Beranda blog Halaman 238

Ditengah Keberkahan Guyuran Hujan Silatnas Hidayatullah 2023 Dimulai

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Tepat pukul 08.21 WITA lokasi acara pembukaan Silatnas Hidayatullah 2023 diguyur hujan, Kamis pagi, 9 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023). Meski demikian antusiasme peserta sama sekali tidak surut.

Istoyo, peserta dari Konawe Selatan mengaku bahwa hujan ini adalah rahmat-Nya.

“Alhamdulillah hujan. Tidak ada yang buruk apa yang Alalh berikan kepada kita. Jadi tetap semangat,” katanya.

“Bersyukur karena ternyata hujan berlangsung singkat. Seakan ada sapaan dari langit untuk kita semua, umat dan bangsa Indonesia,” sambung Adib Nur Syahid, Ketua Pemuda Hidayatullah Jawa Timur, semringah. (min/hidayatullah.or.id)

Ikuti Grand Launching dan Bedah Buku “50 Tahun Hidayatullah Mengabdi” di Arena Silatnas

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menerbitkan buku “50 Tahun Hidayatullah Mengabdi” sebagai persembahan istimewa bertepatan dengan helatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) 2023 untuk refleksi perlangkahan setengah abad pertama dan bekal mengarungi perjalanan setengah abad kedua berikutnya.

Peluncuran buku tersebut bertepatan dengan hajatan 5 tahunan ini yang digelar di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Meski sudah beredar, termasuk telah tersedia di stand arena Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, grand launching akan dilakukan pada hari Jum’at, 24 November 2023 sekaligus bedah buku.

Bedah buku dibagi dalam dua sesi yaitu peserta ikhwan pada pukul 09.00 s/d 11: 00 WITA di Aula Galeri Photo Bersejarah Prasmanan dan peserta akhwat/ ummahat pada pukul 16:00 s/d 17:30 WITA di Arena Silatnas Ummahat.

Menariknya, ada diskon istimewa 15% untuk yang hadir dalam acara ini.

Grand launching dan bedah buku digelar kerjasama DPP Hidayatullah dengan Majalah Suara Hidayatullah akan menghadirkan narasumber Ust. Akib Junaid Kahar (Tim Penyusun Buku), Ust. H. Abdul Latif Usman (Perintis Hidayatullah), dan Ust. Dr. Abdul Ghaffar Hadi (Wakil Sekjen DPP Hidayatullah).

Salah satu buku yang paling ditunggu sejak dibukanya open order (PO) sejak Oktober lalu ini selain memuat sejarah perjuangan, nilai-nilai, budaya, dan kultur Hidayatullah hingga usianya yang kini telah memasuki 50 tahun kedua, buku ini direkomendasikan langsung oleh Pemimpin Umum Hidayatullah agar menjadi bacaan wajib para kader dan jamaah.

Tertarik memiliki buku ini? Datang langsung ke stand bazaar dan pameran di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, selama acara Silatnas berlangsung pada 23-26 November. (ybh/hidayatullah.or.id)

Rakernas Hidayatullah Ditutup dengan Sikap Optimis

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah yang berlangsung sejak Senin (20/11) di asrama haji Balikpapan, Kalimantan Timur, secara resmi ditutup pada Rabu siang, 8 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023).

Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah, Ust. H. Hamim Thohari, yang menutup acara tersebut mengatakan bahwa dirinya optimis bahwa rekomendasi rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakernas bisa dijalankan dengan baik.

Keyakinan ini ia kemukakan setelah melihat kebanyakan para pengurus organisasi Hidayatullah periode ini terdiri atas anak-anak muda. “Saya melihat kebanyakan pengurus Hidayatullah sekarang ini berusia muda,” jelasnya.

Anak-anak muda yang diberi amanah memimpin organisasi di semua level ini, jelas Hamim lagi, tentu manusia terpilih yang memiliki keunggulan. Salah satunya, kesungguhan dalam berdakwah dan beribadah.

Anak-anak muda seperti ini, terang Hamim, disebut oleh Allah Ta’ala dan Rasul saw sebagai satu di antara tujuh golongan yang dinaungi di hari kiamat. Inilah yang melandasi keyakinannya bahwa hasil-hasil rakernas Hidayatullah akan bisa dijalankan dengan baik.

Sebelumnya, Hamim menyatakan bahwa Hidayatullah telah mencanangkan program rejuvinasi atau peremajaan dalam 10 tahun mendatang. Program ini menjadi penting karena Hidayatullah pada tahun ini telah menginjak usia 50 tahun pertama.

