sekadar ikut-ikutan, apalagi terhanyut oleh tren dan mode.

Maka, dalam segala situasi dia mantap dan percaya diri, karena tahu betul bahwa dirinya berada diatas kebenaran.

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah

Sekilas, mungkin dia bisa terkesan sombong. Namun, ada perbedaan besar antara kesombongan dengan keyakinan. Kesombongan dilandasi penolakan terhadap kebenaran dan dikobarkan oleh nafsu untuk meremehkan sesama, sementara keyakinan didasari oleh ilmu dan iman.

Dalam hal ini, Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya ada kesombongan walau seberat biji sawi.” Ada yang berkata, “Sungguh seseorang itu ingin bajunya bangus, demikian pula sandalnya.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah, Dia pun mencintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.” (Riwayat Muslim)

Sebaliknya, keteguhan seorang mukmin adalah refleksi iman, sebagai pengamalan dari sabda Rasulullah ini, “Janganlah kalian menjadi orang yang plin-plan, yang berkata: ‘Jika orang lain baik, kami pun baik; jika mereka zhalim, kami pun zhalim.’ Akan tetapi, teguhkan diri kalian. Jika orang lain baik, hendaknya kalian pun baik, dan jika mereka berbuat keburukan, maka jangan kalian ikut menjadi zhalim.” (Riwayat at-Tirmidzi dan al-Bazzar, dari Hudzaifah. Hadits hasan-gharib).

Inilah yang disebut dengan shiddiq, salah satu sifat yang sangat mulia. Secara bahasa, shiddiq artinya jujur dan benar. Apa yang dimaksud jujur dan benar disini tidak hanya pada perkataan, namun lebih luas lagi. Kejujuran seorang shiddiq juga terlihat dalam perbuatannya, tindak-tanduknya, isi hatinya, pikirannya, cita-citanya, dst.

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah

Pendeknya, seluruh aspek kepribadiannya adalah jujur dan benar, bukan kebohongan dan rekayasa. Ia adalah muslim ketika sendirian maupun di hadapan orang banyak. Ia adalah orang baik-baik entah saat lapang atau sempit, berkuasa atau rakyat jelata.

Ada kesempatan maupun tidak, dia tetaplah orang yang sama baiknya. Tentu saja, seseorang yang tiba-tiba menjadi baik dan dekat dengan masyarakat menjelang Pemilu dan Pilkada, bukan penyandang sifat shiddiq, kecuali jika sudah seperti itu sejak dahulu, dan akan tetap demikian sampai akhir hayatnya.

Kita dapat menyebut seorang mukmin sebagai pribadi yang memiliki integritas tinggi. Contoh pribadi shiddiq, selain para Nabi dan Rasul, adalah Abu Bakar. Sosok ini benar-benar layak menyandang gelar tersebut, karena sedemikian teguhnya sikap yang beliau miliki.

Riwayat-riwayat yang mengisahkan biografi beliau menggambarkan dengan gamblang bahwa di zaman jahiliyah sekali pun, ternyata beliau tidak pernah berzina atau minum khamer. Padahal, keduanya merupakan perilaku yang sangat umum didapati pada masa itu.

Maka, Umar bin Khattab pun “menyerah” karena tidak sanggup mengejar keutamaan Abu Bakar. Padahal, kita pun tahu siapa Umar. Ibnu Mas’ud pernah ditanya oleh Sa’id bin Zaid, “Wahai Abu Abdirrahman, Rasulullah telah wafat, di manakah beliau sekarang?”

Ibnu Mas’ud menjawab, “Beliau di surga.” Sa’id bertanya lagi, “Abu Bakar telah meninggal, di manakah beliau sekarang?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Orang yang penuh kasih itu, selalu mencari kebajikan di mana pun adanya.” Sa’id bertanya kembali, “Umar pun telah meninggal, di manakah beliau sekarang?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Bila orang-orang shalih disebut, ayo segeralah sebutkan Umar!” (Riwayat Abdurrazzaq dan ath-Thabrani. Sanad-nya hasan).

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah

Benar. Abu Bakar adalah sosok yang selalu mengejar kebajikan di mana pun adanya. Maka, sangat wajar jika beliau termasuk salah seorang yang dipanggil masuk surga dari semua pintu, dan dipersilakan memilih mana saja yang disukainya. Sebab, beliau punya “tiket” untuk semuanya.

