Beranda blog Halaman 236

Pejuang Dapur Dibalik Sukses Silaturrahim Nasional Hidayatullah 2023

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Alhamdulillah, Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 berjalan dengan lancar dan sukses. Tersenyum panitianya, bahagia pesertanya, dan tercerahkan spritualnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (Wasekjen DPP) Hidayatullah, Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, mengatakan insyaallah ketiga target tri sukses itu berhasil diraih.

Secara khusus, ia memuji khidmat dan perjuangan luar biasa yang ditunjukkan para para ibu (akhwat/ ummahat) dalam menyiapkan konsumsi dalam rangkan mensukseskan helatan lima tahunan ini.

“Salah satu sosok kesuksesan Silatnas Hidayatullah adalah ibu-ibu. Salah satu tugas kepanitiaan ibu-ibu adalah bagian konsumsi yang berjibaku di dapur menyiapkan makanan peserta Silatnas dari H-10 hingga peserta pulang,” katanya kepada Hidayatullah.or.id, Senin, 13 Jumadil Awal 1445 (27/11/2023).

Ghofar mengatakan, makan adalah kebutuhan pokok yang harus terpenuhi setiap hari. Bisa dibayangkan jika peserta Silatnas kelaparan tentu acara tidak berjalan dengan baik.

“Menyiapkan konsumsi untuk ribuan peserta bukan pekerjaan ringan. Sesederhananya lauk pauk tetap harus dimasak dan dipersiapkan,” imbuhnya.

Selain ibu-ibu panitia konsumsi, ada ibu-ibu di rumah-rumah warga. Mereka tidak tercatat namanya di kepanitiaan Silatnas tapi mengambil peran besar.

“Mereka menikmati Silatnas dengan melayani tamu-tamu di rumahnya. Tamu datang bergantian datang setiap hari,” katanya terharu.

Melayani tentu dengan menyiapkan makanan, minuman dan yang menyertainya. Hal ini kata Ghofar tidaklah mudah dan pasti lelah menjamu para tamu yang datang ke rumah setiap hari.

Dari persiapan memasak, perlu belanja dan mengolahnya yang perlu waktu dengan bumbu tertentu. Setelah selesai juga harus mencuci puluhan piring, mangkok, dan peralatan.

“Hari-hari berpeluh keringat, menahan panas api dapur, air mata keluar karena sambal. Berbasah-basah baju karena bolak-balik mencuci piring,” katanya.

Karena hari-hari berjibaku seperti itu, mereka pun nyaris tidak sempat ke lokasi acara dan mengikuti kegiatan Silatnas. Berkutat dengan dapur, kompor, mengiris-iris bawang merah, garam, cucian piring, dan lain sebagainya.

“Ini bagian dari pengorbanan yang tidak sederhana bagi ibu-ibu yang ikhlas. Rela sibuk dan repot di dapur di saat yang sama ingin mengikuti rangkaian acara Silatnas,” ujarnya.

Peserta yang diundang dan datang ke rumah-rumah warga tentu merasa terhormat dan bahagia dilayani. Ini juga bagian dari rangkaian silaturahim yang lebih dekat.

Ibu-ibu tentu lebih bahagia bisa melayani para tamu. Ada kepuasan spritual dan panggilan moral bisa melayani saudara-saudara dari jauh. Tanpa pamrih dan imbalan berjuang, berkorban di dapur.

“Tidak semua ibu-ibu memiliki kesempatan karena sebagian menjadi panitia yang mengawal acara Silatnas. Ini adalah keterpanggilan iman untuk melaksanakan hadist menghormati tamu,” tambahnya.

Demikian pula dengan potensi lainnya yang berkhidmat secara total mengurusi acara mulai dari persiapan, kegiatan, penutupan, hingga kepulangan, yang tidak saja individu tetapi juga didukung oleh unit dan amal amal usaha seperti SAR Hidayatullah, Sako Pramuka Hidayatullah, Pandu Hidayatullah, LPPH, Pemuda, Mushida, dan banyak lainnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Inilah Dua Proyek yang Bikin Keluarga Palestina Selalu Tegar dan Merdeka

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ditengah segala keterbatasan mereka menghadapi gerombolan penjajah zionis Israel yang brutal dan tak mengenal etika perang, warga Baitul Maqdis, Gaza, Palestina, tetap berdiri tersenyum dan amat tegar menghadapi ketidakadilan dan agresi ini.