Hamim mengutip perkataan Pemimpin Umum Hidayatullah, Ust. H. Abdurrahman Muhammad, bahwa, “Saat ini Hidayatullah telah masuk ke masa 50 tahun kedua. Pada tahap ini Hidayatullah harus menggunakan cara-cara baru, yakni menyusun rencana yang terukur dalam 10, 20, atau 50 tahun ke depan.” Rejuvinasi menjadi salah satu rencana dalam 10 tahun mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr Nashirul Haq mengatakan semua program yang dicanangkan dalam rakernas ini merupakan wasilah jihad. Jika semua pengurus organisasi meniatkan seperti itu maka tak akan pernah lelah dalam mengemban amanah.

“Kita tak akan terbang karena dipuji, dan tidak akan tumbang karena dicela,” ungkap Nashirul. Ini pula yang menjadi modal utama dalam menyukseskan semua program 2024 mendatang.*/(mah/hidayatullah.or.id)

Hangatkan Silatnas Kafilah Jajakan Kudapan khas Daerah, Mau Pijat pun Tersedia

ADA gula ada semut. Pepatah ini sepertinya mewakili keriuhan di gedung penginapan peserta acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah. Sebut saja kafilah dari Pulau Sulawesi yang memadati asrama Pendopo di sebelah timur lapangan sepakbola Aglasra, Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak.

Memanfaatkan keramaian tersebut, sebagian peserta lalu terpancing untuk kreatif mengadakan aktifitas jual beli dan sejumlah jasa pelayanan peserta. Untuk jualan, pantauan media, tumpukan rak telur asin dan kudapan gogos menghiasi pelataran di pojok selatan aula pendopo.

“Ayo yang minat telur Pak Dani, silakan merapat,” ucap Sarmadani, yang akrab disapa Pak Dani, peserta asal Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Seperti biasa, Pak Dani juga menyediakan air panas untuk jualan kopi hitam Robusta khas Sulawesi Selatan.

Ada juga beberapa penganan makanan ringan khas daerah juga tampak berderet di depan pintu-pintu kamar peserta di ruang penginapan.

Masih di lokasi yang sama, tak jauh dari situ, tampak seorang dai paruh baya menjajakan deretan parfum dengan berbagai jenis varian wanginya.

Beda lagi suasana keriuhan di malam hari. Rombongan peserta asal Takalar, Sulawesi Selatan terpantau dengan sigap melayani permintaan peserta yang memesan nasi goreng, ubi goreng, serta minuman Sarabba.

“Semua bahan sudah siap, dibawa langsung dari Takalar. Karena arena bazaar belum buka, jadi dijajakan di sekitar penginapan dulu,” ungkap seorang ustadz asal daerah yang dimaksud.

Selain aktifitas jual beli, suasana penginapan di asrama Pendopo juga diramaikan dengan kegiatan terapi kesehatan, berupa totok punggung, pijat refleksi, dan aneka pijat lainnya.

Sejumlah peserta tampak mengerumuni Bukhari, sang terapis dan kawannya terlihat sibuk melayani aktifitas pijat dan totok punggung tersebut.

“Kalau ini, bukan cuma di penginapan sekarang, tapi sejak di perjalanan di atas kapal, bang Bukhari sudah aktif melayani totok punggung,” ucap seorang kawannya memberi keterangan.

Meski acara Silatnas akan dibuka secara resmi, Kamis besok, 8 Jumadil Awal 1445 (23/11/2023), namun kegiatan dan suasana silaturahim di antara peserta sudah berjalan secara alami.

Mereka terlihat saling menyapa, bertukar kabar, bercengkerama, bahkan sudah saling melayani berbagai kebutuhan sesama mereka.*/ (mas/hidayatullah.or.id)

Serunya “Berlayar Bersama Qur’an” Kafilah Solo Raya muat Spirit Al Aqsha Menuju Silatnas

SOLO (Hidayatullah.or.id) — Armada laut menjadi pilihan transportasi utama sebagian besar tamu yang akan menyemarakkan Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang digelar di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 23-26 November 2023.

Tidak saja rombongan dari Indonesia Timur, sebagian besar kafilah dari Pulau Jawa juga memilih jalur membelah lautan. Selain ongkosnya yang lebih ramah di kantong, perjalanan ramai ramai menggunakan kapal tentu lebih asik untuk mengeratkan kebersamaan.