Rasulullah pernah bersabda, “Siapa yang membiayai dua orang istri dari hartanya sendiri di jalan Allah, akan dipanggil dari pintu-pintu surga. Surga itu mempunyai pintu-pintu. Siapa yang tekun mengerjakan shalat, dipanggil dari pintu shalat. Siapa yang rajin bersedekah, dipanggil dari pintu sedekah. Siapa yang gemar berjihad, dipanggil dari pintu jihad. Siapa yang suka berpuasa, dipanggil dari pintu Ar-Rayyan.”

Maka, Abu Bakar pun berkata, “Tidak masalah bagi seseorang jika dipanggil dari pintu surga yang mana saja. Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu itu?” Rasulullah menjawab, “Ya, ada. Dan, sungguh aku berharap engkau adalah salah seorang diantara mereka.” (Riwayat Ahmad. Semua perawinya tsiqah).

Inilah orang shiddiq itu, dan demikianlah gambaran ideal seorang mukmin. Oleh karenanya, para ulama’ berusaha keras mengumpulkan satu demi satu sifat dan tanda keimanan. Salah satu kumpulan paling baik di bidang ini adalah Al-Jami’ Li Syu’abil Iman, karya Imam Abu Bakr al-Baihaqi. Kitab ini sangat tebal, sampai 14 juz dan memuat lebih dari 10 ribu riwayat.

Namun, beruntunglah bahwa Al-Qadhi Abul Ma’ali al-Qazwini telah meringkaskannya untuk kita, sehingga menjadi 178 halaman saja. Di dalamnya telah dipaparkan 77 cabang iman, yang dengan mengamalkannya akan menjadikan kita seorang mukmin yang paripurna.

Hadirin jamaah Jum’ah rahimakumullah

Aspek-aspek keimanan ternyata tidak hanya bersifat abstrak dan pemikiran, namun juga berupa amalan lahiriah yang kasat mata. Setiap cabang pun memiliki rujukan Al-Qur’an dan hadits.

Menurut hemat kami, daripada membaca ulasan karakter manusia unggul yang bersumber dari penulis-penulis Barat, seribu kali jauh lebih baik kita menelaah karya semacam ini.

Membaca ayat Al-Qur’an dan menelaah hadits jelas bernilai ibadah dan mengandung dzikir, sesuatu yang tidak akan kita dapatkan dari karya-karya berbasis psikologi materialis-sekuler yang seringkali anti-Tuhan, menolak metafisika, dan tidak sedikit pun berbicara tentang akhirat.

Tunggu apa lagi? Ayo, kejarlah kebajikan itu di mana pun adanya! Wallahu a’lam.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

Silatnas Hidayatullah Serukan Politik Silaturrahim dan Pembebasan Palestina

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Nashirul Haq, MA, menyerukan agar terus menjaga persatuan dan menajamkan kiprah dalam membangun bangsa, apalagi ditengah siklus politik hari hari ini.

“Indonesia ini adalah rumah besar kita, tanah air kita, warisan pendiri negeri dari tokoh dan ulama yang harus kita jaga, kita bela dan kita bangun. Negeri tercinta ini adalah lahan dakwah yang sangat subur untuk menyemai generasi unggul pejuang peradaban Islam,” katanya.

Hal itu disampaikan dia pada pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

Ditegaskan dia, Hidayatullah sebagai bagian dari elemen bangsa berkewajiban mewarnai pembangunan karakter bangsa dengan nilai-nilai Islam yang kaffatan linnas dan rahmatan lil ‘alamin di segala bidang, termasuk politiik.

“Hidayatullah mengedepankan politik silaturrahim, yaitu membangun kerja sama dan sinergi berbagai komponen bangsa dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar untuk kemuliaan dan kemajuan umat dan bangsa,” katanya menekankan.

Dia menyebutkan mulai bulan depan hingga akhir tahun 2024, bangsa Indonesia akan menghadapi kemeriahan demokrasi dan keriuhan kontestasi politik. Bangsa Indonesia akan kembali memilih calon-calon pemimpinnya. Memilih presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif di bulan Pebruari 2024 dan pemilihan kepala daerah serentak di seluruh Indonesia di November 2024.

“Kita semua berharap pesta demokrasi ini selain harus memberikan kegembiraan bagi masyarakat juga membangkitkan optimisme untuk merangkai harapan, menggali potensi-potensi terbaik dari segala yang dimiliki bangsa ini untuk menyusun masa depan yang lebih baik,” katanya.