Dengan kekukuhan dan ketegarannya itu, rakyat Gaza Palestina telah menjadi simbol kebanggaan, martabat, dan lambang kepahlawan, yang mengajarkan kepada dunia makna kepahlawanan dan pengorbanan.

Dokter muda asal Gaza, dr. Ahmed Abu Ajwa, mengungkapkan dua “proyek” besar setiap keluarga keluarga Palestina yang menjadikan mereka selalu tegar, kuat, dan selalu yakin dengan pertolongan Allah Ta’ala.

“Di Palestina ada dua proyek yaitu berjuang dan menghafal Al-Qur’an untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap rumah rumah di Palestina ada orang yang menghafal Al-Qur’an dan setiap rumah ada yang syahid,” kata dr. Ahmed pada sesi Tausiyah Baitul Maqdis dalam rangkaian Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 di Masjid Ar Riyadh, Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim, Sabtu, 11 Jumadil Awal 1445 (25/11/2023).

dr. Ahmed mengatakan dunia telah sama tahu apa yang telah dialami tanah suci Baitul Maqdis Baitul Maqdis, Gaza, Palestina, selama 75 tahun dijajah zionis Israel. Sepanjang itu pula rakyat Palestina tidak menyerah, bahkan semakin tegar membela tanah airnya.

Itu semua, menurut Ahmed, karena Al Qur’an ada di dada setiap keluarga Palestina dan hidup mereka sepenuhnya untuk perjuangan membebaskan Palestia dari penjajahan.

“Menghadapi ancaman dan tantangan setiap hari maka solusinya adalah Al Qur’an dan itu Alhamdulillah yang dilakukan oleh saudara kita. Setiap rumah ada orang yang penghafal Al Qur’an dan uga setiap rumah ada orang yang syahid,” imbuhnya.

Kata Ahmed, jika ingin kuat atau ketemu solusi dalam menghadapi masalah hendaknya kembali kepada Al Qur’an karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menciptakan langit dan bumi pasti punya aturan agar kita bisa hidup dengan nyaman.

“Maka kita harus ikut aturan-aturan dan ayat-ayat yang ditulis di dalam Al Quran kita,” imbuhnya.

Satu Misi

Lebih jauh dr. Ahmed mengemukakan bahwa rakyat Palestina memiliki satu misi dan satu tujuan, yaitu membebaskan Baitul Maqdis.

Mereka mewakili seluruh umat Islam untuk menjaga Masjidil Aqshal Mubarak agar jangan sampai suatu hari dikuasai oleh zionis Israel.

“Kita menjaga Masjidil Aqsha dan kita akan bertahan di sana. Kita akan tetap berjuang untuk membebaskan Baitul Maqdis dan membela agama Allah Ta’ala dan insya Allah kami di Palestina tidak akan memberikan kesempatan kepada orang Yahudi agar menguasai Palestina,” imbuhnya.

Ia pun menyampaikan terima kasih banyak kepada seluruh rakyat Indonesia mulai dari presiden sampai seluruh rakyatnya yang konsisten berdiri bersama Palestina karena yang dihadapi Palestina adalah kezaliman.

“Marilah kita insya Allah tetap berjuang, tetap berdiri, dan tetap bersama rakyat Palestina sampai Masjidil Aqsha merdeka, sampai insya Allah kita bisa shalat berjamaah bersama di Masjidil Aqsha,” tambahnya.

Malam itu Ahmed mengaku bersyukur karena dapat kembali bertandang ke Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak dan berkumpul bersama para santri, pembimbing, dan ribuan dai peserta Silatnas Hidayatullah.

Dia menceritakan pertama kali ke Indonesia 5 tahun lalu, Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak adalah pondok pertama yang ia singgahi lalu kemudian mendapatkan beasiswa menempuh studi ilmu kedokteran di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

“Lima tahun lalu saya pernah datang ke sini pada hari pertama dari bulan Ramadan. Alhamdulillah langkah yang pertama dapat beasiswa untuk melanjutkan studi kedokteran di Surabaya dimulai dari kota Balikpapan,” katanya mengisahkan.