Hal itulah misalnya yang dilakukan oleh kafilah Hidayatullah Solo Raya. Menariknya, ini bukan perjalanan biasa, sebab diisi dengan berbagai kegiatan seru bertajuk Berlayar Bersama Qur’an (BBQ) baik sebelum, selama perjalanan, ketika sampai di tujuan, dan begitu juga ketika kembali nanti.

Mudir Pondok Pesantren Hidayatullah Nurul Iman Karanganyar Solo, Ust. Fathurrahman, saat melepas rombongan berjumlah sedikitnya 150 orang ini mengatakan perjalanan bertajuk “Berlayar Bersama Qur’an” ini mungkin baru pertama di Indonesia bahkan dunia yang dipelopori kader kader Hidayatullah khususnya dari Solo Raya.

“Kegiatan (pelayaran) ini luar biasa, spektakuler. Mungkin baru pertama di Indonesia bahkan dunia berlayar bersama Al Quran yang dipelopori kader kader Hidayatullah,” katanya.

Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah DIY-Jateng Bagsel ini mendoakan seraya berpesan agar supaya perjalanan ini dimudahkan oleh Allah dengan spirit silaturrahim, spirit untuk menguatkan keimanan, dan spirit untuk menguatkan ukhuwah.

“Bahkan yang terpenting lagi adalah spiritinya pembebasan Masjidil Aqsha. Bagaimana lautan di seluruh Indonesia ini mendapatkan curahan keberkahan dengan Al Quran,” lanjutnya.

“Tidak saja lautan Indonesia, bahkan keberkahan lautan ini akan menyebar ke seluruh dunia bahkan sampai ke lautan Gaza yang akan mendekatkan kepada pembebasan Al Quds,” harapnya menandaskan.

Ketua Departemen Infokom & Ristek PW Pemuda Hidayatullah DIY, Muhammad Desianur Rizky, menyatakan rasa haru dan syukurnya menjadi bagian dari kafilah perjalanan ini.

Menurut Rizky, tajuk Berlayar Bersama Qur’an atau BBQ ini ikhtiar meneguhkan bahwa Al-Qur’an benar benar menjadi petunjuk bagaimana kita melintasi lautan, pun juga kehidupan.

“Perjalanan laut dilakukan, menyeberang samudera menggunakan kapal, mengisi setiap detiknya dengan nafas Al-Qur’an dan suasana Iman dan Islam. Kafilah ini tidak hanya bersemangat untuk silaturahmi, tapi juga mengemban spirit pembebasan Al-Aqsha yang masih didzalimi,” nukilnya.

“Semoga di atas lautan yg akan kita upayakan meluaskan keberkahan. Hingga air Lautan Nusantara yang kita lewati, bertemu dengan air Laut Mediterania, dan menjadi sebab terbebaskan Negeri Palestina, terkhusus Bumi Gaza,” tandasnya.

Alhamdulillah, kafilah Berlayar Bersama Qur’an telah tiba di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (20/11/2023) setelah 2 hari mengarungi samudera. (ybh/hidayatullah/or.id)

Cerita Unik Kafilah Silatnas dari Kapal Dharma Ferry, Halaqah dan Malam Tanpa ‘Kepastian’

USAI menyelesaikan shalat subuh berjamaah, para peserta Silaturahim Nasional Hidayatullah langsung meninggalkan mushala. Mereka tidak kembali ke deck masing-masing.

Melainkan menuju buritan kapal, membentuk lingkaran bundar di sisi-sisi lumbung kapal, lalu menjalankan halaqah.

Di Hidayatullah, berhalaqah memang menjadi satu kebiasaan yang terwarisi dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ruangan mushala yang terbatas, tidak menjadi alasan meniadakan halaqah.

Antrian jamaah shalat kloter selanjutnya sudah menunggu. Memaksa yang sudah selesai shalat lekas meninggalkan mushala, untuk halaqah. Begitu terus polanya.

Nikmat Perjalanan Panjang

Memilih kapal menjadi moda transportasi memang menyenangkan. Itulah yang di rasakan Syaiful. Peserta asal DKI Jakarta.

Laki-laki asal Sulawesi Selatan ini turut menjadi rombongan kapal Dharma Ferry 5 dengan tujuan Tanjung Perak, Surabaya-Semayang Balikpapan.

“Saya bawa motor, sempat khawatir karena jadwal kapal awalnya jam 9 malam. Istirahat cuma sekali dari Jakarta-Surabaya,” ucap Syaiful yang masih mengenakan jaket motornya.