Nashirul menekankan, bangsa Indonesia harus mensyukuri nikmat kemerdekaan, nikmat pembangunan, dan kemajuan bangsa saat ini. Namun tetap harus waspada akan potensi ancaman terhadap bangsa ini. 

Oleh karena itu, dalam acara Silatnas kali ini yang insya Allah akan dihadiri juga oleh calon presiden atau calon wakil presiden, Hidayatullah akan menyampaikan aspirasi demi Indonesia yang maju, beradab dan bermartabat melalui perubahan dan perbaikan di berbagai sektor kehidupan.

“Hidayatullah mengajak semua pihak untuk merayakan pesta demokrasi ini dengan gembira, berkompetisi secara sehat, mengusung narasi dan diksi yang mencerdaskan. Mengedepankan kearifan, kedamaian, toleransi, dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik,” imbuhnya.

Kontestasi politik diharapkan berlangsung damai, sportif, adil, dan cerdas, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban. Hindari sikap saling bermusuhan dan saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama.

Pembebasan Palestina

Masih dalam pidato sambutannya, Nashirul menyampaikan, dalam konteks global saat ini, Hidayatullah menyerukan kepada warga dunia yang memiliki hati nurani, untuk menghentikan penjajahan Zionis Israel, serta mendukung perjuangan bangsa Palestina demi mendapatkan hak-hak mereka.

“Menyerukan umat Islam untuk mendukung sepenuhnya pembebasan Masjidil Aqsa, Kota Baitul Maqdis, dan Tanah Palestina,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, ia menghaturkan terima kasih kepada semua pihak atas konstribusinya dalam mensukseskan Silatnas ini, termasuk atas kehadiran seluruh tamu undangan dari kalangan pejabat, tokoh, pimpinan organisasi, dan berbagai kalangan.

“Selamat datang kepada seluruh kader di arena Silatnas ini, terima kasih atas perjuangannya mengemban misi perjuangan dakwah di seluruh pelosok Nusantara. Semoga tetap sabar dan istiqamah menjalankan Amanah yang mulia ini,” harapnya.

Teristimewa ia menyampaikan terima kasih dan apreseasi yang tinggi kepada warga Ummul Qura’ Gunung Tembak sebagai tuan rumah beserta seluruh panitia atas kerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu dan peserta.

“Selamat bersilaturahim, membangun kebersamaan, berbagi pengalaman, menguatkan semangat juang sebagai bekal melanjutkan misi perjuangan di tempat tugas masing-masing,” tandasnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Ketua Umum Hidayatullah Ajak Tajamkan Komitmen Membangun Peradaban

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Silaturrahim Nasional (Silatnas) kali ini mengambil tema 50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI Beradab.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Nashirul Haq, MA, mengatakan tema ini merupakan sebuah rasa syukur sekaligus kebanggaan atas kiprah Hidayatullah selama ini berperah dan berkonstribusi nyata bagi kehidupan berbangsa dan bertanah air.

Di usia 50 tahun, terangnya, Hidayatullah telah memegang teguh kesetiaan, semangat mengabdi kepada agama, berkhidmat untuk agama, umat dan bangsa melalui beragam program di bidang pendidikan, dakwah, sosial kemanusiaan, kesehatan, ekonomi, kewanitaan, kepemudaan, dan sebagainya.

“Berbekal eksistensi diri dan perkembangan organisasi saat ini, Hidayatullah terus berkomitmen menajamkan visinya membangun peradaban Islam, yakni terwujudnya nilai-nilai iman dalam seluruh aspek kehidupan,” katanya.

Hal itu disampaikan dia pada pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

Menyadari bahwa membangun peradaban Islam merupakan agenda besar yang harus dilakukan secara bersama-sama dengan seluruh komponen umat dan bangsa, maka Hidayatullah terus mendorong terwujudnya persatuan umat sebagai kunci kekuatan dan kesuksesan.

Hidayatullah dengan segenap kemampuan yang dimilikinya, berkomitmen menghadirkan tarbiyah dan dakwah demi terwujudnya perubahan masyarakat yang beradab, bangsa yang maju dan bermartabat.

“Karenanya, perlu sinergi bersama pemerintah dengan seluruh elemen umat dan bangsa,” ujarnya seraya membacakan ayat Al Qur’an surah Al Anfal ayat 46:

Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, dan bersabarlah. Sungguh Allah bersama orang-orang yang sabar.