“Pada malam hari ini kita berkumpul bersama-sama dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah karena tujuan kita sebagai orang muslim adalah beribadah kepada Allah subhanahu wa Ta’ala,” tandasnya.

Pria bernama lengkap Ahmed Eliaan Shaker Abu Ajwa ini adalah satu sarjana kedokteran Universitas Airlangga yang diwisuda pada Sabtu, 4 Maret 2023 lalu. Ia mengaku bercita-cita menjadi dokter sejak kecil.

Ahmed semakin termotivasi dan semangat untuk mewujudkan impiannya itu meski berbagai rintangan berada di depan mata. Terlebih lagi, ia mendapatkan dukungan penuh dari ibunda tercinta.

“Saat saya berusia sekitar sepuluh tahun, ibu memanggil saya dengan sebutan Dokter Ahmed. Dan saya sadar bahwa saya harus berjuang dan belajar sebaik-baiknya karena saya tahu bahwa masuk ke fakultas kedokteran di mana saja membutuhkan perjuangan yang luar biasa,” tuturnya pada Wisuda Periode 231 di Airlangga Convention Center Kampus MERR C UNAIR, seperti dilansir laman resmi Unair, Sabtu (4/3/2023).

Perjalanan Ahmed tidak mudah, ia sempat mengalami jatuh bangun. Saat duduk di bangku SMA, ia sempat harus berhenti sekolah karena tempatnya belajar di Gaza mengalami kehancuran sebanyak tiga kali.

Meski begitu ia mampu menyelesaikan sekolahnya dan mendapat beasiswa di salah satu universitas di Sudan. Namun kali ini ia kembali terhambat lantaran sulitnya akses ke luar dari negaranya, Palestina. Walaupun akhirnya berhasil kuliah, namun tak lama karena tempatnya belajar itu terpaksa ditutup secara permanen.

Dia tak menyerah dan terus berusaha, hingga akhirnya ia dapat diterima di Fakultas Kedokteran Unair Surabaya dan berhasil menyelesaikan studinya dengan baik.

Diketahui, puluhan keluarga dan kerabat Ahmed ikut syahid dalam perang Taufan Al Aqsa. Rumah rumah keluarganya hancur dan ribuan orang kehilangan rumah menjelang musim dingin akhir tahun 2023. (ybh/hidayatullah.or.id)

Kabid Ekonomi DPP Hidayatullah Apresiasi Geliat Transaksi UMKM Bazar Silatnas

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Perputaran dan transaksi ekonomi dalam kegiatan bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama rangkaian pelaksanaan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah turut menggairahkan geliat perekonomian di kawasan Tetitip, Kota Balikpapan dan sekitarnya, yang nilai transaksinya diperkirakan mencapai ratusan hingga miliaran rupiah.

Ketua Bidang Perekonomian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Wahyu Rahman mengapresiasi geliat ekonomi ini dan berharap semoga ini akan semakin merangsang tumbuhnya kesadaran akan pentingnya ekonomi sirkular.

Ia menyebutkan, sebanyak 100 stand UMKM di kawasan putra dan 100 stand di kawasan peserta putri merupakan binaan Bidang Perekonomian DPP Hidayatullah.

“Pada kegiatan ini UMKM menghadirkan berbagai produk, mulai pernak pernik, kuliner, buku, sampai pakaian dari produksi kader Hidayatullah yang hadir dalam bazar untuk menyeramakkan Silatnas,” katanya.

Selain itu, selain menyeramakkan helatan lima tahunan ini, 20.000 lebih tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia juga sebagian melakukan kunjungan ke berbagai destinasi sekitar Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak sehingga ikut menggeliatkan wisata lokal.

Harapannya, kata Wahyu, kegiatan bazar yang dijalankan oleh UMKN turut mendukung terwujudnya kemandirian komunitas, jamaah, warga, dan organisasi menuju tegaknya peradaban Islam.

“Achievement bidang perekonomian dari kegiatan adalah terwujudnya kemandirian jamaah dan organisasi menuju tegaknya peradaban Islam,” tandasnya.