Untungnya, kapal ditunda. Kapal meninggalkan Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, pukul 06:00 WIB.

“Seru sih perjalanan panjang begini, banyak kesan dan ceritanya,” tutur ayah dari satu anak ini.

Para Pencari Sinyal

Selepas adzan isya, pusat informasi kapal Dharma Ferry 5 mengabarkan bahwa nanti di sekitar jam 20:00 ada sinyal di lambung kapal sebelah kiri.

Mendengar kabar itu, kami semua girang. Setelah terputus sedari pagi dengan jaringan internet.

Tak lama usai pengumuman, para pencari sinyal ini mulai bergerak, mereka berbondong bondong keluar kamar menuju pelataran kapal.

Jam sudah menunjukkan lebih dari yang dijanjikan pengelola kapal. Namun tampaknya sinyal yang dinantikan belum muncul-muncul.

Di sela menunggu ketidakpastian tersebut, kebanyakan kami masih yakin akan tiba waktunya jaringan internet itu datang.

“Sudah dapat sinyal belum,”tanya salah satu peserta yang lalu lalang di lumbung kapal sambil mengangkat tangan kirinya yang ada gawal.

“Belum nih,”jawab kompak para pencari sinyal tersebut sambil tertawa.

Kami masih sabar menunggu, sambil sesekali di selingi candatawa, tak henti hentinya kami memandang layar handpone berharap ada tanda.

Menjelang pukul 21:00, nampaknya para pencari sinyal ini sudah mulai menyerah. Mata mulai perih, memberi isyarat.

Angin di luar semakin jadi, banyak yang memutuskan kembali masuk ke kapal dan beristirahat.

Saya termasuk yang akhirnya gugur menyerah. Dan memutuskan kembali ke kamar dan mulai memejamkan mata.

Tak ada kabar, apakah para pencari sinyal akhirnya menemukan sesuatu yang amat berarti itu.

Qadarullah. Selepas melupakan peristiwa semalam. Usai shalat Subuh, tanpa ekspektasi apapun tiba-tiba sinyal muncul.

“Langsung Allah ganti,” ucap seseorang yang sedang menikmati sinyal internet sembari tersenyum.

Itulah sedikit kisah menarik nan lucu, perjalanan kami. Rombongan kafilah berbagai daerah yang pergi menuju Silaturahim Nasional Hidayatullah di Balikpapan.

Kapal Dharma Ferry 5 yang membawa kami akan tiba pukul 13:00 WITA di pelabuhan Semayang. Informasi ini diperoleh berdasarkan pengumuman dari manejemen kapal siang hari kemarin.*/Azim Arrasyid Sofyan

Hangatnya Ngopi Bareng Tamu Silatnas Hidayatullah sambil Cengkerama di Kampus Gutem

RAGAM cara menikmati sisi lain dari Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah yang kian dipadati oleh peserta yang datang dari berbagai penjuru daerah.

Tiba pada hari Senin Shubuh, 7 Jumadil Awal 1445 (21/11/2023) di Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak (Gutem), sebagian peserta memilih tidak menuju ke lokasi gedung penginapan yang disediakan oleh panitia.

Mereka justru melipir ke bawah pepohonan yang tumbuh rindang di sepanjang danau di tengah pesantren. Tak butuh lama, sekitar sepuluh kemah ukuran kecil segera berdiri dengan menggelar alas menutupi rerumputan yang basah kena embun sebelumnya.

“Alhamdulillah, lebih asyik di sini. Pemandangan lebih terbuka dan suasana lebih santai untuk silaturahim,” ucap Owan, peserta asal Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

“Banyak angin di alam terbuka begini, beda kalau di kamar rasanya agak gerah,” timpal Nuzul, lulusan SMA Al-Bayan Makassar yang kini mengabdi di Hidayatullah Masamba, Luwu Utara.

Menilik lokasi yang cukup rekreatif, tak heran, deretan kemah outdoor dengan corak warna-warni tersebut ramai dikunjungi oleh tamu dan peserta yang lain. Baik dari sesama kafilah Sulawesi Selatan ataupun dari daerah lainnya yang sengaj mampir ke lokasi kemah.

Pantauan media di lapangan, seperti pagi itu (22/11/2023), sebut saja Ismail, asal Kalimantan Utara dan Ibnu Suyuti, dari Balikpapan, yang ikut bertandang ke lokasi tenda.