Untuk itu, ia menyampaikan tiga pesan moral secara global yang pada momen Silatnas ini, yaitu, pertama, Hidayatullah mengajak menguatkan persatuan untuk menghadirkan solusi terbaik demi kemaslahatan umat dan bangsa.

“Hindarkan ego sektoral, kedepankan kepentingan besar di atas kepentingan pribadi dan golongan,” katanya.

Pesan kedua, Hidayatullah mengajak untuk berpegang pada prinsip al-wasathiyah, yaitu sikap pertengahan (at-tawassut) dan seimbang (at-tawazun), tidak berlebihan (la ifrath), dan tidak pula lalai (wa la tafrith).

“Oleh karena itu, kami mengajak umat Islam bersikap adil dan proporsional, toleran (tasamuh) dalam menyikapi masalah khilafiah, santun dalam menyikapi perbedaan sikap politik,” katanya.

Pesan ketiga, ia mengajak untuk bersungguh-sungguh melahirkan generasi unggul dalam berbagai aspek (syakhshiah mutakamilah). Berkualitas secara spiritual (ruhiyah), memiliki akidah yang kuat, akhlak yang mulia dan ibadah yang tekun.

“Secara intelektual, kader yang cerdas dan memiliki wawasan yang luas. Aspek fisik, kader yang sehat, cakap dan terampil, serta memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Tantangan Baru

Dengan berbagai keunggulan, perkembangan dan prestasinya itu, menurut Nashirul kini Hidayatullah berada dalam tahap tantangan baru yang bertambah berat. Terpaan angin semakin kuat melanda pohon yang menjulang tinggi di tengah-tengah arus sekularisasi dan liberalisasi.

“Dalam berbagai aspek kehidupan, Hidayatullah harus tetap istiqamah memelihara jati dirinya, dan merawat ruh perjuangannya. Sekaligus mendorong generasi melakukan terobosan baru yang inovatif, kreatif dan progresif,” katanya sambil mengutip ungkapan masyhur di kalangan santri berbunyi المحافظة على القديم الصالح والأخذ بالجديد الأصلح “Menjaga tradisi terdahulu yang baik, serta mengambil hal baru yang lebih baik”.

Nashirul menyampaikan bahwa masa depan Hidayatullah berada di tangan generasi muda atau generasi milenial saat ini. Ia yakin, percaya, dan optimis mereka akan mampu membawa organisasi ini lebih baik dan lebih maju di masa yang akan datang.

“Dalam perjalanan 50 tahun kedua, Hidayatullah diharapkan berperan lebih aktif memberikan kontribusi riil untuk umat dan bangsa dalam berbagai bidang kehidupan,” tandasnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Silatnas Momen Menyerap Spirit Baru sebagai Bekal Menatap Masa Depan

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Nashirul Haq, MA, mengatakan Silaturrahim Nasional (Silatnas) menjadi momen yang selalu dirindukan oleh para pengurus, dai, dan jama’ah Hidayatullah. Kerinduan yang dilandasi iman, nikmatnya persaudaraan, dan indahnya kebersamaan.

“Para dai senantiasa merindukan momentum bersejarah yang penuh spirit ini, karena mereka mendapatkan energi dan spirit baru, sebagai bekal mengemban amanah yang penuh tantangan,” katanya.

Hal itu disampaikan dia pada pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

“Setelah kita berkumpul sekitar lima tahun yang lalu di tempat ini, maka momen Silatnas kali ini bertepatan Hidayatullah berusia 50 tahun, usia yang sudah cukup matang meskipun belum dianggap tua jika dibandingkan dengan organisasi dan jam’iyah yang hadir lebih awal,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, dalam perjalanan Hidayatullah selama setengah abad ini, banyak hal yang patut syukuri, namun masih banyak juga yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan.

“Silatnas ini menjadi momen konsolidasi sekaligus muhasabah terhadap kekhilafan dan kekurangan masa lalu untuk menata masa depan yang lebih baik lagi,” lanjutnya.

Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT serta dukungan semua pihak, pemerintah, dan masyarakat, kini Hidayatullah telah eksis di hampir seluruh Kab/kota di indonesia.

Jaringan organisasi dan amal usaha telah hadir di 418 kabupaten-kota di 38 provinsi dengan sekitar 1.500 jaringan dakwah di seluruh nusantara.