Selain expo bazar dan pameran, di sela kegiatan juga ada kegiatan talkshow untuk menambah semarak dan kehangatan Silatnas 2023 yang digelar Bidang Perekonomian DPP dan Badan Usaha Milik Organisasi (BUMO) seperti peluncuran buku “Lembaga Zakat, Lebih dari Sekedar Filantropi” karya Wahyu Rahman.

Berikutnya, ada kegiatan Bincang Asuransi Syariah, Ngobrol Property Pesantren, Grand Launching HiTrave (Hidayatullah Travel), Peluncuran Program Dai Duta Halal, Pameran Kiswah dan Seminar Spirit Of Baitullah, dan berbagai acara lainnya. (ybh/hidayatullah.or.id)

Geliat Ekonomi UMKM di Ajang Silatnas Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Kegiatan ekonomi bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama rangkaian pelaksanaan Silaturrahim Nasional (Silatnas) turut bergeliat.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Silatnas Hidayatullah Dr. M. Arfan AU, M.Pd.I dalam sambutan penutupan acara di Masjid Riyadh, Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Ahad, 12 Jumadil Awal 1445 (26/11/2203).

Silatnas yang dikuti sedikitnya 20.000 orang peserta perwakilan Hidayatullah dari Sabang sampai Papua ini diikuti peserta terbanyak dari Sulawesei Selatan dengan jumlah 1.200 orang.

Sementara peserta dengan lonjakan terbanyak dari 5 tahun lalu adalah DPW Hidayatullah Maluku Utara.

Arfan juga melaporkan selama rangkaian Silatnas serapan untuk konsumsi yang berputar sebesar Rp5.212.130.000.

Pada kesempatan tersebut, Arfan mewakili panitia dan keluarga besar Hidayatullah menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut mendukung sukseskan Silatnas Hidayatullah kali ini.

Diantaranya panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah RI, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapam, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, seluruh insur Forkopimda Kaltim dan kota Balikpapan, dan semua pihak yang telah turut mensukseskan Silanas Hidayatullah.

“Juga terima kasih kepada Kalla Group dalam dukungan armada untuk mobilisasi peserta dari dan ke pelabuhan menuju arena Silatnas,” katanya.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan harapan berkenaan rencana tindak lanjut dari pertemuan nasional ini yaitu agenda skala internasional yaitu diadakannya Internatonal Islamic Scout Jambore Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Hidayatulah bersama dengan Sako Ma’arif NU, Sako Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SIT), dan Sako Pendidikan Al Azhar, yang sedang dikomunikasikan dengan Wakil Ketua Kwarnas/Ketua Komisi Kerjasama Dalam dan Luar Negeri Kak Ahmad Rusdi. (ybh/hidayatullah.or.id)

Jusuf Kalla Tutup Silatnas Hidayatullah 2023

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla (JK), menutup secara resmi acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Ahad, 12 Jumadil Awal 1445 (26/11/2023) jelang siang.

Di depan 20.000 dai dan daiyah termasuk yang menyaksikan lewat siaran langsung, Jusuf Kalla mengucapkan apresiasi dan selamat atas perjuangan setengah abad Hidayatullah berdakwah memajukan masyarakat Indonesia.

“Saya ucapkan selamat untuk para pejuang-pejuang dakwah yang hadir di sini, yang luar biasa, yang datang dari seluruh Indonesia. Dari kampung-kampung, kota-kota dan gunung-gunung,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengingatkan para peserta Silatnas Hidayatullah untuk meresapi jasa-jasa dan mendoakan KH Abdullah Said (Pendiri Hidayatullah) bersama kawan-kawannya yang menjadi pelopor merintis Hidayatullah.

Jusuf Kalla yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong dakwah Hidayatullah juga memajukan kemakmuran masyarakat.

“Kita harus menyadari bahwa kebangkitan Islam di samping agamanya, yang harus dikembangkan itu ekonominya,” terangnya.

Menurutnya, di samping dakwah, Hidayatullah harus membangun program ekonomi. Puluhan ribu dai-dai yang dimiliki Hidayatullah juga harus dapat mengembangkan kemakmuran masyarakat di daerah.

“Organisasi ini harus digerakkan betul-betul dan diintensifkan semaksimal mungkin,” sarannya.

Jusuf Kalla menjelaskan bahwa masjid harus dimakmurkan, kemudian setelah masjid itu makmur dapat memakmurkan masyarakat sekitarnya.