Selain ngobrol dan silaturahim, hal yang menarik adalah setiap tamu selalu disuguhi dengan gilingan kopi hitam dan beberapa butir telur asin khas Sulawesi Selatan.

“Pokoknya, kalau mau ngopi datang saja ke sini, ustadz. Gratis, selama persediaan masih ada,” ucap Mardi, asal Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Ditemani awan mendung, pagi itu obrolan mereka tampak makin cair dan intim. Sesekali terdengar ada yang tertawa dan tergelak bahagia. Maklum pagi itu, para dai pemuda tersebut sedang me-replay cerita-cerita konyol mereka ketika jadi santri dahulu.

Menilik informasi yang dihimpun dari panitia, hampir di setiap gedung penginapan diakui penuh sesak oleh peserta yang terus berdatangan dari daerah.

Khusus kafilah Sulawesi Selatan, kloter pertama kedatangan yang memakai jasa KM. Pelni Bukit Siguntang saja sudah mencapai 1000 orang lebih, baik putra ataupun putri.

Belum termasuk yang berdatangan menggunakan maskapai penerbangan atau memakai kapal fery atau kapal Pelni pada jadwal berikutnya.

“Alhamdulillah, seperti tagline Silatnas. Tersenyum panitinya, bahagia pesertanya, dan tercerahkan spiritnya,” lanjut Mardi yang mengaku bahagia dengan kemah-kemah yang didirikan bersama kawan-kawannya. (mas/hidayatullah.or.id)

Momen Silatnas, Posdai Terbitkan Buku “Anak Anak Muda Pengukir Sejarah”

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 kali ini menjadi momen bersejarah bagi Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai).

Lembaga amal usaha untuk kaderisasi dan musaadah dai/daiyah yang telah hadir 23 tahun ini akan meluncurkan buku berjudul “Anak Anak Muda Pengukir Sejarah” yang ditulis oleh Mahladi Murni dan Tim Posdai Hidayatullah.

Peluncuran buku tersebut bertepatan dengan hajatan 5 tahunan ini yang digelar di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 23-26 November 2023.

Karya ini digarap serius selama lebih dari 2 tahun. Proses pengerjaan buku ini cukup menyita waktu dan juga tenaga, sebab penulis terjun melihat dan merekam langsung kiprah para dai muda di berbagai penjuru negeri.

“Saya menyelesaikan buku ini selama lebih dari dua tahun. Itu karena saya ingin menemui langsung para dai muda di tempat mereka berdakwah, menggali secara dalam bagaimana mereka memulai dakwah, bertahan, hingga menoreh sejarah sebagaimana para pendahulunya,” kata Mahladi.

Ketua Departemen Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah Ust. Drs. Shohibul Anwar menyebut buku ini merekam militansi dan pengabdian dai dalam membimbing umat. Sebagai salah satu tim, ia pun ikut terjun mengunjungi para dai.

“Saya ikut mengunjungi para dai itu dan menyaksikan langsung kiprah perjuangan mereka. Tetapi ketika membaca kembali kisah mereka dalam buku ini menetes air mata saya,” kata Shohibul.

“Terbayang bagaimana militansi, kegigihan, ketulusan, kasih sayang, dan kelembutan para dai ini dalam membimbing umatnya. Juga terbayang betapa besar kecintaan dan kerinduan umat akan kehadiran mereka,” imbuhnya.

Ketua Posdai Pusat Ust. Abdul Muin menyambut gembira hadirnya buku ini. Menurutnya, hadirnya buku “Anak Anak Muda Pengukir Sejarah” adalah sebagai hadiah terbaik yang dapat diberikan kepada lembaga, wabilkhusus, kepada seluruh orangtua perintis awal dan para senior Hidayatullah.

“Bahwa, hasil dedikasinya selama lembaga ini lahir telah menghasilkan kader kader pelanjut, dai muda yang penuh semangat. Mereka hadir di seluruh penjuru tanah air, baik di pedalaman maupun daerah terpencil,” kata Abdul.

Abdul berharap, semoga kedepannya akan semakin banyak lahir kembali kader kader dai muda yang bisa mengukir sejarah dakwah Hidayatullah hingga seluruh dunia.*/ (ybh/hidayatullah.or.id)

Matematika dan Pelajaran dari Konsep “Barisan”, Kolaborasi Atasi Tantangan

0
IST: Suasana shalat berjamaah di Masjid Ar-Riyadh Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Senin, 20 November 2023 (FOTO: Dok/ Hidayatullah.or.id)

Oleh Puji Asmoro*

KEHIDUPAN manusia penuh dengan berbagai hambatan dan tantangan yang seringkali memerlukan penyelesaian kreatif.