Pembukaan Silatnas Hidayatullah kali ini dihadiri secara daring sekaligus memberikan sambutan yaitu Wakil Presiden (Wapres) Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP.

Sementara di lokasi tampak Wakil Menteri Agama (Wamenag) H. Saiful Rahmat Dasuki, S.IP., M.Si, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis yang sekaligus mengisi tabligh akbar pembukaan, H. Aliyun Basir yang mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Kalimanfan Timur Dr Akmal Malik, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, Kapolda diwakili Direktur Binmas Kombes Pol Anggie Yulianto, sejumlah pemimpin daerah, legislator, mitra, pemimpin ormas, tokoh agama dan masyarakat serta undangan. (ybh/hidayatullah.or.id)

Tabuh Bedug oleh Wakil Menteri Agama Tandai Dibukanya Silatnas Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Penabuhan bedug oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki atau biasa dikenal sebagai Gus Saiful menandai dibukanya acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah di Lapangan Utama Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

Dalam sambutannya, Gus Saiful mengatakan Hidayatullah telah mempraktikkan konsep-konsep moderasi beragama dalam perjuangannya selama 50 tahun ini.

Untuk itu, ia mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga kebersamaan dan ukhuwah islamiah dalam menghadapi tantangan mendatang, terutama menyongsong pemilihan umum 2024.

“Saya berharap Hidayatullah sebagai bagian dari masyarakat yang berperan aktif dalam membangun peradaban, dapat menjaga kesejukan dan kedamaian di tengah dinamika politik yang mungkin saja muncul,” ajak Gus Saiful.

Gus Saiful menyampaikan Hidayatullah memiliki potensi yang besar untuk memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan bangsa.

Karenanya, dia berharap, melalu Silatnas ini menjadikan ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam mengawal pembangunan nasional.

“Kita sama sama bekerja dalam kapasitas dan kewenangan kita masing masing. Namun itu tak boleh menjauhkan satu dengan yang lainnya. Silatnas seyogyanya akan memperkuat niat dan langkah Hidayatullah dalam pembangunan nasional,” katanya.

Wakil Menag juga mengajak untuk tetap terus meneguhkan ukhuwah wathaniyah yaitu persaudaraan sesama warga bangsa. Dan yang terpenting adalah ukhuwah basyariah, menjaga persatuan dan nilai nilai kemanusiaan diantara kita dan yang lainnya.

“Apa yang telah bapak ibu hadirin hadirat sekalian yang sudah dilakukan adalah bentuk nyata pengabdian bagi bangsa dan negara. Teruslah berjuang dan tetap solid dalam barisan yang utuh. Terus menjaga ukhuwah Islamiyah,” lanjutnya.

Ia berharap semoga Hidayatullah terus berkembang memberi manfaat dan menjadi pilar kehidupan umat Islam di Indonesia. “Teruslah bersatu, berkarya, dan menjadi wahana kebaikan bagi banyak orang,” tandasnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Wakil Presiden Sampaikan Selamat Silatnas dan Milad 50 Tahun Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Wakil Presiden (Wapres) Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan ucapan selamat atas gelaran Silaturrahim Nasional (Silatnas) yang bertepatan dengan milad ke-50 tahun Hidayatullah, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

“Saya mengucapkan selamat Milad ke-50 kepada Hidayatullah dan saya sampaikan terimakasih atas pengabdian dan pencapaian yang luar biasa,” kata Wapres dalam tayangan video sambutannya pada acara pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim.

Menurut Wapres, Hidayatullah sebagai salah satu ormas Islam yang mampu menjalankan langkah strategis untuk membentuk wawasan dan komitmen untuk memajukan umat Islam di seluruh Indonesia.

“Peran ini sangat penting untuk mengukuhkan pilar pilar stabilitas dan perekat kerukunan antar umat beragama di negeri ini,” imbuhnya.

Dalam sambutannya itu Wapres mendorong Hidayatullah untuk dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di tanah air.

Kata dia, kolaborasi dengan semua umat Islam dalam memperkuat jaringan sendi sendi ekonomi syariah sangat penting untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan umat.

Berikut ini sambutan lengkap Wapres Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin dalam video pada pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023):

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah walhamdulillah washolatu washolamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa ashabihi wamawwala

Yang saya hormati Gubernur Kalimantan Timur, Walikota Balikpapan, Ketua Umum DPP dan jajaran Pengurus Hidayatullah seluruh Indonesia, Bapak dan Ibu, serta Hadirin yang berbahagia.