“Saya menutup acara ini mengucap ‘Alhamdulillahi Rabbil alamin’, saya menutup acara Silatnas ini,” pungkas Jusuf Kalla menandakan berakhirnya secara resmi rangkaian acara Silatnas Hidayatullah 2023.

Silatnas Hidayatullah 2023 mengusung tema “50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI yang Beradab”. Ketua Panitia Silatnas, Dr Arfan, melaporkan, acara ini diikuti lebih dari 20.000 dai dan daiyah Hidayatullah dari seluruh Indonesia.

Perhelatan silaturrahim ini digelar di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur pada 23-26 November 2023.

Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyampaikan sambutannya pada pembukaan Silatnas (23/11/2023). Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Saiful Rahmad Dasuki.*/AR Munawwar

Anies Baswedan Ajak Ribuan Dai Cari Cara Lampaui Kecepatan Perubahan

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Calon Presiden nomor urut 1 Anies Baswedan berbicara mengenai Setengah Abad Hidayatullah dalam acara Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah 2023 di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Sabtu, 11 Jumadil Awal 1445 (25/11/2023).

“Saya bersyukur sekali hadir di Balikpapan ini, di titik nolnya Hidayatullah,” ujar Anies dalam sesi Tausiyah Kebangsaan di Masjid Ar-Riyadh itu.

Di depan belasan ribu kader dai Hidayatullah, Anies mendorong para dai ini untuk teguh meneruskan sumur jariyah pendiri Hidayatullah KH Abdullah Said. Menjadikan momentum umur setengah abad masehi Hidayatullah ini sebagai pijakan untuk menghadapi masa depan.

“50 tahun itu muda atau tua? Kalau 70 tahun itu muda atau tua? Jadi titik potongnya itu dimana,” tanya Anies di depan ribuan jamaah Masjid Ar-Riyadh.

Menurutnya, umur hanya tentang sudut pandang. Kalau yang dibicarakan masa lalunya maka dia sudah tua. Kalau yang dibicarakan masa depannya maka dia masih muda.

“Nah, Hidayatullah dengan usia 50 tahun ini mau dibahas masa lalunya atau masa depannya. Kalau Hidayatullah membicarakan masa depannya, maka Hidayatullah masih muda,” terangnya.

Mantan Gubernur Daerah Istimewa Jakarta ini memandang umur 50 tahun Hidayatullah adalah masa kanak-kanak. Walaupun sekarang Hidayatullah telah menjangkau hampir seluruh Nusantara, tapi perjalan ke depan masih panjang.

“Ini membutuhkan keikhlasan, ketekunan, keseriusan kerja keras, dan di ujung itu semua insyaallah memudahkan ikhtiar semuanya,” tambahnya.

Anies menyebut dampak Hidayatullah dalam dakwah dan pendidikan di tengah masyarakat itu memiliki jangkauan yang luas biasa. Umur 50 tahun adalah pondasi bagi Hidayatullah yang akan berkembang hingga ratusan dan ribuan tahun ke depan.

Karena itu, Anies mengajak momentum silaturahim dapat dijadikan para kader dai Hidayatullah untuk membaca perubahan. Karena di era modern ini perubahan begitu cepat dan tidak semua bisa mengikutinya.

“Saya mengusulkan Hidayatullah memberikan porsi yang cukup untuk membaca perubahan. Kemudian Hidayatullah secara strategis mencari cara untuk melampaui kecepatan perubahan yang ada di luar sana,” terang Anies.

Hal ini penting karena Hidayatullah sebagai lembaga dakwah dan pendidikan ini mendidik banyak annak-anak bangsa di seluruh Indonesia. Umat Islam dalam dunia pendidikan harus mengubah banyak hal.

Silatnas Hidayatullah 2023 mengusung tema “50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI yang Beradab” diikuti oleh 20.000 dai dan daiyah Hidayatullah dari seluruh Indonesia.

Perhelatan silaturahim ini digelar di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan pada 23-26 November 2023. Puluhan ribu dai dan daiyah Hidayatullah hadir dari seluruh daerah Indonesia.*/AR Munawwar

RQ 9 Dimensi Semarakkan Silatnas dengan Lomba Tulis Khot Naskhi Usmany, Inilah Pemenangnya!