Meskipun konteks masalah yang dihadapi serupa, namun cara-cara untuk mengatasinya bisa sangat bervariasi.

Setiap individu memiliki pendekatan yang berbeda-beda tergantung pada pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang dimilikinya.

Salah satu konsep yang dapat diambil sebagai inspirasi untuk mengatasi hambatan dan tantangan ini adalah “berjama’ah” atau bekerja bersama-sama.

Seperti pepatah yang mengatakan, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing“. Konsep ini bukan hanya berlaku dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dapat diilustrasikan melalui istilah matematika yang dikenal sebagai barisan.

Dalam matematika, barisan adalah suatu runtutan angka atau bilangan yang disusun dari kiri ke kanan dengan pola serta aturan tertentu.

Analogi ini sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, di mana setiap anggota masyarakat memiliki peran dan kontribusi masing-masing untuk menciptakan suatu harmoni dalam mengatasi permasalahan.

Ketika individu-individu tersebut bersatu untuk bekerja sama mengentaskan suatu masalah, beban yang dihadapi akan terasa lebih ringan.

Sebagai contoh, dalam sebuah kelompok atau tim, setiap anggota dapat memberikan kontribusi uniknya sesuai dengan keahlian dan keterampilannya. Hasilnya, proses penyelesaian masalah menjadi lebih efisien dan efektif.

Konsep “barisan” ini juga mencerminkan ide bahwa setiap langkah atau tindakan yang diambil oleh individu memiliki dampak pada keseluruhan.

Seperti angka-angka dalam barisan yang membentuk deret, kerjasama yang terorganisir dan terstruktur akan membentuk harmoni yang indah. Ketika aturan yang telah ditetapkan diikuti dengan konsisten, hasil yang dicapai akan menjadi lebih signifikan.

Dengan demikian, menghadapi hambatan dan tantangan dalam kehidupan dapat menjadi lebih mudah dan berkesan melalui pendekatan kolaboratif. Melibatkan banyak pemikiran dan sudut pandang yang berbeda dapat membuka jalan untuk solusi yang lebih inovatif dan holistik.

Dalam kesimpulannya, harmoni dalam barisan tidak hanya menciptakan keteraturan matematis, tetapi juga mencerminkan keindahan kolaborasi manusia dalam mengatasi rintangan hidup.

Oleh karena itu, mari coba terapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, membangun harmoni bersama sebagai kunci untuk menghadapi dan menyelesaikan setiap tantangan yang muncul di hadapan kita.[]

*) PUJI ASMORO, penulis mahasiswa jurusan Matematika di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta

BMH Salurkan Beras untuk Santri Tahfidz di Ponpes Al-Kahfi Surakarta

0

SURAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Gerai Surakarta salurkan sembako untuk para santri yang berada di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Al-Kahfi Hidayatullah Surakarta.

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Abdul Ghfur selaku Koordinator BMH Gerai Surakarta ke pondok yang berada di jalan Lingkar Utara No. Km. 5, Mojosongo, Jebres, Surakarta, tersebut pada Jumat, 3 Jumadil Awal 1445 (17/11/2023).

“Sembako untuk santri ini berjalan atas dukungan dari para donatur BMH. Bantuan yang kami kirimkan berupa beras, telur, minyak dan mie instan,” terang Ghofur.

“Alhamdulillah, bersyukur bisa membantu adik-adik santri tahfidz binaan BMH. Semoga apa yang kita lakukan ini bisa menambah semangat para santri dalam belajar, menuntut ilmu, dan menghafal quran. InsyaAllah pahala juga mengalir pada kita semua,” lanjut Ghofur setelah melakukan penyaluran.

Semementara itu, Ust. Sholehuddin Al-Ayubi sebagai pengasuh pondok mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BMH dan para donatur.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih banyak kepada para donatur yang telah membantu santri kami, mudah-mudahan Allah ganti rizki yang lebih banyak, halal, dan barokah,” katanya.

“Semoga program beras santri yang ada di BMH ini tetap berjalan, sehingga bisa terus membantu adik-adik santri untuk lebih semangat dalam menuntut ilmu, dan pahalanya selalu mengalir pada BMH dan para donatur,” kata Ayub, sapaan akarab Ustadz Sholehuddin Al-Ayubi.*/Herim