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkah, rahmat, dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di acara Silaturrahim Nasional Hidayatullah yang tertepatan dengan Milad ke-50 Hidayatullah.

Hadirin sekalian,

Membangun mental kebangsaan yang unggul, berkarakter, beradab, dan agamis adalah landasan moral penting bagi pembangunan negara. Upaya ini tentu tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah atau negara saja tetapi juga membutuhkan dukungan dan peran serta berbagai elemen bangsa.

Diantaranya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Hidayatullah, yakni dalam menebarkan ajaran harmoni dan kerukunan antar umat beragama, perdamaian, kasih sayang, dan keadilan.

Saya memandang Hidayatullah sebagai salah satu ormas Islam yang mampu menjalankan langkah strategis untuk membentuk wawasan dan komitmen guna memajukan umat Islam di Indonesia.

Peran ini sangat penting untuk mengukuhkan pilar pilar stabilitas dan perekat kerukunan antar umat beragama di negeri ini.

Terimakasih atas konsistensi Hidayatullah dalam mempromosikan nilai nilai Islam wasathiyah yakni Islam yang santun, damai, toleran, dan berkontribusi positif terhadap kemajuan bangsa.

Saya sampaikan apresiasi pula atas pengabdian para kader, anggota, dan seluruh komunitas Hidayatullah yang telah menjaga dan menyebarkan komitmen mereka terhadap nilai nilai Islam yang moderat dan konstruktif.

Dalam perjuangan perjalanan Hidayatullah tentu telah banyak tantangan dan ujian yang dilalui. Saya berharap semangat dan tekad mulia yang selama ini dipegang teguh dapat terus dijaga keberlangsungannya oleh generasi penerus Hidayatullah.

Hadirin yang terhormat,

Dalam kesempatan yang baik ini saya ingin mendorong Hidayatullah untuk dapat mengambil peran aktif dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Kolaborasi semua ormas Islam dalam memperkuat jaringan sendi sendi ekonomi syariah sangat penting untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan umat.

Mari bersama sama bekerja untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan bermartabat sesuai dengan ajaran kaidah ekonomi Islam.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat Milad ke-50 kepada Hidayatullah dan saya sampaikan terimakasih atas pengabdian dan pencapaian yang luar biasa.

Semoga organisasi ini terus menjadi pioner dalam memperkukuh komitmen keumatan dan kebangsaan serta menjadi salah satu penjaga perjalanan bangsa dan negara kedepan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan inayah-Nya dan meridhai semua ikhtiar yang kita lakukan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq,
Assalamu ‘Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

(ybh/hidayatullah.or.id)

Tabligh Akbar Silatnas Hidayatullah, KH Cholil Nafis Berpesan Terus Bangun Republik

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D, mengisi taushiah keagamaan dan kebangsaan pada pembukaan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kamis, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

Dalam taushiahnya di hadapan 20.000 peserta tamu dan peserta Silatnas, KH Cholil Nafis berpesan agar terus membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita bangun republik ini, kita bangun negara ini adalah bagian dari iman kita,” kata KH Cholil Nafis.

KH Cholil Nafis mengatakan dalam membela bangsa tidak semua harus menjadi tentara tetapi diantara mereka harus ada yang belajar agama karena tokoh agama adalah orang yang memegang nilai nilai untuk meluruskan perjalanan republik ini.

“Tugas keduanya adalah sama sama mencintai republik ini,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut KH Cholil Nafis atas nama pribadi dan Majelis Ulama Indonesia menyatakan kekagumannya kepada Hidayatullah usai berkeliling di kawasan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak.

“Saya sungguh kagum dengan tempat ini. Hidayatullah memang luar biasa. Saya tadi sampai ke sini diajak keliling yang hampir luasanya ini 160 hektare. Jadi saya senang ketika tanah luas dipakai untuk pengkaderan generasi pembela NKRI. Karena cinta negara itu adalah bagian dari iman dan bagian dari tatapan kita masa depan,” pesannya.

KH Cholil Nafis menceritakan ketika dulu dirinya masih sebagai mahasiswa di Jakarta sering main ke tempat kantor DPP Hidayatullah di CIpinang Cempedak, Polonia, Jakarta Timur.

“Saya tak kepikiran beberapa tahun kemudian saya berdiri di panggung ini, di hadapan para penerus generasi KH Abdullah Said,” imbuhnya.