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka turut menyemarakkan gelaran Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah, Rumah Qur’an (RQ) 9 Dimensi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Surabaya menggelar acara Perlombaan Tulis Surah Al Fatihah Khot Naskhi Usmany di arena Silatnas, Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim, Jum’at, 10 Jumadil Awal 1445 (24/11/2023).

Perlombaan ini diikuti oleh tamu peserta penggembira Silatnas baik putra dan putri usia SMP, SMA, dan Dewasa yang berlangsung disela sela rangkaian agenda Silatnas.

Anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah, Ust. Drs. Mohamad Nur Fuad, MA, yang didapuk memberikan sambutan pengarahan dalam pembukaan perlombaan mengapresiasi kegiatan ini.

“Pelaksanaan event ini tentu berguna sebagai pendorong agar seseorang berperilaku kreatif, cinta menulis al-Qur,an dan menghidupkan sunnah menulis al-Qur’an sebagaimana perintah Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam kepada para sahabatnya,” katanya.

Ia menjelaskan, menulis Al-Qur’an dan ilmu Khath sebagai warisan peradaban Islam yang menakjubkan.

Karenanya, beliau berharap hal ini terus menerus dirawat dan dikembangkan dari masa ke masa agar memberi ruang kepada generasi muslim untuk menumbuhkan daya kreativitasnya.

“Ini agar generasi muslim untuk menumbuhkan daya kreativitasnya yakni daya cipta sebagai kemampuan menghasilkan karya seni menulis indah dan menghidupkan sunnah Nabi,” ungkapnya.

Lebih jauh Nur Fuad menilai perlombaan ini juga memberikan kesempatan kepada pelajar, mahhasiswa, dan masyarakat muslim untuk aktualiisasi diri dalam menulis al-Qur’an dan ilmu khat.

Perlombaan ini berlangsung khidmat yang diikuti dengan peraturan diantaranya waktu yang disediakan adalah selama 90 menit, peserta menggunakan spidol kaligrafi yang telah disediakan panitia atau menggunakan pena kaligrafi sendiri, dan khat yang digunakan adalah khath naskhi materi surat Al Fatihah.

Dari penilaian Dewan Juri, perlombaan ini berhasil mencatatkan sejumlah nama pemenang. Berikut ini nama nama pemenangnya:

Kategori Pemula SMP SMA Putri
Juara I : Salwa Larasati Abbas (Hidayatullah Maluku Utara)
Juara II : Hanienul Haq (Hidayatullah Samarinda)
Juara III : Atia Nuranjumi Daen (Hidayatullah Maluku Utara)

Kategori Pemula Dewasa Putri
Juara I : Zahidah Azzah Faizah (Hidayatullah Lamongan)
Juara II : Halima Tinggapi (Hidayatullah Maluku)
Juara III : Sudarwati (Hidayatullah Surabaya)

Kategori Pemula Dewasa Putra
Juara I : Hadi Wiryana (Ummul Qura Hidayatullah Balikpapan)
Juara II : Aris A. Fillah (Hidayatullah Tulungagung)
Juara III : M. Shoffa (Hidayatullah Surabaya)

(ybh/hidayatullah.or.id)

Menkopolhukam Sampaikan Tausiyah Kebangsaan di Silatnas Hidayatullah

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam), Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin atau karib disapa Mahfud Md menghadiri Silaturahmi Nasional (Silatnas) Hidayatullah tahun 2023, Jumat, 10 Jumadil Awal 1445 (24/11/2203).

Pada kesempatan tersebut Mahfud MD dijadwalkan menyampaikan Tausiyah Kebangsaan bertajuk “Bersama Menyelamatkan & Memajukan Indonesia” di hadapan 20.000 peserta Silatnas Hidayatullah di Masjid Riyadh, Kampus Ummulqura Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan, Kaltim.

Dalam tausiyahnya Mahfud Md mengajak untuk terus merawat persatuan dan kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. Lebih dari itu, sebagai umat muslim, ia mengajak untuk merawat Indonesia sebagai warisan para pendiri bangsa.

Ia mengingatkan mengenai peran dan posisi umat Islam di Indonesia dalam menjaga dan membangun republik yang kini telah merdeka atas peran umat Islam dan komponen elemen bangsa lainnya.

“Indonesia ini merdeka tidak lain karena peran Umat Islam untuk membangun negara. Karena kalau tidak punya negara sendiri, maka beribadah dan amar makruf nahi munkar itu tidak lancar,” kata Mahfud seperti disiarkan YouTube Ummulqura Hidayatullah.

Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 3 ini menjelaskan bahwa pendirian republik ini tidak lain karena kesadaran atas dalil ushul fiqih “Maa la yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib”.

“Jika satu kewajiban yaitu beribadah, beramar makruf nahi munkar dan berdakwah kepada Allah tidak akan bisa terlaksana jika tidak punya negara. Maka hukumnya punya negara itu wajib,” terang Mahfud.

Maka setelah proses panjang lahirnya negera ini para pendiri bangsa membuat negara yang moderen dan terbuka, maka disepakatilah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara berketuhanan. “Inilah negara Pancasila,” tegasnya.

Walaupun itu tidak sempurna sebagai negara Islam, Mahfud mengingatkan bahwa umat Islam tidak boleh meninggalkan republik ini. Karena umat Islam inilah yang mendirikan negara ini maka umat Islam inilah bertanggung jawab menyelamatkannya.

Ia pun mengingatkan kaidah “Maa laa yudraku kulluhu laa yutrakku kulluhu”, yang berarti apa yang tidak mungkin terwujud seluruhnya, maka tidak boleh ditinggalkan semuanya.

“Berjuanglah di ‘sisa-sisa’ peluang yang tersedia di Indonesia ini dengan nilai-nilai Islam,” pesan Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 3 ini.

Umat Islam telah membangun negeri ini dengan pengorbanan jiwa dan raga. Maka, kata Mahfud sekarang kita tidak boleh hanya menikmati, tetapi juga harus menghadapi ancaman yang (menjatuhkan) negeri ini.

“Di Indonesia ini banyak korupsi. Hak-hak rakyat terutama di daerah luar, itu dirampas. Penegakan hukum dan keadilan juga menjadi persoalan. Meskipun umat Islam itu maju dan maju, tetapi tetap ada yang semakin tertinggal,” pungkas Mahfud.

Silatnas Hidayatullah 2023 mengusung tema “50 Tahun Bersama Umat Membangun NKRI yang Beradab” diikuti oleh 20.000 dai dan daiyah Hidayatullah dari seluruh Indonesia.

Perhelatan silaturahim ini digelar di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan pada 23-26 November 2023. Puluhan ribu dai dan daiyah Hidayatullah hadir dari seluruh daerah Indonesia.*(hdc/hidayatullah.or.id)

Jamaah Baiturrahman Sidoarjo Serahkan Bantuan Rp 20 Juta untuk Palestina

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Jamaah Masjid Baiturrahman di Perumahan Wisma Tropodo, Sidoarjo, menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina (22/11/2023). Selanjutnya dana yang terkumpul sebesar Rp. 20.400.000 itu disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH).

Ketua Takmir Masjid Baiturrahman, Bapak Cartono, mengatakan bahwa kegiatan penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas dan empati jamaah masjid terhadap penderitaan saudara-saudara mereka di Palestina.

“Kami ingin memberikan dukungan moril dan materil kepada saudara-saudara kami di Palestina yang masih berjuang untuk meraih hak mereka,” ujar Cartono dalam keterangan diterima media ini, Sabtu, 11 Jumadil Awal 1445 (25/11/2203).

Langkah baik jamaah Masjid Baiturrahman ini mendapat apresiasi dari Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim. Ia mengatakan bahwa gelombang kebaikan untuk Palestina tidak akan pernah padam.

“Kami sangat mengapresiasi jamaah Masjid Baiturrahman yang telah menggalang dana untuk Palestina. Semoga dana ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara kita di Palestina. Dan, kami bangga kepada umat Islam Indonesia yang semangat membantu Palestina tak pernah padam,” ujar Imam Muslim.*/Herim

Semarak Silatnas Hidayatullah, IMS Gelar Tabligh Akbar dan Hapus Tato di Kaltim

0

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Ditengah persiapan memberikan layanan kesehatan untuk ribuan dai yang berkumpul di kegiatan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah, lembaga Islamic Medical Service (IMS) kembali menggelar road show hapus tato di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada 7-8 Jumadil Awal 1445/ 21-22 November 2023.