Menurut KH Cholil Nafis, Hidayatullah sebagai kekuatan yang dikenal dengan militansi kadernya yang bisa diterima oleh semua lapisan.

“Memang pendirinya KH Abdullah Said atau Mukhsin Kahar adalah orang Muhammadiyah. Tetapi saya melihat pergerakannya adalah Muhammadiyah yang mirip mirip NU dan organisasi lainnya,” imbuhnya.

KH Cholil Nafis menilai, dengan sikapnya yang demikian semua komponen organisasi bisa berkiprah dan berkhidmat di Hidayatullah.

“Saya salut di era sekarang yang jarang orang militan ternyata masih ada organisasi Islam berangkat dari yayasan, berangkat dari pergerakan, hingga menjadi monumentum kekuatan nasional kita,” ujarnya.

Terakhir KH Cholil Nafis berpesan kepada para dai dai Hidayatullah untuk terus bergembira dan berkarya dalam dunia dakwah karena menjadi dai adalah mulia.

“Wa man ahsanu qaulam mim man da’aa ilallaahi wa ‘amila ṣaalihaw wa qala innani minal-muslimin. Dakwah adalah profesi yang paling baik. Para dai yang ke daerah, para dai yang ada di Hidayatullah berarti adalah orang orang terbaik di mata Allah,” pesannya.

“Saya gembira dan mudah mudahan nanti majelis ulama dan pimpinan bangsa ini dipimpin oleh santri santri Hidayatullah yang berkolaborasi dengan ormas dan agama agama yang lain karena bangsa ini kita dirikan secara bersama sama,” tandasnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Meriahkan Pembukaan Silatnas Hidayatullah, Santri Tampil dengan Atraksi Memukau

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Mengawali pra pembukaan SIlatnas Hidayatullah 2023, santri Hidayatullah dari Bontang dan Balikpapan serta beberapa cabang lainnya berpadu menampilkan berbagai atraksi. Seperti berkuda, bela diri, dan sparing.

Hadirin pun berdecak kagum dengan atraksi itu. Terlebih kala ada bendera Palestina dikibarkan. Peserta semakin hanyut dalam nuansa bangga kepada santri yang tampil.

“Luar biasa, santri-santri Hidayatullah mulai tampil dengan ketangkasan. Ini syarat utama membangun bagnsa yang kuat, karena harus cerdas dan juga tangkas,” ungkap Sekjen Pemuda Hidayatullah Bustanol Arifin.

“Kelak mereka yang akan meneruskan estafeta perjuangan peradaban Hidayatullah untuk Indonesia. Semoga ke depan mereka menjadi pemimpin bangsa ini. Mari kita doakan bersama,” tegas Mohammad Idris selaku MC pra pembukaan Silatnas yang juga Ketua STAIL Surabaya. (min/hidayatullah.or.id)

Pembukaan Silatnas Dibuka dengan Parade hingga Pertunjukan Tari Soya-Soya

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Tepat pukul 08.21 WITA lokasi acara pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 diguyur hujan, Kamis pagi, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023). Meski demikian antusiasme peserta sama sekali tidak surut.

Dipandu dua master ceremony Darmansyah dan Muhammad Idris, pembukaan Silatnas ini dimulai dengan sejumlah penampilan santri mulai parade berkuda hingga tarian soya soya.

Parade berkuda dengan mengiring kirab bendera Merah Putih diperagakan secara epik oleh santri Pondok Ahlus Shuffah Gunung Binjai. Berikutnya ada atraksi pencak silat Perisai Diri yang dibawakan oleh santri Pondok Pesantren Hidayatullah Bontang.

Lalu ada penampilan tari Soya-soya yang merupakan tarian tradisi masyarakat Maluku Utara yang dipercaya telah ada sejak masa Kesultanan Ternate dipimpin oleh Sultan Babullah.

Tarian yang dibawakan oleh santri Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate ini termasuk dalam kategori tarian perang yang pada awal terciptanya ditarikan oleh 18 orang laki-laki atau lebih.

Selanjutnya penampilan parade taaruf Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatullah yang menjadi peneguh pembinaan generasi bangsa masa depan.

Pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 ini dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D. sekaligus akan menyampaikan taushiah tabligh akbar untuk memberi pecerahan keagamaan dan kebangsaan untuk peserta dan hadirin. (ybh/hidayatullah.or.id)