Pada hari pertama kegiatan hapus tato berlangsung di Lapas kelas IIA Samarinda. Ada 50 orang warga binaan pemasyarakatan yang dihapus tatonya.

Kasi Binadik Lapas kelas IIA Samarinda, Pariadi menyampaikan ungkapan terima kasihnya.

“Saya mewakili Kalapas menyampaikan ucapan terima kasih kepada IMS yang telah memberikan pelayanan hapus tato bagi warga binaan kami. Ini sangat bermanfaat,” ujar Pariadi.

Salah seorang warga binaan peserta hapus tato, Hendra merasa senang dengan kegiatan ini. “Terima kasih, saya mau hapus tato bergambar kawat duri yang ditato saat saya berumur 17 tahun,” ujar Hendra.

“Hikmahnya, saya di sini jadi bisa ngaji dan shalat 5 waktu. Dan sudah khatam membaca al Qur’an sebanyak 4 kali,” ujar pria 44 tahun ini.

Pada hari kedua, kegiatan hapus tato berlangsung di Lapas kelas IIA Balikpapan. Sebanyak 50 orang warga binaan dilakukan tindakan hapus tato.

Dalam sambutannya, Kresyanto, Kepala Seksi Giat Lapas IIA Balikpapan mengajak warga binaan untuk memanfaatkan kegiatan ini sebaik mungkin.

“Kita lahir dalam keadaan bersih, maka pulang pun (meninggal ) harus bersih,” ujar Kresyanto.

Ia kemudian menganalogikan. “Kita dipinjami buku, maka ketika dikembalikan kepada pemiliknya, buku itu harus dalam keadaan bersih. Kalau kotor atau dicoret-coret maka si pemilik buku akan marah,” ungkapnya.

Imron Faizin, Direktur IMS mengatakan bahwa IMS sudah menjadi mitra Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM sejak tahun 2018.

“Bahkan pada tahun 2019 kami mendapatkan penghargaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Bapak Yasona H Laoly,” ungkap Imron.

“Semoga kami bisa datang lagi untuk melakukan pelayanan berikutnya,” imbuhnya.

Kepala BMH Kalimantan Timur, Rifa’i menyampaikan bahwa BMH dan IMS sudah lama menjalin kerjasama. “Sudah 4 kali BMH dan IMS bersinergi dalam kegiatan hapus tato. “Kami pernah juga membuat acara buka bersama di Lapas ini,” ujar Rifa’i yang didampingi pengurus IMS Kaltim Suriansyah Mugeni.

Khaerul Anwar, Direktur MTT Kaltim, mengatakan merasa senang karena program CSR bermanfaat bagi warga binaan pemasyarakatan. “Semoga CSR MTT kedepan lebih banyak memberi manfaat dan keberkahan,” ujar Khaerul.

Sementara itu, Ustadz Naspi Arsyad, da’i dari Hidayatullah dalam tabligh akbarnya menyampaikan bahwa semua hamba Allah akan pulang ke kampung akhirat. “Karena itu, harus punya amalan yang akan menyelamatkan kita,” ujarnya

Kemudian Naspi melanjutkan, “Ada 8 pintu surga yang bisa kita masuki ke dalamnya, di antaranya lewat pintu puasa, sedekah, shalat, berbakti pada orang tua, dan menahan amarah.”

“Silakan bapak-bapak mau masuk pintu yang mana?” ujar Naspi.
“Yang penting konsisten dan mudah dikerjakan,” tegasnya.

Pada kedua kegiatan tersebut, Yayasan Wakaf Al Qur’an Suara Hidayatullah (YAWASH) yang sudah lama bersinergi dengan IMS menyerahkan al-Qur’an wakaf dari para donatur.

“Semoga al-Qur’an yang kami berikan dari para donatur ini bermanfaat bagi warga binaan di Lapas ini,” ujar Dadang Kusmayadi, Ketua YAWASH.

Kegiatan yang didukung oleh BMH, MTT, Pertamina, BDI, dan JC Clinic ini berlangsung lancar dan disambut baik oleh warga binaan Lapas.*/Abu Feikar